Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

9.639 item publik

Publikasi

Halaman 219 dari 482

PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI DALAM TINDAK PIDANA KEHUTANAN

YENI HERLINDA
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait adanya kasus pengrusakan hutan lindung yang di lakukan oleh PT Prima Makmur Batam. Pertama, Bentuk pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana kehutanan dalam putusan perkara pidana Nomor 51/Pid.Sus/2022/PT PBR. Kedua,Ratio Legis Putusan Perkara Nomor 51/Pid.Sus/2022/PT PBR tentang pidana korporasi oleh PT Prima Makmur Batam. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan mengkaji sumber bahan hukum primer, sekunder, dan tersier serta dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Didalam penelitian ini penulis menganalisis adanya unsur yang menjadi dasar pertanggungjawaban pidana yang harus dipenuhi oleh perusahaan tersebut yakni unsur subjektif, terkait memberi perintah melakukan perbuatan yang telah melampaui kriteria perusakan lingkungan hutan yang di lindungi yaitu Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, serta Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Selain itu adanya unsur objektif yang dimana hal tersebut mencerminkan sikap suatu korporasi (perusahaan) yang tidak bertanggungjawab, yang jelas sangat memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pertimbangan hakim terhadap PT. Prima Makmur Batam dan menggambarkan bentuk pertanggungjawaban pidana korporasi dalam konteks tindak pidana kehutanan, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pemikiran hukum dan praktik hukum Indonesia.

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG HAK ATAS TANAH TERHADAP PEMBERLAKUAN ASAS DALUARSA

MEYKA RAMADANI
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan asas rechtsverwerking dalam memperoleh hak atas tanah dalam sistem pendaftaran tanah nasional pada pasal 32 ayat (2)peraturan pemerintahan nomor 24 tahun 1997 tentang pendaftaran tanah adalah merupakan pengadopsian dari hukum adat dan bukan merupakan ketentuan baru dimana konsep dari pasal ini. Merupakan konsep yang dipakai dalam meyelesaikan sengketa tanah pada hukum adat sebelum berlakunya peraturan pemerin tahan ini. Ketentuan pasal tersebut bertujuan memberikan kepastian hukum terhadap perolehan hak atas tanah dan berusaha mengatasi kelemahan sistem publikasi negatif yang dianut oleh indonesia serta dapat menjadi jalan keluar permasalahan sengketa tanah. Namun keberadaan pasal ini tidak sesuai dengan sistem publikasi negatif yang dianut oleh pendaftaran tanah di indonesia, diamana sertifikat bukan merupakan alat bukti yang mutlak, melainkan sertifikat yang merupakan alat bukti yang kuat, penerapan asas rechverwerking berdasarkan putusan pengadilan dalam perkara No.336PK/Pdt/2015, majelis hakim memutuskan perkara ini berdasarkan yurisprudensi mahkamah agung tanpa melihat perolehan hak atas tanah berupa sertifikat apakah asas itikad baik dalam unsur tidak terpenuhi unsur-unsur kumulatif pada pasal 32 ayat 2 peraturan pemerintahan nomor 24 tentang pendaftran tanah. Penelitian ini menggunakan penelitian normatif pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Sumber bahan hukum yang digunakan pada penelitian ini ada dua yaitu bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer yang digunakan adalah peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan asas rechtverwerking dalam asas daluarsa. Bahan hukum sekunder yang diperoleh dari buku, jurnal, internet, dan untuk menambah.penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teori mengenai penerapan asas rechtverwerking dalam memperoleh hak atas tanah dalam sistem pendaftran tanah nasional dan menganalisis asas rechtverwerking dalam putusan pengadilan perkara Nomor 336PK/Pdt/2015.

