COLLECTION
Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir
Publikasi
Konstruksi Verba Serial Bahasa Bugis Bone (Kajian Tipologi Sintaksis)
Pada penelitian ini membahasa mengenai konstruksi verba serial bahasa Bugis Bone dengan menggunakan kajian tipologi sintaksis. Kosntruksi verba serial merupakan sebuah kalimat yang dibangun dengan terdapat dua verba atau lebih. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian yang didapatkan yaitu verba serial dalam bahasa Bugis dan verba serial dalam bahasa Indonesia pada umumnya memiliki kesamaan pada bagian subjek dari kalimat selalu berada didepan, walaupun dari segi bahasa jelas terlihat sangat berbeda antara bahasa Bugis dan Bahasa Indonesia.
Metalanguage Analysis on reading text used by student based on merdeka kurikulum at SMA negeri 1 Tarakan
This study aims to analyze the use of metalanguage in English reading texts used by students based on the Merdeka Curriculum at SMA Negeri 1 Tarakan. This study focused on the analysis of metalanguage in the textbook "Advanced English" published by the Ministry of Education and Culture. The research method was content analysis with a qualitative approach. Data were obtained through the identification and categorization of metalanguage elements contained in the reading text of the textbook. The results showed that this textbook integrates various elements of metalanguage, such as sentence structure, word classes, tenses, voice, modal auxiliary verbs, and other linguistic forms that support language understanding. However, it was also found that some metalanguage concepts have not been explicitly explained, which may affect students' understanding of English structures. This research is expected to contribute to the development of more effective learning strategies, especially in increasing students' linguistic awareness. Keywords: Metalanguage, Reading Text, Merdeka Curriculum, English Language Learning.
Analisis yuridis kewenangan BPK dalam melaporkan unsur pidana yang ditemukan dalam pemeriksaan kepada instansi yang berwenang
Studi Pengaruh Setting Thermal Overlod Relay Pada Motor Induksi 3 Fasa Jenis Dahlander
Penelitian ini membahas pentingnya instalasi sensor arus dan Thermal Overload Relay (TOR) pada panel listrik untuk memberikan proteksi terhadap motor induksi 3 fasa Dahlander. Sensor arus berfungsi untuk memantau beban motor dan mencegah arus lebih, sementara TOR melindungi motor dari kerusakan akibat kelebihan suhu atau beban. Kombinasi keduanya memberikan perlindungan yang optimal. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengaturan setting pada sensor arus dan TOR mempengaruhi efektivitas proteksi motor. Pengaturan yang tepat menjaga motor tetap aman, sedangkan pengaturan yang kurang tepat dapat menyebabkan kerusakan. Khususnya pada motor Dahlander, pengaturan TOR sangat penting untuk mencegah kerusakan akibat arus lebih. Berdasarkan perhitungan, arus nominal pada konfigurasi lambat motor adalah 1,90 A, sementara pada konfigurasi cepat sebesar 1,81 A. Pengaruh setting arus juga terlihat pada waktu trip sensor, dimana semakin besar setting arus, semakin lama waktu trip yang dibutuhkan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengaruh setting arus terhadap waktu trip sensor pada konfigurasi lambat dan cepat cukup signifikan. Selain itu, sensor arus memberikan data yang akurat ±1%, dan TOR bekerja sinergis untuk melindungi sistem kelistrikan motor Dahlander dari kerusakan akibat arus lebih.
