HERIYA
2025 · Thesis · Open Access
Kesehatan mental mahasiswa baru perantau merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan, terutama dalam proses adaptasi terhadap lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor kesehatan mental mahasiswa baru perantau di Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 299 mahasiswa baru perantau yang dipilih dengan teknik insidental sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini, faktor biologis diukur melalui identifikasi riwayat penyakit, faktor psikologis diukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21), faktor sosial budaya yang dinilai berdasarkan suku dan tempat asal responden serta faktor lingkungan diukur melalui kuesioner yang disusun oleh peneliti berdasarkan indikator kondisi lingkungan tempat tinggal mahasiswa baru perantau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor biologis mayoritas mahasiswa baru perantau berada dalam kondisi kesehatan fisik yang baik. Faktor psikologis mahasiswa baru perantau pada skor total responden bahwa mayoritas responden dalam kategori Sedang (38,7%), diikuti tingkat depresi mayoritas responden dalam kategori Sedang (49,8%), tingkat kecemasan mayoritas responden dalam kategori Sedang (37,5%) dan tingkat stres mayoritas responden dalam kategori Normal (65,9%). Faktor sosial budaya menggambarkan bahwa mahasiswa baru perantau berasal dari berbagai suku dan tempat asal, dengan mayoritas berasal dari suku Bugis dan Jawa serta tempat asal Nunukan/Sebatik. Sementara itu, faktor lingkungan menunjukkan bahwa mayoritas responden berada dalam kategori lingkungan mendukung. Hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang kondisi kesehatan mental mahasiswa baru perantau dan dapat menjadi acuan bagi institusi pendidikan dalam menyediakan dukungan yang lebih optimal bagi mahasiswa baru agar dapat beradaptasi dengan baik.
EKA FITRIA
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tingkat volatilitas harga saham berdasarkan karakteristik perusahaan yang meliputi profitabilitas, leverage dan firm size. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif dengan metode deskriptif. Adapun teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor energi yang terdaftar di BEI selama periode 2019-2023 yang mempublikasikan laporan keuangan dan aktif memperdagangkan sahamnya selama periode penelitian dengan jumlah sampel sebanyak 10 perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (GARCH). Hasil penelitian menunjukkan 40% perusahaan berada pada volatilitas tinggi dengan tingkat profitabilitas yang sama tingginya, sementara itu 50% perusahaan berada pada level volatilitas tinggi namun dengan tingkat profitabilitas yang rendah. Selanjutnya, sebanyak 50% perusahaan berada pada level volatilitas tinggi dengan leverage yang tinggi, sedangkan 40% perusahaan ada pada tingkat volatilitas tinggi dengan leverage yang rendah. Hanya ada 10% perusahaan yang berada dalam kondisi volatilitas rendah dengan karakteristik tertentu yaitu profitabilitas yang tinggi, leverage yang rendah, dan firm size yang besar.
RISKY RAMADHANI MAULANA SYIHAB
2025 · Thesis · Open Access
Ikan Bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting di Indonesia. Daging ikan bandeng mengandung protein 20-24%, lemak 4-8%, dan mineral 1,2-1,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi minyak jeroan ikan bandeng (Chanos chanos) yang dimurnikan menggunakan adsorben Magnesol XL. Metode penelitian ini menggunakan Deskriptif, Metode ini menggunakan 4 pengujian Rendeman, Asam Lemak Bebas/Free Fatty Acid (FFA), Peroksida/peroxide velue (PV) dan Profil asam lemak Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 tahap, yaitu ekstraksi jeroan ikan bulan-bulan secara dry rendering pada suhu 70oC selama 1 jam, hasil yang diperoleh dihitung nilai rendemennya. Nilai rendemen minyak ikan bandeng sebesar 16,90%. dan pemurnian minyak ikan melalui proses bleaching dengan penambahan adsorben Magnesol XL 1%, 3% dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan Magnesol XL terbaik pada konsentrasi 5%. Karakteristik minyak ikan yang diperoleh, yaitu nilai asam lemak bebas 0,74%, nilai peroksida sebesar 3,6 mEq/kg, Hasil uji asam lemak diperoleh SFA sebesar 4,01%, MUFA sebesar 6,65%, dan PUFA sebesar 86,13%. Kesimpulan penelitian ini adalah minyak ikan yang diberi adsorben Magnesol XL pada konsentrasi 5% memenuhi International Fish Oil Standard/IFOS (FFA: ≤ 1,50% dan PV: ≤ 5,00 mEq/kg).
