Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SEFTI

8 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 22023: 4

Analisis Kinerja Turbin Heliks Berdasarkan Variasi Kecepatan Angin Terhadap Beban Listrik

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan Energi Listrik yang terus meningkat mendorong pemanfaatan energi terbarukan sebagai alternatif terhadap energi fosil. Salah satu sumber energi terbarukan yang dapat dikembangkan adalah energi angin melalui turbin angin sumbu vertikal yang mampu bekerja pada kecepatan angin rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja turbin angin sumbu vertikal tipe Savonius heliks berdasarkan variasi kecepatan angin dan beban listrik dengan parameter RPM, tegangan, arus, daya generator, efisiensi, tip speed ratio (TSR), dan kondisi baterai. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen pada tiga lokasi, yaitu Laboratorium Fakultas Teknik selama 1 hari, Jalan Mulawarman selama 5 hari, dan Jalan Aki Balak selama 5 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan angin secara umum meningkatkan putaran turbin dan daya yang tersedia, tetapi tidak selalu meningkatkan daya generator dan efisiensi secara linier karena dipengaruhi oleh pembebanan dan kondisi aliran angin. Pada pengujian laboratorium, kecepatan angin berada pada rentang 1,7–4,6 m/s dengan daya angin mencapai 35,8 W. Efisiensi maksimum berbeban sebesar 0,336%, sedangkan tanpa beban sebesar 0,477%. Pada Jalan Aki Balak, kecepatan angin mencapai 10,9 m/s dengan daya generator sebesar 10,824 W akibat pengaruh aktivitas penerbangan. Sistem penyimpanan menggunakan baterai 12 V 50 Ah dengan kapasitas nominal 600 Wh dan energi yang dapat digunakan sebesar 480 Wh berdasarkan DOD 80%. Pada salah satu pengujian Jalan Mulawarman, energi beban selama pukul 18.00–23.00 sebesar 347,36 Wh. Secara keseluruhan, kinerja turbin dipengaruhi oleh kecepatan angin, pembebanan, dan kondisi lingkungan pengujian.

Kajian Kualitas Air Buangan Tambak Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon) Sistem Tradisional Dengan Perlakuan Probiotik Di Pulau Tibi, Kabupaten Bulungan

