ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN BANGUNAN PADA GEDUNG GRAHA PEMUDA KOTA TARAKAN.
.
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir
.
Literasi digital merupakan upaya pemanfaatan teknologi untuk memahami, mengakses, merangkai dan berbagi informasi sebagai kompetensi dalam mengembangkan keterampilan membaca dan menulis. Pelajar harus menguasai literasi digital agar tidak terpengaruh hoax dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi digital mahasiswa pendidikan biologi dan mengetahui faktor-faktor yang dapat mendukung literasi digital mahasiswa pendidikan biologi dalam mengikuti proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel penelitiannya adalah mahasiswa Pendidikan Biologi yang berjumlah 78 mahasiswa dengan menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari hasil kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pendidikan biologi memiliki kemampuan literasi digital pada setiap komponen penggunaan media digital (use skill) 53%, kemampuan berpikir kritis 66%, dan kemampuan komunikasi 59%. Mayoritas siswa memiliki keterampilan dasar dalam mengelola platform digital, namun masih perlu peningkatan terutama dalam mencari informasi dan menyesuaikan cara berkomunikasi, kemampuan menganalisis informasi dengan baik dan berkomunikasi secara efektif melalui media digital. Keterbatasan literasi digital dapat menyebabkan kesulitan dalam mengakses informasi yang dibutuhkan siswa, meningkatkan risiko terpapar informasi yang salah, menghambat kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi, serta menghambat peluang kerja. Penelitian di masa depan perlu menggali lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi literasi media digital, penggunaan internet, dan mengkaji dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.
STRATEGI PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN CABAI DI KOTA TARAKAN ( STUDI KASUS KELOMPOK TANI HARAPAN SEJAHTERA KAMPUNG ENAM ) ABSTRAK Peningkatan produksi melalui strategi sangat berperan penting untuk mencapai target hasil produksi yang maksimal. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui peningkatkan produksi tanaman cabai di Kelompok Tani Harapan Sejahtera. (2) Untuk mengetahui strategi yang digunakan dalam peningkatan produksi tanaman cabai di Kelompok Tani Harapan Sejahtera. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling, pengambialan sampel yaitu kepada seluruh anggota Kelompok Tani Harapan Sejahtera yang berusahatani tanaman cabai. Jenis sumber data yaitu Data Primer dan Data Sekunder. Analisis data yaitu dengan menggunakan teknik analisis Deskriktif, Matriks IFAS dan EFAS, Diagram SWOT dan Analisis SWOT. (1) Hasil wawancara dengan Ketua Kelompok Tani Harapan Sejahtera Bapak Jabir mengatakan pada tahun 2022 bahwa hasil panen cabai aggota kelompoknya mulai meningkat dengan adanya bantunan dari pemerintah untuk Kelompok Tani Harapan Sejahtera berupa handspayer, mulsa, cangkul, handtractor, pupuk, bibit, dan obat-obatan hama dan penyakit tanaman cabai. (2) hasil data yang diperoleh dari Kelompok Tani Harapan Sejahtera pada hasil Analisis Diagram SWOT berada pada titik Kuadran I dengan nilai EFAS 2,1 dan nilai IFAS 1,9 yang artinya Kelompok Tani Harapan Sejahtera mendukung strategi agresif . Strategi yang dapat digunakan Kelompok Tani Harapan Sejahtera dalam peningkatan produksi tanaman cabai, yaitu strategi SO,1) Menjaga agar produksi meningkat dengan tenaga yang baik dengan ketersedian yang cukup, Menggunakan bibit yang unggul akan menghasilkan produksi yang meningkat., dengan tenaga yang cukup guna memaksimalkan produksi untuk olahan cabai, dengan dukungan pemerintah untuk memaksimalkan kebutuhan cabai di pasa, memanfaatkan adanya alsintan dapat memudahkan pengolahan lahan dengan cepat.