SITI RAHMI
2025 · Thesis · Open Access
Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan bukti empiris pengaruh jumlah uang beredar (M1), suku bunga (BI Rate), dan nilai tukar Rp/USD terhadap inflasi di Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan metode yang diperoleh dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik dan Satu Data Perdagangan Kementrian Republik Indonesia. Berdasarkan perhitungan regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS 26 maka hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel Jumlah Uang Beredar (M1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Inflasi di Indonesia, variabel Suku Bunga (BI Rate) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Inflasi di Indonesia, variabel Nilai Tukar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Inflasi di Indonesia. Sedangkan secara simultan variabel Jumlah Uang Beredar (M1), Suku Bunga (BI Rate) dan Nilai Tukar berpengaruh signifikan terhadap inflasi di Indonesia. Dengan nilai R-Square sebesar 0,655, artinya variabel Jumlah Uang Beredar (M1), Suku Bunga (BI Rate), dan Nilai Tukar mempengaruhi Inflasi di Indonesia sebesar 65,5% sedangkan sisanya yaitu 34,5% dipengaruhi oleh variabel lain diluar persamaan model ini.
NUR ALISA
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan posttest-only design with nonequivalent groups. Sebelum pengambilan sampel dilakukan, peneliti terlebih dahulu melakukan uji kesetaraan menggunakan uji anava satu jalur. Tujuan dari uji kesetaraan adalah untuk menunjukkan bahwa kelompok-kelompok populasi yang digunakan setara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri Tarakan tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 61 siswa yaitu 30 siswa kelas IX-9 sebagai kelas eksperimen dan 31 siswa kelas IX-7 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes yaitu posttest yang masing-masing terdiri dari 4 soal. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji anava satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan uji anava satu jalur diperoleh nilai Fhitung : 6,629159 > Ftabel : 4.003983. Selanjutnya dilakukan uji komparasi ganda dengan metode Scheffe, hasilnya menunjukkan bahwa model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) lebih berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan pengujian hipotesis dan nilai rata-rata kedua kelas maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan.
FERANRI ONKY
2025 · Thesis · Open Access
RIFAL
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Efektivitas Penegakan Hukum Terhadap Bandar Narkotika yang Berstatus Warga Binaan di Lapas Kelas IIa Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah penegakan hukum terhadap narapidana yang berstatus bandar narkoba dalam mencegah terjadinya tindak pidana berulang dan Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan narapidana dengan status bandar narkoba cenderung mengulangi tindak pidana setelah menjalani hukuman Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach) Berdasarkan hasil penelitian, Efektivitas penegakan hukum terhadap bandar narkoba dalam mencegah residivisme masih memiliki banyak tantangan, terutama dalam aspek pengawasan, pembinaan, dan pemberantasan jaringan. Jika sistem pemasyarakatan masih memiliki celah, maka hukuman seberat apa pun tidak akan efektif dalam menghentikan kejahatan mereka. Sehingga diperlukan pendekatan hukum yang lebih komprehensif, termasuk rehabilitasi dan reformasi sistem pemasyarakatan, menjadi kunci utama dalam pencegahan tindak pidana