STUDI PERILAKU PENGEMUDI SEPEDA MOTOR TERHADAP PENGGUNAAN FASILITAS PARKIR DI LINGKUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
.
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir
.
.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemandirian belajar terhadap keaktifan belajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2024 pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan sebanyak 137 siswa. Sampel yang digunakan berjumlah 41 siswa dan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, penyebaran angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji product moment dengan bantuan program SPSS versi 26. Berdasarkan analisis statistik deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata skor kemandirian belajar adalah 49 termasuk kategori sedang dan nilai rata-rata skor keaktifan belajar adalah 38 termasuk kategori sedang. Berdasarkan analisis statistik inferensial, hasil penelitian menunjukkan besarnya nilai korelasi kemandirian belajar dengan keaktifan belajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia adalah 0,697 dengan tingkat korelasi tinggi atau kuat. Apabila nilai rhitung = 0,697 dibandingkan dengan nilai rtabel = 0,308 dengan jumlah N = 41 pada taraf signifikansi 5%, maka diperoleh nilai rhitung 0,697 > rtabel 0,308 yang berarti hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan keaktifan belajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan. Besarnya sumbangan atau kontribusi yang diberikan oleh kemandirian belajar terhadap keaktifan belajar sebesar 48,5%.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis ditinjau dari perbedaan jenis kelamin siswa laki-laki dan siswa perempuan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Pemilihan partisipan dengan purposive sampling yaitu berdasarkan jenis kelamin siswa, saran dari guru, hasil observasi selama mengerjakan soal berlangsung, dan pencapaian indikator penalaran matematis. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 4 partisipan yaitu 2 partisipan laki-laki dan 2 partisipan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki memenuhi 4 indikator dari 5 indikator penalaran matematis, yaitu: (1) menemukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi, (2) menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap solusi, (3) menarik Kesimpulan dari pernyataan, (4) memeriksa kesahihan suatu argumen dan Kemampuan penalaran matematis siswa perempuan memenuhi 5 indikator dari 5 indikator penalaran matematis, yaitu: (1) mengajugan dugaan, (2) menemukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi, (3) menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap solusi, (4) menarik Kesimpulan dari pernyataan, (5) memeriksa kesahihan suatu argumen. siswa perempuan memiliki kemampuan dalam melakukan penarikan kesimpulan yang lebih teliti dan cermat, unggul dalam ketepatan, ketelitian, kecermatan, dan keseksamaan berfikir sedangkan siswa laki-laki memiliki karakteristik kurang cermat dan teliti saat mengerjakan soal matematika.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana problematika yang ada dalam perencanaan kurikulum merdeka pada mata pelajaran matematika fase E di SMA Negeri 2 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekan studi kasus. Subjek penelitian ini guru matematika SMA fase E dengan menggunakan teknik purposive sampling Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian ini diwujudkan dalam bentuk tema-tema yang dihasilkan dari analisis data. Berdasarkan tema-tema tersebut diperoleh beberapa problematika guru dalam perencanaan pembelajaran yang terdapat dalam pembelajaran matematika. Problematika perencanaan pembelajaran matematika fase E di SMA Negeri 2 Tarakan yaitu Kesulitan menurunkan tujuan pembelajaran (TP) dari capaian pembelajaran (CP) karena adanya perbedaan karakteristik siswa di dalam kelas yang memiliki kebutuhan, gaya belajar, dan tingkat pemahaman yang beragam, sehingga dapat menjadi faktor yang mempengaruhi pemahaman guru terhadap tujuan pembelajaran di dalam kelas. Kesulitan manajement waktu merancang Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan modul ajar disebabkan adanya tuntutan pekerjaan yang komplek sehingga guru tidak membuat ATP lebih mendahulukan membuat modul ajar dan LKPD serta target alokasi waktu pada modul ajar yang tidak sesuai. Kesulitan merancang LKPD karena guru kesulitan menyesuaikan LKPD dengan materi. Kesulitan dalam merancang alat peraga karena tidak semua materi bisa menggunakan alat peraga.
