Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

9.639 item publik

Publikasi

Halaman 107 dari 482

Meningkatkan Penguasaan Kosakata Siswa Melalui Gambar pada Kelas VIII SMPN 3 Malinau Barat

ALYA NOVITA MAYA
2025 · Thesis · Open Access

The purpose of the research was to improve the vocabulary achievement of eighth-grade students at SMPN 3 Malinau Barat through pictures media. The rescarcher used Classroom Action Research (CAR) consisting of two cycles. The research was conducted in class VIII-B of SMPN 3 Malinau Barat. There were 26 students. During the implementation phase, the researcher used teaching modules that focused on vocabulary (nouns, verbs, adjectives, and adverbs) through pictures. The research instruments used were written tests and observation sheets. Then the researcher collected the data using written tests and observation sheets. The results of the research showed an enhancement in the vocabulary mastery of students in class VIII-B of SMP 3 Malinau Barat, Malinau Regency. In cycle I, the percentage of student mastery was 53.84%. In cycle Il, it increased to 76.92%. The use of pictures media in English learning can improve the student engagement, foster a more dynamic classroom environment, and boost student motivation to lear. This finding suggests that the integration of pictures media can improve English vocabulary acquisition and students' motivation in the learning process.

Analisis Kesalahan Berbahasa Tataran Fonologi dan Morfologi Pada Penulisan Karangan Deskripsi Siswa Kelas V C SD Negeri 017 Tarakan

AURIEL ELJOANNISA
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi serta menganalisis faktor penyebab kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan karangan deskripsi siswa kelas V C SD Negeri 017 Tarakan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 di kelas V C SD Negeri 017 Tarakan dengan sampel penelitian siswa kelas V C yang melakukan kesalahan berbahasa pada penulisan karangan deskripsi. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik tes tertulis, teknik angket (kuesioner), wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan dua teknik yaitu teknik analisis data kualitatif yang digunakan untuk menganalisis data mengenai kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan deskripsi siswa dan teknik analisis data deskriptif persentase yang digunakan untuk menganalisis faktor penyebab kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 53 kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan deskripsi siswa kelas V C SD Negeri 017 Tarakan. Pada tataran fonologi (penghilangan fonem, perubahan dan penambahan fonem) terdapat 43 kesalahan. Sedangkan pada tataran morfologi (prefiks, sufiks dan konfiks) terdapat 10 kesalahan. Selanjutnya, yang berkenaan dengan faktor penyebab terjadinya kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi, dapat dilihat bahwa faktor penyebab tertinggi kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan deskripsi yang dilakukan oleh siswa kelas V C SD Negeri 017 Tarakan yaitu karena kurangnya pemahaman terkait kaidah kebahasaan yang memperoleh persentase sebesar 63%.

Hubungan Ukuran Butiran Sedimen dan Kerapatan Padang Lamun di Desa Bohei Bukut dan Desa Payung-Payung

FIRDAUS SAHDAN
2025 · Thesis · Open Access

Padang lamun berperan penting sebagai habitat biota, penstabil sedimen, dan penyedia jasa ekosistem pesisir. Pertumbuhan lamun dipengaruhi oleh karakteristik sedimen yang menjadi media perakaran. Informasi mengenai hubungan ukuran butiran sedimen dan kerapatan lamun di Pulau Maratua, khususnya desa Bohei Bukut dan desa Payung-Payung, masih terbatas sehingga perlu dikaji.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tekstur sedimen, menentukan tutupan dan kerapatan lamun, serta menganalisis hubungan ukuran butiran sedimen dengan kerapatan lamun. Metode yang digunakan adalah purposive sampling pada 24 titik pengamatan dengan transek kuadrat 50×50 cm. Analisis sedimen dilakukan dengan pengayakan kering dan klasifikasi Blott & Pye (2012), sedangkan kerapatan lamun dihitung per meter persegi. Hubungan antara sedimen dan lamun diuji menggunakan regresi linear.Hasil penelitian menunjukkan sedimen didominasi fraksi pasir dengan tekstur pasir berkerikil dan pasir sedikit berkerikil. Tiga spesies lamun ditemukan, yaitu Halodule uninervis, Halophila minor, dan Cymodocea cerulata dengan kerapatan sangat rapat (>175 ind/m²). Hasil regresi menunjukkan hubungan signifikan antara ukuran butiran sedimen dan kerapatan lamun, yang berarti semakin rapat lamun, semakin halus sedimen.K arakteristik sedimen berperan penting dalam mendukung keberadaan padang lamun, sehingga hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengelolaan ekosistem pesisir berkelanjutan.

