STUDI KERUSAKAN JALAN DENGAN METODE INDEKS KONDISI PERKERASAAN (IKP) DAN RENCANA PEMELIHARAN PADA JALAN AMAL LAMA STA 0+000 s/d 2+000
.
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir
.
Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara hukum sekaligus merupakan negara kesejahteraan, hukum merupakan subjek pembangunan yang memberi arah kepada pembangunan di berbagai sektor, hukum tidak lepas dari kehidupan manusia karena setiap manusia memiliki kepentingan yang diusahakan untuk terpenuhi dan pada prosesnya tidak menutup kemungkinan dapat melakukan perbuatan buruk yang memicu terjadinya tindak pidana. Sebagai warga binaan pemasyarakatan dalam Lembaga Pemasyarakatan, narapidana harus mendapatkan hak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran, agar mereka yang sedang menjalani masa pidana tidak kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan. Pembinaan terhadap narapidana berkaitan erat dengan tujuan pemidanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemenuhan hak pemberian pelatihan kerja warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan dan untuk mengetahui kendala Lembaga Pemasyarakatan dalam pelaksanaan pelatihan kerja bagi warga binaan kelas IIA Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif, dengan teknik pengambilan bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan. Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan mengimplementasikan pelatihan kerja diperuntukan bagi warga binaan demi meningkatkan keterampilan warga binaan yang menghuni di tempat tersebut. Masih ada data residivis pada Lapas Kelas IIA Tarakan yang menjadi fakta bahwa program pembinaan yang berjalan pada pelaksanaannya belum cukup maksimal, karena belum mampu mengubah secara signifikan kehidupan pada diri narapidana sendiri. Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Tarakan sudah berupaya untuk memenuhi hak narapidana untuk mendapatkan pelatihan kerja dalam bentuk pelatihan seperti manufaktur, agribisnis, pertanian, kontruksi, dan jasa. Namun dalam pelaksanaan Pelatihan Kerja belum sepenuhnya terlaksana karena terhambat persediaan fasilitas sarana dan prasarana dan over kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan.
TINJAUAN HUKUM TERHADAP PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) SECARA SEPIHAK OLEH PERUSAHAAN Abstrak Penelitian ini berisikan tentang pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya dikarenakan work shop yang biasa dijaga pekerja telah disewakan atau dialihkan kapada orang lain sehingga pekerja tidak ada pekerjaan lain yang berkaitan dengan tugas pekerja sebagai pengaman atau security. Pengusaha menyampaikan kepada pekerja bahwa pekerjaanya telah selesai, maka karena sudah tidak ada lagi pekerjaan maka Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan Pengusa masuk kategori Pemutusan Hubungan Kerja karena Efisiensi cukup beralasan hukum. berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah No.35 tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu tertentu, Alih Daya, waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja pasal 43 ayat (2). Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait tinjauan hukum terhadap pemutusan hubungan kerja. Pertama apa peran bipartit dan tripartit terhadap pemutusan sepihak yang dilakukan oleh perusahan terhadap pekerja? Kedua, bagaimana analisis pertimbangan hakim terhadap putusan perkara Nomor 22/Pdt.Sus PHI/2021/PN Smr. Skripsi ini merupakan penelitian normatif terhadap kaidah-kaidah hukum terkait variable penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan ketentuan hukum, yakni: instrumen hukum ketenagakerjaan terhadap pemutusan hubungan kerja secara sepihak oleh Perusahaan khusunya bagi pekerja yang telah di PHK dan menuntut haknya. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang didapatkan dalam sumber-sumber hukum ketenagakerjaan. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, artikel, data-data internet, ensiklopedi dan kamus. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: Pertama, Bipartit berperan menjadi wadah komunikasi yang efektif bagi pengusaha dan pekerja, sehingga apa yang menjadi inspirasi atau keinginan dari pengusaha dan pekerja/buruh dapat disampaikan melalui Bipartit untuk dicarikan jalan keluarnya, sehingga masalah tersebut tidak menjadi besar. dan Tripartit berperan sebagai forum komunikasi dan musyawarah antara pekerja, pemerintah dan Perusahaan untuk membahas tuntutan-tuntutan pekerja yang diputus hubungan kerjanya memegang peran kunci dalam menyelesaikan pemutusan hubungan kerja Kedua, Analisis Pertimbangan Putusan Perkara Nomor 22/Pdt.Sus PHI/2021/PN Smr. adalah Hubungan Kerja antara Penggugat dengan Tergugat Putus Berdasarkan aturan yang telah diuraikan, bahwa adanya pengurangan hak terhadap tenaga kerja yang di putus dan pengusaha wajib membayar secara tunai dan sekaligus hak-hak Penggugat akibat Pemutusan Hubungan Kerja dengan Uang pesangon sebesar Uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 40 ayat (2), Uang penggantian hak sesuai ketentuan pasal 40 ayat (4) Peraturan Pemerintah No.35 tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu tertentu, Alih Daya, waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja pasal 43 ayat (2).
