FLORENSIA KOTEN
2024 · Thesis · Open Access
Fosfor adalah salah satu senyawa bahan organik yang penting karena akan diabsorbsi oleh fitoplankton dan masuk ke rantai makanan. Proses dekomposisi serasah akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan salah satunya adalah Fosfor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan Fosfor yang terdekomposisi pada serasah daun mangrove jenis Avicennia alba di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kota Tarakan. Penelitian ini di lakukan pada bulan April sampai dengan Agustus 2023 dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dilakukan di tiga stasiun, stasiun 1 terletak dialiran Sungai Pamusian, stasiun 2 terletak di dekat Menara Pengawas, dan stasiun 3 terletak di dekat pemukiman masyarakat. Hasil penelitian menunjukan laju dekomposisi serasah daun mangrove Avicennia alba di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kota Tarakan berdasarkan hari berkisar 0,71 g/hari – 0,17 g/hari, sedangkan kandungan Fosfor pada serasah daun mangrove Avicennia alba yang tersekomposisi selama 56 hari hari berkisaran 0,26 % - 0,27 %.
HILDA PRATIWI
2024 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Guru Dalam Menanamkan Nilai Karakter Berkebhinekaan Global Pada Mata Pelajaran IPAS Materi Kekayaan Budaya Indonesia Bagi Siswa Kelas IV-B SDN 005 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SDN 005 Tarakan dengan melibatkan guru dan peserta didik. Sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu guru dan peserta didik sementara untuk data sekunder yaitu profil sekolah, visi misi dan administrasi dalam proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif yang digunakan adalah teknik analisis Interaktif Miles & Huberman yang terdiri dari tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas IV-B SDN 005 Tarakan telah melaksanakan perannya yaitu: (1) Teladan, telah memperagakan atau mencontohkan bentuk pendidikan karakter yang baik, hal ini dapat dibuktikan secara langsung yaitu peserta didik sudah menerapkan perilaku sopan santun seperti membungkukkan badan, menyalimi guru, bertutur kata yang baik dan berpakaian yang rapi. Hal ini terjadi karena sopan santun sangat penting dalam berinteraksi sehingga sopan santun yang peneliti temukan pada diri peserta didik dapat dipicu dengan adanya peran guru sebagai teladan yang mencontohkan cara membangun sikap dan perilaku yang sopan untuk membaca karakter berkebhinekaan global pada diri peserta didik. (2) Fasilitator, selama proses pembelajaran berlangsung guru sangat memperhatikan masing-masing kebutuhan peserta didiknya. Salah satunya yaitu guru telah memfasilitasi peserta didik dalam belajar secara efektif melalui gotong royong dengan membentuk kelompok kecil yang berinteraksi dan bekerja sama tanpa memandang kriteria tertentu. Hal ini Bertujuan untuk menumbuhkan rasa empati, mengurangi diskriminasi toleransi dan membangun sikap peduli terhadap peserta didik lainnya. Peran guru dapat memberi keuntungan dalam meningkatkan interaksi sosial antar peserta didik sehingga mendorong kesejahteraan dalam proses belajar.
DENI RHAFANDI
2024 · Thesis · Open Access
IMPLEMENTASI ASESSMEN TERPADU TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA OLEH BADAN NARKOTIKA NASIONAL KOTA TARAKAN. Permasalahan Penyalahguna dan pecandu narkotika sangat sulit untuk ditangani dan dihentikan keterlibatan anak sebagai pelaku tindak pidana narkotika menambah permasalahan yang lebih serius lagi. Badan Narkotika Nasional membuat strategi yang bisa mengefektifkan penegakan tindak pidana narkotika dengan menekan angka permintaan melalui upaya rehabilitasi bagi pecandu dan penyalahguna narkotika (Asesmen Terpadu). Asesmen Terpadu adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh Tim Asesmen Terpadu agar dapat mengetahui kondisi seseorang akibat penyalahgunaan narkotika serta mengidentifikasi keterlibatan pelaku dalam suatu jaringan pengedaran narkotika yang meliputi aspek medis, sosial, psikologis, dan hukum. Penelitian ini bermaksud untuk menjawab dua pertanyaan terkait mekanisme Asesmen Terpadu khusus anak yang terlibat Pada Perkara Tindak Pidana Narkotika Di Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan. Pertama, implementasi asessmen terpadu terhadap anak berdasarkan undang-undang narkotika dengan UUSPPA Kedua, Tinjauan Penempatan anak sebagai Penyalahguna Narkotika Yang Telah Di Asesmen Terpadu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris yang menekankan pada penelitian wawancara dan studi kepustakaan, penelitian dilakukan di Kantor Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan. Hasil penelitian pertama menunjukkan bahwa terhadap anak yang terlibat dengan perkara narkotika dilakukan asessmen dengan penambahan unsur khusus dengan pendekatan pada UUSPPA yang mengatur tentang anak namun tidak bisa mengupayakan diversi dengan pendekatan restorative sehingga anak tetap harus melalui serangkaian proses peradilan secara formal.
