Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

9.639 item publik

Publikasi

Halaman 185 dari 482

DIFFERING VOCABULARY MASTERY AND GRAMMAR ABILITY BETWEEN THE 2013 CURRICULUM OF THE ELEVENTH-GRADE STUDENTS OF SMAN 1 MALINAU AND THE MERDEKA CURRICULUM OF ELEVENTH-GRADE STUDENTS OF SMAN 3 MALINAU

SURIYANA
2024 · Thesis · Open Access

This study aimed to determine the differences in vocabulary mastery and grammar ability between eleventh-grade students taught under the 2013 Curriculum at SMAN 1 Malinau and those taught under the Merdeka Curriculum at SMAN 3 Malinau during the 2023/2024 academic year. A causal-comparative research design was used, with 31 students from each school selected through purposive sampling. The TOEIC test was employed as the instrument to assess both vocabulary mastery and grammar ability. Since the data were not normally distributed, further analysis was conducted using the Mann-Whitney U Test, with data processed using SPSS version 24.0. The findings revealed a significant difference in both vocabulary mastery and grammar ability between students from the two schools. Students at SMAN 1 Malinau, who followed the 2013 Curriculum, outperformed their peers at SMAN 3 Malinau, who were taught using the Merdeka Curriculum. Specifically, the mean score for vocabulary mastery was 69.55 for SMAN 1 Malinau students, compared to 45.61 for SMAN 3 Malinau students. Similarly, the grammar ability test results showed a mean score of 76.39 for SMAN 1 Malinau students, whereas SMAN 3 Malinau students averaged 43.35. The Mann-Whitney test confirmed these differences, with a p-value of 0.00. These results indicated that the 2013 Curriculum yielded better outcomes in vocabulary and grammar attainment than the Merdeka Curriculum. The differences observed in this study can be attributed to variations in teaching methods and instructional media used in the two schools.

A Comparative Study on The Eleventh Grade Students' Speaking Skill Between Merdeka Curriculum and 2013 Curriculum In SMAN 1 Nunukan and SMAN 2 Nunukan

SUNDARI IGAMARDANI
2024 · Thesis · Open Access

This study aimed to determine whether there was a significant difference in English speaking skill between the eleventh-grade students at SMAN 1 Nunukan, which applied the Merdeka Curriculum, and SMAN 2 Nunukan which implemented the 2013 curriculum. A causal-Comparative research design was employed, with a sample of 114 students selected through purposive sampling. The research instrument consisted of an 11-item speaking test adopted from TOEIC Collins Speaking Test. The data, thouh not normally distributed, were found to be homogeneous, and as a result, the Mann-Whitney U Test was used for analysis. The two schools, as indicated by a p-value pf 0.000. Students from SMAN 1 Nunukan following the Merdeka Curriculum, achieved a mean score of 125.32 corresponding on TOEIC level 6 and CEFR level B1 (Intermediate). In contrast, students from SMAN 2 Nunukan, using the 2013 Curriculum, averaged 92.12, placing them at TOEIC level 4 and CEFR level A2 (Elementary). The effect size was calculated at 0.361, indicating a medium-level difference between the groups. This difference in speaking skill might be attributed to the differences in the two curricula, with Merdeka Curriculum offering greater flexibility in teaching and learning approaches, whereas the 2013 Curriculum tended to be more structured and systematic.

Pengaruh Waktu Aplikasi Kitosan Terhadap Induksi Ketahanan Cabai Rawit (Capsicum Annum) Pada Serangan Antraknosa

RISNAWATI BINTI RAHMAN
2024 · Thesis · Open Access

Penyakit antraknosa adalah salah satu penyakit yang menyerang tanaman cabai dan dapat menyebabkan kehilangan hasil produksi lebih dari 50%. Salah satu pengendalian antraknosa adalah dengan fungisida bahan organik seperti kitosan. Kitosan diketahui dapat merusak DNA jamur. Kitosan diketahui juga dapat menginduksi ketahanan tanaman terhadap serangan patogen karena kitosan berkaitan dengan SAR (Systemic Acquired Resistance). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu aplikasi kitosan yang efektif dalam menekan intensitas serangan penyakit antraknosa. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan dengan perlakuan yaitu : P0 (-) (Tanpa inokulasi patogen dan tanpa pengendalian), P0 (+) (Inokulasi patogen dan tanpa pengendalian), P1 (Aplikasi fungisida 2 minggu sebelum inokulasi patogen), P2 (Aplikasi fungisida bersamaan dengan inokulasi patogen), P3 (Aplikasi fungisida 1 minggu setelah inokulasi patogen), P4 (Aplikasi fungisida 2 minggu setelah inokulasi patogen), P5 (Aplikasi kitosan 2 minggu sebelum inokulasi patogen), P6 (Aplikasi kitosan bersamaan dengan inokulasi patogen), P7 (Aplikasi kitosan 1 minggu setelah inokulasi patogen), P8 (Aplikasi kitosan 2 minggu setelah inokulasi patogen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P0(-) dan P5 memiliki intensitas serangan buah yang rendah dibandingkan perlakuan lain dan berbeda nyata dengan perlakuan P0 (+) dan pada parameter intensitas serangan pada daun perlakuan P0 (-) berbeda nyata terhadap semua perlakuan. Pada parameter efektivitas pengendalian pada intensitas serangan buah menunjukkan perlakuan P5 memiliki nilai efektivitas pengendalian tertinggi sebesar 19,48% dan pada parameter efektivitas pengendalian pada intensitas serangan daun menunjukkan efektivitas pengendalian P1 memiliki nilai tertinggi sebesar 17,538%. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pada parameter berat basah dan berat kering tanaman perlakuan kitosan P5 dan perlakuan fungisida P2 menunjukkan hasil yang lebih baik jika dibandingkan perlakuan kitosan dan perlakuan fungisida lainnya.