IDENTIFIKASI BAKTERI Vibrio sp., Salmonella sp., DAN Escherichia coli PADA PRODUK KERING IKAN NOMEI (Harpadon nehereus) DI KOTA TARAKAN
Ikan nomei (Harpadon nehereus) merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan di Kota Tarakan yang banyak dikonsumsi dalam bentuk ikan kering. Namun, proses pengolahan dan penyimpanan yang kurang higienis dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri patogen, seperti Vibrio sp., Salmonella sp., dan Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan ketiga bakteri tersebut pada ikan nomei kering yang diperdagangkan di Pengepul Juata Laut dan Pasar Batu, Kota Tarakan. Metode penelitian meliputi isolasi bakteri dengan media selektif, uji biokimia, dan pewarnaan Gram. Sampel ikan diolah menggunakan Tryptone Soya Agar (TSA) dan Thiosulfate Citrate Bile Salts Sucrose Agar (TCBS) untuk mendeteksi keberadaan Vibrio sp., serta media selektif lain untuk Salmonella sp. dan Escherichia coli. Setelah dilakukan analisis laboratorium, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan kontaminasi Vibrio sp., Salmonella sp., maupun Escherichia coli pada sampel ikan yang diuji. Ikan nomei kering yang dijual di Pengepul Juata Laut dan Pasar Batu Kota Tarakan tergolong aman dari ketiga jenis bakteri patogen tersebut. Namun, pengawasan rutin terhadap sanitasi dan kebersihan dalam proses pengolahan, penyimpanan, serta distribusi ikan tetap diperlukan untuk memastikan keamanan pangan yang berkelanjutan.
Sistem Kendali dan Moitoring Kecepatan Conveyor Menggunakan Programmable Logic Controller Berbasis Human Machine Interface
Sistem otomasi didunia industri telah menjadi aspek penting dalam meningkatkan efisiensi produksi dan mengoptimalkan proses manufaktur. Dalam konteks ini, pengendalian dan pemantauan kecepatan conveyor adalah salah satu aspek penting dalam menjaga operasi produksi yang lancar dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem kendali dan pemantauan kecepatan conveyor yang menggunakan perangkat Programmable Logic Controller (PLC) berbasis Human Machine Interface (HMI). Human Machine Interface merupakan salah satu sarana penghubung dan media komunikasi yang digunakan antara mesin dengan manusia. Sebagai media penghubung, HMI memiliki kemampuan untuk mengumpulkan, mengolah data yang didapat dari mesin yang dikontrol menjadi sebuah informasi yang mudah dimengerti oleh manusia. HMI juga dapat menggambarkan proses yang sedang berlangsung pada mesin yang dikontrol. Untuk itu HMI haruslah dibuat semirip mungkin dengan mesin yang dikontrol agar memudahkan manusia dalam menjalankan dan mengontrol mesin (Johanssen., 2003). PLC digunakan sebagai otak sistem yang bertanggung jawab untuk mengendalikan kecepatan conveyor sesuai dengan parameter yang ditetapkan dan mengambil keputusan berdasarkan masukan dari sensor kecepatan dan sensor lainnya. HMI memberikan antarmuka yang intuitif kepada operator untuk memonitor dan mengontrol operasi conveyor dengan mudah. Sistem ini juga mampu memberikan notifikasi dan tindakan perbaikan secara otomatis ketika ada anomali dalam operasi conveyor. Dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan perancangan, pengembangan, dan implementasi sistem secara menyeluruh. Peneliti mengintegrasikan berbagai komponen perangkat keras dan perangkat lunak, dan melakukan pengujian dan validasi pada sistem di lingkungan produksi sebenarnya. Diharapkan nantinya hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kendali dan Monitoring kecepatan conveyor ini efektif dalam meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi kesalahan operasi, dan memberikan respons yang cepat terhadap perubahan kondisi operasional. Sehingga hasil penelitian ini nantinya dapat menjadi landasan bagi industri untuk mengadopsi teknologi otomasi yang lebih canggih dalam pengendalian dan pemantauan proses produksi. Selain itu, sistem ini memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan operasi dan efisiensi sumber daya dalam industri manufaktur.