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA PEMBELAJARAN IPAS DI KELAS IV-A SD NEGERI 004 TARAKAN

ADZKIYA DJA'FARI
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match pada pembelajaran IPAS dikelas IV-A SD Negeri 004 Tarakan. Penelitian ini didasari dengan latar belakang rendahnya motivasi belajar siswa yang ditunjukkan dengan kurangnya keaktifan, antusiasme, serta ketekunan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan empat tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV-A SD Negeri 004 Tarakan tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 26 siswa. Instrumen yang digunakan meliputi angket motivasi belajar, lembar observasi guru, dan lembar observasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Make a Match dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada siklus 1 terdapat 77% siswa yang mencapai motivasi belajar yang tinggi kemudian bertambah menjadi 85% siswa pada siklus 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.

ASPEK REPRODUKSI INDUK BETINA UDANG GALAH (Macrobranchium rosenbergii) DI KABUPATEN MALINAU

HARSAB AGUS PUTRA MAYDANI
2025 · Thesis · Open Access

Udang Galah (M. rosenbergii), adalah salah satu jenis komoditi ungulan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi di Kabupaten Malinau. Saat ini kegiatan penangkapan udang galah baik indukan maupun udang kecil dilakukan secara secara berlebihan yang akan menyebabkan penurunan populasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji aspek reproduksi induk betina udang galah di Kabupaten Malinau melalui hasil tangkapan nelayan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data yang diambil mencakup 30 trip hasil tangkapan dari nelayan yang berjumlah 6 orang di Kabupaten Malinau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induk betina udang galah matang gonad yang didapat selama penelitian adalah sebagai berikut: TKG I sejumlah 55 ekor, TKG II 67 ekor, TKG III 76 ekor dan TKG IV sejumlah 65 ekor. Nisbah kelamin yang didapatkan udang galah jantan sebanyak 31% atau 163 ekor dan udang galah betina sebanyak 69% atau 363 ekor. Berdasarkan perhitungan nisbah kelamin, didapatkan perbandingan antara udang Galah jantan dan betina sebesar 1:2. Hasil pengukuran panjang dan bobot udang galah antara lain sebagai berikut: pada stasiun 1 panjang udang sekitar 16,5 cm dan bobot 48,3 g; pada stasiun 2 panjang udang sekitar 19,6 cm dan bobot 60,3 g; dan pada stasiun 3 panjang udang sekitar 20,1cm dan bobot 63,6 g.

Classroom Icebreaker: Analyzing Students’ Motivation in Learning English at SMP Negeri 3 Tarakan