Perlindungan Hukum Terhadap Korban Pemerkosaan Yang Berakibat Hamil

NIRMALA
2024 · Thesis · Open Access

Tindak pidana kekerasan seksual merupakan salah satu contoh dari perilaku menyimpang, keberadaan nilai yang begitu menentukan sikap atau perilaku seseorang ini bersifat abstrak dikarenakan wujud dan bentuk dari nilai itu sendiri sudah merupakan anugerah dari Tuhan yang maha kuasa. Namun demikian, meskipun bersifat abstrak tidak berarti keberadaan nilai ini tidak dapat dipahami secara jelas atau tidak menentu. Pelaku kejahatan pemerkosaan ini dapat terjadi dimana saja dan dapat membuat para korban mengalami trauma hingga berujung hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap korban pemerkosaan yang berakibat hamil dan untuk mengetahui pertanggungjawaban pidana terhadap korban pemerkosaan yang berakibat hamil. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif yang merupakan penelitian hukum untuk menemukan, membedah, menganalisi dan menafsirkan aturan, prinsip-prinsip hukum, doktrin-doktrin, dan literatur-literatur hukum untuk menjawab isu hukum yang diteliti serta wawancara. Data yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Hakim Pengadilan Negeri Nunukan dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengenai kasus pemerkosaan yang telah terjadi di Kabupaten Nunukan. Hasil penilitian menunjukan bahwa aturan hukum yang mengatur tentang hak-hak korban tindak pidana dalam hal perlindungan hukum terhadap korban pemerkosaan yang berakibat hamil ini sudah cukup didapatkan oleh para korban namun dalam pada prakteknya pelindungan terhadap hak-hak korban dalam pemulihan kerugian baik secara fisik, psikis maupun materil tidak diterapkan sebagaimana mestinya dalam aturan hukum positif.. Penelitian ini juga menemukan bahwa aparat penegak hukum harus lebih aktif dalam memberikan sosialisasi mengenai perlindungan hukum terhadap korban pemerkosaan yang berakibat hamil.

Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Asusila Sesama Jenis (Homoseksual) Dalam Lingkungan Militer

MARIANA NOGO HAYON
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana asusila sesama jenis (homoseksual) dalam lingkungan Militer, dengan fokus pada Putusan Perkara Nomor 13-K/PM.1-05/AD/II/2024. Kasus ini mencerminkan bagaimana norma-norma hukum militer diterapkan dalam menangani pelanggaran asusila sesama jenis, serta dampaknya terhadap integritas dan disiplin dilingkungan militer. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan menelaah peraturan Perundang-Undangan yang berlaku dalam sistem peradilan militer serta putusan terkait dengan fokus pada dua rumusan masalah. Pertama, penelitian ini membahas prosedur penanganan tindak pidana asusila di lingkungan Militer, mulai dari proses penyidikan hingga tahap peradilan di peradilan militer. Kedua, penelitian ini menganalisis ratio decidendi atau alasan yuridis yang digunakan oleh hakim dalam memutus perkara tindak pidana tersebut. Dalam militer terdapat beberapa aturan-aturan yang berbeda dengan pidana yang berlaku bagi masyarakat sipil. Terdapat beberapa perbuatan yang tidak diatur sebagai bentuk tindak pidana bagi orang sipil tetapi justru dilarang bagi militer dilakukan oleh anggota militer dapat dikenai sanksi baik disiplin maupun sanksi pidana bagi militer. Anggota militer yang melakukan tindak pidana persetubuhan sesama jenis (homoseksual) dan dikenakan sanksi berupa Pidana Militer yakni: “menolak atau dengan sengaja tidak mentaati suatu perintah dinas, atau dengan semaunya melampaui perintah sedemikian itu” dan diancam karena ketidak-taatan yang disengaja, sebagaimana Pasal 103 Ayat (1) KUHPM. Dalam perkara ini putusan Majelis Hakim tidak tepat karena hanya menjatuhkan pidana satu Pasal saja yakni Pasal 103 ayat (1) KUHPM padahal perbuatan terdakwa juga telah memenuhi Pasal 281 ke-1 KUHP dan Pasal 103 ayat (1) KUHPM. perbuatan terdakwa telah mencoreng citra kemiliteran, maka seharusnya Majelis Hakim menjatuhkan pidana pokok yang lebih berat dari 6 (enam) bulan atau Hakim bisa memaksimalkan pidana Pasal 103 ayat (1) KUHPM yakni pidana penjara selama dua tahun empat bulan dan pidana tambahan berupa pemecatan dari dinas militer.

