LAILY KADARIYAH
2021 · Thesis · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN Pada Ny. M DENGAN ANEMIA Di RUANGAN DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Anemia merupakan masalah gizi yang banyak terdapat di seluruh dunia tidak hanya terjadi di negara berkembang tetapi juga di negara maju. Penderita anemia di perkirakan dua miliyar dengan prevelensi terbanyak di seluruh dunia. Tujuan penulis mendapatkan gambaran nyata dalam menerapkan asuhan keperawatan pada klien Ny. M dengan anemia. Penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan gambaran nyata dalam menerapkan asuhan keperawatan pada klien Ny. M dengan Anemia. Subjek laporan ini adalah Ny. M dengan anemia. Berdasarkan asuhan keperawatan yang dilakukan terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada pasien Ny. M meliputi tanda dan gejala, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Pada pasien anemia yang masalah yang muncul yaitu, nyeri akut, perfusi perifer tidak efektif, keletihan, gangguan pola tidur dan defisit pengetahuan. Kesimpulan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Ny. M di mulai dari pengkajian terdapat enam kesenjangan, pada diagnosis terdapat empat kesenjangan, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang di dapatkan dari lima diagnosis keperawatan yang teratasi. Intervensi dideligasikan pada perawat ruang. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi. Kata kunci: Anemia, Keletihan, Asuhan Keperawatan
SAHARUDDIN
2021 · Thesis · Open Access
Udang windu di Kota Tarakan mempunyai potensi sumberdaya perikanan yang cukup besar, sehingga menjadikan kota Tarakan sebagai salah satu sentra produksi udang windu di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontaminasi bakteri Vibrio spp. pada udang windu (Penaeus monodon ) di tambak tradisional Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November – Desember 2020. di Labolatorium Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Tarakan ( BKIPM Tarakan ) dengan sampel udang windu (Peneus monodon) yang meliputi Sterilisasi alat dan bahan, Isolasi bakteri Vibrio, identifikasi bakteri Vibrio dan analisis data. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Deskriptif Analitik dengan studi observasional untuk memberikan gambaran mengenai penelitian yang dilakukan dengan mengamati kondisi – kondisi yang terjadi melalui observasi secara langsung. Hasil penelitian dengan melakukan uji isolasi bakteri, pewarnaan gram, dan karakterisasi bakteri dapat disimpulkan bahwa terdapat 20 isolat bakteri Vibrio spp. yang mengkontaminasi udang windu pada tambak di jalan Akibalak dan tambak belakang bandara juata kota Tarakan. Kata kunci : Udang windu, Identifikasi Bakteri, Vibrio spp.
DIANA NOVITA
2021 · Thesis · Open Access
Diana Novita. 2021. “Hubungan Pemberian Penguatan (Reinforcement) Positif terhadap Kepemimpinan Kelompok Siswa Kelas X di SMA Negeri 3 Malinau”. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Borneo Tarakan. Dibimbing oleh Bapak Hendra Pribadi, S.Pd.,M.Psi, selaku pembimbing utama dan Bapak Suprianto, S.Sos.,M.Pd selaku pembimbing anggota. Pemberian penguatan positif dalam penelitian ini diberikan untuk membantu meningkatkan sikap kepemimpinan kelompok siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian penguatan (reinforcement) positif terhadap kepemimpinan kelompok siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif, populasi berjumlah 153 dari siswa kelas X dan sampel penelitian berjumlah 55 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah skala likert pada skala pemberian penguatan (reinforcement) positif dan skala kepemimpinan kelompok siswa. Teknik analisis data yang digunakan yakni teknik analisis deskriptif dan analisis inferensial, dilakukan uji korelasi product moment dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian diperoleh tingkat kepemimpinan kelompok siswa termasuk kategori tinggi yaitu 47,3% dengan jumlah 26 siswa. Hasil uji korelasi product moment diperoleh nilai (sig.) 0,193 > 0,05 dan hasil uji regresi linier sederhana diperoleh nilai (sig.) 0,158 > 0,05 dengan nilai Ttabel 2,005 > Thitung 1,432. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pemberian penguatan (reinforcement) positif terhadap kepemimpinan kelompok siswa.
