Analisis Optimalisasi Produksi Tanaman Hortikultura Sayuran Semusim Di Kelurahan Kampung Enam
Aaaaa
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir
Aaaaa
Struktur peran kelompok tani dalam meningkatkan kualitas hasil kebun kelapa sawit adalah diharapkan mampu berkontribusi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui peran kelompok tani dalam peningkatkan kualitas hasil kebun kelapa sawit di Kecamatan Tulin Onsoi; (2) Mengetahui struktur peran kelompok tani dalam peningkatan kualitas hasil kebun kelapa sawit di Kecamatan Tulin Onsoi. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dan analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan skala likert dan analisis ISM (Interpretative Structural Modelling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peran kelompok tani dalam meningkatkan kualitas hasil kebun kelapa sawit memiliki kategori berperan; (2) terdapat tiga indikator dalam struktur peran kelompok tani dalam meningkatkan kualitas hasil kebun kelapa sawit yakni, indikator kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi. Dimana ketiga indikator tersebut memiliki masing-masing sub elemen yang berperan.
aaaa
Ketersediaan Nitrogen dalam tanah merupakan salah satu permasalahan dalam pemupukan nitrogen (N). Nitrogen merupakan unsur hara makro primer yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak, namun ketersediaannya dalam tanah tergolong sangat rendah. Dinamika cepat tersedia dari pupuk N anorganik serta tingginya kehilangan nitrogen melalui pencucian dan penguapan menjadikan aplikasi pupuk N anorganik kurang efisien. Teknologi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi N adalah dengan teknologi pupuk lambat tersedia (slow release fertilizer) menggunakan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji formula pupuk SRF dengan menggunakan bahan pendukung urea-organik dalam melepaskan hara N di tanah marginal dan mengetahui laju dan pola pelepasan nitrogen dari formula SRF yang dihitung menggunakan kinetika pelepasan first orde. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu Kontrol (K), P1 (Urea tanpa coating), P2: Urea-Arang sekam (1:1), P3: Urea-Arang tempurung kelapa (1:1), P4: Urea-Limbah udang (1:1). Percobaan diinkubasi dilakukan selama 2, 4, 6 dan 8 minggu di dua lokasi berbeda yaitu laboratorium dan lahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa arang tempurung kelapa dan limbah udang sangat baik sebagai pendukung dalam formula SRF. Formulasi Urea-Arang tempurung kelapa sangat baik dalam mengontrol pelepasan NO3-. Sedangkan formulasi Urea-Limbah udang sangat baik dalam mengontrol pelepasan NO3- berdasarkan pelepasan kinetika first order.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Belanja Modal, Kemiskinan, dan Pengangguran terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Kalimantan Utara secara Parsial dan Simultan. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder meliputi Belanja Modal, Kemiskinan, Pengangguran dan Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2016-2022 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi data panel. Berdasarkan hasil perhitungan regresi data panel dengan menggunakan Program E-Views 10 maka hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel Belanja Modal dan Pengangguran tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Utara sedangkan variabel Kemiskinan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Utara. Secara simultan variabel Belanja Modal, Kemiskinan, dan Pengangguran berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Utara.
Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen mestinya harus dipandang sebagai putusan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap. Akan tetapi pada pasal selanjutnya ternyata para pihak masih dapat mengajukan keberatan ke Pengadilan Negeri. Hal ini bertentangan dengan sifat putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen yang bersifat final dan mengikat. Tujuan penelitian ini adalah guna menjawab 2 (dua) pertanyaan mengenai Penyelesaian Sengketa Konsumen oleh Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Pertama fungsi Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dan kedua Kekuatan hukum putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan sekunder. Pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan Pendekatan Konseptual (conceptual approach) pada dasarnya dilakukan dengan menelaah semua peraturan perundang-undangan dan doktrin-doktrin ilmu hukum yang bersangkut paut dengan permasalahan yang sedang dihadapi terkait dengan Perlindungan Konsumen dan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa BPSK berfungsi untuk menyelesaikan sengketa konsumen diluar pengadilan secara mediasi, konsiliasi, dan arbritase dengan dibantu dengan anggota BPSK serta bentuk putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen BPSK bersifat final dan mengikat, dapat diajukan keberatan apabila menggunakan cara penyelesaian secara Arbritase.
Keadilan restoratif merupakan alternatif proses penyelesaian sebuah tindak pidana yang mengutamakan pemulihan korban pada kondisi semula. Dalam menjalankan proses keadilan restoratif yang akan dibahas pada Institusi Kejaksaan Negeri yang termuat dalam Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif pada penelitian ini membahas tentang proses keadilan restoratif pada kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kepada Istri. Dilihat kembali ada beberapa kasus-kasus KDRT yang berhasil penyelesaian proses melalui keadilan restoratif namun, banyak juga kasus yang tidak berhasil. Melihat dari banyaknya kasus KDRT kepada Istri pada Institusi Pelayanan terpadu Perempuan dan Anak, tercatat mencapai angka 40 kasus dari tahun 2022-2024. Namun, kasus yang berhasil penyelesaian secara proses keadilan restoratif kepada Istri di Kejaksaan Negeri Kota Tarakan hanya berjumlah 4 kasus dari tahun 2022-2024. Kasus KDRT kepada Istri yang berhasil di persidangkan berjumlah 5 kasus. Sehingga akan dibahas dalam penelitian ini dengan melihat dari peran Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan penerapan keadilan restoratif terhadap KDRT, Implementasi keadilan restoratif terhadap KDRT dan korban. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus tentang KDRT kepada Istri yang berhasil di lakukan proses keadilan restoratif. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan adalah hasil wawancara dan dokumentasi di lapangan (field research).Data sekunder diperoleh dari perundang-undangan, peraturan kejaksaan, buku, jurnal ilmiah, skripsi, tesis dan data-data internet. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa keadilan restoratif sangat penting dan diperlukan adanya perubahan pada Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 mengenai jumlah 14 hari yang masih kurang dalam pelaksanaan keadilan restoratif dan dalam sistem peradilan pidana di Indonesia namun belum adanya peraturan resmi di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang mengatur akan Keadilan restoratif serta kurangnya penerimaan permohonan maaf dari pihak korban.
Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang selanjutnya disingkat TNKB adalah tanda regident Ranmor yang berfungsi sebagai bukti legitimisi pengoperasian Ranmor berupa pelat atau berbahan lain dengan spesifikasi tertentu yang diterbitkan Polri dan berisikan kode wilayah, nomor registrasi,serta masa berlaku dan dipasang pada Ranmor. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas penggunaan TNKB modifikasi di Kota Tarakan dan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya pelanggaran TNKB modifikasi di Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian empiris yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Penegakan hukum dalam pelanggararan TNKB modifikasi ini sudah dijalankan oleh Kepolisian Resor Tarakan khususnya Satlantas tetapi belum berjalan maksimal dikarenakan beberapa faktor penyebab diantaranya kurang pahamnya masyarakat akan peraturan terkait TNKB dan masih rendah nya kesadaran hukum yang dimiliki oleh masyarakat, serta keterlambatan pemberian TNKB dari pihak kepolisian.
Penelitian dengan judul “Pertanggungjawaban Pemilik Rumah Atas Kebakaran Yang Menimbulkan Kerusakan Pada Harta Orang Lain” dilaterbelakangi oleh maraknya kasus kebakaran rumah yang berawal dari satu rumah kemudian merembet ke rumah-rumah orang di sekitarnya. Kebakaran yang terjadi karena kelalaian atau perilaku tidak hati-hati seseorang ini kemudian merugikam orang lain. Pasal 1365 dan 1366 BW merupakan dasar hukum dari korban kebakaran untuk menuntut pertanggungjawaban dalam berbentuk ganti kerugian terhadap kerusakan harta benda miliknya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pembuktian atas kebakaran yang menimbulkan kerusakan pada harta orang lain, serta untuk mengetahui bentuk pertanggungjawaban pemilik rumah atas kebakaran yang menimbulkan kerusakan pada harta orang lain. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian normatif, yang dilakukan dengan menemukan aturan hukum, prinsip-prinsip hukum, maupun doktrin-doktrin hukum serta yurisprudensi guna menjawab isu hukum. Dengan meneliti kasus faktual yang telah berkekuatan hukum tetap dihubungkan dengan isu hukum, sehingga memenuhi kategori Perbuatan Melawan Hukum (PMH) sebagaimana termaktub dalam Pasal 1365 dan Pasal 1366 Burgerlijk Wetboek (BW). Hasil penelitian ini adalah orang yang dirugikan harus meminta pertanggungjawaban dari pemilik rumah asal api dan membuktikan kesalahannya melalui upaya non litigasi dan/atau upaya litigasi demi terpenuhinya hak-hak orang yang dirugikan ini. Beban pembuktian berada pada orang yang mengaku memiliki hak dan ingin meneguhkan haknya tersebut. Pembuktian harus didukung alat-alat bukti yang sah dan meyakinkan majelis hakim. Berdasarkan pembuktian di muka persidangan, sehingga majelis hakim akan memutus siapa yang berkewajiban untuk bertanggung jawab dengan cara mengganti kerugian.
Anemia adalah kondisi sel darah merah lebih rendah dari biasanya akibat kekurangan nutrisi yang mempengaruhi pembentukan hemoglobin. Beberapa faktor mempengaruhi kejadian anemia pada remaja khususnya remaja putri yaitu pengetahuan tentang anemia, pengetahuan tentang gizi termasuk pengetahuan tentang gizi zat besi, kepatuhan minum TTD. Pencegahan dan pengendalian anemia pada remaja putri memerlukan kerjasama antara negara, masyarakat dan orang tua.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian Quasi eksperimental pre-posttest one group. Desain penelitian ini meliputi perlakuan (penyuluhan anemia dan pemberian buah kurma) pada sampel dan pengukuran kadar anemia sebelum dan sesudah perlakuan. sampel yang digunakan adalah Remaja SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan sebanyak 24 responden. Teknik pengambil sampel yang digunakan adalah simple random sampling.pemberian edukasi tentang anemia pada remaja di SMA Frater Don Bosco Tarakan di peroleh nilai p0,05 (p=0.001). pemberian buah kurma tnilai minimum untuk sebelum perlakuan adalah 9.1 gr/dl dan sesudah perlakuan adalah 12.1 gr/dl kemudian nilai maximum untuk pretest 12.7 gr/dl dan posttest 17.2 gr/dl, lalu untuk nilai mean, prestest 10.97 gr/dl dan posttest 14.66 gr/dl dan nilai Std. Deviation untuk 1.04 (sebelum perlakuan) dan 1.41 (sesudah perlakuan) dengan nilai P0,05 (P=0.001). rerata sebelum dan setelah pemberian buah kurma sebanyak 3.68 gr/dl. Artinya terdapat peningkatan kadar hb sebulum dan setelah pemberian buah kurma. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Pengaruh Edukasi Anemia Dan Pemberian Buah Kurma Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Remaja Di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan, dapat disimpulkan bahwa: 2. Edukasi anemia memiliki peranan dan dampak yang baik dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai anemia di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan 3. Edukasi anemia dan pemberian buah kurma berperan terhadap peningkatan hemoglobin pada remaja Di SMA Katolik Frater Don Bosco Tarakan
Skizofernia adalah suatu sindrom, gangguan psikologis, atau episode klinis yang mempengaruhi seseorang dan berhubungan dengan tekanan, kecacatan, atau pelepasan dari faktor risiko apa pun yang semakin parah dan mencakup ketidakmampuan, kehilangan kebebasan, sakit atau, bahkan kehilangan nyawa. Halusinasi adalah distorsi persepsi palsu yang disebabkan oleh respons neurobiologis yang maladaptif, seseorang yang terkena dampak benar-benar mengalami distorsi sensorik sebagai hal yang nyata dan bereaksi terhadapnya. Tujuan penulisan ini adalah mendapatkan gambaran pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran. Metode penulisan ini menggunakan penelitian deskriptif. Peneliti melakukan asuhan keperawatan pada dua orang pasien dengan gangguan jiwa. Hasil yang didapatkan terdapat tiga diagnosis keperawatan yang sama yang ditegakkan pada klien satu dan klien dua dan satu diagnosisi yang berbeda pada klien satu dan klien dua. Diagnosis keperawatan pada klien satu yaitu, halusinasi, risiko perilaku kekerasan, isolasi sosial, pada klien dua yaitu, halusinasi, isolasi sosial, defisit perawatan diri. Intervensi yang dilakukan pada klien sesuai dengan kondisi klien, sarana dan prasarana. Hasil dari penyusunan studi kasus ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan pada klien gangguan jiwa, khususnya pada klien dengan Halusinasi.
Induksi persalinan adalah suatu teknik yang digunakan untuk menstimulasi proses persalinan melalui jalur vagina. Namun, jika induksi terlalu lama atau tidak ada kemajuan persalinan normal dalam 24 jam, maka dapat berdampak buruk bagi ibu maupun janinnya, sehingga tindakan alternatif yang dapat diambil dengan melakukan operasi sectio caesarea. Oleh karena itu penulis tertarik melakukan studi kasus dengan melakukan asuhan keperawatan secara langsung kepada klien dengan diagnosis medis gagal Induksi yang sedang menjalani proses pemulihan di ruang Mawar RSUD. dr. H. JUSUF. SK. Pelaksanaan studi kasus bertujuan untuk melakukan perbandingan asuhan keperawatan antara klien 1 dan klien 2. Hasil penelitian dalam studi kasus ini penulis menemukan adanya berbedaan diagnosis keperawatan pada klien 1 dan klien 2 diantaranya: Menyusui Efektif dan Menyusui Tidak Efektif. Sedangkan persamaan diagnosis yang ditemukan adalah Nyeri Akut dan Gangguan Mobilitas Fisik. Hasil dari penyusunan studi kasus ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan pada pasien dengan dengan Post Operasi Sectio Caesarea etiologi gagal induksi.
Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik, melibatkan peningkatan kadar glukosa darah yang tidak tepat. Gangguan ini menyebabkan penurunan transpot glukosa ke sel-sel, akibatnya sel kekurangan makanan dan simpanan karbohidrat, lemak, protein, sehingga pada penderita Diabetes Melitus melitus tipe 2 beresiko mengalami kekurangan nutrisi dari kebutuhan. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk menerapkan asuhan keperawatan secara komprehensif pada Tn. S dan Ny. W dengan diagnosis medik Diabetes Melitus tipe 2 diruang perawatan Anggrek A di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode pengambilan data yaitu dengan wawancara, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Instrumen pengumpulan data menggunakan format asuhan keperawatan medikal bedah sesuai ketentuan yang berlaku di prodi DIII Keperawatan Universitas Borneo Tarakan. Data hasil yang didapatkan yaitu: pada Tn. S mengeluh nyeri pada kaki kanan disertai dengan bengkak pada telapak kaki kanan, nyeri seperti ditusuk-tusuk, nyeri pada saat bergerak. Pada Ny. W mengeluh nyeri pada lutut kaki kiri, nyeri seperti ditusuk-tusuk, nyeri pada saat bergerak. Pemecahan masalah yang dilakukan Tn. S dan Ny. W didapatkan dari pelaksanaan tindakan keperawatan pada Tn. S dan Ny. W yang telah dilakukan dengan baik berdasarkan rencana yang telah disusun. Pada tahap evaluasi ditemukan dari lima diagnosa keperawatan masing masing pada Tn. S dinyatakan 2 teratasi dan 3 tidak teratasi dikarenakan klien masih mengeluh nyeri, terdapat bengkak pada telapak kaki kanan klien dan akan dilanjutkan dengan operasi depridement. Pada Ny. W dinyatakan 5 diagnosa keperawatan teratasi.
Halusinasi seseorang yang memiliki gangguan persepsi sensorik terhadap suatu objek tanpa adanya rangsangan dari luar, dan gangguan persepsi sensorik ini mencakup kelima indera. Gejala psikosis dimana penderita mengalami perubahan persepsi sensorik, mengalami sensasi palsu berupa suara, gambar, rasa, sentuhan atau bau. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mendapatkan gambaran masalah utama yaitu halusinasi pendengaran dan penglihatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu metode ilmiah yang menggambarkan keadaan yang sedang terjadi pada dua kasus secara intensif. Subjek studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua orang pasien dengan masalah keperawatan yang sama yaitu halusinasi. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan hasil pengkajian yang sama pada kedua klien yang diperoleh dari keluhan utama yaitu klien mengatakan sering mendengar suara perempuan dan bayangan ketika malam hari, selain itu didapatkan perbandingan dari hasil asuhan keperawatan yang diberikan kepada kedua klien, yang dimana klien pertama belum mengalami peningkatan kemampuan yang signifikan sedangkan pada klien kedua mengalami peningkatan yang signifikan. Penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis halusinasi ini menggunakan tiga tahapan yaitu tahap pengkajian, tahap perumusan diagnosis, tahap intervensi, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Diharapkan laporan tugas akhir ini dapat menambah pengetahuan, menambah wawasan dan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis halusinasi.
Pneumonia adalah salah satu penyakit infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan dengan tanda dan gejala seperti batuk dan sesak napas dan merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di didunia. Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan pada pasien dewasa dengan pneumonia di RSUD dr. H Jusuf SK Tarakan. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan studi kasus. Peneliti melakukan asuhan keperawatan pada dua orang pasien dewasa dengan pneumonia. Studi kasus ini dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi, melakukan pemeriksaan pada kedua pasien yang harus tetap memperhatikan etika seperti menjaga kerahasian pasien, adil dalam memberikan asuhan keperawatan pada kedua pasien. Hasil yang didapatkan terdapat tiga diagnosis keperawatan yang berbeda yang ditegakkan pada pasien satu dan pasien dua. Adapun masalah keperawatan pada pasien satu yaitu hipertermia, bersihan jalan napas tidak efektif, dan nyeri akut sedangkan pada pasien dua yaitu pola napas tidak efektif, gangguan pola tidur dan risiko defisit nutrisi. Dari ketiga diagnosis keperawatan pada pasien satu dan pasien dua dapat teratasi pada evaluasi akhir. Berdasarkan dengan literatur yang digunakan terdapat delapan diagnosis keperawatan yang ditegakkan pada pasien dengan pneumonia dan yang ditemukan pada pasien hanya empat diagnosis keperawatan yaitu hipertermia, bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif dan gangguan pola tidur. Intervensi yang dilakukan pada pasien sesuai dengan kondisi pasien, sarana dan prasarana. Adapun penyusunan studi kasus dapat menjadi referensi dalam meningkatkan mutu asuhan keperawatan pada pasien dewasa, khususnya pada pasien dengan pneumonia.
Halusinsasi merupakan permasalahan yang sering muncul pada penderita skizofrenia. Halusinasi adalah distorsi persepsi palsu yang terjadi pada respons neurobiologis maladaptif. Faktor predisposisi dan presipitasi menjadi penyebab terjadinya halusinasi, sehingga pasien akan merasakan stimulus yang tidak nyata. Tujuan penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah mendapatkan gambaran pengalaman tentang penerapan asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia dengan masalah utama halusinasi pendengaran menggunakan pendekatan keperawatan komperhensif. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan studi kasus. Penulis melakukan asuhan keperawatan pada dua orang pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Hasil yang didapatkan terdapat empat diagnosis keperawatan yang ditegakkan pada pasien 1 dan pasien 2, dengan tiga diagnosis keperawatan yang sama yaitu halusinasi pendengaran, risiko perilaku kekerasan, isolasi sosial. Adapun diagnosis keperawatan yang berbeda pada pasien 1 dengan harga diri rendah dan pasien 2 dengan defisit perawatan diri. Keempat diagnosis tersebut diamati secara mendalam dan keempat diagnosis tersebut teratasi pada pasien 1 sedangkan pada pasien 2 belum teratasi dan intervensi masih dilanjutkan. Berdasarkan literatur yang digunakan terdapat tiga diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada pasien yaitu halusinasi pendengaran, risiko perilaku kekerasan, isolasi sosial. Ketiga diagnosis tersebut semuanya muncul pada pasien. Intervensi yang dilakukan telah disesuaikan dengan kondisi klien, sarana, dan prasarana. Hasil dari penyusunan studi kasus ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan pada pasien dengan halusinasi pendengaran.
Bronkopneumonia adalah penyakit pada parenkim paru yang mengalami proses peradangan atau inflamasi pada bronkus sampai alveolus yang disebabkan oleh beberapa agen infeksi, seperti virus, bakteri dan jamur yang ditandai dengan batuk pilek disertai nafas cepat atau sesak nafas. Penyakit ini sering kali tidak diobati sehingga menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi pada anak. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendapatkan gambaran pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada anak dengan bronkopneumonia dengan menggunakan pendekatan keperawatan komprehensif. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan studi kasus (case study). Penulis melakukan asuhan keperawatan pada dua orang klien anak dengan bronkopneumonia. Hasil yang didapatkan terdapat empat diagnosis keperawatan yang ditegakkan pada klien 1 dan klien 2. Diagnosis keperawatan pada klien 1 yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, gangguan rasa nyaman, dan ansietas. Sedangkan diagnosis keperawatan pada klien 2 yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, nausea, gangguan rasa nyaman, dan ansietas. Keempat diagnosis tersebut diamati secara mendalam dan keempat diagnosis tersebut teratasi. Berdasarkan literatur yang digunakan terdapat empat diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada anak dengan bronkopneumonia, namun yang ditemukan pada klien hanya dua diagnosis yang sama yaitu bersihan jalan napas tidak efektif dan pola napas tidak efektif. Intervensi yang dilakukan telah disesuaikan dengan kondisi klien, sarana, dan prasarana. Hasil dari penyusunan studi kasus ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan pada anak dengan bronkopneumonia.
Latar Belakang: Dukungan suami memiliki peran penting dalam perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi pada ibu hamil trimester III. Suami yang terlibat aktif dan memberikan dukungan emosional serta praktis dapat membantu ibu hamil merasa lebih tenang dan siap menghadapi persalinan. Selain itu, dukungan suami juga berkontribusi pada pengambilan keputusan yang tepat dan cepat dalam situasi darurat, sehingga mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran dukungan suami dengan perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang. Metode: Deskriftif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Maret-April 2024, bertempat di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Lapang. non probability sampling dengan teknik simple random sampling sebanyak 124 orang. Instrumen menggunakan kuesioner data demografi, kuesioner dukungan suami, kuesioner perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K). Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil: Diperoleh hasil bahwa dari 40 responden, sebagian besar responden memiliki Diperoleh hasil bahwa dari 124 responden, sebagian besar responden dukungan suami pada ibu hamil trimester III dalam kategori baik sebanyak 64 orang (51,6%)
Abstrak Alat Kontrasepsi Dalam Rahim atau Intra Uterine Device (IUD) merupakan salah satu alat kontrasepsi yang sangat efektif digunakan karena memiliki jangka waktu yang panjang. Akseptor KB IUD mengalami penurunan, tahun 2019 sebesar 2461 jiwa, tahun 2020 sebesar 3 889 jiwa dan pada tahun 2021 sebesar 729 jiwa (BPS, 2021). Salah satu alasannya adalah karena akseptor cemas dan takut untuk memasang KB IUD. Pemberian aroamterapi lavender merupakan alternatif non farmakologi yang dapat diterapkan untuk mengurangi kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aromaterapi lavender terhadap Tingkat kecemasan akseptor KB. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini semua akseptor KB IUD di Puskesmas Aertembaga Kota Bitung pada bulan Maret 2024 berjumlah 38 orang. Sampel berjumlah 38 responden dengan 19 orang kelompok perlakuan, dan 19 orang kelompok kontrol. Sampel diambil secara accidental sampling. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Aertembaga Kota Bitung pada bulan Maret 2024. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, dan analisis manggunakan uji T-Test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pada akseptor KB IUD di Puskesmas Aertembaga Kota Bitung Tahun 2024 dengan p-value = 0,000 (0,05). Saran diharapkan tenaga kesehatan khususnya untuk memberikan asuhan komplementer dalam mengatasi kecemasan dengan aromaterapi lavender sehingga meningkatkan mutu pelayanan Kesehatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemandiriana belajar siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah Tarakan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa SMA Mhammadiyah Tarakan kelas XI. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan proportionate random sampling. Sampel yang diambil dalam penelitian ini 67 responden siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Tarakan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan bantuan software SPSS for windows untuk menganalisis data hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori kemandirian belajar siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah Tarakan dominan pada kategori tinggi dengan persentase 57%. Hasil hasil belajar matematika siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah Tarakan dominan pada kategori sangat rendah dengan persentase 96%. Hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa kemandirian belajar memberikan kontribusi 20,3% terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah Tarakan. Hal ini menunjukkan bahwa kemandirian belajar siswa berpengaruh negatif secara signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah Tarakan.