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANAK DALAM PELANGGARAN LALU LINTAS DI WILAYAH HUKUM POLRES KOTA TARAKAN
Penelitian ini bermaksud menjawab dari pertanyaan mengenai Penegakan Hukum Terhadap Anak Dalam Pelanggaran Lalu Lintas Di Wilayah Hukum Polres Kota Tarakan. Pertama, bagaimana pertanggungjawaban pidana anak sebagai pelaku pelanggaran lalu lintas di Kota Tarakan?. Kedua, bagaimana penegakan hukum terhadap anak sebagai pelaku pelanggaran lalu lintas di Kota Tarakan? penelitian empiris dengan objek kajian pada Polisi Satuan Lalu Lintas Di Kota dan anak yang menggunakan kendaraan bermotor Di Tarakan. Penelitian ini menggunakan hukuman yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 dan Sistem Peradilan Pidana Anak Nomor 11 Tahun 2012. Data yang digunakan dalam penelitian ini data primer dan sekunder, dimana data primer yang didapat dengan cara wawancara dan dokumentasi. Data sekunder yang didapat yaitu dengan melalui artiker, jurnal dan data-data yang didapat. Hasil penelitian in, penulis menyimpulkan bahwa penegakan hukum belum ditegakan karena penulis dapat bahwa penegakan terhadap anak sama dengan hukuman berupa administrasi sama dengan orang dewasa. Pertanggungjawaban pelanggaran lalu lintas terhadap anak dapat dikenakan sanksi berupa tilang dan penahanan kendaraan.
Urgensi Sanksi Pidana Atas Rekomendasi BPK Yang Belum Ditindaklanjuti
Peran Kinerja Keuangan Dalam Memediasi Pengaruh Antara Investasi Hijau Dan Investasi Csr Terhadap Kinerja Keberlanjutan (Studi Pada Perusahaan Sektor Energi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2023)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi hijau dan investasi Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap kinerja keberlanjutan, dengan kinerja keuangan sebagai variabel mediasi, pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2023. Sampel penelitian terdiri dari 16 perusahaan yang dipilih dengan metode purposive sampling, menghasilkan total 80 data observasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan model Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi hijau berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan tetapi tidak berpengaruh terhadap kinerja keberlanjutan, investasi CSR berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan dan kinerja keberlanjutan. Penelitian ini jug amenemukan bahwa kinerja keuangan terbukti berpengaruh langsung terhadap kinerja keberlanjutan dan juga memediasi pengaruh investasi hijau terhadap kinerja keberlanjutan. Namun, kinerja keuangan tidak memediasi pengaruh investasi CSR terhadap kinerja keberlanjutan. Berdasarkan temuan tersebut, perusahaan disarankan memperkuat investasi hijau dan program CSR untuk meningkatkan kinerja keuangan dan keberlanjutan jangka panjang, serta memperbaiki hubungan dengan pemangku kepentingan dan citra perusahaan.
Pengaruh Kepercayaan Merek, Nilai Yang Dirasakan, Terhadap Preferensi Merek Dan Niat Beli Iphone (Studi Pada Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepercayaan merek, nilai yang dirasakan, terhadap preferensi merek dan niat beli Iphone. Penelitian ini menggunakan metode survei penelitian kuantitatif dan data yang dikumpulkan berupa kuesioner. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian in adalah mahasiswa Univeristas Borneo Tarakan yang pernah mencari informasi tentang iphone dan bukan pengguna smartphone Iphone dan jumlah sampel sebanyak 280 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah SEM (Structural Equation Modeling) yang di operasionalkan menggunakan software SPSS versi 26 dan LISREL versi 8.80. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi merek dan niat beli, nilai yang dirasakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi merek, preferensi merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli, sedangkan nilai yang dirasakan berpengaruh positif tapi tidak signifikan terhadap niat beli.