EDI TALIB
2021 · Thesis · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.A DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKESMAS SEBENGKOK KOTA TARAKAN ABSTRAK Skizofrenia sering ditemukan pada lapisan masyarakat yang dapat dialami oleh setiap manusia. Skizofrenia adalah sindrom etiologi yang tidak dapat diketahui ditandai dengan distur gangguan kognitif, emosi, presepsi, pemikiran serta perilaku. Isolasi sosial atau menarik diri adalah keadaan dimana seorang individu mengalami penurunan atau sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain disekitarnya. Tujuan penulisan tugas akhir ini untuk mendapat gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.A dengan masalah utama yaitu: isolasi sosial: menarik diri di puskesmas Sebengkok Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, Hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu: isolasi sosial: menarik diri, gangguan konsep diri: harga diri rendah, defisit perawatan diri: mandi, gangguan memori jangka panjang, dan kurang pengetahuan tentang penyakit jiwa. Terdapat 3 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: isolasi sosial: menarik diri, gangguan konsep diri: harga diri rendah, defisit perawatan diri: mandi. Terdapat kesenjangan diagnosa antara teori dan kasus Tn.A yaitu diagnosa isolasi sosial: menarik diri ada pada teori tetapi tidak terdapat pada kasus. Proses pemecahan masalah pada kasus Tn.A yaitu melaksanakan 3 (tiga) strategi pelaksanaan untuk masing masing diagnosa keperawatan. Strategi pelaksanaan hanya dilakukan pada pasien sedangkan strategi pelaksanaan pada keluarga tidak dilakukan karena keluarga tidak kooperatif. Masalah belum teratasi disebabkan karena keluarga tidak ikut serta dalam proses implementasi yang dilakukan pada klien dan adanya keterbatasan waktu dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Diharapkan adanya dukungan dari keluarga klien dalam implementasi agar proses penyembuhan kien dapat tercapai. Selain itu diharapkan perawat juga berperan aktif dalam melakukan pendekatan kepada klien dan keluarganya agar proses keperawatan dapat dilaksanakan dengan baik.
AYUMI
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Ketoasidosis diabetik ( KAD) adalah keadaan dekompensasi metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia, asidosis dan ketosis yang terjadi krena kelainan skreksi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Metode penulis deskriptif yaitu studi kasus melalui teknik pengumpulan data, wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi dan studi kepustakaan. Dengan mengunakan pendekatan proses keperawatan keperawatan yang meliputi langkah-langkah pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Diagnosa yang didapatkan pada Tn. T adalah ketidak stabilan gulkosa dalam darah behubungan dengan resistensi insulin, nyeri akut berhubungan dengan angen pecedra fisiologis, ganguan intergitas kulit behubungan dengan perubahan sirkulasi, gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan musculoskletal Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah maka penulis menemukan semua masalah diagnosa keperawatan dapat teratasi.penulis mampu melakukan asuhan keperawatan secara komprehensif, menemukan faktor pendukung, penghambat dan menemuan kesenjangan teori dan kasus.
MUHAMMAD RAMDANI
2021 · Thesis · Open Access
Kekeruhan dapat diartikan sebagai ukuran relatif kejernihan air. Kekeruhan merupakan suatu kondisi air yang di dalamnya terdapat sedidkit atau banyak partikel-partikel halus yang kadang tak kasat mata sehingga diperlukan suatu alat dengan efek cahaya untuk mengukur kondisi air baku dengan skala NTU (Nephelometric Turbidity Unit). Internet of things merupakan suatu objek yang mampu melakukan suatu pengiriman data melalui jaringan internet Disini peneliti akan membuat sebuah sistem pemantauan air berbasis internet of things melalui smartphone. Berdasarkan hasil peneletian didapatkan nilai dari pengujian sensor turbidity yang dibandingkan dengan alat ukur Milwaukee Mi415 didapatkan error 0,163%. Pada perhitungan akurasi didapat nilai 99,12%. Pada data yang bervariasin dilakukan percobaan dari kekeruhan sangat rendah 1,92 NTU sampai dengan kekeruhan yang sangat tinggi 299 NTU. Pada pengujian sistem didapat notifikasi aktif ketika nilai kekeruhan diatas 5 NTU dan buzzer akan berbunyi. Dari pemantauan yang dilakukan selama 24 jam didapat dan sensor turbidity dibandingkan dengan alat ukur milwaukee didapat nilai error 0,236% dan akurasi 99,23%.