Pendidikan memiliki peran sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Ada beberapa faktor yang memiliki pengaruh besar yang mengakibatkan rendahnya kemampuan berpikir kreatif yaitu dengan penggunaan model pembelajaran yang tidak sesuai dan tidak menarik, salah satu upaya dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik yaitu melalui model pembelajaran. Pembelajaran kreatif model Treffinger ini dapat membantu peserta didik dalam memecahkan masalah, membantu dalam menguasai konsep – konsep materi yang diajarkan, serta memberikan kepada peserta didik untuk menunjukkan potensi – potensi kemampuan yang dimilikinya termasuk kemampuan berpikir kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran IPA kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen dengan desain penelitian Pretest – Posttest non equivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini ialah peserta didik pada kelas VIII 3 dan VIII 4 SMP Negeri 4 Tarakan sebanyak 64 peserta didik dengan teknik purposive sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa Observasi, Tes Soal dan Dokumentasi. Untuk mengukur pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik, data dianalisis menggunakan uji Normalitas, uji Homogenitas, uji N-Gain dan uji Independent Sample T-test. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan berpikir kreatif antara kelas kontrol yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional dan kelas eksperimen yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Treffinger. Berpikir kreatif peserta didik pada kelas eksperimen (model Treffinger) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (model konvensional). Hal ini diketahui dari hasil uji Independet Sample T-Test yang signifikan yaitu sebesar 0,000 ≤ 0,05.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas strategi pemasaran yang diterapkan pada PT. Columbus Regional V Kalimantan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif menggunakan wawancara, dan observasi Dimana penelitan dilakukan kurang lebih 2 bulan pada PT. Colombus Regional V Kalimantan dengan jumlah informan 101 orang yang terdiri dari karyawan dan pelanggan PT. Colombus Regional V Kalimantan. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa stategi yang diterapkan oleh PT. Colombus Regional V Kaliamantan telah efektif karena telah mampu mencapai target. Namun penurunan angka penjualan Kembali sangat terlihat Ketika terjadi SDM yang Turn Over menyebabkan ketidakstabilan strategi marketing yang dijalankan dan adanya tenaga marketing yang telah lama berhenti dan di gantikan oleh marketing baru yang belum menguasai pasar. Untuk penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian terkait dengan serupa dengan pengembangan alat anaisis dan melakukan perbandingan beberapa usaha jenis untuk mengetahui apa yang menjadi keuatan dan kelemahan dari beberapa usaha jenis untuk kemudian di perbandingkan dan mengasilkan pengetahuan yang lebih mendalam terkait efektivitas strategi yang digunakan untuk meningkatan penjualan Perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan representasi matematis siswa ditinjau dari adversity quotient. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan populasi penelitian 120 siswa pada Kelas VIII MTs Negeri Tarakan Tahun ajaran 2022/2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling, dimana 60 siswa sebagai sampel. Instrumen pengumpulan data berupa tes kemampuan representasi matematis berbentuk uraian dan angket adversity quotient. Teknik analisis data yang digunakan ialah statistika deskriptif. Kemudian data tes diidentifikasi berdasarkan indikator kemampuan representasi matematis, dan data angket diidentifikasi berdasarkan tingkat Adversity Quotient (AQ). Data yang telah diidentifikasi kemudian diklasifikasikan berdasarkan kemampuan representasi matematis siswa ditinjau dari Adversity Quotient (AQ). Berdasarkan analisis data, hasil penelitian menunjukkan siswa Kelas VIII MTs Negeri Tarakan didominasi oleh siswa yang memiliki kemampuan representasi matematis yang kurang dan memiliki Adversity Quotient (AQ) camper. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan karakteristik dimana siswa climber menunjukkan kemampuan representasi matematis yang baik dan mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan representasi matematis dibandingkan siswa camper dan quitter. Siswa climber mampu menyajikan dan memvisualisasikan permasalahan ke dalam gambar, mampu menyelesaikan perhitungan matematis, dan mampu menyajikan permasalahan dengan kata-kata. Sedangkan siswa camper belum mampu menyajikan dan memvisualisasikan permasalahan ke dalam gambar, belum mampu menyelesaikan perhitungan matematis, dan belum mampu menyajikan permasalahan dengan kata-kata. Adapun siswa quitter belum mampu menyajikan dan memvisualisasikan permasalahan ke dalam gambar, belum mampu menyelesaikan perhitungan matematis, dan tidak memiliki kemampuan dalam mengolah informasi dengan kata-kata.
