SYARIFAH NURHASANAH
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perlindungan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pencurian Yang Mengalami Gangguan Psikologis Kleptomania. Serta untuk mengetahui Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pencurian Yang Mengalami Gangguan Psikologis Kleptomania, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan wawancara dengan pihak terkait yaitu Kepolisian Resor Tarakan dan Psikologis RSUD H JUSUF SK Kota Tarakan. Hasil dari penelitian ini adalah Tindak Pidana yang dilakukan oleh seorang yang mengalami gangguan psikologis yaitu kleptomania tidak dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum pidana karena pada kasus Tindak Pidana Pencurian yang dialami oleh seorang yang mengidap Kleptomania pelaku tersebut mengalami gangguan jiwa karena kegagalan menahan rekuen implus atau dorongan yang tak tertahankan yang muncul pada dirinya, hal ini juga dikuatkan pada pasal 44 KUHP yang menerangankan bahwa cacat jiwanya tidak dapat dipidana karena alasan pemaaf, dalam hal ini termasuk penderita kleptomania. Penderita kleptomania dikatakan cacat jiwanya, karena dalam melakukan tindak pidana pencurian tidak menyadari perbuatan yang dilakukannya. Selain itu untuk menentukan apakah seorang penderita kleptomania tersebut dapat dipidana atas tindakan pencurian yang dilakukannya. Hakimlah dalam hal ini yang akan nantinya memutuskan orang tersebut dapat dimintai pertanggungjawabannya atau tidak. Putusan yang akan diambil, tentunya dengan meminta pendapat dari dokter ahli penyakit jiwa (psikiater/psikolog)
NURUL HAFIDHAH RAHMAH
2025 · Thesis · Open Access
Gizi buruk adalah masalah serius yang bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak balita. Di Kota Tarakan, data dari EPPGBM 2020 menunjukkan angka gizi buruk sebesar 9.1% untuk anak yang kurus, 14% anak dengan gizi buruk, dan 4.0% anak yang mengalami wasting. Penelitian ini bertujuan membuat aplikasi mobile berbasis Android untuk mengklasifikasikan kondisi gizi buruk pada balita dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang diintegrasikan dengan standar WHO. Penelitian ini menggunakan metode R&D model Borg and Gall. Aplikasi dikembangkan menggunakan Flutter, Dart, dan database Hive. Aplikasi ini mengintegrasikan perhitungan Z-Score sesuai standar WHO dan analisis kuesioner gejala berdasarkan pedoman MTBS. Uji coba dilakukan pada 20 sampel balita, hasilnya menunjukkan aplikasi mampu mendeteksi 70% kasus malnutrisi, terdiri dari 40% kasus gizi buruk dan 30% kasus gizi kurang. Dengan metode AHP, gejala pernapasan dan dehidrasi diberi bobot prioritas tertinggi sebesar 0.248 dengan Consistency Ratio 0.061. Evaluasi kesan pengguna dari 20 responden menunjukkan rata-rata kepuasan sebesar 4.5 hingga 4.65 dari skala 5, dengan kemudahan penggunaan yang tertinggi yaitu 4.65. Uji Blackbox menunjukkan semua fitur aplikasi berjalan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Aplikasi ini bisa memudahkan deteksi dini gizi buruk pada balita dan mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi angka gizi buruk pada anak.