CINDY ARFINA NOORAISYAH
2021 · Thesis · Open Access
Asuhan Keperawatan Pada Ny. A Dengan Gagal Jantung kongestif di Ruang Dahlia B Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tarakan ABSTRAK Gagal jantung menurut penulis adalah keadaan jantung yang tidak adekuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Ada tiga provinsi dengan prevalensi penyakit jantung tertinggi di Indonesia yaitu Provinsi Kalimantan Utara 2,2%, Daerah Istimewa Yogyakarta 2%, dan Gorontalo 2%. Selain itu 8 provinsi lain juga memliki prevalensi lebih tinggi dibandingkan prevalensi nasional, salah satunya Provinsi Kalimantan Timur yaitu 1,8%. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan mendapatkan gambaran nyata tentang penerapan dan pelaksanaan asuhan keperawatan pada Ny. A dengan diagnosis Gagal Jantung Kongestif, pada kasus klien menderita gagal jantung hampir 3 tahun lamanya, keluhan nyeri di bagian ulu hati dan kondisi ansietas klien timbulnya rasa tidak nyaman pada dirinya. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil pengkajian dari Ny. A terdapat 5 diagnosis keperawatan yaitu penurunan curah jantung, pola nafas tidak efektif, nyeri akut, gangguan pola tidur dan ansietas. Kesimpulan penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus mulai dari pengkajian dan diagnosis keperawatan. Evaluasi hasil yang didapatkan satu diagnosis keperawatan teratasi dan empat diagnosis keperawatan yang teratasi sebagian.
DENDI KURNIAWAN
2021 · Thesis · Open Access
Abstrak Skizofrenia merupakan penyakit otak yang paling membingungkan dengan manifestasi kondisi psikotik yang berat dan persisten di sertai oleh variable disfungsi koknitif dan gangguan pisikososial yang mendalam. Isolasi sosial merupakan kondisi dimana pasien selalu merasa sendiri dengan merasa kehadiran orang lain sebagai ancaman. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalamn nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. S, Metode penulisan deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn, “S”, Hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu: Isolasi sosial: menarik diri, Gangguan konsep diri: harga diri rendah, Gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, Gangguan memori jangka panjang dan Kurang pengetahuan tentang penyakit jiwa. Kesimpulan penulis menemukan satu kesenjangan yang ada pada teori namun tidak ada pada kasus yaitu pada pengkajian isolasi sosial klien dikatakan tidak mampu berinteraksi sama sekali kepada orang lain teori tersebut idak sejalan dengan kasus Tn. S, klien mampu berkomunikasi dengan baik kepada orang terdekat klien yaitu saudara kandung klien.dan pada saat pelaksanaan semua masalah dapat teratasi, proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan klien mampu melakukan dengan benar secara mandiri.
HENDRA M MALIK
2021 · Thesis · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.T DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKESMAS SEBENGKOK TARAKAN ABSTRAK Hendra: Asuhan Keperawatan Pada Tn.T Dengan Masalah Utama Isolasi Sosial: Menarik Diri Di Puskesmas Sebengkok Tarakan Gangguan jiwa adalah kumpulan-kumpulan keadaan yang tidak normal baik secara fisik ataupun mental. Isolasi sosial merupakan keadaan dimana seorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Tujuan umum penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran dan pengalaman yang nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn.T dengan masalah utama isolasi sosial: menarik diri. Penyusunan laporan tugas akhir ini mengunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada kasus Tn.T penulis menegakkan 3 (tiga) diagnosa keperawatan yaitu, isolasi sosial: menarik diri, gangguan persepsi sensorik: halusinasi penglihatan, defisit perawatan diri: mandi. Terdapat kesenjangan diagnosa antara teori dan kasus pada Tn.T yaitu diagnosa harga diri rendah ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus. Proses pemecahan masalah pada kasus Tn.T yaitu melaksanakan 3 (tiga) strategi pelaksanaan untuk masing-masing diagnosa keperawatan. Strategi pelaksanaan hanya dilakukan pada pasien sedangkan strategi pelaksanaan pada keluarga tidak dilakukan karena keluarga tidak kooperatif dan jarang berada dirumah. Masalah belum teratasi disebabkan klien yang kurang kooperatif. Perlu adanya kerja sama yang baik antara perawat dan keluarga klien untuk turut melibatkan dan membantu proses penyembuhan klien.