.
Putaran yang dihasilkan oleh motor induksi sangat diperlukan sebagai penggerak sebuah alat pengangkut material yang disebut dengan conveyor. Putaran motor induksi dapat diatur dengan berbagai cara salah satunya yaitu menggunakan Variable Speed Drive (VSD) dengan mengatur frekuensi output nya yang tersuplai pada motor induksi. Pada penelitian ini pengaturan frekuensi pada VSD dimulai dari 20 Hz hingga 50 Hz dengan pembebanan dimulai dari tanpa plywood hingga 4 plywood yang dimana berat 1 plywod senilai 12 Kg. Berdasarkan hasil penelitian, semakin besar nilai frekuensi maka rpm motor induksi meningkat, namun semakin banyak beban yang diberikan membuat rpm motor induksi menurun. Nilai slip motor induksi akan semakin menurun seiring pada kenaikan nilai frekuensi yang diberikan ke motor induksi. Kenaikan nilai frekuensi motor induksi pada setiap pembebanan membuat nilai daya aktif, nilai daya semu dan nilai daya reaktif pada beban tanpa plywood hingga 4 plywood meningkat.
.
Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan Penanaman Budaya Sopan Santun Di Kelas 1-B SDN 015 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan jenis kualitatif deskriptif yang di laksanakan di SDN 015 Tarakan pada Semester Genap tahun ajaran 202.3/2024. Penelitian ini difokuskan pada peran guru dalam menanamkan budaya sopan santun sumber data dalam penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder dengan informan guru, kepala sekolah, dan data sekunder yaitu siswa kelas 1-8. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa lembar wawancara, observasi dan dokumentasi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru sebagai pendidik, pengarah, dan evaluator sudah berjalan sangat baik dalam menjalani perannya tersebut di lihat dari hasil wawancara dan observasi yang telah di lakukan kepada guru, kepala sekolah, dan siswa. Fokus utama penelitian ini: (1)Guru sebagai pendidik sudah melakukan perannya seperti mendidik dengan menggunakan metode yel-yel serta memberikan contoh kepada siswanya melalui perilaku sehari-hari. (2)Guru sebagai pengarah sudah melakukan perannya seperti mengarahkan siswa dengan memberikan nasehat o agar berbuat hal yang baik terutama dalam bersikap, guru tidak langsung memarahi anak di depan banyak orang, namun memanggil anak yang bersangkutan untuk memberi pengarahan secara 4 mata. (3)Guru sebagai evaluator sudah melakukan perannya dengan cara mengevaluasi siswanya dan juga memberikan penilaian yang sesuai dengan hasil observaxinya dan ditulis di rapot. Dan faktor haambatan yang guru dapatkan dalam menanamkan budaya sopan santun di kelas 1-B dimana faktor hambatan terdiri dari lingkungan keluarga yang broken home dan lingkungan masyarakat yang berbeda. Kata kunci: Peran guru, Sopan santun, kualitatif, sekolah dasar Abstrak This research was conducted to describe the cultivation of politeness in class 1-B of SDN 015 Tarakan. This type of research uses qualitative research, carried out at SDN 015 Tarakan in the Even Semester of the 2023/2024 academic year. This research focused on the teacher's role in instilling courtesy. The data sources in this research included primary data and secondary data from teacher informants and school principals, as well as secondary data from class 1-B students. The data collection techniques were interview sheets, observation, and nterview documentation. The results of this research demonstrated that teachers as educators, directors, and evaluators have performed very well in carrying out their roles, as seen from the interviews and observations that have been carried out on teachers, principle, and students where the teacher has carried out his role as an educator, such as educating using the shouting method and illustrating to his students. As a director, the teacher has carried out his role, such as directing students by advising them to do good things, especially in behavior. An evaluator is a teacher who has carried out his role by evaluating his students, providing assessments based on the results of his evaluation, and writing them in the report card. Moreover, the obstacle factors that teachers encounter in instilling courtesy in classes 1-B, where the obstacle factors consist of different family backgrounds and community environments. Keywords: Teacher's role, politeness, qualitative, elementary school
.