NUR SARTINA
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode penyimpanan data yang aman melalui pemanfaatan teknik steganografi menggunakan metode Discrete Cosine Transform (DCT). Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya ancaman terhadap keamanan dan kerahasiaan data mahasiswa, seperti penghapusan file tanpa izin, pencurian data, penggunaan data tanpa izin, serta pemanfaatan data untuk tujuan yang tidak dikehendaki. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) model ADDIE yang terdiri dari Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Sistem menggunakan modifikasi koefisien DCT pada posisi (2,1) dengan threshold 12.0 untuk embedding dan 6.0 untuk ekstraksi pada blok 8x8 piksel sesuai standar IEEE. Sampel penelitian meliputi 14 citra dengan berbagai ukuran file data pribadi mahasiswa Teknik Komputer seperti kartu keluarga, KTP, akte kelahiran, dan dokumen lainnya. Implementasi sistem menggunakan platform Laravel terintegrasi dengan Python script untuk pemrosesan algoritma DCT. Pengujian dilakukan melalui eksperimental dan kuesioner terhadap 14 responden. Hasil evaluasi kualitas visual menunjukkan sistem mempertahankan imperceptibility tinggi dengan MSE rata-rata 2.847 dan PSNR rata-rata 46.89 dB. Distribusi kualitas mencapai 35.7% kategori "Excellent" (PSNR >48 dB) dan 64.3% kategori "Good" (PSNR 41-47 dB). Performa sistem menunjukkan waktu embedding rata-rata 67.8 ± 54.2 detik dan ekstraksi 34.2 ± 22.8 detik, dengan throughput 1.068 Kb/s untuk embedding dan 1.908 Kb/s untuk ekstraksi. Tingkat keberhasilan ekstraksi mencapai 50% secara keseluruhan, dengan semua citra kategori "Excellent" berhasil diekstrak (100%) sementara citra "Good" hanya 22.2%. Evaluasi usability menghasilkan kepuasan pengguna 4.54/5.0 dengan aspek "Desain Visual" tertinggi (4.79). Hasil penelitian menunjukkan sistem steganografi DCT berhasil meningkatkan keamanan data mahasiswa dengan kualitas visual yang baik dan mampu mencegah kehilangan data yang tidak diinginkan, meskipun keberhasilan ekstraksi bergantung pada kategori kualitas citra.
ARSAN
2025 · Thesis · Open Access
Kemiskinan masih menjadi persoalan utama pembangunan di Kota Tarakan. Meskipun pemerintah telah melaksanakan berbagai program, angka kemiskinan dan jumlah orang terlantar tetap menunjukkan dinamika yang memerlukan perhatian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menelaah efektivitas pengeluaran pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan penanganan orang terlantar di Kota Tarakan. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa realisasi belanja daerah dan indikator kemiskinan yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik serta dokumen pemerintah daerah. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan alokasi belanja daerah terhadap perkembangan kemiskinan dan orang terlantar selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah Kota Tarakan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial. Namun, peningkatan alokasi tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan penurunan jumlah penduduk miskin dan orang terlantar. Kondisi ini mengindikasikan perlunya perbaikan dalam perencanaan dan pelaksanaan program agar anggaran yang tersedia dapat lebih efektif dalam menekan angka kemiskinan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi dan merumuskan kebijakan pembangunan sosial yang lebih tepat sasaran serta berkelanjutan.
LIA NUR ADINDA
2025 · Thesis · Open Access
Prokrastinasi akademik kerap kali muncul sebagai hambatan utama bagi siswa SMP, khususnya di lingkungan SMPN 14 Tarakan. Fenomena ini berdampak negatif terhadap penurunan prestasi belajar siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut, layanan konseling kelompok dengan teknik behaviour contract dapat dijadikan salah satu alternatif intervensi konseling yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh teknik behaviour contract terhadap prokrastinasi akademik pada siswa kelas VII SMPN 14 Tarakan. Secara metodologis, penelitian ini menerapkan desain eksperimen dengan pola one group pretest-posttest. Subjek penelitian meliputi lima siswa yang menunjukkan tingkat prokrastinasi akademik tinggi, dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala prokrastinasi akademik. Instrumen tersebut telah melalui proses validasi serta uji reliabilitas. Selain itu, uji reliabilitas melalui metode Cronbach’s Alpha menghasilkan sebesar 0,935, yang mengindikasikan tingkat reliabilitas yang sangat baik. Intervensi berbasis behaviour contract diberikan kepada subjek selama enam sesi. Hasil analisis hipotesis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test. Nilai thitung mencapai 16,830, yang lebih besar daripada nilai ttabel sebesar 1,680. Selain itu, nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 lebih rendah dari 0,05, dengan demikian, hipotesis alternatif diterima, sedangkan hipotesis nol ditolak. Temuan empiris ini secara kuat mendukung bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik behaviour contract berpengaruh terhadap prokrastinasi akademik pada siswa.