Perlindungan hukum bagi penyedia dan pengguna transportasi online

IRFAN
2024 · Thesis · Open Access

Kemajuan teknologi khusunya di Indonesia yang sampai saat ini terus berkembang salah satunya di bidang tranportasi saat ini sedang mengarah kepada sesuatu yang memudahkan pengguna itu sendiri, salah satunya dapat dilihat dari perkembangan media internet yang terus berkembang secara cepat, dengan hadirnya teknologi sangat berpengaruh kepada kehidupan masyarakat salah satunya adalah bidang tranportasi misanya yang dulu nya masyarakat ketika ingin berpergian harus pergi ke terminal untuk mengunakan layanan tranportasi Konvensional namun kini dengan hadirnya teknologi masyarat lebih mudah untuk mengunakan layanan tranportasi yang kini sdh hadir sebagai Layanan Tranportasi secara online. Permasalahan dalam penulisan skripsi ini adalah bagaimana bentuk perlindungan hukum terhadap penyedia layanan tranportasi online dan pengguna layanan tranportasi online yang kini semakin banyak digunakan didalam masyarakat. Berdasarkan permasalahan di atas maka, penulis bermaksud untuk menyusun tulisan dengan metode normatif yang dilakukan melalui pendekatan undang-undang (statue approach), dan pendekatan konseptual (conseptual approach) yang berjudul Perlindungan Hukum Bagi Penyedia Dan Pengunna Tranportasi Online. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlindungan hukum terhadap penyedia dan pengguna layanan tranportasi harus lebih di tingkatkan dan masing-masing pihak harus sadar dan paham terkait peraturan-peraturan ada.

FUNGSI INTELIJEN DALAM PEMBERANTASAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DI KOTA TARAKAN

AHMAD IKHLASZUL
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi intelijen dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika di kota Tarakan. Serta untuk mengetahui hambatan intelijen dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika di kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris dan seluruh data yang diperoleh dalam penelitian ini data primer dan data sekunder akan dianalisis dengan teknik analisis kualitatif. Selain itu penelitian ini dilakukan dengan menyebutkan permasalahan yang ada dan menguraikan permasalahan yang berkaitan dengan penelitian ini. Penggunaan metode deksriptif ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang jelas serta dapat memberikan data sedetail mungkin tentang objek yang diteliti, dalam hal ini menggambarkan bagaimana fungsi intelijen dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika khususnya di kota Tarakan. Pada penelitian ini penulis memilih lokasi penelitian di seksi pemberantasan Badan Narkotika Nasional kota Tarakan, Satuan Intelijen dan Keamanan Polres Tarakan, serta Satuan Reserse Narkotika dan Obat Terlarang Polres Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa Fungsi Intelijen Dalam Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika di Kota Tarakan oleh personil gabungan dari Badan Narkotika Nasional kota Tarakan dan Polres Tarakan telah melakukan upaya preventif dan refresif untuk melawan dan memberantas tindak pidana narkotika khususnya di kota Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian penulis, ada beberapa strategi yang telah dilakukan untuk memberantas tindak pidanan narkotika, yaitu undercover buy, undercover agent, dan controlled deliver. Upaya-upaya yang telah dilakukan sejauh ini memiliki sejumlah hambatan baik dari internal maupun dari eksternal yang membuat pengungkapan pemberantasan peredaran gelap narkotika tidak maksimal. Kerjasama semua stackholder aparat penegak hukum menjadi hal penting dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika.

ANALISIS YURIDIS TENTANG RESTITUSI PADA PUTUSAN PERKARA TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP ANAK (Putusan Perkara No 56/Pid.Sus/2023/PN.Smg )

SAMUEL MENU ALFOY PANJAITAN
2024 · Thesis · Open Access

Tindak Pelecehan Seksual memiliki dampak yang sangat serius baik secara fisik maupun psikologis. Indonesia telah memiliki Undang-Undang Perlindungan Anak yang tegas, Seperti Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 yang mengatur tentang Perlindungan Anak dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pengaturan hukum pidana terhadap tindak pidana pelecehan seksual terhadap anak serta dasar pertimbangan hakim dalam putusan perkara tersebut. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan undang-undang dan pendekatan kasus. Penelitian ini menemukan bahwa hakim memiliki dua pertimbangan yaitu pertimbangan yuridis berupa bukti hukum,saksi,dan undang-undang yang relevan seperti pasal 81 ayat (2) UU No 35 Tahun 2014. Kemudian pertimbangan non-yuridis dimana kondisi korban termasuk dampak fisik dan psikologis serta motif dari tindakan pelaku. Kemudian terkait pertanggungjawaban pidana bagi pelaku pelecehan seksual yang tidak mampu membayar biaya restitusi yang dimana hasilnya menunjukkan bahwa undang-undang perlindungan anak tidak memenuhi ketentuan yang memadai terkait sanksi jika restitusi tidak dibayar oleh pelaku. Hal ini dinilai kurang tegas dibandingkan undang-undang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang memberikan mekanisme upaya paksa terhadap pelaku untuk membayar biaya restitusi.

