Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

9.639 item publik

Publikasi

Halaman 134 dari 482

PENERAPAN TERAPI MUSIK KLASIK DALAM ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN

ANDINI AYU LESTARI PUTRI
2025 · Thesis · Open Access

Halusinasi merupakan gangguan persepsi yang menyebabkan seseorang merasakan sesuatu yang tidak nyata. Salah satu bentuknya adalah halusinasi pendengaran, yaitu kondisi di mana individu mendengar suara atau bisikan yang tidak berasal dari sumber eksternal. Suara tersebut sering kali bersifat memerintah dan dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Penanganan halusinasi tidak hanya dilakukan dengan terapi farmakologis, namun juga dapat dilakukan melalui pendekatan nonfarmakologis. Salah satu metode nonfarmakologis yang terbukti efektif adalah terapi musik klasik. Musik klasik memiliki irama yang tenang dan menimbulkan rasa damai, sehingga dapat membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi musik klasik dalam menurunkan tingkat halusinasi pendengaran pada klien dengan gangguan jiwa. Tiga orang klien dengan gangguan jiwa yang mengalami halusinasi pendengaran diberikan terapi musik klasik selama tiga hari. Sebelum dan sesudah terapi, dilakukan pengukuran tingkat halusinasi menggunakan Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Hasil menunjukkan penurunan skor yang signifikan. Pada hari pertama, Tn. R mengalami penurunan skor dari 25 menjadi 23 (kategori berat), Tn. A dari 36 menjadi 28 (kategori sangat berat ke berat), dan Tn. N dari 34 menjadi 26 (kategori sangat berat ke berat). Pada hari kedua, Tn. R dari 25 menjadi 21 (berat ke sedang), Tn. A dari 25 menjadi 22 (berat ke sedang), dan Tn. N dari 27 menjadi 23 (kategori berat, namun tetap menunjukkan penurunan). Pada hari ketiga, Tn. R dari 13 menjadi 10 (sedang ke ringan), Tn. A dari 24 menjadi 18 (berat ke sedang), dan Tn. N dari 22 menjadi 16 (kategori sedang). Selain penurunan skor Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS), respon emosional klien menunjukkan ketenangan dan kenyamanan setelah terapi. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi musik klasik efektif dalam menurunkan intensitas halusinasi pendengaran dan dapat dijadikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang mendukung pemulihan klien dengan gangguan jiwa.

IDENTIFIKASI JENIS DAN KARAKTER MOLEKULER HIU MARTIL DARI PERAIRAN TANAH KUNING KABUPATEN BULUNGAN MENGGUNAKAN DNA BARCODING

SARI GUSNUL QOTIMAH
2025 · Thesis · Open Access

Hammerhead shark is a species of shark with a distinctive hammer-like head shape and it is known as a top predator in the marine ecosystem. Its existence is important in maintaining the balance of the food chain, but its population is threatened by excessive exploitation. The purpose of this study was to identify the types and molecular characteristics of hammerhead sharks (Sphyrna sp.) from the waters of Tanah Kuning, Bulungan Regency, North Kalimantan, using morphological and molecular approaches through the DNA barcoding method. The study was conducted from December 2024 to March 2025 through a purposive sampling method, by taking five hammerhead shark specimens using a trawl. Identification was carried out through two approaches: (1) morphological analysis including morphometric including total length, head length, and fin shape; and (2) molecular analysis through the stages of DNA extraction, purity measurement, and mitochondrial COI gene amplification with PCR, electrophoresis, and DNA sequencing. Genetic validation was carried out using BLAST analysis and genetic distance calculations using the Tamura 3-Parameter model. The results of morphological identification showed that all samples had the characteristics of the Sphyrna lewini species. Molecular validation through BLAST showed a similarity level of 99.54-100% with GenBank data for Sphyrna lewini, and genetic distance analysis indicated a very close relationship between individuals. This study proved that DNA barcoding was effective for identifying hammerhead shark species and had the potential to support conservation and sustainable management of shark resources in Tanah Kuning waters.