ISMAWATI MULI
2024 · Thesis · Open Access
Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia yang terus mengalami peningkatan seiringn dengan pertumbuhan populasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengindetifikasi kondisi ketahanan pangan dan merumuskan strategi peningkatan ketahanan pangan di Kota Tarakan. Penelitia ini dilakuakan di dinas ketahanan pangan dan pertanian dengan metode purposive sampling menggunakan Teknik responden (key informan), metode yang digunakan meliputi survei, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tiga tahapan yaitu identifikasi, diagnosis, dan treatmen. Kota Tarakan menghadapi tantangan besar dalam hal ketahanan pangan pangan terutama karena ketergantungan yang sangat tinggi terhadap pasokan pangan dari luar daerah kususnya beras, di mana lebih dari 95% pasokan berasal impor. Produksi lokal hanya mencapai sekitar 18.101 ton per tahun jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengkonsumsi beras sebesar 100-140 kg per kapita per tahun. Selain itu keterbatasan lahan pertanian dan insfratuktur yang tidak memadai memperburuk stuasi untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan. Strategi yang di usulkan meliputi peningkatan produksi pangan lokal optimalisasikan penggunaan lahan, pengembangan insfratuktur pertanian serta penerapan teknologi rama lingkungan. selain itu diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, permodalan, serta mendukung regulasi untuk melindungi dan memperkuaat produksi pangan lokal. Implementasi strategi ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan pangan yang stabil dan berkelanjutan di kota Tarakan
MAWAYANA
2024 · Thesis · Open Access
Efisiensi produksi merupakan pemanfaatan faktor-faktor produksi seminimal mungkin untuk mendapatkan jumlah produksi yang maksimal tanpa mengesampingkan kualitas dari produk yang dihasilkan. Penggunaan faktor-faktor produksi yang kurang tepat menyebabkan produksi tidak maksimal di Desa Harapan Kecamatan Sebuku. Tujuan dari penelitian ini : 1) Menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi terhadap produksi kelapa sawit di Desa Harapan Kecamatan Sebuku. 2) Mengetahui efisiensi penggunaan input produksi dalam usaha perkebunan kelapa sawit di Desa Harapan Kecamatan Sebuku. Sampel dalam penelitian ini adalah 50 orang petani di Desa Harapan dengan kriteria : memiliki kebun kelapa sawit minimal 2 Ha dan umur tanaman kelapa sawit minimal 5 tahun. Pada penelitian ini analisis fungsi produksi Cobb-Douglas digunakan untuk mengetahui pengaruh input produksi terhadap output serta untuk menentukan nilai elastisitas yang menunjukkan efisiensi. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa variabel independen yaitu luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), pupuk (X3), dan herbisida (X4) secara simultan (bersama-sama) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen produksi (Y). Secara parsial atau masing-masing variabel luas lahan (X1) berpengaruh signifikan terhadap produksi (Y), sedangkan variabel tenaga kerja (X2), pupuk (X3), dan herbisida (X4) tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi kelapa sawit di Desa Harapan Kecamatan Sebuku. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai elastisitas 0,959 1 yang menunjukkan adanya decreasing return to scale, yang berarti bahwa penggunaan input produksi di Desa Harapan mengalami penurunan skala hasil.
