KHAIRUL FIRMAN FIRDAUS
2025 · Thesis · Open Access
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian tertinggi secara global. Meskipun dapat dicegah, banyak penderita hipertensi tidak menyadari kondisi mereka hingga terjadi komplikasi. Pendekatan non-farmakologis seperti brisk walking dapat menjadi alternatif dalam mengontrol tekanan darah, namun belum banyak diterapkan secara sistematis dalam tatanan keluarga sebagai unit perawatan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi brisk walking terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan penderita hipertensi. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode case report dengan penerapan asuhan keperawatan keluarga dengan terapi kombinasi brisk walking pada keluarga dengan hipertensi. Intervensi brisk walking dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 20–30 menit per sesi. Data tekanan darah dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi melalui pemeriksaan langsung. Hasil pengukuran menunjukkan adanya penurunan pada tekanan darah sistolik dan diastolik setelah intervensi dilakukan. Klien pertama mengalami penurunan tekanan darah dari 156/90 mmHg menjadi 140/86 mmHg, sedangkan klien kedua dari 140/90 mmHg menjadi 130/86 mmHg. Peningkatan pengetahuan keluarga dan keterlibatan aktif dalam program turut mendukung keberhasilan intervensi. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu intervensi brisk walking dapat menurunkan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi. Aktivitas ini dapat dijadikan bagian dari upaya non-farmakologis dalam pengendalian hipertensi berbasis keluarga, serta menjadi intervensi keperawatan yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan di masyarakat.
TIARA DAMAYANTI
2025 · Thesis · Open Access
Lanjut usia ditandai dengan adanya proses penuaan, penuaan merupakan proses terjadi perubahan fungsi dan kemampuan tubuh, salah satu penyakit yang erat kaitannya dengan proses penuaan yaitu gangguan sirkulasi (hipertensi). KIAN ini bertujuan untuk mengevaluasi kombinasi terapi sunbathing, walking exercise dan Progressive muscle relaxation terhadap penurunan tekanan darah dan nyeri kepala. KIAN ini menggunakan desain case report dengan pendekatan pre-test dan post-test. Partisipan pada KIAN ini berjumlah dua orang dan merupakan lansia dengan hipertensi yang bersedia menjadi responden. Intervensi yang digunakan dalam KIAN ini yaitu sunbathing, walking exercise dan progressive muscle relaxation. Setelah dilakukan intervensi selama 3 hari dengan durasi 120 menit di dapatkan hasil pada klien 1 tekanan darah sebelum intervensi 155/95 mmHg, pada klien 2 tekanan darah 160/90 mmHg, setelah dilakukan intervensi di dapatkan pada klien 1 tekanan darah 124/88 mmHg dan pada klien 2 tekanan darah 130/84 mmHg. Selain itu tingkat nyeri pada klien 1 sebelum interveni di dapatkan skala nyeri 3 dan pada klien 2 di dapatkn skala nyeri 4, setelah dilakukan intervensi di dapatkan hasil klien 1 mengatakan skala nyeri menurun menjadi 1, klien 2 mengatakan skala nyeri menurun menjadi2. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi terapi sunbathing, walking exercise dan progressive muscle relaxation terbukti efektif dalam menurunan tekanan darah dan tingkat nyeri serta dapat digunakan sebagai terapi non-farmakologis pada lansia dengan hipertensi.
