Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

9.639 item publik

Publikasi

Halaman 157 dari 482

THE EFFECTIVENESS OF USING THINK-PAIR-SHARE (TPS) TECHNIQUE ON READING SKILL IN RECOUNT TEXT FOR EIGHTH GRADE STUDENTS AT SMP N 11 TARAKAN

MARIA ULFAH
2025 · Thesis · Open Access

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek dari penggunaan teknik pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) dalam mengajar Reading Skill untuk siswa kelas delapan SMP Negeri 11 Tarakan. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan siswa dalam proses belajar-mengajar, penggunaan metode yang monoton dan berpusat pada guru, serta keterbatasan kosakata siswa yang menyebabkan kesulitan dalam memahami bacaan, seperti menemukan ide pokok, informasi spesifik, referensi, dan inferensi. Dengan desain one group pre-test and post-test, peneliti menggunakan pendekatan pre-eksperimental dan mengumpulkan data berdasarkan tes. Sampel penelitian adalah 29 siswa kelas delapan SMP Negeri 11 Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Temuan menunjukkan bahwa menggunakan TPS Technique selama mengajar sangat meningkatkan Reading Skill siswa kelas delapan. Sebelum diberikan treatment dengan menggunakan teknik TPS, nilai rata-rata pra-tes adalah 45,28. Setelah penerapan TPS selama empat kali pertemuan, nilai rata-rata pascates meningkat menjadi 72,45. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 27,17 poin dalam kinerja membaca siswa. Selanjutnya, hasil perhitungan uji-t adalah 10,72 dengan derajat kebebasan (df) 28. Nilai ini melebihi nilai t-kritis pada tingkat signifikansi 0,05, yang menunjukkan bahwa peningkatan tersebut signifikan secara statistik. Peningkatan keterampilan membaca siswa yang paling dominan adalah pada aspek Spesific Information, yang menunjukkan bahwa siswa paling unggul dalam menemukan informasi secara ekspilisit didalam teks. Untuk mendukung hasil ini, skor N-Gain juga dihitung, dan mencapai 0,6367 yang dikategorikan sebagai “sedang” yang berarti bahwa teknik TPS memiliki efek yang berarti dan terukur pada peningkatan keterampilan membaca siswa.  

ANALISIS MAKNA SIMBOL TARIAN LALATIP SUKU DAYAK TAHOL DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KABUPATEN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA

NOVIA PUTRI SARI
2025 · Thesis · Open Access

ANALISIS MAKNA SIMBOL TARIAN LALATIP SUKU DAYAK TAHOL DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KABUPATEN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK) ABSTRAK NOVIA PUTRI SARI, 2025 Analisis Makna Simbol Tarian Lalatip Suku Dayak Tahol Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara (Kajian Semiotik). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan (dibimbing oleh Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. dan Rita Kumala Sari, M.Pd.). Penelitian ini berutujuan untuk menganalisis makna simbol dalam tarian Lalatip yang merupakan warisan budaya dari Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Tarian ini mengandung berbagai tanda simbolik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkap makna yang terkandung didalam tarian Lalatip, serta memberikan kontribusi terhadap pemahaman dan pelestarian budaya lokal. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap elemen dalam tarian Lalatip memiliki makna simbolis yang mendalam, seperti simbol yang terdapat pada tarian Lalatip, yaitu alat musik gong dimaknai sebagai kekuatan leluhur, pakaian dengan motif manik-manik dimaknai sebagai persatuan dan estetika tradisional, sedangkan gerakan tari yang lincah dimaknai sebagai ketangkasan prajurit dalam menghadapi ancaman. Jumlah data yang dianalisis pada taria Lalatip, yaitu meliputi alat musik gong besar, gong sedang, gong kecil sebanyak 3 data, pakaian penari pria baju pupulut dan abagh sebanyak 2 data, pakaian penari wanita baju linantian dan rok linantian sebanyak 2 data, aksesoris penari laki-laki memiliki 5 data yaitu tupi susunduk, rarangkol/jangkol, holong sulou, papakol nulongon, papakol nukalayon, aksesoris penari wanita memiliki 7 data, yaitu salupai, inting-inting, Sulampoi, holong sulou, pipirot ringgit, pipirot sungkayon, batik nu popok, properti memiliki 7 data yaitu taut lalatip, perisai, mandau, sapuk, pingulu nu sapuk, papakol nu mato, tuntung nu agung dan gerakan tari memiliki 10 data. Keseluruhan data yang didapatkan pada penelitian ini adalah 36 data, penelitian ini berkontribusi dalam memberikan wawasan baru bagi pembaca mengenai pentingnya menjaga dan memahami simbolisme dalam seni tradisional.