STUDI ANALISIS BANGUNAN PELINDUNG PANTAI TIPE DETACHED BREAKWATER SEBAGAI ALTERNATIF PENANGANAN ABRASI DI PANTAI AMAL BARU KOTA TARAKAN

GIAR TRI HARYANTI
2024 · Thesis · Open Access

.Pantai Amal Baru telah mengalami kerusakan berupa abrasi dan akresi yang terjadi akibat dari karakteristik gelombang yang bersifat merusak atau destruktif. Salah satu solusi untuk melindungi Pantai Amal Baru dari kerusakan yang terjadi adalah bangunan pelindung pantai tipe Detached Breakwater. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder yang akan digunakan dalam perencanaan Detached Breakwater yang direncanakan pada 25 tahun kedepan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dominasi arah angin bersumber dari arah Timur Pulau Tarakan dengan tinggi gelombang pada kala ulang 25 tahun sebesar 2,85 meter dengan periode 9,40 detik. Struktur Detached Breakwater yang direncanakan adalah bangunan sisi miring dengan lapis lindung utama menggunakan tetrapod yang direkomendasikan ada dua, yaitu W = 0,5 ton dan W = 0,084 ton, dengan lebar puncak bangunan (B) sebesar 1,76 meter, tebal lapis lindung utama (t) sebesar 1,17 meter, tebal lapis lindung kedua (t) sebesar 0,21 meter, dan tinggi pelindung kaki (toe protection) sebesar 0,58 meter. Panjang bangunan (Ls) sebesar 250 meter, lebar celah bangunan (Lg) sebesar 100 meter dan jarak pemecah gelombang dari garis pantai (Y) sebesar 100 meter.

Analisis Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

ABDUS SHODIK
2024 · Thesis · Open Access

Pertanggungjawaban pidana korporasi merupakan suatu tanggungjawab hukum korporasi atas kejahatan yang dilakukan pengurusnya. Pertanggungjawaban pidana korporasi diatur dalam Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Pasal 5 ayat (1), Pasal 6 ayat (1), Pasal 7, Pasal 13, Pasal 15, dan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Atas Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedikitnya korporasi dijadikan terdakwa menimbulkan pertanyaan bagaimana mekanisme korporasi dapat dimintai pertanggungjawaban pidana, serta bagaimana dasar pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara korporasi dalam tindak pidana korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertanggungjawaban pidana korporasi dalam putusan nomor 29/Pid,Sus-TPK/2022/PT DKI, dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, serta untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam putusan nomor 29/Pid.Sus-TPK/2022/PT DKI, dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian normatif. Berdasarkan hasil penelitian ini, korporasi dimintai pertanggungajawaban pidana berupa sanksi denda senilai Rp.500.000.000,- (lima ratus juta) kemudian apabila korporasi tersebut tidak membayar denda dalam waktu yang ditentukan maka asetnya disita. Menurut penulis denda tersebut tidak sesuai dengan dengan jumlah uang negara yang diambil oleh korporasi. Korporasi mengambil uang negara senilai Rp.17.627.574.437,- (tujuh belas miliar enam ratus dua puluh tujuh juta lima ratus tujuh puluh empat ribu empat ratus tiga puluh tujuh rupiah). Menurut penulis harusnya majalis hakim menambahkan pidana tambahan berupa pembekuan sebagian atau seluruh kegiatan usaha korporasi sehingga setimpal dengan kerugian negara dan dapat memberikan efek jera kepada korporasi tersebut yang sesuai dengan aturan Pasal 18 ayat (1) UU Tipikor. Selanjutnya dasar pertimbangan hakim dalam putusan ini menggunakan pertimbangan yuridis dan pertimbangan sosiologis dalam memutuskan perkara. Penelitian ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran bertanggungjawab dalam pidana korporasi dan pencegahan tindak pidana korupsi.

