INDAH KUMALA PATI
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Asuhan Keperawatan Anak An. K Dengan Diagnosis Medik Kejang Demam Sederhana Di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan Indah Kumala Pati, Alfianur, Nurman Hidaya Kejang demam merupakan kejang yang disertai demam yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh >380C. Kejang demam merupakan kelainan neurologis yang sering dijumpai pada anak-anak dan menyerang sekitar 4% anak. Kejang demam yang tidak teratasi dapat menyebabkan kerusakan sel otak. Asuhan keperawatan yang komprehensif diperlukan untuk mencegah serangan kejang dan meminimalkan risiko komplikasi. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan proses keperawatan pada anak yang dirawat dengan kejang demam sederhana. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipe studi kasus dengan kasus tunggal An. K. Peneliti menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang mencakup lima langkah proses keperawatan. Hasil penelitian menemukan perbedaan tidak bermakna pada semua tahap proses keperawatan. Prosedur diagnostik yang tidak lengkap merupakan kesenjangan utama pada tahap pengkajian. Terdapat empat diagnosis keperawatan pada An. K yaitu hipertermi, defisit nutrisi, gangguan pola tidur, dan resiko cedera. Intervensi keperawatan dan implementasi disesuaikan dengan kondisi klien dan ketersediaan sarana penunjang. Evaluasi akhir berdasarkan kriteria hasil menunjakan tiga diagnosis keperawatan dapat teratasi dan saru diagnosis keperawatan yang teratasi sebagian. Dapat disimpulkan bahwa perawat mampu melakukan asuhan keperawatan secara baik.
IDA AYU DWI RATNA PURI
2021 · Thesis · Open Access
Ketoasidosis diabetikum adalah keadaan yang ditandai dengan asidosis metabolik akibat pembentukan keton yang berlebihan, ketoasidosis diabetikum juga merupakan komplikasi akut diabetes melitus yang serius. Dalam penyusunan laporan akhir ini penulis menggunakan metode studi kasus, yaitu metode ilmiah yang menggambarkan keadaan nyata yang sedang terjadi, dan semua kegiatan hanya memusatkan perhatian pada kasus secara intensif, dimulai dengan pengumpulan data, analisis data, merumuskan masalah intervensi, dan implementasi serta evaluasi yang telah dilakukan. Dari hasil pengumpulan data didapatkan lima masalah keperawatan yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, hipervolemia, nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, risiko defisit nutrisi. Berdasarkan hasil evaluasi ada dua masalah keperawatan yang dapat di atasi dan tiga masalah keperawatan yang belum teratasi. Adapun faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung pasien yang sangat koperatif, komunikasi yang baik dengan pasien dan tenaga kesehatan lain, faktor penghambat yaitu keterbatasan sarana dan prasarana rumah sakit, Sehingga perawat diharapkan melaksanakan tugas sebagai care giver yang memberikan asuhan keperawatan secara holistik dan komprehensif.
PUTRI GUSFIYATUN
2021 · Thesis · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN Pada Tn. M DENGAN DIAGNOSIS ASMA BRONKHIAL DI RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Abstrak Asma adalah terjadinya peradangan atau penyempitan pada saluran pernapasan yang ditandai dengan mengi, batuk, dan sesak napas. Tujuan penulisan ini untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. M. Metode penulisan menggunakan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengkajan yang dilaksanakan mencakup identitas klien, riwayat yang pernah dialami, kesehatan sekarang dan pengkajian kesehatan secara keseluruhan. Diagnosis keperawatan yang didapatkan yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan pertukaran gas, ansietas, gangguan pola tidur, dan defisit pengetahuan. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosis keperwatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dari diagnosis tersebut terdapat lima masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan intervensi yang telah dilakukan.