LAILATUL FAUZIAH
2025 · Thesis · Open Access
Latar belakang: Masa tumbuh kembang anak sangat rentan diserang berbagai penyakit. Sistem imun yang rendah menyebabkan anak kerap mengalami penyakit seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Penyebab dari penyakit infeksi saluran pernafasan akut yaitu virus, jamur dan bakteri. Ketika tubuh terinfeksi oleh mikroorganisme seperti virus dan bakteri, proses infeksi tersebut akan merangsang pembentukan IL-1 dan IL-2 yang bertanggungjawab atas peningkatan sel T-helper dan memulai produksi prostaglandin di hipotalamus. Sel T-helper bekerja memberantas infeksi, prostaglandin bertangung jawab menyebabkan demam. Demam adalah sinyal yang diberikan oleh tubuh saat terjadi infeksi ditandai dengan peningkatkan suhu tubuh >37.5 ⸰C. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi demam pada anak yaitu dengan tindakan farmakologi dan nonfarmakologi. Pemberian intervensi water tepid sponge dan plester kompres demam merupakan contoh dari tindakan normafakolgi dalam menurunkan suhu tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas penerapan intervensi water tepid sponge dengan plester kompres demam pada anak dengan diagnosis keperawatan hipertermia. Metode penulisan menggunakan studi kasus. Jumlah sampel 2 responden. Hasil: Hasil penerapan intervensi selama 3×24 jam pada An. R dan An. S menunjukkan selisih rata-rata penurunan suhu tubuh anak dengan intervensi water tepid sponge yaitu 0,75 ⸰C dan pemberian plester kompres demam adalah 0,35 ⸰C. Kesimpulan: pemberian intervensi water tepid sponge lebih efektif dibandingkan dengan plester kompres demam dalam menurunkan suhu tubuh pada anak dengan hipetermia.
MUTMAINAH
2025 · Thesis · Open Access
Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, dengan gejala sesak napas sebagai salah satu keluhan utama pasien. Penatalaksanaan non-farmakologis seperti pengaturan posisi tubuh, termasuk posisi orthopnea, dapat membantu menurunkan sesak napas pada pasien TB paru. Karya ilmiah ini bertujuan untuk Menganalisis penerapan posisi orthopnea terhadap penurunan sesak napas pada pasien TB paru melalui pengamatan perubahan frekuensi napas dan saturasi oksigen. Metode karya ilmiah ini menggunakan metode studi kasus terhadap dua pasien TB paru yang mengalami sesak napas dan dirawat di ruang isolasi RS Pratama Sebatik. Intervensi posisi orthopneic dilakukan selama tiga hari berturut-turut disertai pemantauan respirasi dan edukasi pasien. Data yang dikaji meliputi frekuensi napas, saturasi oksigen, serta kenyamanan pasien setelah intervensi. Setelah penerapan posisi orthopnea, terjadi penurunan frekuensi napas dari >28x/menit mampu mendekati nilai normal (20–24x/menit) dan peningkatan saturasi oksigen dari 95% menjadi 95–97%. Pasien juga melaporkan perasaan lebih nyaman dan berkurangnya keluhan sesak. Kesimpulan: Penerapan posisi orthopnea efektif menurunkan sesak napas dan memperbaiki pola napas pada pasien TB paru. Intervensi ini dapat dijadikan tatalaksana keperawatan non-farmakologis yang mudah diterapkan baik di rumah sakit maupun dalam perawatan di rumah.
SANIA
2025 · Thesis · Open Access
Diabetes Melitus (DM) tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Salah satu faktor yang memperburuk kontrol glukosa darah adalah stres psikologis, yang dapat memicu peningkatan kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, sehingga meningkatkan resistensi insulin. Terapi relaksasi otot progresif (Progressive Muscle Relaxation/PMR) merupakan intervensi non-farmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan tingkat stres dan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe II melalui pendekatan asuhan keperawatan. Studi dilakukan pada dua klien, Tn. H dan Ny. M, di wilayah pesisir Kota Tarakan selama bulan Juni hingga Juli 2025. Intervensi PMR diberikan selama tiga hari berturut-turut, satu kali per hari, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Hasil menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah secara signifikan pada kedua klien. Tn. H mengalami penurunan dari 380 mg/dL menjadi 247 mg/dL, dan Ny. M dari 433 mg/dL menjadi 257 mg/dL. Selain itu, terdapat perbaikan gejala subjektif seperti berkurangnya kesemutan, membaiknya kualitas tidur, dan penurunan kecemasan. Intervensi ini bekerja melalui mekanisme aktivasi sistem saraf parasimpatis dan penurunan hormon stres. Dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif efektif sebagai intervensi inovatif dalam asuhan keperawatan untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien DM tipe II, terutama di wilayah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan. Terapi ini dapat dijadikan alternatif non-farmakologis yang mudah, aman, dan aplikatif dalam praktik keperawatan.
TIARA OKTAVIANI
2025 · Thesis · Open Access
Hipertensi atau tekanan darah tinggi yang sering disebut “the silent killer” karena sering terjadi tanpa keluhan adalah penyakit yang tidak menular (PTM) ditandai dengan meningkatkanya tekanan darah lebih dari normalnya. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang ≥ 140 mmHg (sistolik) dan atau ≥ 90 mmHg (diastolik). Dampak yang disebabakan oleh hipertensi antara lain stroke, gagal ginjal, penyakit jantung koroner, dan dapat menyebabkan kematian (Ariyani, 2020). Metode yang digunakan pada karya ilmiah ini yaitu ceramah dan demonstrasi menggunakan standar operasional prosedur terapi guided imagery, tensi meter digital, dan alat dokumentasi.Hasil yang diperoleh dari 2 klien semuanya menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah yang menunjukan bahwa intervensi tersebut efektif untuk dilakukan sebagai terapi non farmakologi untuk penderita hipertensi.Salah satu tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan menggunakan teknik Guided Imagery sebagai bagian dari asuhan keperawatan. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan intervensi baru seperti penggunaan teknik Guided Imagery untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan teknik ceramah, yang meliputi pembagian materi promHosi seperti leaflet. Prosedurnya meliputi terapi Guided Imagery yang dilakukan selama 3 hari. Penelitian ini berpotensi untuk menilai kemanjuran teknik Guided Imagery dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi
NUR FADILAH
2025 · Thesis · Open Access
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya terus meningkat dan sering tidak disadari oleh penderitanya. Kurangnya kesadaran dalam perawatan mandiri dan minimnya dukungan keluarga dalam pengelolaan hipertensi berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian dan komplikasi penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi senam hipertensi sebagai intervensi nonfarmakologis terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan anggota yang menderita hipertensi di Kelurahan Pantai Amal RT 03 Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus terhadap dua keluarga yang memiliki anggota dengan riwayat hipertensi dan tidak rutin menjalani pengobatan medis. Intervensi dilakukan berupa pelatihan dan pelaksanaan senam hipertensi selama tiga kali seminggu dengan durasi 30 menit setiap sesi. Hasil pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi menunjukkan adanya penurunan tekanan darah yang signifikan pada kedua responden. Penerapan senam hipertensi terbukti menjadi upaya efektif dan aman dalam menurunkan tekanan darah serta meningkatkan kesadaran keluarga dalam perawatan hipertensi. Diperlukan edukasi berkelanjutan dan keterlibatan keluarga secara aktif untuk mendukung keberhasilan terapi nonfarmakologis ini.
KHASAN
2025 · Thesis · Open Access
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang umum terjadi dan dikenal sebagai “silent killer” karena sering tidak menunjukkan gejala awal. Penanganan hipertensi tidak hanya dilakukan secara farmakologis, namun juga dapat didukung dengan terapi nonfarmakologis, salah satunya adalah terapi pijat kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi pijat kaki dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di RT 12 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus terhadap dua responden dengan diagnosis hipertensi. Intervensi yang diberikan berupa terapi pijat kaki selama 3 hari berturut-turut, dengan frekuensi satu kali per hari dan durasi 15 menit per sesi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tekanan darah pada responden 1 mengalami penurunan dari 170/90 mmHg menjadi 145/85 mmHg, sedangkan pada responden 2 menurun dari 140/90 mmHg menjadi 125/85 mmHg. Rata-rata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 20 mmHg dan diastolik sebesar 5 mmHg. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa terapi pijat kaki efektif sebagai intervensi pelengkap dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Selain itu, intervensi ini juga meningkatkan partisipasi keluarga dalam pengelolaan perawatan, khususnya dalam memantau tekanan darah dan mendukung kepatuhan pengobatan. Terapi pijat kaki layak diterapkan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan komunitas dan keluarga secara holistik.
ELMIKA
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran monopoli pada materi sistem pernapasan manusia di kelas V-B SDN 015 Tarakan, serta mengetahui kelayakan media dan kemenarikan siswa terhadap media monopoli tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu, Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penilaian kelayakan media pembelajaran monopoli tersebut terdiri dari validasi ahli media, validasi ahli materi, dan validasi ahli praktisi. Hasil validasi media pembelajaran monopoli yang diperoleh dari ahli media sebesar 78% yang dikategorikan layak, ahli materi sebesar 84% yang dikategorikan sangat layak, dan ahli praktisi sebesar 87% yang dikategorikan sangat layak. Hasil angket kemenarikan siswa pada uji coba terbatas memperoleh persentase 96% yang dikategorikan sangat menarik dan pada uji coba lapangan memperoleh persentase 99% yang dikategorikan sangat menarik. Dengan demikian, media pembelajaran monopoli layak dan menarik digunakan pada materi sistem pernapasan manusia di kelas V SDN 015 Tarakan.
DEVI MIFTAHUL HASANAH
2025 · Thesis · Open Access
Halusinasi pendengaran merupakan gejala utama pada pasien skizofrenia yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Pendekatan non-farmakologi seperti terapi dzikir relavan diterapkan di Indonesia yang kaya nilai spiritual, khususnya dalam konteks keperawatan holistik yang memadukan aspek biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Tujuan: Menganalisis efektivitas terapi dzikir dalam menurunkan tanda dan gejala pada pasien halusinasi pendengaran. Metode: Menggunakan metode studi kasus yang dilakukan pada dua responden selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 20 menit, meliputi pengulangan kalimat istighfar, tasbih, tahmid dan takbir. Tingkat halusinasi yang diukur menggunakan skala AHRS (Auditory Hallucination Rating Scale) sebelum dan sesudah penerapan terapi dzikir. Hasil: Terjadi penurunan skor AHRS yang signifikan pada kedua responden: Tn.H dari 28 (kategori berat) turun menjadi 19 (kategori sedang) dan Tn.M dari 26 (kategori berat) turun menjadi 19 (kategori sedang). Kesimpulan: Terapi dzikir terbukti efektif dalam mengurangi gejala halusinasi pendengaran, meningkatkan ketenangan dan membantu pasien mengontrol persepsi sensori. Studi ini merekomendasikan terapi dzikir sebagai bagian dari asuhan keperawatan holistik berbasis spiritual, terutama di masyarakat dengan nilai religius yang kuat.
HAYKA SYAHLA NAFILA SETIAWAN
2025 · Thesis · Open Access
Stroke merupakan salah satu penyakit yang serius dan dapat menyebabkan hambatan mobilitas fisik pada klien. Hambatan mobilitas fisik ini dapat berdampak pada kehidupan sehari - hari klien karena menganggu aktivitas fisik lainnya karena klien mengalami kelemahan di salah satu sisi tubuh yang terpengaruh stroke, kelemahan ini bisa menimbulkan ketidak seimbangan dan kesulitan pada saat berjalan karena gangguan pada kekuatan otot, keseimbangan dan koordinasi gerak. Komplikasi akibat immobilisasi dapat dicegah dari kecacatan, dan dapat dihindari, salah satu intervensi yang dilakukan adalah latihan Range Of Motion (ROM) pada pasien. Tujuan dari kian ini adalah melakukan asuhan keperawatan pada klien dengan hambatan mobilitas fisik, Intervensi yang diberikan langsung pada klien Tn. I dan Tn. S yang di diagnosis stroke. Intervensi diberikan latihan ROM selama 5 hari dalam 2 kali pertemuan yaitu pada pagi dan sore hari. Hasil dari diberikan intervensi menunjukan kekuatan otot sebelum dilakukan latihan ROM didapatkan pada Tn. I kekuatan otot yaitu pada skala 3 pada tangan kanan, dan kaki kanan, kekuatan otot setelah dilakukan ROM menjadi skala 4. Sedangkan pada Tn. S kekuatan otot sebelum dilakukan latihan ROM didapatkan pada skala 2 pada tangan kanan, dan kaki kanan, kekuatan otot setelah dilakukan latihan ROM didapatkan skala 3. Sehingga dapat disimpulkan terdapat manfaat ROM terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke.