FUSPITA DENI
2025 · Thesis · Open Access
Kemampuan guru dalam melakukan variasi pembelajaran berperan sangat penting guna meningkatkan motivasi dan perhatian siswa, mencegah kebosanan, serta menyesuaikan gaya mengajar dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis dan mengidentifikasi temuan penelitian tentang kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan variasi pembelajaran di kelas VB pada pembelajaran IPAS di SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini berfokus pada keterampilan guru dengan dimensi variasi gaya mengajar, penggunaan media dan alat bantu ajar dan pola interaksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode antara lain, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas VB di SDIT Ibnu Abbas Tarakan telah menerapkan ketiga komponen variasi mengajar dalam pembelajaran yang dilakukan yaitu; (1)variasi gaya mengajar yang terdiri dari variasi suara, pemusatan perhatian, kesenyapan guru (Pengkondisian Kelas), mengadakan kontak pandang, gerakan badan dan mimik, serta perpindahan posisi. (2)variasi penggunaan media dan alat bantu ajar yang terdiri dari media audio (Microphone), media visual (Benda 2D/3D) dan media audio visual (PPT atau Video). (3)variasi pola interaksi yang terdiri dari variasi satu arah (Teacher Center), interaksi dua arah dan interaksi multi arah.
BAHTIAR
2025 · Thesis · Open Access
Udang windu merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, proses identifikasi kesegaran udang secara manual sering kali memerlukan waktu yang cukup lama serta membutuhkan keahlian khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem klasifikasi kesegaran udang windu berbasis citra digital dengan metode Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) dan Artificial Neural Network (ANN). Sistem tersebut diintegrasikan ke dalam interface desktop menggunakan PyQt5 sehingga dapat mempermudah pengguna dalam menilai kualitas udang secara efektif. Total dataset yang digunakan sebanyak 400 dataset dengan rincian 200 untuk udang segar dan 200 untuk udang tidak segar. Dari dataset tersebut kemudian dibagi proporsi 85% (340 data) untuk data latih dan 15% (60 data) untuk data uji. Proses pelatihan dilakukan dengan epoch sebanyak 200 dan batch size 35 dengan latar belakang putih pada setiap pengambilan dataset. Hasil terbaik diperoleh pada epoch ke-199 dengan nilai loss sebesar 0,0199 dan accuracy sebesar 0,9971. Hasil pengujian terhadap 60 data uji menunjukkan bahwa sistem mampu mengidentifikasi kesegaran udang dengan nilai precision 1,00, recall 1,00, dan F-measure 1,00 pada kelas udang segar. Sedangkan pada kelas udang tidak segar diperoleh nilai precision 1,00, recall 0,90, dan F-measure 0,95. Hal ini menandakan bahwa sistem berhasil mendeteksi kedua kelas udang windu dengan tingkat keakuratan yang tinggi. Hanya saja perlu ada perbaikan pada pengambilan dataset citra udang tidak segar .Dengan adanya aplikasi ini, proses identifikasi kesegaran udang dapat dilakukan dengan lebih baik sehingga membantu dalam pemilihan udang segar dan tidak segar secara lebih efektif.