NURZABANIA
2024 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh kualitas produk, harga, dan citra merek terhadap keputusan pembelian minyak goreng bimoli di Kecamatan Tarakan Tengah 2) variabel apa saja yang paling dominan dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli minyak goreng bimoli di Kecamatan Tarakan Tengah. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden, teknik penentuan sampel menggunakan Non-probability Sampling, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling. Hasil penelitian di analisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda didapatkan persamaan Y = 0,805 + 0,354X1 + 0,360X2 + 0,128X3 + e. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,542 pada koefisien determinasi berarti 54,2%. Berarti bahwa variabel bebas mempengaruhi variabel terikat sebesar 54,2%. Secara simultan (uji F) sebesar 37,806, nilai signifikan sebesar 0,000 0,05yang menunjukkan bahwa variabel bebas berpengaruh signifikan serta berhubungan positif terhadap variabel terikat. Secara parsial (uji t) faktor yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian yaitu variabel kualitas produk (X1) dengan nilai thitung sebesar 3,744 dengan nilai signifikan 0,000 dan variabel harga (X2) dengan nilai thitng sebesar 3,951 dengan nilai signifikan 0,000. secara dominan variabel harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian minyak goreng bimoli di Kecamatan Tarakan Tengah.
AJI PANGESTU
2024 · Thesis · Open Access
Ikan cakalang merupakan salah satu jenis ikan yang dijual di pasar tradisional Kota Tarakan. Ikan ini dapat terkontaminasi oleh bakteri Salmonella sp. jika penanganannya kurang higienis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi Salmonella sp. pada ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang dijual di pasar tradisional Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel dari bagian kepala dan badan ikan cakalang yang berasal dari tiga lokasi, yaitu Pasar Tenguyun, Pasar Beringin Satu, dan Pasar Guser. Isolasi bakteri dilakukan menggunakan media selektif Salmonella Shigella Agar (SSA) dan uji biokimia menggunakan media Triple Sugar Iron Agar (TSIA). Hasil penelitian pada media SSA menunjukkan pertumbuhan koloni bakteri, sedangkan pada media TSIA menunjukkan perubahan warna pada permukaan agar miring menjadi kuning dan dasar agar menjadi hitam, yang mengindikasikan bahwa bakteri tersebut bukan Salmonella sp. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ikan cakalang yang dijual di ketiga pasar tradisional tersebut tidak tercemar bakteri Salmonella sp.
IBRAHIM ALI
2024 · Thesis · Open Access
a
RICE PAYUK BAAN
2024 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban eksploitasi seksual. 1) Perlindugan hukum terhadap anak sebagai korban eksploitasi seksual 2) Pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara anak sebagai korban eksploitasi seksual (Putusan Nomor 68/Pid.Sus/2022/PN.Tar). Penelitian ini mengunakan metode penelitian normatif yang menekankan pada penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan peraturan Perunang-undangan (Statue approach), Pendekatan Konseptual (conceptual approach), Pendekatan Kasus (case approach). Adapun hasil penelitian dalam penelitian ini yaitu Perlindungan hukum yang didapatkan belum dilakukan terhadap anak sebagai korban sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, Hakim memutuskan perkara dengan memilih dakwaan alternatif kedua yakni Pasal 88 Jo 76I Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang atas Perubahan Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo 65 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan pidana penjara selama 2 (dua) Tahun pidana denda sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) diganti dengan pidana kurungan selama (dua) bulan. Dalam Permasalahan tersebut terdapat unsur yang tidak memenuhi yakni “turut serta melakukan” yang dilakukan oleh terdakwa dalam pasal 76I. Seharusnya Hakim harus memilih dakwaan Alternatif ketiga yakni Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) dan paling lama 15 (lima belas) tahun dengan pidana denda paling sedikit Rp120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah) dan palingbanyak Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).