berulang. Selanjutnya, Residivisme bandar narkoba dipicu oleh ketergantungan finansial, mentalitas kriminal, dan kecanduan. Tekanan jaringan kriminal, kurangnya dukungan sosial, serta lingkungan yang tidak sehat semakin memperburuk keadaan. Sistem pemasyarakatan yang lemah, korupsi di dalam lapas, dan minimnya program reintegrasi juga berkontribusi. Selain itu, sulitnya mendapatkan pekerjaan serta faktor kemiskinan mendorong mereka kembali ke bisnis narkoba. Upaya pencegahan memerlukan pembinaan efektif, pemberdayaan ekonomi, dan penegakan hukum yang lebih ketat. Kata Kunci: Efektivitas, Penegakan Hukum, Bandar Narkoba, Warga Binaan. ABSTRACT This research aims to analyze the effectiveness of law enforcement against drug kingpins who hold the status of inmates at Class IIA Tarakan Correctional Facility, from the North Kalimantan Province National Narcotics Agency. Based on the background, this study raises two main issues: the enforcement of law against inmates with drug kingpin status in preventing recidivism and the factors that contribute to their tendency to re-offend after serving their sentences. This research employs a normative legal research type, using a statutory approach and a conceptual approach. Based on the findings, the effectiveness of law enforcement in preventing drug kingpin recidivism still faces numerous challenges, particularly in terms of supervision, rehabilitation, and dismantling criminal networks. If the correctional system continues to have loopholes, even the harshest punishments will not be effective in stopping their crimes. Therefore, a more comprehensive legal approach, including rehabilitation and correctional system reforms, is crucial in preventing repeat offenses. Furthermore, the recidivism of drug kingpins is triggered by financial dependence, a criminal mindset, and addiction. Pressure from criminal networks, lack of social support, and an unhealthy environment further exacerbate the situation. A weak correctional system, corruption within prisons, and inadequate reintegration programs also contribute to the problem. Additionally, difficulty in finding employment and poverty drive them back into the drug trade. Preventive efforts require effective rehabilitation, economic empowerment, and stricter law enforcement. Keywords: Effectiveness, Law Enforcement, Drug Kingpin, Inmate
DIAH AJENG PUSPITA
2025 · Thesis · Open Access
STUDI ALIRAN DAYA PADA SISTEM DISTRIBUSI 20 kV PT. PLN (PERSERO) RAYON TANJUNG SELOR ABSTRAK Kebutuhan energi listrik selalu meningkat setiap tahunnya, hal tersebut harus dapat diimbangi dengan penyediaan energi listrik yang andal dan memadai. Agar dapat memenuhi kriteria tersebut, maka perusahaan penyedia energi listrik dalam hal ini adalah PT. PLN (Persero) harus dapat menyediakan dan mendistribusikan energi listrik ke pelanggan sesuai standar yang telah ditetapkan. Pada penelitian ini sistem kelistrikan pada PT. PLN (Persero) Rayon Tanjung Selor disimulasikan menggunakan software ETAP 19.0.1 powerstation. Selanjutnya, hasil simulasi berupa rugi-rugi daya dan jatuh tegangan di setiap bus akan dibandingkan dengan perhitungan untuk mengetahui apakah hasil simulasi valid. Didapatkan hasil simulasi aliran daya untuk total rugi-rugi daya kondisi beban siang sebesar 6,29% dan kondisi beban malam 6,64%. Sedangkan untuk tegangan terendah baik pada kondisi siang maupun malam terletak pada bus simpang berau dengan nilai 18,52 kV pada kondisi siang dan 18,39 kV pada kondisi malam. Berdasarkan SPLN, nilai tegangan terendah tersebut masih sesuai standar.