Peluang pemanfaatan energi gelombang laut sangat besar di Indonesia, mengingat Indonesia memiliki wilayah lautan yang besar. Salah satu upaya untuk memanfaatkan gelombang laut tersebut adalah membuat media yang dapat menjadi sarana dan prasarana dalam pemanfaatan gelombang laut tersebut. Pada penelitian ini dilakukan rancang bangun bangun wave tank model flap skala laboratorium. Wave tank adalah alat simulasi pembuat gelombang skala laboratorium yang digunakan untuk mengamati perilaku gelombang. Wave tank dapat meminimalisir pengunaan waktu dan biaya dalam pengembangan teknologi yang menggunakan gelombang laut sebagai sumber energinya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui cara merancang bangun serta mengetahui berapa panjang dan tinggi gelombang yang tercipta pada wave tank model flap skala laboratorium. Wave tank model flap skala laboratorium ini memiliki ukuran 150 cm x 35 cm x 35 cm dan menggunakan motor listrik dengan daya 200 watt. Wave tank membutuhkan 22 watt daya listrik dan putaran motor listrik sebesar 120 rpm. Tinggi dan panjang maksimal dari gelombang yang dihasilkan dari wave tank model flap skala laboratorium adalah dengan panjang dan tinggi 4 cm dan 36 cm dengan volume 15% air dari kapasitas penuh dari tangki.
ABSTRAK Wave tank merupankan alat pembuat ombak skala laboratorium serta digunakan sebagai wadah penampung air dengan ukuran 150 cm x 35 cm x 35 cm. Jenis wave tank yang digunakan untuk pembuat ombak adalah wave tank model piston dan wave tank model flap. Dengan adanya wave tank yang telah dirancang maka penulis melakukan penelitian yang berjudu “analisis karakteristik gelombang pada wave tank dengan variasi rpm” penelitian ini bertujuan untuk mengukur tinggi dan panjang gelombang yang terbentuk pada tiga titik pengukuran yaitu, 40 cm, 60 cm, 100 cm dan 3 variasi rpm. Dari hasil penelitian menggunakan wave tank model piston diperoleh hasil terbaik, yaitu tinggi gelombang 2,5 cm dan panjang gelombang 23 cm. Hasil tersebut diperoleh pada titik pengukuran 40 cm dan menggunakan putaran mesin 192 rpm. Pada wave tank model flap diperoleh hasil terbaik yaitu, tinggi gelombang 1,8 cm dan panjang gelombang 30 cm. Tinggi gelombang terbaik pada wave tank model flap diperoleh pada titik pengukuran 40 cm dan menggunakan putaran mesin 12 rpm, sedangkan panjang gelombang terbaik diperoleh pada titik pengukuran 60 cm dan 100 cm dengan putaran mesin 12 rpm. Berdasarkan perbandingan tinggi gelombang dan panjang gelombang terbaik yang diperoleh pada masing-masing wave tank, dapat disimpulkan bahwa wave tank model piston lebih baik dibandingkan wave tank model flap dalam hal menghasilkan tinggi gelombang. Sebaliknya, dalam hal panjang gelombang, wave tank model flap lebih baik dibanding wave tank model piston.