Kebiasaan Makan Ikan Tembang (Sardinella lemuru) Di Perairan Kabupaten Bulungan
Ikan tembang (Sardinella lemuru) merupakan ikan konsumsi dikarekan nilai gizi dan protein yang tinggi. Ikan ini juga banyak diolah menjadi sarden yang bernilai ekonomis. Kebiasaan makan ikan (food habit) merupakan studi yang mencakup tentang kualitas dan kuantitas yang di makan oleh ikan. Informasi tentang kebiasaan makan ikan Tembang (Sardinella lemuru) perlu diketahui, karena merupakan informasi penting dalam menentukan perkembangan ikan tembang, terutama di perairan Bulungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kebiasaan makanan ikan Tembang (Sardinella lemuru) yang ditangkap di perairan Kabupaten Bulungan. Penelitian yang dilakukan dari bulan Desember 2023 hingga bulan Februari 2024. Metode pengambilan sampel menggunakan metode frekuensi, metode jumlah serta metode gravimetrik. Analisis data meliputi persentase ikan lambung berisi (PILB) dan index of preponderance (IP). Nilai PILB 100%, menunjukkan bahwa seluruh sampel yang diamati berisi makanan. Nilai IP dari Myxodinium sp 74,88%, Microcystis sp dengan nilai 18,64%, Cyanothece sp, Planktothrix sp dan L. Texta sp dengan nilai 1,39%. Kesimpulan Ikan tembang (Sardinella lemuru) merupakan ikan pemakan plankton. Makanan utama ikan tembang di perairan Bulungan adalah Myxodinium sp dengan nilai IP sebesar 74,88%. Makanan pelengkapnya berupa Microcystis sp dengan nilai IP sebesar 18,64%. Sedangkan yang menjadi makanan tambahan adalah Cyanothece sp, Planktothrix sp dan L. Texta sp dengan nilai IP sebesar 1,39%.
ANALISIS PENDAPATAN PETANI RUMPUT LAUT DI KELURAHAN KARANG REJO KECAMATAN TARAKAN BARAT KOTA TARAKAN
Karang Rejo adalah salah satu Kelurahan yang berada di Kecamatan Tarakan Barat Kota Tarakan Kalimantan Utara dan merupakan salah satu daerah produksi rumput laut yang dibudidayakan di perairan Tanjung Karis. Rumput laut merupakan sumberdaya hayati yang telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat indonesia sebagai mata pencarian utama karena termasuk salah satu produk perairan yang potensial untuk dikembangkan. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan petani rumput laut di Kelurahan Karang Rejo Kecamatan Tarakan Barat Kota Tarakan. Penelitian dilakasanakan pada Desember 2024 sampai Januari 2025. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan mengambil seluruh petani rumput laut yang ada di Kelurahan Karang Rejo Kecamatan Tarakan Barat yaitu sebanyak 11 kepala keluarga (KK). Teknik pengumpulan data atau informasi dalam penelitian ini yaitu Kusioner dan Dokumentasi. Data yang diperoleh dari responden akan di analisis dengan menggunakan rumus Total Cost (TC)/Total Biaya, Total Revenue (TR)/Total Penerimaan, dan Pendapatan. Harga jual per kg Rp10.000. Sedang rata-rata jumlah produksi 672 kg dalam satu kali panen. Jadi pendapatan total rata-rata yang di dapat oleh petani rumput laut sebesar Rp6.720.000 dari seluruh responden. Hasil dari perhitungan biaya-biaya yang telah di keluarkan oleh petani rumput laut sebe-sar Rp4.403.846. Maka rata-rata pendapatan bersih petani rumput laut diterima sebesar Rp2.316.154 dari seluruh responden.