.
.
Jalan R.E Martadinata merupakan salah satu jalan di Kota Tarakan yang termasuk dalam kelas jalan kolektor dengan jalan 4 (empat) lajur, 2 (dua) arah yang berada di Tarakan. Jalan R.E Martadinata tersebut merupakan jalan utama yang menghubungkan pusat pendidikan, pertokoan dan perdagangan pada jam puncak. Jalan R.E Martadinata memiliki volume lalu lintas yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan kinerja jalan menjadi berkurang. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan model matematis volume, kecepatan dan kepadatan selanjutnya menentukan tingkat pelayanan jalan R.E Martadinata. Metodologi penelitian ini menggunakan metode Greenshield dan Greenberg dengan mengunakan data volume, kecepatan, dan kepadatan yang didapatkan dari hasil survei di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukan model hubungan volume, kecepatan, dan kepadatan terbaik adalah dengan model Greenshield dimana pada model ini nilai (R² = 0,9275) Sehingga di dapatkan hasil Hubungan Kecepatan-Kepadatan S = 38,3168 - 0,6082D, Hubungan Volume-Kepadatan V = 38,3168D - 1,87493D^2 dan Hubungan Volume-Kecepatan V = 62,9993 - 1,64417S2 pada hasil perhitungan indeks pelayanan dengan model hubungan Greenshield dipilih untuk mengetahui indeks pelayanan pada jalan R.E Martadinata. Dari hasil perhitungan tersebut didapat nilai indeks pelayan yaitu F
Kota Tarakan mengalami banyak permasalahan lingkungan, salah satunya adalah bencana banjir ketika musim hujan melanda. Banjir terjadi karena berbagai macam faktor seperti curah hujan yang tinggi, kapasitas saluran yang kurang baik, kondisi topografi yang rendah, serta sedimentasi yang tinggi pada saluran drainase. Salah satu wilayah di kota Tarakan yang sering terkena bencana banjir adalah kelurahan Karang Anyar tepatnya di jalan Wijaya Kusuma. Genangan banjir yang terjadi ini sangat berdampak terhadap aktivitas sehari-hari, oleh karena itu dalam rangka mengatasi banjir yang terjadi maka perlu dilakukan suatu evaluasi saluran drainase. Dalam melakukan suatu evaluasi saluran drainase perlu dilakukan dua analisis yaitu, Analisis Hidrologi dan Analisis Hidrolika. Analisis Hidrologi dimaksudkan untuk mendapatkan debit rencana kala ulang tertentu pada daerah yang ditinjau berdasarkan data curah hujan yang besurmber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika setempat, sedangkan Analisis Hidrolika dimaksudkan untuk mendapatkan kapasitas saluran eksisting drainase dari data hasil pengukuran dimensi saluran secara langsung. Hasil Analisis Hidrologi pada saluran drainase di jalan Wijaya Kusuma didapatkan debit sebesar 0,6597 m3/detik untuk saluran sisi kanan dan sebesar 0,9155m3/detik untuk saluran sisi kiri. Kemudian untuk mempermudah Analisis Hidrolika pada saluran drainase di jalan Wijaya Kusuma dilakukan permodelan drainase menggunakan program aplikasi HEC-RAS 5.0.7 dan didapatkan hasil permodelan aplikasi HEC-RAS saluran drainase pada jalan Wijaya kusuma terjadi banjir di kedua saluran pada Sta 0+100 dan 0+200, dengan luas aliran 1,41 m2 dan 1,88 m2 pada sisi kanan, serta 1,91 m2 dan 2,44 m2 pada sisi kiri.
