AKBAR TANJUNG
2021 · Thesis · Open Access
Kota Tarakan memiliki potensi sumber daya perikanan cukup besar khususnya perikanan budidaya. Pemanfaatan budidaya udang windu cukup tinggi namun terjadi beberapa permasalahan salah satunya adalah penyakit. Penyakit yang menginfeksi pada udang windu adalah parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pravalensi ektoparasit pada udang windu (Penaeus monodon) di tambak tradisionl Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Pengambilan sampel udang diambil sebanyak 4 kali dalam sebulan dengan umur udang 1 bulan. Setiap minggu diambil sebanyak 10 ekor. Identifikasi ektoparasit dilakukan pada organ mata, insang, kaki jalan, kaki renang, kulit, ekor. Selajutnya menghitung prevalensi ektoparasit. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 3 jenis parasit yaitu Zoothamnium sp,Vorticella sp, Epistylis sp. Prevalensi ektoparasit pada udang windu (penaeus monodon) dari 40 sampel di peroleh 25 sampel yang terinfeksi ektoparasit (62,5%). Nilai prevalensi ektoparasit tertinggi ditemukan pada minggu kedua sebesar 80%. Sedangkan nilai terendah di dapatkan pada minggu pertama 50%. Nilai intensitas ektoparasit yang paling dominan yaitu Zoothamnium sp dengan nilai 1 ind/ekor
MIA SISKA
2021 · Thesis · Open Access
STUDI KASUS MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN LEARN ON DELIVERY (LOD) PADA KELAS X DI SMA MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran biologi dengan menggunakan model pembelajaran Learn On Delivery (LOD) pada kelas X dan untuk mengetahui minat belajar siswa terhadap pembelajaran biologi dengan menggunakan model pebelajaran Learn On Delivery (LOD) pada kelas X SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kuesioner, lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan keterlaksanaan model pembelajaran Learn On Delivery (LOD) pada pertemuan pertama dikategorikan kurang dengan presentase 52% sedangkan pada pertemuan kedua dikategorkan baik dengan presentase 76% sedangkan minat belajar siswa terhadap pembelajaran biologi dengan menggunakan model pembelajaran Learn On Delivery (LOD) rata-rata kategori sangat berminat terdapat 14 siswa dengan presentase 45,16%, pada kategori berminat terdapat 11 siswa dengan presentase 35,48%, dan pada kategori cukup berminat terdapat 6 siswa dengan presentase 19,35%. Kata kunci : Minat, Model pembelajaran Learn On Delivery (LOD) A CASE STUDY OF STUDENTS’ LARNING INTEREST IN BIOLOGI LEARNING USING THE LEARN ON DELIVERY (LOD) MODEL AT CLASS X OF SMA MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL TARAKAN Abstract The purpose of this research was to determine the implementation of biology learning using the Learn on Delivery (LOD) learning model in class X, as well as student interested in learning biology using the Learn on Delivery (LOD) learning model in class X at SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan. Case study research was the design of this investigation. Questionnaires, observation sheets on the execution of the learning model, documentation, and interviews were utilized as data gathering approaches. The results of this study showed that the frist meeting’s implementation of the Learn on Delivery (LOD) learning model was categorized as lacking 52%, while the second meeting’s implementation was categorized as good 76%, and student’s interest in learning biology using the Learn on Delivery (LOD) learning model was average. There were 14 students in the hight interested category with a 45.16% interest rate, 11 students were in the interested category with a 35.48% interest rate, and 6 students were in the moderately interested category with a 19.35% interest rate. Keywords: Interest, Learning on Delivery (LOD) Learning Model
RIA ARIANI AMIN
2021 · Thesis · Open Access
This study was conducted to identify the types of errors in the students’ descriptive text. This is a descriptive qualitative study conducted in MIA 4 at SMAN 2 Tarakan in the 2020/2021 academic year. The subjects were 28 students. This research was conducted online on Friday 18 September 2020. The technique of data collection was a written test. It focused on classifying errors, based on the Surface Strategy Taxonomy. Based on the analysis, there were 153 errors, among of which are addition (18 errors or 12%), omission(33 or 21%), formation errors (101 or 66%), and placement errors (1 or 1%). The most common error is spelling errors, classified into misformation errors with 67 total error out of153 total errors. In conclusion, the researcher found 153 errors that occurred in a descriptive text made by the tenth grade students of MIA 4 from SMAN 2 Tarakan.