Evaluasi Instalasi Listrik pada Gedung Sekolah Dasar Negeri 001 Sebatik Tengah
Listrik merupakan suatu energi yang berperan sangat penting bagi kehidupan manusia, di zaman ini hampir semua alat pendukung kehidupan manusia membutuhkan energi listrik, seperti lampu penerangan, bahkan dapat dikatakan listrik sudah menjadi kebutuhan mendasar, baik dalam kebutuhan hidup rumah tangga, industri, dan pendidikan. Contohnya seperti sekolah yang merupakan tempat pembelajaran bagi siswa-siswa dan tempat pengawasan bagi para guru, yang dimana sekolah digunakan dalam seminggu sebanyak 5-6 kali, jadi perlu diketahui bahwa fasilitas-fasilitas umum seperti lampu, kipas, speaker, dan lain-lain sangat bergantung pada energi listrik. Namun beberapa sekolah perlu evaluasi yang baik dan matang. Misalnya saja pada Sekolah Dasar Negeri 001, yang berada di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan. Dari hasil survei yang dilakukan ada beberapa yang tidak sesuai dengan standar PUIL 2011. Dari perhitungan evaluasi pada setiap ruangan menggunakan jenis lampu TL = 36 Watt dan rata-rata ruangan memiliki 12 lampu atau 6 armatur. Untuk luas penampang kabel yang telah dievaluasi sebagian besar menggunakan 2,5 mm2 dan 4 mm2. Namun pada evaluasi ini tidak menggunakan 3 fasa dikarena beban yang tidak melebihi 11,120 Watt dari standar PLN yang digunakan. Jenis tanah adalah tanah liat dengan nilai pentahanan 0,42 ῼ dan telah memenuhi syarat standar PUIL 2011 yaitu 0,5 ῼ
PENGELOMPOKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI DI KALIMANTAN UTARA MENGGUNAKAN METODE CLUSTERING K-MEANS
Penelitian ini di latar belakangi oleh keinginan untuk menjawab permasalahan: (1) Berapa klaster potensi padi yang dapat dibentuk berdasarkan variabel luas panen, produksi, dan produktivitas padi tahun 2021-2023 di Provinsi Kalimantan Utara; (2) Berapa klaster tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan variabel luas panen, produksi, dan produktivitas padi di Provinsi Kalimantan Utara. Oleh karena itu Provinsi Kalimantan Utara perlu mengelompokkan kabupaten/kota penghasil padi menggunakan metode clustering untuk mengetahui daerah dengan potensi produksi padi. Clustering yang digunakan adalah dengan menggunakan algoritma k-means. Clustering k-means mengelompokkan kabupaten/kota berdasarkan kesamaan dalam tiga variabel utama yaitu luas panen, produksi, dan produktivitas. Hasil yang didapatkan dari metode ini yaitu 3 Cluster antara lain C1, C2 dan C3. Penelitian ini mengelompokkan kabupaten/kota berdasarkan luas panen, produksi, dan produktivitas padi. Cluster 1 (Malinau dan Tarakan), peningkatan kapasitas menjadi prioritas kedua untuk cluster ini, yang berada pada kategori cluster sedang. Memiliki produktivitas yang mendekati rata-rata dengan nilai z-score sebesar -0,10209. Namun, luas panen dan produksi rendah, dengan nilai z-score masing-masing -0,55757 dan -0,56876. Jarak euclidean untuk wilayah Malinau dan Tarakan, yaitu 0,65416. Cluster 2 (Bulungan dan Nunukan), upaya menjaga keberlanjutan menjadi prioritas ketiga untuk cluster ini, yang berada pada kategori cluster tinggi. Menunjukkan kinerja yang tinggi di semua variabel, dengan nilai z-score sebagai berikut: 1,01700 untuk luas panen, 1,02876 untuk produksi, dan 0,87317 untuk produktivitas. Jarak euclidean untuk wilayah Bulungan dan Nunukan, yaitu 0,19420. Cluster 3 (Tana Tidung), perbaikan produktivitas secara signifikan menjadi prioritas utama untuk cluster ini, yang berada pada kategori cluster rendah. Memiliki kinerja yang rendah di semua variabel, dengan nilai z-score sebagai berikut: -0,91887 untuk luas panen, -0,92000 untuk produksi, dan -1,54216 untuk produktivitas. Jarak euclidean untuk wilayah Tana Tidung, yaitu 0.
