NELVINIA
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa kelas II-B SDN 013 Tarakan yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan, seperti belum mampu mengenal huruf dengan baik, membaca secara terbata-bata, mengalami kesulitan menggabungkan suku kata menjadi kata, serta kurang memahami isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II-B SDN 013 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru kelas II-B dan siswa yang mengalami kesulitan membaca permulaan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes membaca permulaan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca permulaan dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya motivasi belajar, rendahnya minat belajar, dan kurangnya konsentrasi. Siswa dengan motivasi dan minat belajar yang rendah cenderung kurang bersemangat, mudah bosan, jarang berlatih membaca, serta membutuhkan dorongan dan bimbingan guru. Kurangnya konsentrasi juga menyebabkan siswa mudah terdistraksi dan mengalami kesalahan dalam membaca. Faktor eksternal meliputi kurangnya dukungan orang tua dan rendahnya pembiasaan belajar di rumah. Beberapa siswa kurang mendapatkan pendampingan orang tua karena kesibukan bekerja dan belum memiliki kebiasaan membaca secara rutin di rumah. Faktor yang paling berpengaruh berdasarkan hasil penelitian adalah kurangnya dukungan orang tua dan rendahnya kebiasaan membaca di rumah. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara guru, orang tua, dan siswa untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan.
AINUN MALIKA PUTRI BEBASI
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini untuk mengembangkan media PALIPAP (Papan Lipat Pancasila Pesisir) pada pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas II di SDN 023 Tarakan. Tujuannya untuk mengetahui kelayakan dan kemenarikan media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Subjek penelitian adalah siswa kelas II B SDN 023 Tarakan, dengan 6 siswa pada uji coba terbatas dan 19 siswa pada uji coba lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, validasi ahli media dan ahli materi, angket respons siswa, serta dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media PALIPAP memperoleh persentase validasi ahli media sebesar 95% dengan kategori sangat layak, sedangkan validasi ahli materi sebesar 84% dengan kategori layak. Hasil respon siswa pada uji coba terbatas memperoleh persentase 97% dengan kategori sangat menarik, sedangkan uji coba lapangan memperoleh persentase sebesar 95,5% dengan kategori sangat menarik. Dengan demikian, media PALIPAP dinyatakan layak dan menarik digunakan sebagai media pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas II di SDN 023 Tarakan.
A.F. BRIAN SINAGA
2026 · Book · Open Access
Kekerasan dalam rumah tangga merupakan tindak pidana yang tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran hukum, tetapi juga mencerminkan adanya relasi kuasa, ketidaksetaraan gender, dan kerentanan korban dalam hubungan domestik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum terhadap tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga serta pertimbangan hukum majelis hakim dalam menilai posisi korban dan pelaku berdasarkan perspektif kesetaraan gender. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan, serta bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan pendapat para ahli. Analisis bahan hukum dilakukan secara kualitatif yuridis dengan menghubungkan ketentuan hukum, fakta persidangan, dan pertimbangan hakim dalam perkara kekerasan dalam rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum telah menerapkan prinsip kesetaraan gender secara formal melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tanpa membedakan jenis kelamin pelaku maupun korban. Majelis hakim juga mempertimbangkan perdamaian, pemaafan korban, dan kepentingan anak sebagai faktor yang meringankan pidana. Namun, pertimbangan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan keadilan substantif karena belum menguraikan secara mendalam relasi kuasa, konteks psikososial, dan pola kekerasan timbal balik yang melatarbelakangi perkara. Perbedaan pidana dalam putusan menunjukkan pentingnya penggunaan parameter pemidanaan yang konsisten, objektif, dan bebas dari stereotip gender. Penerapan keadilan restoratif dalam perkara kekerasan dalam rumah tangga harus dilakukan secara selektif dengan tetap mengutamakan perlindungan korban, pencegahan keberulangan kekerasan, serta pemulihan bagi seluruh pihak.