Wave tank (tangki gelombang) merupakan pengaturan laboratorium untuk mengamati perilaku gerakan gelombang buatan. Wave tank ini belum bisa menghasilkan energi listik tetapi sebagai simulator pergerakan gelombang laut dan bisa dikembangkan lagi sampai menghasilkan energi gelombang (WEC). Dengan dasar inilah penulis mencoba untuk membuat wave tank skala laboratorium dengan pembuat ombak model piston yang dimana hasil rancangan ini hanya sebagai simulator gelombang laut saja. Dengan adanya wave tank ini dapat memudahkan peneliti selanjutnya untuk dikembangkan sampai menghasilkan energi listrik (WEC). Tujuan dari penelitian ini ialah dapat merancang wave tank skala laboratorium dan dapat menganalisis tinggi gelombang dan panjang gelombang yang dihasilkan pada wave tank skala laboratorium dengan pembuat ombak model piston. Metode penelitian yang digunakan ialah perancangan teknik. Rancang bangun menghasilkan ukuran rangka dengan panjang 155 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 122 cm, dengan ukuran aquarium yang digunakkan yaitu panjang 150 cm, lebar 35 cm, dan tinggi 35 cm. Tenaga motor listrik ialah 200 watt sedangkan wave tank membutuhkan 66 watt untuk menggerakan wavemaker dengan volume air 30% dari volume total aquarium. Jenis penggerak yang digunakan yaitu model piston dengan satu kecepatan saja yang diatur oleh dimmer. Hasil pengambilan data tinggi gelombang yang dihasilkan bervariasi mulai dari 1,1 cm – 2,5 cm sedangkan untuk pengambilan data panjang gelombang yang dihasilkan bervariasi juga mulai dari 10,5 cm – 20,5 cm.
Tujuan penelitian ini untukmengetahui gambarantingkat stres belajar mahasiswa di Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2020 Universitas Borneo Tarakan di Tengah Pandemi Covid-19. stress belajar adalah suatu kondisi kejiwaan yang disebabkan oleh faktor interen atau faktor ekstern yang dirasakan mahasiswa sebagai ancaman yang membahayakan dirinya sehingga menghambat aktifitas belajarnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuntitatif sifatnya deskriptif teknik yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan skala. Adapun jumlah sampel dan populasi sebanyak 70 mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kategori pernah dan kategori jarangdalam tingkat stress belajar mahasiswa Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Borneo Tarakan. Hasil tersebut terlihat dari analisis secara keseluruhan sebanyak 70 subjek atau dengan persentase sebanyak 48,26 %. Sedangkan berdasarkan perindikatornya sebanyak 147 subjek atau dengan persentase sebanyak 73,14 %, dengan indikator pertama yaitu tingkat Stressornya, sedangkan pada indikator yang kedua dengan Reaksi Tingkat Stressor sebanyak 100 subjek atau dengan persentase sebanyak 49,75 %. Jadi, dari hasil persentase tersebut terlihat pada kategori kurang baik, artinya tingkat stress belajar mahasiswa Bimbingna dan Konseling Angkatan 2020 Unversitas Borneo Tarakan dapat dikatakan tinggi.
Studi pendahuluan merekomendasikan bahwa di SMPN 1 Tanjung Selor memerlukan bahan ajar yang lebih kontekstual dibandingkan dengan buku yang sudah ada. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan LKPD berbasis pendidikan matematika realistik dengan kemampuan rotasi mental pada materi bangun ruang sisi datar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (RnD). Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE yang terdiri atas tahap Analyze (analisis), Design (perancangan), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), dan Evaluation (evaluasi). Instrumen yang digunakan pada penelitian ini meliputi angket validasi ahli materi dan ahli media untuk kevalidan LKPD, angket respon guru dan peserta didik untuk menentukan kepraktisan, dan tes hasil belajar untuk menentukan keefektifan LKPD. Uji coba penggunaan LKPD dilakukan kepada 30 peserta didik kelas VIII SMPN 1 Tanjung Selor. Berdasarkan hasil validasi, diperoleh bahwa LKPD valid digunakan dengan hasil validasi LKPD oleh ahli Media dan Materi adalah 3,54 termasuk dalam klasifikasi sangat baik. LKPD praktis digunakan dengan hasil angket respon guru adalah 4 termasuk dalam klasifikasi sangat baik dan angket respon peserta didik adalah 3,57 termasuk dalam klasifikasi sangat baik. Hasil tes hasil belajar peserta didik terdapat 29 dari 30 peserta didik yang lulus KKM, maka LKPD yang dikembangkan efektif digunakan dengan persentase tes hasil belajar sebesar 96,67% termasuk dalam kategori sangat baik. Berdasarkan keterangan diatas LKPD yang dikambangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah Matematika siswa di SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain pretest- posttest control grup design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah. Penarikan sampel menggunakan teknik cluster Random Sampling dan diperoleh sampel penelitian yaitu kelas XI IPA 1 dengan jumlah siswa sebanyak 15 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 dengan jumlah siswa sebanyak 15 orang sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan tes tertulis. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu rata-rata dan simpangan baku dan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas untuk data awal dan uji hipotesis menggunakan uji statistik independen sampel t-test. Hasil analisis deskriptif menunjukan rata-rata nilai pretest di kelas eksperimen lebih besar dari rata-rata nilai pretest dikelas kontrol yaitu sebesar 59,87 pada kelas eksperimen sedangkan pada kelas kontrol sebesar 52,87. Sedangkan nilai posttest pada kelas eksperimen yaitu 79,93, sedangkan pada kelas kontrol yaitu 65,33. Berdasarkan hasil analisis uji independent sampel t-test dengan taraf signifikan 5% (α=0,05). Dengan demikian H_0 ditolak dan H_1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah produk tahu menggunakan analisis metode Hayami dengan fokus pada penggunaan kedelai impor dalam proses produksi dan mengetahui bagaimana proses produksi tahu di UD Sri Rahayu Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan. Masalah yang menjadi fokus adalah kesenjangan antara permintaan pasar akan tahu dan ketersediaan kedelai lokal yang tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi apakah penggunaan kedelai impor yang memiliki harga dan kualitas yang berbeda dengan kedelai lokal, dapat memberikan keuntungan tambahan dalam proses produksi tahu. Metode penelitian sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara dengan pemilik UD Sri Rahayu, seorang produsen tahu lokal yang menggunakan kedelai impor dalam produksinya. Analisis dilakukan untuk menggambarkan proses produksi tahu di UD Sri Rahayu dan mengukur nilai tambah produk tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kedelai impor menjadi tahu di UD Sri Rahayu telah memberikan nilai tambah sebesar 33,31% yang termasuk dalam kategori sedang, marjin pendapatan tenaga kerja langsung sebesar 22,58%, sumbangan input lain sebesar 10,58% dan keuntungan sebesar 66,84%. Proses produksi tahu di UD Sri Rahayu melibatkan langkah-langkah yang cermat untuk memastikan kualitas produk akhir. Kedelai impor memberikan keuntungan dalam hal kualitas dan kuantitas produksi tahu.
Bius Café memiliki permasalahan yaitu persaingan antar Cafe yang sangat ketat, sehingga konsumen diberikan banyak pilihan untuk memilih café mana yang mampu memenuhi kebutuhannya. Selanjutnya, pelayanan yang diberikan oleh Bius Cafe masih belum efektif, seperti pelayanan yang lambat sehingga konsumen merasa lamanya pengantaran terhadap pesanan, dari ciri-ciri produknya juga hampir sama dengan Cafe-Cafe lain, dan harga ternyata masih ada beberapa minuman yang cukup mahal dan menjadi penentu konsumen dalam mengambil keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui kualitas produk di Bius Cafe Kota Tarakan. (2) Mengetahui kualitas pelayanan di Bius Cafe Kota Tarakan. (3) Mengetahui harga di Bius Cafe Tarakan (4). Penelitian ini dilaksanakan di Kota Tarakan, penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan responden 60 orang. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil dalam penelitian ini kualitas produk di Bius Cafe Kota Tarakan termasuk kategori sedang (60%), kualitas pelayanan di Bius Cafe Kota Tarakan termasuk kategori sedang (56%), harga di Bius Cafe Kota Tarakan termasuk kategori sedang (55%). kualitas produk, kualitas pelayanan dan harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian dapat dilihat dari nilai F hitung (51,369) > F tabel (2,769) dengan nilai signifikansi (0,001 0,05)
IMPLEMENTASI DIVERSI PADA ANAK DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA Abstrak Pemberlakukan Diversi dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Anak mejelaskan bahwa anak yang berkonflik dengan hukum wajib diberlakukan diversi, tetapi dalam tindak pidana narkotika pada anak tidak dapat diselesaikan melalui metode penyelesaian diversi yang berpedoman dalam Undang Undang No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Karena tidak terdapatnya unsur pemberlakuan diversi dalam Peraturan Mahkamah Agung No 4 Tahun 2014. Maka penelitian ini memfokuskan mengapa penerapan diversi pada anak yang berkonflik dalam perkara narkotika di Kota Tarakan tidak dapat diterapakan dan apa saja yang menjadi hambatan sehingga diversi tidak dapat diberlakukan dalam perkara narkotika pada anak. Penulisan ini membahas apa saja yang menjadi penghambat dalam pemberlakuan metode diversi pada anak, dengan menggunakan metode penelitian empiris melalui hasil wawancara, observasi dan kajian perundang undangan, buku dan jurnal, internet sebagai data pendukung. Pendekatan yang diterapkan dalam penulisan ini adalah pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil dari penelitian ini membahas problematika penerapan diversi pada anak dalam tindak pidana narkotika serta hambatan dari segi peraturan dan penegak hukum tentang mengapa diversi tidak dapat diterapkan pada anak dalam perkara narkotika .