MEGAWATI
2021 · Thesis · Open Access
Ikan mas koki (Carassius auratus) adalah jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena warna yang begitu menarik. Warna menjadi salah satu Indicator keindahaan pada ikan hias, semakin cerah warna ikan hias maka semakin menarik perhatian. Salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan kualitas warna ikan mas koki dengan menggunakan Spirulina sp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi optimal tepung Spirulina sp pada pakan yang dapat meningkatkan kecerahan warna ikan mas koki. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan penambahan tepung Spirulina sp pada penelitian ini meliputi 0%, 30%, 50%, 70%, 100% gram pakan. Berdasarkan pengamatan pemberian tepung Spirulina sp pada konsentrasi 50% mampu meningkatkan kecerahan warna ikan mas koki,konsentrasi 50% mampu meningkatkan pertumbuhan ikan mas koki. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pemberian pakan Spirulina sp mampu meningkatkan kecerahan warna dan pertumbuhan ikan mas koki
ADELIA KRISTINA MARTA
2021 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan yang dilakukan oleh kepolisian.. Pertama, bagaimana dari kewenangan kepolian dalam melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan? Kedua, bagaimana tata cara pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan oleh kepolisian di Kota Tarakan?. Skripsi ini merupakan penelitian normatif terhadap kaidah-kaidah hukum terkait variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan undang-undang yakni: Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta peraturan yang terkait dengan penelitian ini serta pendekatan kasus yang terjadi di Kota Tarakan mengenai pelanggaran lalu lintas. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang didapatkan dalam peraturan perundang-undangan terkait kewenangan kepolisian dalam melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan serta hasil wawancara dengan kepolisian dalam bidang lalu lintas. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, artikel, data-data internet, ensiklopedi dan kamus. Hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, kepolisian mempunyai kewenangan yang mutlak dalam melakukan pemeriksaan kendaraan di jalan yang diberikan oleh undang-undang sehingga harus diimplementasikan kewenangannya untuk mengatur lalu lintas agar tercipta keteraturan dalam berkendara. Kedua, kepolisian dalam menjalankan kewenangannya harus dengan tanggungjawab sepenuhnya menurut ubndang-undang sehingga tidak terjadi kesewenang-wenangan dalam menjalankan tugasnya. Pada kasus pelanggaran yang terjadi pada operasi patuh kayan 2020 yang terjadi dilatarbelakangi adanya masyarakat yang kurang mematuhi peraturan yang berkaitan dengan kelengkapan dalam berkendara dan melanggar marka jalan.
ELISA
2021 · Thesis · Open Access
Secara umum permasalahan dalam usaha penangkapan yang beranggapan bahwa daerah penangkapan ikan potensial adalah perairan yang memiliki ikan yang melimpah, sehingga hasil tangkapan lebih banyak. Namun anggapan tersebut tidak selamanya dapat dibenarkan. Penggunaan alat penangkapan ikan yang tidak selektif berpengaruh terhadap komposisi hasil tangkapan yang bervariasi jenis dan ukurannya. Selain itu, pengamatan mengenai aspek biologi ikan kiper (Scatophagus argus) pada Perairan Bunyu belum pernah dilakukan, maka perlu dilakukan penelitian yang berkaitan dengan aspek biologi mengenai kelimpahan dan struktur ukuran ikan kiper (Scatophagus argus). Tujuan penelitian untuk mengetahui kelimpahan dan struktur ukuran ikan kiper (Scatophagus argus) yang tertangkap pada alat tangkap bubu di Perairan Bunyu. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahapan yaitu total pengambilan sampel sebanyak 4 trip selama 2 bulan di tempat pendaratan ikan. Kemudian tahap kedua yaitu melakukan identifikasi dan pengukuran sampel yang dilakukan di Laboratorium Biologi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan mulai dari bulan Juni – Juli 2021, bertempat di Perairan Bunyu. Kelimpahan hasil tangkapan alat tangkapan bubu terdapat 5 spesies ikan yaitu kakap merah (Lutjanus argentimaculatus), Kerapu (Epinephelus malabaricus), Jangki Tompel (Lutjanus russelli), kiper (Scatophagus argus), dan buntal (Tetraodon sp.) Jenis ikan yang paling dominan yaitu ikan kiper (Scatophagus argus) dengan jumlah 39,71 %, hal ini diduga karena ikan kiper melakukan ruaya atau migrasi dan terdapat karang sebagai tempat persembunyian setelah selesai mencari makan. Struktur ukuran kiper (Scatophagus argus) rata- rata panjang dominan yaitu berada pada kisaran 21,5 – 23,9 jika dibandingkan dengan ukuran panjang pertama kali matang gonad Lm = 14 cm dapat dinyatakan bahwa semua hasil tangkapan termasuk dewasa.
SUVIANTY
2021 · Thesis · Open Access
Ikan molly (Poecilia sphenops) adalah jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena warna yang begitu menarik. Warna menjadi salah satu Indicator keindahaan pada ikan hias, semakin cerah warna ikan hias maka semakin menarik perhatian. Salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan kualitas warna ikan molly dengan menggunakan Spirulina sp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi optimal tepung Spirulina sp pada pakan yang dapat meningkatkan kecerahan warna Ikan molly. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan penambahan tepung Spirulina sp pada penelitian ini meliputi 0%, 30%, 50%, 70%, 100% gram pakan. Berdasarkan pengamatan pemberian tepung Spirulina sp pada konsentrasi 50% mampu meningkatkan kecerahan warna ikan molly,konsentrasi 70% mampu meningkatkan pertumbuhan ikan molly. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pemberian pakan Spirulina sp mampu meningkatkan kecerahan warna dan pertumbuhan Ikan molly
ANANDA WIDYA PUTRI. J
2021 · Thesis · Open Access
MAKNA RITUAL ADAT PEDIBAI SUKU BULUNGAN DI TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK) Abstrak Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam setiap Simbol Budaya pada Prosesi Ritual Adat Pedibai Suku Bulungan di Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah makna dari simbol dalam setiap prosesi Ritual Pedibai yang bersumber dari informan/narasumber. Sedangkan sumber data adalah Ritual Pedibai Suku Bulungan di Tanjung Palas. Teknik pengumpulan data di antaranya yaitu observasi, teknik pengamatan, wawancara, teknik rekam, teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap analisis, yaitu koleksi data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Dengan 18 data yang ditemukan dan dianalisis. menggunakan teori Charles Sanders Peirce yaitu teori segitiga makna yang dimana didalam segitiga makna tersebut Sign (Tanda), Object (Acuan) dan Interpretant (Interpretasi/penggunaan). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat makna pada simbol budaya Ritual Pedibai suku bulungan dengan tujuan meminta kepada yang maha kuasa untuk menjaga keselamatan dan kesehatan serta terhindar segala bahaya dan bencana dan tetap sejahtera. Kata Kunci: Makna Simbol Budaya, Ritual Pedibai, Suku Bulungan, Semiotik
USWATUN HASANAH
2021 · Thesis · Open Access
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dari model Borg and Gall antara lain (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba awal, (5) revisi produk, (6) uji coba lapangan, (7) revisi uji coba lapangan, (8) uji lapangan, (9) revisi produk akhir, (10) desiminasi dan implementasi kemudian dimodifikasi oleh Setyosari (2013: 223) yang dibatasi pada tujuh tahap yaitu (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba awal, (5) revisi produk, (6) uji coba lapangan, (7) revisi produk akhir. Instrumen penelitian dan pengembangan ini menggunakan lembar pedoman wawancara guru, angket validasi ahli materi, angket validasi ahli bahasa, dan angket validasi ahli media memiliki 10 aspek penilaian, angket respon guru memiliki 10 aspek penilaian dan angket respon siswa berjumlah 6 aspek. Hasil penelitian dari validasi penyajian buku cerita anak berbasis pendidikan karakter penunjang literasi melalui angket oleh ahli materi mencapai presentase 90% dengan kualifikasi sangat layak. Ahli bahasa mencapai presentase 100% dengan kualifikasi sangat layak dan ahli media mencapai presentase 93% dengan kualifikasi sangat layak. Hasil angket respon guru terhadap buku cerita anak berbasis pendidikan karakter penunjang literasi presentasenya sebesar 85% dikualifikasikan sangat praktis dan respon siswa sebesar 99% dengan kualifikasi sangat efektif. Uji coba produk dilaksanakan di kelas V SD Negeri 013 Tarakan. Hasil penelitian dan pengembangan buku cerita anak berbasis pendidikan karakter penunjang literasi layak digunakan dalam pembelajaran dan media penunjang kegiatan literasi di sekolah.
AMRASAMRI
2021 · Thesis · Open Access
Sampah plastik merupakan masalah yang sangat sulit diatasi oleh karena itu Pemerintah Kota Tarakan telah mengatur tentang Pengurangaan Penggunaan Kantong Plastik. Namun dalam pelaksanaanya masih banyak fenomena sosial yang perlu mendapatkan perhatian yang khusus dari masyarakat yaitu sampah plastik lebih tepatnya kantong plastik karena setiap masyrakat masih banyak menggunakan kantong plastik dalam kesehariannya. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Peraturan Walikota Nomor 9 Tahun 2019 pada pelaku usaha di toko-toko modern serta upaya hukum yang dilakukan dan dapat ditempuh pemerintah untuk mengoptimalkan penerapan Peraturan Wali Kota Tarakan Nomor 9 Tahun 2019. Penulisan ini menggunakan metode penelitian hukum empiris, penelitian hukum empiris yang dimaksud disini juga dalah pengkajian ilmu hukum tidak terbatas lagi pada pengkajian sistem peraturan yang ada tapi mulai dikaitkan dengan proses yang sedang berjalan dengan mengamati semua bentuk perubahan yang terjadi di sekelilingnya, seperti proses kultural dan sosial politik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan, Kabag Hukum Setda Kota Tarakan serta pelaku-pelaku usaha toko-toko modern. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisa data deskriptif kualitatif. Deskriptif kualitatif adalah penelitian yang memahami, menjelaskan, menentukan dan memperoleh gambaran yang mendalam tentang permasalahan penelitian ini. Dalam pelaksanaan dan penerapan maupun upaya hukum atau penegakan hukum terkait dengan Peraturan Wali Kota Tarakan Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik belum berjalan dengan baik dan belum sepenuhnya optimal dan dari hasil wawancara dengan beberapa narasumber dan responden menunjukkan bahwa Peraturan Walikota Tarakan Nomor 9 Tahun 2019 masih kurang diterapkan di toko-toko modern oleh karena itu pemerintah diharapkan lebih tegas lagi mengatur tentang pengurangan sampah plastik ini
MUHAMMAD ISUL MUSLIMIN
2021 · Thesis · Open Access
Ikan lele merupakan salah satu komoditas yang sangat diminati masyarakat dan ikan lele juga memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi. Upaya dalam peningkatan produksi ikan lele melalui subsektor perikanan budidaya dapat dicapai dengan adanya penyediaan benih yang cukup tahan dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari uji tantang pada benih ikan lele tanpa pemberian pakan Pasca Pemijahan Dengan Induk Yang Diberi Tepung Kunyit (Curcuma domestika) Dan Hormon Tiroksin. Uji tantang yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan benih ikan lele berumur 3 hari. Penelitian terbagi menjadi dua tahapan, tahapan pertama yaitu pemberian dosis (4,8 gram tepung kuyit, 0,1 mg horomon tiroksin). tahapan kedua yaitu pengujian dosis. Uji tantang pada benih ikan lele dilakukan selama 12 hari. Parameter yang diukur selama penelitian yaitu kelangsungan hidup, dan pertumbuhan benih ikan lele, serta parameter kualitas air (pH, suhu, DO, dan amoniak). Hasil penelitian menunjukkan kelangsungan hidup benih ikan lele pada pemijahan induk yang diberi tepung kunyit (4,8 gram) sebesar 42% dan hormon tiroksin (0,1 mg) sebesar 45%, sedangkan perlakuan pada kontrol sebesar 45%. Hasil pertumbuhan pada benih ikan lele menunjukkan hasil yang tidak berbeda jauh antar perlakuan. Sedangkan, hasil pengukuran kualitas air selama penelitian didapatkan hasil pengukuran yang masih tergolong baik bagi benih ikan lele (Clarias gariepinus) Catfish is a commodity highly preferred by many people and demanded by the markets. The efforts made to increase the catfish production through aquaculture sub-sector can be achieved when the quality and resistant seeds are adequately provided. This research aimed to figure out the effect of non-feeding challenge test on catfish seeds after spawned from broodstock administered with turmeric powder (Curcuma domestica) and thyroxine hormone. The challenge test was conducted in this research using 3-day old catfish seeds. The research was divided into two stages: dosage administration (4.8 grams of turmeric powder and 0.1 mg of thyroxine hormone), dosage testing. Challenge test on catfish feeds was performed in 12 days. The measured parameters included the catfish seeds’ survival and growth, as well as water quality level (pH, temperature, DO, and ammonia). The research results showed that cthe carfish seeds’ survival level spawned from their broodstocks administered with turmeric powder (4.8 grams) was 42% and those with thyroxine hormone (0.1 mg) wa 45%, while the control treatment was 45%. The research results also shot that the growth of catfish seeds had no significant different with that in the other treatments. In addition, the research results indicate that the water quality was still relatively good for the catfish seeds (Clarias gariepinus).
MARINI AYUB
2021 · Thesis · Open Access
ASPEK REPRODUKSI DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN GULAMA (JOHNIUS SPP.) YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN TARAKAN BAGIAN TIMUR Abstrak Ikan gulama merupakan salah satu bagian utama dalam membentuk jaring makanan dalam ekosistem pesisir dan estuari. Keberlanjutan populasi ini menjadi salah satu unsur yang dibutuhkan dalam pengelolaan yaitu mengenai Aspek Reproduksi dan Kebiasaan Makan Ikan Gulama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis makanan alami serta mengetahui aspek reproduksi ikan gulama (Johnius spp.). yang tertangkap di Perairan Tarakan bagian Timur. Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga Maret dimana ikan-ikan yang dijadikan sebagai sampel dikumpulkan menggunakan alat tangkap trammel net. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengukuran kualitas air yang dilakukan secara insitu, menganalisis kebiasaan makan ikan gulama, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG) dan indeks kematangan gonad (IKG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan gulama merupakan karnivora terbukti dengan rasio panjang usus 0,6-0,7 cm cenderung crustavorus sebab makanan utama udang, makanan pelengkap ikan-ikan kecil dan kepiting, makanan tambahan berupa cacing serta serasah. Aktivitas makan ikan gulama berbeda-beda setiap tripnya dengan nilai berkisar antara 10,9-19,8%. Nisbah kelamin ikan jantan dan betina tidak seimbang dengan perbandingan 1,0: 2,6, kemudian hasil pengamatan terhadap TKG ikan gulama menunjukkan bahwa ikan betina telah memasuki fase pematangan awal karena telah berada pada TKG IV sedangkan ikan jantan belum memasuki fase pematangan awal karena masih berada pada TKG III. Nilai IKG ikan gulama jantan berkisar antara 3,3-123,5% sementara ikan betina berkisar antara 17,2-485,4% hal ini dapat dimengerti karena volume ovarium pada ikan betina lebih besar dibandingkan volume testis pada ikan jantan.
MATIUS MARTINUS
2021 · Thesis · Open Access
The project implementation of the Integrate Lecture Laboratory Building construction at Universitas Borneo Tarakan experienced delays from the actual working time starting from April to October reaching only 50% with the remaining implementation time of maximally until December (in week 13 of the 3rd month, the plan reached 2.3995%, while the deviation was -7.1525%). The problems related to the building construction projects were settled by adding the working hours and workes. The calculation started by finding the critical path, performing crashing o obtain the cost slope for the critical activities, and the analyzing the optimum time and cost using the time cost trade off method. The normal time to complete the building construction project was 245 working days with the normal cost of IDR 36,819,469,125,07, while the time and cost neede to accelerate the project completion using the time cost trade off method was 200 working days and the addition of workers with the total cost of IDR 36,791,469,125,07, thus saving the cost reaching IDR 1,917,727,90.
TIKA LESTARI HANDAYANI
2021 · Thesis · Open Access
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan konjungsi dan kesalahan penggunaan konjungsi pada karangan cerita fantasi siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang menggunakan teknik analisis data kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik baca, teknik simak, dan teknik catat. Data yang telah ditemukan kemudian diklasifikasi sesuai dengan fungsi konjungsi. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata dan kalimat yang terdapat dalam karangan cerita fantasi siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Tarakan. Pada analisis data, peneliti mengaitkan kajian teori dengan data yang terkumpul mengenai arti atau maksud penggunaan data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penggunaan konjungsi dan kesalahan penggunaan konjungsi pada karangan cerita fantasi siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Tarakan. Data penggunaan konjungsi yang diperoleh sebanyak 93 data. Data kesalahan penggunaan konjungsi yang diperoleh sebanyak 124 data.
ERICHA IRIANY IRWAN
2021 · Thesis · Open Access
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP KESULITAN BELAJAR PADA MATA PELAJARAN NORMATIF KELAS XI DI SMK NEGERI 1 TARAKAN Abstrak Bimbingan kelompok adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seseorang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang agar dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri. Dengan adanya bimbingan kelompok, maka kesulitan belajar yang dialami siswa akan berkurang serta akan meningkatkan hasil belajar para siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok terhadap kesulitan belajar pada mata pelajaran normatif siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain one group pre-test and post-test. Dengan populasi sebanyak 393 siswa dan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan kriteria hasil nilai ujian siswa yang tidak mencapai KKM sebanyak 24 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah uji validitas, uji reliabilitas dan uji normalitas menggunakan shapiro wilk. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, maka diperoleh dari 40 item pernyataan, ada 29 item yang valid dan 11 item tidak valid, perhitungan reliabel menggunakan alpha cronbach 0,929>0,7 dikatakan reliabel dan chi square didapatkan hasil (ρ) value = 0,002. Diketahui rumus chi square ialah tolak Ho jika nilai ρ α. Karena didapatkan 0,002 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima sehingga ada pengaruh antara bimbingan kelompok terhadap kesulitan belajar pada mata pelajaran normatif.
BHEKTI RAMADANI
2021 · Thesis · Open Access
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model pembelajaran Learn On Delivery (Leader) terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran biologi kelas X di SMA Muhamadiyah Boarding School Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasi Eksperiment dengan desain Non Equivalent Control Group Design. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret selama dua pertemuan dan sampel yang digunakan adalah X mia 1 (kelas eksperimen) dan X mia 2 (kelas kontrol). Teknik pengumpulan data dengan observasi dan tes formatif berupa 30 soal pilihan ganda serta dokumentasi. Uji Normalitas menunjukkan nilai sig ≥ 0.05 yang berarti sampel berdistribusi normal, uji Homogenitas menunjukkan nilai 0,185 dan 0,140 (sig ≥ 0,05) yang berarti data bersifat homogen. Hasil penelitian menggunakan Analisis Of Covariance (Anakova) menunjukkan bahwa model pembelajaran Learn On Delivery (Leader) berpengaruh terhadap hasil belajar sudah layak/benar dilihat dari nilai sig 0,000 ( 0,05) dengan nilai F sebesar 46.981 (corrected model) pada tabel (tests of between-subjects effects) nilai signifikan 0,000 (p0,05) yang berarti bahwa H0 ditolak. Peranan “kovariat” dalam menentukan perbedaan rata-rata kelas tersebut dapat dilihat dari nilai variabel preetest nilai sig sebesar 0,166 (> 0,05). Dengan demikian dalam model anakova ini peranan kovariat preetest tidak signifikan. Abstract : This research aimed to figure out the influence of Learn On Delivery (Leader) learning model on biology learning outcomes of Grade X students at SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan. The research employing Quasi Experimental method with a Non Equivalent Control Group Design was conducted in March for two meetings with the samples of X mia 1 (experimental class) and X mia 2 (control class). The data were collected using observations, formative tests in the form of 30 multiple choice questions, and documentation. The normality test shows tha significance value was 0.05, meaning that the samples were normally distributed. The homogeneity tests shows the value of 0.185 and 0.140 (sig 0.05), meaning that the data is homogeneous. The research results based on the Analysis of Covariance (anacova) show that Learning On Delivery (Leader) learning model which influenced learning outcomes was feasible seen from the sig value of 0.000 ( 0.05) with F value of 46.981 (corrected model) in the table (tests of between-subjects effects) with the significant value of 0.000 (p0.05), meaning that H0 was rejected. The role of “covariates” is determining the class average differences could be seen from pretest scores in which the significance value was 0.166 (> 0.05). Thus, in this anacova model, the role of covariate in pretest was not significant.
IRPAN BIN LASIDA
2021 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan media audio visual dalam pembelajaran menulis cerita fantasi pada siswa kelas vii smp negeri 8 tarakan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian eksperimen yang memiliki kelas kontrol pada penelitiannya. Penelitian eksperimen digunakan untuk mengetahui keefektifan media audio visual dengan menggunakan desain penelitian pretest-posttest control grup design. Populasi dalam penelitan adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 8 Tarakan. Pengambilan sampel pada penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas VII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-3 sebagai kelas kontrol dengan masing-masing berjumlah 18 siswa setiap kelasnya. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisis data deskriptif posttest, diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan media audio visual dengan jumlah siswa 18 adalah 73,11 sedangkan pada kelas kontrol yang diberi perlakuan pembelajaran yang tidak media audio visual dengan jumlah siswa 18 adalah 69,33 dan pengujian statistik dengan menggunakan uji independent sample t-test pada software SPSS version 26 for window diperoleh t hitung 1,970 pada taraf signifikan a = 0,05 dan df = 34 diperoleh nilai t tabel 1,690 berarti t hitung ≥ t tabel (1,970 ≥ 1,690) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data pada baris equal variances assumed (varians diasumsikan sama) diperoleh t hitung 1,970 pada taraf signifikan a = 0,05 dan df = 34 diperoleh nilai t tabel 1,690 berarti t hitung ≥ t tabel (1,970 ≥ 1,690) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan dengan menggunakan media audio visual efektif terhadap pembelajaran menulis cerita fantasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan”.
SILVIANA
2021 · Thesis · Open Access
Literasi sains adalah kemampuan menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi permasalahan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti dalam rangka memahami serta membuat keputusan berkenaan dengan alam dan perubahan yang dilakukan terhadap alam melalui aktivitas manusia. Literasi sains penting untuk dikuasai oleh siswa agar dapat memahami lingkungan hidup, kesehatan,ekonomi dan masalah-masalah lain yang dihadapi oleh masyarakat modern yang sangat bergantung pada teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kemampuan literasi sains siswa kelas X MIA SMA di Kota Tarakan. Kemampuan literasi sains diukur menggunakan tiga indikator dalam aspek kompetensi yaitu mengidentifikasi permasalahan ilmiah, menjelaskan fenomena secara ilmiah dan menggunakan bukti ilmiah. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Hang Tuah Tarakan yang berjumlah 3 kelas dan siswa kelas X SMA Negeri 3 Tarakan yang berjumlah 3 kelas, dengan total siswa berjumlah 190 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa kelas X di SMA Hang Tuah Tarakan termasuk dalam kategori “Kurang” dengan nilai rata-rata sebesar 57,72. Adapun nilai pada aspek mengidentifikasi permasalahan ilmiah memperoleh nilai rata-rata 62,11 termasuk dalam kategori cukup, pada aspek menjelaskan fenomena secara ilmiah memperoleh nilai rata-rata sebesar 48,91 termasuk dalam kategori sangat kurang dan untuk aspek menggunakan bukti ilmiah memperoleh nilai rata-rata sebesar 63,09 dengan kategori cukup. Hasil penelitian pada siswa Kelas X SMA Negeri 3 Tarakan menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa termasuk dalam kategori “Cukup” dengan nilai rata-rata sebesar 67,72. Adapun nilai pada aspek mengidentifikasi permasalahan ilmiah memperoleh nilai rata-rata 67,40 termasuk dalam kategori cukup, pada aspek menjelaskan fenomenan secara ilmiah memperoleh nilai rata-rata 56,88 termasuk dalam kategori kurang dan untuk aspek menggunakan bukti ilmiah memperoleh nilai rata-rata sebesar 63,87 termasuk dalam kategori cukup. Scientifik literacy was defined as the ability to apply scientific knowledeg, identifity problems, and draw conclusions based on facts in order to comperehend and make judgments about nature and the changes caused by human activity. Scientific literacy was critical for students to comperhend environment, health, economy, and other issues confronting modern society, which is heavily reliant on technology and scientific advancements. The purpose of this study was to analyze the scientific literacy skills of ten grade students in MIA SMA Tarakan. Scientific literacy skills was measured using three indicator of the aspect of compentence, namely identifying scientific problems, explaining phenomena scientifically and using scientific problems. The sample for this study werw students in class ten at SMA Hang Tuah Tarakan, consisting of three classes, and student in class ten at SMA Negeri 3 Tarakan, consisting of three classes, for a total of 190 students. The results showed that tenth grade students at SMA Hang Tuah Tarakan had an average score of 57.72 for scientific literacy. The aspect of identifying scientific problems got on an average score of 62.11, categorize as “sufficient” , the aspect of scientifically explaining the phenomenon got on average score of 48.91, categorized as “very poor” , and the aspect of using scientific evidence got on average score of 63.09, categorized as “ sufficients”. While, the result at tenth grade students in SMA Negeri 3 Tarakan revealed that student’s scientific literacy skills werw categorized as “Enough”, wit in average score of 67.72. The average value for identifying scientific problems was 67.40, categorized as “sufficient”, the average score for aspect of explaining phenomena scientifically was 56.88, categorized as “less”, and the average score for scientific evidence was 63.87, categorized as “sufficient”.
ALFIGRAYANTI
2021 · Thesis · Open Access
Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu komoditi ekspor yang potensial untuk dikembangkan. Penyakit yang sering didapat pada budidaya rumput laut adalah penyakit bakterial, yang dilakukan dengan penyakit ice-ice. Epifit merupakan hama yang menempel pada rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri dan epifit pada rumput laut K. alvarezii yang terserang penyakit ice-ice. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif sampel rumput lut di ambil di dua stasiun yaitu di tanjung batu kota tarakan, isolasi bakteri dan identifikasi bakteri dan epifit. Hasil identifikasi yang didapatkan ada empat bakteri ialah Actinobacillus, Moraxella, Alcaligenes, Vibrio S. Hasil Epifit yang ditemukan pada lokasi tanjung batu Tarakan banyak menempel pada thallus Rumput Laut K.alvarezii sebagian besar adalah alga yaitu; Chaetomorpha crassa, tiram. kutu laut, teritip, alga merah Kappaphycus alvarezii seaweed is a potential export commodity to be developed. Diseases that are often found in seaweed cultivation are bacterial diseases, namely ice-ice disease. Epiphytes are pests that attach to seaweed. This study aims to determine the types of bacteria and epiphytes in K. alvarezii seaweed which is attacked by ice-ice disease. Using quantitative descriptive methods and work procedures, this research carried out four stages, namely: preparation of tools and materials, sampling, isolation of bacteria and identification of bacteria and epiphytes. The identification results obtained were four bacteria, namely Actinobacillus, Moraxella, Alcaligenes, Vibrio S. The results of the Epiphytes found at the Tanjung Batu Tarakan location were mostly attached to the thallus of the Seaweed K.alvarezii, mostly algae, namely; Chaetomorpha crassa, oyster. sea lice, barnacles, red algae
IRMA
2021 · Thesis · Open Access
Ketersediaan unsur hara nitrogen pada tanah masam sangat rendah. Penambahan nitrogen melalui pemupukan pupuk anorganik seringkali tidak efektif akibat terjadinya kehilangan nitrogen melalui pencucian. Biochar merupakan material yang sangat potensi untuk menekan kehilangan unsur hara melalui pencucian. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh jenis, dan dosis biochar serta kombinasinya terhadap pencucian nitrogen pada tanah di Sebatik. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), 2 faktor yaitu jenis biochar (B) dan dosis biochar (D). Hasil menjunjukkan bahwa aplikasi jenis dan dosis biochar mampu menurunkan pencucian N pada tanah di sebatik. Pada semua lama inkubasi, pemberian biochar tempurung kelapa (B1) dan cangkang sawit (B2) sama-sama mampu menurunkan jumlah N-nitrat tercuci, sedangkan dosis biochar yang paling baik menurunkan jumlah N-Nitrat tercuci adalah 1,5 g (D3), yaitu berturut-turut 30,43, 11,24, dan 7,75 mg/kg pada 0, 21 dan 42 hari. Kombinasi biochar tempurung kelapa dengan dosis 1,5 g (B1D3) adalah kombinasi terbaik dalam menurunkan jumlah N-Nitrat tanah yang tercuci, baik pada lama inkubasi 0, 21 hari maupun 42 hari, berturut-turut 31,11, 12,41, dan 8,75 mg/kg.