SEPTIANI
2026 · Book · Open Access
ABSTRAK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK DALAM UJARAN KEBENCIAN DI MEDIA SOSIAL (Studi Kasus SGP) Penelitian ini menganalisis bentuk pertanggungjawaban orang tua atas perbuatan anak yang menyebarkan ujaran kebencian di media sosial serta bentuk perlindungan hukum terhadap anak yang berhadapan dengan hukum yang menjadi sasaran penyebaran ujaran kebencian, dengan studi kasus SGP. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua dapat dimintai pertanggungjawaban pidana apabila terbukti terlibat dalam perbuatan tersebut, yaitu dengan menyuruh melakukan, turut serta, menggerakkan, atau membantu sebagaimana diatur dalam Pasal 20 dan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dan keterlibatan itu harus dibuktikan melalui proses peradilan. Pertanggungjawaban tersebut dibebankan karena perbuatan dan kesalahan orang tua sendiri, bukan semata-mata karena kedudukannya sebagai orang tua (vicarious liability), sebab Pasal 37 huruf b mensyaratkan adanya ketentuan undang-undang yang tegas. Anak yang belum berusia 12 tahun tidak dapat dipidana. Perlindungan hukum terhadap anak dilakukan secara preventif melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025, dan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi; secara represif melalui perlindungan khusus, kerahasiaan identitas, diversi, dan keadilan restoratif; serta melalui pemulihan, termasuk hak penghapusan informasi elektronik. Penanganan kasus harus tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak dan mencegah kerugian lanjutan akibat penyebaran konten secara luas di media sosial. Kata kunci: Perlindungan Hukum, Anak, Ujaran Kebencian, Media Sosial, Pertanggungjawaban Pidana Orang Tua.
CAHYANING PANCAWATI
2026 · Book · Open Access
Prokrastinasi akademik adalah perilaku menunda penyelesaian tugas-tugas akademik yang ditandai dengan keterlambatan dalam memulai atau menyelesaikan pekerjaan, adanya jarak waktu antara rencana dan pelaksanaan, serta kecenderungan memilih aktivitas lain yang dianggap lebih menyenangkan, yang pada akhirnya dapat menghambat pencapaian belajar dan berdampak buruk terhadap kondisi fisik maupun psikologis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik goal setting terhadap prokrastinasi akademik siswa di SMA Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental desaign dengan bentuk one group pretest-posttest desaign. Subjek penelitian berjumlah 5 sampel yang dipilih menggunakan purposive sampling. Intrumen penelitian berupa skala prokrastinasi akademik, sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil output uji Wilcoxon Signed Ranks menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,043 (> 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh teknik goal setting untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik siswa di SMA Negeri 2 Tarakan.
ROSIDAH
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor intrinsik dan ekstrinsik yang memengaruhi motivasi belajar siswa di SD Negeri 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 015 Tarakan dengan subjek penelitian siswa kelas V-B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi mengenai motivasi belajar siswa serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. 1). Faktor intrinsik meliputi aktivitas belajar yang tinggi, ketekunan dalam mengerjakan tugas, dan keuletan dalam menghadapi kesulitan. Sebagian besar siswa telah menunjukkan aktivitas belajar yang cukup baik, seperti memperhatikan penjelasan guru, mengikuti kegiatan pembelajaran, mengerjakan tugas, serta berusaha menyelesaikan kesulitan secara mandiri. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang kurang berkonsentrasi, kurang percaya diri dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan, serta masih memerlukan bimbingan dalam menyelesaikan tugas. 2). Faktor ekstrinsik meliputi adanya informasi dari guru, pemberian motivasi dari guru, dan penguatan. Informasi dan arahan yang diberikan guru membantu siswa mengikuti kegiatan pembelajaran, sedangkan pemberian motivasi dan penguatan berupa pujian, penghargaan, serta kata-kata positif dapat meningkatkan semangat, kepercayaan diri, dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Meskipun demikian, beberapa siswa masih memerlukan motivasi dan penguatan secara berkelanjutan agar motivasi belajar tetap terjaga. Dengan demikian, faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik sama-sama berperan dalam membentuk motivasi belajar siswa di SD Negeri 015 Tarakan.
NOVITA SARI
2026 · Book · Open Access
Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran IPAS dapat dipengaruhi oleh faktor internal dari dalam diri siswa, baik aspek fisiologis maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa dalam belajar IPAS di kelas V-A SDN 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa kelas V-A yang ditentukan. Pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Faktor internal yang diteliti meliputi aspek fisiologis dengan sub-indikator kelemahan fisik serta aspek psikologis yang meliputi sikap dalam mengikuti pembelajaran, minat dan bakat, serta motivasi dalam belajar. Aspek kelemahan fisik, ada siswa menunjukkan hambatan penglihatan yang dapat memengaruhi proses pembelajaran, sedangkan siswa lainnya tidak menunjukkan hambatan fisik yang berarti. Aspek sikap dalam mengikuti pembelajaran, siswa menunjukkan sikap baik dan lainnya cukup baik. Aspek minat dan bakat, siswa tergolong baik dan lainnya cukup baik. Aspek motivasi dalam belajar, siswa tergolong baik hanya satu siswa yang tergolong cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa setiap siswa memiliki kondisi faktor internal yang berbeda pada aspek fisiologis dan psikologis yang dapat memengaruhi proses pembelajaran IPAS. Oleh karena itu, guru perlu memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa serta menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai untuk membantu mengatasi kesulitan belajar siswa.