ANALISIS MAKNA NGENTAU PADA PROSESI NEMALO’ SUKU DAYAK KENYAH LEPO’ TAU DESA MARA SATU KECAMATAN TANJUNG PALAS BARAT KABUPATEN BULUNGAN (KAJIAN SEMANTIK)

OKTOVIYANUS
2025 · Thesis · Open Access

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam tuturan ngentau pada prosesi nemalo’ suku Dayak kenyah lepo’ tau di desa Mara Satu kecamatan Tanjung Palas Barat kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan kajian semantik. Penelitian ini dilaksanakan pada 11 Februari 2025 s/d 22 Februari 2025 di desa Mara satu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah Bahasa Dayak kenyah, sumber data pada penelitian ini bersumber dari informan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menerapkan beberapa langkah dalam Teknik analisis, yang meliputi pengumpulan data yang berkaitan dengan kalimat tuturan pada ngentau suku Dayak kenyah lepo’ tau, data yang telah teridentifikasi akan diartikan atau diterjemahkan langsung kedalam Bahasa Indonesia, kemudian data yang telah diartikan kedalam Bahasa Indonesia tersebut diinterpretasikan dengan cara mengungkapkan makna yang terkandung dalam makna ngentau pada prosesi nemalo’ suku Dayak kenyah lepo’ tau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 27 data ngentau. Kalimat Ngentau dalam bentuk kiasan tentang ajaran maupun nasehat terdapat 8 data. Terdapat 19 data dalam bentuk kalimat dasar (denotatif).

KAJIAN ETNOBOTANI PESTA BUDAYA MEJA PANJANG SUKU DAYAK DI DESA PIMPING SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

ADELYA SETIA NIRMALA
2025 · Thesis · Open Access

The Dayak tribe maintains and preserves the culture and customs inherited from their ancestors, one of which is through the tradition of the Long Table Cultural Feast. In this cultural feast, the Dayak community utilizes the surrounding natural resources, such as fruits and vegetables as serving ingredients, as well as other local plants for table making and decoration, which are done in mutual cooperation. However, in the midst of globalization, this form of traditional knowledge is increasingly subject to attrition and faces significant risks of endangerment. Through an ethnobotanical study approach, this research aims to explore the local knowledge system regarding the utilization, function, and cultural significance of plants within the context of the Long Table tradition. The research was conducted with a qualitative method using a narrative research design, through in-depth interviews, direct observation, and document analysis, with participants consisting of the customary head, chairman of the activity committee, village head, and the community directly involved. The results showed that there were 27 plant species from 16 families, with details of 16 species utilized as food, 4 as decoration, 4 as equipment, 3 as food wrappers, and 5 as musical instruments. Some species have multiple functions that are full of symbolic meaning, enriching the cultural values contained in the tradition. The culture reflected in this practice is the result of a system of ideas, feelings, actions, and works that are formed and passed on through the process of social learning. Therefore, the integration of ethnobotanical-based local knowledge into biology learning has great potential in improving students' understanding of biodiversity concepts while fostering respect and appreciation for local cultural wisdom.

TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN ANAK YANG DILAKUKAN OLEH AYAH SAMBUNG (Studi Kasus Putusan Perkara Nomor: 318/Pid.Sus/2022/PN. Sbr)

TRIO VERA JATININGRUM
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku persetubuhan terhadap anak yang dilakukan oleh ayah sambung. Serta untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam putusan perkara pidana Nomor: 318/Pid.Sus/2022/PN.Sbr. Seluruh sumber bahan hukum yang diperoleh dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Teknik pengumpulan sumber bahan hukum dilakukan dengan metode studi kepustakaan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis sumber bahan hukum primer, dan sekunder. Metode penelitian menggunakan jenis pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penilitian hukum normatif. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa pertanggungjawaban pidana pelaku persetubuhan pada anak yang dilakukan oleh ayah sambung dikenakan sanksi administratif melalui Komisi Kode Etik Profesi Polri (KKEP), termasuk rekomendasi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan sanksi pidana berasal dari sistem peradilan pidana. Pertimbangan hukum hakim dalam putusan perkara Nomor: 318/Pid.Sus/2022/PN.Sbr berdasarkan dakwaan penuntut umum didasarkan pada alat-alat bukti berupa keterangan saksi-saksi, alat bukti surat yaitu visum et repertum dan keterangan terdakwa serta fakta-fakta lengkap di depan persidangan terdakwa melakukan tindak pidana kekerasan yang memaksa anak untuk bersetubuh telah melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UndangUndang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 81 ayat (3) jo Pasal 76D.

ANALISIS PENERAPAN SANKSI PIDANA KEBIRI KIMIA BAGI PELAKU TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN ANAK( Studi Kasus Putusan No 69/Pid.Sus/2019/PN.Mjk)

NUR RHAMADANIA
2025 · Thesis · Open Access

Kejahatan seksual terhadap anak merupakan permasalahan serius yang memerlukan tindakan hukum yang tegas. Salah satu bentuk sanksi yang diterapkan di Indonesia adalah kebiri kimia, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 dan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penerapan sanksi kebiri kimia bagi pelaku tindak pidana persetubuhan anak serta dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi tersebut, khususnya dalam perkara Nomor 69/2019/Pid.Sus/PN.Mjk. metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kebiri kimia bertujuan untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan melindungi anak sebagai korban. Namun, kebijakan ini menuai pro dan kotra, terutama terkait dengan aspek hak asasi manusia dan kode etik kodokteran. Dalam kasus yang diteliti, hakim menjatuhkan pidana tambahan kebiri kimia setelah mempertimbangkan unsur-unsur kejahatan yang memberatkan, termasuk dampak fisik dan psikologis terhadap korban. Kesimpulannya, penerapan kebiri kimia sebagai pidana tambahan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dalam implementasinya, termasuk resitensi dari organisasi profesi medis dan perdebatan etis serta hukum. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi berkelanjutan dan sinergi antara lembaga terkait untuk memastikan efektivitas kebijakan ini dalam menekan angka kejahatan seksual terhadap anak.

Analisis Performa Baterai Pack Rakitan Kapasitas 72Volt 20Ah pada Motor Listrik Beatrix di Daerah Kota Tarakan

M RIZAL S
2025 · Thesis · Open Access

Kendaraan listrik merupakan solusi ramah lingkungan karena sumber tenaganya berasal dari baterai. Salah satu contohnya adalah sepeda motor listrik Beatrix, yang menggunakan baterai rakitan berkapasitas 72 Volt 20 Ah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja baterai pack rakitan yang digunakan pada Beatrix di lingkungan Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan beberapa variabel seperti kondisi lingkungan dan jarak tempuh. Kinerja yang dianalisis adalah konsumsi tegangan, kapasitas, daya, dan temperatur baterai selama proses discharging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi tegangan tertinggi terjadi pada kondisi cuaca panas yaitu 6,50 volt, sedangkan tegangan terendah terjadi pada kondisi cuaca hujan yaitu 2,27 volt. Untuk konsumsi kapasitas baterai tertinggi terjadi pada kondisi cuaca panas yaitu 4,30 Ah dan kapasitas terendah terdapat pada kondisi cuaca hujan yaitu 2,13 Ah. Diferensiasi temperatur baterai tertinggi terdapat pada kondisi cuaca panas yaitu 5,3°C sedangkan diferensiasi temperatur baterai terendah terdapat pada kondisi cuaca hujan dan malam hari yaitu 1,0°C. Konsumsi daya baterai tertinggi terdapat pada kondisi cuaca panas yaitu 26,22 Wh dan konsumsi daya terendah terdapat pada kondisi cuaca hujan yaitu 4,84 Wh. Konsumsi daya spesifik baterai tertinggi terdapat pada kondisi cuaca panas yaitu 2,62 Wh/km dan konsumsi daya spesifik terendah terdapat pada kondisi cuaca hujan yaitu 0,48 Wh/km.