SYAHRUL GUNAWAN KIFLI
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Rheumatoid Arthritis merupakan salah satu penyakit autoimun dengan peradangan yang tersebar diseluruh tubuh, mencakup keterlibatan sendi dan berbagai organ di luar persendian. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny. D metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Ny. “D”. Hasil pengkajian klien terdapat 6 masalah keperawatan yaitu: nyeri akut, perfusi perifer tidak efektif, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur, defisit perawatan diri dan defisit pengetahuan. Kesimpulan: penulis menemukan 2 kesenjangan yang ada pada teori tapi tidak ada pada kasus, dan pada saat pelaksanaan ada tiga diagnosis yang intervensinya masih teratasi sebagian yaitu nyeri akut, perfusi perifer tidak efektif, gangguan mobilitas fisik. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari perawat, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar tetapi klien belum mampu melakukan secara mandiri, intervensi didelegasikan pada perawat ruangan. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi.
MARIAM JUNI
2021 · Thesis · Open Access
Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit kronis progresif dimana tubuh tidak mampu untuk melakukan metabolisme lemak, protein dan karbohidrat yang mengarah pada hiperglikemia (kadar glukosa darah yang tinggi). Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit kronis progresif dimana tubuh tidak mampu untuk melakukan metabolisme lemak, protein dan karbohidrat yang mengarah pada hiperglikemia (kadar glukosa darah yang tinggi). Adapun Tujuan Khusus dari penulisan Laporan Tugas Akhir ini, yaitu: Melakukan proses keperawatan pada Tn. T dengan diagnosa Diabetes Melitus di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dengan menerapkan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi, melakukan pendokumentasian Asuhan Keperawatan pada Tn. T dengan diagnosa medis Diabetes Melitus tipe 2 di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan, membandingkan antara teori dan praktik Asuhan Keperawatan pada Tn. S dengan Diabetes Melitus tipe 2 di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan Asuhan Keperawatan pada Tn. T dengan diagnosa Diabetes Melitus di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan, melaksanakan pemecahan masalah pada Tn. T dengan diagnosa Diabetes Melitus tipe 2 di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan. Dari hasil pengkajian asuhan keperawatan pada Tn. T dengan penyakit Diabetes Melitus dapat dilakukan beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan landasan teori dan tujuan yang telah ditetapkan. Penulis melakukan asuhan keperawatan melalui setiap tahap dari proses keperawatan yang terangkai mulai dari pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, perencanaan tindakan, pelaksanaan keperawatan dan evaluasi. Penulis melaksanakan seriap tahapan sesuai dengan tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh penulis.