2025 · Book ·

Abstrak Budidaya udang windu sistem tradisional masih menjadi kegiatan utama di Kabupaten Bulungan yang cenderung menurun produktivitas tambak dan produksi udang. Penelitian ini bertujuan mengkaji kualitas air buangan tambak budidaya udang windu sistem tradisional di Pulau Tibi, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini dilakukan mulai bulan September sampai dengan Desember 2024. Penentuan titik sampling menggunakan purposive sampling. Pada stasiun 1 menggunakan penambahan probiotik EM4 dengan dosis 190 L/Ha, stasiun 2 menggunakan probiotik RICA dengan dosis 6 L/Ha dengan frekuensi pemberian 2 minggu sekali, sedangkan stasiun 3 tidak menggunakan probiotik dan stasiun 4 air sungai. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan mengacu pada Permen KP 75/2016 dan 28/2004. Hasil pengamatan stasiun 1 (EM4) menunjukkan kekeruhan 90,4 NTU, TSS 92 mg/L, BOD5 3,89 mg/L, nitrat 0,32 mg/L, fosfat 0,1 mg/L, amonia 0,06 mg/L, H₂S 0,72 mg/L, nitrit 0,15 mg/L, dan pH 6,9. Stasiun 2 (RICA), kekeruhan 51,4 NTU, TSS 77 mg/L, BOD5 2,5 mg/L, nitrat 0,22 mg/L, fosfat 0,16 mg/L, amonia 0,12 mg/L, H₂S 0,57 mg/L, nitrit 0,1 mg/L, dan pH 7,2. Sedangkan stasiun 3 (tanpa probiotik), kekeruhan 58,7 NTU, TSS 19 mg/L, BOD5 2,78 mg/L, nitrat 0,28 mg/L, fosfat 0,09 mg/L, amonia 0,2 mg/L, H₂S 2,44 mg/L, nitrit 0,09 mg/L, dan pH 5. Hasil pengamatan sungai 1 menunjukkan kekeruhan 50,5 NTU, TSS 30 mg/L, BOD5 1,95 mg/L, nitrat 0,3 mg/L, fosfat 0,13 mg/L, amonia 0,17 mg/L, H₂S 0,99 mg/L, nitrit 0,2 mg/L, dan pH 6,8. Sedangkan pada sungai 2, kekeruhan 309 NTU, TSS 341 mg/L, BOD5 6,11 mg/L, nitrat 0,2 mg/L, fosfat 0,56 mg/L, amonia 0,18 mg/L, H₂S 1,75 mg/L, nitrit 0,3 mg/L, dan pH 6. Secara keseluruhan, penggunaan probiotik RICA lebih efektif dalam memperbaiki kualitas air buangan tambak dibandingkan probiotik EM4 maupun tanpa probiotik. Abstract Shrimp farming using a traditional system remains a significant activity in Bulungan Regency, although pond productivity and shrimp production tend to declining. This study aimed to assess the quality of wastewater from traditional shrimp farming ponds on Tibi Island, Bulungan Regency. The research wass conducted from September to December 2024. Sampling points were determined using a purposive sampling approach. At station 1, EM4 probiotics were applied at a dosage of 190 L/Ha, while station 2 used RICA probiotics at a dosage of 6 L/Ha with an application frequency of once every two weeks. Station 3 did not use probiotics, and station 4 represented river water. The method employed was a descriptive quantitative approach, as referenced in Ministry of Marine Affairs and Fisheries Regulations Permen KP 75/2016 and 28/2004. The results from station 1 (EM4) showed turbidity of 90.4 NTU, TSS 92 mg/L, BOD₅ 3.89 mg/L, nitrate 0.32 mg/L, phosphate 0.1 mg/L, ammonia 0.06 mg/L, H₂S 0.72 mg/L, nitrite 0.15 mg/L, and pH 6.9. Station 2 (RICA), showed turbidity of 51.4 NTU, TSS 77 mg/L, BOD₅ 2.5 mg/L, nitrate 0.22 mg/L, phosphate 0.16 mg/L, ammonia 0.12 mg/L, H₂S 0.57 mg/L, nitrite 0.1 mg/L, and pH 7.2. Meanwhile, station 3 (without probiotics) showed turbidity of 58.7 NTU, TSS 19 mg/L, BOD₅ 2.78 mg/L, nitrate 0.28 mg/L, phosphate 0.09 mg/L, ammonia 0.2 mg/L, H₂S 2.44 mg/L, nitrite 0.09 mg/L, and pH 5. The results from river 1 showed turbidity of 50.5 NTU, TSS 30 mg/L, BOD₅ 1.95 mg/L, nitrate 0.3 mg/L, phosphate 0.13 mg/L, ammonia 0.17 mg/L, H₂S 0.99 mg/L, nitrite 0.2 mg/L, and pH 6.8. In river 2, turbidity was 309 NTU, TSS 341 mg/L, BOD₅ 6.11 mg/L, nitrate 0.2 mg/L, phosphate 0.56 mg/L, ammonia 0.18 mg/L, H₂S 1.75 mg/L, nitrite 0.3 mg/L, and pH 6. Overall, the use of RICA probiotics is more effective in improving the quality of aquaculture wastewater compared to EM4 probiotics or without probiotics.