MUHAMMAD IBNU MAS'UD
2021 · Thesis · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. T DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKESMAS PANTAI AMAL KOTA TARAKAN Abstrak Isolasi sosial menarik diri adalah keadaan di mana seseorang mengalami atau tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya dan seseorang merasa ditolak, tidak diterima, kesepian dan tidak mampu membina hubungan yang berarti dengan orang lain. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan pengalaman secara nyata dalam pemberian asuhan keperawatan kepada klien Tn. T dengan masalah utama gangguan isolasi sosial menarik diri di Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Penyusunan laporan tugas akhir ini menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, yaitu dengan memberikan gambaran keadaan yang berlangsung dan aktual pada kasus tertentu, dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengumpulan data, wawancara, observasi, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Masalah keperawatan yang muncul ada 7 yaitu isolasi sosial, gangguan konsep diri hdr, gangguan persepsi sensori halusinasi, koping individu inefektif, kurang pengetahuan, regimen terapeutik inefektif, dan ketidakefektifan keluarga dalam proses penatalaksanaan program pengobatan dan diagnosa prioritas yang diangkat ada 3 yaitu isolasi sosial menarik diri, gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran dan harga diri rendah. Hasil didapatkan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus yaitu pada pengkajian gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran tidak ditemukan tanda-tanda klien mendengar suara-suara yang mengancam. Pada pelaksanaan tidak dapat dilakukan intervensi untuk intervensi keluarga pada diagnosa harga diri rendah. Diharapkan untuk meningkatkan komunikasi terapeutik dengan bahasa yang mudah dimengerti serta memberikan kesempatan klien untuk menceritakan keadaannya.
RIDWAN
2021 · Thesis · Open Access
Bronkopenumonia merupakan radang dari saluran pernapasan yang terjadi pada bronkus sampai dengan alveolus paru biasanya sering disebabkan oleh bakteri streptokokus pneumonia dan Hemofilus influenza. Tujuan umum yang ingin dicapai pada penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah memperoleh gambaran secara nyata tentang pelaksanaan dan pendokumentasian Asuhan Keperawatan Pada An “G” Dengan Bronkopneumonia. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah menggunakan metode deskriptif tipe studi kasus dan studi literatur yaitu metode ilmiah yang bersifat mengumpulkan data, menganalisa data, dan menarik kesimpulan. Adapun penulis Laporan Tugas Akhir ini didapat dengan cara. Dalam penelitian seluruh langkah proses keperawatan dapat dijalankan secara berkesinambungan. Hasil pengkajian menunjukkan hanya gejala utama yang ditemukan pada An. G, sedang gejala penyerta tidak semua ditemukan. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. G dengan diagnosa utama adalah bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan hipersekresi jalan nafas. Penyusunan rencana asuhan keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien dan berdasarkan ketersediaan sarana penunjang. Seluruh rencana asuhan dapat diimpelementasikan dengan baik. Evaluasi hasil menunjukkan sebagian masalah keperawatan dapat teratasi. Dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara kasus dengan teori pada setiap langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, penyusunan renacana keperawatan, implementasi dan evaluasi. Hal ini berarti proses keperawatan dapat dijalankan dengan baik oleh perawat.
SONIA ANENDHITA NOVITASARI
2021 · Thesis · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN DIAGNOSIS DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN Abstrak Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi pada mata, jantung, ginjal, saraf dan bahkan ada kemungkinan penderitanya bisa di amputasi. Tujuan umum dari Laporan Tugas Akhir ini adalah sebagai gambaran dalam melaksanakan proses asuhan keperawatan pada klien dengan Diabetes Melitus Tipe 2. Laporan Tugas Akhir ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan proses keperawatan. Subjek pendekatan studi kasus adalah Tn. A di ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 08 April 2021 sampai dengan 09 April 2021. Hasil yang didapatkan ada 7 masalah keperawatan pada Tn. A yaitu Ketidakseimbangan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, gangguan pola tidur, gangguan mobilitas fisik, ketidakpatuhan dan defisit perawatan diri. Penulis menyimpulkan terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada pengkajian, diagnosis, dan intervensi disesuaikan dengan kebutuhan klien serta sarana dan prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan 6 diagnosis teratasi dan 1 teratasi sebagian dengan catatan memberikan intervensi secara mandiri kepada klien. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Studi Kasus, Asuhan Keperawatan
