Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

9.639 item publik

Publikasi

Halaman 195 dari 482

Pertanggungjawaban Oknum Guru Sebagai Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Seksual Terhadap Murid Di Kota Tarakan

RESKY AMALIA
2024 · Thesis · Open Access

Kekerasan seksual merupakan perbuatan yang bener-bener keji di lingkungan Masyarakat, Dimana kasus ini yang menjadi korban tidak hanya orang dewasa tetapi remaja bahkan anak dibawah umur. Bentuk kekerasan seksual ini mencangkup berbagai Tindakan seperti pemerkosaan, pencabulan, dan eksploitasi seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi factor-faktor yang menyebabkan terjadinya kejahatan pelecehan seksual oleh oknum guru terhadap siswa/muridnya serta untuk mengevaluasi putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana kekerasan seksual tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode empiris, yang mengandalkan data empiris untuk mendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan seskual masih sering terjadi di lingkungan Pendidikan, dengan factor penyebabnya termasuk ketidakmampuan anak-anak untuk melawan dan rentannya merka baik secara fisik maupun psikis. Bentuk-bentuk kekerasan seksual yang teridentifikasi meliputi verbal, non-verbal, fisik, dan non- fisik, yang mengakibatkan ketidaknyamanan, ketakutan, dan trauma pada korban. Penelitian ini juga mengevaluasi bahwa putusan hakim terhdap pelaku kekerasan seksual umumnya sesuai dengan peraturan perundang-undang yang berlaku. Hakim memutuskan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, termasuk keterangan saksi-saksi yang konsisten, keterangan terdakwa, serta bukti-bukti fisik seperti surat hasil visum et repertum. Penilaian hakim juga mempertimbangkan faktor yang dapat memberatkan dan meringankan terdakwa untuk menetapkan hukuman yang seadil-adilnya, sehingga memberikan keadilan kepada Masyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah pentingnya penanganan serius terhadap kasus kekerasan seksual di lingkungan Pendidikan serta kepatuhan system peradilan terhadap prosedur hukum untuk mencapai keadilan yang setimpal bagi semua pihak yang terlibat.

Ungkapan Kepercayaan Takhayul Masyarakat Suku Dayak Bulusu di Desa Sedulun Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara (Kajian Folklor)

APRILLIA SARI LAWAI
2024 · Thesis · Open Access

Ungkapan kepercayaan Takhayul di Desa Sedulun Kabupaten Tana Tidung adalah kearifan lokal yang sampai saat ini masih dipercaya oleh masyarakat Suku Dayak Bulusu di Desa Sedulun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk, makna dan fungsi takhayul masyarakat Suku Dayak Bulusu di Desa Sedulun Kabupaten tana Tidung. Metode pengumpulan data melalui teknik wawancara. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk ungkapan kepercayaan Suku Dayak Bulusu yang masih berkembang di Desa Sedulun Kabupaten Tana Tidung. Bentuk takhayul yang ditemukan di Desa Sedulun Kabupaten Tana Tidung dijabarkan ke dalam pola atau bentuk sebagai berikut: takhayul berdasarkan bentuk sebab-akibat berjumlah 28 (dua puluh delapan) data, takhayul berdasarkan bentuk akibat-sebab berjumlah 5 (lima) data, takhayul berdasarkan bentuk tanda-konversi-akibat berjumlah 4 (empat) data dan takhayul berdasarkan tanda-akibat berjumlah 9 (sembilan) data. Takhayul masyarakat Suku Dayak Bulusu yang masih berkembang di Desa Sedulun memiliki fungsi-fungsi antara lain, sebagai alat untuk mendidik anak dan remaja berjumlah 4 (empat) data, penebal emosi dan kepercayaan berjumlah 13 (tiga belas) data, sebagai penjelasan yang dapat diterima akal berjumlah 14 (empat belas) data, proyeksi khayalan suatu kolektif berjumlah 9 (sembilan) data, dan pelipur lara berjumlah 6 (enam) data. Makna takhayul masyarakat Suku Dayak Bulusu di Desa Sedulun, Kabupaten Tana Tidung ditimbulkan dari hubungan asosiasi. Selain itu makna yang terkandung didominasi oleh makna falsafah kehidupan untuk mengatur dan mengawasi setiap norma yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Makna tersebut dapat berupa nilai yang mengatur hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam sekitar dan hubungan manusia dengan Tuhan.