.Tanaman kelapa merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai yang ekonomis yang sangat tinggi jika tanaman tersebut dikelola dengan baik. Di kota Tarakan merupakan penghasil kelapa sangat berlimpah dan telah banyak memberikan kehidupan masyarakat di kalangan pertani yang ada dikota tarakan, hal ini dibuktikan dengan tingkat pengusaha tanaman kelapa di Indonesia. Tempurung Kelapa adalah limbah karena banyak industri mengubah tempurungnya menjadi obat nyamuk dan bahan bakar. Limbah tempurung kelapa dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh abu tempurung kelapa sebagai bahan tambah kuat tekan beton dengan variasi campuran 0%, 5,5%, 6%, dan 6,5% pada umur pengujian 28 hari. Dari hasil penelitian, bahwa tempurung kelapa tidak dapat meningkatkan nilai kuat tekan beton, dikarenakan nilai variabel yang tidak konsisten terhadap kuat tekan beton. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa tempurung kelapa tidak meningkatkan nilai kuat tekan beton. Dari perhitungan perbandingan kuat tekan beton, bahwa beton normal memiliki nilai 321,17 Kg/cm2 sehingga pada variasi campuran ATK 5,5% mengalami penurunan 225,90 Kg/cm2, kemudian pada variasi campuran ATK 6% mengalami penurunan lagi pada nilai kuat tekan menjadi 197,16 Kg/cm2, namun pada variasi 6,5% mengalami penurunan menjadi 219,02 Kg/cm2.
Pendahuluan: Rendahnya pemilihan alat kontrasepsi di beberapa daerah di Kalimantan utara dapat disebabkan karena beberapa faktor seperti budaya atau nilai yang timbul dari adanya sikap yang didasarkan kepercayaan dan norma-norma di Masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis apakah terdapat hubungan faktor budaya dengan pemilihan kontrasepsi di wilayah Puskesmas Long Pujungan- Kalimantan Utara. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif non intervensi dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-JUni di wilayah Puskesmas Long Pujungan. Smapel penelitian ini berjumlah 72 responden. Variabel bebas pada penelitian ini adalah Budaya. Variabel terikat adalah keputusan untuk menggunakan alat kontrasepsi. Instrument penelitian adlaah kuesioner. Analisis statistic menggunakan analisis bivariat Chi square. Hasil: Mayoritas ibu yang memakai kontrasepsi adalah ibu dengan pengaruh budaya yang mendukung kontrasepsi yaitu 25 orang (34.7%). Namun demikian hampir seluruh ibu yang tidak menggunakan kontrasepsi juga memiliki pengaruh budaya yang mendukung kontrasepsi yaitu 23 orang (31.9%) dari 48 orang. Hasil analisis bivariat dengan menggunakan regresi logistik diperoleh P-value = 0,280 >0.05 artinya secara statistik tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara budaya dengan pemakaian kontrasepsi pada ibu di wilayah Puskesmas Long Pujungan. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara budaya dengan pemakaian kontrasepsi pada ibu di wilayah Puskesmas Long Pujungan
Abc
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban kekerasan seksual. Pertama, untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban kekerasan seksual melalui pendekatan keadilan restoratif. Kedua, untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam memutus perkara anak sebagai korban kekerasan seksual putusan perkara pidana nomor 4/Pid.Sus Anak/2023/PN Tar. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif yaitu penelitian yang berdasarkan pada bahan kepustakaan yang ada. Serta menggunakan metode pendekatan kasus dan metode pendekatan perundang-undangan yang terkait dengan tindak pidana kekerasan seksual pada anak. Melalui fakta-fakta yang ditemukan dalam persidangan, keterangan yang diberikan terdakwa, dan keterangan para saksi serta alat bukti bahwa terdakwa BA telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak yang dilakukan berulang kali yang dimana perbuatan terdakwa telah melanggar dan telah memenuhi unsur-unsur dalam pasal 81 UUPA, dan terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan pelatihan kerja selama 3 (tiga) bulan di BLK yang berada dibawah naungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmisgrasi Kota Tarakan. Dalam hal ini dasar pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 4/Pid.Sus Anak/2023/PN Tar telah terpenuhi unsur objektif dan subjektif.
Penelitian ini menjelaskan tentang tinjauan yuridis penerapan restorative justice pada tindak pidana penganiayaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode atau penelitian hukum normatif atau metode penelitian hukum kepustakaan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Landasan yuridis penerapan keadilan restoratif di Indonesia dan penerapan keadilan restoratif pada tindak pidana penganiayaan dalam sistem peradilan pidana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan keadilan restoratif dalam penanganan tindak pidana penganiayaan di Indonesia membutuhkan landasan hukum yang kuat, terutama yang ditemukan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Ketentuan-ketentuan dalam KUHAP memberikan dasar bagi penegak hukum, mulai dari penyidik hingga hakim, untuk memfasilitasi proses keadilan restoratif. Pada tahap penyidikan, penyidik memiliki kewenangan untuk memulai proses mediasi atau negosiasi antara pelaku dan korban. Selanjutnya, Penuntut Umum dapat mempertimbangkan penutupan perkara demi kepentingan umum jika tercapai kesepakatan keadilan restoratif yang memuaskan. Hakim memiliki otoritas untuk menjatuhkan pidana bersyarat di persidangan dengan syarat khusus yang mengikat pelaku untuk memperbaiki kerugian atau mengikuti program tertentu sebagai upaya pemulihan keadilan dan bentuk keadilan restoratif. Meskipun tidak ada undang-undang khusus yang mengatur bagaimana keadilan restoratif diterapkan dalam tindak pidana penganiayaan, prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dengan mempertimbangkan kepentingan pelaku, korban, dan masyarakat secara keseluruhan.