Kejaksaan adalah lembaga negara yang melaksanakan tugas kekuasaan negara dalam bidang penuntutan yang ketentuan hukumnya termuat dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia. Tindak pidana yang dilakukan oleh anak tentu memiliki prosedur penanganan yang berbeda dengan tindak pidana yang dilakukan oleh orang dewasa dimana ada hak-hak anak yang harus dipenuhi. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menjelaskan proses peradilan pidana anak khususnya pada tahap penuntutan dan implementasi diversi yang dapat dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum terhadap anak yang melakukan tindak pidana narkotika. Metode penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode penelitian normatif dengan pendekatan penelitian perundang-undangan dan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum primer dalam penelitian ini didapatkan melalui peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan dan dokumen resmi Negara. Sementara bahan hukum sekunder didapatkan melalui wawancara ahli, analisa dari berbagai bahan bacaan yang terkait dengan penelitian serta bahan hukum tersier melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Kamus Hukum. Berdasarkan penelitian ini diperoleh peran jaksa penuntut umum dalam tahap penuntutan terhadap anak yang melakukan tindak pidana narkotika sangat penting untuk menjamin pemenuhan hak-hak anak yang sedang berhadapan dengan hukum serta implementasi upaya diversi terhadap anak yang diancam pidana penjara 7 tahun atau lebih sangat dimungkinkan, namun dalam prosesnya diversi tidak selalu berhasil dilakukan. Disarankan agar terdapat produk hukum dan pembangunan fasilitas yang memberikan kepastian terjaminnya hak-hak anak dan agar upaya diversi terhadap anak yang melakukan tindak pidana narkotika mampu dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum dengan maksimal.
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Pertanggungjawaban Hukum Terhadap Tindak Pidana Pemalsuan Sertifikat Tanah. Pertama, motif tindak pidana pemalsuan tanda tangan dalam penerbitan sertifikat tanah dan yang kedua pertanggungjawaban pelaku atas pemalsuan tanda tangan dalam penerbitan sertifikat tanah. Skripsi ini merupakan penelitian Hukum Normatif, yakni mengkaji data berdasarkan norma-norma yang ada terkait problematika pemalsuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian, yakni Pendekatan Peraturan Perundang-undangan (Statue Aproach) dan Pendekatan Konseptual (conseptual approace). Sumber bahan hukum yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer adalah bahan hukum yang memiliki kekuatan hukum yang mengikat yang terdiri dari peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memiliki kaitan dengan permasalahan yang dibahas dalam penelitian. Bahan hukum sekunder adalah berupa publikasi tentang hukum yang dapat diperoleh dari buku-buku, jurnal-jurnal, maupun karya tulis ilmiah. Hasil dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa, pertama setiap individu yang melakukan tindak pidana pemalsuan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang pertama-tama pasti didasari dengan niat, kemudian faktor ekonomi, faktor sosial, faktor politik, maupun disebabkan karena adanya kesempatan. Kedua, bahwa pelaku tindak pidana pemalsuan sertifikat tanah dapat dikenakan pertanggungjawaban pidana yang diatur dalam Pasal 263 KUHP, dan Pasal 264 KUHP karena berupa akta otentik.
