2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SDN 023 Tarakan, pada tahun 2023/2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan nilai-nilai karakter pada siswa kelas V B. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai karakter diterapkan mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Perencanaan pembelajaran yang digunakan guru merupakan perencanaan yang dibuat dan dikembangkan sendiri dengan menyesuaikan nilai karakter yang akan diterapkan dalam pembelajaran. Pada pelaksanaan, guru mengimplementasikan nilai karakter melalui kegiatan pembelajaran dan metode pembelajaran yang telah disesuaikan sebelumnya.
2024 · Book ·
Kandungan nutrisi dalam pakan buatan vang dibutuhkan oich ikan umumnya diformulasikan dari bahan mentah nabati dan hewani secara bersama-sama untuk mencapai kandungan nutrisi yang seimbang Nanas mengandung enzim bromelin yang berfungsi memecah protein pakan menjadi asam amino sehingga mudah diserap Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kadar nutrisi pada tepung kulit nanas serta menyimpulkan kualitas kandungan nutrisi tersebut Penelitian ini menggunakan campuran antara tepung komersil dan tepung kulit nanas yaitu Perlakuan 1 85 gram TK-15 gram TKN Perlakuan 2 80 gram TK 20 gram TKN Hasıl dari penelitian ini yaitu kadar lemak terbaik pada perlakuan 2 sebesar 10,12%, kadar karbohidrat terbaik pada perlakuan 1 sebesar 36%, serta kadar air terbaik pada perlakuan 2 sebesar 4.69%. Kesimpulan danı penelitian ini adalah kandungan kadar lemak, karbohidrat serta kadar air pada tepung kulit nanas yang dicampurkan dengan pakan komersil dengan dosis masing- masing sebesar 15 gram dan 20 gram dapat dikategorikan cukup baik untuk digunakan sebagai bahan pakan ikan Kata Kunci Pakan buatan. Tepung kulit nanas, Kandungan nutrisi
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perubahan psikologis yang sering terjadi pada ibu hamil trimester III berdampak pada kehamilan salah satunya adalah kecemasan pada ibu hamil. Gangguan kecemasan pada ibu hamil berhubungan dengan risiko solusio plasenta, berat badan lahir rendah, keterlambatan motorik dan mental janin, serta kelahiran prematur jika kecemasan tersebut tidak ditangani dengan baik dan terjadi berkepanjangan. Kecemasan pada ibu di kehamilan trimester III dapat diminimalisir menggunakan tindakan nonfarmakologi salah satunya yaitu prenatal yoga, musik relaksasi, dan aromaterapi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi prenatal yoga, musik relaksasi, dan aromaterapi gaharu terhadap kecemasan ibu hamil trimester III di Puskesmas Karang Rejo. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode quasi-eksperimental design tanpa kelompok kontrol tes pertama dan tes terakhir (one group pretest-posttest). Kelompok intervensi yang diberikan kombinasi prenatal yoga, musik relaksasi, dan aromaterapi gaharu. Teknik sampling menggunakan purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 25 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Hamilton Rating Scale (HARS). Berdasarkan analisis data yang digunakan yaitu secara Univariat dan Bivariat menggunakan uji statistic non-parametrik uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan kecemasan ibu hamil trimester III sebelum dan setelah diberikan intervensi dengan nilai P value 0,000 (p value 0,005). Sehingga disimpulkan terdapat perbedaan diantara kedua sampel yang dihitung. Maka terdapat pengaruh kombinasi prenatal yoga, musik relaksasi, dan aromaterapi gaharu terhadap kecemasan ibu hamil trimester III sebelum dan sesudah intervensi di Puskesmas Karang Rejo. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi ini dapat menjadi alternatif yang efektif dalam mengurangi kecemasan pada ibu hamil trimester III.