Kajian Kualitas Air Buangan Tambak Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon) Sistem Tradisional Dengan Perlakuan Probiotik Di Pulau Tibi, Kabupaten Bulungan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Budidaya udang windu sistem tradisional masih menjadi kegiatan utama di Kabupaten Bulungan yang cenderung menurun produktivitas tambak dan produksi udang. Penelitian ini bertujuan mengkaji kualitas air buangan tambak budidaya udang windu sistem tradisional di Pulau Tibi, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini dilakukan mulai bulan September sampai dengan Desember 2024. Penentuan titik sampling menggunakan purposive sampling. Pada stasiun 1 menggunakan penambahan probiotik EM4 dengan dosis 190 L/Ha, stasiun 2 menggunakan probiotik RICA dengan dosis 6 L/Ha dengan frekuensi pemberian 2 minggu sekali, sedangkan stasiun 3 tidak menggunakan probiotik dan stasiun 4 air sungai. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan mengacu pada Permen KP 75/2016 dan 28/2004. Hasil pengamatan stasiun 1 (EM4) menunjukkan kekeruhan 90,4 NTU, TSS 92 mg/L, BOD5 3,89 mg/L, nitrat 0,32 mg/L, fosfat 0,1 mg/L, amonia 0,06 mg/L, H₂S 0,72 mg/L, nitrit 0,15 mg/L, dan pH 6,9. Stasiun 2 (RICA), kekeruhan 51,4 NTU, TSS 77 mg/L, BOD5 2,5 mg/L, nitrat 0,22 mg/L, fosfat 0,16 mg/L, amonia 0,12 mg/L, H₂S 0,57 mg/L, nitrit 0,1 mg/L, dan pH 7,2. Sedangkan stasiun 3 (tanpa probiotik), kekeruhan 58,7 NTU, TSS 19 mg/L, BOD5 2,78 mg/L, nitrat 0,28 mg/L, fosfat 0,09 mg/L, amonia 0,2 mg/L, H₂S 2,44 mg/L, nitrit 0,09 mg/L, dan pH 5. Hasil pengamatan sungai 1 menunjukkan kekeruhan 50,5 NTU, TSS 30 mg/L, BOD5 1,95 mg/L, nitrat 0,3 mg/L, fosfat 0,13 mg/L, amonia 0,17 mg/L, H₂S 0,99 mg/L, nitrit 0,2 mg/L, dan pH 6,8. Sedangkan pada sungai 2, kekeruhan 309 NTU, TSS 341 mg/L, BOD5 6,11 mg/L, nitrat 0,2 mg/L, fosfat 0,56 mg/L, amonia 0,18 mg/L, H₂S 1,75 mg/L, nitrit 0,3 mg/L, dan pH 6. Secara keseluruhan, penggunaan probiotik RICA lebih efektif dalam memperbaiki kualitas air buangan tambak dibandingkan probiotik EM4 maupun tanpa probiotik. Abstract Shrimp farming using a traditional system remains a significant activity in Bulungan Regency, although pond productivity and shrimp production tend to declining. This study aimed to assess the quality of wastewater from traditional shrimp farming ponds on Tibi Island, Bulungan Regency. The research wass conducted from September to December 2024. Sampling points were determined using a purposive sampling approach. At station 1, EM4 probiotics were applied at a dosage of 190 L/Ha, while station 2 used RICA probiotics at a dosage of 6 L/Ha with an application frequency of once every two weeks. Station 3 did not use probiotics, and station 4 represented river water. The method employed was a descriptive quantitative approach, as referenced in Ministry of Marine Affairs and Fisheries Regulations Permen KP 75/2016 and 28/2004. The results from station 1 (EM4) showed turbidity of 90.4 NTU, TSS 92 mg/L, BOD₅ 3.89 mg/L, nitrate 0.32 mg/L, phosphate 0.1 mg/L, ammonia 0.06 mg/L, H₂S 0.72 mg/L, nitrite 0.15 mg/L, and pH 6.9. Station 2 (RICA), showed turbidity of 51.4 NTU, TSS 77 mg/L, BOD₅ 2.5 mg/L, nitrate 0.22 mg/L, phosphate 0.16 mg/L, ammonia 0.12 mg/L, H₂S 0.57 mg/L, nitrite 0.1 mg/L, and pH 7.2. Meanwhile, station 3 (without probiotics) showed turbidity of 58.7 NTU, TSS 19 mg/L, BOD₅ 2.78 mg/L, nitrate 0.28 mg/L, phosphate 0.09 mg/L, ammonia 0.2 mg/L, H₂S 2.44 mg/L, nitrite 0.09 mg/L, and pH 5. The results from river 1 showed turbidity of 50.5 NTU, TSS 30 mg/L, BOD₅ 1.95 mg/L, nitrate 0.3 mg/L, phosphate 0.13 mg/L, ammonia 0.17 mg/L, H₂S 0.99 mg/L, nitrite 0.2 mg/L, and pH 6.8. In river 2, turbidity was 309 NTU, TSS 341 mg/L, BOD₅ 6.11 mg/L, nitrate 0.2 mg/L, phosphate 0.56 mg/L, ammonia 0.18 mg/L, H₂S 1.75 mg/L, nitrite 0.3 mg/L, and pH 6. Overall, the use of RICA probiotics is more effective in improving the quality of aquaculture wastewater compared to EM4 probiotics or without probiotics.

KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MENGALAMI ANEMIA DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Anemia kehamilan adalah asupan zat besi tidak cukup dan penyerapan tidak adekuat. Namun, Ada banyak hal yang menyebabkan terjadinya anemia kehamilan diantaranya adalah usia ibu pada saat hamil dan paritas. Anemia kehamilan berhubungan dengan usia ibu (terlalu tua atau terlalu muda). Sedangkan pada ibu hamil dengan paritas 1 memiliki risiko tinggi untuk mengalami anemia pada kehamilan apabila dibandingkan dengan ibu hamil dengan paritas 2-3. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Karateristik ibu yang mengalami anemia berdasarkan paritas,usia,riwayat anemia,dan IMT di Puskesmas Gunung Lingkas. Penelitian ini adalah penelitian deskri ptif yang betujuan untuk mengetahui karakteristik ibu yang mengalami anemia menurut paritas, umur, riwayat anemia dan IMT. Populasi merupakan keseluruhan objek penelitian sebagai sasaran mendapatkan dan menggumpulkan data. Ju,lah populasi sebanyak 57dan jumlah smpel 57 dengan menggunakan teknik total sampling. Dari penelitian yang dilakukan terdapat karakteristik ibu hamil anemia berdasarkan usia, sebagian besar berada pada rentan usia 20-35 tahun sebanyak 48 (84,2%), kemudian di ikuti usia >35 sebanyak 8 (14,0%) reponden, dan kelompok usia 20 terdapat sebanyak 1 (1,8%) respoden. paritas ibu yang sudah memiliki pengalaman melahirkan lebih dari 5 kali sebanyak 8 (14,0 %) responden, sedangkan ibu yang sudah memiliki pengalaman melahirkan lebih dari 2 kali sebanyak 49 (86,0%) responden. Yang memiliki riwayat anemia ringan sebanyak 37 (64,9%) responden, tidak anemia sebanyak 17 (29,8%), dan yang anemia sedang sebanyak 3 (5,3%) responden. Sebagian besar ibu dengan indeks masa tubuh normal sebanyak 29 (50,9%) responden, obesitas sebanyak 24 (42,2%) responden, dan kurus sebanyak 3 (5,3%) responden. Anemia of pregnancy is insufficient iron intake and inadequate absorption. However, there are many things that cause anemia in pregnancy, including the age of the mother during pregnancy and parity. Pregnancy anemia is related to the mother's age (too old or too young). Meanwhile, pregnant women with parity 1 have a high risk of experiencing anemia in pregnancy when compared to pregnant women with parity 2-3. The purpose of this study was to determine the characteristics of women with anemia based on parity, age, history of anemia, and BMI at the Gunung Lingkas Health Center. This research is a descriptive study that aims to determine the characteristics of mothers who have anemia according to parity, age, history of anemia and BMI. The population is the entire object of research as the target of obtaining and collecting data. Ju, the population is 57 and the number of samples is 57 using the total sampling technique. From the research conducted, there were characteristics of anemic pregnant women based on age, most of them were vulnerable to the age of 20-35 years with as many as 48 (84.2%), then followed by those aged> 35 with as many as 8 (14.0%) respondents, and the age group 20 there were 1 (1.8%) respondents. The parity of mothers with more than 5 birth experiences was 8 (14.0%) respondents, while mothers who had more than 2 birth experiences were 49 (86.0%) respondents. There were 37 (64.9%) respondents with a history of mild anemia, 17 (29.8%) not anemic, and 3 (5.3%) moderate anemia. Most of the mothers with normal body mass index were 29 (50.9%) respondents, obese were 24 (42.2%) respondents, and thin were 3 (5.3%) respondents.

KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MENGALAMI ANEMIA DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia kehamilan adalah asupan zat besi tidak cukup dan penyerapan tidak adekuat. Namun, Ada banyak hal yang menyebabkan terjadinya anemia kehamilan diantaranya adalah usia ibu pada saat hamil dan paritas. Anemia kehamilan berhubungan dengan usia ibu (terlalu tua atau terlalu muda). Sedangkan pada ibu hamil dengan paritas 1 memiliki risiko tinggi untuk mengalami anemia pada kehamilan apabila dibandingkan dengan ibu hamil dengan paritas 2-3. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Karateristik ibu yang mengalami anemia berdasarkan paritas,usia,riwayat anemia,dan IMT di Puskesmas Gunung Lingkas. Penelitian ini adalah penelitian deskri ptif yang betujuan untuk mengetahui karakteristik ibu yang mengalami anemia menurut paritas, umur, riwayat anemia dan IMT. Populasi merupakan keseluruhan objek penelitian sebagai sasaran mendapatkan dan menggumpulkan data. Ju,lah populasi sebanyak 57dan jumlah smpel 57 dengan menggunakan teknik total sampling. Dari penelitian yang dilakukan terdapat karakteristik ibu hamil anemia berdasarkan usia, sebagian besar berada pada rentan usia 20-35 tahun sebanyak 48 (84,2%), kemudian di ikuti usia >35 sebanyak 8 (14,0%) reponden, dan kelompok usia 20 terdapat sebanyak 1 (1,8%) respoden. paritas ibu yang sudah memiliki pengalaman melahirkan lebih dari 5 kali sebanyak 8 (14,0 %) responden, sedangkan ibu yang sudah memiliki pengalaman melahirkan lebih dari 2 kali sebanyak 49 (86,0%) responden. Yang memiliki riwayat anemia ringan sebanyak 37 (64,9%) responden, tidak anemia sebanyak 17 (29,8%), dan yang anemia sedang sebanyak 3 (5,3%) responden. Sebagian besar ibu dengan indeks masa tubuh normal sebanyak 29 (50,9%) responden, obesitas sebanyak 24 (42,2%) responden, dan kurus sebanyak 3 (5,3%) responden. Anemia of pregnancy is insufficient iron intake and inadequate absorption. However, there are many things that cause anemia in pregnancy, including the age of the mother during pregnancy and parity. Pregnancy anemia is related to the mother's age (too old or too young). Meanwhile, pregnant women with parity 1 have a high risk of experiencing anemia in pregnancy when compared to pregnant women with parity 2-3. The purpose of this study was to determine the characteristics of women with anemia based on parity, age, history of anemia, and BMI at the Gunung Lingkas Health Center. This research is a descriptive study that aims to determine the characteristics of mothers who have anemia according to parity, age, history of anemia and BMI. The population is the entire object of research as the target of obtaining and collecting data. Ju, the population is 57 and the number of samples is 57 using the total sampling technique. From the research conducted, there were characteristics of anemic pregnant women based on age, most of them were vulnerable to the age of 20-35 years with as many as 48 (84.2%), then followed by those aged> 35 with as many as 8 (14.0%) respondents, and the age group 20 there were 1 (1.8%) respondents. The parity of mothers with more than 5 birth experiences was 8 (14.0%) respondents, while mothers who had more than 2 birth experiences were 49 (86.0%) respondents. There were 37 (64.9%) respondents with a history of mild anemia, 17 (29.8%) not anemic, and 3 (5.3%) moderate anemia. Most of the mothers with normal body mass index were 29 (50.9%) respondents, obese were 24 (42.2%) respondents, and thin were 3 (5.3%) respondents.

ANALISIS KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN DARING MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SMP NEGERI 9 TARAKAN

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran daring pada mata pelajaran matematika di SMP Negeri 9 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengambilan subjek penelitian dengan menggunakan purposive sampling yaitu, sebanyak dua subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, wawancara dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara semi terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa S01 memiliki rasa tangung jawab yang besar dalam mengikuti kegiatan pembelajaran matematika secara daring. Akan tetapi S01 masih bergantung kepada orang lain dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. S01 juga kurang disiplin dan kurang memiliki kepercayaan diri dalam mengikuti pembelajaran matematika, serta kurangnya dorongan untuk S01 berperilaku berdasarkan inisiatif sendiri dan melakukan kontrol diri selama mengikuti kegiatan pembelajaran matematika yang diakukan secara daring. Sedangkan S02 tidakbergantung kepada orang lain. S02 juga memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran matematika secara daring. Kemudian S02 berperilaku disiplin dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran matematika secara daring. Serta S02 dapat bertindak berdasarkan inisiatif sendiri dan dapat mengontrol diri selama mengikuti pembelajaran matematika yang dilakukan secara daring.

ANALISIS KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN DARING MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SMP NEGERI 9 TARAKAN

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran daring pada mata pelajaran matematika di SMP Negeri 9 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengambilan subjek penelitian dengan menggunakan purposive sampling yaitu, sebanyak dua subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, wawancara dengan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara semi terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa S01 memiliki rasa tangung jawab yang besar dalam mengikuti kegiatan pembelajaran matematika secara daring. Akan tetapi S01 masih bergantung kepada orang lain dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. S01 juga kurang disiplin dan kurang memiliki kepercayaan diri dalam mengikuti pembelajaran matematika, serta kurangnya dorongan untuk S01 berperilaku berdasarkan inisiatif sendiri dan melakukan kontrol diri selama mengikuti kegiatan pembelajaran matematika yang diakukan secara daring. Sedangkan S02 tidakbergantung kepada orang lain. S02 juga memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran matematika secara daring. Kemudian S02 berperilaku disiplin dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran matematika secara daring. Serta S02 dapat bertindak berdasarkan inisiatif sendiri dan dapat mengontrol diri selama mengikuti pembelajaran matematika yang dilakukan secara daring.