MEGAWATI KAMBU
2025 · Thesis · Open Access
-
SRI ERDINA
2025 · Thesis · Open Access
-
TIA NATALIA
2025 · Thesis · Open Access
Masyarakat Suku Dayak Kenyah memiliki pengetahuan turun-temurun dalam pemanfaatan tumbuhan untuk pengobatan tradisional. Namun, kemiripan morfologi antara spesies tanaman, khususnya daun, sering menjadi kendala dalam identifikasi yang akurat. Meskipun minat terhadap herbal medicine semakin meningkat, keterbatasan pemahaman mengenai tanaman obat tetap menjadi masalah, meski Indonesia memiliki lebih dari 38.000 spesies tumbuhan, dengan 2.039 di antaranya tanaman herbal. Proses klasifikasi daun obat tradisional masih dilakukan secara manual, berisiko terjadi kesalahan akibat kemiripan bentuk dan tekstur antar daun. Penelitian ini mengusulkan sistem klasifikasi citra daun obat tradisional Suku Dayak Kenyah menggunakan metode deep learning Convolutional Neural Network (CNN), dengan fokus pada daun senggani (Melastoma malabathricum L), daun jarak (Jatropha curcas), dan daun sengkubak (Pycnarrhena cauliflora). Penelitian menggunakan dataset 900 citra primer yang diproses melalui tahapan preprocessing dan augmentation hingga menghasilkan 2.340 citra. Dataset dibagi menjadi 80% data latih, 10% data validasi, dan 10% data uji. Proses analisis meliputi pembagian dataset, pelatihan model, dan evaluasi performa dengan mengamati kestabilan metrik pada data validasi dan pengujian. Hasil pelatihan model CNN dengan arsitektur MobileNetV2 menunjukkan bahwa akurasi terbaik tercapai pada epoch ke-50 dengan nilai akurasi pelatihan 100%, akurasi validasi 100%, dan validation loss sebesar 0,0565. Evaluasi terhadap data uji menunjukkan performa model sangat baik, dengan nilai precision, recall, dan F1-Score rata-rata mencapai 100% pada seluruh kategori daun serta rata-rata akurasi 100%. Namun, pengujian pada 90 data uji dari dataset luar menunjukkan penurunan performa model, dengan rata-rata precision 88%, recall 84%, dan F1-score 83%, dengan rata-rata dari akurasi per kelas 88,9% dan akurasi total model pada data uji luar dataset adalah 84,4%. Hasil ini menunjukkan bahwa model CNN dengan arsitektur MobileNetV2 efektif dalam klasifikasi citra daun obat tradisional Suku Dayak Kenyah, dan dapat menjadi solusi inovatif serta standar kualitas dalam klasifikasi daun senggani, daun jarak, dan daun sengkubak.
ZANDHY ANUGRAH
2025 · Thesis · Open Access
Pertumbuhan ritel modern berjejaring di kota tarakan membawa dampak negatif bagi warung tradisional, persaingan yang mempengaruhi modal, biaya, jam kerja dan pendapatan. Fenomena dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh pendapatan pedagang warung tradisional di kota tarakan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode analisis regresi berganda. data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. populasi penelitian adalah pedagang warung tradisional dan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah keseluruhan populasi sebesar 92 responden dengan teknik simple random sampling. Variabel independen yang diteliti meliputi modal (X1), biaya (X2), jam kerja (X3) sedangkan variabel depenten adalah pendapatan (Y). Hasil penelitian ini menujukkan bahwa jam kerja (X3) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang warung tradisional di Kota Tarakan. sedangkan, modal (X1), biaya (X2) tidak berpengaruh terhadap pendapatan. Modal, biaya, jam kerja secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Nilai koefisien determinasi (R2) 0,086 menunjukkan bahwa 8,6%. Sedangkan sisanya dipengaruhi yakni 91,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar penelitian.
AHMAD RYANSYAH
2025 · Thesis · Open Access
Hutan mangrove berperan penting secara ekologis, salah satunya sebagai habitat dan sumber makanan bagi gastropoda yang berfungsi sebagai pengurai serasah. Hutan mangrove di Kota Tarakan memiliki luas sekitar 1.587 hektar dan tersebar di sepanjang pesisir serta pulau-pulau kecil di wilayah kota tersebut. Gastropoda merupakan salah satu spesies terbanyak yang menempati daerah ekosistem mangrove. Gastropoda dapat ditemukan pada berbagai substrat, hal ini dikarenakan gastropoda memiliki daya adaptasi yang lebih tinggi dibandingkan kelas lainnya. Salah satu tumbuhan yang memiliki banyak manfaat di daerah pesisir maupun pantai adalah mangrove. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola distribusi dan kepadatan gastropoda Terebralia sp. Di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan. Penelitian dilakukan pada Februari – Maret 2025 menggunakan metode purposive sampling. Analisis mencakup pola distribusi menggunakan Indeks Morisita, hubungan panjang–berat, faktor kondisi, serta kepadatan populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola distribusi Terebralia sp. bersifat acak, dengan nilai X² hitung (1,2809) lebih kecil pada selang kepercayaan 95%. Hal ini menandakan populasi mampu beradaptasi pada berbagai kondisi lingkungan tanpa kecenderungan hidup berkoloni. Hubungan panjang–berat menghasilkan persamaan W = 0,0025L²·¹⁰⁹⁴, yang menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif. Nilai faktor kondisi rata-rata 1,31, menandakan kondisi tubuh Terebralia sp. tergolong baik. Sementara itu, kepadatan populasi mencapai 12,2 ind/m², tergolong tinggi jika dibandingkan dengan hasil penelitian Astuti menunjukkan kepadatan Terebralia palustris berkisar antara 3 – 6 ind/m², sehingga kepadatan yang tinggi pada umumnya mencerminkan bahwa habitat tersebut memiliki daya dukung yang tinggi, baik dari segi ketersediaan pakan, kualitas substrat, maupun perlindungan terhadap predator.
EKO PRASETYO WARDANA
2025 · Thesis · Open Access
Air merupakan sumber daya vital bagi kehidupan dan kebutuhan sehari-hari manusia, baik untuk pertanian, industri, maupun rumah tangga. Oleh karena itu, pengelolaan air yang baik sangat diperlukan agar ketersediaannya tetap terjaga. Namun dalam praktiknya, PDAM Tanjung Selor masih menghadapi kendala karena sistem monitoring ketinggian air yang digunakan bersifat manual, sehingga kurang efisien dan berpotensi menyebabkan tangki meluap atau kosong. Penelitian ini bertujuan merancang sistem monitoring dan prediksi ketinggian air berbasis Internet of Things (IoT) dengan metode Fuzzy Mamdani untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi pengelolaan air. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan perancangan perangkat keras dan perangkat lunak. Sistem dibangun menggunakan sensor ultrasonik JSN-SR04T yang tahan air, mikrokontroler Wemos D1 R1, indikator LED, Buzzer, serta platform Blynk untuk monitoring jarak jauh. Data dikumpulkan sebanyak 12 sampel dengan interval 10 menit, kemudian diproses menggunakan logika Fuzzy Mamdani untuk menentukan kategori level ketinggian air (kosong, setengah, penuh) serta dilakukan prediksi tren dengan regresi linear untuk memprediksi waktu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan monitoring secara real-time dengan rata-rata Error keseluruhan sebesar 1,15%, sehingga tingkat akurasi mencapai 98,85%. Selain itu, performa komunikasi data menunjukkan rata-rata latensi sebesar 342 ms dengan Packet Loss 0%, dengan jarak pengujian sejauh 12 meter yang membuktikan bahwa sistem dapat mentransmisikan data secara stabil tanpa kehilangan informasi. Implementasi metode Fuzzy Mamdani terbukti meningkatkan keandalan pembacaan data sensor dan mendukung prediksi perubahan ketinggian air. Secara keseluruhan hasil tersebut menunjukan sistem terbukti handal, akurat, serta efisien untuk melakukan monitoring ketinggian Level air. Oleh karena itu, sistem monitoring berbasis IoT dengan metode Fuzzy Mamdani layak di implementasikan karena dapat mengurangi kesalahan manual, meningkatkan efisiensi, serta membantu PDAM Tanjung Selor dalam mengelola pasokan air secara lebih optimal.