ANALISIS TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN PERIKANAN JARING INSANG (GILLNET) DI FISHING BASE LINGKAS UJUNG TARAKAN

SOHLEHA
2024 · Thesis · Open Access

Jaring insang (gillnet) memiliki nilai penting bagi produktivitas perikanan tangkap di Kota Tarakan. Sebagai salah satu kegiatan perikanan tangkap yang utama di Kota Tarakan, jaring insang gillnet penting bagi masyarakat Kota Tarakan, utamanya masyarakat nelayan di wilayah Timur Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dengan pendekatan analisis morfologis dan persentase tangkapan utama. Penelitian dilaksanakan Januari – Maret 2024. Metode dalam penelitian menggunakan purposive sampling pendekatan observasi dan survei. Pengumpulan data observasi secara keseluruhan sebanyak 12 kali. Analisis data pendekatan observasi morfologis sampel menggunakan acuan Marine Fisheries of South East Asia dan Market Fisheries of Indonesian. Analisis komposisi jenis menggunakan pendekatan nilai persentase. Tingkat keramahan lingkungan menggunakan pendekatan analisis 9 kriteria ramah lingkungan mengacu pada CCRF/FAO. Hasil penelitian menunjukkan secara morfologis dari hasil tangkapan gillnet terindikasi terdapat 5 jenis ikan (Eleutheronema sp., Lutjanus sp., Lates sp., Scomberomorus sp., dan Netuma sp.). Hasil tangkapan utama (HTU) mencapai 70.03% dan hasil tangkapan sampingan (HTS) mencapai 29.97%. Nilai komposisi hasil tangkapan berdasarkan persentase satuan berat yaitu hasil tangkapan paling tinggi adalah jenis ikan kurau (Eleutheronema sp.) sebanyak 55,40% dan paling sedikit adalah ikan manyung (Netuma sp.) sebanyak 5,96%. Tingkat keramahan lingkungan menurut CCRF/FAO secara keseluruhan tergolong kategori sangat ramah lingkungan dengan (nilai 28,54) berdasarkan sembilan kriteria ramah lingkungan CCRF FAO

Komposisi Jenis Dan Ukuran Ikan Hasil Tangkapan Jaring Insang Hanyut (Drift Gillnet) Yang Didaratkan Di Tangkahan “Cinta Madina” Kabupaten Nunukan

SURIYANA
2024 · Thesis · Open Access

Abstrak Alat tangkap jaring insang hanyut (drift gillnet) yang digunakan oleh nelayan kampung nelayan Mansapa merupakan alat tangkap yang memiliki bentuk umum empat persegi panjang yang menangkap ikan yang bersifat pasif. Komposisi jenis dan ukuran hasil tangkapan jaring insang hanyut (drift gillnet) di Kabupaten Nunukan sangat diperlukan karena selain belum pernah dilakukan penelitian tersebut, informasi ilmiah terkait dengan komposisi (jenis dan ukuran) juga berguna sebagai informasi ilmiah dasar terhadap masyarakat dalam pengembangan ilmu bidang perikanan tangkap dan sebagai dasar ilmiah pada kebijakan pengelolaan lestari dan berkelanjutan sumberdaya perikanan khususnya pada perikanan jaring insang hanyut.Tujuan penelitian adalah untuk menguraikan nilai persentase komposisi jenis ikan, kategori tangkapan, menguraikan nilai persentase hasil tangkapan utama, hasil tangkapan sampingan dan hasil tangkapan buangan serta distribusi frekuensi ukuran panjang (total, standar dan cagak) dan berat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif selama bulan Desember- Februari 2024, dengan purposive sampling sebanyak 6 kali sampling. Hasil tangkapan alat tangkap jaring insang selama penelitian terdapat 5 jenis ikan yaitu Tenggiri papan, Senangin, Perak, Selangat dan Manyung. Nilai persentase komposisi per jenis berdasarkan berat ukuran yang tertinggi yaitu yaitu ikan tenggiri papan 39,34 % dan terendah yaitu ikan manyung 0,47 % sedangkan berdasarkan individu nilai yang tertinggi yaitu selangat sebanyak 64,94% ekor. dan ikan yang paling sedikit yaitu ikan manyung sebanyak 0,16%.

Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Anekdot Dengan Media Komik Strip Berbasis Digital di Kelas X Listrik I SMK Negeri 2 Tarakan

SARAH
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menigkatkan kemampuan menulis teks anekdot menggunakan media komik strip berbasis digital pada siswa kelas X Listrik I SMK Negeri 2 Tarakan. Model pembelajaran digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa dengan memanfaatkan media digital sebagai penunjang dalam memaksimalkan penggunaan serta pengaplikasian pembelajaran yang maksimal. Penelitian yang digunakan merupakan penelitian tindak kelas yang melibatkan satu kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Listrik I. Hasil penelitian ini menunjukan untuk mengetahui keefektifan peningkatan kemampuan menulis teks anekdot dengan mengunakan media digital. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan menggunakan media komik strip dapat meningkatkan kemampuan menulis teks anekdot pada siswa kelas X Listrik I SMK Negeri 2 Tarakan. Hal tersebut terbukti dari peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian yang dilaksanakn diperolah hasil belajar siklus I pada ketegori rendah dari 29 orang siswa, hanya 7 orang siswa (24,14%) yang mendapatkan nilai di atas KKM, sementara siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM atau tidak tuntas sebanyak 22 orang siswa (75,86%). Hasil belajar siswa pada siklus II dari 29 orang siswa, hanya 3 orang siswa (10,35%) yang mendapatkan nilai di bawah KKM atau tidak tuntas, dan siswa yang mendapatkan nilai KKM atau tuntas adalah 26 orang siswa (89,66%). Hasil analisis menunjukan penilaian mengalami peningkatan pada sikap siswa selama proses pembelajaran sesuai dengan hasil observasi siswa pada siklus I yang masih kurang, pada siklus II siswa sudah mampu dan memahami dengan baik menulis teks anekdot.

ANALISIS WUJUD KEBUDAYAAN DALAM FILSAFAT SISTEM KEPERCAYAAN ALUK TO DOLO TORAJA MELALUI BUKU SENO PASERU (KAJIAN FOLKLOR)

HELENA SONDOK UDAK
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wujud kebudayaan berdasarkan aspek kompleksitas ide, kompleksitas aktivitas, dan kompleksitas artefak pada suku Toraja dalam sistem kepercayaan Aluk To Dolo melalui buku yang ditulis oleh Dra. Seno Paseru H., M.Si. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca, yaitu peneliti membaca secara keseluruhan dan memahami dari bacaan sebagai bentuk perolehan data melalui buku Aluk To Dolo, selanjutnya teknik simak, yaitu metode dengan memfokuskan perhatian dalam mengamati secara aktif untuk menelaah suatu konsep objek penelitian, dan terakhir menggunakan teknik catat, yaitu peneliti mencatat poin penting untuk memperoleh data dengan mengutip objek penelitian yang menunjukkan aspek wujud kebudayaan agar dapat diklasifikasikan lalu diinterpretasikan, setelah itu disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam sistem kepercayaan Aluk To Dolo pada buku yang ditulis oleh Dra. Seno Paseru H., M.Si. terdapat 8 data wujud kebudayaan berdasarkan aspek kompleksitas ide, wujud kebudayaan ini terbentuk melalui kumpulan ide, gagasan, nilai-nilai, norma dan peraturan yang telah ditetapkan oleh leluhur sebagai pemelukbkepercayaan, 22 data berdasarkan kompleksitas aktivitas sebagai wujud kebudayaan yang didasarkan dengan adanya tindakan berpola dari manusia dalam kelompok masyarakat, dan 7 data kompleksitas artefak sebagai wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil aktivitas, perbuatan, dan karya yang dihasilkan manusia berupa benda-benda atau hal yang dapat diraba.