Perbandingan Reduplikasi Bahasa Indonesia dengan Bahasa Tidung di Desa Tengku Dacing Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung (Kajian Analisis Kontrastif)

SOFIA
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan bentuk dan makna reduplikasi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Tidung di Desa Tengku Dacing, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, rekaman, dan pencatatan terhadap penutur asli bahasa Tidung. Analisis dilakukan dengan metode agih dan kajian analisis kontrastif untuk mengungkap persamaan dan perbedaan reduplikasi secara morfologis dan semantis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam bahasa Indonesia terdapat empat jenis reduplikasi, yaitu reduplikasi seluruh, reduplikasi sebagian, reduplikasi dengan afiksasi, dan reduplikasi dengan perubahan fonem. Sementara itu, dalam bahasa Tidung ditemukan tiga jenis reduplikasi, yaitu reduplikasi seluruh, reduplikasi sebagian, dan reduplikasi berafiks sederhana. Secara semantis, fungsi reduplikasi dalam kedua bahasa relatif serupa, yakni untuk menyatakan makna jamak, intensitas, pengulangan, dan keragaman. Namun, secara morfologis, bahasa Indonesia menunjukkan sistem reduplikasi yang lebih kompleks dan variatif dibandingkan bahasa Tidung yang lebih sederhana, sistematis, dan terbatas produktivitasnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun kedua bahasa memiliki kesamaan dalam penggunaan reduplikasi, terdapat perbedaan mencolok dari segi struktur dan bentuk yang dipengaruhi oleh karakteristik linguistik bahasa masing-masing. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan linguistik, pelestarian bahasa daerah, serta pengajaran bahasa Indonesia dan bahasa Tidung.

Analisis Performa Motor Listrik Konversi Menggunakan Gear Set Pulley Komersial

SHOLAHUDDIN HANIF
2025 · Thesis · Open Access

Kendaraan listrik saat ini telah banyak digunakan di masyarakat Indonesia. Namun, dengan harga kendaraan listrik yang masih mahal, maka cara alternatifnya adalah dengan mengkonversi kendaraan motor bakar menjadi kendaraan listrik atau biasa disebut kendaraan listrik konversi. Dalam kendaraan listrik konversi, sistem transmisi daya menjadi hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa sistem transmisi motor listrik konversi menggunakan gear set pulley komersial yang dibandingkan dengan sistem transmisi statis pada kendaraan listrik konversi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pengujian eksperimental kuantitatif dengan cara menguji kendaraan listrik konversi pada kondisi tanpa beban dan dengan beban dengan variasi jarak 100 hingga 200 meter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gear set pulley memiliki performa lebih baik dibandingkan transmisi statis dengan mencapai kecepatan rata-rata 50,8 km/jam pada jarak 100 meter dengan waktu tempuh 10 detik. Sementara kecepatan sudut puli 2 mencapai 992,4 rad/s pada bukaan throttle 100%, menunjukkan performa tertinggi dibandingkan transmisi statis. Kecepatan sudut puli 1 juga optimal di angka 407 rad/s pada bukaan throttle 100%. Dapat disimpulkan bahwa gear set pulley lebih efisien dalam mentransfer tenaga dan meningkatkan kecepatan kendaraan listrik "Beatrix".