SUGIANTO
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya karakter sopan santun beberapa siswa di SMP Negeri 1 Tarakan yang ditunjukkan melalui perilaku kurang menghargai orang lain, kurang menggunakan bahasa yang sopan, serta kurang memperhatikan etika dalam berinteraksi dengan guru maupun teman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap peningkatan karakter sopan santun siswa di SMP Negeri 1 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain one group pretest-posttest, dengan sampel penelitian berjumlah 5 siswa dipilih berdasarkan hasil pengukuran karakter sopan santun. Teknik pengumpulan data menggunakan skala karakter sopan santun siswa, sedangkan teknik analisis data menggunakan uji paired sampel test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap pretest terdapat 3 siswa berada pada kategori rendah dan 2 siswa berada pada kategori sedang. Setelah diberikan layanan bimbingan kelompok, hasil posttest menunjukkan adanya peningkatan, yaitu 1 siswa berada pada kategori sedang dan 4 siswa berada pada kategori tinggi. Hasil uji hipotesis menggunakan uji paired sampel test menunjukkan nilai Sig. 0.001 sehingga pvalue . 001 0,05. Nilai tersebut lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (0,001 0,05), sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap karakter sopan santun siswa di SMP Negeri 1 Tarakan. Kata Kunci: Bimbingan Kelompok, Karakter Sopan Santun.
BENIDEK SINGAL
2026 · Book · Open Access
SAHRIL
2026 · Book · Open Access
Pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di kawasan perbatasan merupakan instrumen krusial dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi lokal dengan kelestarian ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis persepsi pengunjung terhadap pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Wisata Mangrove Setabu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta penyebaran kuesioner terstruktur berskala Likert kepada 48 responden yang ditentukan melalui teknik quoted accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pemetaan matriks SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi strategis pengembangan Wisata Mangrove Setabu berada pada Kuadran Strategi ST (Strengths–Threats). Faktor kekuatan utama kawasan terletak pada keasrian lanskap alami hutan bakau (S1) serta ketersediaan fasilitas spot foto/jembatan boardwalk (S2) yang sangat diminati oleh wisatawan usia muda (15–29 tahun). Namun, kendala internal yang krusial adalah rusaknya infrastruktur jembatan kayu yang berlubang (W2) akibat keterbatasan finansial karena tidak adanya pemungutan biaya tiket masuk maupun parkir (W5). Di sisi eksternal, ancaman terbesar berasal dari maraknya aktivitas penggalian pasir ilegal oleh oknum masyarakat (T4) serta bencana abrasi pantai (T2). Formulasi strategi terbaik menitikberatkan pada pemanfaatan seluruh kekuatan internal untuk memitigasi ancaman eksternal melalui penerapan sistem zonasi (Zona Pemanfaatan Wisata dan Zona Konservasi Inti) serta penguatan regulasi lokal.
MARGAWARI NOVEL
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan pada materi Persamaan Garis Lurus. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent (Pre-Test and Post-Test) Control Group Design, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diseleksi tanpa prosedur penempatan acak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan tahun ajaran 2025/2026. Sampel dipilih menggunakan teknik cluster sampling, yaitu kelas VIII-5 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-9 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran SSCS dengan tahapan Search (mengidentifikasi masalah), Solve (merencanakan penyelesaian masalah), Create (menuliskan pemecahan masalah), dan Share (mengomunikasikan penyelesaian masalah), sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis berbentuk soal uraian. Hasil uji prasyarat menunjukkan data berdistribusi tidak normal sehingga dilanjutkan dengan uji hipotesis statisik nonparametrik yaitu uji Mann-Whitney U pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji kemampuan awal menunjukkan bahwa kedua kelas memiliki kemampuan awal yang relatif sama. Hasil uji hipotesis penelitian pada post-test menunjukkan adanya pengaruh model SSCS terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid, hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 ( 0,05). Selain itu, secara deskriptif nilai rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis murid di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan murid di kelas kontrol. Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan.