RIWANTI YOSEPHLOBO
2021 · Thesis · Open Access
PEMAKAIAN TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM DIALOG FILM ANIMASI ADIT DAN SOPO JARWO (KAJIAN PRAGMATIK) Abstrak Tujuan skripsi ini yaitu pertama, untuk mengetahui jenis tindak tutur direktif dalam dialog film animasi Adit dan Sopo Jarwo. Tujuan kedua, mendeskripsikan fungsi dari masing-masing jenis tindak tutur direktif dalam dialog film animasi Adit dan Sopo Jarwo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian ini yaitu tuturan film animasi Adit dan Sopo Jarwo. Data diperoleh dengan menggunakan teknik SBLC (Simak Bebas Libat Cakap), teknik transkripsi data, dan teknik catat. Analisis data menggunakan model interaktif dari teori Miles dan Huberman. Penentuan data dalam film animasi Adit dan Sopo Jarwo didasarkan pada konteks tuturan dan indikator jenis tindak tutur direktif. Indikator permintaan menggunakan kata tolong, minta, mohon, harap, dapatkah seandainya, diminta dengan hormat, dan dimohon dengan sangat. Indikator perintah menggunakan kata biar, ayo, coba. Indikator larangan menggunakan kata jangan. Indikator nasihat menggunakan kata sebaiknya dan hendaknya. Indikator pertanyaan menggunakan kata apa, siapa, kenapa, dimana, kapan, dan bagaimana. Indikator pemberian izin menggunakan penanda kata silakan, biarlah, boleh, diperkenankan, dipersilakan, dan diizinkan. Hasil penelitian ini ditemukan 6 jenis tindak tutur direktif, yaitu permintaan berjumlah 14 data, perintah berjumlah 16 data, pertanyaan berjumlah 11 data, larangan 10 data, nasihat berjumlah 3 data, dan pemberian izin berjumlah 4 data. Jenis tindak tutur permintaan memiliki fungsi meminta 7 data dan memohon 7 data. Jenis perintah memiliki fungsi menghendaki 1 data, memerintah 13 data, dan mengarahkan 2 data. Jenis tindak tutur direktif pertanyaan memiliki fungsi bertanya 10 data dan menginterogasi 1 data. Jenis tindak tutur direktif larangan memiliki fungsi melarang 9 data dan membatasi 1 data. Jenis tuturan nasihat memiliki fungsi menasehati 2 data dan menyarankan 1 data. Jenis tindak tutur direktif pemberian izin memiliki fungsi mengizinkan 3 data dan membolehkan 1 data. Kata Kunci: Direktif, Pragmatik, Tindak Tutur. THE USE OF DIRECTIVE SPEAKING ACTIONS IN THE DIALOGUE OF ADIT DAN SOPO JARWO ANIMATION FILM (PRAGMATIC STUDY) Abstract The purpose of this research was to discover the types of directive speech acts in the dialogue of the animated film Adit dan Sopo Jarwo. The second objective was to describe the function of each type of directive speech act in the dialogue of the animated film Adit dan Sopo Jarwo. This research was a descriptive qualitative research. The data of the research were the speeches in the Adit dan Sopo Jarwo animated film. The data were obtained using the Simak Bebas Libat Cakap technique (observation non-participatory method), data transcription techniques, and note-taking techniques. Analysis of the data used an interactive model from Miles and Hurberman. Determining the data of the research was based on the context of speech and indicators of directive speech act types. The request indicator used the words tolong, minta, mohon, harap, dapatkah seandainya, diminta dengan hormat, and dimohon dengan sangat. The imperative indicator used the word biar, ayo, coba. The prohibition indicator used the word jangan. The indicator of advice used the words sebaiknya and hendaknya. Question indicators used the words apa, siapa, kenapa, dimana, kapan, dan bagaimana. Indicators of grating permission used the word markers silakan, biarlah, boleh, diperkenankan, dipersilakan, and diizinkan. The result found 6 types of directive speech acts, i.e. requests totaling 14 data, imperatives totaling 16 data, questions totaling 11 data, prohibitions 10 data, advices totaling 3 data, and granting permission totaling 4 data. The type of request speech act has the function of asking in 7 data and 7 data for begging. The imperative type has the function of requiring in 1 data, commanding 13 data, and directing in 2 data. The type of question directive speech act has the function of asking found in 10 data and interrogating in 1 datum. The type of prohibitive directive speech act has the function of prohibiting in 9 data and limiting in 1 datum. The type of advice speech has the function of advising in 2 data and suggesting in 1 data. The type of directive speech act of granting permission has the function of allowing in 3 data and granting in 1 datum. Keywords: Directive, Pragmatics, Speech Act.
