WIDYA DESTIYANTI ADJIE
2020 · Thesis · Open Access
Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain Nonequivalend Control Group Desaign yang dilaksanakan di kelas IX MTs DDI Tarakan. Sampel penelitian ini adalah kelas IX-B dengan jumlah 19 siswa sebagai kelas eksperimen 1 yang diberi perlakuan berupa model pembelajaran discovery learning dan kelas IX-C dengan jumlah 21 siswa sebagai kelas ekaperimen 2 yang diberi perlakuan berupa model pembelajaran probing prompting yang diambil dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan uji Mann-Whitney dengan bantuan software SPSS versi 23.0 for windows. Hasil analisis deskriptif menunjukan nilai pretest kelas eksperimen 1 dan eksperimen 2 pada kategori yang sama yaitu kurang aktif sedangkan pada nilai posstest kelas eksperimen 1 lebih tinggi yaitu 53,3% dengan kategori aktif dan kelas eksperimen 2 sebesar 43,14 dengan kategori kurang aktif. Sedangkan berdasarkan hasil analisis inferensial pada data pretest dengan taraf signifikasi 0,05 diperoleh p=0,5 maka H0 diterima sehingga tidak terdapat perbedaan keaktifan kelas eksperimen 1 dan 2. Sedangkan pada data posttest diperoleh p=0,0025 maka H0 ditolak dimana model pembelajaran discovery learning lebih baik dibandingkan probing prompting terhadap keaktifan belajar siswa.
OULIEN SURYA
2020 · Thesis · Open Access
Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan implementasi pada metode ajar dan media ajar serta untuk menggambarkan perbedaan metode ajar dan media ajar yang digunakan oleh dua guru kelas 4 yang berbeda di Integrated Laboratory School of West Visayas State University dan SD Nasional Plus Indo Tionghoa Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Instrumen penelitian ini adalah field note, kuesioner, wawancara, dan dokumen sekolah. Serta teknik analisis data menggunakan triangulasi oleh Miles dan Huberman. Peneliti menemukan ada beberapa perbedaan dan persamaan metode ajar yang digunakan oleh kedua guru yang berbeda. Metode ajar yang biasa digunakan oleh guru di Integrated Laboratory School of West Visayas State University adalah metode diskusi kelompok, metode picture and picture, metode tanya jawab. Sementara itu di SD Nasional Plus Indo Tionghoa Tarakan, metode bermain peran yang umum digunakan, metode picture and picture, metode demonstrasi, dan metode tanya jawab. Kemudian guru di Integrated Laboratory School of West Visayas State University kebanyakan menggunakan media pengajaran dengan guru menggunakan jenis visual yang tidak diproyeksikan seperti foto, gambar dan poster sebagai media ajar. Selain itu, guru juga biasanya menggunakan jenis permainan dan juga jenis realitas seperti permainan puzzle dan juga boneka. Sementara itu guru di SD Nasional Plus Indo Tionghoa Tarakan juga menggunakan media pengajaran visual yang tidak diproyeksikan dan menggunakan jenis media pengajaran cetak seperti menggunakan buku aktivitas siswa atau modul.
SISKA
2020 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan menerapkan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) berbantuan media audio visual pada siswa kelas VIII SMPN 3 Nunukan Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas(PTK) yang terdiri atas dua siklus. Pada tiap siklusterdiri atas dua kali pertemuan, dengan tahapan pada setiap siklus yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa, lembar penilaian (mengukur aspek sikap dan ketrampilan) serta Tes Hasil Belajar dan Lembar Kerja siswa (Mengukur aspek pengetahuan). Hasil penelitian menunjukan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) berbantuan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMPN 3 Nunukan Selatan. Secara klasikal nilai siswa dari siklusI ke siklusII terdapat peningkatan pada ketiga aspek yang diukur yaitu, aspek pengetahuan pada siklus I yaitu 50% dan siklus II mengalami peningkatan yaitu 79%. Pada aspek sikap persentase siswa yang memperoleh nilai dengan kategori minimal baik pada siklus I yaitu 64% dan siklus II mengalami peningkatan yaitu 96%. Sedangkan aspek keterampilan, persentase siswa yang memperoleh nilai dengan kategori minimal baik pada siklus I yaitu 61% dan siklus II mengalami peningkatan yaitu 86%. Nilai siswa secara klasikal yang diperoleh tersebut telah mencapai indikator ketuntasan yaitu 75%. Hasil pengamatan aktivitas guru mengajar siklus I 82 dengan kategori sangat baik, siklus II 86 dengan kategori sangat baik dan hasil aktivitas siswa siklus I 70% dengan kategori baik, siklus II 93% berkategori sangat baik.
