HAMKA. M
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui Politik Hukum Pembentukan Peraturan Daerah Yang Partisipatif Sebagai Implementasi Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Studi di DPRD Kabupaten Bulungan). Permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, Pembentukan Peraturan Daerah yang Partisipatif Sebagai Implementasi Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Partisipasi Masyarakat dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah Sebagai Implementasi Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Kabupaten Bulungan. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembentukan Peraturan Daerah yang partisipatif berlandaskan pada aturan aturan antara lain Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah, yang mana proses pembentukan Peraturan Daerah dijelaskan secara detail mulai dari pengajuan Peraturan Daerah, penyusunan rancangan Peraturan Daerah, pembahasan, sampai dengan penetapan Rancangan Peraturan Daerah menjadi Peraturan Daerah dan juga menjelaskan peran masyarakat dalam pembentukan Peraturan Daerah yang partisipatif. Partisipasi Masyarakat dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah Sebagai Implementasi Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Kabupaten Bulungan merupakan unsur penting didalam pembentukan suatu Peraturan Daerah, karena masyarakatlah yang merasakan dalam kehidupan sehari-hari terkait Peraturan Daerah tersebut apakah relevan atau tidaknya suatu aturan, terutama mengenai hak asasi manusia yang dimiliki oleh masyarakat terkait kebabasan berpendapat juga berpengaruh demi memelihara daerahnya. Melalui partisipasi masyarakat maka dapat menampung dan mengakomodir aspirasi masyarakat sehingga penyusunan Perda tidak hanya melibatkan legislatif dan eksekutif semata, namun masyarakatpun bisa diminta sumbangsi pemikirannya untuk menghasilkan Perda yang berkualitas, hingga pada akhirnya Perda tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat itu sendiri.
ABDUL RAHMAN TALIB
2024 · Thesis · Open Access
Illegal fishing merupakan kegiatan penangkapan ikan secara tidak sah. Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Undang-Undang tentang Perikanan, yaitu Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan dan Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan. Namun norma mengenai ketentuan Pidana dalam Undang-Undang Perikanan tersebut, masih kontroversi terhadap Pelaku Warga Negara Asing. Dalam Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan, khususnya Pasal 102, Warga Asing yang melakukan Illegal Fishing di ZEEI, tidak bisa di Pidana Badan dan hanya bisa dijatuhkan Pidana Denda. Penelitian ini menggunakan metode normative, yaitu penelitian yang mengkaji Studi Dokumen berupa Peraturan Perundang-Undangan, Putusan Pengadilan, Teori Hukum, Azas Hukum, Prinsip Hukum, beberappa karya ilmiah dan Pendapat Para Sarjana. Pokok pembahasan penelitian ini adalah ingin mengetahui apa yang menyebabkan Pasal 102 Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan, masih kontroversi terhadap Warga Negara Asing. Kemudian apakah ketentuan Pasal 102 Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan tersebut masih efektif dengan keadaan yang terjadi saat ini. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Pasal 102 Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan masih kontroversi terhadap Warga Negara Asing karena terikat dengan Hukum Internasional, yaitu UNCLOS 1982. Apabila melihat keadaan saat ini, maka Pasal 102 Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan tersebut sepertinya sudah tidak efektif. Indonesia harus segera menambah norma baru dalam Undang-Undang Perikanan, norma yang memuat ketentuan yang memaksa agar Pidana Denda yang dijatuhkan pada Pelaku Illegal Fishing dapat dibayar, dengan cara mengenakkan Subsider Pidana Kurungan Pengganti Denda, sebagaimana amanat Pasal 30 KUHP. Apabila hal tersebut dilakukan, maka Pidana yang dijatuhkan pada Para Pelaku Illegal Fishing akan lebih responsif membuat efek jera, sehingga Sumber Daya Perikanan Indonesai dapat diselamatkan, dan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia, sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945.