Analisis Kontingensi Pada Sistem Distribusi 20 kV PT. PLN (Persero)
Sistem Tenaga Listrik yaitu sekumpulan pembangkit dan Gardu Induk yang terhubung oleh jaringan distribusi. Tujuan dari sistem distribusi adalah memindahkan daya listrik dari pusat pembangkit ke pusat beban secara aman, effisien, handal dan ekonomis. perubahan profil tegangan dan kemampuan operasi saluran distribusi PT. PLN (persero) Sebatik dengan analisis kontingensi saluran N-1 dengan pola operasi satu generator dilepaskan secara bergantian dan saluran menggunakan software ETAP powerstations 19.0.1 yaitu melepas dengan sengaja sebuah saluran distribusi dari sistem untuk mengevaluasi sistem tersebut. Ketika terjadi kontingensi diasumsikan terjadi sebuah gangguan, sehingga berdampak terhadap perubahan nilai tegangan bus dan overload pada saluran. Selanjutan, Pada Analisa kontingensi dilakukan melalui dua pola yaitu: kontingensi generator dan kontingensi saluran. Pada kontingensi generator didapatkan hasil sebagai berikut: pada saat Pembangkit Mitsubishi 1, Mitsubishi 2, dan Mitsubishi 3 dilepas maka terjadi overload sebesar 154% - 377%, dan pada saat MAN 8 dilepas tidak ada generator yang mengalami overload. Sedangkan pada kondisi kontingensi saluran didapatkan hasil sebagai berikut: pada saat kabel 28 (feeder 1) dilepas terjadi kehilangan daya beban 575,2 kW dan daya generator 592,8 kW, kabel 169 (feeder 2) dilepas terjadi kehilangan daya 297,8 kW dan kehilangan daya generator 306,8 kW, kabel 107 (feeder 3) dilepas terjadi kehilangan daya beban 351 kW dan kehilangan daya generator 337 kW, kabel 143 (feeder 4) dilepas terjadi kehilangan daya beban 263,4 kW dan kehilangan daya generator 260,2 kW, dan kabel 187(feeder 5) dilepas terjadi kehilangan daya beban 117,3kW dan kehilangan daya generator 112,9 kW. hasil simulasi berupa rugi-rugi daya dan jatuh tegangan pada setiap bus masih masuk dalam batas toleransi.
kata sapaan dalam bahasa suku dondo pada masyarakat rantauan di desa sesayap hilir kabupaten tana tidung (kajian sosiolinguistik)
The purpose of this research was conducted as an effort to develop local languages, especially in the grecting words of the Dondo tribal language. The method used in this research is descriptive qualitative method, the data obtained amounted to 49 data through observation, interview, and documentation techniques. Then the data collected is interpreted into Indonesian. The results of the research on Greetings in the Dondo Tribal Language in the Overseas Community in Sesayap Hilin Village, Tana Tidung Regency, namely showing some analysis of greetings according to (1) kanship such as father (uma) and mother (ma) (2) according to titles and positions such as village bead and regent (3) according to the greeting of the name itself which has its own designation (4) according to the pronouns in the greeting can be used when addressing someone who does not mention the name but leads to someone like them and you (5) based on the form of the noun in the greeting has words whose endings use (+K) words whose endings use (Me) such as Abangku (6) greetings based on other nouns use formal greetings and do not mention other people's names such as mister and miss (7) according to the word actors in this greeting have the form (+Pe) verbs such as singers and dancers
Alat Uji Subjek dalam Bahasa Bugis Bone di Tarakan (Teori Tipologi)
Penelitian ini membahas alat uji subjek dalam bahasa Bugis Bone dengan pendekatan teori tipologi. Bahasa Bugis Bone, sebagai salah satu dialek bahasa Bugis yang digunakan di Kabupaten Bone dan beberapa wilayah lainnya, memiliki struktur sintaksis yang menarik untuk dikaji, terutama dalam menentukan kesubjekan dalam klausa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk kalimat dasar serta fungsi alat uji subjek dalam bahasa Bugis Bone. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Beberapa alat uji subjek yang digunakan meliputi struktur kanonis, perelatifan, kontrol, penyisipan adverbial, dan penaikan (raising). Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dalam bahasa Bugis Bone selalu berada di awal klausa sebelum predikat, serta dapat diuji melalui beberapa mekanisme linguistik yang menunjukkan bahwa bahasa ini memiliki kesamaan dengan struktur subjek dalam bahasa Indonesia. Selain itu, ditemukan bahwa bahasa Bugis Bone menggunakan afiks tertentu dalam membentuk konstruksi pasif yang berkontribusi pada mekanisme penaikan subjek dalam klausa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian sintaksis bahasa daerah di Indonesia serta menjadi referensi dalam pelestarian bahasa Bugis Bone. Temuan ini juga dapat digunakan dalam kajian lebih lanjut mengenai tipologi sintaksis bahasa daerah lainnya.