ASTRID RAHELIA
2026 · Book · Open Access
This study was motivated by the need to strengthen positive character among students at SMP Negeri 10 Tarakan, particularly in the aspects of honesty, independence, pol politeness, social nobility, thinking and intellectual intelligence, and logical thinking. However, classical and group guidance services have not been adequately supported by engaging instructional media, resulting in suboptimal student participation. This study aimed to develop Interactive Cards (MEKAR), incorporating local songs as a medium to support guidance services and foster students' positive character. A Research and Development (R&D) approach was employed using the Borg and Gall model, which was simplified into five stages: potential and problem identification, information gathering, product design, design validation, and design improvement. Data were collected using validation sheets completed by material, media, and language experts. The results showed that the Interactive Cards (MEKAR) media was developed in the form of attractively designed question cards and reflective challenges. The validation results showed a feasibility score of 86% from media experts, categorized as "Very Feasible", 72% from material experts, categorized as "Feasible", and 75% from language experts, categorized as "Feasible." Based on these validation results, the developed MEKAR media met the feasibility criteria for use in both classical and group guidance services to support the development of students' positive character
DESI ANATASYA LUMOINDONG
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik sosiodrama terhadap perilaku agresif siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan. Perilaku agresif merupakan salah satu permasalahan yang dapat menghambat perkembangan sosial siswa dan mengganggu hubungan interpersonal di lingkungan sekolah. Pemberian teknik sosiodrama diarahkan untuk membantu siswa memahami dan mengelola perilaku agresif melalui pengalaman bermain peran dan refleksi terhadap situasi yang diperankan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-experimental dan desain one group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah delapan siswa kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kecenderungan perilaku agresif. Data dikumpulkan menggunakan skala perilaku agresif dan dianalisis menggunakan uji Paired Samples t-Test. Teknik sosiodrama diberikan selama delapan sesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor perilaku agresif siswa sebelum diberikan layanan sebesar 81,38 dan setelah diberikan layanan menurun menjadi 61,25. Hasil uji Paired Samples t-Test menunjukkan nilai t sebesar 11,948 dengan nilai signifikansi (2-tailed) 0,001 (p 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara perilaku agresif siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan. Dengan demikian, teknik sosiodrama berpengaruh terhadap penurunan perilaku agresif siswa dan dapat menjadi salah satu alternatif layanan konseling kelompok di sekolah.
ADELIA CIKAL PRATIWI
2026 · Book · Open Access
Musik K-Pop banyak digemari siswa dan sering didengarkan sebagai motivasi dalam belajar, salah satunya pada pelajaran IPA. IPA menjadi salah satu mata pelajaran yang sulit dan cenderung menurunkan minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi siswa tentang musik K-Pop, mendeskripsikan minat belajar IPA, dan memahami bagaimana siswa memaknai pengaruh musik K-Pop terhadap minat belajar IPA di SMPN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan 13 siswa kelas VII dan VIII sebagai informan yang dipilih secara purposive sampling, serta satu guru IPA sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Data hasil wawancara diolah dengan bantuan Nvivo 15, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap musik K-Pop bervariasi; sebagian siswa menilai positif karena musik tersebut menarik dan energik, sementara sebagian lain kurang tertarik dan lebih menyukai musik Indonesia. Minat belajar IPA siswa secara umum cenderung positif tetapi bersifat situasional, dipengaruhi oleh materi pelajaran dan cara guru mengajar. Penggunaan musik K-Pop ketika belajar dimaknai secara berbeda oleh setiap siswa: sebagian merasa terbantu karena menambah semangat dan mengurangi kebosanan, sedangkan sebagian lain merasa terganggu konsentrasinya, terutama pada kegiatan yang membutuhkan fokus tinggi. Dengan demikian, pengaruh musik K-Pop terhadap minat belajar IPA bersifat kondisional dan bergantung pada preferensi serta kondisi belajar masing-masing siswa. Sebagai tindak lanjut, siswa disarankan menyesuaikan penggunaan musik dengan kondisi belajar, guru disarankan menerapkan pembelajaran yang lebih bervariasi, dan peneliti selanjutnya disarankan melibatkan informan yang lebih beragam serta membandingkan belajar dengan tanpa musik.