ROY OKTAVIANUS ANTE
2024 · Thesis · Open Access
Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui Aspek Hukum Penerapan Inaportnet Dalam Sistem Pelayanan Kapal dan Barang di Pelabuhan. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, prinsip-prinsip hukum pelayaran yang mendasari penerapan inaportnet dalam sistem pelayanan kapal dan barang di pelabuhan dan Efektivitas Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 8 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pelayanan Kapal Melalui Inaportnet dengan mengambil studi pada KSOP Pelabuhan Klas III Tarakan. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Prinsisp-prinsip Penerapan Inaportnet di Pelabuhan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 154 tahun 2015 tentang Surat Persetujuan Syahbandar (SPS) On line di pelabuhan dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 8 tahun 2022 tentang Tata Cara Pelayanan Kapal Melalui Inaportnet merupakan pengganti atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 192 Tahun 2015 Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 157 tahun 2015 tentang Penerapan Inaportnet untuk pelayanan kapal dan barang di Pelabuhan yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan kelancaran arus barang di pelabuhan, memangkas waktu pelayanan menjadi lebih cepat dan efisien, menurunkan biaya logistic dan sebagai langkah transparansi pelayanan di pelabuhan. Sedangkan Efektfitas Penggunaan sistem Inaportnet dalam pelayanan kapal dan barang dipelabuhan sudah cukup baik, namun belum sepenuhnya optimal karena dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala-kendala teknis. Harus ada evaluasi dalam pengunaan sistem inaportnet guna untuk meminimalisir terjadinya error service dalam penerapan system inaportnet dan inaportnet sebagai wadah online dalam pelayanan di kantor KSOP Kelas IIII Kota Tarakan merupakan upaya untuk mempermudah pelayanan kapal sehingga menjadi teratur dam efisien dalam pelayanannya.
ERDA DERMAWAN SANTI
2024 · Thesis · Open Access
Pengelolaan sumberdaya ikan yang berkelanjutan tidak hanya fokus pada ikannya saja, namun harus mempertahankan kesehatan lingkungan atau habitatnya. Habitat yang baik dan sehat mampu mendukung sumberdaya hayati dan merupakan salah satu komponen utama dalam pengelolaan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan analisis perikanan berdasarkan domain habitat dan ekosistem pada udang bintik (Metapenaeus Sp), dilakukan pada dua lokasi yaitu muara Sesayap dan muara Bulungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan udang bintik berdasarkan pendekatan ekosistem melalui domain habitat di muara Bulungan dan muara Sesayap. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan, menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan mengukur parameter kualitas air (salinitas, pH, suhu, kecerahan, TDS, TSS dan kecepatan arus, memakai metode SNI), mengetahui status mangrove menggunakan data sekunder, serta menganalisis panjang dan berat udang bintik. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa, kualitas perairan kedua muara ini masuk kedalam kategori baik, dengan nilai salinitas 15-27 ppt, nilai pH 7,9-8,4, suhu 30o-32oC, kecerahan 0,19-0,35 m, nilai TDS 315-495 mg/L, nilai TSS 0,129-137 mg/L, dan kecepatan arus 0,25-0,110 m/s. Kerapatan ekosistem mangrove pada kedua muara ini sedang namun tutupan mangrove mengalami penyusutan atau menuju rusak akibat konversi menjadi tambak, Kisaran ukuran udang bintik yang tertangkap oleh nelayan tugu (stownet) pada muara Sesayap dengan ukuran panjang total 5-9,5 cm, dan berat udang bintik yaitu 1-8 g. Pada muara Bulungan, kisaran ukuran udang bintik memiliki ukuran panjang total 6,9-15 cm, dan berat udang bintik yaitu 2-28 g, dengan indikasi berdasarkan ukuran tersebut, indikator habitat unik atau khusus udang bintik diketahui terdapat daerah nursery ground dan spawning ground yang belum dikelola dengan baik.