NURLINDA MOHD.AZIZ
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana aktivitas ice breaker memengaruhi motivasi siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif untuk menyelidiki pengaruh aktivitas ice breaker di kelas terhadap motivasi belajar siswa. Partisipan penelitian ini terdiri atas 32 siswa kelas VII dan satu guru bahasa Inggris di SMP Negeri 3 Tarakan. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi observasi kelas, kuesioner, dan wawancara. Data dikumpulkan melalui observasi langsung selama proses pembelajaran, penyebaran kuesioner kepada siswa, serta wawancara dengan guru dan beberapa siswa terpilih, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan indikator motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ice breaker mampu meningkatkan motivasi siswa dengan menciptakan suasana kelas yang lebih santai dan interaktif, sehingga mendorong partisipasi aktif serta meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, aktivitas ini membantu siswa menjadi lebih memahami dan terbiasa menggunakan bahasa Inggris, karena mereka terlibat dalam kegiatan belajar yang sederhana, bermakna, dan menyenangkan. Kondisi tersebut berkontribusi dalam mengurangi kecemasan belajar yang sering dialami siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Lebih lanjut, aktivitas ice breaker terbukti secara efektif meningkatkan motivasi siswa berdasarkan komponen model ARCS, yaitu attention (perhatian), relevance (relevansi), confidence (kepercayaan diri), dan satisfaction (kepuasan). Implikasi dari temuan ini adalah bahwa penerapan aktivitas ice breaker dapat digunakan sebagai strategi pedagogis yang efektif untuk menciptakan lingkungan pembelajaran bahasa Inggris yang dinamis, kondusif, dan berpusat pada siswa, serta mendukung pengembangan motivasi belajar siswa secara berkelanjutan.

Efektivitas Anggaran Pelatihan Terhadap Pengangguran dan Penyerapan Tenaga Kerja di Kota Tarakan

ELVI SAMPE LOTO'
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas anggaran pelatihan kerja terhadap pengangguran dan penyerapan tenaga kerja di Kota Tarakan. Permasalahan pengangguran dan belum optimalnya penyerapan tenaga kerja menjadi isu penting dalam pembangunan ekonomi daerah, sehingga diperlukan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah, khususnya melalui alokasi anggaran pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Lembaga Latihan Kerja (LLK) Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan selama periode 2019–2024. Teknik analisis yang digunakan adalah Incremental Capital Output Ratio (ICOR) untuk mengukur efektivitas penggunaan anggaran terhadap perubahan tingkat pengangguran dan penyerapan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas anggaran pelatihan kerja terhadap pengangguran dan penyerapan tenaga kerja di Kota Tarakan bersifat fluktuatif. Pada beberapa tahun, anggaran pelatihan kerja menunjukkan efektivitas dalam menurunkan tingkat pengangguran dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja, namun pada tahun-tahun tertentu efektivitasnya menurun. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan anggaran pelatihan kerja belum sepenuhnya konsisten dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pelatihan kerja agar alokasi anggaran dapat memberikan dampak yang lebih optimal terhadap penurunan pengangguran dan peningkatan penyerapan tenaga kerja di Kota Tarakan.

PENGARUH TENAGA KERJA KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA TERHADAP BEBAN KERJA DAN KUALITAS PELAYANAN DI PUSKESMAS KECAMATAN TANA LIA TAHUN 2024

ERIC SEPTIAN
2025 · Thesis · Open Access

Puskesmas di Kecamatan Tana Lia, menghadapi berbagai tantangan serta keterbatasan dari sisi tenaga kerja maupun sarana prasarana yang belum memadai, sehingga berpengaruh terhadap beban kerja dan menurunkan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tenaga kerja kesehatan dan sarana prasarana terhadap beban kerja serta dampaknya terhadap kualitas pelayanan di Puskesmas Tana Lia. Ketersediaan tenaga kerja kesehatan dan kondisi sarana prasarana merupakan dua faktor krusial yang memengaruhi kinerja pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan metode analisis jalur, responden pada penelitian ini menggunakan seluruh tenaga kesehatan berjumlah 35 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan beban kerja, dan kualitas pelayanan kesehatan. Sedangkan, sarana prasarana berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas pelayanan, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap beban kerja. Beban kerja tenaga kesehatan ternyata tidak berperan sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan antara tenaga kerja maupun sarana prasarana dengan kualitas pelayanan. Evaluasi model menunjukkan bahwa variabel tenaga kerja dan sarana prasarana mampu menjelaskan 69,7% varians kualitas pelayanan, sedangkan varians beban kerja yang dapat dijelaskan oleh variabel independen relatif rendah, yakni sebesar 17,6%. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan dipengaruhi secara langsung oleh ketersediaan tenaga kerja dan sarana prasarana.