MUHAMMAD ADITYA AHMAD
2025 · Thesis · Open Access
Udara merupakan salah satu unsur penting bagi kehidupan makhluk hidup. Kualitas udara yang buruk dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, terutama jika mengandung gas berbahaya seperti amonia (NH₃), benzena (C₆H₆), dan alkohol (C₂H₅OH). Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan WeMos D1 R2, sensor MQ-135, dan metode Fuzzy Tsukamoto sebagai sistem pendukung keputusan. Data konsentrasi gas yang diperoleh sensor dikonversi ke ppm, kemudian diolah menggunakan fuzzy Tsukamoto untuk menentukan kategori kualitas udara Baik, Sedang, atau Buruk, dengan hasil pemantauan ditampilkan secara real-time melalui aplikasi Blynk. Hasil kalibrasi sensor MQ-135 menggunakan tiga sampel gas menunjukkan rata-rata error sebesar 5,02% dengan tingkat akurasi 94,98%, masing-masing dengan error pembacaan gas amonia 5,81%, alkohol 4,18%, dan benzena 5,08%. Setelah proses kalibrasi, sistem diuji secara real-time terhadap 15 sampel data yang diambil pada pagi, siang, dan sore selama lima hari. Hasil pengujian menunjukkan akurasi klasifikasi sebesar 100% dibandingkan dengan standar ISPU, dengan rata-rata nilai Z fuzzy sebesar 4,14 yang termasuk kategori Baik (0–50). Kondisi ini menunjukkan konsentrasi gas berbahaya masih sangat rendah dan tidak berisiko terhadap kesehatan maupun lingkungan. Selain itu, perbandingan nilai Z manual dan sistem menunjukkan konsistensi yang baik dengan nilai Mean Absolute Error (MAE) 1,40, Root Mean Square Error (RMSE) 2,49, dan Error Relatif 17,69%. Kemudian, kinerja IoT sistem usulan dalam mengirim dan menerima data dari jarak 1-10 meter berhasil mendapatkan nilai rata-rata untuk Packet Loss 3,6% dan Latency 285,2 ms dalam kategori bagus. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem monitoring yang dikembangkan mampu memberikan informasi kualitas udara secara real-time, serta berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui penambahan sensor polutan lain, perluasan cakupan area penelitian, dan integrasi basis data berbasis cloud guna mendukung analisis jangka panjang.
IRGI AHMAD FAHREZI
2025 · Thesis · Open Access
-
MUHAMMAD AFIF
2025 · Thesis · Open Access
MAULIDA WAHYUNI PUTRI
2025 · Thesis · Open Access
Sargassum sp. memiliki banyak kandungan nutrisi yang bermanfaat. Oleh karena itu perlu dilakukan pengembangan teknologi pengolahan rumput laut Sargassum sp. menjadi produk yang lebih bernilai tambah salah satunya yaitu tepung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh treatment perendaman Sargassum sp. menggunakan air tawar, air asin, dan aquades terhadap karakteristik tepung yang dihasilkan. Analisis rendemen, kadar air (SNI 01-2354.2 2006), kadar protein (SNI 01-2354.4 2006), dan kadar lemak (SNI 01-2354.3 2006) , kadar karbohidrat (SNI 01-2370-1991), kadar abu (Furnace) dan serat kasar (SNI 01-2891-1992) . Rendemen pada perendaman aquades sebesar 4,6%, kadar air pada perendaman air asin 10,77%, kadar abu pada perendaman air asin 32,57%, kadar lemak pada perendaman air asin 20,59, kadar protein pada perendaman air tawar 30,60%, kadar karbohidrat pada perendaman air tawar 39,60%, dan serat kasar pada perendaman air tawar 17,16%. Kesimpulannya bahwa perendaman air tawar efektif untuk menghasilkan tepung dengan kandungan protein, karbohidrat, dan serat kasar yang tinggi. Perendaman air asin menghasilkan tepung dengan kadar abu dan lemak yang lebih tinggi. Sementara itu, aquades merupakan perlakuan terbaik untuk mendapatkan rendemen tepung tertinggi.