LENNI
2021 · Thesis · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. R DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKEMAS SEBENGKOK ABSTRAK Lenni: asuhan keperawatan pada Tn. R dengan masalah utama isolasi sosial: menarik diri di puskemas sebengkok Isolasi sosial merupakan kondisi kesendirian yang dialami oleh individu dan dipersepsikan disebabkan orang lain dan sebagai kondisi yang negatif dan mengancam. Isolasi sosial merupakan ketidak mampuan pasien dalam mengungkapkan perasaannya dengan kekerasan. Pasien dengan isolasi sosial tidak mampunyai kemampuan untuk bersosialisasi dan sulit untuk mengungkapkan keinginan dan tidak mampu berkomunikasi dengan baik sehingga pasien tidak mampu mengungkapkan marah dengan cara yang baik. Tujuan penulis: mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. R. Metode penulisan: menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada Tn. R dengan didapatkan tiga masalah keperawatan yang muncul, yaitu isolasi sosial: menarik diri, gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan, harga diri rendah. Tidak terdapat kesenjangan antara teori dengan kasus pada Tn. R. Pemecahan masalah pada Tn. R hanya di lakukan dengan tiga strategi untuk masing-masing diagnose. Hal ini di krenakan kondisi pasien dan keluarga sertanya ada keterbatasan waktu. Diharapkan adanya dukungan dari pihak perawat di puskesmas dan juga keluarga klien agar membantu proses penyembuhan klien agar lebih cepat. Kata kunci: Skizofrenia, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Asuhan Keperawatan
NUR PATASARI
2021 · Thesis · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.A DENGAN DIAGNOSIS MEDIS HIPERTENSI DI RUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN ABSTRAK Hipertensi atau yang biasa disebut tekanan darah tinggi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik diatas batas normal yaitu lebih dari 140 mmhg dengan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmhg. Tujuan penulisan untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.A. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data, meliputi observasi, wawawancara, pemeriksaan head to toe, dokumentasi, kepustakaan subjek adalah klien. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis mendapatkan hasil pengkajian klien terdapat 5 diagnosis keperawatan yaitu: nyeri akut berhubungan dengan pencederaan fisiologis (iskemia), bersihan jalan nafas tidak efekif berhubungan dengan penumpukan secret, gangguan pola tidur berhub- ungan kurang control tidur, defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpa- parnya infomasi mengenai penyakit (Hipertensi) dan penulis melakukan intervensi yang semuanya dapat teratasi. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan diagnosis keperawatan pada Tn.A yang ada pada teori namun tidak ada pada kasus yaitu: penurunan curah jantung, intoleransi aktivitas, defisit nutrisi, ketidakmampuan koping kluarga dan diagnosis yang tidak ada diteori namun ada pada kasus yaitu: nyeri (akut), berihan jalan nafas tidakefektif, gangguan pola tidur, defisit pengetahuan (Hipertensi).
MUCHAMMAD RIDHO CANDRA PRATAMA
2021 · Thesis · Open Access
Diabetes Melitus adalah penyakit hiperglikemia yang ditandai dengan ketiadaan absolut insulin atau penurunan relative insisensitivitas sel terhadap insulin. Penyakit yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi salah satunya adalah ulkus diabetic foot yang menjadi penyebab amputasi kaki pada penderita DM. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara holistik dan komprehensif. Pada TN. R dengan Diabetes Melitus di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 17 Maret 2021 sampai dengan 18 Maret 2021. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Hasil yang didapatkan terdapat empat diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. R, ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, defisit perawatan diri. Dimana keempat diagnosis tersebut teratasi. Terdapat lima diagnosis yang ada pada teori namun tidak ditemukan pada kasus Tn. R dan intervensi yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi pasien dari sarana & prasarana.
FITRI MELIANI
2021 · Thesis · Open Access
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik yang terjadi akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksinya secara efektif sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan konsentrasi glukosa dalam darah. Tujuan penulis mendapatkan gambaran nyata dalam menerapkan asuhan kepera pada klien Tn. T dengan diabetes melitus. penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Berdasarkan asuhan keperawatan yang dilakukan terdapat kesenjangan antara teori dan diagnosis dan kasus pada pasien Tn. T meliputi tanda dan gejala, daignosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Pada pasien diabetes melitus masalah yang muncul yaitu diagnosis keperawatan Ketidakstabilan kadar glukosa darah, Nyeri akut, Gangguan mobilitas fisik, Gangguan integritas kulit, Defisit perawatan diri. Kesimpulan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat tujuh kesenjangan, pada diagnosis terdapat lima kesenjangan, intervensi harus disesuaikan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang di dapatkan lima diagnosis yang teratasi. Intervensi dideligasikan pada perawat ruang
YESI LUKI
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Hipertensi Urgensi suatu keadaan kronis yang ditandai dengan meningktanya tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri, keadaan tersebut mengakibatkan jantung bekrja lebih keras untuk mengedarkan darah keseluruh tubuh melalui pembuluh darah. Tujuan penulis gambaran dan pengalaman nyata tentang asuhan keperawatan pada Ny.S. Metode penulisan deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evalusai. Sehingga dari hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu pola napas tidak efektif, nyeri akut, gangguan pola tidur, perfusi perifer tidak efektif, resiko deficit nutrisi. Kesimpulan penulis menemukan 4 kesenjangan yang ada pada kasus tetapi tidak terdapat pada teori dan dan pada saat pelaksanaan proses asuhan keperawatan semua intervensi telah dilakukan dan teratasi. Diharapkan perawat dapat memberikan penyuluhan tentang cara pencegahan Hipertensi Urgensi dan pengobatan terhadap Hipertensi Urgensi. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Hipertensi Urgensi, Dipsnea.