ANALISIS DAMPAK DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERIODE 2015-2024

STANLEY ANDRE NUGRAHA
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kemiskinan di Kalimantan Utara pada periode 2015 hingga 2024. Fokus utama penelitian ini adalah rasio PAD terhadap total pendapatan daerah, rasio PAD terhadap total belanja daerah, serta pengangguran sebagai variabel kontrol yang dianalisis terhadap kemiskinan sebagai variabel dependen. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi data panel, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan DJPK Kementerian Keuangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio PAD terhadap total pendapatan daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan rasio PAD terhadap total belanja daerah berpengaruh negatif namun tidak signifikan, dan pengangguran berpengaruh positif namun tidak signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam mengarahkan peningkatan kemandirian pendapatan yang disertai perbaikan kualitas belanja agar kebijakan fiskal daerah lebih efektif dalam menurunkan tingkat kemiskinan di Kalimantan Utara.

STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI PANTAI AMAL LAMA KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

ARMIN ARDIANSYAH
2025 · Thesis · Open Access

Kelurahan Pantai Amal, Tarakan Timur, Kota Tarakan, merupakan daerah pesisir yang sebagian besar wilayahnya ditutupi ekosistem mangrove dan termasuk dalam kawasan konservasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas mangrove di Pantai Amal Lama melalui pengukuran kerapatan, frekuensi, dominansi, serta perhitungan indeks keanekaragaman (H’), keseragaman (E), dan dominansi (C). Pengambilan data dilakukan dengan metode transek kuadrat dan teknik purposive sampling pada 15 stasiun, masing-masing memiliki tiga transek berukuran 10×10 m untuk pohon, 5×5 m untuk anakan, dan 1×1 m untuk semai. Parameter lingkungan yang diukur meliputi salinitas dan pH air, sedangkan analisis menggunakan formula Bengen (2004) untuk menentukan kerapatan, frekuensi, dominansi relatif, dan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan Sonneratia sp. merupakan jenis paling dominan dengan nilai INP tertinggi 296,05%, sedangkan Rhizophora sp dan Avicennia sp terbatas. Nilai H’ 2,0, E 0,50–0,75, dan C 0,903–0,924 menandakan dominasi satu spesies. Dengan salinitas rata-rata 26 ppt dan pH 7,4–7,6, kondisi masih sesuai untuk pertumbuhan mangrove. Disarankan rehabilitasi Penanaman Jenis Avicennia sp dan Rizophora sp guna menjaga keseimbangan ekosistem serta edukasi masyarakat penting untuk mendukung pelestarian mangrove dan keberlanjutan sosial-ekonomi di wilayah pesisir.

PENERAPAN PRINSIP NE BIS IN IDEM DALAM KASUS TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI TINJAU DARI PRESPEKTIF HAK ASASI MANUSIA (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 1853 K/Pid.Sus/2014)

ROBIYATUL ADAWIYAH
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini membahas penerapan prinsip ne bis in idem dalam perkara tindak pidana narkotika berdasarkan studi kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 1853 K/PID.SUS/2014) serta keterkaitannya dengan perlindungan hak asasi manusia. Prinsip ini berfungsi penting untuk menjamin kepastian hukum, memberikan rasa keadilan, serta mencegah terjadinya penuntutan ganda terhadap terdakwa atas perbuatan yang sama. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan kasus melalui kajian peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan literatur hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan studi kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 1853 K/PID.SUS/2014) telah melanggar prinsi ne bis in idem karena responden diadili dua kali untuk perbuatan yang sama, dengan barang bukti yang sama, dan dalam konteks hukum yang sama. Prinsip ne bis in idem tidak berlaku apabila waktu terjadinya perkara (tempus delicti) dan tempat terjadinya perkara (locus delicti) berbeda dengan kasus sebelumnya yang sudah memiliki putusan yang tetap. Pada putusan Mahkamah Agung Nomor 1853 K/PID.SUS/2014, pertimbangan hakim dalam mengawal prinsip ne bis in idem dari perspektif Hak Asasi Manusia akan sangat menekankan pada perlindungan hak atas kepastian hukum, keadilan substantif, dan pencegahan perlindungan proses hukum. Hakim akan melakukan penafsiran yang cermat terhadap "perbuatan yang sama" tidak hanya secara tekstual tetapi juga kontekstual, dengan mempertimbangkan dampak terjadinya ganda terhadap hak asasi penipu. Keputusan untuk menerapkan atau menolak ne bis in idem pada akhirnya akan mencerminkan keseimbangan antara kepentingan negara dan jaminan hak asasi individu dalam sistem peradilan pidana.