SRI INDAH LASTARI
2019 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dari ritual adat pernikahan suku Bulungan di Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, menggunakan kajian semantik. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan juli 2019 di Tanjung Palas Hulu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Peneilitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah ritual pernikahan suku Bulungan, sumber data pada penelitian ini bersumber dari informan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Penelitian ini menerapkan beberapa langkah dalam teknik analisis data, yang meliputi (1) Mengumpulkan sejumlah data yang berkaitan dengan ritual adat pernikahan suku Bulungan. (2) Data yang telah teridentifikasi akan diartikan dalam bahasa umum atau bahasa Indonesia (3) Data-data yang telah diartikan dalam bahasa Indonesia kemudian di diklasifikasikan berdasarkan makna denotatif dan konotatif kemudian di interpretasikan dengan cara mengungkap makna yang terkandung dalam rangkaian ritual adat pernikahan suku Bulungan.Hasil dari penelitian ini menunjukan ritual adat pernikahan suku Bulungan syarat akan makna, dimulai dari alat dan bahan yang digunakan hingga pakaian dan aksesoris yang digunakan pada saat ritual adat pernikahan suku Bulungan. Berdasarkan hasil penelitian ritual adat pernikahan suku Bulungan dimulai dari prosesi awal hingga prosesi akhir mengandung makna denotatif yang berarti makna ritual adat suku Bulungan mengandung makna sebenarnya pada setiap prosesinya. Ritual adat pernikahan suku Bulungan juga mengandung makna konotatif yaitu makna kiasan atau makna lain yang terdapat pada ritual adat suku Bulungan.
YUNIARTI RHERHE VALEN
2019 · Thesis · Open Access
THE USE OF ANIMATION VIDEO TO IMPROVE STUDENTS’ WRITING ACHIEVEMENT OF NARRATIVE TEXT AT THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP FRATER DON BOCSO TARAKAN IN ACADEMIC YEAR 2019/2020. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana animasi video dapat meningkatkan hasil belajar siswa terlebih dalam menulis teks narative dikelas VIII-2 di SMP Frater Don Bosco Tarakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Peneltian Tindakan Kelas (PTK). Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 43 siswa. Jumlah sampel adalah 21 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar pengamatan, wawancara, dan tes menulis. Terdapat dua kriteria kesuksesan dalam penelitian ini. Pertama, nilai tes menulis siswa harus mencapai 75.0 atau melebihi. Kedua, penilaian kegiatan guru dan siswa harus mencapai 80. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode campuran. Analisis kualitatif untuk menghitung data dari lembar observasi dan wawancara, analisis kuantitatif untuk menghitung data dari tes tertulis. Hasil penelitian dari siklus pertama sampai siklus kedua menujukkan bahwa penggunaan animasi video dapat meningkatkan hasil menulis siswa. Peningkatan ini dapat dilihat dari nilai menulis siswa yang meningkat disetiap pertemuan. Pada pertemuan pertama pada siklus satu presentase kelas adalah 43% sedangkan di pertemuan kedua adalah 48%. Pada siklus kedua, presentase kelas pada pertemuan pertama adalah 62% sedangkan pada pertemuan kedua adalah 81%. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dengan latihan menulis menggunakan animasi video dapat meningkatkan nilai menulis siswa. Peningkatan juga dapat dilihat dari hasil lembar pengamatan. Hasil lembar observasi menunjukan proses pembelajaran berhasil. Berdasarkan hasil wawancara, didapatkan bahwa belajar dan mengajar dengan menggunakan animasi video sangat bermanfaat dan membuat siswa santai dan membuat kegiatan belajar terasa menyenangkan. Dari peneltian ini dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan animasi video peancapaian menulis siswa meningkat.