Kemampuan komunikasi matematis merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa karena berperan dalam mengungkapkan gagasan matematisnya khususnya ketika berhadapan dengan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan Matematika. Kemampuan komunikasi matematis ini meliputi kemampuan untuk menyatakan benda nyata dalam kehidupan sehari-hari kedalam objek-objek Matematika, menjelaskan ide dan relasi Matematika dalam bentuk lisan maupun tulisan sehingga dapat menyusun model Matematika dan menyelesaikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa SMA Negeri 4 Tarakan bedasarkan perbedaan jenis kelamin dengan menggunakan indikator yaitu written text, mathematical expression dan drawing. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dan melibatkan 2 partisipan laki-laki dan 2 partisipan perempuan. Partisipan tersebut dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis partisipan pertama laki-laki memenuhi indikator mathematical expression/ekspresi Matematika dan drawing/menggambar. Sedangkan pada partisipan laki-laki yang kedua hanya memenuhi indikator written text/menulis. Sementara itu, kemampuan komunikasi matematis pada satu orang partisipan perempuan memenuhi semua indikator. Akan tetapi, satu orang lagi pada partisipan perempuan memenuhi indikator written text/menulis dan mathematical expression/ekspresi Matematika.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan media “Card-24” terhadap kemampuan berhitung siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi-Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan tahun ajaran 2023/2024. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh sampel pada penelitian ini 56 siswa yaitu 27 siswa kelas VII-4 sebagai kelas eksperimen dan 29 siswa kelas VII-2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data kemampuan berhitung siswa menggunakan posttest yang masing-masing terdiri dari 10 soal uraian dengan soal yang berbeda. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media “Card-24” terhadap kemampuan berhitung siswa kelas VII di SMP Negeri 10 Tarakan, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan uji Independent Sample T-Test diperoleh nilai t_hitung:2,050> t_tabel:2,024 pada taraf signifikan 5%. Hasil ini diperkuat dengan nilai rata-rata hasil tes kemampuan berhitung siswa di kelas yaang menggunakan media “Card-24” lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil tes kemampuan berhitung yang menggunakan media LKPD. Dengan demikian disimpulkan bahwa media “Card-24” efektif terhadap kemampuan berhitung siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan.
Additional ingredients of botanical pesticides are to affect pests control. This study aimed to determine the effect of the composition of additional ingredients on the use of botanical pesticides made from papaya leaves with additional ingedients of garlic, lemongrass, and soursop leaves in controlling pests on water spinach (Ipomoea reptans poir). This Study used a randomized block design (RAK) with 5 treatments; P0= plain water, P1=papaya leaves 200 grams+1 litre of water, P2=papaya leaves 125 grams+75 grams of garlic+1 litre of water, P3=papaya leaves 125 grams+75 grams of lemongrass+1 litre of water, P4=papaya leaves 125 grams+75 grams of soursop leaves+1 litre of water. Each treatment was repeated 5 times. The results showed that the use of botanical pesticides with additional lemongrass ingredients was categorised the excellent category with plant height at 35 MST reaching 24,35 cm, root length at 35 MST reaching 22,58 cm, number of leaves reaching ± 18 strands, wet weight reaching 14 grams. The use of botanical pesticides of papaya leaves with additional lemongrass ingredients also has the potential to reduce the number of pests and reduce the level of leaf damage, as seen from observation results of the number of pests and the level of leaf damage decreasing after the application of botanical pesticides.
ABSTRAK ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA UKM BATIK D’ERTE KOTA TARAKAN Persediaan merupakan suatu hal yang penting dalam perusahaan yang harus diperhatikan oleh para pengusaha. Kelebihan persediaan akan mampu menyebabkan perusahaan menanggung risiko kerusakan dan biaya penyimpanan yang tinggi. namun, sebaliknya jika terjadi kekurangan persediaan akan mengganggu kelancaran proses penjualan. Objek penelitian ini dilakukan pada UKM Batik D’erte Kota Tarakan yang beralamat Jl. P. Nias, Kp, Satu Skip, Kec. Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. UKM memproduksi kain batik cap dan menghasilkan baju batik siap pakai. Bahan baku yang diteliti adalah bahan baku persediaan kain. Tujuan dari penelitian ini adalah agar UKM Batik D’erte mampu menentukan pengendalian persediaan bahan baku kain antara perhitungan perusahaan aktual dengan perhitungan metode Economic Order Quantity (EOQ). Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Hasil penelitian ini menunjukan pengendalian persediaan bahan baku kain menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) memiliki safety stock sebesar 3.906 yard, kuantitas pemesanan sebesar 3.018 Yard, dengan ROP sebesar 4.168,92 yard, serta biaya total persediaan sebesar Rp 2.905.967 yang efektif dan efisien dalam menentukan persediaan bahan baku untuk biaya yang dikeluarkan. Pemilik UKM Batik D’erte Kota Tarakan sebaiknya menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam persediaan bahan baku sehingga UKM tersebut dapat lebih meminimumkan biaya persediaan.
Pemanfaatan energi surya telah menjadi pilihan yang semakin populer dalam upaya memanfaatkan sumber energi terbarukan. Sistem tenaga surya menggunakan panel surya untuk menghasilkan listrik yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan daya di berbagai aplikasi, Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan kinerja sistem tenaga surya, Maximum Power Point Tracking (MPPT) menjadi aspek kunci yang perlu dipertimbangkan yaitu untuk menentukan titik kerja optimal panel surya dengan metode MPPT yang umum digunakan adalah metode Perturb and Observe (P&O). Hasil pengujian Boost Converter diperoleh tegangan serta daya maksimum sebesar 2277 V dan 1389 A. Hasil pengujian MPPT P&O tanpa menggunakan PI Regulator pada PV dengan 3 kondisi Irradiation yaitu 1000 W/m2, 500 W/m2, 100 W/m2 dan suhu tetap sebesar 25℃ diperoleh nilai tegangan, arus dan daya yaitu 448,1 V, 224 A, 100.400 kW dengan beban sebesar 2 ohm. Lalu pada pengujian MPPT P&O menggunakan PI Regulator pada PV dengan kondisi Irradiation serta suhu dan beban yang sama diperoleh nilai tegangan, arus, dan daya sebesar 449.3 V, 224.6 A, 100.90 kW. Waktu Steady State MPPT P&O tanpa PI Regulator pada PV sekitar 0,140 s dan MPPT P&O menggunakan PI Regulator 0,078 s. Serta Daya keluaran panel pada MPPT P&O tanpa menggunakan PI Regulator sebesar 99.950 kW dan menggunakan PI Regulator yaitu 100.600 kW dan Ripple daya yang dihasilkan pada MPPT P&O tanpa menggunakan PI Regulator adalah sebesar 1.150 dan menggunakan PI Regulator adalah 200.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat membaca terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV SD Negeri 016 Pantai Amal Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif survei, dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 72 siswa, dengan sampel 30 siswa. Sampel diambil dengan teknik Stratified Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Data hasil penelitian diolah dengan Software SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara minat membaca terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas IV di SD Negeri 016 Pantai Amal Tarakan. Dengan signifikansi pengaruh ditunjukan oleh t hitung 7.641 > t tabel 2,048. Koefesien korelasi sebesar 0,822 menunjukkan hubungan yang kuat dan searah. Koefisien determinasi menunjukan pengaruh minat membaca terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila sebesar 67,6% sedangkan 32,4% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain seperti kesehatan, bakat, dan motivasi sebagai faktor internal, serta keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai faktor eksternal.
.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Lingkungan Kerja, Kepuasan kerja dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan PT. Rimba Makmur Sentosa di Kabupaten Malinau. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian ini adalah karyawan PT.Rimba Makmur Sentosa bagian produksi yang berjumlah 40 karyawan dengan teknik sampel yang digunakan adalah sampel jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan pengukuran variabel penelitian menggunakan skala likert untuk setiap pernyataan dari indikator variabel. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda yang diolah menggunakan SPSS versi 29. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial variabel lingkungan kerja dan kepuasan kerja tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, sedangkan komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
Penelitian ini untuk menganalisis dampak gaya hidup hedonis, literasi keuangan, sikap keuangan, dan kontrol diri terhadap perilaku keuangan mahasiswa jurusan manajemen fakultas ekonomi Universitas Borneo Tarakan. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif kausalitas. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling yang diperoleh sebanyak 114 responden. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan SEM-PLS dengan aplikasi WarpPLS versi 8.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya hidup hedonis tidak berpengaruh terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Sedangkan untuk variable literasi keuangan, sikap keuangan dan kontrol diri memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Implikasi teoritis penelitian ini mendukung Prospect Theory dan Behavioral Finance Theory dalam menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku keuangan.