Profil Pengetahuan Guru IPA Terkait Pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) di SMP Negeri Kota Tarakan
Pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) adalah inovasi pendidikan yang membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Pendekatan ini menghubungkan berbagai disiplin ilmu untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan berbasis pemecahan masalah. Guru berperan sebagai fasilitator dalam menerapkan pembelajaran interdisipliner dan berbasis proyek. Oleh karena itu, pemahaman guru terhadap STEAM menjadi faktor kunci dalam keberhasilannya di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil pengetahuan guru IPA terkait pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) di SMP Negeri Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mengukur pengetahuan guru tentang STEAM. Hasil penelitian menunjukkan variasi yang signifikan pada setiap aspek kognitif dalam Taksonomi Anderson. Guru menunjukkan pemahaman yang baik dalam aspek mengingat (82%), menilai (78%), dan mencipta (100%), yang mengindikasikan penguasaan konsep dasar STEAM, kemampuan evaluasi pembelajaran, dan kemampuan merancang pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan STEAM. Namun, ditemukan adanya kesulitan pada aspek memahami (46%), menerapkan (47%), dan menganalisis (75%). Skor yang lebih rendah pada ketiga aspek ini mengindikasikan bahwa guru masih memerlukan penguatan dalam memahami prinsip dasar STEAM, mengintegrasikan elemen-elemen STEAM dalam pembelajaran berbasis proyek, serta menerapkan strategi kognitif yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Secara keseluruhan, profil pengetahuan guru IPA terkait pendekatan STEAM di SMP Negeri Kota Tarakan menunjukkan bahwa 3,20% guru berada pada kategori sangat baik, 58% pada kategori baik, dan 29,10% pada kategori cukup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun sebagian besar guru memiliki pengetahuan yang baik, pemahaman dan penerapan konsep STEAM perlu ditingkatkan secara signifikan serta diperlukan pelatihan berkelanjutan, penyediaan sumber daya, dan dukungan intensif untuk mengoptimalkan penerapan STEAM dalam pembelajaran IPA di SMP Negeri Kota Tarakan.
Pengaruh Penambahan Probiotik EM4 dengan dosis yang berbeda pada pakan terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele (Clarias sp)
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK EM4 DENGAN DOSIS YANG BERBEDA PADA PAKAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN LELE (Clarias Sp). ABSTRAK Budidaya ikan lele yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya menggunakan pakan buatan sekitar 60-75% dari total biaya produksi yang dikeluarkan. Harga pakan buatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, sehingga dibutuhkan alternatif untuk meminimalkan penggunan pakan buatan tanpa mengurangi komposisi nutrisi pakan ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh penambahan probiotik EM4 dengan dosis yang berbeda pada pakan terhadap laju pertumbuhan benih Ikan Lele (Clarias Sp). Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Benih ikan lele yang digunakan sebanyak 120 ekor dengan ukuran 4-5 cm dan padat penebaran 1 ekor/liter (volume wadah 10 l). Benih ikan sebelum dilakukan pengujian terlebih dahulu diadaptasikan selama 7 hari. Rancangan penelitian ini menggunakan Perlakuan yaitu: P1 tanpa penambahan probiotik EM4 (kontrol), P2 (30 ml/kg pakan), P3 (40 ml/kg pakan), dan P4 (50 ml/kg pakan). Penelitian ini dilakukan selama 30 hari dengan frekuensi pemberian pakan tiga kali sehari sebanyak 5% dari bobot ikan. Data yang diperoleh ditabulasikan dan dianalisis menggunakan aplikasi software SPSS 29 yang meliputi Analisis Ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik EM4 pada pakan dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P≤0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan tingkat kelangsungan hidup. hasil yang terbaik adalah perlakuan P3 (pakan crumble dengan dosis 40 ml/kg pakan). Penambahan probiotik EM4 pada pakan dapat meningkatkan pertumbuhan berat dan panjang yang lebih tinggi yaitu 3.29 gr dan 6.8 cm dan kelangsungan hidup benih ikan lele sebesar 98%.