NUR HIKMA
2025 · Thesis · Open Access
Aktivitas di sepanjang bantaran Sungai Bengawan berpotensi menyebabkan tercemarnya perairan sungai. Aktivitas tersebut diantaranya seperti air limpasan perkebunan, peternakan dan ada beberapa rumah yang masih memiliki jamban yang langsung masuk ke dalam sungai maupun kegiatan manusia lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kandungan Coliform beserta indeks kualitas air pada Sungai Bengawan sehingga dapat memberikan gambaran tentang tingkat kebersihan atau pencemaran air sungai di tempat yang diteliti. Penentuan status mutu mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Kehutanan Nomor 27 Tahun 2021 tentang indeks kualitas lingkungan hidup, hasil pengukuran kualitas air dibandingkan dengan Baku Mutu Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang baku mutu air sungai dan sejenisnya dan penentuan kelas air mengacu pada Peraturan Walikota Tarakan Nomor 04 Tahun 2010. Titik pengambilan sampel dilakukan sebanyak 5 stasiun. Parameter yang digunakan yaitu parameter Biologi, Fisika dan kimia seperti Total Coliform, Fecal Coli, Suhu, Kekeruhan, TSS, pH, DO, BOD, COD, Nitrat, Nitrit dan Fosfat Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sungai ini positif adanya bakteri Coliform. Hasil Bakteri Escherichia coli berkisar antara 565 - 1600 MPN/100 mL, Suhu 28-29 oC, TSS 20-47 mg/L, pH 6-6,2, DO5,7-7,8 mg/L, BOD 0,5-4,6 mg/L, COD 21,3-37,3 mg/L, Nitrat 0,44-1,15 mg/L, Nitrit 0,033-0,065 mg/L, fosfat 0,07-0,18 mg/L. Hasil perhitungan indeks pencemaran berkisar antara 3,54-5,17, kemudian dikonversi ke dalam indeks kualitas air menjadi 48. Nilai tersebut menunjukkan bahwa Sungai Bengawan masuk ke dalam kategori cemar sedang, sedangkan indeks kualitas air masuk ke dalam katagori kurang baik.
AHMAD FAUZI
2025 · Thesis · Open Access
Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur, mengalami penurunan populasi Kerang Kima (Tridacnidae) akibat eksploitasi berlebihan dan perubahan lingkungan. Meskipun terdapat tujuh spesies Kerang Kima di Indonesia, data mengenai pola persebaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola persebaran Kerang Kima di Karang Tebabinga serta faktor abiotik yang mempengaruhi. Metode yang digunakan dengan menggunakan teknik transek sabuk di tujuh stasiun pengamatan. Penelitin di laksanakan pada bulan Oktober s/d Desember 2024 di kawasan Karang Tebabinga. Data yang dikumpulkan meliputi: jumlah individu, ukuran, dan parameter lingkungan seperti: suhu, salinitas, pH, dan DO. Analisis data dilakukan menggunakan indeks dispersi morisita. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga spesies Kerang Kima, yaitu T. crocea, T. derasa, dan T. squamosa, dengan T. crocea memiliki pola persebaran mengelompok (Id = 1,01), sedangkan T. derasa (0,84) dan T. squamosa (0,79) menunjukkan pola seragam. Berdasarkan hasil pengamatan tipe substrat di Karang Tebabinga T. derasa menempati hampir semua tipe substrat mulai dari coral massive, rubble, sand. Hasil analisis faktor abiotik di Karang Tebabinga mendukung kehidupan Kerang Kima. Dapat disimpulkan bahwa pola persebaran Kerang Kima yang ada di Karang Tebabinga terdiri dari mengelompok dan seragam. Selain itu faktor abiotik dan substrat menjadi penentu dari pola sebaran Kerang Kima.
KARTIKA PUTRI WARDANI
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Kebutuhan terhadap energi listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat dan menjadi salah satu yang terpenting bagi masyarakat dan besarnya permintaan listrik pada suatu rentang waktu tidak dapat dihitung secara pasti, sehingga PT. PLN (Persero) Tarakan sebagai penyedia energi listrik harus mampu memprediksi kebutuhan beban listrik setiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi beban listrik di PT. PLN (Persero) Tarakan. Penulis akan melakukan peramalan jangka pendek dengan model time series model ARIMA dan Regresi Linier yang akan dibandingkan hasil peramalannya dengan pengujian nilai MAPE. Peramalan dengan model time series model ARIMA menunjukkan nilai MAPE sebesar 14,68%, dan semakin optimal jika mempertimbangkan pola musiman dengan MAPE SARMA sebesar 6,14%. Sedangkan untuk peramalan dengan model Regresi Linier nilai MAPE sebesar 7,8%. Berdasarkan nilai MAPE kedua model maka peramalan dengan model time series lebih tepat dalam meramalkan beban listrik PT. PLN (Persero) Tarakan dalam jangka pendek.