Pengamatan fonologis anak tunagrahita dalam gangguan berbicara di SLB Negeri Tarakan

NURUL AULIYAH AZZAHRA
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan menganalisis karakteristik fonologis pada anak tunagrahita dengan gangguan berbicara di SLB Negeri Tarakan. Subjek penelitian adalah seorang anak bernama DW yang mengalami kesulitan dalam memproduksi bunyi, khususnya pada pengucapan fonem tertentu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan rekaman. Data yang dianalisis terdiri atas 87 kata yang diucapkan oleh DW. Hasil penelitian menunjukkan adanya gangguan fonologis berupa perubahan, penghilangan, dan penyederhanaan kata. Contohnya, kata "pecah" diucapkan menjadi "peta", dan "cantik" menjadi "tantit", menunjukkan penggantian fonem /ʧ/ dengan /t/. Pada kasus penghilangan fonem, kata "telor" menjadi "telo", dan "aduk-aduk" menjadi "ado-ado", menghilangkan fonem /r/ dan /k/. Gangguan ini berkaitan dengan lemahnya kontrol motorik alat ucap seperti lidah dan bibir, serta keterbatasan kognitif yang memengaruhi persepsi fonem. Anak menunjukkan kecenderungan menyederhanakan struktur suku kata dan mengganti bunyi yang sulit dengan bunyi yang lebih mudah diucapkan. Penelitian ini memberikan gambaran penting tentang pola fonologis anak tunagrahita dan dapat menjadi referensi bagi guru dan terapis dalam menyusun strategi pembelajaran serta terapi wicara yang lebih tepat.

DESKRIPSI GAYA BELAJAR SISWA KELAS III-A DI SDN 015 TARAKAN

ROSLIN HASYIM
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini berfokus pada deskripsi siswa kelas III-A di SDN 015 Tarakan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di kelas III-A SDN 015 Tarakan. Informan pada penelitian ini ialah 3 siswa sebagai sampel penelitian yang merupakan keterwakilan siswa dengan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik, yang terpilih melalui teknik pemilihan sampel purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas III-A SDN 015 Tarakan memiliki gaya belajar yang beragam terdiri dari gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Hal tersebut ditunjukkan oleh 3 siswa kelas III-A SDN 015 Tarakan yang merupakan sampel penelitian. Siswa yang memiliki gaya belajar visual ditandai dengan S1, menunjukkan karakteristik memiliki gaya belajar visual yaitu lebih mudah memahami materi pembelajaran melalui pengelihatan daripada pendengaran dan lebih mudah menerima intruksi melalui yang dilihatnya. Sampel penelitian yang memiliki gaya belajar auditori ditandai dengan S2, menunjukkan karakteristik memiliki gaya belajar auditori yaitu lebih antusias dan memahami materi pembelajaran melalui penjelasan guru daripada membaca dan ketika berargumentasi cenderung berintonasi. Sampel penelitian yang memiliki gaya belajar kinestetik ditandai dengan S3, menunjukkan karakteristik memiliki gaya belajar kinestetik yaitu lebih mudah memahami materi pembelajaran jika dipelajari melalui peragaan materi pembelajaran dan ketika berargumentasi cenderung menggerakkan tanganya.

Analisis Faktor-Faktor Degradasi Moral Siswa Kelas V SDN 003 Lumbis Kabupaten Nunukan

METTRIANI MUDIK
2025 · Thesis · Open Access

ANALISIS FAKTOR –FAKTOR DEGRADASI MORAL SISWA KELAS V SDN 003 LUMBIS KABUPATEN NUNUKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan degradasi moral siswa Kelas V SDN 003 Lumbis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di SDN 003 Lumbis pada tahun ajaran 2023/2024. Instrumen penelitian pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai pendukung dalam penelitian ini. Subjek penelitian berjumlah empat siswa kelas V SDN 003 Lumbis. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini triangulasi metode dan triangulasi Sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi faktor penyebab degradasi moral siswa kelas V SDN 003 Lumbis adanya faktor utama, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Moral siswa disebabkan faktor internal, seperti kurangnya pemahaman moral, lemahnya kontrol diri, serta faktor eksternal, seperti lingkungan keluarga yang kurang mendukung pendidikan moral, faktor teman sebaya, dan penggunaan teknologi yang tidak terkontrol. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dan orang tua dalam membangun karakter siswa yang lebih baik.