Efektivitas Bukti Elektronik Dalam Sistem Pembuktian Tindak Pidana Pencurian Di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Tarakan

IZA AULIA
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait efektivitas bukti elektronik dalam sistem pembuktian tindak pidana pencurian di Polres Tarakan. Pertama peran bukti elektronik dalam tindak pidana pencurian. Kedua efektivitas penggunaan bukti elektronik dalam pembuktian tindak pidana pencurian di Polres Tarakan serta menggunakan data primer, data sekunder, dan data tersier. Data primer berasal dari beberapa narasumber, yaitu penyidik Reskrim Polres Tarakan. Data sekunder didapatkan dari Undang-Undang, buku, jurnal, dan artikel. Data tersier berasal dari website-website internet resmi yang terkait. Hasil dari penelitian ini, yaitu pertama, peran bukti elektronik dalam pembuktian tindak pidana pencurian di Polres Tarakan peran bukti elektronik adalah sebagai alat bukti sah dalam proses peradilan pidana dan perdata yang berfungsi mendukung pembuktian suatu kejadian. Bukti elektronik, berupa informasi atau dokumen elektronik, memberikan kepastian hukum dan mendukung pembuktian digital seperti rekaman CCTV atau email, asalkan memenuhi syarat keaslian, keutuhan, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai UU ITE. Kedua, efektivitas bukti elektronik dalam pembuktian tindak pidana pencurian di Polres Tarakan pada dasarnya terbukti efektif sebagai alat bukti, sepanjang memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Penelitian ini menyarankan agar Polres Tarakan melalui Satreskrim bekerja sama dengan ahli IT atau digital forensik, memperbarui SOP, serta menerapkan penyimpanan bukti elektronik secara forensik untuk menjamin keaslian dan validitasnya. Selain itu, perlu dibangun sinergi antara penyidik, jaksa, dan hakim, dengan dukungan pemerintah daerah serta institusi pendidikan hukum dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga dan melaporkan bukti elektronik sejak awal kejadian.

POTENSI BAKTERI SIMBION SPONGE (Stylissa sp) SEBAGAI PENDEGRADASI ZAT WARNA CONGO RED

NOVITA SARI JOHN
2025 · Thesis · Open Access

Pencemaran lingkungan akibat limbah industri tekstil, khususnya zat warna azo seperti Congo Red (CR), menjadi permasalahan serius karena bersifat toksik, karsinogenik dan sulit terurai. Biodegradasi mikroorganisme menawarkan solusi ramah lingkungan untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini mengeksplorasi potensi bakteri simbion spons laut Stylissa sp. dalam mendengradasi CR. Dari 20 isolat awal, diperoleh empat isolat unggul (SS05, SS08, SS09 dan SS18) yang mampu mendegradasi CR. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dekolorisasi CR, pengaruh suhu (30℃,35℃ dan 40℃), pengaruh pH 5 sampai 10, pengaruh konsentrasi inokulum (106, 107, dan 108 CFU/mL) dan pengaruh konsentrasi zat warna CR (100,150, dan 200 mg/L). Hasil skrining menunjukan bahwa empat isolat (SS05, SS08, SS09 dan SS18) mampu mendengradasi CR dengan perubahan warna setelah 7 hari inkubasi dari warna merah terang menjadi warna tidak bewarna. Isolat SS18 menunjukan efisiensi yang baik dalam mendengradasi mencapai ±70% pada suhu 35℃ dan pH 6. Konsentrasi inokulum optimum Adalah 1x108 CFU/mL dengan waktu degradasi tercepat 72 jam. Namun, efsiensi degradasi menurun seiring dengan peningkatan konsentrasi CR, dengan hasil tertinggi ±70% pada konsentrasi 100 mg/L oleh isolat SS18 hasil ini menunjukkan bahwa bakteri simbion Stylissa sp., khususnya SS18, berpotensi sebagai agen bioremediasi efektif dan ramah lingkungan untuk pengolahan limbah cair tekstil yang mengandung pewarna azo.