Analisis Kinerja Motor Induksi Tiga Fasa di PT. INTRACAWOOD MANUFACTURING

LELA NOFITA SARI
2024 · Thesis · Open Access

Untuk mendukung proses produksi pada suatu industri terdapat banyak peralatan motor listrik berupa motor induksi. Motor induksi merupakan motor yang paling banyak digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari lingkungan rumah tangga, hingga industri skala besar. Hal ini dikarenakan motor induksi memiliki beberapa keunggulan dibandingkan motor jenis lainnya. Motor induksi yang digunakan secara kontinyu atau terus menerus tidak menjamin akan selalu bekerja dengan normal, artinya motor tersebut dapat mengalami kerusakan-kerusakan. Kerusakan-kerusakan tersebut dapat mempengaruhi kinerja motor induksi berkurang. Untuk mengetahui kinerja motor di PT. Intracawood Manufacturing, dengan melakukan analisis terhadap motor Blower Sander, Rotary, Conveyor Dry, dan Conveyor Finishing masing-masing pada pengambilan data motor berdasarkan name plate dan motor pada kondisi saat ini yang sedang berjalan atau setelah rewinding. Analisis kinerja motor dapat dilakukan dengan melakukan perhitungan arus, daya input, daya output, torsi beban, torsi induksi, dan efisiensi. Dari hasil perhitungan, pada motor Blower Sander dengan pengambilan data motor berdasarkan name plate dengan arus 103 A, tegangan 380 V, dan putaran 1480 rpm didapat daya input sebesar 58.979 kW, daya output 51.214 kW, torsi induksi 335.12 N.m, torsi beban 330.62 N.m, dan efisiensi 86,83%, sedangkan pada motor kondisi saat ini dengan arus 81.2 A, tegangan 367.6 V, dan putaran 1474 rpm didapat daya input sebesar 43.945 kW, daya output 38.605 kW, torsi induksi 254.7 N.m, torsi beban 250.23 N.m, dan efisiensi 87.84%. Dari hasil pengukuran dan perhitungan, maka kinerja motor induksi tiga fasa di PT. Intracawood Manufacturing lebih baik pada kondisi saat ini atau setelah dilakukan rewinding.

PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUANTITAS TIDUR PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DENGAN BATUK PILEK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN TAHUN 2024

WAHYU ASIH WINDA FIRDAWANTI
2024 · Thesis · Open Access

Kuantitas tidur sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Jika kuantitas tidur bayi buruk maka dapat mengakibatkan fisiologi dan psikologi bayi terganggu keseimbangannya. Pada bayi dengan batuk pilek masalah yang sering timbul adalah gangguan tidur. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diberikan pada bayi yang sedang batuk pilek adalah pijat bayi. Pijat bayi dapat membantu mengeluarkan hormon endorphin sehingga memberikan rasa rileks pada otot bayi yang akan membuat bayi semakin nyaman baik secara fisik maupun psikologi. Pijat bayi juga dapat mengakibatkan penurunan gelombang alpha dan gelombang beta, sehingga gelombang tetha akan mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kuantitas tidur pada bayi usia 6-12 bulan dengan batuk pilek di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasy eksperiment pre and post-test without control. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 124 bayi. Sampel berjumlah 33 responden. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kuantitas tidur bayi usia 6-12 bulan dengan batuk pilek sebelum diberikan intervensi pijat bayi yaitu sebesar 9,97 dengan klasifikasi kuantitas tidur buruk. Rata-rata kuantitas tidur bayi usia 6-12 bulan dengan batuk pilek setelah diberikan intervensi pijat bayi mengalami peningkatan yaitu sebesar 12,42 dengan klasifikasi kualitas tidur baik. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon didapatkan hasil p-value = 0,001 (p-value0,05) yang berarti menyatakan bahwa ada pengaruh pemberian pijat bayi terhadap kuantitas tidur bayi usia 6-12 bulan dengan batuk pilek di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Bagi Puskesmas diharapkan dapat memberikan pijat bayi sebagai terapi non farmakologi untuk mengatasi gangguan tidur pada bayi usia 6-12 bulan dengan batuk pilek.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN PNEUMONIA DI RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H. JUSUF SK TARAKAN