ASTIN
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Pertanggungjawaban Partai Politik Terhadap Keuangan Negara., dengan fokus pada dua rumusan masalah utama, yaitu: tanggung jawab partai politik dalam pelaporan bantuan keuangan dari negara, dan bentuk pengawasan terhadap partai politik dalam pelaporan bantuan keuangan tersebut. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana publik dalam mendukung kegiatan politik, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kualitas demokrasi dan kepercayaan publik terhadap lembaga politik. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan studi literatur, serta kajian peraturan perundang-undangan terkait. Data primer dan sekunder dikumpulkan untuk menganalisis mekanisme pelaporan dan pengawasan yang telah diterapkan dalam meningkatkan pertanggungjawaban partai politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partai politik memiliki tanggung jawab hukum dan etika untuk menyusun laporan keuangan yang transparan dan akurat, sebagai bagian dari upaya pertanggungjawaban atas dana bantuan keuangan negara. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi berbagai bentuk pengawasan, baik yang bersifat internal maupun eksternal, yang melibatkan lembaga negara, aparat pengawas, dan partisipasi masyarakat dalam proses pengawasan tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa sinergi antara pelaporan yang tepat oleh partai politik dan mekanisme pengawasan yang efektif merupakan kunci utama dalam memastikan penggunaan dana publik yang tepat sasaran dan bebas dari penyalahgunaan. Implikasi dari penelitian ini mendorong perlunya perbaikan sistem pelaporan keuangan serta peningkatan kapasitas lembaga pengawasan, guna menciptakan transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik dalam pengelolaan bantuan keuangan negara kepada partai politik. Rekomendasi strategis untuk kebijakan publik disampaikan dengan harapan dapat memperkuat tata kelola keuangan yang baik di sektor politik, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di Indonesia. Kata Kunci: Pertanggungjawaban Partai Politik Terhadap Keuangan Negara.
WEDDY SUHANDANI
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan Sekretariat Dewan dalam pelaksanaan fungsi anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam kerangka peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adapun rumusan masalah yang dikaji meliputi kedudukan Sekretariat Dewan dalam mendukung pelaksanaan tugas DPRD berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta mekanisme penggunaan anggaran oleh DPRD melalui peran serta Sekretariat Dewan. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan studi literatur, yang melibatkan kajian terhadap peraturan perundang-undangan, laporan kegiatan, serta dokumen internal Sekretariat Dewan dan DPRD. Analisis ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengevaluasi bagaimana peranan dan mekanisme yang diterapkan dalam penggunaan anggaran serta kontribusinya terhadap efektivitas pelaksanaan fungsi anggaran DPRD. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Sekretariat Dewan memegang peranan strategis sebagai penyokong administrasi dan koordinasi dalam pelaksanaan tugas-tugas DPRD. Kedudukan ini tidak hanya sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai penggerak dalam memastikan alokasi dan penggunaan anggaran sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, mekanisme penggunaan anggaran melalui Sekretariat Dewan menunjukkan adanya upaya peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya keuangan DPRD. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan kapasitas dan integritas kelembagaan Sekretariat Dewan agar fungsi anggaran DPRD dapat terlaksana secara optimal dan mendukung kinerja legislatif yang lebih profesional. Implikasi dari penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk penguatan peran dan fungsi Sekretariat Dewan, termasuk pengembangan sistem pengawasan internal dan peningkatan koordinasi antar lembaga terkait, guna memastikan bahwa penggunaan anggaran DPRD tidak hanya efisien, tetapi juga sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