FRANGKI MANGARE
2024 · Thesis · Open Access
Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui kewenangan TNI AL selaku penyidik tindak pidana di laut sesuai dengan peran TNI AL dalam penegakan hukum di wilayah perairan laut Kalimanatan Utara, untuk mengetahui kendala dalam penegakan hukum di laut yang dilakukan oleh TNI AL dalam upaya mengamankan perairan wilayah laut di Kalimantan Utara, dan untuk mengetahui upaya pemerintah dalam pengaturan untuk memperlancar pelaksanaan tugas penegakan hukum oleh TNI AL di perairan Indonesia. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini yaitu, Kewenangan TNI AL XIII Tarakan dalam melakukan penyidikan tindak pidana laut sesuai dengan peran tugasnya menjaga keamanan wilayah laut di Kalimantan Utara dan hambatan-hambatan yang dihadapi TNI AL XIII Tarakan dalam melakukan penyidikan tindak pidana laut sesuai dengan peran tugasnya menjaga keamanan wilayah laut di Kalimantan Utara. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan TNI Angkatan Laut selaku penyidik tindak pidana di laut dalam mengamankan perairan Indonesia, merupakan kewenangan atributif yaitu wewenang yang melekat pada suatu jabatan. Dalam tinjauan hukum tata negara, atribusi ini ditunjukkan dalam wewenang yang dimiliki oleh organ pemerintah dalam menjalankan pemerintahannya berdasarkan kewenangan yang dibentuk oleh pembuat Undang-Undang. Atribusi ini menunjuk pada kewenangan asli atas dasar konstitusi atau peraturan perundang-undangan. TNI AL selaku penyidik sesuai amanat Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia pada Pasal 9 memiliki kendala ketidak jelasan pengaturan sebagai aparat penegak hukum dan keamanan di perairan Indonesia, karena dalam pelaksanaannya TNI AL tidak diberikan kewenangan melakukan penyidikan terhadap seluruh pelanggaran hukum yang terjadi di laut. Tumpang tindihnya aparat penegak hukum dilaut yang semuanya itu merupakan dampak dari tumpang tindihnya peraturan dilaut yang memberi kewenangan kepada para penegak hukum dilaut yang sifatnya Atributif.
FAHMA JUNUS
2024 · Thesis · Open Access
Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis dasar kewenangan KSOP Kelas III Pelabuhan Tarakan dalam memberikan sanksi kepada kapal angkutan laut yang tidak memiliki surat persetujuan berlayar menurut tinjauan undang-undang nomor 17 tahun 2008. Untuk menganalisis prinsip-prinsip hukum yang mendasari kewenangan KSOP Kelas III Tarakan dalam memberikan sanksi kepada kapal angkutan laut yang tidak memiliki surat persetujuan berlayar menurut tinjauan undang-undang nomor 17 tahun 2008. Tipe penelitian hukum yang digunakan adalah tipe penelitian hukum normatif. Dasar argumentasinya untuk menetapkan penulisan ini sebagai tipe penelitian hukum normatif, yakni penulis hendak menganalisis dasar normatif kewenangan KSOP Pelabuhan Kelas III Tarakan dalam pemberian sanksi bagi kapal yang tidak dilengkapi Surat Persetujuan berlayar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dasar kewenangan KSOP Kelas III Pelabuhan Tarakan dalam memberikan sanksi kepada kapal angkutan laut yang tidak memiliki Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bahwa Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan, terutama dalam konteks memberikan sanksi kepada kapal yang tidak dilengkapi dengan SPB, dengan merujuk kepada Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 71 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 36 Tahun 2012 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan, maka kertentuan ini sesungguhnya merupakan dasar teknis operasional bagi (KSOP) Kelas III Tarakan untuk menjatuhkan sanksi tersebut dalam konteks wilayah teknis pekerjaannya. Sedanghkan menurut tinjauan menurut tinjauan undang-undang nomor 17 tahun 2008, yaitu diatur dalam Pasal 209 huruf e Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, sehingga apabila sebuah kapal tidak dilengkapi dengan SPB, menurut pasal 2017 Ayat (1) undang-undang tersebut, dalam hal ini pihak KSOP Klas III Tarakan dalam melakukan upaya penegakan hukum terhadap kapal yang tidak dilengkapi SPB. Selanjutnya, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 telah menetapkan beberapa prinsip hukum yang mendasari KSOP Klas III Tarakan untuk memberikan sanksi kepada kapal yang tidak dilengkapi SPB. Ketentuan ini dapat dicermati dalam pasal 2, yaitu asas manfaat, asas adil dan merata tanpa diskriminasi, asas kepentingan umum, dan asas tegaknya hukum.
BOY PUTRA
2024 · Thesis · Open Access
Penggunaan plastik di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat yang mengakibatkan semakin meningkat pula potensi penncemaran lingkungan yang berasal limbah plastik bagi lingkungan. Sampah plastik ukuran besar yang tersebar di laut dan dibiarkan terus-menerus akan terdegedasi oleh sinar matahari (fotodegradasi) sehingga membentuk partikel-partikel plastik berukuran ≤ 5 mm yang disebut dengan mikroplastik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk, warna dan ukuran mikroplastik serta mengetahui kelimpahan mikroplastik pada sedimen di wilayah perairan Kota Tarakan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, metode penentuan stasiun sampling menggunakan purposive sampling dengan 5 stasiun. Identifikasi mikroplastik menggunakan mikroskop Nikon Ecllips Ti2 dengan parameter yang diamati yaitu bentuk, warna dan ukuran mikroplastik. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan kelimpahan mikroplastik paling dominan terdapat di stasiun 2 Muara Sungai dengan jumlah mikroplastik sebanyak 129 partikel/150 g dengan persentase 31%. Bentuk mikroplastik yang teridentifikasi pada sedimen di perairan Kota Tarakan adalah fragmen, film, fiber, dan pellet. Bentuk mikroplastik yang paling dominan adalah pellet sebanyak 171 partikel/150 g. Warna mikroplastik yang teridentifikasi adalah transparan, kuning, cokelat, biru, hitam, merah dan putih. Warna yang paling dominan adalah hitam sebanyak 186 partikel. Untuk ukuran mikroplastik yang paling dominan yaitu pada ukuran 20 µm sebanyak 95 partikel, sedangkan ukuran yang paling sedikit teridentifikasi adalah pada ukuran >1000 µm yaitu 8 partikel.
NURLINDA
2024 · Thesis · Open Access
Keterampillan metakognitif merupakan pengetahuan tentang pembelajaran Berpikir dan kemampuan metakognitif. Metakognitif terbagi menjadi 3 yaitu perencanaan, pemantauan, dan mengevaluasi. Yang bertujuan menggembangkan sejumlah kemampuan fisik dan mental sebagai dasar untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedua hubungan antara keterampilan metakognitif dengan keterampilan proses sains. Jenis penelitian yang digunakan yaitu korelasional dimana korelasional merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mengukur hubungan antara variabel X dan Y yaitu keterampilan metognitif dengan keterampilan proses sains. Teknik sampling yang digunakan yaitu perposive sampling dimana tujuan khusus dari pengambilan sampel ini yaitu mengambil siswa yang telah mempelajari topik interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya, Sebanyak 31 siswa kelas VII-1. Instrumen yang digunakan merupakan tes berupa soal uraian untuk mengukur keterampilan metakognitif dengan keterampilan proses sains. Analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi product moment yang didahului uji prasyarat berupa uji normalitas, uji lineritas, dan uji homogenitas. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat hubungan antara keterampilan metakognitif dengan keterampilan proses sains siswa dengan nilai korelasi 0,449 (katagori cukup) yang berarti kedua variabel tersebut memiliki hubungan positif dan singnifika
HASRIYUNI
2024 · Thesis · Open Access
Mentimun merupakan salah satu pangan yang memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh dan memiliki kandungan air tinggi. Namun karena kandungan airnya yang tinggi menyebabkan timun mudah rusak dan tidak tahan lama. Umur simpan timun dapat diperpanjang dengan pengolahan. Pengolahan timun yang menarik konsumen dunia adalah kimchi. Kimchi merupakan salah satu jenis asinan sayuran tradisional Korea hasil fermentasi yang tambahkan bumbu pedas setelah digarami dan dicuci. Pada penelitian ini fermentasi kimchi dipengaruhi oleh jenis dan konsentrasi garam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial, dengan 2 faktor yaitu jenis garam (G) halus dan kasar, dan konsentrasi (K) 2%, 4%, 6%, dan 8%. Parameter penelitian yaitu uji kimia yang terdiri dari kadar air, kadar garam, kadar vitamin C, nilai pH, dan asam laktat. Uji organoleptik yang terdiri tekstur, warna, aroma dan rasa. Hasil analisis dilakukan dengan uji non- parametrik menggunakan uji friedman, dan dilajut dengan uji dunn sedangkan uji parametrik menggunakan uji ANOVA dengan uji lanjut BNT (beda nyata terkecil) taraf 5%. Jenis garam memberikan pengaruh terhadap parameter kadar air, kadar vitamin C dan asam laktat dan tidak memberikan pengaruh terhadap kadar garam. sedangkan konsentrasi garam memberikan pengaruh kadar garam, kadar vitamin C, dan asam laktat dan tidak memberikan pengaruh terhadap kadar air. Interaksi perlakuan jenis dan konsentrasi garam memberikan pengaruh terhadap kadar vitamin C dan asam laktat, serta menghasilkan nilai pH yang berbeda pada kimchi. Lebih tinggi konsentrasi dengan garam halus yaitu pada perlakuan K4G1 menghasilkan nilai kesukaan yang lebih disukai dengan skala rata-rata 4 (suka).
SRI WAHYUNI
2024 · Thesis · Open Access
Kesubjekan merupakan istilah yang digunakan untuk menguji subjek dalam sebuah bahasa yang ada di dunia ini. Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan bentuk klausa dasar dan mendeskripsikan bentuk piranti uji subjek pada Bahasa Bugis Pattinjo. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif menggunakan kajian sintaksis. Data dalam penelitian ini menggunakan data lisan yang bersumber dari penutur asli bahasa Bugis Pattinjo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik simak, rekam dan catat. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara yang tak berstruktur serta alat rekam untuk dokumentasi. Anialisis data dalam penelitian ini menggunakan metode agih, diikuti teknik bagi unsur langsung dan teknik lanjutan yaitu teknik sisip. Hasil dari penelitian menujukkan bahwa klausa dasar dalam bahasa Bugis Pattinjo terdiri atas klausa nonverbal berpredikat nomina, adjektiva dan frasa prepoisional dan klausa verba, selanjutnya hasil analisis piranti uji subjek Bahasa Bugis Pattinjo menunjukkan bahwa subjek memiliki properti sebagai berikut; (1) subjek muncul pada struktur konanis pada posisi preverbal (sebelum verba), (2) subjek dapat direlatifkan dengan pemarkah ya ’yang’ (prelatifan subjek), (3) subjek dapat dikontrol, (4) dapat disisipakan adverbial berupa pemarkah kala masiang ‘besok’ dan sebo ‘kemarin’ di antara subjek sebagai argumen preverbal dengan predikat, (5) dapat dinaikkan objek langsung dan objek tak langsung (argumen yang bukan subjek) menjadi subjek melalui mekanisme penaikan (raising). Kesimpulan penelitian ini adalah subjek dalam bahasa Bugis Pattinjo sesuai dengan bahasa universal. Kata kunci : Subjek, Bahasa Bugis Pattinjo, Sintaksis ada di dunia ini. Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan bentuk klausa dasar dan mendeskripsikan bentuk piranti uji subjek pada Bahasa Bugis Pattinjo. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif menggunakan kajian sintaksis. Data dalam penelitian ini menggunakan data lisan yang bersumber dari penutur asli bahasa Bugis Pattinjo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik simak, rekam dan catat. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara yang tak berstruktur serta alat rekam untuk dokumentasi. Anialisis data dalam penelitian ini menggunakan metode agih, diikuti teknik bagi unsur langsung dan teknik lanjutan yaitu teknik sisip. Hasil dari penelitian menujukkan bahwa klausa dasar dalam bahasa Bugis Pattinjo terdiri atas klausa nonverbal berpredikat nomina, adjektiva dan frasa prepoisional dan klausa verba, selanjutnya hasil analisis piranti uji subjek Bahasa Bugis Pattinjo menunjukkan bahwa subjek memiliki properti sebagai berikut; (1) subjek muncul pada struktur konanis pada posisi preverbal (sebelum verba), (2) subjek dapat direlatifkan dengan pemarkah ya ’yang’ (prelatifan subjek), (3) subjek dapat dikontrol, (4) dapat disisipakan adverbial berupa pemarkah kala masiang ‘besok’ dan sebo ‘kemarin’ di antara subjek sebagai argumen preverbal dengan predikat, (5) dapat dinaikkan objek langsung dan objek tak langsung (argumen yang bukan subjek) menjadi subjek melalui mekanisme penaikan (raising). Kesimpulan penelitian ini adalah subjek dalam bahasa Bugis Pattinjo sesuai dengan bahasa universal.
DIKKY ZULKARNAEN MUSTOFA
2024 · Thesis · Open Access
Dalam proses pembentukan produk plastik membutuhkan parameter dari mesin injeksi antara lain suhu pemanas, suhu leleh, pendinginan, waktu tahan, kecepatan injeksi. Parameter tersebut dapat mempengaruhi hasil produk, sehingga harus menemukan variasi yang cocok sesuai dengan produknya. Penelitian ini akan melakukan eksperimen untuk menganalisis pengaruh variasi suhu mesin injection molding pada limbah plastik jenis polypropylene. Uji coba yang dilakukan mesin injetion molding dengan suhu yang berbeda-beda yaitu 160°, 180°, dan 200°. Dari sisi kekerasan memiliki cacat yang berbeda beda 160° memiliki kekerasan 55 HD, 180° memiliki kekerasan 57,6 HD dan 200° memiliki kekeraasan 44 HD. Pada proses injection molding dengan suhu 200° sampel yang dihasilkan kualitas yang baik dibandingkan suhu 160° dan 180° yang mengalami sedikit penyusutan dan terlihat cacat short shot, sink mark dan weld mark.
NIRMA
2024 · Thesis · Open Access
Ekosistem lamun memiliki peran penting dalam penyimpanan karbon dalam jumlah besar dan dalam jangka waktu yang panjang. Karbon anorganik merupakan salah satu jenis karbon yang terlarut dalam air dan dimanfaatkan pada proses fotosintesis lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi kandungan karbon organik dari lamun dan sedimen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2023. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Lokasi penelitian dibagi menjadi 8 stasiun untuk sedimen dan 5 stasiun untuk lamun yang mewakili lokasi sampling tersebut di karang besar Perairan Pulau Balikukup. Analisis kandungan karbon lamun dan sedimen menggunakan metode Walkley & Black melalui proses pengasaman kemudian titrasi. Hasil penelitian menunjukkan kandungan karbon tiap jenis lamun yaitu Halodule uninervis 0,23 %Corg/gBK, Thalassia hemprichii 0,38 %Corg/gBK, Enhalus acoroides 0,22 %Corg/gBK, Halophila ovalis 0,23 %Corg/gBK , Syringodium isoetifolium 0,16 %Corg/gBK dan Cymodocea rotundata 0,10 %Corg/gBK. Nilai kandungan Corg pada sedimen berkisar 0,16 – 0,30 %Corg/gBK. Penyimpanan karbon terbanyak terdapat pada jenis lamun Thalassia hemprichii dan pada sedimen kandungan karbon terbanyak terdapat di stasiun 7.
TRIO ALDY ILHAMSAID
2024 · Thesis · Open Access
.
GANEFO ALDI UTAMA
2023 · Thesis · Open Access
Penelitian ini memiliki maksud untuk mengetahui teknik konseling kelompok terhadap motivasi belajar siswa. Apakah ada pengaruh teknik konseling kelompok terhadap motivasi belajar siswa kelas XII MAN Tarakan?. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dalam bentuk One Group Pretest Posttest Design. Populasi berjumlah 91 siswa kelas XII MAN Tarakan. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian adalah siswa yang memiliki motivasi belajar yang rendah dan rekomendasi dari guru bk, wali kelas, teman sekelas dan kesiswaan. Pengumpulan data menggunakan skala motivasi belajar. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji hipotesis menggunakan analisis statistik nonparametris yaitu uji Wilcoxon menggunakan SPSS versi 23.00 for windows diperoleh nilai sig.2 tailed sebesar 0,002 dengan taraf signifikan α sebesar 0,05 maka 𝐻0 ditolak. Hal ini menunjukkan ada pengaruh teknik konseling kelompok terhadap motivasi belajar siswa kelas XII MAN Tarakan.
YULIANA A.M
2023 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Upaya Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Kesulitan Belajar di SMA Negeri 1 Tarakan. Upaya guru bimbingan dan konseling adalah suatu usaha atau tindakan yang dilakukan guru bimbingan dan konseling untuk mencegah dan memecahkan suatu permasalahan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah Guru Bimbingan dan Konseling sebanyak 2 (dua) guru yang berada di SMA Negeri 1 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Tarakan adalah dengan memberikan layanan bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok kepada peserta didik dan membawa perubahan baik dirinya, hingga tujuan dari penelitian ini tercapai, yaitu untuk membantu peserta didik dalam mengatasi kesulitan belajar yang dialaminya.
JOVANDI JONFRET
2023 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Pembuktian Kejahatan Siber Dalam Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial. Pertama, apakah ketentuan hukum pidana kejahatan siber pencemaran nama baik di Indonesia; Kedua, pembuktian tindak pidana pencemaran nama baik di Indonesia. Penelitian ini termasuk jenis penelitian yuridis normatif dan yuridis sosiologis, di mana data-data yang dipakai adalah data kepustakaan kemudian melakukan telaah terhadap kasus-kasus yang berkaitan dengan isu yang sedang ditangani. Penelitian ini menggunakan pendekatan Perundang-Undangan (Statute Approach), Kasus (Case Approach), sedangkan menganalisis, penulis menggunakan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan Ketentuan hukum tentang tindak pidana pencemaran nama baik di Indonesia diatur dalam, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan Undang-Undang Nomor 1 tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Serta, Pembuktian tindak pencemaran nama baik di Indonesia mengacu pada Pasal 184 KUHAP, majelis hakim dalam menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa tentu sudah mempertimbangkan sesuai dengan fakta hukum yang terungkap di persidangan. Dalam proses pemeriksaan di persidangan disitu akan dihadirkan, bukti saksi, bukti elektronik, barang bukti lainnya dihadirkan dan terdakwa memberikan kesaksiannya juga dan ternyata hakim meyakini bahwa ternyata benar ini adalah tindak pidana, sehingga dalam putusan hakim menuangkan bahwa setelah didukung dengan alat bukti-alat bukti, saksi-saksi dan keteranagn terdakwa serta barang bukti yang didapat keyakinan hakim bahwa betul terdakwa melakukan tindakan pencemaran nama baik tersebut.
NUR AZIZAH YASIN
2023 · Thesis · Open Access
Latar Belakang: Pola makan ialah cara dalam mengatur jumlah dan jenis makanan yang seimbang dengan porsi cukup untuk memperbaiki dan meningkatkan status gizi balita. Pengetahuan ibu tentang pola makan berpengaruh terhadap pemberian pola makan yang sehat pada balita, hal ini dikarenakan ibu pemegang peran penting dalam menyediakan makanan untuk keluarga terutama balita. Tujuan: Tujuan penilitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi pola makan sehat terhadap tingkat pengetahuan ibu balita dalam upaya peningkatan status gizi balita. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pretest yang digunakan sebelum diberi perlakuan dan posttest yang digunakan setelah perlakuan, dengan metode penelitian Pre Experimental Study yang memiliki rancangan One Group Pre-Test Post-Test. Total sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 responden. Dengan tekink pengambilan sampel purposive sampling. Hasil: Ada perbedaan antara pengetahuan sebelum dan setelah diberikan edukasi dengan nilai p-value 0,000(0,05) yang artinya ada perbedaan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pola makan dengan status gizi balita di Posyandu Mawar Kelurahan Juata Laut. Oleh karena itu, diperlukan adanya peningkatan pengetahuan ibu mengenai pola makan melalui penyuluhan agar ibu dapat memberikan pola makan yang sehat dengan memantau status gizi balita secara teratur guna menjaga status gizi yang baik dan mencegah terjadinya masalah status gizi pada balita.
MICHAEL SULI RERA
2023 · Thesis · Open Access
-
DEVIE HESTIANITA
2023 · Thesis · Open Access
.
SITI NURAISYAH
2023 · Thesis · Open Access
Pada Perumahan Pesona Citra Cemerlang II Kota Tarakan terlihat beberapa bentuk kerusakan yang terjadi terutama di Blok E. Kerusakan bangunan perumahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti tanah yang mengalami penurunan dan bencana alam (banjir dan gempa bumi). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kerusakan dan menghitung persentase kerusakan yang terjadi pada masing-masing jenis kerusakan pada perumahan tersebut. Metode pembobotan yang digunakan untuk menentukan tingkat kerusakan bangunan mengacu pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 16 Tahun 2021 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Didapatkan 3 jenis rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Ketiga jenis kerusakan ini tidak terjadi pada satu komponen yang sama, melainkan pada komponen yang berbeda-beda, seperti pada kondisi penurunan bangunan, kemiringan bangunan, dan keretakan pada dinding bangunan. Berdasarkan hal tersebut, maka dibuatlah rekapitulasi keseluruhan kondisi kerusakan. Kondisi kerusakan dibagi menjadi 3 kondisi, yaitu kondisi penurunan bangunan, kondisi kemiringan bangunan, dan kondisi keretakan dinding bangunan. Ditinjau dari kondisi penurunan bangunan, pada perumahan Blok E terjadi 40% kerusakan ringan, 46,7% mengalami kerusakan sedang dan 6,7% mengalami kerusakan berat serta 6,7% yang tidak mengalami penurunan. Selanjutnya pada tinjauan kondisi kemiringan bangunan pada perumahan Blok E terjadi 46,7% kerusakan ringan, 13,3% mengalami kerusakan sedang dan 40% mengalami kerusakan berat. Sedangkan pada tinjauan kondisi keretakan dinding yang terjadi pada perumahan Blok E terjadi 93,3% mengalami kerusakan ringan dan 6,7% mengalami kerusakan sedang.