JEFERSEN
2021 · Thesis · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. A DENGAN DIAGNOSA KEJANG DEMAM SEDERHARANA DI RUANG ANGGREK B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Jeffersen, Alfianur, Nurman Hidaya ABSTRAK Kejang demam merupakan serangan kejang yang sering terjadi pada anak berusia dibawah lima tahun yang terjadi akibat kenaikan suhu tubuh di atas 38ºC. Saat serangan kejang terjadi kebanyakan orang tua yang tidak menyadari tindakan segera yang perlu diambil untuk mencegah kejang demam atau komplikasinya. Kejang yang tidak tertangani dengan baik dapat menimbulkan dampak buruk bagi anak, bahkan hingga menyebabkan kematian. Asuhan keperawatan terutama ditujukan pada tindakan pencegahan dan menghindarkan anak dari resiko komplikasi. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan proses keperawatan pada anak yang dirawat dengan kejang demam sederhana. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipe studi kasus dengan kasus tunggal pada An. A. Pendekatan asuhan keperawatan yang dilakukan mencakup lima langkah proses keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan tidak signifikan pada semua tahap proses asuhan. Tahap pengkajian tidak semua prosedur diagnostik dilakukan pada An. A. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. A yaitu termoregulasi tidak efektif, resiko cedera jatuh, defisit pengetahuan, defisit perawatan diri. Intervensi keperawatan dan implementasi disesuaikan dengan kondisi klien dan ketersediaan sarana penunjang. Seluruh diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai kriteria hasil yang ditetapkan. Dapat disimpulkan bahwa perawat telah mampu melakukan proses keperawatan dengan perbedaan yang tidak bermakna antara kasus denganteori.
ARNI AMELIA
2021 · Thesis · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.R DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKESMAS SEBENGKOK KOTA TARAKAN Abstrak Arni Amelia: Asuhan Keperawatan Pada Tn. R Dengan Masalah Utama Isolasi sosial: Menarik Diri Di Puskesmas Sebengkok Tarakan. Isolasi sosial merupakan kondisi kesendirian yang di alami oleh individu dan dipersepsikan disebabkan orang lain dan sebagai kondisi yang negatif dan mengancam. Berdasarkan data rekam medik di Puskesmas Sebengkok Tarakan tahun 2021 yang mengalami isolasi sosial sebanyak 12 orang. Tujuan umum pada penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. R dengan masalah utama isolasi sosial: Menarik Diri di Puskesmas Sebengkok Tarakan. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada metode ini, menggunakan pengumpulan data sebagai berikut: wawancara, observasi, studi kepustakaan, studi dokumentasi, hasil: studi kasus yang didapatkan adalah tiga diagnosa keperawatan yang dapat di tegakkan pada Tn.R yaitu isolasi sosial: menarik diri, gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, defisit perawatan diri: berpakaian. Kesimpulan penulis mendapatkan proses pemecahan masalah pada Tn.R dengan tiga diagnosa isolasi sosial: menarik diri, gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, defisit perawatan diri: berpakaian, ada satu diagnosa yang dapat teratasi sehingga rencana tindak lanjut di pertahankan namun satu diagnosa yang belum teratasi, rencana tindak lanjut harus di lanjutkan oleh Tn.R sehingga indikator dapat tercapai. Saran: Dianjurkan pada perawat untuk menjadwalkan kegiatan terapi aktivitas pada pasien dengan masalah isolasi sosial agar dapat membantu proses penyembuhan. Kata Kunci: isolasi sosial: menarik diri, asuhan keperawatan, diagnosa.