ANALISIS PUTUSAN NOMOR: 182/PID.B/2023/PN.TAR DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PENIPUAN BERBASIS ONLINE

FITRI
2025 · Thesis · Open Access

Penipuan berbasis online merupakan salah satu bentuk nbnvkejahatan siber yang semakin marak terjadi seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Kejahatan ini sering kali sulit diidentifikasi dan diatasi karena pelaku memanfaatkan media digital untuk melakukan aksi penipuan yang merugikan korban secara finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pidana terhadap tindak pidana penipuan berbasis online serta mempertimbangkan dasar hukum yang digunakan dalam putusan perkara pidana Nomor: 182/Pid.B/2023/PN Tar.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan yang mencakup peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta putusan pengadilan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kasus ini, penerapan pidana terhadap pelaku penipuan online masih menggunakan Pasal 378 KUHP, yang mengancam pelaku dengan pidana penjara maksimal 4 tahun. Padahal, kejahatan yang dilakukan lebih relevan dengan Pasal 28 ayat (1) UU ITE yang m engatur tentang penipuan berbasis online, dengan ancaman pidana lebih berat, yaitu 6 tahun penjara dan/atau denda maksimal 1.000.000.000 miliar rupiah.Putusan hakim dalam kasus ini memberikan hukuman 2 tahun penjara kepada terdakwa tanpa adanya pertimbangan ganti rugi bagi korban. Hal ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam perlindungan hukum bagi korban penipuan berbasis online. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar dalam kasus serupa, hakim lebih mempertimbangkan penggunaan UU ITE untuk memberikan efek jera kepada pelaku serta keadilan yang lebih optimal bagi korban.

Penerapan Model Pembelajaran Open-Ended Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV SDN Utama 1 Tarakan

MEGASYIFA FAJRA VIRGASHA
2025 · Thesis · Open Access

Proses pembelajaran harus menggunakan pendekatan saintifik, dalam pendekatan saintifik siswa diharapkan memiliki berbagai keterampilan salah satunya keterampilan berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis sangat penting untuk dilatih selama pembelajaran dikelas, karena siswa dengan kemampuan berpikir yang baik mampu memberi dampak dalam penyelesaian masalah dengan strategi yang tepat. Oleh karena itu, siswa membutuhkan model pembelajaran yang tepat pada proses peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa. Penggunaan model pembelajaran Open-Ended dapat menjadi inovasi bagi guru dan siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas guru, aktivitas siswa dan keterampilan berpikir kritis siswa melalui model pembelajaran Open-Ended di kelas IV SDN Utama 1 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang dilakukan dalam dua siklus dengan subjek penelitian berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data mengenai keterampilan berpikir kritis dengan menggunakan instrument tes, lembar observasi dan lembar wawancara. Hasil tes keterampilan berpikir kritis siswa dalam aspek kognitif pada siklus I yang diperoleh sebesar 53,57%, hasil pengamatan aktivitas siswa dalam aspek afektif dan psikomotorik siklus I dengan jumlah presentase keseluruhan adalah 81,47%, hasil pengamatan aktivitas guru siklus I dengan presentase 81,25%. Masuk pada siklus II hasil tes keterampilan berpikir kritis siswa dalam aspek kognitif sebesar 98,85%, hasil pengamatan aktivitas siswa dalam aspek afektif dan psikomotorik siklus II dengan presentase 89,81%, hasil pengamatan aktivitas guru siklus II dengan presentase 91,07% terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dari siklus I ke siklus II. Peningkatan nilai hasil tes keterampilan berpikir kritis siswa dihitung secara klasikal sebesar 45,27%. Jadi dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran Open-Ended dinyatakan layak dan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran.