KEZIA MELSON
2024 · Thesis · Open Access

Pneumonia, suatu penyakit infeksi yang diakibatkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, atau jamur, sering terjadi pada anak-anak tetapi juga bisa menimpa individu dewasa, terutama yang berusia di atas 18 tahun atau memiliki riwayat kesehatan yang rapuh sebelumnya. Gejala klinisnya mencakup sesak napas, nyeri dada, demam karena proses infeksi, dan pemeriksaan fisik dapat mengungkapkan bunyi napas tambahan seperti mengi atau ronchi. Tanpa penanganan yang efektif, penyakit ini bisa mengakibatkan komplikasi serius seperti ARDS, gagal napas, efusi pleura, dan sepsis yang mengancam jiwa. Oleh karena itu, penulis melakukan studi kasus dengan memberikan asuhan keperawatan langsung kepada Tn. M dan Ny. I yang menderita pneumonia dan sedang dirawat di ruang Anggrek A RSUD dr. H. Jusuf SK. Tujuan dari studi kasus ini adalah membandingkan asuhan keperawatan antara keduanya. Dalam penelitian ini, penulis menemukan perbedaan dalam tingkat kesesakan dan kebutuhan oksigen yang diberikan kepada kedua pasien tersebut. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pneumonia adalah suatu penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan dan bisa menimbulkan komplikasi yang mengancam kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengkajian sesuai standar keperawatan dan menerapkan tindakan yang sesuai untuk membantu proses pemulihan pasien dengan baik.

Pertanggungjawaban Etik Anggota Kepolisian Yang Melakukan Tindak Pidana

NUR AZY SAMSY
2024 · Thesis · Open Access

Pertanggungjawaban Etik Anggota Kepolisian Yang Melakukan Tindak Pidana Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pertama, Kewajiban anggota Kepolisian terhadap pelanggaran kode etik kode etik profesi Kepolisian yanng melakukan tindak pidana. Kedua, penyelesaian pelanggaran kode etik profesi bagi anggota Kepolisian yang melakukan tindak pidana. Skripsi ini merupakan penelitian normatif yakni penelitian berdasarkan metode penelitian, pendekatan penelitian, bahan hukum dan analisis bahan hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh dari peraturan perundang-undangan, teori serta asas hukum. data sekunder diperoleh dari jurnal, buku, laporan hasil penelitian, artikel, data-data internet dan kamus. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa : pertama, kewajiban anggota Kepolisian terhadap pelanggaran kode etik profesi Kepolisian yang melakukan tindak pidana adalah menjalani segala proses sesuai dengan tahapannya yang meliputi proses penyelidikan, penyidikan, sampai pada pelimpahan berkas perkara pada Kejaksaan, penuntutan oleh Kejaksaan, kemudian setelah mendapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atau maksimal sampai pada tahap kasasi baru dilaksanakan proses kode etik. Kedua, penyelesaian pelanggaran kode etik profesi bagi anggota Kepolisian yang melakukan tindak pidana dilaksanakan dengan melengakapi berkas proses pemeriksaan pendahuluan pelanggaran kode etik profesi Polri kemudian mengajukan saran hukum kepada bidang fungsi hukum Polri dan setelah mendapat putusan kode etik melakukan koordinasi dengan bidang Profesi dan Pengamanan Polri untuk pelaksanaan putusan.

Pemalsuan Dokumen Pencalonan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara Sebagai Tindak Pidana Pemilu (Putusan Nomor 229/Pid.Sus/2023/PN Tjs)

NINDA ZELMA SALSABILA
2024 · Thesis · Open Access

Pelanggaran pemalsuan dokumen pencalonan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara adalah salah satu jenis-jenis pelanggaran yang diatur dalam Undang- Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum. Meskipun adanya peraturan yang mengatur dan penegakan hukum yang berjalan, fakta yang terjadi di lapangan masih banyak ditemukannya pelanggaran pemalsuan dokumen pada pencalonan DPRD terkhususnya pada daerah Provinsi Kalimantan Utara. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui tinjauan kriminologi dari kasus pemalsuan dokumen pencalonan anggota DPRD serta untuk mengetahui akibat hukum dalam penanganan kasus pemalsuan dokumen anggota DPRD. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka yaitu melakukan penelusuran terkait bahan-bahan hukum peraturan perundang undangan mauapun melalui penelusuran jurnal dari media internet. Berdasarkan penelitian ini diperoleh beberapa point seperti faktor-faktor penyebab diantaranya faktor sosial ekonomi, faktor individu, faktor penegakan hukum dan faktor perkembangan IPTEK. Niat kejahatan dari kasus ini didasari oleh kepentingan politik atau kekuasaan dilihat dari cara terdakwa berambisi ingin meloloskan partai gelora pada peserta pemilu 2024. Sedangkan motif kejahatan didasari penipuan dengan cara memalsukan nomor surat palsu yang diambil dari google, adapun upaya penanggulangan tindak pidana pemalsuan dokumen dengan cara memfokuskan pencegahan pada dokumen yang berpotensi dipalsukan, setiap instansi terkait memahami perkembangan iptek dan teknik-teknik pemalsuan , serta diperlukan kolaborasi antar lembaga pemerintahan untuk bertukar informasi dan memungkinkan adanya identifikasi dan penanganan dini dari kasus pemalsuan. Diharapkan pihak yang berwenang lebih teliti dalam menyelidikiadanya temuan kasus pemalsuan dokumen dari tahun ke tahun dan menjatuhkan hukuman sebagaimana yang diatur dalam undang-undang agar pesta demokrasi dapat berjalan baik.

pertanggungjawaban pidana terhadap anak sebagai pelaku perundungan siber

DEA AMANDA
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bermaksud untuk menjawab dua pertanyaan terkait tinjauan kriminologi tindak pidana perundungan siber yang dilakukan oleh anak di Indonesia. Pertama, perundungan siber sebagai tindak pidana yang dilakukan oleh anak dalam sebuah perspektif kriminologi dan kedua yaitu pertanggungjawaban pidana anak sebagai pelaku perundungan siber di Indonesia. Skripsi ini merupakan penelitian normatif terhadap kaidah-kaidah hukum terkait variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian yakni pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Bahan hukum primer yaitu bahan-bahan yang bersumber dari peraturan perundang-undangan yang ada kaitannya dengan perundungan. Bahan hukum sekunder diperoleh dari buku-buku teks, jurnal-jurnal hukum dan komentar-komentar atas putusan pengadilan. Bahan hukum tersier yaitu berupa kamus, ensiklopedia, indeks kumulatif. Hasil dari penelitian ini yaitu dapat ditarik kesimpulan bahwa, pertama anak melakukan tindak pidana perundungan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor individu, pola asuh orang tua, sekolah, kelompok sebaya, kondisi lingkungan sosial, dan media sosial. Kedua, bahwa anak sebagai pelaku tindak pidana perundungan dapat dikenakan pertanggungjawaban pidana namun tidak diperlakukan sebagaimana orang dewasa. Perbedaan pertanggungjawaban pidana itu diatur dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Tingkah Laku Makan Dan Jenis Pakan Bekantan (Nasalis larvatus) Dalam Kawasan Konservasi Mangrove Dan Bekantan (KKMB) Di Kota Tarakan

ARINI RADIANTI
2024 · Thesis · Open Access

Bekantan (Nasalis larvatus) adalah salah satu spesies yang dilindung. Primata ini memiliki ciri khas pada bagian hidungnya yang panjang. Di Kota Tarakan masyarakat mengenal bekantan dengan sebutan “Monyet Belanda” karena karakteristik wajahnya yang menonjol dan warna oranye pada bagian bulunya. Penelitian yang dilakukan di Kawasan Konservasi mangrove dan bekantan (KKMB) Tarakan bertujuan untuk mengetahui tingkah laku makan dan jenis p/akan serta mengidentifikasi potensi ancaman terhadap kelangsungan hidup bekantan. Teknik pengambilan yang digunakan adalah Ad libitum sampling, pengumpulan data melibatkan pemantauan rutinitas harian individu untuk menentukan durasi dan frekuensi perilaku yang diamati. Sampel penelitian terdiri dari dua ekor bekantan, terdiri dari satu jantan dan satu betina. Pengumpulan data melibatkan pemanfaatan tabel aktivitas harian, catatan perilaku makan, dan wawancara terstruktur pada pengelola Kawasan Konservasi mangrove dan bekantan (KKMB) Tarakan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa proporsi aktivitas lokomotor/ berpindah bekantan, terhitung 30,26% dari perilaku yang diamati. Sementara itu, untuk perilaku makan diperoleh persentase sebanyak 55,68% dari yang paling banyak dilakukan adalah memetik dan untuk preferensi mengonsumsi daun muda dengan jumlah 58,42%. Bekantan menunjukkan preferensi untuk daun muda paling tinggi karena monyet ini termasuk folivorous (pemakan daun muda), karena daun ini rendah serat kasar, memfasilitasi pencernaan yang lebih mudah dan menawarkan kandungan protein yang tinggi. Selain itu, di KKMB bekantan juga diberikan pakan tambahan berupa pisang muda jenis kapok/muli. Temuan lain penelitian ini dari wawancara terdapat tiga sumber utama ancaman bagi para bekantan, yaitu faktor manusia, hewan, dan tumbuhan dalam fasilitas yang ditunjuk. Mengingat berbagai ancaman yang dihadapi oleh hewan endemik ini, diharapkan agar pengelolaan KKMB dapat dioptimalkan.

LAJU PERTUMBUHAN IKAN LELE (Clarias sp) YANG DIBERIKAN PAKAN ALAMI BERUPA MAGGOT (Hermetia illucens) HASIL BUDIDAYA MENGGUNAKAN SAYUR KOL

AVID ZUHRIYANTARA
2024 · Thesis · Open Access

Ikan lele (Clarias sp) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dibudidayakan karena mudah beradaptasi dengan lingkungan yang kurang menguntukan dan mudah dipijahkan. Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi pakan yang berbeda berupa maggot BSF dengan pelet ikan F-999 terhadap pertumbuhan ikan lele (Clarias sp). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 3 kali ulangan, dengan perlakuan kombinasi pelet ikan F-999 100%, pelet ikan F-999 50% + 50% maggot BSF, dan maggot BSF 100%. Peningkatan pertumbuhan berat tertinggi pada perlakuan 2 pelet F-999 50% + 50% maggot BSF 6 gram, dan berat terendah pada P1 pelet ikan F-999 100% 5,5gram Peningkatan pertumbuhan panjang tertinggi pada perlakuan 2 pelet F-999 50% + 50% maggot BSF 4,6cm, dan berat terendah pada P1 pelet ikan F-999 100% 4,1cm, Survival Rate mendapatkan hasil 100% kelangsungan hidup ikan mendapatkan hasil yang baik. Berdasarkan hasil uji ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pemberian perlakuan P1: Pelet ikan F-999, P2: pelet F-999 50% + 50% maggot bsf, dan P3: maggot BSF 100%. Berpengaruh tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan berat ikan lele, sedangkan panjang mutlak berbeda nyata. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian komposisi pakan yang berupa pelet 50% + 50% maggot BSF memberikan hasil pertumbuhan yang optimal dibandingkan dengan perlakuan lainnya.

PENGARUH PEMBERIAN BETAKAROTEN PADA PAKAN TERHADAP PENINGKATAN WARNA DAN PERTUMBUHAN IKAN PEDANG (Xiphophorus helleri)

RANGGA PUTRA BIMANTARA
2024 · Thesis · Open Access

Ikan pedang adalah ikas hias air tawar yang digemari masyarakat saat ini. Ikan platy pedang merupakan salah satu jenis ikan yang populer bagi para pecinta ikan hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan yang di kombinasikan dengan betakaroten pada pertumbuhan dan perubahan warna ikan pedang (Xiphophorus helleri). Metode penelitian meliputi kegiatan pengukuran pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak, SR, Kualitas Air dan Pengamatan Warna data akan dianalisis dengan secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan softaware Ms.Excell 2013. Hasil penelitian pada perlakuan 4 (15% Betakaroten) memiliki berat mutlak terbesar yaitu 1,9 g dan panjang mutlak tertinggi yaitu 6,5 cm. Nilai tingkat kelangsuangan hidup (SR) pada semua perlakuan adalah 100%. Hasil pengukuran kualitas air yang meliputi suhu, pH, DO, dan Amonia berada dalam kondisi optimal untuk pemeliharaan ikan pedang. Kualitas warna terbaik diperoleh perlakuan P4 (15% Betakaroten) dengan nilai 18. Berdasarkan penelitia ini, pemberian betakaroten pada pakan memiliki potensi lebih baik dalam meningkatkan pertumbuhan dan warna ikan pedang.

HUBUNGAN KEBIASAAN BELAJAR DENGAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IX MTS NEGERI TARAKAN

DIYAH SEPTIANINGRUM
2024 · Thesis · Open Access

Kebiasaan belajar dan motivasi belajar merupakan dua hal yang saling berkaitan. Kebiasaan belajar yang baik dapat ditanamkan melalui pembuatan jadwal dan pelaksanaannya, membaca dan membuat catatan, penyelesaian tugas, cara mengikuti pelajaran, cara belajar kelompok, dan belajar mandiri di rumah. Motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa dapat dilihat dari ketekunan siswa dalam belajar, keuletan dalam menghadapi kesulitan, minat dan perhatian dalam belajar, berprestasi dalam belajar, serta mandiri dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan belajar dengan motivasi belajar matematika siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik penelitian korelasi pearson product moment. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan yang berjumlah 124 siswa dengan jumlah sampel 81 siswa. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Data penelitian diperoleh melalui pengisian angket kebiasaan belajar dan motivasi belajar oleh siswa. Berdasarkan analisis hasil pengisian angket kebiasaan belajar dan motivasi belajar oleh siswa diperoleh korelasi keduanya sebesar 0,745 dengan nilai p-value = 0,000 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada korelasi kebiasaan belajar dengan motivasi belajar, atau dapat disimpulkan bahwa 74,5% motivasi belajar di tentukan oleh kebiasaan belajar.

Analisis stabilitas transien menggunakan metode kriteria sama luas pada sistem transmisi 150 kV wilayah kaltimra

NOVIA MULYANINGSIH
2024 · Thesis · Open Access

Kebutuhan listrik semakin meningkat sehingga dibutuhkan sistem kelistrikan yang handal dan stabil. Salah satu aspek penting yaitu kestabilan transien. Kestabilan transien adalah kemampuan sistem untuk mempertahankan keadaan sistem setelah mengalami gangguan besar seperti hubung singkat tiga fasa. Seperti pada wilayah Kaltimra untuk dapat memenuhi kebutuhan listrik yang semakin meningkat maka dibangun sistem transmisi 150 kV PT. PLN UPT Kaltimra. Oleh karena itu diperlukan analisa kestabilan transien. Teori dalam penelitian ini meliputi stabilitas rotor, frekuensi bus dan tegangan bus untuk memahami perilaku sistem dalam kondisi transien. Metode kriteria sama luas dipilih dalam mengevaluasi kestabilan sistem setelah terjadi gangguan dengan teknik analisa data memberi simulasi gangguan hubung singkat tiga fasa kemudian perhitungan terhadap waktu pemutus gangguan dan terakhir penentuan dengan metode kriteria sama luas. Hasil penelitian ini menunjukkan pada kasus 1 waktu pemutus kritis adalah 0,26 detik dengan sudut awal 32,921 derajat, sedangkan pada kasus 2 waktu pemutus kritis adalah 0,196 detik dengan sudut awal 35,9085 derajat. Simulasi menunjukkan genetaror dapat memulihkan kestabilan dalam 0,42 detik untuk kasus 1dan 0,35 detik untuk kasus 2 setelah gangguan. Sehingga dari analisa kestabilan dengan metode kriteria sama luas maka luas A1=A2 yang menunjukkan bahwa kedua generator dapat mempertahankan kesinkornannya setelah gangguan.

Studi Aliran Daya Sistem Jaringan Transmisi 150 kV Provinsi KALTIMRA

FERDY
2024 · Thesis · Open Access

Penyaluran Energi listrik dalam jumlah besar pada sistem tenaga biasanya dilakukan melalui saluran tegangan tinggi. Guna memastikan penyediaan energi listrik yang berkelanjutan dan berkualitas bagi pelanggan. Namun keadaan dilapangan energi yang disalurkan kepada masyarakat tidak sesuai dengan yang diharapkan. Studi aliran daya diperlukan untuk menetapkan kondisi operasi sistem tenaga dalam keadaan tunak. Tujuan dilakukan studi aliran daya adalah agar dapat menetapkan sudut tegangan, magnitudo tegangan, daya aktif dan daya reaktif pada saluran sistem tenaga listrik, serta losses yang muncul pada sistem tenaga. Studi aliran daya juga perlu dilakukan saat jaringan trasnmisi diperluas, tujuannya untuk memastikan bahwa sistem beroperasi dengan efisien, meminimalkan rugi daya, dan mempertahankan stabilitas serta keandalan operasi. Metode yang digunakan dalam menganalisis aliran daya adalah metode Newton-Raphson yang terdapat dalam program DIgSILENT PowerFactory. Sistem kelistrikan di Provinsi Kalimantan Timur terdiri atas sistem interkoneksi 150 kV Kalseltengtim (sistem 150 kV barito dan sistem 150 kV Mahakam) yang terinterkoneksi pada tahun 2018 melalui SUTT 150 kV Kuaro-Petung. Total kapasitas pembangkit sebesar 625,77 MW dan 565,72 MVAR dengan total daya beban yang dilayani pada sistem ini sebesar 620,93 MW dan 465,70 MVAR. Untuk losses pada sistem jaringan transmisi 150 kV Kaltimra sebesar 4,84 MW dan 100,02 MVAR.