HASMILA
2021 · Thesis · Open Access
Skizofrenia merupakan suatu gangguan jiwa yang ditandai adanya penyimpangan dasar dan adanya perbedaan dari pikiran, disertai dengan adanya ekspresi emosi yang tidak wajar. Isolasi sosial suatu keadaan kesepian yang dirasakan seseorang karena orang lain menyatakan negatif dan mengancam. Sedangkan menarik diri adalah usaha menghindari interaksi dengan orang lain. Tujuan umum dari laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn.R masalah utama isolasi sosial: menarik diri di Pukesmas Sebengkok Tarakan. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada metode ini, menggunakan pengumpulan data sebagai berikut: wawancara, observasi, studi kepustakaan, studi dokumentasi, hasil: terdapat satu kesenjangan pada Tn.R yaitu yang ada pada teori namun tidak ada pada kasus yaitu: Risiko perilaku kekerasan dan diagnosa yang tidak ada diteori tapi ada pada kasus dengan diagnosa: isolasi sosial: menarik diri, harga diri rendah, gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, defisit perawatan diri: mandi dan berdandan. Saran: meningkatkan komunikasi yang terapeutik dengan petugas medis, keluarga maupun Tn.R
NUR HALIQ
2021 · Thesis · Open Access
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII MTS AL KHAIRAT TARAKAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA Nur Haliq, Alfian Mucti Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Borneo Tarakan, Indonesia Email: [email protected] Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya kemampuan pemecahan masalah matematis dalam menyelesaikan soal cerita pada siswa yang mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran matematika dan merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa. Berdasarkan pra penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal cerita belum maksimal dikarenakan siswa tidak mengutamakan teknik penyelesaian tetapi lebih memprioritaskan hasil akhir. Ada beberapa teori pemecahan masalah yang dikembangkan oleh beberapa ahli, salah satunya pemecahan masalah berdasakan langkah-langlah Polya. Tujuan penelitian ini menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan langkah-langkah Polya dan penyebab kesalahan siswa dalam pemecahan masalah matematika. Tahapan pemecahan masalah Polya terdiri dari tahap memahami masalah, merencanakan pemecahan, melalukan rencana pemecahan, dan memeriksa kembali. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 23 dari 23 siswa kelas VIII MTs Al Khairat Tarakan. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini adalah (1) pada tahap memahami banyak siswa yang tidak mengalami kesulitan karena siswa sudah bisa memahami masalah, (2) pada tahap perencanaan ada beberapa siswa yang tidak menuliskan rencana penyelesaian tetapi memahami dengan cara yang akan mereka lakukan unutk menyelesaikan soal tetapi mereka belum terbiasa menuliskan rencananya, (3) pada tahap melaksanakan rencana ada beberapa siswa yang kesulitan karena kurang teliti sehingga tidak menyadari kesalahan yang diperbuat. Hal ini disebabkan karena siswa kurang konsentrasi dalam menyelesaikan soal, dan (4) pada tahap memeriksa kembali ada siswa yang belum mencapai tahapan ini karena mereka belum menyelesaikan tahapan sebelumnya.
RIATI
2021 · Thesis · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. M DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENGLIHATAN DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN ABSTRAK Riati: Asuhan Keperawatan Pada Ny. M Dengan Masalah Utama Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Penglihatan Di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang panca indra). Halusinasi adalah gangguan persepsi sensori terhadap suatu objek atau gambaran dan pikiran yang sering terjadi tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua sistem penginderaan. Berdasarkan rekam medik di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan dari bulan Januari sampai Mei 2018 tercatat jumlah pasien halusinasi sebanyak 61 orang dengan presentase (40,9%). Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny. M. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Ny. M. Pada metode ini, menggunakan pengumpulan data sebagai berikut: wawancara, observasi, studi kepustakaan, studi dokumentasi, hasil: penulis menemukan kesenjangan yang terdapat pada teori tapi tidak ada pada kasus dan tidak terdapat pada teori tetapi ada pada kasus, serta pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya teratasi sebagian yang disebabkan klien yang kurang kooperatif yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan. Perlu adanya kerjasama yang baik antara mahasiswa, perawat dan keluarga klien untuk melibatkan dan membantu proses penyembuhan klien dengan melanjutkan intervensi anjurkan cara untuk menangani halusinasi agar masalah dapat teratasi. Kata kunci: Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Penglihatan, Asuhan Keperawatan Mengetahui, Donny Tri Wahyudi, S.Kep.Ns., M.Kes NIDN. 0001018903
DARMIKA
2021 · Thesis · Open Access
Skizofrenia adalah suatu gangguan jiwa berat yang ditandai dengan penurunan atau ketidakmampuan berkomunikasi, gangguan realitas (halusinasi atau waham), afek yang tidak wajar atau tumpul, gangguan kognitif (tidak mampu berpikir abstrak) serta mengalami kesukaran melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.T. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “T”. Hasil pengkajian klien terdapat 4 masalah keperawatan yaitu: Isolasi Sosial: Menarik Diri, Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Gangguan konsep diri: harga diri rendah gangguan pola tidur. Terdapat 3 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: Isolasi Sosial: Menarik Diri, Ganggguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, gangguan konsep diri: harga diri rendah. Intervensi pada diagnosa Isolasi sosial: menarik diri ada beberapa yang terlaksana, pada diagnosa kedua yaitu Gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran ada beberapa diagnose yang terlaksana, pada diagnosa ketiga yaitu Gangguan konsep diri: Harga diri rendah terlaksana semua. Faktor penghambat intervensi tidak terlaksana yaitu klien melaut dan pulang malam serta kurang terlibatnya peran keluarga sehingga klien sangat kelelahan dan klien tidak mempunyai waktu banyak untuk melakukan intervensi yang diberikan, adapun faktor pendukung sehingga ada beberapa intervensi yang terlaksana semua klien dapat menerapkan apa yang klien tulis dan klien sangat koperatif. Kesimpulan: penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan kasus. Saran: Perlu adanya kerjasama yang baik antar mahasiswa dan klien serta keluarga untuk turut melibatkan dan membantu proses penyembuhan klien serta memberikan dukungan.