NINA RAHMAWARTI
2019 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca permulaan dengan menerapkan Strategi Pembelajaran Know-Want To Know-Learned (KWL) Berbantuan Media Buku Cerita Bergambar Dengan Metode Bunyi. Jenis penelitian ialah eksperimen semu yang dilaksanakan pada semester ganjil TA 2019/2020. Dengan populasi siswa kelas II dan sampel yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas II-B sebagai kelas eksperimen dan kelas II-A sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan membaca permulaan dengan menerapkan Strategi Pembelajaran Know-Want To Know-Learned (KWL) berbantuan Media Buku Cerita Bergambar dengan Metode Bunyi. Hasil uji coba independent sample t-test pada kemampuan membaca permulaan diperoleh thitung = 2,216 pada taraf signifikansi 0,05 dan df = 54, diperoleh ttabel = 2,004 berarti thitung > ttabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan membaca permulaan dengan menerapkan strategi pembelajaran Know-Want To Know-Learned (KWL) berbantuan media buku cerita bergambar dengan metode bunyi di kelas II SDN 006 Tarakan.
DWI APRILLIA
2019 · Thesis · Open Access
Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan Posttest-Only Control Design. Variabel bebas pada penelitian ini adalah model pembelajaran Rotating Trio Exchange dan variabel terikat adalah hasil belajar matematika. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMK Negeri 2 Tarakan. Sample penelitian diambil dengan menggunakan teknik probability sampling (simple random sampling) yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas XI TITL 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI TITL 2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes uraian untuk hasil belajar ranah kognitif. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Adapun dalam penelitian ini menggunakan uji hipotesis, uji statistik yang digunakan adalah uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji hipotesis yang telah dilakukan oleh peneliti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika yang menggunakan model Rotating Trio Exchange dengan yang diajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas XI SMK Negeri 2 Tarakan dengan thitung > ttabel yaitu 2,285 > 1,674 maka H0 ditolak. thitung berada pada daerah penerimaan H1 dan tolak H0 maka hipotesis H1 : µ1 > µ2 dapat diterima. Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Rotating Trio Exchange terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI SMK Negeri 2 Tarakan.
GALUH UTARI HAYUTIASTI
2019 · Thesis · Open Access
GALUH UTARI HAYUTIASTI. 2019. Tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri sangat banyak dijumpai di pekarangan rumah misalnya Catharanthus roseus dan Polygala paniculata L. Kombinasi kedua tanaman tersebut dilakukan untuk mengetahui potensi kombinasi ekstrak daun Catharanthus roseus dengan akar Polygala paniculata L. terhadap pertumbuhan bakteri patogen serta menghasilkan produk berupa buku referensi yang layak digunakan. Jenis penelitian ini yaitu Research and Development (R & D) sedangkan pengamatan aktivitas antibakteri melalui metode sumuran dengan perlakuan konsentrasi yaitu 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Kombinasi ektstrak tanaman dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli (ATCC 8739) dan Staphylococcus aureus (ATCC 8739) Diameter zona hambat pertumbuhan E.coli yang tertinggi yaitu 17,5 mm (daya hambat sangat kuat) pada konsentrasi 80% sedangkan daya hambat pertumbuhan S. aureus yang tertinggi yaitu 15, 25 mm( daya hambat sangat kuat) pada konsentrasi 100%. Kelayakan produk berupa buku referensi berdasarkan ahli media sbesar 75% (cukup layak), ahli materi 95% (sangat layak), praktisi sebesar 83,52% (sangat layak) sehingga dapat disimpulkan bahwa rata – rata persentase kelayakan buku referensi sebesar 85% (sangat layak). Selain itu hasil dari uji respon siswa sebesar 85,12% dalam kategori sangat menarik.