STUDI BIOLOGI REPRODUKSI IKAN NEMO BETINA (Amphiprion ocellaris) DI PULAU MARATUA

ARIS FADILLAH
2025 · Thesis · Open Access

Ikan Nemo (Amphiprion ocellaris) ini merupakan spesies yang paling populer dalam perdagangan akuarium laut sehingga permintaan pasar meningkat menjadi populasi ikan Nemo (Amphiprion ocellaris) mengalami penurunan dengan cepat karena eksploitasi di alam yang terjadi secara terus menerus dan menyebabkan kerusakan habitat karang khususnya di pulau maratua. Berdasarkan hal tersebut perlu adanya pengembangan budidaya ikan nemo untuk mengimbangi tingginya permintaan pasar. Kajian terkait reproduksi ikan Nemo betina di wilayah perairan pulau maratua sebagai awalan untuk melakukan kegiatan budidaya Ikan Nemo. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari biologi reproduksi ikan Nemo betina yaitu panjang berat ikan dan tingkat kematangan gonad ikan. Penelitian ini dilakukan di pulau Maratua Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Pengambilan sampel sebanyak 4 kali selama sebulan dengan setiap pengambilan sampel sebanyak 17 ekor ikan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian menggunakan metode pendekatan dengan cara menghitung dan mengukur panjang, berat dan Tingkat Kematangan Gonad (TKG) ikan Nemo betina kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian bahwa hubungan panjang-berat yaitu nilai b = 1.048232 menunjukkan hubungan panjang, berat bersifat allometrik negatif. Tingkat kematang gonad didapatkan dari TKG I hingga TKG IV dengan Persentase Indeks Kematangan Gonad (IKG) yaitu IKG I 1,7 %, IKG II 2,8 %, IKG III 3,3 % dan IKG IV 13,1%, Penentuan indeks kematangan gonad (IKG) ini ditentukan dengan cara terpilih kepada jenis kelamin ikan nemo betina, bahwa nilai IKG dapat digunakan untuk menentukan nilai TKG ikan nemo betina, dari hasil penangkapan selama satu bulan yang terdapat matang gonad ikan betina hanya 14 ekor dari 68 sampel. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar bagi kebijakan pengelolaan perikanan ikan Nemo yang berfokus pada konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan.

Kinerja Deteksi Target dengan Algoritma Multiple-Signal-Classifier (Music) pada Radar Phased-MIMO

SELVIYANI
2025 · Thesis · Open Access

Kinerja Deteksi Target dengan Algoritma Multiple-Signal-Classifer (MUSIC) pada Radar Phased-MIMO ABSTRAK Perkembangan radar terkini menggunakan banyak antena mendukung kinerjanya terutama mendeteksi banyak target. Terdapat beberapa jenis radar multiantenna seperti radar phased-array (PhA) dan multiple-input multiple-output (MIMO). Terbaru dikembangkan teknologi radar yang merupakan kompromi dari kedua jenis radar tersebut yang dinamakan Phased-MIMO (PMIMO) sehingga radar ini memiliki keunggulan dapat mendeteksi banyak target dengan sinyal beam yang dapat diatur polanya. Penelitian ini diusulkan untuk mengamati kinerja deteksi radar dari radar PMIMO yang sebelumnya belum ada pengamatan untuk kinerja deteksi radar dengan metode Multiple-Signal-Classifier (MUSIC). Penelitian ini akan memformulasi sekaligus mengevaluasi kinerja deteksi terutama probabilitas deteksi radar usulan dengan pendekatan MUSIC yang sebelumnya telah dilakukan untuk radar PhA dan MIMO. Keefektifan kinerja deteksi radar usulan ini akan dibandingkan dengan radar sebelumnya dalam hal level SNR, jumlah subarray di transmitter, dan jumlah antenna pada transmitter-receiver radar. Peningkatan jumlah subarray Tx (W) tingkatkan kinerja radar, turunkan SNR minimum untuk Pd > 90%, terutama pada antenna 4 dan 10 elemen. Radar SMIMO dengan algoritma MUSIC dan subarray Tx-Rx capai Pd > 0,92 pada Pfa ~10⁻² dan SNR > -15dB, unggul dalam deteksi sinyal lemah. Kata kunci : Radar PMIMO, Multiple-Signal-Classifier (MUSIC), probabilitas deteksi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani kakao di desa mentun sajau kecamatan tanjung palas timur kabupaten bulungan

