Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

TUTU YOSUA NGILO

2 karya publik ditemukan.

2026: 12025: 1

STUDI PENGEMBANGAN BUDI DAYA KEPITING BAKAU (Scylla serrata) MATANG OVARI DI TAMBAK TRADISIONAL

2026 · Book ·

Permintaan pasar ekspor kepiting bakau matang ovari tingkat 3 (TKO III) sangat tinggi namun produksi hasil budi dayanya sangat rendah karena masih mengandalkan hasil dari alam. Kalimantan Utara memiliki tambak tradisional yang luas namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk budidaya kepiting matang ovari. Saat ini telah ada model budi daya kepiting bakau matang ovari yang sedang dikembangkan di tambak tradisional. Inilah yang menjadi tujuan dari penelitian yaitu mempelajari model pengembangan budi daya pematangan ovari kepiting bakau di tambak tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif yang melibatkan wawancara, pengamatan dan pencatatan rinci terkait pertumbuhan TKO dan kelangsungan hidup kepiting bakau pada tambak tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepiting yang digunakan belum matang ovari masih TKO II, yang memiliki bobot sekitar 200¬-300 gram, disuntikan hormon tiroksin dari formula oil crab dan diberi pakan alami lokal berupa kerang temberungun (Telescopium telescopium). Selama satu siklus budi daya di tambak tradisional menghasilkan pertumbuhan ovari kepiting TKO III selama sekitar 9-17 hari pemeliharaan dengan nilai kelangsungan hidup sekitar 90-92%. Model budi daya kepiting matang ovari ini lebih terkontrol karena menggunakan wadah terbatas dan menggunakan pakan dan lingkungan yang baik sehingga dapat diandalkan untuk mengoptimalkan produksi tambak tradisional.

STUDI PENGEMBANGAN BUDI DAYA KEPITING BAKAU (Scylla serrata) MATANG OVARI DI TAMBAK TRADISIONAL

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permintaan pasar ekspor kepiting bakau matang ovari tingkat 3 (TKO III) sangat tinggi namun produksi hasil budi dayanya sangat rendah karena masih mengandalkan hasil dari alam. Kalimantan Utara memiliki tambak tradisional yang luas namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk budidaya kepiting matang ovari. Saat ini telah ada model budi daya kepiting bakau matang ovari yang sedang dikembangkan di tambak tradisional. Inilah yang menjadi tujuan dari penelitian yaitu mempelajari model pengembangan budi daya pematangan ovari kepiting bakau di tambak tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif yang melibatkan wawancara, pengamatan dan pencatatan rinci terkait pertumbuhan TKO dan kelangsungan hidup kepiting bakau pada tambak tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepiting yang digunakan belum matang ovari masih TKO II, yang memiliki bobot sekitar 200¬-300 gram, disuntikan hormon tiroksin dari formula oil crab dan diberi pakan alami lokal berupa kerang temberungun (Telescopium telescopium). Selama satu siklus budi daya di tambak tradisional menghasilkan pertumbuhan ovari kepiting TKO III selama sekitar 9-17 hari pemeliharaan dengan nilai kelangsungan hidup sekitar 90-92%. Model budi daya kepiting matang ovari ini lebih terkontrol karena menggunakan wadah terbatas dan menggunakan pakan dan lingkungan yang baik sehingga dapat diandalkan untuk mengoptimalkan produksi tambak tradisional.