2024 · Thesis ·
Kandungan nutrisi dalam pakan buatan vang dibutuhkan oich ikan umumnya diformulasikan dari bahan mentah nabati dan hewani secara bersama-sama untuk mencapai kandungan nutrisi yang seimbang Nanas mengandung enzim bromelin yang berfungsi memecah protein pakan menjadi asam amino sehingga mudah diserap Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kadar nutrisi pada tepung kulit nanas serta menyimpulkan kualitas kandungan nutrisi tersebut Penelitian ini menggunakan campuran antara tepung komersil dan tepung kulit nanas yaitu Perlakuan 1 85 gram TK-15 gram TKN Perlakuan 2 80 gram TK 20 gram TKN Hasıl dari penelitian ini yaitu kadar lemak terbaik pada perlakuan 2 sebesar 10,12%, kadar karbohidrat terbaik pada perlakuan 1 sebesar 36%, serta kadar air terbaik pada perlakuan 2 sebesar 4.69%. Kesimpulan danı penelitian ini adalah kandungan kadar lemak, karbohidrat serta kadar air pada tepung kulit nanas yang dicampurkan dengan pakan komersil dengan dosis masing- masing sebesar 15 gram dan 20 gram dapat dikategorikan cukup baik untuk digunakan sebagai bahan pakan ikan Kata Kunci Pakan buatan. Tepung kulit nanas, Kandungan nutrisi
2024 · Thesis ·
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SDN 023 Tarakan, pada tahun 2023/2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan nilai-nilai karakter pada siswa kelas V B. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai karakter diterapkan mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Perencanaan pembelajaran yang digunakan guru merupakan perencanaan yang dibuat dan dikembangkan sendiri dengan menyesuaikan nilai karakter yang akan diterapkan dalam pembelajaran. Pada pelaksanaan, guru mengimplementasikan nilai karakter melalui kegiatan pembelajaran dan metode pembelajaran yang telah disesuaikan sebelumnya.
2024 · Thesis ·
Perubahan psikologis yang sering terjadi pada ibu hamil trimester III berdampak pada kehamilan salah satunya adalah kecemasan pada ibu hamil. Gangguan kecemasan pada ibu hamil berhubungan dengan risiko solusio plasenta, berat badan lahir rendah, keterlambatan motorik dan mental janin, serta kelahiran prematur jika kecemasan tersebut tidak ditangani dengan baik dan terjadi berkepanjangan. Kecemasan pada ibu di kehamilan trimester III dapat diminimalisir menggunakan tindakan nonfarmakologi salah satunya yaitu prenatal yoga, musik relaksasi, dan aromaterapi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi prenatal yoga, musik relaksasi, dan aromaterapi gaharu terhadap kecemasan ibu hamil trimester III di Puskesmas Karang Rejo. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode quasi-eksperimental design tanpa kelompok kontrol tes pertama dan tes terakhir (one group pretest-posttest). Kelompok intervensi yang diberikan kombinasi prenatal yoga, musik relaksasi, dan aromaterapi gaharu. Teknik sampling menggunakan purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 25 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Hamilton Rating Scale (HARS). Berdasarkan analisis data yang digunakan yaitu secara Univariat dan Bivariat menggunakan uji statistic non-parametrik uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan kecemasan ibu hamil trimester III sebelum dan setelah diberikan intervensi dengan nilai P value 0,000 (p value 0,005). Sehingga disimpulkan terdapat perbedaan diantara kedua sampel yang dihitung. Maka terdapat pengaruh kombinasi prenatal yoga, musik relaksasi, dan aromaterapi gaharu terhadap kecemasan ibu hamil trimester III sebelum dan sesudah intervensi di Puskesmas Karang Rejo. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi ini dapat menjadi alternatif yang efektif dalam mengurangi kecemasan pada ibu hamil trimester III.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dalam pelaksanaan eksekusi pidana tambahan uang pengganti tindak pidana korupsi, Jaksa kerap menemui kendala minimya pengaturan mengenai pidana uang pengganti dan tidak terlacaknya harta benda terpidana, sehingga menghambat proses pengembalian kerugian keuangan negara. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif empiris, dengan jenis dan sumber data dari data primer, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan lapangan, dianalisis secara kuantitatif, dengan teknik penarikan kesimpulan induktif. Eksekusi uang pengganti tindak pidana korupsi pada Kejaksaan Negeri kepada Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta melalui mekanisme pembayaran uang pengganti dengan menerbitkan Surat Tagihan; Surat Pernyataan Kesanggupan Membayar; Tanda Terima Pembayaran; Surat Perintah Penyerahan; dan penyerahan uang pengganti kepada institusi yang dirugikan. Apabila terpidana tidak berterus terang atas harta bendanya, maka dilakukan pelacakan/pencarian, untuk kemudian dibekukan, disita/dirampas, dan dilelang. Kendala pelaksanaan ekseksusi uang pengganti dari faktor hukum yaitu ketiadaan pengaturan mendetail mengenai : diskresi Kejaksaan dalam memperpanjang batas waktu pembayaran; konversi pidana penjara subsider apabila terpidana tidak dapat membayar secara penuh; dan penetapan besaran pidana uang pengganti untuk kepentingan membuat tuntutan. Faktor sarana : ketiadaan peralatan untuk melacak harta benda terpidana; menurunnya kondisi fisik/nilai barang sitaan karena lamanya proses lelang dan kurangnya sarana serta anggaran perawatan. Faktor budaya : kurangnya kesadaran hukum terpidana dan keluarganya untuk berterus terang (menutup-nutupi) dan melaporkan harta bendanya. Faktor masyarakat : kurangnya kesadaran masyarakat bahwa upaya pengembalian hasil tindak pidana korupsi merupakan tanggungjawab aparat penegak hukum bersama masyarakat sehingga masyarakat harus ikut mengawasi harta pelaku korupsi sehingga terpidana tidak akan menggelapkan dan mengalihkan harta bendanya. Kebijakan hukum pidana di masa mendatang adalah pemerintah merevisi peraturan perundang-undangan atau membentuk peraturan pelaksana mengenai : kewenangan diskresi Kejaksaan dalam memperpanjang batas waktu pembayaran; konversi pidana penjara subsider apabila terpidana tidak dapat membayar penuh; pemberatan pidana penjara pokok dan subsider dalam tuntutan; dan pendataan/penyitaan harta benda tersangka dilakukan sejak penyidikan.
2024 · Thesis ·
Dalam pelaksanaan eksekusi pidana tambahan uang pengganti tindak pidana korupsi, Jaksa kerap menemui kendala minimya pengaturan mengenai pidana uang pengganti dan tidak terlacaknya harta benda terpidana, sehingga menghambat proses pengembalian kerugian keuangan negara. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif empiris, dengan jenis dan sumber data dari data primer, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan lapangan, dianalisis secara kuantitatif, dengan teknik penarikan kesimpulan induktif. Eksekusi uang pengganti tindak pidana korupsi pada Kejaksaan Negeri kepada Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta melalui mekanisme pembayaran uang pengganti dengan menerbitkan Surat Tagihan; Surat Pernyataan Kesanggupan Membayar; Tanda Terima Pembayaran; Surat Perintah Penyerahan; dan penyerahan uang pengganti kepada institusi yang dirugikan. Apabila terpidana tidak berterus terang atas harta bendanya, maka dilakukan pelacakan/pencarian, untuk kemudian dibekukan, disita/dirampas, dan dilelang. Kendala pelaksanaan ekseksusi uang pengganti dari faktor hukum yaitu ketiadaan pengaturan mendetail mengenai : diskresi Kejaksaan dalam memperpanjang batas waktu pembayaran; konversi pidana penjara subsider apabila terpidana tidak dapat membayar secara penuh; dan penetapan besaran pidana uang pengganti untuk kepentingan membuat tuntutan. Faktor sarana : ketiadaan peralatan untuk melacak harta benda terpidana; menurunnya kondisi fisik/nilai barang sitaan karena lamanya proses lelang dan kurangnya sarana serta anggaran perawatan. Faktor budaya : kurangnya kesadaran hukum terpidana dan keluarganya untuk berterus terang (menutup-nutupi) dan melaporkan harta bendanya. Faktor masyarakat : kurangnya kesadaran masyarakat bahwa upaya pengembalian hasil tindak pidana korupsi merupakan tanggungjawab aparat penegak hukum bersama masyarakat sehingga masyarakat harus ikut mengawasi harta pelaku korupsi sehingga terpidana tidak akan menggelapkan dan mengalihkan harta bendanya. Kebijakan hukum pidana di masa mendatang adalah pemerintah merevisi peraturan perundang-undangan atau membentuk peraturan pelaksana mengenai : kewenangan diskresi Kejaksaan dalam memperpanjang batas waktu pembayaran; konversi pidana penjara subsider apabila terpidana tidak dapat membayar penuh; pemberatan pidana penjara pokok dan subsider dalam tuntutan; dan pendataan/penyitaan harta benda tersangka dilakukan sejak penyidikan.