INDAH LESTARI
2025 · Thesis · Open Access

This study aimed to identify and analyze the factors influencing cocoa farming income in Metun Sajau Village, Tanjung Palas Timur District, Bulungan Regency. Cocoa is a commodity with substantial economic potential in the region, although its development is constrained by several challenges such as limited capital, suboptimal use of production inputs, and the continued reliance on traditional management practices. A quantitative research approach was employed, using multiple linear regression analysis to examine the effects of land area (X1), production costs (X2), and production volume (X3) on cocoa farmers' income (Y). Data were collected from 30 active cocoa farmers selected using a purposive sampling technique. The analysis revealed that, simultaneously, the three independent variables significantly influenced the income of cocoa farmers, as indicated by an F-test significance value of 0.000 (0.05). Partially, each variable also had a statistically significant effect, with p-values below 0.05. The coefficient of determination (R2) was 0.507, indicating that 50.7% of the variation in income could be explained by the combined effect of land area, production costs, and production volume. On average, farmers earned a net income of IDR 66,530,867 per hectare per year from cocoa farming. These findings emphasized the importance of optimizing land use, managing production costs efficiently, and increasing production output to improve farmers' income. The results were expected to serve as a reference for farmers, local governments, and private stakeholders in formulating strategies to enhance cocoa productivity and support the sustainable economic welfare of cocoa farmers in Bulungan Regency, particularly in Metun Sajau Village. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan usahatani kakao di Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Variabel independen yang dikaji meliputi luas lahan, biaya produksi, dan jumlah produksi, sedangkan variabel dependennya adalah pendapatan petani kakao. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Sampel yang digunakan sebanyak 30 petani kakao yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani kakao. Secara parsial, luas lahan, biaya produksi, dan jumlah produksi masing-masing juga berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,507 menunjukkan bahwa 50,7% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan lahan, efisiensi biaya, dan peningkatan produksi dalam upaya meningkatkan pendapatan petani kakao. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi petani, pemerintah, dan pihak terkait dalam merumuskan strategi peningkatan kesejahteraan petani kakao secara berkelanjutan.

DAMPAK RE-ALIGNMENT FLIGHT INFORMATION REGION (FIR) INDONESIA-SINGAPURA TAHUN 2022 TERHADAP WILAYAH INDONESIA

LINTA SHOLIHAT
2025 · Thesis · Open Access

Pasal 458 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan menyebutkan wilayah udara Indonesia yang pengelolaan navigasi penerbangannya dilimpahkan kepada negara lain harus sepenuhnya dikembalikan ke Indonesia dalam waktu 15 tahun. Bukannya menjalankan peratuan tersebut di 2024, justru pemerintah Indonesia membuat perjanjian tentang Re-alignment Flight Information Region (FIR) Indonesia-Singapura di Tahun 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dan manfaat Re-alignment FIR tersebut untuk wilayah Indonesia. Metode penelitian menggunakan tipe penelitian normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan analisis teks-teks hukum yang telah di tetapkan. Pengumpulan sumber data kualitatif dan mendeskripsikan hasil telaah permasalahan yang berkaitan dengan penelitian. Hasilnya adalah penguasaan kontrol lalu lintas udara di ketinggian 0-37.000 kaki di Kepulauan Riau dan Natuna di alihkan ke Singapura dan biaya jasa navigasi udara untuk Indonesia otomatis mendapatkan keuntungan lebih sedikit. Selain itu kurang optimalnya Indonesia dalam mengawasi secara langsung aktivitas udara oleh pesawat yang melintas secara ilegal. Manfaatnya kedua negara sepakat menempatkan beberapa orang personil sipil militer di Singapore Air Traffic Control Center (SATCC) agar tidak terjadi pelanggaran kedaulatan. Mutu layanan keselamatan penerbangan Indonesia meningkat terkhusus Kepulauan Riau dan Natuna dan di perolehnya diplomatic clearance. Saran untuk pemerintah dalam penelitian ini adalah teknologi pelayanan navigasi udara di masing-masing FIR Indonesia harus di optimalkan sehingga dari situ pemerintah sudah mampu untuk memperbarui kembali aturan mengenai pengendalian wilayah udara Indonesia yang masih di pegang negara lain untuk di kembalikan sepenuhnya kepada FIR Indonesia. Terakhir perlu adanya penetapan biaya jasa navigasi di dalam aturan yang berlaku untuk transparansi, dan akuntabilitas negara kepada publik.