NUR OKTAFIA INDAH
2019 · Thesis · Open Access
This was a quasi-experimental research with a posttest only control design. The independent variable in this study was a realistic mathematics approach and the dependent variable is students’ understanding of mathematical concepts. The population in this study were all students of class VIII at SMP Negeri 12 Tarakan. Samples were taken using simple random sampling technique, namely 32 class VIII-4 students as the experimental group and 32 class VIII-5 students as the control group. Data collected by written test and documentation. Data were analyzed using descriptive analysis and inferential analysis (independent sample ttest) with the help of SPSS 23.0 software for windows. The average posttest score in the experimental class was greater than the average posttest value in the control class, 70.37 compared to 55.80. While the results of the independent sample t-test with a significant level of 5% ( = 0.05) obtained a p-value of 0,000. Thus was rejected and was accepted, so it could be concluded that the approach influenced students’ ability to understand mathematical concepts.
DINI ANDINI POETRI
2019 · Thesis · Open Access
DINI ANDINI POETRI. 2015. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan siswa dalam mengenali dan mengontrol emosi diri, sehingga berdampak positif pada saat mengikuti pembelajaran. Kecerdasan emosional erat kaitannya dengan keterampilan metakognitif. Keterampilan metakognitif adalah kemampuan siswa untuk mengontrol proses belajarnya, mulai dari tahap perencanaan, memilih strategi yang tepat sesuai masalah yang dihadapi kemudian melihat kemajuan dalam belajar dan mengoreksi jika terjadi kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa dan menganalisis hubungan antara keterampilan metakognitif terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan menggunakan metode deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 920 siswa kelas VII seluruh SMP Negeri di Kabupaten Nunukan dan sampel penelitian adalah 242 siswa dengan penentuan sampel menggunakan rumus Nomogram Harry King. Keseluruhan data diperoleh berdasarkan skor dari angket kecerdasan emosional, tes essai keterampilan metakognitif dan tes pilihan ganda hasil belajar siswa, kemudian dianalisis dengan uji korelasi Pearson Product Moment, untuk mencari korelasi variabel kecerdasan emosional (X1) dengan variabel hasil belajar siswa (Y) dan variabel keterampilan metakognitif (X2) dengan variabel hasil belajar siswa (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memiliki korelasi terhadap hasil belajar siswa sebesar 0,122 yang berarti kecerdasan emosional tidak memiliki hubungan terhadap hasil belajar siswa serta keterampilan metakognitif memiliki korelasi terhadap hasil belajar siswa sebesar 0,029 yang berarti keterampilan metakognitif memiliki hubungan terhadap hasil belajar siswa. Sumbangan efektif kecerdasan emosional terhadap hasil belajar sebesar 0,9% dan sumbangan relatifnya 34% , serta sumbangan efektif keterampilan metakognitif terhadap hasil belajar sebesar 1,3% dan sumbangan relatifnya 48%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, diantaranya faktor internal yang meliputi kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar serta kondisi fisik dan kesehatan serta faktor eksternal meliputi keluarga, sekolah dan masyarakat
FITRIANI
2019 · Thesis · Open Access
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh naskah butir soal ujian akhir semester genap mata pelajaran IPA kelas VII, VIII, dan IX di SMP Negeri 1 Nunukan Selatan Tahun Pembelajaran 2018/2019. Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi dan wawancara. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara mengambil soal yang telah terdokumentasi. Data dianalisis sesuai dengan kata kerja operasional dimensi proses kognitif Taksonomi Anderson dan aspek kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sebaran dimensi proses kognitif Taksonomi Anderson pada soal belum merata, soal didominasi pada dimensi proses kognitif level C1, C2 dan C3. Persentase dimensi kognitif pada kelas VII yaitu C1 diperoleh 44%, C2 diperoleh 44% dan C3 diperoleh 12%. Kelas VIII yaitu C1 diperoleh 20%, C2 diperoleh 46,7%, C3 diperoleh 26,7%, dan C4 diperoleh 6,7%. Kelas IX yaitu C1 diperoleh 2,8%, C2 diperoleh 25,7%, C3 diperoleh 42,8%, dan C4 diperoleh 28,5%. (2) sebaran aspek kemampuan berpikir kritis pada soal juga belum merata, soal didominasi pada aspek 1 dan aspek 2. Persentase aspek kemampuan berpikir kritis pada kelas VII yaitu A1 diperoleh 44% dan A2 diperoleh 56%. Kelas VIII yaitu A1 diperoleh 46,7%, A2 diperoleh 43,3% dan A3 diperoleh 10%. Kelas IX yaitu A1 diperoleh 5,7%, A2 diperoleh 48,5%, A3 diperoleh 40% dan A5 diperoleh 5,7%.