Upaya Penanggulangan Dampak Kapasitas Berlebih di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan

SYAHIWA
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya kapasitas berlebih di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan serta untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam menanggulangi dampak kapasitas berlebih. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan kualitatif, melalui wawancara, observasi lapangan, serta analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama terjadinya kapasitas berlebih adalah tingginya angka tindak pidana narkotika, kebijakan pemidanaan yang dominan menjatuhkan pidana penjara, tingginya tingkat residivis, serta keterbatasan sarana dan sumber daya manusia di Lembaga pemasyarakatan. Dampak yang ditimbulkan termasuk penurunan kualitas pembinaan, meningkatnya konflik antar narapidana, potensi prisonisasi, serta terganggunya hak-hak dasar warga binaan, khususnya di bidang kesehatan dan hunian. Adapun upaya penanggulangan yang dilakukan mencakup pemberian program pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, penerapan keadilan restoratif untuk tindak pidana ringan, serta penguatan pembinaan kepribadian dan kemandirian narapidana. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas masih menjadi kendala utama. Penelitian ini menyarankan perlunya reformasi kebijakan pemidanaan, peningkatan kualitas rehabilitasi khusus bagi kasus narkotika, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam rangka mengurangi dampak kapasitas berlebih di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan.

Pembelaan diri kepolisian terhadap pelaku kejahatan yang melakukan perlawanan

ARLINDA NURMA GUPITA
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bentuk pemebelaan diri anggota Polri terhadap perlawanan pelaku pembunuhan. Serta untuk mengetahui Faktor yang Menyebabkan Dilakukan Diskresi Kepolisian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris dan seluruh data yang diperoleh dalam penelitian ini, baik data primer, data sekunder dan data nonhukum. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah secara observasi dan wawancara . Analisis data yang digunakan adalah analisis secara kualitatif, yaitu dengan mengumpulkan data, mengkualifikasikan, kemudian menghubungkan teori yang berhubungan dengan masalah penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa Tindakan pembelaan diri oleh aparat kepolisian kerap menjadi sorotan publik, terutama ketika melibatkan kekerasan terhadap pelaku kejahatan yang melakukan perlawanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek hukum dan batasan tindakan pembelaan diri oleh anggota kepolisian dalam situasi tersebut, serta menelaah penerapan prinsip proporsionalitas dan legalitas dalam praktiknya. Metode yang digunakan adalah pendekatan empiris dengan studi pustaka terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta putusan pengadilan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa tindakan pembelaan diri oleh aparat kepolisian dibenarkan sepanjang memenuhi unsur-unsur pembelaan terpaksa sebagaimana diatur dalam Pasal 49 KUHP. Namun, dalam praktiknya, sering terjadi perdebatan mengenai ekses penggunaan kekuatan yang dianggap berlebihan. Oleh karena itu, perlu adanya standar operasional prosedur (SOP) yang jelas serta pelatihan yang berkelanjutan bagi aparat penegak hukum guna mencegah penyalahgunaan wewenang dan memastikan perlindungan hak asasi manusia. Penegakan hukum yang berimbang antara kepentingan keamanan dan keadilan menjadi kunci dalam mewujudkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.