Kesehatan remaja harus diperhatikan dan ditingkatkan agar dapat melahirkan generasi yang berkualitas. Penelitian menunjukkan bahwa remaja menghadapi masalah serius selama masa peralihan, terutama dalam hal kesehatan reproduksi seperti perilaku seks bebas. Menurut studi pendahuluan di SMA Negeri 3 Malinau pada tahun 2023 sebanyak 13 siswi yang harus berhenti mencapai cita-cita karena hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku terhadap seks bebas di SMA 3 Kabupaten Malinau Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui Tingkat pengetahuan remaja SMA tentang Kesehatan Reproduksi dan perilaku terhadap Seks Bebas. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2024. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 60 orang. Lokasi penelitian di SMAN 3 Malinau. Instrument yang digunakan adalah kuesioner yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis statistic yang digunakan adalah chi square. Berdasarkan hasil analisis chi square diketahui hasil p value adalah 0.260 > 0.05. hasil ini memberikan interpretasi bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap kesehatan reproduksi dengan perilaku seks bebas. Hasil odds ratio menunjukan nilai 0.53 yang artinya pengetahuan yang baik (diatas rerata) dapat menurunkan risiko terjadinya perilaku seks bebas hingga 0.5 kali dibanding pengetahuan yang dibawah rerata, namun hasil ini tidak signifika secara statistic.
DESKRIPSI UPAYA GURU DALAM MEMBERIKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA KELAS IV DI SDN 007 LUMBIS OGONG ABSTRAK Penelitian ini mendeskripsikan upayaiyang idilakukan ioleh iguru idalam memberikan imotivasi ibelajar isiswa pada kelas IV di SDN 007 Lumbis Ogong. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan sekunder dengan informan kepala sekolah, guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru di SDN 007 Lumbis Ogong telah menerapkan upaya guru dalam memberikan motivasi belajar pada siswa melalui proses (1)memberikan nilai/angka pada buku tugas siswa, penilaian tengah semester, penilaian akhir semester lalu nilainya digabungkan untuk menetukan nilai akhir di rapot siswa. (2)Kompetisi dan persaingan yang bersifat positif kepada siswa berupa kompetisi secara individu maupun kelompok. (3)Memberikan hadiah kepada siswa yang mendapatkan rangking 3 besar saat pembagian raport. (4)Memberikan ulangan kepada siswa untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa memahami materi yang telah guru ajarkan berupa ulangan harian, penilaian tengah semester penilaian akhir semester. (5)Evaluasi hasil belajar adapun yang diberikan berupa memberikan tugas-tugas sederhana yang diselesaikan siswa selama satu semester. Tugas-tugas yang diberikan meliputi ulangan harian dan hasil portofolio. (6)Memberikan hukuman kepada siswa yang melanggar aturan di sekolah, hukuman yang diberikan berupa memberikan tugas tambahan, memungut sampah, membersikan ruangan kelas dan lingkungan sekolah. (7)Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan hambatan belajar yang di alaminya, guru membantu siswa untuk menyelesaikan permasalahan yang siswa alami serta mengarahkan siswa untuk memahami materi yang sulit. Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh peneliti bahwa guru telah memberikan motivasi belajar selama proses pembelajaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran literasi keuangan, perencanaan keuangan dan budaya keuangan keluarga dalam meningkatkan kesejahteraan keuangan guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Malinau. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling yang diperoleh sebanyak 80 responden. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan SEM-PLS dengan aplikasi WarpPLS versi 7.0. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa literasi keuangan, perencanaan keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap kesejahteraan keuangan. Untuk budaya keuangan keluarga tidak berpenagruh terhadap kesejahteraan keuangan. Implikasi teoritis penelitian ini mendukung Behavioral Finance Theory dalam menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan keuangan.
Masih tingginya Wanita Usia Subur (WUS) yang tidak ingin punya anak lagi atau yang ingin menjarangkan kelahiran, tetapi tidak menggunakan kontrasepsi (unmet need), dengan data stagnan di angka 11 % dalam 10 tahun terakhir, sementara target sebesar 7,4 % pada tahun 2024. (Kemenkes RI, 2021). Siregar (2021) menyebutkan bahwa pengetahuan tentang KB berhubungan secara signifikan dengan kejadian unmet need KB. Penelitian Kurniati (2023) juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan sikap terhadap perilaku unmet need KB pada WUS. Hal ini sejalan dengan penelitian Kartika (2015) yang menunjukkan bahwa sikap terhadap KB mempunyai pengaruh bermakna terhadap kejadian unmet need. Penelitian ini adalah jenis non ekperimental yaitu penelitian korelasional kausal untuk mengetahui hubungan atau pengaruh variabel bebas yaitu pengetahuan dan sikap terhadap variabel terikat yaitu kejadian unmet need KB. sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 94 orang Wanita Usia Subur (WUS). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan probability sampling menggunakan instrumen berupa kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 51 responden (54,3 %) mempunyai pengetahuan yang cukup tentang KB, sebanyak 92 responden (97,3%) mempunyai sikap yang positif terhadap KB. Hasil statistik menunjukkan adanya hubungan pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,000) dengan kejadian unmet need KB pada WUS. Diharapkan pemerintah daerah, dinas kesehatan, dan organisasi non-profit, untuk mengoptimalkan upaya dalam mengatasi masalah unmet need keluarga berencana di Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau dalam hal penyediaan berbagai metode dan alat kontrasepsi di fasilitas-fasilitas kesehatan.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan nila sila ke dua kemanusiaan yang adil dan beradab pada siswa kelas III-B SD Negeri 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu suatu metode yang digunakan untuk meneliti suatu objek yang alamiah. dimana peneliti sebagai Instrumen Kunci. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, studi dokumen. teknik analisis data kualitatif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta didik kelas III-B SD Negeri 031 Tarakan telah menerapkan nilai sila ke dua kemanusiaan yang adil dan beradab yang terlihat sikap tidak semena-mena terhadap orang lain, sikap saling mencintai sesama manusia, mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya dan mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan teman lain, namun beberapa peserta didik belum menerapkan sikap hormat menghormati seperti masih ribut dikelas, keluar masuk pada saat jam pembelajaran berlangsung
Kesulitan dalam penyelesaian masalah matematika khususnya dalam materi operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan menimbulkan berbagai persepsi jawaban yang diberikan oleh siswa, baik jawaban benar maupun jawaban yang kurang tepat. Dari kenyataan tersebut diketahui bahwa siswa memiliki kemampuan fleksibilitas kognitif yang berbeda dalam menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penyelesaian masalah pecahan pada siswa kelas V SD ditinjau berdasarkan fleksibilitas kognitif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik purposive sampling dalam menentukan subjek. Adapun instrumen penelitian yang digunakan ialah tes penyelesaian masalah yang berupa esai dan pedoman wawancara, kemudian semua instrumen divalidasi terlebih dahulu oleh validator sehingga layak untuk digunakan dalam penelitian. Hasil yang didapatkan dari penelitian ialah bahwa subjek mampu menyelesaikan masalah operasi hitung perkalian dan pembagian pecahan dengan menggunakan beberapa alternatif jawaban menggunakan berbagai strategi atau teknik penyelesaian yang menghasilkan jawaban sama dan benar di setiap prosesnya. Tahapan penyelesaian masalah yang digunakan adalah tahapan penyelesaian dari Polya dengan 4 tahapan yaitu: Memahami masalah, Menyusun rencana, Melaksanakan rencana, dan Melihat kembali. Proses kognitif yang terlibat meliputi kemampuan dalam memvisualisasikan soal ke dalam bentuk gambar, melakukan trial-and-error (tebak dan periksa), dan menggunakan masalah matematis. Kemudian, didapati juga bahwa fleksibilitas kognitif ditemukan dalam proses atau tahapan penyelesaian masalah menurut Polya yang memunculkan adanya 3 tahapan, yaitu: (1) Memahami masalah, (2) Menyusun rencana, dan (3) Melaksanakan rencana.