DAHLIA
2019 · Thesis · Open Access
Empati merupakan sebuah perasaan yang dimana seseorang menunjukkan rasa ibanya pada orang lain dan mengerti tentang masalah dan keadaan, serta kemampuan untuk membayangkan diri sendiri di posisi orang lain. Adapun permasalahan yang ada dilapangan, siswa memiliki rasa empati yang rendah yaitu kurangnya rasa peduli terhadap teman sendiri, mementingkan diri sendiri, suka berkelompok dan membentuk sebuah komunitas sendiri, sikap acuh pada siswa yang berdampak kurangnya respon terhadap temannya, tidak mau berbagi dengan teman yang sedang kesulitan. Maka untuk mengatasi hal tersebut perlu diberikan layanan konseling kelompok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Teknik Motivational Interviewing untuk meningkatkan empati pada siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan. Jenis penelitian adalah Kuantitatif, dengan pendekatan Pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini sebanyak 127 siswa. Peneliti menggunakan purposive sampling untuk pengambilan sampel dalam jumlah 10 siswa dengan menggunakan skala likert. Instrumen yang digunakan skala empati, skala yang telah melalui pengujian validasi dari penilaian Alpha Cronbach dan diperoleh koefisien 0,907 yang menunjukkan tingkat reliability yang tinggi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan analisis inferensial menggunakan uji wilcoxon program SPSS 22.0 for windows. Berdasarkan hasil analisis data statistik hasil perhitungan uji wilcoxon, nilai asymp sig = 0,005 α = 0,05 menunjukkan H◦ di tolak artinya ada peningkatan. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan layanan konseling kelompok dengan teknik Motivasional Intervienwing dapat meningkatkan empati pada siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan. Bagi peneliti selanjutnya, dapat menggunakan penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian yang serupa dengan design berbeda dari peneliti sebelumnya.
RATNA DEWI
2019 · Thesis · Open Access
Ratna Dewi, 2019, “Pengaruh Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Permainan Tradisional Kalimantan Untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa SMP Negeri 2 Pulau Derawan”. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing oleh Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd. Komunikasi interpersonal adalah proses penyampaian pesan yang dilakukan antara dua orang atau lebih dengan peluang untuk memberikan umpan balik. Komunikasi interpersonal siswa SMP Negeri 2 Pulau Derawan masih rendah, hal ini ditunjukkan dari perilaku siswa yang kurang kompak saat ada perlombaan kelas, meluapkan emosi lewat FB, lebih senang menyendiri main gad-ged dan sulit mengungkapkan pendapat dalam situasi diskusi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa menggunakan bimbingan kelompok dengan teknik permainan tradisional Kalimantan yaitu permainan betewah dan pindah bintang. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh teknik permainan tradisional kalimantan terhadap komunikasi interpersonal siswa. Jenis peneitian adalah kuantitatif, dengan pendekatan pre-experiment dan desain one group pre-test post-test design, Populasi penelitian ini sebanyak 42 siswa dan sampel 8 siswa kelas IX SMP Negeri 2 Pulau Derawan. Teknik pengumpulan data menggunakan skala komunikasi interpersonal, Realibilitas diperoleh koefisien 0,757 yang menunjukan tingkat reliabilitas tinggi. Analisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan 22.0 SPSS windows. Berdasarkan hasil analisis data perhitungan uji-wilcoxon nilai asymp sig = 0,12 α = 0,05 maka H_0 ditolak yang berarti ada pengaruh penerapan bimbingan kelompok dengan teknik permainan tradisional Kalimantan untuk meningkatkan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Pulau Derawan. Bagi peneliti selanjutnya, dapat menggunakan penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian yang serupa dengan desain berbeda dari peneliti sebelumnya.
FHAIZAL
2019 · Thesis · Open Access
ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN SOPIR TAKSI BANDAR UDARA INTERNASIONAL JUWATA TARAKAN Fhaizal Jafar Sidik Salim, S.E., M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jam kerja, jarak tempuh kendaraan, dan jumlah penumpang terhadap pendapatan sopir taksi bandara yang ada di Bandar Udara Internasional Juwata Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai dari persamaan model untuk koefisien β1 adalah sebesar 0,226583 yang mana menunjukkan bahwa setiap penambahan jam kerja (X1) sebesar satu jam kerja maka akan meningkatkan pendapatan sopir taksi Bandar Udara Internasional Juwata Tarakan sebesar Rp 226.583 per bulan dengan asumsi variabel lain (jarak tempuh kendaraan dan jumlah penumpang) tetap atau konstan, koefisien β2 adalah sebesar 0,613723 menunjukkan bahwa setiap penambahan jarak tempuh kendaraan (X2) sebesar satu kilometer maka akan meningkatkan pendapatan sopir taksi Bandar Udara Internasional Juwata Tarakan sebesar Rp 613.723 per bulan dengan asumsi variabel lain (jam kerja dan jumlah penumpang) tetap atau konstan, dan koefisien β3 adalah sebesar 0,074903 menunjukkan bahwa setiap penambahan jumlah penumpang (X3) sebesar satu orang penumpang maka akan meningkatkan pendapatan sopir taksi Bandar Udara Internasional Juwata Tarakan sebesar Rp 74.903 per bulan dengan asumsi variabel lain (jam kerja dan jarak tempuh kendaraan) tetap atau konstan. Adapun nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,908130 atau 90,81% dimana nilai R2 menunjukkan bahwa variabel jam kerja, jarak tempuh kendaraan, dan jumlah penumpang menjelaskan variabel pendapatan sedangkan sisanya 9.19% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak ada dalam model regresi.
LAILA SARI
2019 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna apa yang terdapat di dalam rumah adat di Desa Setulang Kabupaten Malinau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari masyarakat suku Dayak Kenyah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan catat. Teknik analisis data di lakukan dengan mengumpulkan data yang telah dicatat dan yang telah di dokumentasi, kemudian mendeskripsikan makna yang terdapat di dalam rumah adat Dayak kenyah, dan membuat kesimpulan dari data yang di dapat. Jumlah keseluruhan data yang terkumpul pada penelitian ini yaitu sebanyak 36, data penelitian terdiri atas 8 data berupa ukiran, 4 data berupa gambar, 3 data berupa pahatan, 9 data berupa benda, 6 data berupa warna dan 6 data berupa arsitektur. Dari hasil pemaknaan secara semiotik dengan menggunakan teori segitiga makna, maka di peroleh kesimpulan bahwa data yang berada di dalam rumah adat tersebut memiliki makna yang berbeda beda. Long ngoleng,Lenco,talawang,Udo,Perisai,Mandau,Sape dan warna merah memiliki makna dapat memanggil roh nenek moyang yang memiliki kekuatan. Selibit,Folo,Kelunan,Fala Adet dan Kelupi memiliki makna kebersamaan dan kerukunan masyarakat Suku Dayak Kenyah yang tidak ada putus-putusnya. Kelunan,Ka’cet, Nga’noq, Melepeg dan Telingaan Aruu memiliki makna untuk memperkenalkan kebudayaan yang ada di dalam Suku Dayak Kenyah. Terfazho, Sapuk, Saung dan Pakaian adat laki-laki memiliki makna status sosial mayarakat. Belogo, warna kuning, putih, hitam, hijau dan biru memiliki makna religius sebagai tanda terima kasih masyarakat Dayak Kenyah kepada Tuhan yang telah memberikan mereka kehidupan serta alam yang berperan menjadi sumber kehidupan mereka dan arsitektur yang memiliki makna memberikan perlindungan di setiap masyarakat memasuki rumah adat. Kata Kunci: Makna, Rumah Adat, Dayak Kenyah, Semiotika.
SISI RAHAYU
2019 · Thesis · Open Access
SISI RAHAYU, 2019. Skripsi penggunaan tindak tutur ekspresif dan implikatur percakapan pada video debat capres dan cawapres tahap 1, 2 dan 3 tahun 2019 (kajian pragmatik). Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Fakultas Keguruan dab Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Pertama Rita Kumalasari, M.Pd. dan Anggota Pembimbing Siti Fathona, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur ekspresif dan implikatur percakapan yang ada dalam video debat capres dan cawapres tahap 1, 2 dan 3 tahun 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kalimat, berupa kalimat tuturan yang mengandung tindak tutur ekspresif dan implikatur percakapan pada video debat capres dan cawapres tahap 1, 2 dan 3 tahun 2019. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan yang berasal dari sumber lisan debat capres dan cawapres tahap 1, 2 dan 3 tahun 2019. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, terdapat empat jenis tindak tutur ekspresif dan dua jenis implikatur percakapan yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu tindak tutur ekspresif mengkritik yang berupa kritikan yang disampaikan oleh penutur kepada lawan tuturnya melalui ujaran biasanya bersifat langsung, ekspresif menyalahkan berupa ujaran yang menyalahkan seseorang dalam tindakan, ekspresif memuji berupa pujian yang disampaikan penutur terhadap lawannya serta implikatur percakapan umum berupa percakapan yang tidak memerlukan konteks khusus dan implikatur percakapan khusus yang memerlukan konteks untuk menjelaskan percakapan yang sedang terjadi.
ADE IRMA SURYANI
2019 · Thesis · Open Access
SIMBOL DAN MAKNA DALAM RITUAL NIVA DURU SUKU DAYAK PUNAN DI DESA RESPEN TUBU KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU (KAJIAN SEMIOTIK) Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh dan mendeskripsikan simbol dan makna yang terkandung dalam setiap simbol budaya pada prosesi ritual Niva Duru Suku Dayak Punan Di Desa Respen Tubu Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau. Metode pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa simbol dan makna yang terdapat dalam setiap prosesi ritual Niva Duru. Sumber data pada penelitian ini adalah ritual Niva Duru di Desa Respen Tubu Kecamatan Malinau Utara. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, teknik pengamatan, wawancara, teknik rekam, teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu data collection (mengumpulkan data), data reduction (reduksi data), dan data display (penyajian data). Hasil penelitian ini berupa data simbol budaya pada ritual Niva Duru yang berjumlah tiga puluh satu data, diantaranya yaitu: 16 data yang berupa benda, 9 data yang berupa makanan dan minuman, 2 data yang berupa hewan , dan 4 data yang berupa tindakan. Data tersebut dikaji menggunakan teori segitiga makna Peirce. Sign merupakan sesuatu yang berbentuk fisik yang dapat ditangkap oleh panca indera manusia dan merupakan sesuatu yang merujuk hal lain diluar tanda itu sendiri. Object merupakan acuan dari tanda (sign) berupa konteks sosial yang menjadi referensi dari tanda (sign) atau sesuatu yang dirujuk tanda. Interpretant (Interpretasi/penggunaan) merupakan konsep pemikiran dari orang yang menggunakan tanda dan menurunkannya pada makna tertentu atau makna yang ada dalam benak seseorang tentang objek yang dirujuk sebuah tanda. Kata Kunci: Simbol, Makna, Niva Duru, Dayak Punan, dan Semiotik.
SITI HARDIANTI
2019 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Kelas X di SMK Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2019/2020. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian eksp erimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X di SMK Negeri 1 Tarakan. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X tata boga 1 dengan jumlah siswa 35 orang sebagai kelas kontrol dan kelas X bisnis daring dan pemasaran 1 dengan jumlah siswa 36 orang sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes berupa unjuk kerja kepada siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Berdasarkan hasil analisis dengan taraf signifikan 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berpengaruh terhadap keterampilan berbicara siswa kelas X di SMK Negeri 1 Tarakan dengan nilai yang diperoleh thitung 5,010 pada taraf signifikan ≥ 0,05 dengan df= 69 diperoleh nilai ttabel 1,66724 berarti thitung ≥ ttabel, yaitu 5,010 ≥ 1,66724 artinya ada pengaruh yang signifikan. Model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berpengaruh terhadap keterampilan berbicara siswa. Hal tersebut dikatakan berpengaruh terhadap siswa karena pada kelas eksperimen siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran terlebih ketika mengungkapkan pendapatnya dan lebih terarah pada hal berbicara. Pada kelas kontrol siswa masih kurang aktif dalam proses pembelajaran terlebih ketika berbicara untuk mengungkapkan pendapatnya. Oleh karena itu, model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berpengaruh terhadap keterampilan berbicara siswa.