Meningkatkan Kemampuan Membaca Huruf dan kata dalam membaca permulaan melalui metode struktural analitik dan sintetik (SAS) pada siswa kelas II A SDN 032 Tanjung Batu Tarakan

NUR AKIRA SAKIRA
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui metode Struktural Analitik dan Sintetik. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di SDN 032 Tanjung Batu Tarakan. Adapun subjek penelitian ini yang terdiri dari 30 siswa dengan jumlah siswa laki-laki 15 siswa dan siswa perempuan sebanyak 15 siswa. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak II siklus. Prosedur tiap siklus yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Struktural Analitik dan Sintetik (SAS) dapat meningkatkan kemampuan membaca huruf dan kata dalam membaca permulaan siswa kelas II A SDN 032 Tanjung Batu Tarakan. Pada siklus I hasil tes kemampuan membaca permulaan diperoleh data sebesar 70% siswa yang tuntas atau masuk dalam level pembaca berkembang dan mandiri dari jumlah keseluruhan siswa, pada aspek afektif siswa diperoleh data sebesar 57% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik siswa diperoleh data sebesar 50% siswa yang tuntas. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan, hasil tes kemampuan membaca permulaan diperoleh data sebesar 80% siswa yang tuntas atau masuk dalam level pembaca mandiri, pada aspek afektif siswa diperoleh data sebesar 83% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik siswa diperoleh data sebesar 87% siswa yang tuntas. Hasil penilaian tes kemampuan membaca permulaan siswa telah mencapai indikator keberhasilan sehingga peneliti menghentikan siklus dalam penelitian ini.

KEANEKARAGAMAN JAMUR MAKROSKOPIS DI KAWASAN HUTAN PENELITIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN DAN ANALISIS KETERKAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN BIOLOGI

MUNIRA
2025 · Thesis · Open Access

Macroscopic fungi are a group of fungi that are relatively large in size, easily visible to the naked eye, can be held and picked, and typically thrive in moist environments rich in organic matter. Their growth is influenced by shaded conditions and high humidity, such as in the Research Forest of Borneo Tarakan University. This area, characterized by dense and large trees, allows minimal sunlight to reach the forest floor, creating a damp microclimate conducive to vigorous fungal growth. Considering the impact of land-use changes on forest ecosystem structure, this study aimed to investigate the diversity and dominance of fungi within the area. This quantitative research employed an exploratory survey method with purposive sampling, focusing on moist habitats favored by fungi. Morphological observations were conducted using identification keys. Samples were collected from 20 plots each measuring 15x15 meters, resulting in 2,020 individual fungi identified across 13 families and 30 species. The calculated diversity index was 1.757, indicating a moderate level of diversity, while the dominance index was 0.276, suggesting low dominance. Environmental conditions in the study area were within the optimal range for fungal growth. The findings of this study can be integrated into biology learning, particularly within Basic Competencies 3.7 and 4.7 of the Grade X 2013 Curriculum. This competency requires students to be able to group fungi based on morphological characteristics and understand the role of fungi in various aspects of daily life.

Pengaruh media cangkok terhadap pertumbuhan akar cangkok tanaman mangga madu (mangifera indica L.)

FADIL MUHAMMAD DARMANSYAH
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis media cangkok terhadap pertumbuhan akar tanaman mangga madu (Mangifera indica L.). Teknik cangkok merupakan salah satu metode perbanyakan vegetatif yang memungkinkan tanaman memiliki sifat yang sama dengan induknya serta lebih cepat berbuah dibandingkan dengan metode generatif. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan, yaitu P0 (tanah), P1 (tanah + serbuk kayu), P2 (tanah + arang sekam), dan P3 (tanah + cocopeat), masing-masing diulang enam kali. Pengamatan dilakukan pada parameter panjang akar, jumlah akar, jumlah tunas, dan persentase keberhasilan cangkok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media cangkok berpengaruh terhadap pertumbuhan akar tanaman mangga madu (Mangifera indica L.). Media arang sekam (P2) memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan panjang dan jumlah akar serta jumlah tunas dibandingkan perlakuan lainnya. Persentase keberhasilan cangkok mencapai 100% untuk semua perlakuan. Media arang sekam terbukti dapat mempertahankan kelembapan serta menyediakan aerasi yang baik, sehingga mendukung perkembangan akar secara optimal. Sementara itu, media cocpeat dan serbuk kayu juga memberikan hasil cukup baik tetapi tidak seoptimal arang sekam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referansi dalam perbanyakan vegetatif tanaman mangga madu (Mangifera indica L.) menggunakan teknik cangkok dengan media yang optimal.