REKA HANDAYANI
2021 · Thesis · Open Access
Berat badan lahir rendah merupakan salah satu indikator dalam tumbuh kembang anak hingga masa dewasanya dan menggambarkan status gizi yang diperoleh janin selama dalam kandungan. BBLR masih terus menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan secara global karena mempunyai efek jangka pendek dan jangka panjang terhadap kesehatan. Dibutuhkan perawatan yang komprehensif bagi bayi yang dirawat dirumah sakit dengan BBLR. Kajian ini merupakan metode tipe studi kasus dengan kasus tunggal pada By. D. Dalam penelitian seluruh langkah proses keperawatan dapat dijalankan secara berkesinambungan. Hasil pengkajian menunjukkan hanya gejala utama yang ditemukan pada By. D, sedang gejala penyerta tidak semua ditemukan. Didapatkan hasil diagnosa keperawatan pada By. D dengan diagnosa utama berupa Risiko Infeksi yang merujuk pada kasus dan sesuai secara secara konseptual. Penyusun rencana asuhan keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien dan berdasarkan ketrsediaan sarana penunjang. Seluruh rencana asuhan dapat diimplementasikan dengan baik. Evaluasi hasil menunjukkan seluruh masalah keperawatan dapat teratasi. Dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara kasus dengan teori pada setiap langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, penyusunan rencana keperawatan, implementasi dan evaluasi. Hal ini berarti proses keperawatan dapat dijalankan dengan baik oleh perawat.
MUHARANI
2021 · Thesis · Open Access
Diabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut, relatif dari kerja atau sekresi insulin. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi pada semua organ tubuh antara lain gangguan penglihatan mata, katarak, penyakit jantung, sakit ginjal, infeksi paru-paru, gangguan pembuluh darah, stroke, luka sulit sembuh dan membusuk/gangren.Tingginya angka kejadian Diabetes Melitus di Indonesia menyebabkan, terjadinya tinggi komplikasi luka diabetikum sehingga menjadi latar belakang penulis untuk mengambil kasus Diabetes Melitus Tipe 2 dalam penulisan Laporan Tugas Akhir. Tujuan laporan tugas akhir ini untuk mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara holistik dan komprehensif. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Tn. A dengan Diabetes Melitus Tipe 2. Hasil yang di dapatkan tujuh diagnosakeperawatan yang ditegakkan pada kasus Tn. A adalah ketidakseimbangan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas kulit, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur, ketidak patuhan, dan defisit perawatan diri. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Tn. A dimulai dari pengkajian, diagnosis, perencanaan disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan enam diagnosis keperawatan teratasi dan satu diagnosis keperawatan yang belum teratasi.