Model dan sifat pertumbuhan ikan Bawal putih (Pampus argenteus) yang didaratkan di tangkahan CV Mentari Pagi Sebatik

A. SATRIA JAYANTI
2024 · Thesis · Open Access

Ikan bawal putih merupakan salah satu ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi di perairan Sebatik yang ditangkap menggunakan alat tangkap jaring insang (gillnet) di daerah penangkapan di perairan Sei. Taiwan Sebatik. Analisis model dan sifat pertumbuhan Ikan bawal putih (P. argenteus) di pulau Sebatik diperlukan untuk kelengkapan data ilmiah tentang sumberdaya ikan di pulau Sebatik. Tujuan penelitian adalah untuk menguraikan dan menjelaskan model pertumbuhan Von Bertalanffy dan sifat pertumbuhan terkait dengan panjang berat pada ikan bawal putih (P. argenteus) yang didaratkan di pos pembelian ikan CV. Mentari Pagi Sebatik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasi. Tahapan penelitian dimulai dengan pengukuran panjang dan berat sampel ikan bawal putih hingga pengolahan data panjang berat ikan sehingga menghasilkan model dan sifat pertumbuhan Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2023-Maret 2024, dengan metode purposive sampling selama 24 kali sampling. Hasil penelitian didapatkan model pertumbuhan ikan bawal putih (P. argenteus) menghasilkan persamaan Lt = 66,672 {1 - 2.71828 -0.0183 (t - 0.909)} dengan parameter pertumbuhan panjang infinitive atau dugaan ukuran panjang maksimal ikan yang mampu dicapai (L∞) = 66,672 cm, koefisien pertumbuhan K = 0,0183 cm/hari dan nilai dugaan umur teoritis pada panjang nol (t0) = -0,909 hari. Hubungan panjang berat ikan bawal putih (P. argenteus) bersifat allometric negative yaitu pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan berat dengan nilai faktor kondisi (Kn) sebesar 0,443-2,900 yang apabila nilai Kn diatas 1 maka faktor kondisi ikan bawal putih (P. argenteus) dalam kondisi yang baik.

KOMPOSISI JENIS DAN UKURAN IKAN HASIL TANGKAPAN PUKAT HELA PERMUKAAN (SURFACE TRAWL) SISTEM FLOATING OTTERBOARD DI PERAIRAN SEBATIK KABUPATEN NUNUKAN

INDRI AMELIA NINGSIH
2024 · Thesis · Open Access

Alat tangkap pukat hela permukaan (surface trawl) di perairan Sebatik Desa Binalawan merupakan alat tangkap yang bersifat aktif. Alat tangkap tersebut dipergunakan oleh nelayan Sebatik dalam memanfaatkan sumberdaya perikanan di perairan Sebatik. Tujuan penelitian adalah untuk pengenalan jenis ikan, menguraikan persentase komposisi jenis, menganalisis hubungan panjang dan berat serta kategori hasil tangkapan pukat hela permukaan (surface trawl) di perairan Sebatik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dilakukan pada bulan Januari – Maret 2024, dengan metode purposive sampling selama 18 kali sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20 jenis ikan hasil tangkapan pukat hela di perairan Sebatik selama penelitian Perak, Bawal putih, Tenggiri Papan, Talang-Talang, Gulama, Senangin, Kuro, Selangat, Tidur, Pari Sempak, Pari Jantan, Merah, Arut, Putih Cermin, Bawal Hitam, Tembang, Puput Magatan, Peperek, Beliak Mata dan Ubur - Ubur. Nilai persentase komposisi per jenis berdasarkan berat ikan yang paling tertinggi yaitu perak (18,3%) dan nilai yang terendah yaitu Tembang (0,4%). Berdasarkan ekor nilai yang tertinggi yaitu Puput Magatan (25,2%) dan nilai yang terendah didapatkan sebesar (0,1%) pada Pari Jantan. Kategori hasil tangkapan berdasarkan satuan berat tertinggi pada Hasil Tangkapan Sampingan (HTS) sebesar 50% dan berdasarkan satuan individu (ekor) pada Hasil Tangkapan Buangan (HTB) sebesar 63%. Hal ini dapat dikatakan bahwa alat tangkap yang digunakan pada penelitian ini termasuk alat tangkap yang tidak selektif karena alat tangkap tersebut dapat menangkap segala jenis ikan dan ukuran sehingga dapat merusak lingkungan.

PERAN GURU DALAM MENANAMKAN SIKAP SOPAN SANTUN PADA SISWA KELAS IV-C DI SD NEGERI UTAMA 2 TARAKAN

MEDIANISA AYUNI
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan sikap sopan santun pada siswa kelas IV-C di SD Negeri Utama 2 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian guru wali kelas dan 26 siswa kelas IV-C. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara serta angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam menanamkan sikap sopan santun pada siswa kelas IV-C di SD Negeri Utama 2 Tarakan sudah diterapkan dengan baik melalui peran guru sebagai pendidik dan peran guru sebagai penasihat dimana guru sebagai pendidik dalam memberikan contoh sudah melakukan perannnya seperti guru melakukan pendekatan personal kemudian menjadi teladan siswa tentang baik buruknya berbicara kepada guru. Dalam melatih siswa guru sudah melakukan perannya seperti guru memberikan arahan membiasakan siswa mengucapkan kata tolong, maaf dan terimakasih, menyapa teman dengan sopan dan membudayakan senyum, salam, sapa, sopan dan santun (5S). Dalam membimbing siswa guru sudah melakukan perannya seperti guru mengamati perilaku yang tidak pantas dan tidak dapat diterima kemudian membimbing siswa. Dan peran guru sebagai penasihat ialah guru sudah memberikan masukan pada siswa yang kurang sopan saat berbicara dengan guru bahwa siswa harus menghargai perbedaan dan menghormati yang lebih tua. Guru juga memberikan masukan pada siswa yang menggunakan kata-kata kasar ketika berbicara dengan teman sebaya. Guru sudah memberikan layanan pada siswa yang membutuhkan bantuan dalam penyelesaian masalah seperti guru memahami masalah, kemudian merencanakan pemecahan dan penyelesaian masalah serta memeriksa kembali hasil yang di peroleh.

Analisis Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management) Guna Optimalisasi Distribusi Kepiting Bakau Di Kota Tarakan

HUSNA
2024 · Thesis · Open Access

Manajemen rantai pasok adalah serangkaian sistem jaringan ada pada perusahaan yang secara serentak bekerja bersama untuk mewujudkan dan menyalurkan suatu produk dari tangan ke tangan konsumen. Kepiting bakau merupakan salah satu hasil dari komoditas perikanan yang memiliki potensi besar dalam menunjang kehidupan masyarakat, khususnya nelayan ukuran kecil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis manajemen rantai pasok kepiting bakau sehingga sampai ke tangan konsumen. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses pendistribusian kepiting bakau di Kota Tarakan dilalui oleh dua saluran 1). produsen (petani tambak) Bapak Muhammad Adam menjual hasil prosuksi kepiting bakau ke pedagang besar (pengepul) Bapak Bara kemudian akan dijual luar negeri (ekspor), selanjutnya akan dijual lagi ke pedagang kecil (pengecer) Bapak Herman dan akan dijual lagi ke konsumen akhir Ibu Rahma, 2). hasil produksi kepiting bakau dari produsen (petani tambak) Bapak Muhammad Adam langsung menjual hasil produksi kepiting bakau ke konsumen akhir Ibu Rahma. Diharapkan sistem manajemen rantai pasokan kepiting bakau di Kota Tarakan akan terus berjalan secara efisien agar setiap mata rantai pasok yang terlibat tidak mengalami kerugian baik secara fisik maupun materi. Kata kunci : manajemen rantai pasok, kepiting bakau, distribusi

Penghambat Niat Berwirausaha Pada Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan

RITARIA
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh hambatan pengetahuan kewirausahaan, hambatan finansial, hambatan dukungan keluarga terhadap niat berwirausaha. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan instrument berupa kuesioner dan metode pengambilan sampel yaitu metode Non-probality Sampling, jumlah responden sebanyak 300. Metode analisis data yang digunakan penelitian ini terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas dan analisis linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan: 1) hambatan pengetahuan kewirausahaan, 2) hambatan finansial tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap niat berwirausaha. 3) hambatan dukungan keluaraga berpengaruh dan signifikan terhadap niat berwirausaha.

KARAKTERISTIK KECERDASAN VISUAL SPASIAL SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI

SITI NURHAFIDAH
2024 · Thesis · Open Access

Geometri merupakan salah satu materi yang dipelajari mulai dari tingkat sekolah dasar. Materi geometri menjadi penting untuk dipelajari karena dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memahami geometri dengan baik, diperlukan kemampuan visual. Namun hilangnya kemampuan seseorang dalam memahami benda-benda disebabkan oleh tingkat keabstrakan geometri yang relatif tinggi. Geometri dan kesulitan penerapannya terus menjadi tantangan bagi banyak siswa. Karena setiap anak memiliki tingkat kecerdasan visual spasial yang unik, tantangan yang mereka hadapi pun berbeda-beda. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan karakteristik kecerdasan visual spasial siswa SD kelas IV pada materi geometri. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan subjek dikategorikan berdasarkan gender, yaitu 2 laki-laki dan 2 perempuan. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan metode wawancara, kemudian semua instrumen divalidasi terlebih dahulu oleh validator sehingga layak untuk digunakan dalam penelitian. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini ialah bahwa karakteristik kecerdasan visual spasial pada siswa laki-laki ditunjukkan dengan indikator pengimajinasian, pengkonsepan, dan penyelesaian masalah dengan lengkap. Namun, pada indikator penemuan pola terdapat satu subjek yang tidak lengkap dalam menemukan pola. Hal ini dikarenakan subjek tersebut tidak hapal perkalian. Karakteristik kecerdasan visual spasial pada siswa perempuan ditunjukkan dengan indikator pengimajinasian yang lengkap. Namun, pada indikator pengkonsepan, penyelesaian masalah, dan penemuan pola terdapat subjek yang menjawab tidak lengkap.

PENYELESAIAN MASALAH OPERASI HITUNG PECAHAN BERDASARKAN TAHAPAN WALLAS PADA SISWA YANG BERPIKIR KREATIF

NIRWANA
2024 · Thesis · Open Access

Berpikir kreatif merupakan proses berpikir dari berbagai gagasan dalam menyelesaikan suatu persoalan dan menghasilkan suatu produk dalam memecahkan masalah matematika yang memenuhi aspek kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyelesaian masalah operasi hitung pecahan pada siswa yang berpikir kreatif. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan penyelesaian masalah operasi hitung pecahan yang kemudian dikonfirmasi dengan proses wawancara. Sebanyak 25 siswa kelas V yang menjadi partisipan dalam penelitian dan mengerjakan tes kemampuan penyelesaian masalah operasi hitung pecahan, yang kemudian dipilih yang memenuhi indikator berpikir kreatif. Setelah itu peneliti memilih 3 siswa yang memenuhi indikator berpikir kreatif untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa hanya memenuhi 2 indikator yaitu kefasihan dan fleksibilitas. Pada tahap preparasi siswa dapat menuliskan informasi awal baik hal yang diketahui maupun yang ditanya pada soal dengan benar. Tetapi dalam hal menjelaskan maksud soal cenderung merasa kesulitan menyusun kata-kata. Pada tahap inkubasi siswa cenderung diam dengan memperhatikan informasi yang ada pada soal dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi. Pada tahap iluminasi, siswa mendapatkan ide atau strategi untuk memecahkan masalah yang dituangkan langsung pada kertas yang disediakan. Pada tahap verifikasi siswa memeriksa kembali ide yang diperolehnya atau jawaban yang sudah dituliskan.

STUDI KERUSAKAN PADA PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA PADA RUAS JALAN P.AJI ISKANDAR KOTA TARAKAN

AGUSTINA PAULUS
2024 · Thesis · Open Access

Jalan P. Aji Iskandar merupakan jalan yang ada di Kota Tarakan yang sering digunakan oleh masyarakat setempat dalam beraktifitas, berkendaraan maupun berjalan kaki. Kondisi jalan yang terjadi pada ruas jalan tersebut ada beberapa jalan yang berlubang, retak dan bekas tambalan jalan dan kerusakan lainnya. Ruas jalan tersebut selalu dilalui kendaraan-kendaraan bermuatan berlebihan secara berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan tersebut dan mengetahui nilai urutan prioritas untuk perbaikan jalan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode Bina Marga. Penelitian ini dilakukan sepanjang 3000 meter dengan lebar jalan 7 meter. Pengambilan data dilakukan dengan cara survei visual yaitu dengan mencatat jenis kerusakan serta dimensi kerusakan, juga melakukan survei kondisi LHR (Lalu Lintas Harian) untuk mendapatkan kondisi lalu lintas pada ruas jalan tersebut. Dari hasil penelitian, jenis kerusakan yang terjadi pada ruas Jalan P. Aji Iskandar adalah kerusakan retak kulit buaya (161,84 m2), kerusakan retak memanjang (101,59 m), kerusakan retak melintang (15,70 m), kerusakan lubang (135,37 m2), kerusakan tambalan (266,36 m2), kerusakan pelepasan butir (372,60 m2), dan kerusakan amblas (52,10 m2). Menurut metode Bina Marga, diperoleh Urutan Prioritas adalah 5 (urutan prioritas 4-6) termasuk dalam program pemeliharaan berkala.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INTERACTIVE DEMONSTRATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MA HURRASUL AQIDAH TARAKAN PADA PEMBELAJARAN LINTAS MINAT BIOLOGI

OKTAVIANINGTYAS
2024 · Thesis · Open Access

Penerapan model pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Meningkatkan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Interactive Demonstration pada kelas X MA Hurrasul Aqidah Tarakan, 2) Mengetahui respons siswa terhadap model pembelajaran Interactive Demonstration guna meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MA Hurrasul Aqidah Tarakan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Instrument pengumpulan data yang digunakan adalah tes akhir siklus, lembar angket (kuesioner), lembar keterlaksaan model pembelajaran, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan menggunakan statistik deskriptif. Subjek pada penelitian ini yaitu berjumlah 13 siswa. Dari hasil analisis data yang dilakukan, maka hasil penelitian menunjukkan siklus I ketuntasan siswa mencapai 38,46%. Penyebab hal ini dikarenakan masih terdapat beberapa siswa yang kurang aktif selama proses pembelajaran, sehingga perlu dilakukan perbaikan dalam siklus II. Hasil belajar siswa pada siklus II mengalami peningkatan hingga mencapai ketuntasan 100%. Respons siswa sangat baik terhadap penerapan model pembelajaran Interactive Demonstration.

PEMAHAMAN GENERASI MUDA TERHADAP PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT TRADISONAL SUKU DAYAK ABAY DESA RESPEN TUBU KECAMATA MALINAU UTARA

JESSI SRI NOVIANTI ESLI
2024 · Thesis · Open Access

PEMAHAMAN GENERASI MUDA TERHADAP PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT TRADISONAL SUKU DAYAK ABAY DESA RESPEN TUBU KECAMATAN MALINAU UTARA Abstrak Suku Dayak Abay didesa Respen Tubu sampai saat ini memanfaatkan tumbuhan sebagai obat tradisional. Pengobatan Tradisional merupakan penyembuhan penyakit dengan cara sederhana yaitu dengan direbus, dikikis ditempelkan, atau diminum secara langsung. Tujuan penelitian untuk menentukan pemahaman generasi muda mengenai pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional Suku Dayak Abay di Desa Respen Tubu Kecamatan Malinau Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskritif kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap 20 responden generasi muda Suku Dayak Abay di Desa Respen Tubu. Generasi Muda Tersebut berusia 16-30 tahun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2024. Hasil penelitian menujukan bahwa generasi muda Suku Dayak Abay masih banyak yang tidak paham akan kegunaan tumbuhan obat tradisional dari Suku Dayak Abay dan presentase terkecilnya adalah generasi muda yang memahami kegunaan tumbuhan obat tradisional Suku Dayak Abay. YOUNG GENERATION'S UNDERSTANDING OF DAYAK ABAY TRIBE'S TRADITIONAL MEDICINAL PLANT USE IN RESPEN TUBU VILLAGE NORTH MALINAU DISTRICT Abstract The Dayak Abay Tribe in Respen Tubu Village has been utilizing plants as traditional medicines until now Traditional medicine is a simple way of healing diseases by boiling, scraping, applying, or drinking the plants directly. The study aimed to determine the younger generation's understanding regarding the Dayak Abay Tribe's use of plants as traditional medicines in Respen Tubu Village, North Malinau District. The method used in this study is descriptive qualitative. Data was collected through observation and interviews with 20 young respondents from the Dayak Abay Tribe in Respen Tubu Village. The young generation is aged 16-30 years old. The research was conducted in March 2024. The study showed that many of the young generation of the Dayak Abay Tribe do not understand the usefulness of traditional medicinal plants, and the smallest percentage is the young generation who understands the usefulness of traditional medicinal plants of the Dayak Abay Tribe.

UJI EFEKTIVITAS BUAH KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa) TERHADAP KANDUNGAN FORMALIN PADA JAJANAN BAKSO DI LINGKUNGAN SMP KOTA TARAKAN DAN POTENSINYA PADA PEMBELAJARAN IPA

RACHMA ARI LESTARI
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk: 1).Menganalisis efektivitas tumbuhan karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) sebagai pendeteksi kandungan formalin, 2).Mengidentifikasi kandungan formalin pada jajanan bakso yang dijual di lingkungan SMP Kota Tarakan dan 3).Mengidentifikasi potensi penerapannya pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan memberikan 3 perlakuan kadar konsentrasi ekstrak buah karamunting. Analisis data yaitu Uji Prasyarat (Uji Normalitas dan Uji Homogenitas), Uji Hipotesis (Anova Satu Arah) dan Uji Lanjut (Duncan). Selanjutnya dilakukan perhitungan persentase untuk menentukan kriteria efektivitas. Adapun potensi pembelajaran dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kadar ekstrak buah karamunting yang efektif yaitu pada kadar ekstrak L2 (5g buah karamunting + 15 ml air). Berdasarkan hasil penelitian pada takaran tersebut mampu mendeteksi formalin pada kadar 10% dengan kemampuan deteksi yaitu 60% (efektif), pada takaran formalin 20% dan 30% dimana masing-masing kemampuan deteksi yaitu 80% (Sangat Efektif). Hasil uji jajanan bakso di lingkungan SMP Kota Tarakan yaitu pada SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 9 dan SMP Negeri 10 Tarakan adalah negatif formalin. Berdasarkan hasil analisis pemanfaatan hasil penelitian sebagai sumber belajar, maka penelitian ini dimanfaatkan sebagai sumber belajar bagi peserta didik kelas VIII SMP pada materi 2.1 Makanan dan sistem pencernaan subbab 2.1.1 zat aditif. The aimed to 1) analyze the effectiveness of the karamunting plant ( Rhodomyrtus tomentosa) as a detector of formalin content, 2) identify formalin content in meatball snacks sold in the vicinity of junior high school in Tarakan city, and 3) identify ITS potential application in sciens education. The type of research, conducted is experimental research, which involves providing three treatment concentrations of karamunting extract. Data analyzed includes prerequisite tests (normality and Homogenity tests), hipothesis testing ( one way ANOVA) and, follow up tests (Duncan). Subsequently, percentage calculation were performed to determine the effectiveness criteria. The learning potential is analyzed descriptively. the result showedthat the evective concentrations of karamunting extract is at L2 concentrations (5 g of karamunting + 15 ml of water ). The study indicates that this concentrations can detect formalin at a 10% level with a detection capability of 60% (effective) an at 20% and 30 % formalin with detection capability 80%( very effective ). The result of formalin test on meatballs SMPN in Tarakan, specifically SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 9 and SMP Negeri 10 Tarakan. are negative for formalin. Futhermore, the anaysis of the research results in utilization as a learning resourch; the study can be used for eight- grade material on the topic of food and digestive system, specifically on the subtopic of food additivess.