IMPLEMENTASI KEADILAN RESTORATIF DALAM PERKARA TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI POLRES TARAKAN

ANDINA OVIANTI
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses hukum pelaku tindak pidana narkotika di Polres Tarakan serta penerapan keadilan restoratif (restorative justice) dalam penanganan kasus narkotika. Sebagai negara hukum. Indonesia memiliki aturan yang menuntut keadilan dalam setiap aspek kehidupan termasuk dalam penanganan kejahatan narkotika. Penyalahgunaan narkotika adalah salah satu tindak pidana yang sering terjadi, dan upaya untuk memulihkan para pelakunya melalui keadilan restoratif semakin berkembang. Berdasarkan konsep ini, pelaku tindak pidana narkotika tidak hanya diperlakukan sebagai pelanggar hukum, tetapi juga sebagai individu yang memerlukan rehabilitasi. Dalam beberapa tahun terakhir Polres Tarakan telah menerapkan pendekatan keadilan restoratif dalam penanganan kasus narkotika, dengan mempertimbangkan kondisi pelaku, dampak sosial yang ditimbulkan, serta keterlibatan pelaku dalam jaringan narkoba. Data menunjukkan adanya peningkatan jumlah kasus yang diproses. Pendekatan ini dari tahun 2021 hingga 2023. Proses penerapan keadilan restoratif melibatkan serangkaian langkah mulai dari penyelidikan, gelar perkara, hingga asesmen oleh Tim Asesmen Terpadu (TAT) untuk menentukan apakah pelaku layak direhabilitasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian hukum empiris. pada penelitian ini penulis menggunakan lokasi Polres Tarakan yang beralamat di J. Yos Sudarso, Karang Rejo, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil penelitian penulis berkesimpulan bahwa Proses hukum pelaku narkotika di Polres Tarakan mencakup penyelidikan hingga penyerahan berkas, dengan tren kasus meningkat dalam lima tahun terakhir. Implementasi keadilan restoratif memerlukan syarat seperti tidak ada dampak sosial negatif dan kerja sama pelaku. Melalui asesmen oleh Tim Asesmen Terpadu, pelaku yang memenuhi syarat dapat direhabilitasi, dan proses hukum dihentikan setelah administrasi penyidikan dilengkapi. Penulis menyarankan Polres Tarakan meningkatkan pelatihan dan koordinasi untuk efektivitas penegakan hukum dan penggunaan teknologi. Fokus pada pencegahan dan rehabilitasi melalui program masyarakat juga penting. Sosialisasi tentang keadilan restoratif, evaluasi berkala, dan pembentukan panti rehabilitasi di Tarakan diperlukan untuk mendukung rehabilitasi pelaku narkotika.

COMPARING GRAMMAR ABILITY AND VOCABULARY MASTERY OF 2013 CURRICULUM AND MERDEKA CURRICULUM OF THE ELEVENTH-GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 1 NUNUKAN AND SMA NEGERI 2 NUNUKAN

ANISA NUR SYA'BANI
2024 · Thesis · Open Access

This study aimed to determine whether there was a significant difference in the grammar ability and vocabulary mastery of eleventh-grade students at SMAN 1 Nunukan, who were taught under the Merdeka Curriculum, and those at SMAN 2 Nunukan, who were taught using the 2013 Curriculum. Employing a causal-comparative research design, the study sampled 100 students using purposive sampling. The research instruments included the grammar and vocabulary tests which the test items were selected from listening an reading tests adopted from the TOBIC Collins test. Since the data were neither normally distributed nor homogeneous, the Mann-Whitney U Test was applied for statistical analysis. The findings revealed a significant difference in students' grammar ability between the two schools, with a p-value of 0.000. Students from SMAN 2 Nunukan, following the 2013 Curriculum, achieved a higher mean score of 93, compared to 82 for students from SMAN 1 Nunukan, who were taught using the Merdeka Curriculum. These results suggested that different teaching methods had a significant contribution to the improvement of students' grammar ability. In contrast, there was no significant difference in vocabulary mastery between students from both schools, with a p-value of 0.573. Despite the different instructional approaches, the vocabulary mastery of students in both groups remained relatively similar, with mean scores of 79 for SMAN 1 Nunukan and 76 for SMAN 2 Nunukan. This indicated that neither curriculum was notably more effective in enhancing students* vocabulary mastery. Keywords: Grammar, Vocabulary, Merdeka Curriculum, 2013 Curriculum

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENCIPTA LAGU ATAS PERUBAHAN LIRIK TANPA IZIN PADA APLIKASI TIKTOK

MIRNA WATI STEVANI DEWI
2024 · Thesis · Open Access

TikTok telah menjadi fenomena global khususnya di kalangan generasi muda yang memungkinkan pengguna membuat dan membagikan video dengan berbagai konten kreatif. Salah satu fitur yang populer adalah penggunaan musik latar belakang, namun hal ini memunculkan tantangan baru terkait pelanggaran hak cipta terutama pada perubahan lirik lagu tanpa izin. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital mempermudah akses, distribusi, dan manipulasi karya cipta, sehingga meningkatkan potensi pelanggaran hak cipta. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk pelanggaran hak cipta di TikTok dan mengeksplorasi perlindungan hukum yang ada terhadap pencipta lagu, khususnya terkait perubahan lirik tanpa izin. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan normatif melalui analisis perundang-undangan dan doktrin hukum. Data yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang relevan dengan hukum hak cipta di Indonesia, termasuk Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Pertama Penelitian ini menemukan bahwa bentuk pelanggaran hak cipta oleh pengguna TikTok meliputi penggunaan musik, video, dan karya kreatif lainnya tanpa izin dari pemilik hak cipta. Salah satu pelanggaran yang sering terjadi adalah penggunaan lagu atau musik yang dilindungi hak cipta sebagai latar belakang video tanpa mendapatkan izin dari pencipta atau pemegang hak. Merubah konten seperti merubah lirik lagu atau menambahkan elemen-elemen baru tanpa izin juga termasuk dalam bentuk pelanggaran. Konten yang diunggah kembali (re-upload) dari sumber lain tanpa menyertakan atribusi yang benar atau tanpa persetujuan pemilik asli juga melanggar hak eksklusif pencipta. Penelitian ini mengeksplorasi berbagai bentuk pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pengguna TikTok serta implikasi hukumnya, termasuk peran TikTok dalam memfasilitasi perlindungan hak cipta dan upaya yang dilakukan oleh pemilik hak untuk melindungi karya mereka di platform digital tersebut. Kedua penelitian ini menemukan bahwa perlindungan hukum bagi pencipta lagu atas perubahan lirik tanpa izin pada aplikasi tiktok, pencipta memiliki hak eksklusif untuk mengatur modifikasi karya mereka, termasuk hak moral yang melarang perubahan tanpa izin. Pelanggaran ini dapat diatasi melalui mekanisme pelaporan Digital Millennium Copyright Act (DMCA) yang memungkinkan pencipta meminta penghapusan konten yang melanggar. Penelitian ini membahas hak eksklusif pencipta lagu, mekanisme pelaporan pelanggaran, dan tantangan perlindungan hak cipta di aplikasi TikTok.

Pengalaman Remaja Siswa SMPN 7 Tarakan dalam Menghadapi Stres

REGHINA JULIA RAHAYU
2024 · Thesis · Open Access

Remaja sering mengalami konflik internal dan masalah di berbagai aspek kehidupan, seperti keluarga, sekolah, dan pertemanan. Masalah yang terjadi apabila tidak diatasi, dapat berdampak negatif yang bisa menyebabkan stres hingga dapat memicu masalah psikologis serta sosial. Stres merupakan perasaan yang umum dapat di rasakan ketika berada dibawah tekanan, merasa kewalahan ataupun merasa kesulitan dalam menghadapi suatu situasi, jika itu berat dan ber-langsung dalam waktu yang lama dapat merusakan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi pengalaman remaja siswa SMPN 7 Tarakan dalam menghadapi stres. Desain pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan cara melakukan wawancara. Hasil dari penelitian ini menghasilkan empat tema yaitu (1) pemicu stres pada remaja, (2) respon stres ketika mengalami permasalahan, (3) koping dalam menghadapi tantangan dan tekanan pada remaja, serta (4) harapan yang remaja inginkan di saat merasa stres. Berdasarkan dari penelitian ini menyimpulkan bahwa perlu adanya kegiatan seperti edukasi manajemen stres dan perlu adanya dukungan dari sekolah seperti program pengelolaan stres pada siswa serta melibatkan orang tua dalam kegiatannya.

Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Korban Eksploitasi Seksual Di Kota Tarakan

RANI
2024 · Thesis · Open Access

Memanfaatkan anak baik secara seksual maupun ekonomi, dengan tujuan memperoleh keuntungan adalah tindakan yang tidak bermoral dan melanggar hukum karena melanggar hak-hak dasar anak. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban dalam eksploitasi seksual anak Di Kota Tarakan. Pertama, bentuk perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban dalam eksploitasi seksual anak di Kota Tarakan dan kedua yaitu hambatan perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban dalam eksploitasi seksual anak di Kota Tarakan. Skripsi ini merupakan empiris terhadap kaidah-kaidah hukum terkait variabel penelitian. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam Skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dari hasil wawancara, observasi, dan pengamatan. Data sekunder didapatkan dari buku, jurnal, dan data statistik. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa, pertama bentuk perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban dalam eksploitasi seksual anak di Kota Tarakan dilakukan melalui upaya preventif dan represif oleh aparat penegak hukum atau instansi yang berwenang menangani perkara kasus anak dan saling berkoordinasi sesuai kebutuhan korban anak. Kedua, hambatan perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban dalam eksploitasi seksual anak di Kota Tarakan yakni beberapa korban anak tidak kooperatif dan sulit bekerjasama pada saat mengimplementasikan perlindungan hukum oleh instansi yang berwenang, masyarakat yang kurang memahami resiko eksploitasi seksual terhadap anak, serta keterbatasan fasilitas dinas DP3AP2KB dalam ketersediaan sarana dan prasarana rumah inap terhadap anak sebagai korban dalam eksploitasi seksual anak di Kota Tarakan. Sebagai hasil dari penelitian ini, kompetensi aparat penegak hukum harus ditingkatkan, sistem perlindungan hukum harus diperkuat, sarana dan prasarana harus diperbarui, dan koordinasi yang lebih baik antara aparat penegak hukum dan masyarakat, khususnya antara lembaga pemerintah dan aparat penegak hukum.

Model Peningkatan Kinerja Penyuluh Terhadap Perubahan Perilaku Petani Dalam Program Optimalisasi Lahan Tidur Untuk Tanaman Padi Di Kota Tarakan

SITI NURDIYANAH
2024 · Thesis · Open Access

Abstrak Peningkatan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang profesional, mandiri, inovatif, kreatif, dan berwawasan global sangat diperlukan untuk mewujudkan kecukupan pangan, perluasan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan produk domestik bruto dan pendapatan petani. Kinerja penyuluh pertanian yang baik sangat penting untuk mendukung swasembada dan kedaulatan pangan, serta meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik petani terhadap kinerja penyuluh dalam program optimaliasi lahan tidur di Kota Tarakan, mengetahui karakteristik penyuluh terhadap kinerja penyuluh dalam program optimalisasi lahan tidur di Kota Tarakan, mengetahui kinerja penyuluh terhadap perubahan perilaku petani dalam program optimalisasi lahan tidur di Kota Tarakan, serta merumuskan model peningkatan kinerja penyuluh terhadap perubahan perilaku petani dalam program optimalisasi lahan tidur di Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan di Kota Tarakan dari bulan Desember 2023 hingga bulan Maret 2024 dengan jumlah sampel 55 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan mencakup data primer, seperti karakteristik responden petani dan penyuluh, serta data sekunder dari instansi terkait melalui observasi, wawancara, FGD, dan pengambilan data yang kemudian dipastikan validitas, reliabilitas indikator dan konstruk melalui software SmartPLS 3.0. Indikator variabel sangat penting dalam analisis SEM karena menyediakan dasar empiris untuk mengukur variabel laten. Pemilihan dan pengujian indikator yang tepat memastikan validitas dan reliabilitas model pengukuran. Dengan model yang benar, SEM membantu peneliti memahami dan menginterpretasikan hubungan kompleks antara berbagai variabel. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa karakteristik petani tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja penyuluh. Karakteristik petani dicermikan oleh indikator Keterampilan, Pengalaman dan Usia, karakteristik penyuluh berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja penyuluh. Karakteristik Penyuluh dicermikan oleh indikator keberanian penyuluh dalam pengambilan keputusan, komunikasi penyuluh, pengalaman penyuluh serta penguasaan inovasi, kinerja penyuluh berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan perilaku petani. Kinerja Penyuluh dicerminkan oleh Peta Wilayah, Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan Rencana Kerja Penyuluh (RKP), serta Karakteristik Penyuluh dan Karakteristik Petani berpengaruh signifikan terhadap perubahan perilaku petani melalui kinerja penyuluh.

Nilai- Nilai Pendidikan Karakter Dalam Puisi Curahan Cinta Kami Antologi Puisi Bersama (Kajian Sosiologi Sastra)

NOVI ROSIANA DEVIA SARI
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat didalam kumpulan Puisi Curahan Cinta Kami Antologi Puisi Bersama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata, bait serta lirik puisi yang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter sedangkan sumber data dalam penelitian ini ialah buku kumpulan puisi Curahan Cinta Kami Antologi Puisi Bersama yang diterbitkan di surabaya, pada tahun 2020 oleh penerbit CV. Kanaka Media dengan jumlah 150 halaman. Pada kumpulan puisi Curahan Cinta kami Antologi Puisi Bersama sebanyak 120 puisi yang ditulis oleh Hasto Budi Santoso, Iskandar Muda, Wartono, Marwah, Mambo dan Nurbaya. Hasto menulis 20 puisi, Iskandar muda menulis 20 puisi ditulis oleh Iskandar Muda, 20 Puisi ditulis Wartono, 20 Puisi ditulis oleh Marwah dan 20 puisi ditulis oleh Mambo, 20 Puisi ditulis oleh Nurbaya. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik baca, teknik simak dan teknik catat. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini banyak ditemukan nilai pendidikan karakter sebanyak 22 puisi yang masing masing 3 puisi ditulis oleh Hasto Budi Santoso, 12 puisi ditulis oleh Iskandar Muda, 2 puisi ditulis oleh Wartono, 1 Puisi ditulis oleh Marwah, 3 Puisi ditulis oleh Mambo dan 1 puisi ditulis oleh Nurbaya. Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam kumpulan puisi Curahan Cinta kami Antologi Puisi Bersama terdapat 9 nilai pendidikan karakter diantaranya yakni; 10 nilai religius. 4 nilai kerja keras, 3 nilai mandiri, 2 nilai menghargai prestasi, 2 nilai semangat kebangsaan, 1 nilai tanggung jawab, 1 nilai cinta tanah air, 1 nilai peduli lingkungan, dan 1 nilai bersahabat. Dari 9 nilai pendidikan karakter tersebut yang paling dominan adalah nilai pendidikan karakter religius sebanyak 10 data.

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Fluktuasi Harga Rumput Laut Di Kecamatan Tarakan Timur Kelurahan Lingkas Ujung

SAKARIA
2024 · Thesis · Open Access

Masalah yang sering dihadapi dalam petani rumput laut adalah terjadinya fluktuasi harga rumput laut. Fluktuasi harga pada dasarnya terjadi akibat ketidakseimbangan antara kuantitas pasokan dan kuantitas permintaan yang dibutuhkan konsumen, jika terjadi kelebihan pasokan maka harga komoditas menurun sebaliknya begitu juga jika terjadi kekurangan pasokan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga rumput laut 2) Mengetahui faktor dominan yang berpengaruh dari fluktuasi harga rumput laut. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tarakan Timur Kelurahan Lingkas Ujung sejak November 2023 sampai Juli 2024. Teknik pengumpulan sampel pada penelitian ini adalah teknik non-probability sampling. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu Metode Sensus. Dalam hal ini penulis menentukan sampel sebanyak 30 petani rumput laut Lingkas Ujung. Hasil penelitian di analisis dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji simultan (uji F), uji parsial (uji t). Menghasilkan R2 89%. Dengan persamaan regresi linier berganda Y = 0,861 + 0,196X1 + 0,104X2 + 0,027X3 + 0,684X4 + e. Uji F menunjukkan faktor permintaan, biaya produksi, peristiwa eksternal dan faktor musim dan cuaca berpengaruh signifikan secara simultan sebesar 0,000 0,05. Uji t menunjukkan faktor musim dan cuaca dengan signifikan sebesar 0,000 Mempengaruhi Fluktuasi Harga Rumput Laut Di Kecamatan Tarakan Timur Kelurahan Lingkas Ujung adalah faktor musim dan cuaca dengan signifikan sebesar 0,000 persentase 100%.

Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Dalam Pembelajaran Dengan Metode Reward And Punishment Di Kelas IV A2 SDIT Ibnu Abbas Tarakan

NUR ALIMA
2024 · Thesis · Open Access

Kedisiplinan merupakan salah satu sikap yang dimiliki oleh seseorang yang dapat mengarahkan seseorang untuk menaati apa yang diharapkan lingkungannya seperti keluarga, sekolah dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kedisiplinan siswa dalam pembelajaran dengan metode reward dan punishment. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas IV A2 SDIT Ibnu Abbas Tarakan tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 20 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi kedisiplinan siswa. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah nilai kedisiplinan siswa yaitu ≥ 80% dengan kategori “baik sekali”. Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru pada siklus I yaitu pada pertemuan 1 sebesar 70% dan pada pertemuan 2 sebesar 75% dengan kategori baik. Sehingga dilanjutkan pada siklus II pertemuan 1 sebesar 80% dan pertemuan 2 sebesar 85% dengan kategori baik sekali. Hal ini sudah sesuai dengan indikator keberhasilan penelitian yaitu ≥80% dengan kategori “baik sekali”. Adapun hasil observasi kedisiplinan siswa pada pada siklus I pertemuan 1 persentase kedisiplinan siswa sebesar 23% dengan kategori kurang dan pertemuan 2 sebesar 39% dengan kategori kurang. Hal ini belum mencapai indikator keberhasilan, sehingga dilanjutkan pada siklus II pertemuan 1 menjadi 45% dengan kategori cukup dan pertemuan 2 menjadi 83% dengan kategori baik sekali. Hal ini telah sesuai dengan indikator keberhasilan penelitian yaitu ≥ 80% dengan kategori “baik sekali”. Sehingga jika penerapan metode reward dan punishment ini dilakukan secara konsisten di dalam kelas maka dapat meningkatkan kedisiplinan siswa.

Analisis Determinan Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia Tahun 2018-2022

ELLY ERMAWATI
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pengeluaran Pemerintah pada Bidang Pendidikan dan Kesehatan serta Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) secara parsial dan simultan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia. Periode yang digunakan dalam penelitian ini adalah lima tahun, mulai dari tahun 2018-2022. Jenis data yang digunakan adalah data time series, dengan data sekunder yang dipublikasi oleh Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan, Badan Pusat Statistik (BPS) dan dari sumber lainnya. Pengolahan data dengan menggunakan program Eviews. Teknik analisis yang digunakan adalah Regresi Data Panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap IPM. Sedangkan, Pengeluaran Pemerintah Bidang Kesehatan dan PDRB memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Kemudian penelitian secara simultan menunjukkan bahwa variabel Pengeluaran Pemerintah pada Bidang Pendidikan dan Kesehatan serta Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berpengaruh bersamaan dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Implikasi penelitian ini adalah bahwa meskipun pendidikan penting, dalam periode 2018-2022, sektor kesehatan dan ekonomi lebih berperan dalam menentukan kualitas hidup masyarakat di Indonesia. Hal ini bisa menjadi dasar evaluasi kebijakan untuk memastikan bahwa sumber daya yang dialokasikan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.