SUBIANSYAH
2025 · Thesis · Open Access
A
SUKMA
2025 · Thesis · Open Access
Pulau Tarakan merupakan wilayah yang memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah, terutama ikan arut (Pomadasys sp.) yang termasuk ikan demersal dengan nilai ekonomis penting. pengelolaan perikanan yang berkelanjutan diperlukan dengan menyeibangkan tujuan sosial ekonomi dan kelestarian ekosistem melalui pendekatan Ecosystem Approach to Fisheris Management (EAFM), khususnya pada domain teknik penangkapan ikan, yang menjadi fokus utama penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penangkapan ikan berdasarkan indikator penangkapan ikan dipulau Tarakan. Penelitian dilakukan selama tiga bulan, dari Januari-Maret 2025, di perairan Pulau Tarakan khususnya di pos pendaratan ikan arut di kelurahan selumit pantai. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan melalui wawancara dengan 10 nelayan pengguna alat tangkap rawai dasar dan observasi hasil tangkapan sebanyak tiga kali. Analisis data dilakukan dengan membandingkan Hasil Tangkap Utama (HTU), Hasil Tangkap Samping (HTS), Hasil Tangkapan Buangan (HTB), serta mempertimbangkan indikator-indikator pada domain teknik penangkapan ikan sesuai modul EAFM 2014. Hasil menunjukkan alat tangkap rawai dasar di perairan pulau tarakan bersifat ramah lingkungan dan selektif, dengan scoring 3. Modifikasi alat tangkap dan alat bantu penangkapan belum dilakukan, sehingga kondisi alat tangkap masih sesuai dengan peraturan yang berlaku dengan scoring 3. Kapasitas dan frekuensi penangkapan diberikan scoring 1, sedangkan tingkat selektivitas alat tangkap cukup tinggi dengan HTU mencapai 82,3% dengan scoring 3. Kesesuaian fungsi dan ukuran kapal dengan dokumen legal juga baik dengan scoring 3, namun sertifikasi awak kapal sangat rendah karena pelatihan dilakukan secara otodidak tanpa sertifikat formal scoring 1. Total skor indikator domain teknik penangkapan 245, menunjukkan bahwa alat tangkap rawai dasar selektif dan potensi keberlanjutan. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi menyeluruh dan terintegrasi terhadap pengelolaan berbasis EAFM yang melibatkan semua domain, tidak hanya teknik penangkapan, untuk menjaga keberlanjutan sumber daya di Pulau Tarakan.
MUHAMMAD YUSUF IBRAHIM
2025 · Thesis · Open Access
Pulau Tarakan, Kalimantan Utara, memiliki ekosistem mangrove yang menjadi habitat penting bagi berbagai biota, salah satunya Geloina sp yang mampu beradaptasi terhadap fluktuasi salinitas dan memanfaatkan bahan organik dari serasah mangrove. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola distribusi, kepadatan, serta hubungan panjang-berat Geloina sp sebagai dasar pengelolaan ekosistem mangrove berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret-Mei 2025 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan Teknik purposive sampling pada tiga area mangrove 9 ha (depan, tengah, dan belakang) dengan 30 plot transek kuadrat berukuran 5×5 m dan jarak antar area 30 m. Sampel dikumpulkan saat surut untuk menghitung kepadatan (ind/m²), pola distribusi dengan indeks Morisita, distribusi frekuensi ukuran cangkang, serta hubungan panjang-berat individu. Hasil penelitian menunjukkan vegetasi mangrove didominasi Rhizophora sp. dan Avicennia sp., dengan kepadatan tertinggi pada area depan (0,88 ind/m², 22 individu), diikuti area belakang (0,60 ind/m², 15 individu) dan tengah (0,48 ind/m², 12 individu). Hasil perhitungan Indeks Morisita (I = 0.9) menunjukkan bahwa pola distribusi Geloina sp di kawasan mangrove KKMB Kota Tarakan bersifat merata/seragam. Sebagian besar individu berukuran sedang (5,59–6,31 cm), dan hubungan panjang-berat mengikuti persamaan W = 0,3532·L³·¹⁹⁵⁷ (R² = 0,9041), menunjukkan pertumbuhan alometrik positif. Ekosistem mangrove KKMB mendukung keberadaan Geloina sp., namun kepadatannya masih rendah sehingga perlu pengelolaan berkelanjutan untuk meningkatkan populasi dan menjaga habitatnya.