Komparasi Efikasi Bacillus subtilis dan Lactobacillus acidophilus Dalam Menghambat Infeksi Vibrio parahaemolyticus Pada Udang Windu (Penaeus monodon)

ANDINI AISYAH NUR RAODA
2025 · Thesis · Open Access

Pemanfaatan bakteri sebagai probiotik dalam budidaya udang windu merupakan salah satu upaya preventif yang efektif untuk mengurangi risiko serangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas bakteri Bacillus subtilis dan Lactobacillus acidophilus dalam menghambat infeksi bakteri patogen Vibrio parahaemolyticus pada udang windu (Penaeus monodon). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2025 di Laboratorium Biologi Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Borneo Tarakan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pengujian secara in vitro dan in vivo. Konsentrasi bakteri yang digunakan dalam kedua pengujian tersebut adalah B. subtilis dan L. acidophilus masing-masing sebesar 10^8 CFU/mL, serta V. parahaemolyticus sebanyak 10^4 CFU/mL. Parameter yang diamati meliputi kemampuan daya hambat B. subtilis dan L. acidophilus, kelangsungan hidup, pola kematian, rata-rata waktu kematian (RWK), Relative Percentage Survival (RPS), kelimpahan bakteri, dan gejala klinis. Hasil uji in vitro menunjukkan bahwa L. acidophilus memiliki daya hambat yang lebih besar terhadap V. parahaemolyticus dengan rata-rata zona hambat sebesar 7,07 mm ± 4,94, dibandingkan B. subtilis yang hanya menghasilkan rata-rata zona hambat sebesar 2,18 mm ± 0,92. Data in vitro tersebut sejalan dengan hasil uji in vivo, di mana perlakuan L. acidophilus menunjukkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi, yaitu sebesar 69,67% ± 15,50, diikuti oleh perlakuan B. subtilis sebesar 43,00% ± 5,00. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa L. acidophilus memiliki potensi lebih besar sebagai agen probiotik untuk meningkatkan ketahanan udang terhadap infeksi V. parahaemolyticus.

ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN DENGAN PENERAPAN KOMPRES HANGAT UNTUK MENGURANGI NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANG REJO

JIRA
2025 · Thesis · Open Access

Selama masa kehamilan tubuh terus mengalami perubahan baik secara fisik maupun sistem kerja tubuh. Pertambahan ukuran dan volume janin maupun uterus dapat menekan pembuluh darah dan serabut syaraf disekitar tulang belakang. Penekanan dari kepala bayi dengan tulang punggung bawah menyebabkan ketidaknyamanan dan nyeri punggung pada Ibu hamil. Study Kasus ini menggunakan bentuk studi kasus dengan pendokumentasian metode SOAP. Subjek dalam study kasus ini adalah Ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo dengan memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan anamnesa, pemeriksaan fisik, kasus diolah dan dianalisis. Hasil penelitian diperoleh bahwa asuhan komplementer yaitu dengan memberikan kompres hangat kepada Ibu hamil trimeter III yang menderita nyeri punggung. Setelah pasien diberikan intervensi dengan mengompres hangat punggung untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil trimester III, hal ini perkuat dengan hasil wawancara dan mengisi lembar pengukuran skala nyeri kepada pasien bahwa asuhan komplementer dengan kompres hangat dapat mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil.

ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN DENGAN PENERAPAN KOMPRES HANGAT UNTUK MENGURANGI NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANG REJO

JIRA
2025 · Thesis · Open Access

Selama masa kehamilan tubuh terus mengalami perubahan baik secara fisik maupun sistem kerja tubuh. Pertambahan ukuran dan volume janin maupun uterus dapat menekan pembuluh darah dan serabut syaraf disekitar tulang belakang. Penekanan dari kepala bayi dengan tulang punggung bawah menyebabkan ketidaknyamanan dan nyeri punggung pada Ibu hamil. Study Kasus ini menggunakan bentuk studi kasus dengan pendokumentasian metode SOAP. Subjek dalam study kasus ini adalah Ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo dengan memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan anamnesa, pemeriksaan fisik, kasus diolah dan dianalisis. Hasil penelitian diperoleh bahwa asuhan komplementer yaitu dengan memberikan kompres hangat kepada Ibu hamil trimeter III yang menderita nyeri punggung. Setelah pasien diberikan intervensi dengan mengompres hangat punggung untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil trimester III, hal ini perkuat dengan hasil wawancara dan mengisi lembar pengukuran skala nyeri kepada pasien bahwa asuhan komplementer dengan kompres hangat dapat mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil.