Pengaruh Keaktifan Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMPN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung

FITRI ALA'WIYAH
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keaktifan belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMPN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menerapkan Metode Survei dengan seluruh siswa kelas VIII sebanyak 44 siswa sebagai populasi dan sampel, data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat keaktifan belajar serta menggunakan soal ulangan harian untuk hasil belajar matematika mereka. Analisis data dilakukan menggunakan statistik inferensial untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil analisis parsial menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara keaktifan belajar terhadap hasil belajar matematika. Hal ini ditunjukkan oleh nilai thitung sebesar 9.907, yang mana lebih besar dari ttabel sebesar 2.018. Regresi yang diperoleh dari analisis menunjukkan persamaan Ŷ = -21.292 – 1.541X, yang berarti setiap peningkatan satu unit dalam keaktifan belajar akan menurunkan hasil belajar matematika sebesar 1.541 unit, setelah dikontrol oleh faktor-faktor lain. Adapun besar pengaruh keaktifan belajar terhadap hasil belajar matematika sebesar 0,700 atau 70% sedangkan sisanya 30% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil ini menunjukkan pentingnya meningkatkan keaktifan belajar siswa sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini menyarankan agar sekolah dan guru memperhatikan faktor-faktor yang dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa, seperti metode pengajaran yang lebih interaktif dan motivasi belajar yang lebih baik. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pihak sekolah dan guru dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar matematika siswa.

Identifikasi Minat Belajar Siswa Kelas VIII Terhadap Mata Pelajaran IPA di SMPN 10 Tarakan

SUMIATI
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa kelas VIII terhadap mata pelajaran IPA di SMPN 10 Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini merupakan seluruh siswa kelas VIII SMPN 10 Tarakan. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket pada 112 responden berdasarkan teknik total sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif. Data diperoleh berdasarkan hasil angket minat belajar dalam bentuk pernyataan sebanyak 20 item yang terbagi ke dalam empat aspek yaitu perasaan senang, perhatian, ketertarikan, dan keterlibatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa kelas VIII secara umum berada pada kategori "berminat" dengan nilai rerata persentase 75,32%. Adapun hasil minat belajar siswa kelas VIII berdasarkan aspek yang meliputi perasaan senang, perhatian, ketertarikan, dan keterlibatan berada pada kategori "berminat" dengan rentang nilai persentase 73,34%-78,16%.

PENGARUH GAYA BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA KELAS IX SMP NEGERI 8 TARAKAN

FERONICA
2024 · Thesis · Open Access

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh gaya belajar visual terhadap prestasi belajar, 2) mengetahui pengaruh gaya belajar audiotorial terhadap prestasi belajar, 3) mengetahui pengaruh gaya belajar kinestetik terhadap prestasi belajar. Dengan populasi 223 siswa kelas IX dan teknik samplig adalah simple random sampling (pengambilan secara random) yaitu sebanyak 146 dari kelas IX. Metode pengumpulan data yaitu kuesioner dan dokumentasi. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan uji T didapatkan hasil t hitung yaitu untuk gaya belajar visual sebesar -3,171, gaya belajar audiotorial sebesar -3,562, dan gaya belajar kinestetik sebesar -4,545. Jika dibandingkan t tabel dengan N 146 pada a 0,05 yaitu sebesar -1,655 yang berarti -3,171 -1,655, -3,562 -1,655, dan -4,545 -1,655 (t hitung lebih kecil dari t tabel). Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima sehingga terdapat pengaruh yang negatif antara gaya belajar visual, audiotorial, dan kinestetik terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 8 Tarakan.

Pengembangan Permainan Monopoli Tematik (MONTEM) Tema Perkembangan Teknologi Untuk Siswa Kelas III Di SD Negeri 043 Tarakan

RULLY MALIA PRATIWI
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan media permainan Monopoli Tematik (MONTEM) yang dapat membantu guru dalam menarik perhatian siswa untuk ikut serta dalam kegiatan pembelajaran secara menyenangkan dan menjadikan media sebagai penguatan materi perkembangan teknologi dikelas III sekolah dasar, yang ditinjau dari validasi media, materi, dan praktisi. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana respon siswa terhadap kemenarikan media permainan Monopoli Tematik (MONTEM) yang ditinjau dari angket respon siswa. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development), adapun prosedur penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas 5 tahapan yaitu, Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Penerapan), dan Evaluation (Evaluasi). Kelayakan media permainan Monopoli Tematik (MONTEM) diperoleh persentase rata-rata sebesar 89,7%, dengan kategori sangat layak. Hasil perhitungan kelayakan media permainan Monopoli Tematik (MONTEM) ditinjau dari validasi media dengan persentasenya sebesar 89%, validasi materi persentasenya sebesar 80%, dan validasi praktisi persentasenya sebesar 100%. Kemenarikan media MONTEM diperoleh persentase pada uji coba terbatas sebesar 96,4% dan uji coba lapangan sebesar 90%. Hasil perhitungan dari uji coba terbatas dan uji coba lapangan menunjukkan bahwa media permainan Monopoli Tematik (MONTEM) sangat menarik untuk siswa gunakan didalam kelas saat proses belajar mengajar dilakukan sebagai penguatan materi.

Efektivitas penambahan tepung biji pepaya (carica papaya) terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (oreochromis niloticus)

SINTA DEWI MAYASARI
2024 · Thesis · Open Access

Ikan nila merupakan jenis ikan yang memiliki laju pertumbuhan yang cepat dan dapat mencapai bobot tumbuh yang jauh lebih besar dengan tingkat produktivitas yang cukup tinggi. Pemberian bahan tambahan seperti tepung biji pepaya pada formulasi pakan sangat diperlukan terutama untuk meningkatkan percernaan ikan nila, dikarenakan pada tanaman pepaya mengandung enzim papain yang bersifat proteolitik (pengurai protein) yakni untuk meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh biji pepaya terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan selama 40 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan dengan konsentrasi P1 (Kontrol), P2 (pemberian tepung biji pepaya 1,5gr / 500 gr pakan komersil), P3 (pemberian tepung biji pepaya 2gr / 500gr pakan komersil), P4 (pemberian tepung biji pepaya 2,5gr / 500gr pakan komersil). Hasil penelitian pertumbuhan yang terbaik adalah pada perlakuan 4 dengan nilai pertumbuhan berat sebesar 4,23gr, panjang 3,44cm, SGR 2,19%, SR 79,26% dan nilai FCR 1:1,3.

Profil Kemampuan Representasi Spasial Siswa Kelas VIII SMP N 10 Tarakan Dalam Menyelesaikan Soal Bangun Sisi Datar

SUHARTIN ARI PATMAWATI
2024 · Thesis · Open Access

Kemampuan representasi spasial merupakan kemampuan siswa yang dapat membentuk, memanipulasi, dan memproses informasi tentang suatu objek dalam ruang tiga dimensi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil kemampuan representasi spasial siswa kelas VIII SMP N 10 Tarakan dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi Dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-1, VIII-2, dan VIII-3. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik nonprobability sampling dengan teknik sampling total di mana seluruh populasi merupakan sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis berupa soal bangun ruang sisi datar dan dokumentasi kemudian data dianalisis berdasarkan kemampuan representasi spasial peserta didik indikator kemampuan representasi spasial ada empat yaitu siswa dapat merekayasa gambar dengan menggunakan penambahan persembunyian, penghilangan ataupun pengkaburan terhadap suatu gambar siswa dapat menggabungkan konsep-konsep yang telah ada untuk membangun konsep baru, siswa dapat memisahkan ataupun menamai konsep-konsep yang terbentuk dari konsep-konsep yang lama, dan siswa dapat menyelesaikan proses dari konsep-konsep yang telah dilalui dengan menggunakan bahasa sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi spasial siswa dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar pada kategori sangat tinggi yaitu 20,9%, terdapat 35,2% pada kategori tinggi, terdapat 30,8% yaitu pada kategori rendah dan terdapat 13,2% pada kategori sangat rendah.