NONI
2021 · Thesis · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN.G DENGAN DIAGNOSA DEMAM BERDARAH DI RUANGAN ANGGREK B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Noni,Sulidah,Alfianur ASTRAK Demam Berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyambuk Aedes aegypti. Penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosa,keperawatan perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujauan umum untuk mendapatkan pengalaman nyata tentang asuhan keperawatan pada An.G dengan Demam Derdarah dan menggunakan pendekatan proses keperawatan secara kualitatif tipe studi kasus tunggal pada An.G dalam penelitian ini langkah proses keperawatan dapat dijalankan secara baik oleh perawat. Hasil pengkajian mengindikasikan adanya kesenjangan antara kasus dan teori yaitu pada pengkajian,diangnosa,intervensi keperawatan dan implementasi .Didapatkan tiga diagnosa keperawatan pada An.G dengan masalah utam Hepertemia,bersihan jalan nafas tidak efektif,kurang terpapar informasi secara teoritas.penyususunan rencana asuhan keperawatan disesuaikan dengn kondisi klien Subjek penelitian adalah An.G dengan demam berdarah di ruangan perawatan anggrek B RSUD Tarakan. Disimpulkan bahwa hasil penelitian didapatkan tiga diagnosa yaitu Hepertemia proses penyakit,bersih jalan nafas tidak efektif sekresi yang tertahan,ansietas kurang terpaparn informasi. Terdapat beberapa kesenjangan antara kasus dan teori yaitu pada pengkajian,diagnosa, Intervensi keperawatan dan implementasi disesuaikan dengan kondisi klien dan seluruh diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai kriteria hasil yang di tetapkan.
IDA HAYANI
2021 · Thesis · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. N DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK) DI RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN ABSTRAK Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit kronik saluran napas yang ditandai dengan hambatan aliran udara ke dalam paru-paru (khususnya udara ekspirasi) berersifat revesibel dan bersifat kronik progresif yaitu semakin lama semakin memburuk (Kemenkes RI, 2017). Tujuan penulisan untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny. N. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis penulis menggunakan metode deskripif dengan studi kasus, pengumpulan data, meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan head to toe , dokumentasi, kepustakaan subjektif adalah klien. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis mendapatkan empat diagnosis keperawatan yaitu: Pola Nafas Tidak Efektif ditandai dengan Hambatan Upaya Nafas, Gangguan Pertukaran Gas ditandai dengan Ketidakseimbangan Ventilasi Perfusi, Bersihan Jalan Nafas tidak Efektif ditandai dengan Sekresi yang tertahan dan Intoleransi Aktivitas ditandai dengan Kelemahan. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan diagnosis keperawatan pada Ny. N ada pada teori namun tidak ada pada kasus yaitu: Bersihan jalan nafas tidak efektif, pertukaran gas, nutrisi, infeksi dan kurang pengetahuan dan diagnosis yang ada pada kasus namun tidak ada pada teori yaitu: Bersihan jalan nafas dan gangguan pertukaran gas. Kata Kunci : Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Asuhan keperawatan
MUHAMMAD NUR
2021 · Thesis · Open Access
Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana seorang individ dapat berkembang secarafisik,mental,spiritual, dan sosial sehigga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri. Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa di mana klien mengalami perubahan sensori persepsi, merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaaan atau penghiduan. Tujuan umum pada penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatan gambaran dan pengalama nnyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn.D dengan masalah utama Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran di Puskesmas Sebengkok Tarakan. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada metode ini, menggunakan pengumpulan data sebagai berikut: wawancara, observasi, studi kepustakaan, studi dokumentasi. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menemukan kesenjangan diagnosa keperawatan pada Tn.D yaitu ada pada teori namun tidak ada pada kasus yaitu: Isolas isosial: menarik diri, Harga diri rendah dan diagnosa ada pada kasus namun tidak ada pada teori yaitu: Resiko perilaku kekerasan dan penulis melakukan intervensi yang tidak teratasi yaitu pada diagnosa: gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran dan Defisit perawatan diri. Proses pemecahan masalah pada kasus Tn.D yaitu melaksanakan 3 strategi pelaksanaan untuk masing-masing diagnosa keperawatan.
SANTI WINARNI
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Kejang demam merupakan kejang yang terjadi pada suhu badan tinggi diatas 38°C. Berdasarkan data Medical Record Rumah Sakit Umum Kota Tarakan terdapat 135 kasus kejadian kejang demam. Tujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan kejang demam kompleks. Metode penulisan dengan deskritif tipe studi kasus yaitu dengan mengunakan lima langkah proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, evaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi pemeriksaan fisik dokumentasi dan studi kepustakaan. Diagnosa keperawatan yang di dapatkan pada An. J adalah hipertermi berhubungan dengan proses penyakit, bersihan jalan napas tidak efektif berhubunga dengan penumpukan sputum, defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan, gangguan pola tidur berhubungan dengan kontrol tidur. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah di susun berdasarkan prioritas masalah maka penulis menemukan semua masalah diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan waktu yang telah dilakukan.
MUSDALIFAH NOLA WULANDARI
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Bronkopneumonia adalah peradangan pada parenkim paru yang biasanya mengenai bronkiolus dan juga mengenai alveolus di sekitarnya yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan benda asing lainnya. Kasus bronkopneumonia banyak terjadi pada anak-anak usia balita. Tujuan penulisan ini adalah agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan pada Bayi. T dengan masalah Bronkopneumonia. Metode penulisan ini adalah deskriptif, tipe studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi serta studi kepustakaan. Pada pasien Bronkopneumonia masalah keperawatan yang muncul yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan pertukaran gas, defisit nutrisi, gangguan tumbuh kembang, risiko ketidakseimbangan elektrolit. Masalah keperawatan pada pasien kelolaan ditemukan lima yaitu, bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, defisit nutrisi, gangguan tumbuh kembang, risiko jatuh. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukan bahwa masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan dari kriteria hasil yang diharapkan. Berdasarkan lima diagnosa keperawatan tersebut masalah dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan waktu yang telah dilakukan.
PRENGKI INCAU
2021 · Thesis · Open Access
Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang berat dan ditandai dengan ketidakmampuan atau penurunan berkomunikasi, gangguan realitas (halusinasi, waham), efek tidak wajar atau tumpul, gangguan kognitif serta kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Halusinasi merupakan suatu gejala gangguan jiwa dimana klien merasakan suatu stimulus yang sebenarnya tidak ada, klien mengalami perubahan persepsi sensori, merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan, atau penciuman. Tujuan umum penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.I dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan. Penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan Metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada kasus Tn.I penulis menegakkan 3 diagnosa keperawatan yaitu, gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan, isolasi sosial: menarik diri, defisit perawatan diri. Terdapat kesenjangan diagnosa antara teori dan kasus pada Tn.I yaitu diagnosa risiko perilaku kekerasan ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus. Proses pemecahan masalah pada kasus Tn.I yaitu melaksanakan 3 (tiga) strategi pelaksanaan untuk masing masing diagnosa keperawatan. Strategi pelaksanaan hanya dilakukan pada pasien sedangkan strategi pelaksanaan pada keluarga tidak dilakukan karena keluarga tidak kooperatif. Masalah belum teratasi disebabkan oleh kurangnya dukungan keluarga klien, klien yang kurang kooperatif dan adanya keterbatasan waktu dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Diharapkan adanya kerja sama yang baik antara perawat dan keluarga klien dalam memberikan dukungan kepada klien selama proses penyembuhan klien.
JULIANA
2021 · Thesis · Open Access
Kasus perubahan jenis kelamin yang dilakukan oleh kaum transeksual di Indonesia cukup banyak. Transeksual ini memiliki konsekuensi diberbagai aspek khususnya mengenai perkawinan. Suatu perkawinan harus dilakukan berdasarkan syarat dan rukun nikah. Namun, tidak semua perkawinan dilakukan sesuai dengan apa yang sudah disyariatkan oleh agama kepada masing-masing pemeluknya. Pasca melakukan operasi perubahan jenis kelamin ini cenderung akan menimbulkan permasalahan baru terhadap akibat hukum atas perubahan jenis kelamin bagi transksual dalam kaitannya dengan perkawinan dan bagaimana status sahnya perkawinan bagi transeksual. Dalam membantu dan menjawab permasalahan ini, digunakan metode penelitian yang bersifat normatif dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan , pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Pada penelitian ini, akibat hukum yang harus ditanggung atas perubahan jenis kelamin bagi transeksual adalah berupa data kepandudukan. Dalam kaitannya dengan perkawinan transeksual merupakan suatu perkawinan yang haram dan tidak sah karena bertentangan dengan kaidah-kaidah yang terkandung dalam pasal 4 KHI, pasal 1 dan pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Akan tetapi, dimungkinkan terjadinya perkawinan transeksual yang dicatatkan apabila yang bersangkutan memiliki penetapan pengadilan dan telah merubah dokumen kependudukannya di kantor pencatatan sipil. Hal ini dikarenakan dalam Peraturan Presiden RI Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil pada bagian proses pencatatan perkawinan hanya menyebutkan syarat objektifnya saja berupa dokumen-dokumen kependudukan.