ABSTRAK Penjualan dan peredaran minuman beralkohol oplosan selalu terjadi tiap tahun. Minuman beralkohol oplosan merupakan minuman beralkohol yang diproduksi secara ilegal dan mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya dengan harga yang murah. Dengan naiknya harga minuman beralkohol yang resmi maka permintaan terhadap minuman beralkohol oplosan menjadi naik karena daya beli masyarakat yang rendah, sehingga menimbulkan banyak korban jiwa. Penjualan dan peredaran minuman beralkohol oplosan harus diberantas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa bagaimana upaya penegakan hukum minuman beralkohol oplosan dan menganalisa apa factor-faktor yang mempengaruhi upaya penegakan hukum tersebut. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian empiris dengan metode pendekatan yuridis-sosiologis. Data penelitian dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara dengan para penegak hukum yaitu Kepolisian Malinau dan Satuan Polisi Pamong Praja. yang melakukan penegakan hukum terhadap minuman beralkohol oplosan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya dan strategi yang digunakan dalam penegakan hukum minuman beralkohol oplosan adalah upaya preventif, upaya preventif dan upaya represif. Selanjutnya faktor-faktor penghambat penegakan hukum tersebut berupa faktor pendorong dan faktor penghambat. Faktor pendukung tersebut antara lain peran aktif masyarakat dalam melapor dan membuat aduan terhadap penegak hukum dan didukung dengan peraturan perundang-undangan, peraturan daerah dan dan peraturan lainya dalam penegakan hukum minuman beralkohol oplosan. Dan faktor penghambat antara lain kesadaran masyarakat yang masih kurang, kebiasaan masyarakat dalam mengkomsumsi minuman beralkohol oplosan serta efektivitas hukuman yang diberikan pada penjual dan pengedar minuman beralkohol oplosan masih belum menimbulkan efek jera. Kata kunci. Minuman beralkohol oplosan, penegakan hukum, faktor-faktor penegakan hukum.
Abstrak Tanaman sayuran merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki permintaan tinggi. Produktivitas tanaman sayuran yang tinggi dapat dicapai melalui penguatan kelompok tani. Tujuan penelitian ini yaitu,1) Mengetahui peran kelompok tani dalam pemasaran di Desa Tanjung Buka SP 5A, 2) Merumuskan strategi penguatan dan peningkatan peran kelompok tani dalam pemasaran sayuran di Desa Tanjung Buka SP 5A. Jumlah responden 11 orang, analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan Kelompok tani Enggal Lancar belum optimal dalam menjalankan peran sebagai wadah belajar, wahana kerjasama dan wahana unit produksi. Strategi penguatan kelompok tani, dalam pemasaran di Desa Tanjung Buka SP 5A berada pada strategi SO (strategi agresif) yaitu meliputi : (a) Meningkatkan kualitas produk melalui berbagai aspek seperti inovasi, produk, diversifikasi tanaman dan praktik pertanian berkelanjutan (b) Memperluas areal tanam untuk meningkatkan produktivitas sayuran dengan memanfaatkan penggunaan teknologi. Kata kunci: Kelompok tani, Sayuran, Strategi pemasaran
Pelaku usaha mengalami kesulitan dalam memenuhi setiap keinginan yang diharapkan oleh pelanggan. Salah satu kunci suskes sebuah perusahaan adalah menerapkan pelayanan yang baik dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas pelayanan dan kualitas produk Reni’s Cake, untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan Reni’s Cake, dan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan Reni’s Cake. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Skala Likert dan Regresi Linear Berganda. Dengan jumlah responden 50 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat Kualitas Pelayanan termasuk kategori sedang dengan nilai 33.26 tingkat Kualitas Produk berkategori tinggi dengan nilai 28,82, tingkat Kepuasan Pelanggan berkategori sedang dengan nilai 27,34 dan Kualitas Pelayanan berpengaruh terhadap Kepuasan Pelanggan dilihat dari nilai t hitung (1,729) > t tabel (1,676) dengan nilai signifikansi kurang dari 0.05.