SAHBUDIMAN
2025 · Thesis · Open Access
Mahkamah Konstitusi (MK) memainkan peran penting dalam menegakkan keadilan pemilu dan memastikan legitimasi proses demokrasi di Indonesia. Putusan MK Nomor 226-01-17-24/PHPU.DPR-DPRD-XXII/2024, yang memerintahkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Daerah Pemilihan (Dapil) I Tarakan Tengah serta mendiskualifikasi salah satu calon legislatif, menimbulkan berbagai implikasi hukum dan politik. Tesis ini menganalisis problematika putusan tersebut dalam konteks negara demokrasi, mengkaji dampaknya terhadap perkembangan hukum ke depan, serta menyoroti tantangan yang masih dihadapi dalam menjaga integritas pemilu. Meskipun pemilu di Indonesia telah mengalami berbagai reformasi, pelanggaran pemilu tetap menjadi masalah serius yang berpotensi merusak legitimasi hasil pemilu. Studi ini mengisi kesenjangan penelitian dengan mengeksplorasi bagaimana putusan MK, khususnya terkait PSU, memengaruhi legitimasi pemilu dan menyoroti tantangan hukum yang muncul dari implementasi putusan tersebut. Berdasarkan latar belakang, permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu, pertama, Problematika Putusan MK Nomor 226-01-17-24/PHPU.DPR-DPRD-XXII/2024 dalam negara demokrasi, dan permasalahan kedua Implikasi putusan tersebut terhadap perkembangan hukum kedepan.. Dalam penelitan ini menggunakan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSU dapat memperkuat integritas pemilu, tetapi juga menimbulkan dilema hukum, terutama terkait batasan kewenangan MK dalam menerapkan ultra petita. Putusan ini menegaskan perlunya peningkatan transparansi penyelenggara pemilu serta regulasi yang lebih ketat guna menghindari sengketa serupa di masa depan. Oleh karena itu, disarankan revisi kebijakan terkait PSU dan peningkatan pengawasan oleh KPU serta Bawaslu untuk memastikan pemilu yang lebih adil dan berintegritas. Kata kunci: Pemilu, Mahkamah Konstitusi, Pemungutan Suara Ulang, Legitimasi Pemilu, Ultra Petita
MUHAMMAD ILHAM
2025 · Thesis · Open Access
Tujuan Penelitian: Untuk mengkaji kewenangan hukum Polisi Perairan sebagai wujud dari konsep penegakan hukum di wilayah Laut Territorial Provinsi Kalimantan Utara. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan kewenangan hukum dalam kerangka penegakan hukum di wilayah laut teritorial Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian hukum normatif. Sehubungan dengan itu, maka penedekatan masalah yang digunakan adalah Pertama, pendekatan perundang-undangan, yakni melakukan analisis terhadap kewenangan hukum Polisi Perairan sebagai wujud dari konsep penegakan hukum di wilayah Laut Territorial Provinsi Kalimantan Utara melalui tinjauan beberapa undang-undang yang relevan, seperti Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kedua, pendekatan Konseptual, melalui pendekatan ini, penulis hendak menggali serta memformulasikan konsep kewenangan hukum Polisi Perairan dalam kerangka penegakan hukum di wilayah Laut Territorial Provinsi Kalimantan Utara. Hasail penelitian menunjukkan bahwa Kewenangan Ditpolairud Polda Kalimantan Utara sebagai wujud dari konsep penegakan hukum di wilayah Laut Teritorial Provinsi Kalimantan Utara, adalah kewenangan yang merujuk Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara. Kewenangannya dalam kerangka penegakan hukum pidana khususnya penegakan hukum tindak pidana narkotika adalah sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakan hukum. Lingkup kewenangan dari Ditpolairud pada Polda Kalimantan Utara adalah melakukan penegakan hukum pidana hanya pada batas laut teritorial 12 mil laut pada kawasan Provinsi Kalimantan Utara, dimana kawasan teritorial dimaksud adalah merujuk kepada Peraturan Daerah Kalimantan Utara Nomor 4 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2018-2038. Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan kewenangan hukum dalam kerangka penegakan hukum di wilayah laut teritorial Provinsi Kalimantan Utara, antara lain: faktor tumpang tindihnya kewenangan; faktor Masih Kurang Memadainya Jumlah Personil Aparat Polisi Perairan; Faktor Sarana dan Prasarana..