SUREDA
2021 · Thesis · Open Access
Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimential design dengan desain posttest only control design. Populasi penelian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 3 Tarakan. Penarikan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan diperoleh sampel penelitian, yaitu kelas XI MIPA 1 dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang seba gai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 2 dengan jumlah siswa sebanyak 29 orang sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini, yaitu dengan tes kemampuan koneksi matematika siswa (posttest). Data dianalisis menggunakan analisis statistik dengan bantuan software SPSS versi 23.0 for windows. Hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata pencapaian kemampuan koneksi matematika siswa pada kelas eksperimen adalah 83,24 dan pada kelas kontrol adalah 61,20. Hasil analisis statistika inferensial untuk kemampuan koneksi matematika siswa menggunakan uji independent sampel t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,000 sehingga H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa skor rata-rata kemampuan koneksi matematika siswa yang diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) lebih tinggi secara signifikan dari skor rata-rata kemampuan koneksi matematika siswa yang diberikan penerapan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Tarakan atau model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) berpengaruh terhadap kemampuan koneksi matematika. Abstract This current research was a quasi-experimental research with a posttest only control design. The population was all students of class XI MIPA at SMA Negeri 3 Tarakan. The simple random sampling technique was employed and was obtained class XI MIPA 1 with 30 students as the experimental class and class XI MIPA 2 with 29 students as the control class. The data were collected using mathematical connection ability test (posttest) and were then analyzed using statistical analysis with the help of SPSS software version 23.0 for windows. The results of the descriptive statistical analysis showed that the mean score of the students’ mathematical connection ability in the experimental class was 83.24 and that of in the control class was 61.20.The results of inferential statistical analysis for the students’ mathematical connection ability using in independent sample t-test at the level of significance 5% (α = 0.05) was obtained a p-value of 0.000, so that H0 was rejected. Thus, it was concluded that the students who were treated using the Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) learning model got significantly higher mean score of the mathematical connection ability than those who were taught using conventional learning model. In other words, the Connecting, Organizing, Reflecting, Extending ( CORE ) learning model effected the mathematical connection ability for the student of class XI MIPA at SMA Negeri 3 Tarakan.
JUMEIRKY SAPAN TANDI LOLO
2021 · Thesis · Open Access
Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) adalah penyakit yang sering terjadi, dapat dicegah, serta dapat diobati yang ditandai dengan gejala pernapasan persisten dan keterbatasan aliran udara yang disebabkan oleh kelainan saluran napas atau kelainan aveolar yang biasanya disebabkan oleh paparan partikel atau gas yang berbahaya. Prevelensi PPOK cukup tinggi dan selalu mengalami perkembangan pada setiap negara di dunia. Sementara prevelensi di kalimantan utara adalah 3,1%, hal ini juga berhubungan dengan terus meningkatnya prevelensi merokok pada remaja 10-18 tahun. Dalam menyusun laporan tugas akhir ini dengan menggunakan suatu metode studi kasus dengan pendekatan studi perpustakaan dan wawancara dimulai dengan tahapan pengkajian, diagnosis medis keperawatan, intervensi atau perencanaan, implementasi dan terakhir evaluasi. Berdasarkan hasil pengamatan penulis selama 3 hari dari tanggal 18 November 2019 sampai dengan 20 November 2019, penulis mendapat pasien Tn. L dengan diagnosis medis PPOK Eksaserbasi Akut. Hasil yang didapatkan terdapat 4 diagnosis keperawatan yang ditegakkan pada Tn. L yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, perfusi perifer tidak efektif, gangguan pola tidur. Terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada pengkajian, diagnosis, dan intervensi disesuaikan dengan dengan kebutuhan klien serta sarana dan prasarana dalam memberikan asuhan keperawatan. Evaluasi yang didapatkan semua diagnosis teratasi dengan catatan memberikan intervensi kepada klien.