ANALISIS USAHA TAMBAK TRADISIONAL DI KALIMANTAN UTARA (STUDI KASUS PETAMBAK DI KOTA TARAKAN)

NETI ANANTA
2025 · Thesis · Open Access

Usaha tambak tradisional merupakan bentuk budidaya perikanan yang masih mengandalkan cara konvensional, seperti penggunaan teknologi minim, sistem pengelolaan sederhana, dan ketergantungan pada kondisi alam. Penelitian ini bertujuan menganalisis produktivitas dan kelayakan ekonomi usaha tambak tradisional di Kalimantan Utara, dengan studi kasus pada petambak di Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui data primer dari 11 petambak dan data sekunder berupa data harga pembelian dari tiga pos pembelian udang. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata produksi udang windu per siklus sebesar 289,09 kg dengan penerimaan rata-rata Rp36.018.182. Namun, sebagian besar petambak belum mencapai titik impas (Break Even Point/BEP) dengan nilai tertinggi mencapai Rp66.395.889 dan terendah Rp 13.425.926, ditunjukkan oleh persentase nilai ROI (Return on Investment) berkisar antara 66% hingga 98% dan rasio Benefit-Cost (B/C), hanya dua dari sebelas responden yang menunjukkan nilai B/C 1, yang berarti mengalami (kerugian), enam responden berada pada nilai B/C = 1 (impas), dan tiga responden lainnya berada di atas angka 1 (menguntungkan). Menunjukkan bahwa usaha tambak tradisional secara umum belum sepenuhnya layak secara finansial karena masih belum mampu menutupi biaya produksi secara efisien. Meskipun demikian, terdapat peluang pengembangan usaha melalui efisiensi penggunaan input, pengelolaan budidaya yang lebih baik, bibit unggul, serta dukungan pemerintah berupa pelatihan, modal, dan penguatan pemasaran. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan dalam meningkatkan kesejahteraan petambak dan keberlanjutan usaha tambak tradisional.

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERLINDUNGAN DATA PRIBADI PADA TRANSAKSI PERBANKAN DI ERA DIGITAL

NURHIKMA INDRIYANI
2025 · Thesis · Open Access

Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara signifikan sistem transaksi dalam sektor perbankan, namun juga membawa risiko terhadap keamanan data pribadi nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaturan hukum serta pertanggungjawaban bank dalam melindungi data pribadi nasabah pada transaksi perbankan digital. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan studi kasus, termasuk insiden kebocoran data di Bank Syariah Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah memiliki berbagai regulasi seperti Undang- Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, serta sejumlah peraturan teknis dari OJK dan Kominfo, implementasi perlindungan data masih belum optimal. Ditemukan kelemahan pada aspek substansi hukum, struktur pengawasan, dan budaya hukum masyarakat yang cenderung permisif. Selain itu, belum terbentuknya lembaga otoritatif pelindung data serta minimnya harmonisasi regulasi menyebabkan ketidakpastian hukum. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan perlunya penguatan regulasi secara terintegrasi, pembentukan lembaga pengawas independen, serta peningkatan literasi hukum dan digital kepada masyarakat. Saran yang diajukan adalah perlunya sinergi antar-lembaga dan penerapan standar keamanan digital yang lebih ketat oleh perbankan guna memberikan perlindungan hukum yang efektif terhadap data pribadi nasabah.

Efektivitas video edukasi kesehatan reproduksi terhadap kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche di sekolah dasar

ANISA
2025 · Thesis · Open Access

Menarche merupakan fase penting dalam perkembangan remaja putri yang sering kali menimbulkan kebingungan, tidak percaya diri dan kekhawatiran jika tidak disertai dengan kesiapan yang memadai. Edukasi sejak awal diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media video edukasi terhadap kesiapan remaja putri sekolah dasar dalam menghadapi menarche. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group. Penelitian ini menggunakan total sampling yang berjumlah 30 responden. Sampel terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang diberikan media video edukasi dan kelompok kontrol yang diberikan e-book. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner kesiapan menarche dengan total 30 butir pertanyaan. Data dianalisis menggunakan uji Paired T-Test untuk mengetahui perbedaan rata-rata kesiapan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah diberikan perlakuan. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Pada kelompok kontrol p value 0,0260,005 dan kelompok intervensi p value 0,0010,005 yang berarti media video edukasi efektif terhadap kesiapan remaja putri menghadapi menarche. Dengan demikian, media video dapat menjadi metode edukasi yang interaktif dan efektif dalam edukasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja.