Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

9.639 item publik

Publikasi

Halaman 418 dari 482

Evaluasi Ketersediaan Unsur Hara N Pada Kompos dan Limbah Udang Sebagai Pupuk Sumber Unsur Hara Nitrogen

MITA MIRA HARTINI
2021 · Thesis · Open Access

EVALUASI KETERSEDIAAN UNSUR HARA N PADA KOMPOS DAN LIMBAH UDANG SEBAGAI PUPUK SUMBER UNSUR HARA NITROGEN Abstrak Nitrogen merupakan salah satu unsur hara esensial bagi tanaman. Pemenuhan unsur hara nitrogen dilakukan dengan cara penambahan pupuk salah satunya adalah pupuk organik kompos dan limbah udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah unsur hara N tersedia (Amonium) dalam tanah pada pemberian kompos dan limbah udang. Kandungan nitrogen yang tinggi dalam kompos dan limbah udang menjadi potensi sebagai pupuk organik sumber N. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi ketersediaan unsur hara N pada pupuk tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui takaran dari pupuk kompos dan limbah udang yang tepat dalam menyediakan unsur hara N dalam tanah. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 1 faktor dengan 8 perlakuan: kontrol (KO), urea (K1), limbah udang 10 (K2), 20 (K3), 30 t ha-1 (K4), kompos 10 (K5), 20 (K6), 30 t ha-1 (K7). Semua perlakuan diinkubasi selama 42 hari. Pengambilan data dilakukan pada inkubasi 0, 21 dan 42 hari, dengan parameter yang diamati adalah pH, kandungan C-organik dan N-Amonium tanah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kompos dan limbah udang mampu meningkatkan pH dan kandungan C-organik tanah. Pemberian kompos dan limbah udang mampu menyediakan N-Amonium yang cukup bagi tanaman pada lama inkubasi 8 minggu yaitu sekitar 0,67% pada pupuk limbah udang dan 0,58% pada pupuk kompos. Nilai tersebut tergolong tinggi berdasarkan kriteria ketersediaan unsur hara dalam tanah.

ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN SUB SEKTOR PERKEBUNAN DI KABUPATEN MALINAU

AHMAD AMIN NUR
2021 · Thesis · Open Access

Dalam pengembangan sub sektor perkebunan, pemerintah Kabupaten Malinau perlu memperhatikan komoditas unggulan daerah yang akan menjadi prioritas pengembangan di setiap Kecamatan di Kabupaten Malinau. Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan. Pertama untuk mengetahui apa saja komoditas unggulan sub sektor perkebunan pada masing-masing Kecamatan Kabupaten Malinau. Kedua, untuk mengetahui bagaimana prioritas pengembangan komoditas komoditas unggulan sub sektor perkebunan di Kabupaten Malinau. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis Location Quotient (LQ), Shift Share, dan Penggabungan analisis LQ dan Shift Share. Data yang digunakan yaitu produksi komoditas sub sektor perkebunan Kabupaten Malinau tahun 2015-2019. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa komoditas yang memiliki nilai LQ>1 sebagai berikut: Komoditas kopi pada Kecamatan Malinau Kota, Malinau Selatan, Pujungan, Kayan Hilir dan Kayan Hulu. Komoditas karet pada Kecamatan Malinau Kota, Malinau Utara, dan Kecamatan Sungai Boh. Komoditas kelapa sawit pada Kecamatan Malinau Barat, dan Malinau Selatan Hilir. Komoditas Kakao pada Kecamatan Malinau Kota, Malinau Utara, dan Kecamatan Mentarang. Komoditas lada pada Kecamatan Malinau Utara dan Mentarang. Hasil analisis Shift Share komoditas yang menjadi prioritas pengembangan utama yaitu kopi terdapat pada empat Kecamatan dan Karet pada satu Kecamatan. Sedangkan komoditas lainnya termasuk kedalam prioritas kedua dan ketiga.

ANALISIS PERWILAYAHAN KOMODITAS KOPI (Coffea spp) DI KABUPATEN MALINAU

SYAH ENGGAR DUPA PERMANA
2021 · Thesis · Open Access

Perkembangan sektor perkebunan merupakan salah sektor yang tak kalah pentingnya dalam peningkatan perekonomian masyarakat . Oleh karena itu, pembangunan sektor perkebunan merupakan hal yang sangat berkaitan langsung dengan pola hidup masyarakat di Kabupaten Malinau. Jika dilihat pangsa pasar serta tingkat konsumsi masyarakat terhadap beberapa komoditas, Kabupaten Malinau merupakan pasar penghasil kopi. Hal ini ditunjang dari jumlah penduduk yang kian padat. Sehingga permintaan terhadap komoditas juga cukup meningkat di masa sekarang. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisis kecamatan basis komoditas kopi di Kabupaten Malinau (2) Untuk menganalisis karakteristik penyebaran koomoditas kopi berdasarkan asas lokalita di Kabupaten Malinau (3) Untuk menganalisis karakteristik komoditas kopi berdasarkan asas spesialisasi di Kabupaten Malinau. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis Location Quotient (LQ), Lokalita, dan Spesialisasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat lima kecamatan di Kabupaten Malinau yang merupakan basis komoditas kopi, komoditas kopi di Kabupaten Malinau tidak berpusat di satu wilayah, melainkan menyebar di beberapa wilayah di Kabupaten Malinau dan terdapat tiga kecamatan yang berspesialisasi pada komoditas kopi. Saran bagi pemerintah, berdasarkan keakuratan data dirasa kurang cukup karena dilihat dari hasil produksi pertahunnya cendrung sama, untuk kedepannya diharapkan aktualisasi data lebih real sehingga peneliti selanjutnya dapat merealisaskian data sesuai keadaan di lapangan. Serta pemerintah daerah diharapkan dapat mempertahankan dan mengembangkan kecamatan-kecamatan yang menjadi basis komoditas kopi di Kabupaten Malinau. Pemerintah juga perlu meningkatkan peran penyuluh pertanian agar petani kopi dapat meningkatkan hasil produksi nya serta mengoptimalkan peran kelompok tani sebagai wadah organisasi.

Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Komik Digital pada Materi Teks Anekdot di Kelas X SMKN 1 Tarakan

YONIS GALIH ARIFAH
2021 · Thesis · Open Access

Yonis Galih Arifah. 2021. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis komik digital pada materi teks anekdot di kelas X SMKN 1 Tarakan. Penelitian ini meenggunakan model Borg and Gall yang dimodifikasi oleh Setyosari (2013:230) menjadi 7 langkah yaitu (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba awal, (5) revisi produk, (6) uji coba lapangan, (7) revisi produk akhir. Analisis data dilakukan dengan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penilaian dinilai dari validasi ahli dan respon siswa, validasi ahli media mendapat persentase 95%, validasi ahli materi mendapat persentase 82%, dan validasi ahli bahasa mendapat persentase 85%. Pada masa pandemi COVID- 19 uji coba produk dilakukan secara online melalui google classroom di kelas X Perhotelan SMKN 1 Tarakan mendapat persentase 83%. Hasil penelitian pengembangan media pembelajaran komik digital ini menunjukkan bahwa media memenuhi kelayakkan untuk digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pada materi teks anekdot. Yonis Galih Arifah. 2021. This research and development were aimed to develop a digital comic-based learning media on anecdotal in class X SMKN 1 Tarakan. This research used Borg and Gall design, modified by Setyosari (2013) into seven steps, they are (1) research and data collecting, (2) planning, (3) initial product development, (4) initial trial, (5) product revision, (6) field trial, (7) final product revision. The assessment was assessed from expert validation and student responses, media expert validation 95%, material expert validation 82%, and linguist validation 85%. During the COVID-19 pandemic, product trials were conducted online through Google Classroom. Class X Hospitality SMKN 1 Tarakan got 83% with very effective qualifications. The results of research on the development of digital comics-based learning media are suitable for use in learning Indonesian, especially in anecdotal text material.

PERAN KELEMBAGAAN PENYULUHAN PERTANIAN DI KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU

MARGARETA
2021 · Thesis · Open Access

Margareta (17.402020.28) “Peran Kelembagaan Penyuluhan Pertanian di Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau”. Dibimbing oleh ibu Sekar Inten Mulyani, S.Pt., M.Si Penyuluhan pertanian mempunyai peran yang strategis yaitu untuk pembangunan pertanian Indonesia karena memiliki tugas dan fungsi untuk menyelenggarakan pendidikan non-formal bagi para petani mendampingi petani, mengajarkan petani tentang pengetahuan dan keterampilan dalam berusahatani, mendidik petani agar mampu memberdayakan semua potensi yang dimiliki, serta menyebarluaskan inovasi-inovasi baru kepada petani. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui kelembagaan penyuluhan pertanian di Kecamatan Malinau Utara, (2) menganalisis peran kelembagaan penyuluhan pertanian di Kecamatan Malinau Utara. informan pada penelitian ini adalah koordinasi lapangan, ketatausahaan, dan keuangan BPP Malinau Utara sedangkan responden untuk menjawab tujuan penelitian kedua adalah kelompok tani Siang Barang 3 Desa Malinau Seberang, kelompok tani Tunas Kasih Harapan Desa Kaliamok, kelompok tani Tampilon Putra Desa Belayan dan penyuluh yang ada di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Malinau Utara. Analisis data yang digunakan untuk tujuan penelitian yang pertama adalah analisis data deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan bagaimana kelembagaan penyuluhan pertanian di Kecamatan Malinau Utara, analisis data yang digunakan untuk tujuan penelitian kedua yaitu metode skoring dengan analisis skala likert. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Malinau Utara meneruskan visi misi dari dinas pertanian Kabupaten Malinau yaitu terkait Rasda. Wilayah kerja penyuluh di BPP Malinau Utara yaitu mencangkup semua desa yang ada di Kecamatan Malinau Utara, dengan jumlah penyuluh sebanyak 10 (Sepuluh) orang. Program kerja yang dilaksanakan ada 2 yaitu program kerja desa dan program kerja BPP. Peran dari kelembagaan penyuluhan pemerintah secara keseluruhan dikategorikan “berperan” dengan interval 70-90, serta peran dari kelembagaan petani secara keseluruhan dikategorikan “berperan” dengan interval 70-90. Interval ini didapatkan dari hasil tabulasi data yang telah dilakukan.

ANALISIS KEUNTUNGAN DAN NILAI TAMBAH PRODUK OLAHAN KOPI UMKM MACK ATOEN DI KOTA TARAKAN

RICA FITRIANI
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait dengan keuntungan dan nilai tambah produk olahan kopi di UMKM Mack Atoen di Kota Tarakan. Pertama berapakah keuntungan produk olahan kopi di UMKM Mack Atoen Kota Tarakan ? Kedua berapa besar nilai tambah produk olahan kopi di UMKM Mack Atoen Kota Tarakan ?. Dengan latar belakang ingin melihat keuntungan dan nilai tambah produk kopi dengan bahan rempah-rempah khas Tidung. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan penentuan sampel adalah UMKM Mack Atoen dan informan kunci berdasarkan pertimbangan adalah pemilik usaha UMKM Mack Atoen salah satu UMKM yang mengolah kopi khas Tidung Kalimantan Utara. Adapun analisis data yaitu analisis biaya (biaya tetap, biaya variabel, penerimaan dan keuntungan) dan analisis nilai tambah M, Dawan Rahardjo meliputi (nilai produk akhir, nilai bahan baku, jumlah bahan baku, biaya penolong, biaya penyusutan, biaya antara, nilai tambah bruto, nilai tambah netto dan nilai tambah per bahan baku) dengan menetapkan semua perhitungan adalah satu kali produksi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa total penerimaan dua produk Kupi Babok dan Kupi Jantan sebesar Rp 6.000.000 per produksi. Nilai tambah yang dimiliki UMKM Mack Atoen ini memiliki keuntungan dalam masa pandemi covid-19 yang dapat dilihat dari nilai tambah bruto, netto dan per bahan bakunya. Pertama untuk Kupi Babok memiliki keuntungan sebesar Rp. 1.021.000, Kupi Jantan sebesar Rp. 2.718.000. Kedua nilai tambah bruto Kupi Babok sebesar Rp. 1.105.000 , nilai tambah netto Rp. 1.093.768 dan nilai tambah per bahan baku Rp. 110.500. Ketiga nilai tambah bruto Kupi Jantan Rp. 2.802.000, nilai tambah netto Rp. 2.790.768 dan nilai tambah per bahan baku Rp. 280.200. Penggunaan biaya eksplisit produk Kupi Babok dan Kupi Jantan mulai dari biaya bahan baku, biaya gaji karyawan, biaya pembelian perlengkapan dan peralatan dari produsen itu sendiri. Penggunaan tenaga kerja dari luar bukan dari kalangan keluarga. Kata Kunci : Nilai Tambah , Keuntungan , Produk Kopi , UMKM

ANALISIS PROFITABILITAS DAN NILAI TAMBAH USAHA SKALA RUMAH TANGGA GULA KELAPA DI DESA GUNUNG PUTIH KECAMATAN TANJUNG PALAS

EKA ULAN FITRIYANI
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Desa Gunung Putih menjual buah kelapa tua dan buah kelapa muda dengan harga rendah, tanpa mengolah nira menjadi gula kelapa nilai jual buah kelapa sangat rendah. Selain itu, usaha skala rumah tangga gula kelapa bapak Imam Ahmadi juga tidak memiliki pembukuan tentang biaya-biaya yang dikeluarkan saat melakukan proses produksi sehingga, bapak Imam Ahmadi tidak mengetahui pasti persentase keuntungan yang diperoleh dari modal yang dikeluarkan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu 1). Bagaimanakah proses produksi gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak Imam Ahmadi, 2). Berapakah nilai profitabilitas produksi gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak Imam Ahmadi, 3). Berapakah nilai tambah produk gula kelapa gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak Imam Ahmadi. Lokasi penelitian di RT 20 Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja. Metode penentuan sampel dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling). Jenis data dalam penelitian yaitu data kualitatif dan data kuantitaif. Berdasarkan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yaitu koesioner dan dokumentasi. Proses produksi gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak meliputi penyiapan bahan, alat, proses pengolahan meliputi penyadapan nira, pemasakan, pencetakan dan pengemasan gula kelapa. Nilai profitabilitas produksi gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak selama satu bulan produksi sebesar 2,30%>0 kriteria menguntungkan. Nilai tambah produk gula kelapa gula kelapa usaha skala rumah tangga bapak Imam Ahmadi menggunakan metode hayami selama satu bulan proses produksi sebesar Rp.364,200 maka dapat memberikan nilai tambah (positif).

Rancang Bangun Sistem Penyiram Tanaman Hias Monstera Adansonii Melalui Smartphone

FORTUNA ANANDA
2021 · Thesis · Open Access

Monstera merupakan jenis tanaman hias tropis yang populer sebagai tanaman indoor maupun out door. Salah satu faktor agar Monstera Adansonii dapat bertumbuh dengan baik adalah kelembaban tanah dan suhu di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk monitoring suhu dan kelembaban tanah agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang pada lingkungan optimum. Monitoring suhu dan kelembaban yang digunakan pada penelitian ini menggunakan sensor DHT22. Pemantauan terhadap suhu dan kelembaban ini akan dipantau secara real-time melalui internet of thing menggunakan ESP8266. Pengambilan data terhadap suhu dan kelembaban tanaman monstera adansoni dilaksanakan selama 38 hari. Dua buah tanaman monstrea adansonii akan diamati dan dibagi menjadi tanaman kontrol dan tanaman yang memperoleh intervensi.Tanaman yang dikontrol hanya memperoleh penyiraman pada pagi hari sedangkan tanaman intervensi mendapatkan penyiraman melalui irigasi tetes berdasarkan nilai suhu dan kelembaban. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai kelembaban tanah sekitar ±68%. Pada pengujian soil moisture sensor dan dht22 menunjukkan bahwa sensor bekerja dengan sangat baik dengan nilai akurasi yang dihasilkan pada soil moisture sensor sebesar 99,11%, dan pada pengujian sensor dht22 menunjukkan nilai akurasi sebesar 99,99% pada kelembaban udara, sedangkan pada suhu menghasilkan nilai akurasi 99.98%. pengambilan data ini menghasilkan setiap 10-12 hari dilakukan penyiraman tanah pada tanaman monstera adansonii dilakukan setiap ±57% agar menjaga tanah pada tanaman. Dari hasil analisis data tersebut, diketahui bahwa sistem bekerja dengan baik dalam monitoring mampu dilakukan dengan jarang yang cukup jauh yaitu 20-100meter, jarak dan mampu membaca perubahan suhu beserta kelembaban tanah dengan baik.

SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN BANDAR UDARA DI KALIMANTAN UTARA

HERNANDA NUR UMAMI
2021 · Thesis · Open Access

Pengembangan bandar udara di Provinsi Kalimantan Utara dinilai sangat penting dikarenakan bandar udara tersebut berfungsi sebagai penghubung antara wilayah- wilayah pedalaman yang ada di Kalimantan Utara. Selain itu, semakin bertambah nya volume frekuensi penerbangan juga menjadi salah satu alasan diperlukannya pengembangan bandar udara. Dalam perencanaan pengembangan bandar udara selama ini didasarkan pada volume lalu lintas penerbangan dan total jumlah penumpang tahunan, hal ini sesuai dengan PM No 39 tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan sudut pandang lain dalam proses perencanaan pengembangan bandar udara dengan menggunakan teori pengambilan keputusan yaitu kombinasi metode Analitic Hierarchy Process (AHP) dan Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini menggunakan empat kriteria dan 121 alternatif dalam menentukan prioritas terbaik pengembangan bandar udara di Kalimantan Utara. Hasil dari perhitungan AHP dan SAW menunjukan bahwa pada ketiga bandar udara yang diteliti , untuk bandar udara Juwata Tarakan menunjukan bahwa terminal penumpang menjadi prioritas untuk dikembangkan dari sisi fasilitas darat dengan nilai bobot 0,2851 dan peralatan bantu visual dengan nilai bobot 1 untuk sisi fasilitas udara, lalu untuk bandar udara Nunukan menunjukan bahwa tempat parkir kendaraan menjadi prioritas untuk dikembangkan dengan nilai bobot 0,2749 dari sisi fasilitas darat sedangkan untuk fasilitas dari sisi udara yaitu fasilitas incapacitated passenger loading vehicle/IPL dengan nilai bobot 0,9031, lalu untuk bandar udara Tanjung Harapan dari sisi fasilitas darat belum ada yang perlu dikembangkan sedangkan dari sisi fasilitas udara peralatan pelayanan darat pesawat dan kendaraan operasional yang beroperasi di sisi udara yang harus dikembangkan dengan nilai bobot 1.

ANALISIS PEMILIHAN MODA ANGKUTAN BARANG KAPAL FERI DAN KAPAL BARANG RUTE TARAKAN-KABUPATEN TANA TIDUNG

SEPTA UTAMI DEWI
2021 · Thesis · Open Access

Transportasi air memiliki peran penting bagi negara kepulauan untuk menghubungakan satu daerah ke daaerah lainnya termasuk untuk angkutan barang, Kota Tarakan adalah salah satu kota yang mempunyai transportasi air Kapal Feri dan Kapal Barang utnuk menghubungakn Kota Tarakan dan Kabupaten Tana Tidung. Transportasi yang efektif, aman dan nyaman merupakan salah satu alas an responden untuk memilih moda transportasi angkutan barang yang akan digunakan untuk mengirim barang dalam mencapai tempat tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menerangkan kecenderungan masyarakat dalam pemilihan moda angkutan barang rute Tarakan-Kabupaten Tana Tidung dan menerangkan faktor-faktor yang sangat berpengaruh dalam pemilihan moda transportasi angkutan barang rute Tarakan-Kabupaten Tana Tidung. Sehingga penelitian ini dapat bermanfaat bagi penyedia jasa dan pengguna jasa dalam mengambil keputusan untuk menangani permasalahan pada transportasi angkutan barang di Kota Tarakan, khususnya Kapal Feri dan Kapal Barang. Survey dilakukan terhadap 170 responden dengan memberikan kuesioner yang berisi karakteristik perjalanan dengan menggunakan metode stated preference sebagai metode pendekatan untuk mensurvei suatu preferensi, lalu diolah dengan analisa regresi berganda untuk mendapatkan hubungan kuantitaif antara sekumpulan atribut dan responden hingga mendapatkan utilitas dan probabilitas dengan menggunakan model logit binomial selisih. Hasil penelitian yang didapatkan berdasarkan hasil survey kuesioner terhadap pengguna jasa transportasi air Kapal Feri dan Kapal Barang untuk angkutan barang dan pegawai pada UPTD Pelabuhan Penyebrangan Juata Tarakan dan UPT Pelabuhan Tengkayu I Tarakan. Sehingga didapatkan hasil probabilitas pemilihan moda angkutan barang Kapal Feri dan Kapal Barang dalam kondisi selisih atribut seimbang responden memilih Kapal Barang sebesar 65% dan Kapal Feri sebesar 35% . faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan moda adalah biaya angkutan barang per koli, waktu tempuh perjalanan, jadwal keberangkatan, kenyamanan pelayanan dan akses menuju pelabuhan.

Analisis Kinerja Angkutan Barang Kapal Feri Rute Tarakan-Sebawang

NUR AZITAH
2021 · Thesis · Open Access

.ANALISIS KINERJA ANGKUTAN BARANG KAPAL FERI RUTE TARAKAN-SEBAWANG Abstrak Kota Tarakan memiliki banyak pelabuhan, salah satunya yaitu pelabuhan penyebrangan antar pulau yang dilayani dengan kapal feri yang terletak dikelurahan juata kecamatan Tarakan Utara kota Tarakan atau lebih dikenal dengan nama pelabuhan penyebrangan Juata Tarakan. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat kinerja angkutan barang rute Tarakan-Sebawang berdasarkan presepsi pengguna jasa yang diukur dengan menggunakan metode Importance Performance Analys (IPA), dan mengukur tingkat kepuasan pengguna jasa dengan menggunakan metode Customer Satification Index (CSI). Hasil analisis IPA diperoleh atribut-atribut pada kuadran I yang perlu mendapat perhatian peningkatan kinerja. Hasil analisis dengan metode Quality Function Deployment (QFD) diperoleh urutan prioritas strategis pemenuhan kebutuhan pengguna jasa yaitu : mempersiapkan sekoci penyelamatan yang ditempatkan pada tempat yang aman dan mudah untuk dijangkau, memberi tanda petunjuk tempat berkumpul jika terjadi kecemasan/kondisi bahaya/darurat pada kapal yang terpasang disetiap tempat strategis, memberi tanda pada jalur evakuasi yang terpampang pada lantai dan dinding palka secara jelas, mempersiapkan Jaket pelampung yang ditempatkan pada tempat yang aman dan mudah untuk dijangkau, mempersiapkan skoci penyelamatan yang dilengkapi mesin penggerak yang mudah dioperasikan, mempersiapkan Petugas yang memiliki pengetahuan tinggi tentang sistem operasional pada kapal feri, melengkapi petugas dengan alat komunikasi yang siap melayani 24 jam jika terjadi sesuatu, memperbanyak jumlah petugas yang porporsional (jumlah yang cukup sesuai kebutuhan). Kata kunci : Kinerja-Angkutan-Barang, IPA, CSI, QFD

STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS DI PANTAI TANJUNG PASIR KELURAHAN MAMBURUNGAN KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN

SYAHRUL
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Makrozoobenthos adalah organisme yang hidup pada dasar perairan, dan merupakan bagian dari rantai makanan yang keberadaannya bergantung pada populasi organisme yang tingkatnya lebih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobenthos yang meliputi keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi makrozoobenthos di Pantai Tanjung Pasir Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan bulan Maret 2021 di Pantai Tanjung Pasir Kota Tarakan. Pengambilan sampel makrozoobenthos dilakukan di Pantai Tanjung Pasir pada 2 stasiun yaitu stasiun 1 merupakan daerah mangrove dan stasiun 2 merupakan daerah pemukiman dan industri hasil Perikanan. Pada setiap stasiun dilakukan pengambilan sampel sebanyak 3 plot dengan setiap plot dilakukan 3 kali pengulangan. Makrozoobenthos yang ditemukan pada penelitian ini, terdiri dari 2 kelas yaitu gastropoda dan bivalvia yang terdiri dari 8 spesies dengan jumlah individu keseluruhan 124. Indeks Keanekaragaman makrozoobenthos di stasiun 1 yaitu 0,91 dan stasiun 2 yaitu 1,52 kedua stasiun menunjukkan hasil bahwa keanekaragaman rendah sampai sedang, kondisi lingkungan perairan di Pesisir Pantai Tanjung Pasir diindikasikan dalam keadaan tercemar ringan, nilai indeks keseragaman pada stasiun 1 yaitu 0,83 dan stasiun 2 yaitu 0,85 tergolong dalam kategori tinggi, nilai indeks dominansi pada stasiun 1 yaitu 0,44 dan stasiun 2 yaitu 0,26 tergolong dalam kategori rendah atau tidak ada yang mendominansi.

ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK IKAN KERING TIPIS DIKELURAHAN JUATA LAUT KECAMATAN TARAKAN UTARA KOTA TARAKAN (Studi Kasus : Usaha Ikan Kering Tipis Bapak Suryanto)

DEWI FITRI DEVISOVIANITA SARI
2021 · Thesis · Open Access

Nilai tambah (Value added) adalah pertambahan nilai suatu komoditas karena mengalami proses pengolahan, pengangkutan ataupun penyimpanan dalam suatu produksi. Sektor industri khususnya pada industri pengolahan saat ini merupakan sektor yang cukup berkontribusi dalam perekonomian. Kelurahan Juata Laut merupakan salah satu daerah di Kota Tarakan yang sebagian masyarakatnya bergerak di sektor industri ikan kering tipis, terutama pada daerah pesisir. Hal yang mendorong terjadinya pengelompokan industri ikan kering tipis di daerah tersebut yaitu letak geografis yang dekat dengan wilayah laut, dimana wilayah laut pada daerah Juata Laut tersebut banyak ditemukan bahan baku ikan kering tipis yang disebut dengan ikan Nomei (Harpodon nehereus) dan ikan nomei tersebut memiliki nilai yang rendah dan jarang dikonsumsi dalam kondisi ikan segar. Tujuan penelitian ini : 1) Untuk mengetahui biaya produksi pada usaha ikan kering tipis bapak Suryanto. 2) Untuk mengetahui besar keuntungan dan nilai tambah pada usaha produk ikan kering tipis bapak Suryanto. Pengambilan sample pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan purposive sampling dimana sampel diambil berdasarkan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu daerah yang masyarakatnya memproduksi hasil laut yaitu ikan nomei menjadi ikan kering tipis khas Kota Tarakan. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan menggunakan Metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi yang dikeluarkan oleh usaha ikan kering tipis bapak Suryanto yaitu sebesar 5.329.889 per produksi. Nilai tambah yang diperoleh dari usaha ikan kering tipis bapak Suryanto memberikan nilai tambah sebesar Rp. 9.827/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 63%. Dan keuntungan yang diperoleh dari pengolahan ikan kering tipis ini adalah Rp. 7.072/kg dengan tingkat keuntungan sebesar 45%.

ANALISIS USAHATANI DAN EFISIENSI PEMASARAN JAGUNG MANIS ( Zea mays L. Saccharata Sturt ) DI KELURAHAN JUATA LAUT, KECAMATAN TARAKAN UTARA, KOTA TARAKAN

NOOR AFRIANI
2021 · Thesis · Open Access

Jagung manis adalah salah satu komoditas yang di budidayakan di Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui budidaya tanaman jagung, (2) Untuk mengetahui besar pendapatan yang diperoleh oleh petani jagung, (3) Untuk mengetahui kelayakan usahatani jagung, (4) Untuk mengetahui tingkat efisiensi pemasaran jagung. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriftif analisis pendapatan, dan analisis efesiensi pemasaran yang melibatkan margin pemasaran dan Farmer’s Share. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendapatan usahatani jagung manis sebesar Rp. 895.232,63 per satu kali musim tanam. Kelayakan usahatani jagung manis menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,6 yang berarti usahatani jagung manis layak untuk diusahakan. Ada dua pola saluran pemasaran didaerah penelitian yaitu petani - pedagang pasar dan petani - pengepul - pedagang pasar. Dari kedua saluran pemasaran tersebut saluran pemasaran pertama lebih efisien dibandingkan dengan saluran pemasaran kedua.

Permasalahan guru bahasa inggris dalam menerapkan kurikulum 2013 dalam pembelajaran daring di SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan

RINI HANDAYANI
2021 · Thesis · Open Access

The present study aimed at describing the English teacher’s problems in implementing the 2013 curriculum in online learning at SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan. A case study was conducted to an English teacher at SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan. Data were collected through observation, interview, and documentation. The concurrent flows of analysis (data reduction, data display, and conclusion drawing) were used to reveal the English teaching problems. The result of analysis disclosed the problems from three teaching dimensions. In the preparation, the teacher found a hard struggling to compile the instructional documents because of the limitation of time in making the documents and in obtaining the references for online learning. In the teaching and learning process, the teacher did not fully meet the target of learning materials listed in the lesson plans because he had to adapt the materials to the online class atmosphere. Controlling the students’ activities was also the challenging part during online class because the teacher could not see the students directly. Although, the teacher had mastered on how to use online learning platforms, some students could not use those platforms appropriately. The other problems were unstable internet connection and support from students’ parents. These led the students became passive and decrease their motivation. In the assessment process, the teacher felt burdened because the assessment components were too complex. Besides that, there was a lot of tolerances given by the teacher to students

Rancang Bangun Pembangkit Listrik Alternatif Dengan Pemanfaatan Flywheel Sebagai Penyimpan Energi

WIWING HERIANTO
2021 · Thesis · Open Access

.Peningkatan kebutuhan energi listrik dipengaruhi oleh pertambahan jumlah penduduk. Peningkatan tersebut tidak diimbangi dengan ketersediaan energi listrik terutama di beberapa daerah terpencil yang ada di Kalimantan Utara. Pembangkit listrik yang berbasis free energi menjadi solusi alternatif dalam mencukupi ketersediaan energi listrik. Free energi merupakan metode pemanfaatan energi tanpa menggunakan bahan bakar. Salah satu free energi yang dikembangkan adalah flywheel generator. Tujuan penelitian ini adalah merancang sistem pembangkit listrik dengan pemanfaatan flywheel sebagai penyimpan energi, menghitung daya flywheel, dan menganalisis kinerja flywheel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telah dilakukan perancangan pembangkit listrik dengan pemanfaatan flywheel sebagai penyimpan energi dengan daya flywheel sebesar 1.185 watt dan kinerja flywheel dapat menjaga kestabilan putaran pada alternator ketika diberi beban, dalam penggunaan flywheel juga dapat menghemat penggunaan sumber energi, dimana tanpa flywheel sumber energi penggerak yang dibutuhkan sebesar 1808 watt, dan pada penggunaan flywheel energi yang dibutuhkan hanya 1.333 watt.

DIVERSIFIKASI DAN NILAI TAMBAH PRODUK OLAHAN RUMPUT LAUT DI UMKM AR-RAIHAN, KOTA TARAKAN

SITI NUR ATIKA
2021 · Thesis · Open Access

UMKM Ar-Raihan, Kota Tarakan ini memiliki peluang yang menjanjikan untuk terus dikembangkan mengingat produk yang dihasilkan adalah inovasi baru terutama dalam menunjang produk olahan baru dari rumput laut dalam meningkatkan keuntungan dan nilai tambah bagi pelaku usaha Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait diversifikasi dan nilai tambah produk olahan rumput laut di UMKM Ar-Raihan pertama, Untuk mengetahui diversifikasi produk olahan rumput laut yang paling diminati di UMKM Ar-Raihan.Kedua, untuk mengetahui nilai tambah yang diperoleh dari produk chips nori dan brownis rumput laut. Metode penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pemilik yang mengelola UMKM Ar-Raihan adapun analisis data yang digunakan analisis Analisis Deskriptif , Analisis Total Biaya, Analisis Penerimaan, Penyusutan, dan Metode Hayami. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa : pertama , UMKM Ar-Raihan melakukan kegiatan diversifikasi produk dengan berbahan dasar rumput laut dimana produk yang sudah dibuat di UMKM Ar-Raihan diantaranya Dodol, Brownies, Pilus, Coklat jelly, Pangsit, Agar-Agar, Chips Nori, Nugget. Dari beberapa macam produk olahan diversifikasi rumput laut di UMKM Ar-Raihan, produk olahan chips nori dan brownis rumput laut merupakan produk dengan peminat konsumen yang tinggi dan masih sering di produksi oleh UMKM Ar-Raihan Kedua: Nilai Tambah yang diperoleh UMKM Ar-Raihan dalam kegiatan produksi chips nori yaitu sebesar Rp. 1.563.323 dan rasio nilai tambah sebesar 86,85% yang tergolong dalam rasio tinggi. Kemudian nilai tambah brownis rumput laut sebesar Rp. 1.619.816 dan rasio nilai tambah sebesar 91,11% yang tergolong dalam rasio tinggi.

Identifikasi jenis bakteri dan Parasit pada rumput laut yang terserang penyakit ice-ice di perairan liago

RANI SAPUTRI
2021 · Thesis · Open Access

Rumput laut Eucheuma Cottoni merupakan jenis rumput laut yang paling populer untuk dibudidayakan di Perairan Liago. Pembudidayaan rumput laut tersebut mengalami kendala seperti parasit dan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri dan parasit yang ditemukan pada Eucheuma cottoni yang terserang penyakit ice-ice di Perairan Liago. Bakteri pada sampel rumput laut diidentifikasi karakteristik jenis berdasarkan uji presumtif dan uji biokimia. Jenis bakteri yang ditemukan pada rumput laut yang terserang penyakit ice-ice di perairan Liago Kabupaten Bulungan yaitu bakteri Vibrio sp dan Bacillus sp. Parasit yang ditemukan secara survey yaitu Lumut, kerang, ikan baronang, dan bulu halus. Pengamatan Uji biokimia meliputi Glukosa, OF dengan parafin, OF tanpa parafin, TSIA miring, TSIA tegak, TSIA gas, H2S, Motility, Indol, Orinthin. Kualitas air yang diamati dalam penelitian ini yaitu suhu, salinitas, pH, DO, fosfat dan nitrat.

Analisis Break Event Point (BEP) dan Bauran Pemasaran Usaha Kopi Sangrai (Studi Kasus pada Meranti Roastery Kota Tarakan)

INDAH PUTRI NINGSIH
2021 · Thesis · Open Access

Usaha kopi sangrai saat ini banyak dijumpai, namun pemilik usaha seringkali tidak mengetahui jumlah penjualan minimum yang harus dipertahankan dan jumlah penjualan yang harus dicapai agar tidak mengalami kerugian. Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait analisis break event point (BEP) dan bauran pemasaran kopi sangrai (studi kasus pada Meranti Roastery Kota Tarakan). Pertama, untuk menganalisis break event point (BEP) pada usaha kopi Meranti Roastery. Kedua, Mengetahui bauran pemasaran yang dilakukan oleh Meranti Roastery ditinjau dari segi produk, harga, tempat, promosi, orang, tampilan fisik, dan proses. Penentuan sampel dalam penelitian ini Sampling Jenuh dengan jumlah sampel yang diambil adalah 9 responden. Analisis datanya, yaitu analisis BEP dan Bauran pemasaran. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: pertama, Pertama, BEP harga kopi robusta Rp.66.196, kopi arabika gayo Rp.37.971, kopi arabika toraja sapan Rp.40.684, kopi arabika bali kintamani Rp.34.434, dan arabika solok Rp.37.871. BEP produksi kopi robusta 3 bungkus, kopi arabika gayo 6, kopi arabika toraja sapan 6, kopi bali kintamani 5, dan kopi arabika solok 6. BEP penerimaan kopi robusta Rp.429.027, kopi arabika gayo Rp.459.135, kopi arabika toraja sapan Rp.484.642, kopi arabika bali kintamani Rp.429.027, dan kopi arabika solok Rp.459.135, sehingga Meranti Roastery telah melampaui BEP. Kedua, bauran pemasaran yang dilakukan Meranti roastery dari kemasan terdapat logo dan warna yang menarik. Harga produk lebih murah dari produk serupa. Distribusi yang telah dijalankan menjangkau Se-Kaltara dan Berau. Lokasi Meranti Roastery terjangkau. Promosi yang dilakukan hanya 2 minggu sekali melalui media sosial dan mendatangi langsung ke usaha kedai. Media Sosial yang aktif digunakan adalah Instagram dan Whattsapp. Kebersihan karyawan sangat terjaga dari rambut hingga pakaian, sikap dan pelayanan karyawan selalu sigap dalam melayani pembeli. Kebersihan ruangan terbebas dari bau dan sampah, Proses produksi kopi menggunakan SOP, proses pembayarannya melalui cash atau transfer.

Kedudukan Grasi Sebagai Upaya Hukum Istimewa Terhadap Kejahatan Luar Biasa (Extra Ordinary Crime)

GRANDIS MAHENDRA ABADI
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait kedudukan grasi sebagai upaya hukum istimewa. Pertama, apa ratio legis adanya Grasi sebagai upaya hukum istimewa terhadap kejahatan luar biasa (extra ordinary crime)? Kedua, eksistensi pemberian grasi terhadap terpidana terkait efek jera pemidanaan dalam hukum positif di Indonesia? Skripsi ini merupakan penelitian hukum normatif, dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan tentang grasi dan sejarah grasi. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer yang didapatkan dari dokumen hukum yang sifatnya otoritatif, dan data sekunder yang diperoleh dari buku, jurnal, artikel, website, dan kamus hukum. Hasil dari penelitian ini yaitu pertama, Grasi merupakan upaya hukum istimewa yang bisa diajukan terhadap putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Grasi juga dikatakan sebagai alat pengoreksi terhadap putusan hakim yang memutus perkara pada saat proses persidangan agar meminimalisirkan resiko kekeliruan vonis yang dijatuhkan oleh hakim. Adanya grasi di Indonesia sendiri terdiri dari beberapa landasan, yaitu dari segi sejarah atau disebut dengan landasan historis, landasan filosofis, landasan yuridis dan landasan sosiologis. Kedua, eksistensi pemberian grasi terhadap terpidana terkait efek jera pemidanaan baik hukuman pidana yang menimbulkan efek jera ataupun pemberian grasi sama-sama didasari pada sanksi pidana terhadap tindak pidana, jadi seharusnya tidak ada pertentangan antara pemberian grasi dan efek jera dari suatu pemidanaan, tetapi kenyataannya pada pelaksanaan pemberian grasi ini justru membuat efek jera pemidanaan ini menjadi berkurang, justru terdapat terpidana yang telah mendapatkan Grasi oleh presiden ini tetap melakukan tindak pidana secara berulang.