MUHAMMAD SYAIFUDDIN
2026 · Book · Open Access
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GOOGLE SITES BERBASIS POTENSI LOKAL KOTA TARAKAN MATERI GASTROPODA Abstrak Pembelajaran di kampus, khususnya dalam penggunaan media pembelajaran masih menggunakan media yang kurang interaktif, yaitu media miscrosoft powerpoint. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi kurang optimal dalam meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis website yaitu Google Sites. Metode penelitian ini menggunakan Research And Development (R&D), dengan model Borg And Gall yang dibatasi sampai pada tahap kelima yaitu uji coba terbatas ( Meain Field Revisio). Praktisi terdiri dari praktisi media, praktisi materi, dan praktisi bahasa. Hasil penilaian respon praktisi media, menyatakan media Google Sites telah memenuhi aspek fungsionalitas, kualitas teks, gambar, dan desain. Penilaian respon praktisi materi, menyatakan telah memenuhi aspek dari isi materi, kejelasan dalam penyajian, konsistensi tipografi, kesesuaian dalam penggunaan bahasa dengan tingkat perkembangan mahasiswa, kesederhanaan dan keterbacaan bahasa. Hasil penilaian respon praktisi bahasa, menyatakan telah memenuhi aspek ketepatan bahasa, keterbacaan teks, dan kemenarikan. Selanjutnya, hasil penilaian respon mahasiswa yang terdiri dari 8 responden terhadap media pembelajaran Google Sites, memperoleh respon yang baik dan memenuhi aspek kemandirian belajar, kualitas isi materi, serta kualitas desain dan media yang komunikatif. Berdasrkan hasil yang diperoleh media pembelajaran Google Sites berbasis potensi lokal materi Gastropoda memperoleh respon positif. Temuan penelitian ini diharapkan kepada penelitian selanjutnya dapat melanjutkan sampai pada tahapan ke sepuluh yaitu tahap disiminasi dan implementasi (Disimination And Impletation).
AMELIA PUTRI MARZETY
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sanksi pidana terhadap kasus kelalaian pengemudi bus yang menyebabkan kematian orang lain, serta menganalisis dasar pertimbangan hakim dalam menetapkan vonis di bawah ketetapan undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan terhadap pengemudi bus yang lalai sehingga menyebabkan kematian dalam Putusan Nomor 109/Pid.Sus/2025/PN Tar. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan kasus (case approach). Sumber bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan nonhukum yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidana penjara 1 (satu) tahun 8 (delapan) bulan dalam putusan tersebut belum sepenuhnya proporsional apabila ditinjau dari aspek kesalahan terdakwa. Penilaian ini berlandaskan pada kenyataan bahwa terdakwa sadar akan perbuatan kelalaiannya, menimbulkan korban jiwa, serta memberikan luka mendalam bagi keluarga korban. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa dasar pertimbangan hakim dalam memutuskan untuk meniadakan pidana denda terhadap terdakwa hanya karena terdapat alasan yang meringankan berupa pemberian santunan kepada keluarga korban dinilai kurang tepat dan mengesampingkan fungsi dari pidana denda tersebut. Sehingga, penghapusan pidana denda dan rendahnya pidana penjara yang diberikan kepada terdakwa sama sekali tidak seimbang dengan tingkat kelalaian terdakwa yang berdampak fatal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sanksi pidana belum ditegakkan secara proporsionalitas dan membuktikan bahwa penegakan hukum dalam kasus kecelakaan lalu lintas masih lemah.
KHAIRANI PRANATASYA
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertanggungjawaban pidana terhadap kasus eksploitasi secara ekonomi dan seksual terhadap anak, serta menganalisis dasar pertimbangan hakim dalam menetapkan vonis, serta menganalisis dasar pertimbangan hakim dalam menetapkan vonis yang kurang tetap tanpa mempertimbangkan hak-hak anak sebagai korban dan dampak dari eksploitasi terhadap anak dalam Putusan Nomor 35/Pid.Sus/2024PN Tar. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptuan (conceptual approach) dan pendekatan kasus (case approach). Sumber bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan nonhukum yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatof. Hasil penelitian ini berdasarkan pada kenyataan bahwa terdakwa melakukan perbuatan secara sadar akan perbuatan mengeksploitasi seksual dan ekonomi anak. Penelitian ini berdasarkan pada kenyataan bahwa terdakwa melakukan perbuatan secara sadar dan berulang dengan korban enam orang anak, dan menyebabkan kerugian materil dan immateril. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sanksi pidana belum ditegakkan secara proposionalitas dalam perkara tersebut dan membuktikan bahwa masih lemahnya penegakan hukum terutama dalam kasus eksploitasi seksual terhadap anak.