PUTRI AULIA ROHMADIANA
2025 · Thesis · Open Access
Penyandang disabilitas khususnya tunadaksa, memiliki risiko tinggi mengalami gangguan psikologis akibat stigma sosial, diskriminasi, dan penolakan dari lingkungan. Perilaku diskriminatif serta penolakan sosial dapat memberikan pengaruh negatif terhadap kesehatan mental penyandang disabilitas, yang dapat memicu timbulnya gejala depresi hingga akhirnya mengarah pada ideasi bunuh diri. Hal ini menunjukkan pentingnya intervensi yang tepat untuk membangun kembali harga diri, rasa percaya diri, serta makna hidup yang mungkin hilang akibat stigma dan diskriminasi yang mereka alami. Penulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas gratitude journal sebagai intervensi inovasi yang dapat membantu menurunkan ideasi bunuh diri pada pasien penyandang disabilitas. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan penerapan gratitude journal selama 6 hari. Terapi diberikan dengan durasi 10 sampai dengan 15 menit tiap sesinya. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen Revised-Suicide Ideation Scale (R-SIS) untuk menilai perubahan ideasi bunuh diri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan skor ideasi bunuh diri, serta peningkatan ekspresi positif pada pasien. Kesimpulan dari penulisan ini menunjukkan bahwa gratitude journal dapat menjadi intervensi psikososial yang efektif, sederhana, dan aplikatif dalam menurunkan risiko bunuh diri pada pasien penyandang disabilitas. Intervensi ini mampu memperkuat harga diri, meningkatkan penerimaan diri, serta mengurangi beban emosi negatif. Oleh karena itu, disarankan agar terapi ini dapat digunakan sebagai bagian dari intervensi keperawatan psikososial, khususnya pada kelompok pasien dengan risiko tinggi terhadap depresi dan ideasi bunuh diri.
RISKI REGITA CAHYANI
2025 · Thesis · Open Access
Kekerasan terhadap perawat, baik secara fisik maupun verbal, masih menjadi masalah serius di fasilitas kesehatan, terutama yang dipicu oleh ketidakpuasan pasien atau keluarga terhadap layanan yang tidak tersalurkan melalui sistem pengaduan resmi. Ketidakefektifan sistem pengaduan pasien kerap menyebabkan keluhan disampaikan secara langsung kepada perawat, sehingga meningkatkan risiko terjadinya konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya optimalisasi layanan pengaduan pasien sebagai strategi preventif dalam meningkatkan keselamatan kerja perawat. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus berbasis praktik klinik di ruang rawat inap dewasa Rumah Sakit Tarakan, dengan metode observasi partisipatif, wawancara, kuesioner, dan Project Based Learning (PBL). Intervensi dilakukan melalui pembuatan media edukatif berupa X-banner dan video edukasi mengenai alur pengaduan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman perawat dan pasien mengenai jalur pengaduan meningkat setelah dilakukan sosialisasi media edukatif. Evaluasi juga menunjukkan adanya penurunan potensi konflik langsung kepada perawat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media edukasi visual terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman jalur pengaduan dan berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan kerja perawat di ruang rawat inap. Rekomendasi ditujukan kepada manajemen rumah sakit untuk memperluas implementasi media informasi serupa di seluruh unit pelayanan.
SERLY SON
2025 · Thesis · Open Access
NUR WARDANI
2025 · Thesis · Open Access
Pasien kritis yang terpasang ventilasi mekanik sering mengalami gangguan pertukaran gas akibat akumulasi sekret di jalan napas, yang dapat menurunkan saturasi oksigen dan mengancam keselamatan pasien. Salah satu intervensi inovatif yang dapat diterapkan adalah kombinasi fisioterapi dada, elevasi kepala 45°, dan hiperoksigenasi selama prosedur close suction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi kombinasi tersebut terhadap perubahan nilai saturasi oksigen pada pasien dengan ventilator di ruang Intensive Care Unit (ICU). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada dua pasien di ruang ICU RSUD dr. H. Jusuf S.K Tarakan. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan mengukur nilai saturasi oksigen sebelum, selama, dan setelah dilakukan close suction yang disertai fisioterapi dada, elevasi kepala 45°, dan hiperoksigenasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan saturasi oksigen yang signifikan setelah dilakukan intervensi, yaitu dari rata-rata 94–95% menjadi 98–100%. Penerapan intervensi ini terbukti efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen dan membersihkan jalan napas pasien yang terpasang ventilator. Oleh karena itu, kombinasi fisioterapi dada, elevasi kepala 45°, dan hiperoksigenasi dapat direkomendasikan sebagai pendekatan keperawatan nonfarmakologis untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan di ruang ICU.
SITI AISYAH
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini dilatar belakangi karena rendahnya keterampilan membaca permulaan peserta didik kelas 1 sekolah dasar. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Flash Card Augmented Reality berbasis Assemblr Edu, mengetahui respon ketertarikan siswa terhadap media tersebut, serta mengukur efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa sekolah dasar. Metode dalam penelitian ini yaitu metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Prosedur pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian ini dilakukan di kelas 1A dengan jumlah 28 siswa di SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 92%, ahli materi 80%, ahli bahasa 80% dan praktisi 93% dan di kategorikan sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil respon siswa pada uji coba terbatas sebesar 99% dan uji coba lapangan sebesar 98%. Hasil angket respon siswa pada uji coba terbatas dan lapangan menunjukkan bahwa siswa sangat tertarik terhadap media Flash Card Augmented Reality berbasis Assemblr Edu. Saran dari penelitian ini adalah agar guru dapat memanfaatkan media Flash Card Augmented Reality yang dikembangkan dalam proses pembelajaran untuk membaca permulaan siswa kelas 1 sekolah dasar.
JUMAINI MUIS
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan media pembelajaran Puzzle yang layak digunakan dalam proses belajar mengajar. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang meliputi tahap Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Media Puzzle dibuat dari bahan Plywood dan dilengkapi dengan Flashcard sebagai media pendamping. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi awal, wawancara awal, validasi ahli, angket kemenarikan siswa dan dokumentasi. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa media ini sangat layak dan menarik, dengan skor validasi dari ahli media sebesar 85%, ahli materi 80%, dan praktisi 100%. Penilaian siswa terhadap kemenarikan media juga tinggi, yaitu 95,83% pada uji coba terbatas dan 94,50% pada uji coba lapangan. Ini menunjukkan bahwa media pembelajaran Puzzle menarik minat digunakan siswa dalam pembelajaran. The purpose of this research is to design and develop learning media puzzles that are feasible for use in the teaching and learning process. The method employed is research and development, utilizing the ADDIE development model, which encompasses the following stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. Puzzle media is made of plywood and equipped by flashcards as a complementary medium. The data were collected through observation, interviews, expert validation, student interest questionnaire, and documentation. The development results show that this media is very feasible and attractive, with validation scores from media experts of 85%, material experts 80%, and practitioners 100%. Student assessment of media attractiveness is high, namely 95.83% in the limited trial and 94.50% in the field trial. This shows that Puzzle learning media is interesting for students to use in learning