MOH. HAIRIL
2024 · Thesis · Open Access
Tanaman lai (Durio kutejensis) adalah salah satu jenis durian yang berpotensi sebagai sumber pangan buah-buahan. Sehingga tuntutan konsumen terhadap buah lai semakin bertambah yaitu menginginkan buah lai yang berkualitas. Perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan teknik okulasi (Budding) merupakan salah satu cara meningkatkan jumlah dan mutu tanaman lai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh umur batang bawah terhadap kecepatan pertumbuhan batang atas/mata tunas tanaman lai dan mengetahui pengaruh umur batang bawah terhadap persentase keberhasilan okulasi (Budding) tanaman lai. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor yang terdiri dari 4 perlakuan umur batang bawah yakni (L1) Batang bawah umur 4 bulan, (L2) Batang bawah umur 5 bulan, (L3) Batang bawah umur 6 bulan, (L4) Batang bawah umur 7 bulan. Parameter penelitian ini terdiri dari tinggi tunas, jumlah daun dan persentase keberhasilan okulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan umur batang bawah 6 bulan lebih baik dibanding dengan perlakuan lainya. Penggunaan umur batang bawah 6 bulan menghasilkan pertumbuhan tinggi tunas 4,79 cm dan jumlah daun 2,9. Pada persentase keberhasilan okulasi umur batang bawah 6 bulan menghasilkan persentase keberhasilan 100%, dan umur batang bawah lainya menghasilkan persentase keberhasilan 80%.
SUHAELI
2024 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan mengetahui rasio indikator tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan, dan mengetahui tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan. Penelitian dilakukan di semua kecamatan di kabupaten Bulungan menggunakan metode survey instansional. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Indikator tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan terdiri dari 9 indikator yaitu rasio konsumsi normatif per kapita terhadap produksi bersih dengan bobot indicator sebesar 0,47; persentase penduduk di bawah garis kemiskinan sebesar 0,13; persentase rumah tangga dengan proporsi pengeluaran untuk pangan lebih dari 65 persen terhadap total pengeluaran sebesar 0,49; persentase rumah tangga tanpa akses listrik sebesar 0,33; Rata-rata lama sekolah perempuan di atas 15 tahun sebesar 0,12; Persentase rumah tangga tanpa akses ke air bersih sebesar 0,16; Rasio jumlah penduduk per tenaga kesehatan terhadap tingkat kepadatan penduduk sebesar 0,17; Persentase balita dengan tinggi badan di bawah standar (stunting) sebesar 0,31; dan Angka harapan hidup pada saat lahir) bobot terbesar yaitu 0,16. Tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan sebesar 0,26 dan masuk dalam kategori tahan pangan. Strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi meningkatkan ketahanan pangan adalah : (1) regulation; (2) acquisition and management; dan (3) incentive and charge
MAIMUNAH
2024 · Thesis · Open Access
Kabupaten Bulungan mempunyai dua proyek besar yaitu pembangunan kawasan industri besar dan pembangunan PLTA Sungai Kayan yang akan mendatangkan banyak penduduk dari luar daerah dan memerlukan tambahan pangan yang cukup besar. Untuk memenuhi hal tersebut pemerintah daerah Bulungan harus mempercepat program pangan melalui penetapan kawasan sentra produksi dan komoditas unggulan. Kegiatan ini dapat melibatkan ekonomi rakyat untuk meningkatkan intensitas perekonomian dan meningkatkan pendapatan petani serta menciptakan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor, sub sektor, usaha, atau komoditas prioritas atau unggulan, menganalisis pertumbuhan komoditas sub sektor pertanian dan menetapkan komoditas unggulan pada sentra-sentra produksi di masing-masing kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bulungan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan beberapa indikator ekonomi regional yaitu Analisis Location quotient (LQ), Analisis Dynamic Location (DLQ), Analisis shift share untuk mengetahui prioritas komoditas unggulan. Analisis Tipologi Klassen digunakan untuk mengetahui Tingkat pertumbuhan komoditas sub sektor pertanian, sedangkan. untuk menetapkan peringkat Kawasan sentra dan komoditas unggulannya digunakan analisis Skalogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sub sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan masing-masing kecamatan telah diperoleh jenis tanaman yang menjadi komoditas unggulannya. Berdasarkan analisis Tipologi Klassen diperoleh Tingkat pertumbuhan dan kontribusi masing-masing komoditas dalam kategori unggulan, potensial dan relative tertinggal. Adapun penggunaan analisis scalogram dapat ditemukan pada masing-masing kecamatan untuk komoditas unggulannya. Pemerintah daerah Bulungan perlu menerapkan model pertanian berkelanjutan berbasis Kawasan sentra produksi dan komoditas unggulan yang didukung dengan sumber daya petani yang unggul, percepatan mekanisasi dan adanya jaringan bisnis local. Penetapan Kawasan sentra produksi berbasis komoditas unggulan akan meningkatkan produksi yang besar, berkualitas dan kontinu. Kegiatan tersebut dapat menyediakan pasokan bahan baku untuk kegiatan hilirisasi produk-produk berbasis sumber daya pertanian
HARI SUYANTO
2024 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan tingkat keberhasilan teknologi inseminasi buatan (IB), menganalisis tingkat kesejahteraan peternak sapi inseminasi buatan (IB), menganalis hubungan antara tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) terhadap populasi ternak, dan menganalisis hubungan antara tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) terhadap kesejahteraan peternak/akseptor di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode sensus, dimana respondennya adalah seluruh inseminator yang ada pada setiap pos IB di Kota Tarakan. Ternak yang dijadikan sampel adalah 296 ekor, akseptor IB dari 156 peternak. Adapun tenik pengambilan sampel dilakukan secara Proportionate Stratified Random Sampling. Variabel yang diamati dalam melakukan penelitian ini adalah S/C, CR, CI, dan kesejahteraan peternak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan teknologi IB di Kota Tarakan ditunjukkan dengan nilai Servis per Conseption 3, menunjukkan angka konsepsi di daerah penelitian sudah sangat bagus, nilai C/R > 75 %, hal ini menunjukkan bahwa tingkat keterampilan inseminator di lokasi penelitian sangat baik. Nilai CI rata-rata di Kota Tarakan adalah 14 bulan, hal ini mengindikasikan bahwa CI di Kota Tarakan kurang bagus. Kemudian terdapat hubungan antara tingkat keberhasilan inseminasi buatan terhadap peningkatan populasi ternak dan tidak ada hubungan antara tingkat kesejahteraan peternak dengan inseminasi buatan. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa nilai populasi (Y) di pengaruhi oleh nilai S/C dan C/R pada tingkat keberhasilan Inseminasi Buatan.
SRI UTAMI MAL AHLAQ
2024 · Thesis · Open Access
Infrastruktur pertanian memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas dan kesejahteraan petani. Infrastruktur pertanian, seperti jalan usaha tani, saluran irigasi, dan jembatan, merupakan komponen penting yang mendukung produktivitas pertanian di Tanjung Buka SP.1, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani terhadap infrastruktur pertanian di Tanjung Buka SP.1, dan menganalisis tingkat kepuasan petani terhadap infrastruktur pertanian di Tanjung Buka SP.1. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan jumlah responden 40 petani, dipilih berdasarkan kriteria petani yang menggarap lahan dan memanfaatkan infrastruktur pertanian. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Custemer Satisfaction Index (CSI) untuk mengukur tingkat kepentingan dan kinerja infrastruktur dan juga tingkat kepuasan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani menilai infrastruktur jalan usahatani dan irigasi kinerjanya rendah tetapi tingkat kepentingannya tinggi. Sehingga dapat diketahui tingkat kepuasan petani terhadap jalan usahatani 50% tidak puas, irigasi pertanian sebesar 44% artinya tidak puas dan jembatan sebesar 67% artinya puas.
AGUSTINA JUN TANGGA ALLO
2024 · Thesis · Open Access
Di Indonesia, pepaya merupakan salah satu komoditas pertanian yang tergolong kedalam tanaman hortikultura yang dibudidayakan oleh masyarakat. Pepaya salah satu tanaman yang memiliki khasiat pada kandungan buahnya yang terdiri dari vitamin A, vitamin B1, B3, B5, vitamin E, vitamin K, vitamin C, likopen, serat, kalsium, potasium, folat dan magnesium. Produksi pepaya di Kalimantan Utara mencapai 232.031 kuintal pada tahun 2022 (BPS, 2022). Peningkatan pertumbuhan bibit tanaman pepaya dapat dilakukan dengan cara aplikasi zat pengatur tumbuh alami dari ekstrak bonggol pisang dan rebung bambu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu : K0 = kontrol (tanpa zpt), K+ (zpt sintetis), K1 ((bonggol pisang 25%), K2 rebung bambu (25%), K3 (bonggol pisang 50%), K4 (rebung bambu 50%), K5 (bonggol pisang 75%), K6 (rebung bambu 75%), K7 (bonggol pisang 100%), K8 (rebung bambu 100%). Parameter yang diamati meliputi: Kecepatan Berkecambah, Presentase Berkecambah, Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Diameter Batang, Berat Basah, Berat Kering. Data dianalisis menggunakan Sidik Ragam dan diuji lanjut dengan DMRT. Berdasarkan hasil penelitian K7 (bonggol pisang 100%) berpengaruh terhadap Kecepatan berkecambah (0.33%), Presentase berkecambah (2.2%) Tinggi tanaman 2 MST (2,38 cm), 4 MST (7,73 cm), 6 MST (7,83 cm), 8 MST (34,28 cm), 10 MST (69 cm). Jumlah daun 2 MST (1.50 helai), 4 MST dengan nilai (3,83 helai), 6 MST dengan nilai (8,5 helai), 8 MST (18,17 helai), 10 MST (24,5 helai). Diameter batang (19,54 mm), berat basah (162,33 gram), berat kering (20,83 gram).
MUTTAQIN
2024 · Thesis · Open Access
Pendidikan karakter mandiri penting dalam pembentukan karakter siswa yang bertanggung jawab terhadap proses dan hasil belajar, sesuai dengan elemen Profil Pelajar Pancasila yang diterapkan melalui Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai karakter mandiri dalam Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas IV-B di SD Negeri 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan angket. Informan penelitian terdiri dari siswa kelas IV-B, guru kelas, dan guru koordinator P5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subjek S1, dengan tingkat kemandirian tinggi, telah menunjukkan kesadaran diri dan regulasi diri yang baik dalam mengenali potensi, mengelola emosi, dan bertanggung jawab atas pembelajaran. Subjek S2, dengan tingkat kemandirian sedang, memiliki kesadaran diri yang cukup baik namun masih memerlukan bimbingan dalam pengelolaan emosi dan kemandirian. Subjek S3, dengan tingkat kemandirian rendah, masih menghadapi kesulitan dalam mengenali potensi diri dan mengatur emosi. Penerapan nilai karakter mandiri dalam Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas IV-B di SD Negeri 031 Tarakan telah berjalan cukup baik, meskipun masih memerlukan cara peningkatan terutama dalam aspek regulasi emosi dan pengendalian diri siswa. Oleh karena itu, penguatan elemen kesadaran diri dan regulasi diri perlu terus diupayakan untuk mendukung terbentuknya karakter mandiri sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.
DHARMA DINA PUSPA RINI
2024 · Thesis · Open Access
Kemampuan numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan berbagai macam angka dan simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang memberikan informasi dalam format yang berbeda baik itu grafik, tabel, maupun bagan, kemudian menggunakan interpretasi hasil analisis untuk pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa kelas II-B di SDN 008 Lingkas Ujung. Jenis penlitian ini kualitatif. Teknik pengumpulan data tes, dan wawancara. Instrumen soal tes kemampuan numerasi berjumlah 3 soal uraian. Subjek penelitian 6 siswa masing masing 2 siswa tiap kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan subjek kategori tinggi T1 dan T2 menunjukkan ketiga indikator kemampuan numerasi yaitu mampu menggunakan berbagai macam angka atau simbol matematika yaitu melakukan perjumlahan dan pengurangan dengan tepat, mampu menyelesaikan soal dengan tepat dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari, mampu menganalisis informasi yang ditampilkan dalam bentuk tabel dengan membandingkan dan mengurutkan data sesuai informasi yang diberikan, dan mampu menafsirkan hasil analisis analisis dengan tepat. Subjek kategori sedang menunjukkan beberapa indikator kemampuan numerasi yaitu indikator pertama mampu menggunakan berbagai macam angka dan simbol matematika, selanjutnya pada indikator kedua S1 mampu menganalisis informasi yang ditampilkan dalam bentuk tabel, tetapi S2 hanya mampu menganalisis sebagian informasi yang ditampilkan pada tabel. Lalu pada indikator ketiga S1 dan S2 tidak mampu menafsirkan hasil analisis pada gambar. Subjek R1 dan R2 tidak mampu menunjukkan ketiga indikator numerasi, ini disebabkan karena subjek kurang memahami masalah yang terjadi pada soal dan pertanyaan yang diajukan, subjek kurang teliti dalam membaca soal, kurang mampu dalam menganalisis dan mengambil keputusan sehingga bingung dalam menentukan informasi penting yang dibutuhkan, kedua subjek juga masih mengalami kesulitan dalam membaca data dalam bentuk tabel dan gambar.
NURFAJRAH
2024 · Thesis · Open Access
Konsep pemupukan terpadu adalah penerapan pupuk organik dan anorganik secara bersamaan dengan tujuan menambah unsur hara bagi tanaman sekaligus sekaligus sifat tanah. Penerapan pemupukan terpadu dapat meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah serta meningkatkan efisiensi penyusunan pupuk anorganik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi pupuk terpadu yang mampu memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum yang optimal di lahan marginal. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor yang terdiri dari 8 perlakuan yaitu: P0 (Tanpa pupuk); P1 (Dosis rekomendasi urea, TSP, KCL); P2 (Dosis rekomendasi urea, TSP, KCL+Pupuk kandang ayam); P3 (1,5×Dosis rekomendasi urea, TSP, KCL+Pupuk kandang ayam); P4 (2×Dosis rekomendasi urea, TSP, KCL+Pupuk kandang ayam); P5 (Dosis rekomendasi urea, TSP, KCL+Pupuk kandang sapi); P6 (1,5×Dosis rekomendasi urea, TSP, KCL+Pupuk kandang sapi), P7 (2×Dosis rekomendasi urea, TSP, KCL+Pupuk kandang sapi), dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan pemupukan terpadu dengan bahan organik pupuk kandang ayam yaitu pada perlakuan P2, P3, dan P4 meberikan pertumbuhan dan hasil produksi tanaman sorgum yang optimal. Perlakuan P2 memberikan nilai tertinggi terhadap parameter jumlah daun, panjang malai, dan berat 1000 butir dengan nilai berturut turut 16,03 helai, 22,83 cm, dan 42,33 g. Pada perlakuan P3 memberikan nilai tertinggi terhadap parameter tinggi tanaman yaitu 196,50 cm. Pada perlakuan P4 memberikan nilai tertinggi terhadap parameter berat brangkasan basah, berat brangkasan kering, dan berat 100 butir dengan nilai berturut turut 1.240 g, 1.086,33 g, dan 4,23 g.
KUSNADI
2024 · Thesis · Open Access
.Abu sekam padi merupakan limbah yang diperoleh dari hasil pembakaran sekam padi. Abu sekam padi mengandung senyawa karbon dan silika yang berpengaruh terhadap kekuatan beton, hasil pembakaran senyawa sekam padi yang alami mengandung senyawa karbon aktif memiliki struktur amorf dan ruang pori yang berukuran sangat kecil dan dapat berbentuk seperti celah panjang yang dapat mengikat kapur bebas pada saat proses hidrasi semen. Perbandingan campuran yang digunakan ialah 1 semen : 6 pasir dengan penambahan variasi presentasi campuran abu sekam padi yaitu 0%; 2%; 2,5%; dan 3% terhadap berat semen. Hasil penelitian ini memperoleh nilai rata-rata kuat tekan BBP 0% sebesar 70,31 kg/cm2 masuk klasifikasi mutu II, BBP 2% sebesar 65,17 kg/cm2 masuk klasifikasi mutu III, BBP 2,5% sebesar 59,83 kg/cm2 masuk klasifikasi mutu III, BBP 3% sebesar 57,71 kg/cm2 masuk klasifikasi mutu III. Variasi campuran abu sekam padi yang optimum pada pembuatan bata beton pejal yaitu variasi campuran BBP 2% dengan nilai kuat tekan sebesar 65,17 kg/cm².
ROY
2024 · Thesis · Open Access
.