MELIANI INDRIA WIJAYA
2026 · Book · Open Access
PENGARUH TEKNIK ROLE PLAYING MENGGUNAKAN TARIAN JEPEN BULUNGAN TERHADAP KOLABORASI SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 1 TARAKAN PLUS ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik role playing menggunakan Tarian Jepen Bulungan terhadap kolaborasi siswa di SMP muhammadiyah 1 tarakan plus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental dalam bentuk One-Group Pretest-Posttest Design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 8 siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Tarakan Plus. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kolaborasi siswa yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Perlakuan diberikan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing menggunakan Tarian Jepen Bulungan yang dilaksanakan dalam beberapa pertemuan dengan kegiatan materi, bermain peran, gerakan, dan pola kerja sama dalam Tarian Jepen Bulungan. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh teknik role playing menggunakan Tarian Jepen Bulungan terhadap kolaborasi siswa di SMP Muhammadiyah 1 tarakan plus. Dengan demikian, teknik role playing menggunakan Tarian Jepen Bulungan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan kolaborasi siswa.
YUSRIL
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini dilakukan karena pentingnya memiliki kejelasan tentang wewenang pemerintah daerah dalam mengakui tanah adat, sebagai bagian dari upaya mem berikan kepastian hukum dan perlindungan kepada masyarakat hukum adat. Secara konstitusional, masyarakat hukum adat dan hak tradisionalnya diakui, tetapi dalam penerapannya masih ada permasalahan terkait distribusi kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta batas-batas kewenangan pemerintah daerah dalam memberikan pengakuan terhadap tanah adat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dasar-dasar penyusunan, cakupan, bentuk kewenangan dan Mekanisme pemerintah daerah dalam mengakui tanah adat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan menerapkan pendekatan pe rundang-undangan, dan pendekatan konseptual. Bahan hukum didapat dengan cara mencari referensi di perpustakaan, lalu dianalisis secara kualitatif sesuai dengan norma, dasar, dan konsep hukum yang berkaitan. Penelitian menunjukkan bahwa dasar hukum pemerintah daerah dalam mengakui tanah adat berasal dari Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Undang-Undang Pokok Agraria, serta peraturan pelaksanaannya di bidang pertanahan Permen ATR/BPN No. 14 Tahun 2024. Kewenangan tersebut adalah kewenangan dalam hal penugasan yang dil aksanakan dalam rangka otonomi daerah dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Ruang lingkup wewenang pemerintah daerah mencakup identif ikasi, verifikasi, pembuatan aturan, pelayanan, dan kerja sama dalam urusan per tanahan, yang dilakukan melalui wewenang membuat aturan, urusan administrasi, dan pelayanan. Analisis menunjukkan bahwa kewenangan ini tidak bisa digunakan secara bebas karena dibatasi oleh peraturan perundang-undangan nasional serta pembagian kewenangan dengan pemerintah pusat, terutama dalam urusan admin istrasi pertanahan. Kesimpulannya, pemerintah daerah berada dalam posisi yang penting untuk mengakui dan melindungi tanah adat, tetapi keberhasilannya mem butuhkan keselarasan dalam aturan dan kerja sama antar lembaga. Dianjurkan kepada pemerintah pusat dan daerah agar lebih jelas dalam membagi kewenangan dan meningkatkan kerja sama antar instansi agar pengakuan terhadap tanah adat dapat memberikan perlindungan hukum yang lebih baik.
TEGUH NUSANTARA HAFID
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh kualitas layanan, ketepatan waktu pengiriman, dan kepercayaan pelanggan terhadap tingkat kepuasan pelanggan j&t express di desa Tideng Pale. pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Sampel ditentukan menggunakan purposive sampling dana data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas layanan, ketepatan waktu pengiriman, dan kepercayaan pelabggan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan, baik secara parsial maupun simultan. Di antara ketiga variabel tersebut, ketepatan waktu pengiriman merupakan faktor yang paling dominan. Temuan ini mengindikasikan bahwa variasi kepuasan pelanggan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut, sementara bagian lain dipengaruhi oleh faktor diluar model penelitian. Oleh karena itu, direkomendasikan agar perusahaan terus meningkatkan mutu layanan dan memperkuat kepercayaan pelanggan untuk meningkatkan kepuasan.