Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MUHAMMAD FAZRI

5 karya publik ditemukan.

2026: 32025: 2

Rancang Bangun Penggunaan Turbin Angin Heliks Vertical Sebagai Sumber Energi Alternatif PJU (Penerangan Jalan Umum) Kota Tarakan

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan kebutuhan listrik mendorong pemanfaatan energi terbarukan, salah satunya energi angin. Penelitian ini bertujuan merancang, membuat, dan menguji prototipe turbin angin heliks sumbu vertikal sebagai energi alternatif Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah rancang bangun eksperimental yang mencakup perancangan mekanik-kelistrikan, pembuatan prototipe, serta pengujian lapangan (Jalan Mulawarman dan Jalan Aki Balak) dan laboratorium. Hasil pengujian menunjukkan bahwa di Jalan Mulawarman (kecepatan angin rata-rata 2,17 m/s) dihasilkan putaran 108,91 rpm dan daya rata-rata 0,01 W. Sementara di Jalan Aki Balak (kecepatan angin rata-rata 2,44 m/s) dihasilkan putaran 150,73 rpm, daya rata-rata 0,0238 W, dan daya puncak 0,0595 W. Pada pengujian laboratorium, daya tertinggi yang terukur adalah 0,1265 W pada kecepatan angin 4,6 m/s. Prototipe ini terbukti mampu mengonversi energi angin menjadi listrik, namun daya keluarannya belum memadai untuk menyuplai PJU secara mandiri. Pengembangan selanjutnya memerlukan optimasi pada rotor, transmisi, generator, pengontrol pengisian, serta integrasi hibrida angin-surya.

RANCANG BANGUN POROS ENGKOL SEBAGAI TRANSMISI PADA WAVE TANK SKALA LABORATORIUM

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Wave tank merupakan perangkat laboratorium untuk mengamati perilaku gelombang permukaan. Dalam pengembangan wave tank skala laboratorium poros engkol sebagai transmisi menjadi solusi untuk memperbaiki sistem penggerak yang suda ada namun gerakan yang dihasilkan kurang maksimal. Tujuan penelitian dapat membuat dan menghitung transmisi poros engkol yang dapat menghasilkan gerakan gelombang yang baik pada wave tank skala laboratorium dengan menggunakan metode penelitian secara eksperimental. Poros engkol yang dibuat berdiameter 12 cm dengan ketebalan 3 mm menggunakan bahan plat baja dengan berat 0,2 kg dengan jari-jari lubang disk poros engkol 2 cm. Gaya total yang dihasilkan dari transmisi poros engkol adalah 12,11 N, dengan torsi sebesar 0,24 N.m yang menunjukkan bahwa poros engkol dapat dengan mudah diputar oleh motor dan menghasilkan rotasi yang stabil. Gelombang yang dihasilkan dengan rata-rata tinggi gelombang 3,2 cm pada jarak 50 cm, 2,8 cm pada jarak 70 cm, dan 2,6 cm pada jarak 90 cm. Panjang gelombang yang dihasilkan juga menunjukkan variasi, dengan rata-rata 34,6 cm pada jarak 50 cm, 35 cm pada jarak 70 cm, dan 33,4 cm pada jarak 90 cm. Penurunan tinggi dan panjang gelombang ini mengindikasikan bahwa energi gelombang mengalami penurunan saat merambat melalui air.

RANCANG BANGUN POROS ENGKOL SEBAGAI TRANSMISI PADA WAVE TANK SKALA LABORATORIUM

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Wave tank merupakan perangkat laboratorium untuk mengamati perilaku gelombang permukaan. Dalam pengembangan wave tank skala laboratorium poros engkol sebagai transmisi menjadi solusi untuk memperbaiki sistem penggerak yang suda ada namun gerakan yang dihasilkan kurang maksimal. Tujuan penelitian dapat membuat dan menghitung transmisi poros engkol yang dapat menghasilkan gerakan gelombang yang baik pada wave tank skala laboratorium dengan menggunakan metode penelitian secara eksperimental. Poros engkol yang dibuat berdiameter 12 cm dengan ketebalan 3 mm menggunakan bahan plat baja dengan berat 0,2 kg dengan jari-jari lubang disk poros engkol 2 cm. Gaya total yang dihasilkan dari transmisi poros engkol adalah 12,11 N, dengan torsi sebesar 0,24 N.m yang menunjukkan bahwa poros engkol dapat dengan mudah diputar oleh motor dan menghasilkan rotasi yang stabil. Gelombang yang dihasilkan dengan rata-rata tinggi gelombang 3,2 cm pada jarak 50 cm, 2,8 cm pada jarak 70 cm, dan 2,6 cm pada jarak 90 cm. Panjang gelombang yang dihasilkan juga menunjukkan variasi, dengan rata-rata 34,6 cm pada jarak 50 cm, 35 cm pada jarak 70 cm, dan 33,4 cm pada jarak 90 cm. Penurunan tinggi dan panjang gelombang ini mengindikasikan bahwa energi gelombang mengalami penurunan saat merambat melalui air.