PENGARUH PEMBERIAN JENIS PUPUK ORGANIK CAIR NASA DAN PUPUK ORGANIK PADAT KOTORAN SAPI TERHADAP PRODUKSI TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena L.) Abstrak Pemberian pupuk organik cair selain menambah unsur hara juga memperbaiki agregat tanah, sehingga tanah menjadi gembur dan memudahkan perakaran tanaman menembus tanah serta menyerap unsur hara dalam memenuhi kebutuhannya. Penggunaan kotoran sapi menjadi pupuk untuk kesuburan tanah tidak hanya akan melestarikan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas dan nilai ekonomi dari kotoran sapi. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman terong ungu. Melalui pemberian POC NASA dan pupuk kotoran sapi dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh POC NASA dan Pupuk kotoran sapi terhadap hasil produksi tanaman terong ungu. Penelitian dilaksanakan di lahan penelitian Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Pada bulan Februari sampai dengan Mei 2023. Dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama; POC NASA(N) dengan 4 taraf Konsentrasi (2 ml, 4 ml, 6 ml, 8 ml) POC NASA/1 liter air. Dan faktor kedua; Pupuk Kotoran Sapi (K) dengan 4 taraf (10 ton ha-1 atau setara 150 g polybag-1, 20 ton ha-1 atau setara 225 g polybag-1, 30 ton ha-1 atau setara 300 g polybag-1, 40 ton ha-1 atau setara 375 g polybag-1). Parameter yang diamati yaitu; Panjang buah, Berat buah, Diameter buah, dan jumlah buah. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian yang telah dilaksakan dapat disimpulkan bahwa pemberian POC NASA dengan berbagai konsentrasi dan pupuk kotoran sapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap produksi tanaman terong ungu. Interaksi POC NASA dan pupuk kotoran sapi pada perlakuan N1K1 mempunyai kecenderungan meningkatkan tinggi tanaman terong ungu Yuvita F1 sedangkan N4K4 cenderung memberikan hasil terendah. Kata kunci: Terong Ungu, Pupuk Organik Cair NASA, Pupuk Kotoran Sapi
Spodoptera litura (Lepidoptera: Noctuidae) merupakan serangga polifag yang menyebabkan kerusakan pada berbagai tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Produksi tanaman Hortikultura pada tahun 2016 sekitar 2.111,47 kuintal/hari dan mengalami penurunan sebesar 685,12 kuintal/hari pada tahun 2019, sehingga perlu dilakukannya pengendalian. Penelitian ini menggunakan Insektisida nabati yang senyawa bioaktifnya berasal dari ekstrak tanaman. Bahan insektisida nabati yang digunakan adalah kunyit (Curcuma domestica Val), khususnya pada bagian rimpangnya. Curcuma domestica adalah salah satu tumbuhan dari Famili Zingiberaceae yang mengandung curcumin, senyawa fenolik yang bertanggung jawab atas warna pada rimpangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak rimpang kunyit pada mortalitas dan aktivitas makan larva instar kedua dan ketiga Spodoptera litura F. Data mortalitas dianalisis dengan menggunakan uji non parametrik yaitu uji Friedman, Aktivitas makan dianalisis dengan menggunakan ANOVA selanjutnya uji lanjut Duncan dengan taraf kepercayaan 95%, sedangkan Gejala kematian disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak rimpang kunyit berpengaruh pada konsentrasi dan instar pada mortalitas larva S.litura. Perlakuan terbaik perlakuan K3I2 (ekstrak rimpang kunyit 8gr/1L aquades) karena dapat menurunkan aktivitas makan dibandingkan dengan perlakuan K1I2 dan K1I3.