ULLIFAH LESTARI
2019 · Thesis · Open Access
Minat belajar adalah sesuatu keinginan atas kemauan yang disertai oleh perasaan suka, perhatian dan keaktifan yang disengaja yang akhirnya melahirkan perasaan senang akan perubahan tingkah laku, baik berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan. Adapun masalah Minat belajar siswa yang rendah disebabkan oleh kurangnya motivasi dalam belajar, jenuh dalam belajar, malas mengikuti pembelajaran, dan bosan. Layanan bimbingan kelompok yang diberikan kepada siswa juga merupakan usaha untuk meningkatkan minat belajar siswa, yang kedepannya diharapkan siswa termotivasi dalam belajar, sehingga prestasi belajarnya meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah 125 siswa dengan sampel 25 siswa kelas VIII MTs Negeri Tarakan. Intrumen yang digunakan skala minat belajar. Realibilitas diperoleh koefisien 0,678 yang menunjukan tingkat reliability yang tinggi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan analisis inferensial menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan 22.0 SPSS windows. Berdasarkan hasil analisis data statistik hasil perhitungan uji-Wilcoxon nilai asymp sig sebesar 0,000 dengan taraf signifikan α sebesar 0,05 maka H0 ditolak. Hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap minat belajar siswa di MTs Negeri Tarakan Tahun Ajaran 2019-2020. Dengan demikian, perlu diterapkan Layanan Bimbingan Kelompok terhadap siswa agar lebih dapat meningkatkan rasa minat dalam belajarnya.
DWI UMALAY SIANTI SYAFRIN
2019 · Thesis · Open Access
Dwi Umalaysianti. 2019. Sirih Hutan (Piper adumcum), sirih hijau (Piper betle), sirih merah (P. crocatum) dan sirih cina (Peperomia pellucida) merupakan spesies tumbuhan yang berasal dari famili Piperaceae yang memiliki manfaat sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan tersebut mengandung senyawa metabolit sekunder yang menyebabkan memiliki potensi sebagai tumbuhan obat. Senyawa metabolit yang terkandung pada suatu tumbuhan di produksi oleh struktur sekretori. Untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada suatu tumbuhan dapat dilakukan dengan menggunakan metode histokimia. Hasil penelitian tersebut diketahui bahwa P. aduncum, P. betle, P. crocatum dan Peperomia pellucida memiliki struktur sekretori berupa sel idioblas dan trikoma kelenjar yang mengandung senyawa alkaloid, lipofil, flavonoid, fenol dan terpenoid. Informasi atau data penelitian tentang manfaat tumbuhan obat dari famili Piperaceae, senyawa metabolit dan struktur sekretori dikembangkan menjadi Majalah Sains dengan menggunakan metode dari Borg & Gall (1983) sampai tahap ke-lima. Majalah sains tersebut nantinya dapat digunakan sebagai bahan ajar mandiri siswa SMK Kesehatan. Namun sebelum digunakan terlebih dahulu divalidasi oleh ahli media, ahli materi dan guru farmakognosi. Hasil validasi dari ahli media memiliki persentase sebesar 92,5%, ahli materi memiliki persentase sebesar 85,55% dan guru farmakognosi sebesar 91%. Setelah majalah dinyatakan layak dilakukan uji coba terbatas dengan melibatkan 6 siswa kelas farmasi. Hasil uji terbatas tersebut mendapatkan persentase sebesar 90,4%. Berdasarkan persentase tersebut, Majalah Sains dapat dikatakan termasuk kategori sangat layak digunakan sebagai bahan ajar mandiri siswa SMK Kesehatan.