PENERAPAN TEKNIK ROLEPLAY DALAM BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PERILAKU BULLYING FISIK DI SMPN 1 TANJUNG SELOR

SYELA DWI ASYARI HARAHAP
2025 · Thesis · Open Access

Syela Dwi Asyari Harahap 2025. Penerapan Teknik Roleplay Dalam Bimbingan Kelompok Terhadap Perilaku Bullying Fisik di SMP Negeri 1 Tanjung Selor 2025/2026. Pembimbing Utama Emmy Ardiwinata, M.Pd, Pembimbing Kedua Tri Cahyono, M.Pd. Bullying fisik adalah perilaku agresif yang berulang, disengaja dan memiliki tujuan untuk menyakiti, merendahkan atau mendominasi orang lain, secara emosional, fisik atau mental. Tindakan bullying fisik bisa terjadi dalam berbagai konteks, seperti di sekolah, tempat kerja, atau ditempat umum antara lain memukul, menendang, mencubit, dan mendorong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perubahan penurunan perilaku bullying fisik di SMP Negeri 1 Tanjung Selor menggunakan teknik roleplay, roleplay merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan sebagai alternatif penurunan perilaku bullying fisik dan sistem pendukung yang sangat baik membantu mencegah juga menyelesaikan konflik permasalahan, metode pelaksanaan layanan dengan menggunakan permainan peran yaitu dengan tujuan memberikan siswa agar dapat memahami, melaksanakan dan menafsirkan peran tertentu. Penelitian ini termasuk dengan penelitian eksperimen dengan populasi 244 siswa dan menggunakan Teknik pengambilan sampel random sampling sebanyak 10 siswa. Teknik analisis hasil uji hipotesis yang diperoleh Ha diterima dan Ho ditolak dikarenakan nilai signifikasi 0,000 0,05 dan nilai hitung 16.666 > 2.101. sehingga ada pengaruh pada perubahan penurunan pada Perilaku Bulllying fisik melalui roleplay pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tanjung Selor.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Generasi Z Tentang Penyakit Menular Seksual

NINDY SAFITRI
2025 · Thesis · Open Access

Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual, ditandai dengan gejala seperti ruam, lepuh, keputihan, dan nyeri di area kelamin. Beragam jenis PMS, termasuk chlamydia, gonore, sifilis, herpes, HPV, dan HIV, menjadi ancaman kesehatan global. WHO memperkirakan sekitar 350 juta kasus baru PMS terjadi setiap tahun di negara berkembang, termasuk Indonesia. Di Kalimantan Utara pada tahun 2023, angka kumulatif HIV/AIDS mencapai 1.425 kasus, dengan 229 kasus baru, dan 488 kasus PMS lainnya. Kota Tarakan mencatat jumlah tertinggi, yaitu 653 kasus HIV/AIDS kumulatif, 109 kasus baru, dan 459 kasus PMS lainnya. Pencegahan PMS memerlukan informasi yang akurat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat pengetahuan generasi z tentang PMS. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode deskriptif dengan sampel 115 mahasiswa. Kuesioner digunakan sebagai instrumen, dan data dianalisis secara deskriptif menggunakan perangkat lunak, disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang PMS, yaitu 94 orang (81,7%). Mayoritas karakteristik responden berusia 21 tahun 48 orang (41,7%) dan berusia 22 tahun 47 orang (40,9%). Responden didominasi perempuan (86%) dan beragama Islam (67%). Pekerjaan orang tua responden sebagian besar adalah buruh (20,9%), dan sebagian besar responden tidak bekerja (88,7%). Mayoritas responden memperoleh informasi tentang PMS dari media elektronik yaitu sebanyak 68 orang. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan generasi z, khususnya mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2021, mengenai PMS berada dalam kategori baik.