FAATHUR MUBARAQ
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK IMPLIKASI PEMBATALAN PERATURAN PRESIDEN NOMOR 53 TAHUN 2023 TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Tesis ini membahas implikasi pembatalan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2023 terhadap pengelolaan keuangan daerah di Indonesia. Pembatalan peraturan ini berpotensi menimbulkan dampak signifikan terhadap tata kelola anggaran dan transparansi dalam penggunaan dana publik. Dalam konteks good governance, penelitian ini menyoroti pentingnya peraturan perundang-undangan yang efektif untuk menciptakan kepastian hukum dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Latar belakang penelitian ini berfokus pada tantangan yang dihadapi dalam implementasi peraturan yang ada, serta kesenjangan hukum yang sering terjadi antara pemerintah dan masyarakat. Penelitian ini juga mengkaji bagaimana pembatalan peraturan tersebut dapat mempengaruhi efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran daerah, serta upaya pemerintah dalam menerapkan prinsip-prinsip good governance. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis bahan hukum dan penalaran hukum yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan peraturan yang lebih baik dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi akademisi dan praktisi hukum dalam memahami dinamika pengelolaan keuangan daerah di Indonesia. Secara keseluruhan, tesis ini menekankan pentingnya pembentukan peraturan yang koheren dan efektif untuk mendukung pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel, serta untuk mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih dan berwibawa di Indonesia Kata kunci : Pembatalan Peraturan Presiden, Pengelolaan Keuangan Daerah , Good Governance.
SALSABILA
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengembangkan situs web baca Bahasa Inggris menggunakan Durable AI untuk siswa kelas VII SMP 4 Negeri Tarakan. Desain penelitian ini mennggunakan penelitian dan pengembangan. Prosedur penelitian dan pengembangan ini mengadaptasi model ADDIE yang dikembangkan oleh Dick dan Carry, meliputi Analyzing, Designing, Developing, Implementing, dan Evaluating. Instrumen penelitian dan pengembangan ini adalah pedoman interview, angket kebutuhan siswa, angket validasi media, angket validasi konten, angket uji kepraktisan produk, angket respon siswa, dan lembar observasi. Validasi dilakukan oleh ahli media dan ahli konten. Uji kepraktisan produk dilakukan oleh guru bahasa Inggris kelas VII SMP Negeri 4 Tarakan. Produk telah diujicobakan dalam dua skala, yakni uji coba skala kecil dan uji coba skala besar. Tingkat kelayakan situs web membaca berbahasa Inggris telah dinilai berdasarkan penilaian dari: 1) Ahli media diperoleh skor 100% dengan kategori "Sangat Layak"; 2) Ahli konten diperoleh skor 75% dengan kategori "Cukup Layak". Hasil implementasi situs web baca Bahasa Inggris telah dinilai berdasarkan penilaian dari: 1) Guru bahasa Inggris kelas VII diperoleh skor 100% dengan kategori "Sangat Baik" pada ujicoba skala kecil dan 100% dengan kategori "Sangat Baik" pada ujicoba skala besar; 2) Siswa kelas VII diperoleh skor 83,8% dengan kategori "Sangat Baik" pada ujicoba skala kecil dan 84,4% dengan kategori "Sangat Baik" pada ujicoba skala besar. Dengan demikian, situs web baca Bahasa Inggris ini dapat menjadi model media pembelajaran bahasa Inggris untuk mengukur kemampuan memahami bacaan siswa
CAHYATI
2025 · Thesis · Open Access
Solution Focused Brief Counseling (SFBC) adalah pendekatan yang beraliran post-modern, dimana dalam prosesnya berfokus pada pencarian solusi yang cepat dan tepat terhadap permasalahan yang dialami, pengambilan solusi berada dibawah kendali siswa yang berfokus pada penyelesaian masalah. Perilaku Self Injury yang dilakukan oleh sejumlah siswa SMP Negeri 11 Tarakan semakin meningkat dan memerlukan perhatian serius. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan Solutions Focused Brief Counseling(SFBC) pada perilaku Self Injury siswa SMP Negeri 11 Tarakan. Self Injury merupakan perilaku menyakiti diri sendiri tanpa bermaksud untuk bunuh diri ditandai dengan tindakan seperti menyayat pergelangan tangan dengan benda tajam, membentukarkan kepala, menarik rambut, memukul wajah atau badan. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis eksperimen yang menggunakan metode pre-experimental design dengan model one group pre-test post-test design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 16 siswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 5 siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan skala likert dengan mengukur kecenderungan perilaku Self Injury. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji wilcoxon dengan hasil yang di peroleh Ha diterima dan Ho ditolak melalui taraf signifikansi (α) sebesar 5% (0,05) dan di peroleh asym sig 0,041 0,05 sehingga menujukkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan Solution Focused Brief Counseling (SFBC) dengan setting konseling kelompok terhadap perilaku Self Injury siswa di SMP Negeri 11 Tarakan.
MUHAMMAD WAHYU NURUL AZMI
2025 · Thesis · Open Access
Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani di Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Potensi pengembangan tanaman ini cukup besar, namun pendapatan petani masih bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis karakteristik petani mentimun di Desa Balansiku, dan (2) menghitung besaran pendapatan petani di Desa Balansiku. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan survei. Sampel yang digunakan sebanyak 25 petani mentimun yang dipilih dengan metode sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan menyebar kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menghitung total penerimaan, total biaya produksi, dan pendapatan petani serta menggunakan Benefit-Cost Ratio (BCR) untuk menentukan kelayakan usaha tani mentimun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani mentimun di Desa Balansiku berada dalam kelompok usia 31-40 tahun (36%) dengan tingkat pendidikan yang didominasi oleh lulusan Sekolah Dasar (36%). Luas lahan yang digunakan berkisar antara 0,5 hingga lebih dari 1 hektar, dengan 48% petani memiliki lahan lebih dari 1 hektar. Rata-rata pendapatan total petani per musim tanam adalah Rp4.345.200,00 dengan total biaya produksi sebesar Rp1.113.800,00, sehingga pendapatan bersih yang diperoleh adalah Rp3.231.400,00. Analisis Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 3,90 (>1) menunjukkan bahwa usaha tani mentimun di Desa Balansiku menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani meliputi harga jual mentimun yang stabil, tingkat produktivitas tanaman, luas lahan yang dikelola, serta kondisi lingkungan seperti cuaca dan serangan hama.
AMINAH
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP TINDAKAN PENGGUNAAN KEKUATAN OLEH OKNUM POLISI DALAM PENANGANAN AKSI UNJUK RASA Penelitian ini mengkaji tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) terhadap penanganan aksi unjuk rasa yang telah diatur tersendiri dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian dan bagaimana penegakkan hukum terhadap oknum Polisi yang melakukan pelanggaran dalam penanganan aksi unjuk rasa dengan aturan tanggungjawab dan sanksi yang dapat dikenakan kepada oknum Polisi tersebut. Kepolisian memiliki kewenangan untuk menjaga aksi unjuk rasa agar aksi tersebut berjalan lancar, tertib dan aman sesuai dengan apa yang menjadi tujuan unjuk rasa tersebut. Apabila keadaan dinilai ada kecenderungan dapat mengganggu kepentingan umum maka tindakan penanganan yang dilakukan oleh polisi selaku petugas keamanan lebih mengacu pada aspek keamanan. Penelitian ini menggunakan metode normatif atau kepustakaan, yakni dengan mengkaji lebih dalam melalui literatur yang telah dikumpulkan. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa dalam melakukan pengamanan aksi unjuk rasa masih terdapat oknum Polisi yang melakukan Tindakan yang tidak sesuai dengan SOP dan penegakkan hukum terhadap oknum Polisi yang melakukan pelanggaran dalam penanganan aksi unjuk rasa belum mencerminkan keadilan yang bermartabat, sehingga perlu adanya evaluasi terhadap SOP penanganan dan pelaksanaan fungsi dan kewenangan dari lembaga kepolisian dalam melaksanakan tugasnya dilapangan dan perlu adanya pengawalan dan pengawasan secara masif terhadap oknum polisi selaku pelaku tindakan represif terhadap massa aksi unjuk rasa untuk diadili secara hukum Pidana.