NOVI LESTARI
2025 · Thesis · Open Access
Sungai Kayan berada Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Sungai ini merupakan salah satu sungai terbesar yang memiliki peran penting bagi masyarakat sekitarnya baik dari segi ekonomi, sosial, maupun ekologi. Pemanfaatannya seperti sarana transportasi, perikanan, pertanian, sumber air bersih, pariwisata dan rekreasi, dari kegiatan masyarakat tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya pencemaran yang berdampak pada penurunan kualitas air Sungai Kayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan Indeks Pencemaran (IP) Sungai Kayan berdasarkan parameter fisika, kimia dan biologi. Metode yang digunakan pada penelitian ini deskriptif kuantitatif. Lokasi pengambilan sampel dilakukan pada empat stasiun mengunakan metode purposive sampling dan metode grab sampling lokasi Stasiun 1 terletak di Tanjung Palas, Stasiun 2 terletak di Tugu Cinta Damai, Stasiun 3 terletak di kawasan Instalasi PDAM dan Stasiun 4 di Selimau. Pengambilan sampel dilakukan pada waktu pagi dan sore hari dengan parameter fisika (suhu, kekeruhan, TSS dan TDS), kimia (pH, DO, BOD, COD, nitrat, fosfat, dan MBAS) dan biologi (E.coli). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat di sepanjang Sungai Kayan berpengaruh terhadap kualitas air Sungai Kayan hal ini berdasarkan pada nilai indeks pencemaran menunjukkan bahwa kualitas air di pengambilan pagi dan sore pada Stasiun 1 nilai IP 3,79 dan 3,91. Stasiun 2 nilai IP 3,55 dan 3,78. Stasiun 3 nilain IP 3,63 dan 4,98 kategori cemar ringan sedangkan Stasiun 4 masuk dalam kategori cemar sedang dan cemar ringan dengan nilai IP 5,86 dan 4,66 . Nilai Indeks Kualitas Air (IKA) yaitu 47,5 kondisi tersebut termasuk kategori kurang. Berdasarkan hasil penelitian perlu dilakukan pengelolaan dan monitoring secara berkelanjutan terhadap Sungai Kayan agar pemanfaatannya tidak menimbulkan resiko.
SISKA MELINDA SARI
2025 · Thesis · Open Access
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu yang memiliki tujuan mengamati hingga memikirkan solusi dari beberapa permasalahan yang terjadi di sekitar lingkunganya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam dimensi mandiri dan kreatif pada peserta didik kelas IV B SDN 043 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dengan menggunakan Teknik Simple Random Sampling (teknik sample acak sederhana). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan P5 dalam dimensi mandiri dan dimensi kreatif pada subjek A, B, C dan D memiliki berbagai macam perbedaan karakter. Subjek A dan B terlihat memiliki sikap berani, percaya diri, memiliki kreatifitas yang tinggi dan terlihat luwes dalam proses pembuatan projek serta berani bertanggung jawab terhadap projek yang telah dikerjakan. Subjek C dan D terlihat begitu pasif, monoton, kurang yakin atas karyanya sendiri dan tidak percaya diri bahkan sulit mempertanggung jawabkan hasil pekerjaannya dalam proses penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berbasis projek. Secara keseluruhan, penerapan Projek Penguatan profil Pelajar Pancasila ini tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kemampuan yang akan membentuk generasi penerus yang memiliki tanggung jawab, rasa percaya diri serta kreativitas yang tinggi.
MARTA
2025 · Thesis · Open Access
Numerasi merujuk pada kemampuan individu dalam menggunakan pengetahuan matematikanya untuk menyelesaikan permasalahan dari berbagai konteks kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan numerasi siswa kelas V B pada elemen bilangan di SD Negeri 032 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan tes numerasi dan angket wawancara. Peneliti mengambil 3 siswa sebagai representasi dari 1 kategori kemampuan tinggi, 1 kategori sedang, dan 1 kategori rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa kelas V B cenderung berhasil memenuhi indikator 1, 2, dan 4 yaitu mampu menggunakan berbagai macam angka dan simbol yang berkaitan dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah dalam konteks kehidupan sehari-hari, mampu membaca informasi pada tabel, dan mampu mengubah pecahan yang ditampilkan dalam bentuk simbol matematika ataupun gambar. Namun, cenderung belum memenuhi pada indikator 3, yaitu dapat menghitung menggunakan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Kesimpulannya menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa sudah mampu membaca dan menganalisis informasi pada tabel, namun belum mampu menghitung menggunakan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan.