NURUL AINUN ALWIYAH
2021 · Thesis · Open Access
Peningkatan jumlah kasus Corona terjadi sangat cepat dan membutuhkan penanganan khusus. Di Indonesia, pemerintah memutuskan untuk menerapkan lockdown atau isolasi. Mobilitas masyarakat yang tinggi, menuntut pemerintah untuk menyediakan fasilitas yang menunjang. Salah satunya yaitu pelayanan publik dalam hal pengurusan paspor. Dengan ini muncul regulasi serta sistem baru dalam pelayanan paspor di masa Pandemi COVID-19 dengan memberlakukan protokol kesehatan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease (COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris, yaitu suatu metode penelitian hukum yang berfungsi untuk dapat melihat hukum dalam artian nyata serta meneliti bagaimana bekerjanya hukum disuatu lingkungan masyarakat. Teknik pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah wawancara, pengamatan/observasi dan kuesioner/angket. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Imigrasi kelas II TPI Nunukan yang berada di Jl. Tien Soeharto, Sedadap Kecamatan Nunukan Selatan dan di Kecamatan Sebatik Semasa pandemi COVID-19 Direktorat Jenderal Imigrasi telah banyak mengeluarkan pemberitahuan atau himbauan melalui Surat Edaran kepada seluruh kantor Imigrasi di Indonesia dalam rangka penanganan, pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19). Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan juga berinovasi dalam pelayanan pengurusan paspor yang dimana hal tersebut memudahkan pemohon dalam mengurus paspor. Beberapa inovasi dalam pengurusan paspor yaitu Sedadap Buton, Sebakis dan Lumbis Go. Inovasi ini diperuntukkan untuk kelompok khusus. Semua hal tersebut tidak terlepas dari protokol kesehatan yang berlaku.
AYU ANDIRA
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Tumbuhan mangrove merupakan tumbuhan yang tumbuh subur dikawasan pesisir salah satunya di pesisir Kota Tarakan diantaranya adalah Bruguiera parviflora dan Bruguiera cylindrica. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi yang efektif dari dua tumbuhan mangrove tersebut sebagai antibakteri dan antioksidan. Metode uji antioksidan menggunakan metode DPPH menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 517 nm, pada uji antibakteri menggunakan metode difusi agar sumuran dengan konsentrasi 2000, 1000, dan 500 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan tumbuhan mangrove B. parviflora tertinggi dihasilkan oleh ekstrak daun metanol dengan nilai persentase hambat sebesar 86,66%, sedangkan pada B. cylindrica aktivitas antikosidan tertinggi dihasilkan oleh ekstrak batang metanol dengan nilai persentase hambat sebesar 78, 30%. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri B. parviflora tertinggi dihasilkan oleh ekstrak batang etil asetat pada konsentrasi 2000 ppm dengan nilai persentase hambat sebesar 57, 6% terhadap bakteri Ralstonia solanacearum, sedangkan pada B. cylindrica aktivitas antibakteri tertinggi dihasilkan oleh ekstrak batang etil asetat pada konsentrasi 2000 ppm dengan nilai persentase hambat sebesar 45% terhadap bakteri R. solanacearum. ABSTRACK Mangrove plants that thrive in coastal ares are of Tarakan city include Bruguiera parviflora and Bruguiera cylindrica. This study aimed to determine teh effective concentration of the two mangrove plants as antibacterial and antioxidant. The antioxidant test was carried out through the DPPH method using a spectrophotometer with a wavelength 0f 517 nm. The antibacterial test was carried out through the agar diffusion method with a concentration of 2000, 1000, and 500 ppm. The results showed that the highest antioxidant activity of mangrove B. parviflora was produced by methanol leaf extract with an anhibitory percentage value of 8.66%, while in B. cylindrica the highest antioxidant activity was produced by methanol stem extract with an inhibitory percentage value of 78.30%. the results of the antibacterial test showed that the highest antibactrial activity of B. parviflora was produced by ethyl acetate stem extract at a concentration of 2000 ppm with an inhibitory percentage value of 57.6% against the bacterium Ralstonia solanacearum, while in B. cylndrica the highest antibacterial activity was produced by ethyl acetate stem extract at concentration of 2000nppm with a percentage of inhibtion value of 45% against the bacteria R. solanacearum.
ANIRA ANGGRAINI
2021 · Thesis · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.A DENGAN DIAGNOSA DEMAM TIFOID DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN Anira Anggraini, Alfianur, Nurman Hidaya ABSTRAK Demam tifoid merupakan masalah keseshatan yang penting di berbagai Negara yang sedang berkembang. Besarnya angka pasti demam tifoid di dunia ini sangat sukar ditentukan, sebab penyakit ini dikenal mempunyai gejala dengan spectrum klinisnya sangat luas. Tujuan penulis: Dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan dapat memberikan penerapan asuhan keperawatan secara komperehensif pada An.A. dengan demam tifoid yang di rawat di ruang irna cemra di Rumah Sakit Kota Tarakan. Hasil Laporan tugas akhir ini menggunakan metode deskriptif dengan studi kasus disajikan dalam bentuk naratif, pada studi kasus pada An.A dengan demam tifoid yang dirawat di ruang perawatan cemara rumah sakit kota Tarakan didapat tiga masalah diagnosa keperawatan yaitu hipertermi berhubungan dengan proses penyakit, defisit nutrisi berhubungan dengan faktor psikologis (keenganan untuk makan), konstipasi berhubungan dengan ketidak cukupan asupan serat. Berdasarkan intervensi yang dilakukan dan criteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah maka hasil evaluasi yang telah dicapai ke tiga diagnosa keperawatan. Kata kunci: Asuhan keperawatan, Demam Tifoid Mengetahui, Alfianur, S.Kep.,Ns.,M.Kep NIP. 197908232005021004
RIVANTI NISSA AMARTYA
2021 · Thesis · Open Access
Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa dimana pasien mengalami perubahan sensori persepsi, seperti merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan, atau penghiduan dimana klien merasakan stimulus yang sebetulnya tidak ada. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan gambaran pengalaman yang nyata mengenai penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. D dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan seperti pengumpulan data, wawancara, observasi, studi kepustakaan, studi dokumentasi. Hasil pengkajian klien terdapat 8 masalah keperawatan yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan, gangguan konsep diri: HDR, isolasi sosial, kerusakan komunikasi verbal, waham, koping individu inefektif, ketidakefektifan keluarga dalam proses penatalaksanaan program pengobatan dan kurang perhatian. Terdapat 3 diagnosa prioritas yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan, isolasi sosial dan gangguan konsep diri: HDR. Kesimpulan: Terdapat kesenjangan pada diagnosa Tn. D yaitu diagnosa ada pada teori tapi tidak ada pada kasus yaitu resiko perilaku kekerasan karena klien tidak menunjukkan tanda-tanda resiko perilaku kekerasan. Pada pelaksanaan, tidak dapat dilakukan intervensi lanjutan untuk diagnosa isolasi sosial dan intervensi keluarga pada HDR. Diharapkan bagi perawat untuk meningkatkan komunikasi terapeutik dengan melibatkan peran keluarga.
RAWIYAH
2021 · Thesis · Open Access
Skizofrenia adalah suatu gangguan jiwa yang ditandai dengan penurunan atau ketidakmampuan berkomunikasi, gangguan realita (halusinasi dan waham) efek yang tidak waj ar atau tumpul, gangguan kognitif (tidak mampu berfikir abstrak) dan mengalami kesukaran melakukan aktivitas sehari-hari. Halusinasi adalah suatu keadaan dimana klien mengalami perubahan persepsi sensori yang diebabkan stimulus yang sebenarnya itu tidak ada. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny. M dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran .Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Ny. M. Hasil pengkajian klien terdapat tiga masalah keperawatan yaitu: gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, Risiko perilaku kekerasan, Gangguan memori, sedangkan pada kasus Ny.M terdapat dua diagnosa keperawatan jiwa yaitu: gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, Risiko perilaku kekerasan. Terdapat kesenjangan pada implementasi gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan risiko perilaku kekerasan yang terdapat pada teori namun tidak dengan kasus. Dimana pada teori perencanaan terdapat 5 strategi pelaksanaan pada masing-masing diagnosa keperawatan jiwa,namun pada kasus Ny.M diagnosa keperawatan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran penulis hanya dapat melakukan 3 strategi pelaksanaan dan pada diagnosa risiko perilaku kekerasan hanya dapat melakukan 2 strategi pelaksanaan. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari orang sekitar, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dihentikan. Diharapkan keluarga mampu membimbing klien dan bekerja sama dengan perawat puskesmas.
MUTIARA MEITRISIA
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa skizofrenia dimana seseorang akan mengalami perubahan pada persepsi sensori, merasakan sensasi yang palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan dan penciuman. Halusinasi Pendengaran adalah klien mendengar suara-suara yang tidak berhubungan dengan stimulasi nyata yang orang lain tidak mendengarnya. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny W. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Ny. “W”. Hasil pengkajian klien terdapat 4 masalah keperawatan yaitu: Gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, gangguan konsep diri: harga diri rendah, risiko perilaku kekerasan, dan koping individu tidak efektif dan 3 diagnosa keperawatan yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, gangguan konsep diri: harga diri rendah dan risiko perilaku kekerasan.. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan yang ada pada kasus tetapi tidak ada pada teori yaitu pada kasus klien terdapat diagnosa gangguan konsep diri: harga diri rendah tetapi pada teori untuk pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi tidak ada diagnosa gangguan konsep diri: harga diri rendah. Pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu harga diri rendah. Proses asuhan keperawatan klien klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan secara mandiri oleh klien di rumah. Diharapkan keluarga dan perawat puskesmas mampu membimbing klien melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator dapat teratasi.
DITA SITI AMINAH
2021 · Thesis · Open Access
Gizi buruk terjadi jika tubuh mengalami kekurangan nutrisi dalam waktu yang cukup lama dan dapat menyebabkan kematian pada anak. Laporan Tugas Akhir melakukan pedekatan studi dengan proses keperawatan. Tujuan penulisan ini adalah agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan komprehensif pada An. G dengan diagnosa medis Gizi Buruk. Metode penulisan adalah deskriptif, tipe studi kasus pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi serta studi kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi: pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan pelaksanaan dan evaluasi. Pengkajian yang dilakukan meluputi identitas klien, riwayat penyakit yang pernah dialami sebelumnya dan sekarang, pengkajian kesehatan secara menyeluruh. Diagnosa keperawatan ditemukan adalah defisit nutrisi, gangguan tumbuh kembang, defisit perawatan diri dan defisit pengetahuan. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan bahwa masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan dari kriteria hasil yang diharapkan. Dari empat diagnosa keperawatan tersebut masalah dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan waktu yang telah ditentukan.
PUTRI RATNA SARI
2021 · Thesis · Open Access
Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penyakit DM di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan. Pasien DM dapat menimbulkan beberapa dampak bagi kesehatan, seperti Ulkus Diabetikum penyakit kardiovaskular, penyakit jantung, stoke, dan tekanan darah tinggi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan pengalaman nyata dalam menerapkan asuhan keperawatan secara histolik dan komprehensif pada klien dengan diagnosis Diabetes Melitus tipe 2 di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota tarakan dari tanggal 29 Maret 2021 sampai dengan 31 Maret 2021. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Hasil yang didapatkan terdapat tujuh diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. T, yaitu perfusi perifer tidak efektif, ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, gangguan pola tidur, gangguan mobilitas fisik, defisit pengetahuan. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Tn. T dimulai dari pengkajian lima, diagnosis enam, intervensi harus disesuaikan dengan kondi. Evaluasi hasil yang didapatkan enam diagnosis yang teratasi, satu masalah teratasi sebagian.
ADE ANNISA AULIA MUTIARA H
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Diabetic Foot Ulcer yaitu penyakit pada penderita diabetes dengan karakteristik adanya neuropati sensorik, motorik, otonom dan juga gangguan makrovaskular dan mikrovaskuler. Diabetic Foot Ulcer merupakan salah satu komplikasi kronik diabetes melitus yang sering dijumpai dan ditakuti. Hal ini disebabkan karena pengelolaan ulkus kaki diabetik dapat berakhir dengan amputasi bahkan kematian. Diabetic Foot Ulcer merupakan penyebab utama penderita diabetes dirawat di rumah sakit. Latar belakang penulis menyusun Laporan Tugas Akhir ini adalah untuk melakukan asuhan keperawatan menggunakan kajian studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi pada pasien dengan Diabetic Foot Ulcer Diabetes Melitus Tipe 2. Tujuan umum penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah memahami tentang konsep dan teori yang berkaitan dengan Diabetic Foot Diabetes Melitus Tipe 2 dan memperoleh pengalaman yang nyata tentang pelaksanaan Asuhan Keperawatan pada klien Tn. A dengan diagnosis Diabetic Foot Diabetes Melitus Tipe 2 di ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 8 April 2021 sampai dengan 9 April 2021. Hasil yang didapatkan terdapat enam diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. A yaitu, nyeri akut, ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas jaringan, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur dan defisit pengetahuan. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Tn. A dimulai dari pengkajian enam, diagnosis enam, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana dan evaluasi hasil yang didapatkan tiga diagnosis yang teratasi, dua masalah teratasi sebagian dan satu masalah belum teratasi.
NANDA ERSANDHI
2021 · Thesis · Open Access
Bubu dasar adalah satu satu jenis bubu yang dioperasikan di dasar perairan, ukuran bubu dasar bervariasi hal ini bertujuan untuk memudahkan menemukan bubu ketika akan dilakukan proses hauling. Hasil tangkapan bubu dasar yang ada di Perairan Muara Desa Tepian Sembakung adalah udang galah (Macrobanchium rosenbergii) dan untuk meningkatkan hasil tangkapan agar lebih maksimal maka perlu adanya penelitian yang dilakukan agar pengoperasian penggunaan bubu dasar bisa lebih efektif. Tujuan dari penelitian untuk menjelaskan pengaruh dan efektifitas lama waktu perendaman (immersing time) terhadap hasil tangkapan pada pengoperasian bubu dasar di Perairan Muara Desa Tepian Sembakung. Hasil penelitian menggunakan alat tangkap bubu dasar (berukuran 83 cm x 24 cm) dengan jumlah bubu yang digunakan 9 buah. Sebanyak 3 perlakuan dengan 6 kali ulangan. Perlakuan A (2 hari) hasil tangkapan 46 ekor udang galah, perlakuan B (3 hari) hasil tangkapan 62 ekor udang galah, perlakuan C (4 hari) hasil tangkapan 49 ekor udang galah. Hasil perhitungan statistik menggunakan uji Kruskal Walls yang menguji tingkat perbedaan nyata atau tidak nyata pengaruh lama perendaman bubu dasar terjadap hasil tangkapan ialah 1.680,11 lebih besar dari nilaiX_a^3 (N-1) yaitu 5.991 sehingga keputusan yang di ambil adalah Tolak H0, terima H1, jika H≥X_a^2, berarti ada perbedaan atau pengaruh lama perendaman bubu dasar terhadap hasil tangkapan.
NURFAILYANSYAH
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah seseorang di atas normal yang dapat mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas). Hingga saat ini hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar untuk tetap di atasi. Berdasarkan data yang di ambil dari RSUKT pada tanggal 08 April sampai 11 April 2021. Tujuan laporan tugas akhir ini untuk memperoleh gambaran yang nyata melalui pelaksanaan proses keperawatan. Metode penulisan yang digunakam dalam peyusunan laporan tugas akhir ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif yaitu studi kasus melalui asuhan keperawatan dengan hipertensi. Adapun teknik pengumpulan data penulis gunakan dalam menyusun laporan tugas akhir ini yaitu observasi, wawancara dan pemeriksaan fisik. Hasil penelitian didapatkan empat masalah keperawatan nyeri akut, resiko penurunan curah jantung, defisit pengetahuan dan resiko defisiensi nutrisi. Terdapat beberapa kesenjangan antara kasus dan teori yaitu pada pengkajian, diagnosis, dan terdapat beberapa intervensi yang tidak dilakukan karena tidak terdapat diagnosis tersebut pada klien. Penulis menyimpulkan bahwa dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien Tn. I , tidak ada hambatan dalam melakukan pengajian dan keluarga sangat koperatif.
LULU INDRIANI
2021 · Thesis · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN DIAGNOSIS DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN. ABSTRAK Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan alasan hiperglikemia terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Diabetes melitus dapat disebabkan oleh etiologi multifaktorial. Diabetes melitus biasanya disebabkan oleh gangguan sekresi insulin, dan gangguan kerja insulin yang dapat menyebabkan penyakit metabolic yang berlangsung kronik progresif yang ditandai adanya hiperglikemia.. Dari data tersebut yang menjadi latar belakang penulis mengambil kasus Diabetes Melitus tipe 2 dalam penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara komprehensif dan holistik. Subjek penelitian adalah Tn. A dengan Diabetes Melitus tipe 2 di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 15 April 2021 sampai dengan 16 April 2021. Hasil yang didapatkan terdapat 6 diagnosis keperawatan yang ditegakkan pada Tn. A yaitu Ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur dan ketidakpatuhan. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat pada teori dan kasus pada Tn. A dimulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi yang harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan tiga diagnosis yang teratasi, dua diagnosis teratasi sebagian dan satu diagnosis belum teratasi. Kata Kunci : Asuhan Keperawatan, Diabetes Melitus tipe 2, Studi Kasus
LINDA DEVI YUVITASARI
2021 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu produk berupa animasi 2 dimensi (Animaker) dan untuk mengetahui keefektifan media dan model penelitian yang dimodifikasi oleh Borg and Gall. Tahapan pengembangan dalam penelitian ini diawali dengan mencari potensi dan masalah, mengumpulkan data, mendesain produk, melakukan validasi desain, revisi produk, setelah itu di diujicobakan untuk melakukan tes hasil belajar dan memberikan penilaian produk pada peserta didik, tahap akhir ialah melakukan revisi produk agar menjadi lebih baik. Analisis data dilakukan dengan deskriptif persentase dan analisis inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media yang dikembangkan telah memenuhi kelayakan dan memenuhi syarat yang digunakan sebagai media video animasi 2 dimensi (Animaker). Hal tersebut dapat dilihat dari hasil validasi materi sebesar 90%, hasil validasi media sebesar 95% dan hasil validasi bahasa sebesar 82,5% serta hasil respon peserta didik sebesar 83%. Hasil perhitungan diperoleh pada α = 5 % dengan dk=21-1 = 20 diperoleh t tabel = 2,086. Didapat t hitung = 7,468 ≥ t tabel = 2,086. Karena t hitung ≥ t tabel maka hipotesis (Ha) diterima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media video animasi pembelajaran ini layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran berdasarkan tabel presentase kelayakan.
SERLIANA SIMON
2021 · Thesis · Open Access
Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Angka prevalensi DM terus meningkat. Dari data tersebut yang menjadi latar belakang belakang penulis mengambil kasus Diabetes Melitus Tipe 2 dalam Laporan Tugas Akhir. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan pengalaman nyata dalam menerapkan asuhan keperawatan secara histolik dan komprehensif pada klien dengan diagnosis Diabetes Melitus Tipe 2 di ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 29 sampai 31 maret 2021. Hasil yang didapatkan terdapat tujuh diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. T, yaitu perfusi perifer tidak efektif, ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, gangguan pola tidur, gangguan mobilitas fisik, defisit pengetahuan. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara tinjauan pustaka dengan laporan kasus pada Tn. T dimulai dari pengkajian lima, diagnosis enam, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi. Evaluasi hasil yang didapatkan ada enam diagnosis yang teratasi dan satu diagnosis teratasi sebagian.
MUHAMMAD NAUFAL AQIL
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Skizofrenia merupakan suatu gangguan jiwa yang ditandai adanya penyimpangan dasar dan adanya perbedaan dari pikiran, disertai dengan adanya ekspresi emosi yang tidak wajar. Isolasi sosial suatu keadaan kesepian yang dirasakan seseorang karena orang lain menyatakan negatif dan mengancam. Berdasarkan data Rekam Medik Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan pada tahun 2018 sebanyak 32 jiwa penderita isolasi sosial yang dirawat di ruang teratai Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan. Tujuan umum penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran dan pengalamannya tatentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. B masalah utama isolasi sosial: menarik diri di ruang teratai Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada metode ini, menggunakan pengumpulan data sebagai berikut: wawancara, observasi, studi kepustakaan, studi dokumentasi, hasil: terdapat satu kesenjangan pada Tn.B yaitu yang ada pada teori namun tidak ada pada kasus yaitu: harga diri rendah dan diagnosa yang tidak ada diteori tapi ada pada kasus tidak ditemukan kesenjangan. Saran: meningkatkan komunikasi yang terapeutik dengan petugas medis, keluarga maupunTn.B
AJI EGA SYAHWALIA
2021 · Thesis · Open Access
Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia. Prevalensi Diabetes Melitus di Indonesia setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. S. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil pengkajian Tn. S terdapat 5 diagnosis keperawatan yaitu perfusi perifer tidak efektif, nyeri akut, ketidakstabilan kadar glukosa darah, ketidakpatuhan, dan defisit pengetahuan. Kesimpulan penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus mulai dari pengkajian, diagnosis keperawatan dan intervensi. Evaluasi hasil yang didapatkan tiga diagnosis keperawatan teratasi, satu diagnosis keperawatan teratasi sebagian dan satu diagnosis keperawatan belum teratasi.
APRILIA CHRISTIANI DEWI
2021 · Thesis · Open Access
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Isolasi sosial merupakan keadaan dimana individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain disekitarnya. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Hasil pengkajian pada Tn. M di dapatkan 3 masalah keperawatan yang diangkat menjadi diagnosa keperawatan yaitu: Isolasi Sosial: Menarik Diri, Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Penglihatan, Defisit Perawatan Diri: Mandi. Intervensi pada diagnosa isolasi sosial: menarik diri ada beberapa yang terlaksana, diagnosa kedua gangguan persepsi sensorik: halusinasi penglihatan ada beberapa yang terlaksana, diagnosa ketiga defisit perawatan diri ada beberapa diagnosa yang terlaksana. Faktor penghambat intervensi tidak terlaksana yaitu keluarga klien tidak mendukung sehingga waktu bertemu klien hanya pada malam hari, faktor pendukung intervensi terlaksana klien sangat kooperatif. Kesimpulan: penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan kasus. Saran: perlu adanya kerjasama yang baik antar mahasiswa dank lien serta keluarga untuk melibatkan dan membantu proses penyembuhan klien serta memberikan dukungan.
JUSTINA MUTAKABBIR
2021 · Thesis · Open Access
Skizofrenia merupakan suatu penyakit yang mempengaruhi fungsi otak yang menyebabkan timbulnya gangguan pikiran, perilaku yang aneh dan individu yang menarik diri dari hubungan sosial sehingga menimbulkan delusi dan halusinasi. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui gambaran dan pengalaman nyata dalam pelaksanaan penerapan Asuhan Keperawatan pada Ny. S dengan masalah utama isolasi sosial: Menarik diri di Puskemas Pantai Amal Kota Tarakan. Dari hasil pengkajian ditemukan 6 masalah keperawatan yang kemudian diangkat menjadi 3 diagnosa yaitu: Isolasi sosial: Menarik diri, gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran dan defisit perawatan diri: Berhias. Adapun 5 sp yang dapat terlaksana hanya 3 sp dan 2 sp yang tidak dilakukan yaitu sp 4 dan 5 dikarenakan Ny. S yang memang tidak melakukan pengobatan di puskesmas dan rumah sakit. Kesimpulannya ditemukan adanya kesenjangan yang terdapat pada teori namun tidak terdapat pada kasus yaitu diagnosa harga diri rendah. Sebaliknya terdapat pada kasus tetapi tidak terdapat pada teori yaitu diagnosa defisit perawatan diri: Berhias. Maka dari itu diharapakan keluarga klien dapat memberikan dukungan kepada klien agar membantu proses penyembuhan. Karena salah satu faktor pendukung dalam proses penyembuhan orang dengan gangguan jiwa adalah dukungan keluarga
MUSLAN
2021 · Thesis · Open Access
Pneumonia merupakan penyakit radang akut pada sistem pernafasan yang menyerang jaringan paru dan sekitarnya. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan pada Bayi Ny. H dengan penyakit pneumonia neonatus. Metode penulisan yaitu deskriptif, tipe studi kasus dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan srudi dokumentasi serta studi kepustakaan. Hasil pengkajian klien terdapat 3 masalah keperawatan yang muncul yaitu: gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membrane alveolus-perifer, pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya nafas dan resiko hipotermia dibuktikan dengan penurunan laju metabolisme, dan yang menjadi prioritas masalah keperawatan yaitu: pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya nafas, gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membrane alveolus-perifer dan resiko hipotermia dibuktikan dengan penurunan laju metabolisme. Kesimpulan, penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak terdapat pada kasus, dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosis yang intervensinya belum teratasi yaitu pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya nafas. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar intervensi yang belum teratasi dapat teratasi.
NUR ATIQAH OKTAVIA
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Skizofrenia termasuk dalam golongan psiko ditandai dengan dua gejala utama yaitu tidak adanya pemahaman diri dan ketidakmampuan menilai realitas. Dari jenis skizofrenia, halusinasi termasuk dalam skizofrenia hebefrenik yaitu dengan gejala utama gangguan proses pikir, gangguan kemauan dan depresionalisasi. Banyak terdapat waham dan halusinasi. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini untuk mendapatkan gambaran pengalaman yang nyata mengenai penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. A dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada Tn.A. Hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu: halusinasi pendengaran, isolasi sosial, risiko perilaku kekerasan, regiment terapeutik inefektif, dan defisit pengetahuan. Dari 5 masalah diangkat menjadi 3 diagnosa perioritas yaitu: halusinasi pendengaran, isolasi sosial, dan risiko perilaku kekerasan. Kesimpulan: Terdapat kesenjangan pada diagnosa Tn. A yaitu: diagnosa harga diri rendah yang terdapat pada teori namun tidak terdapat dalam kasus karena klien tidak menunjukkan tanda dan gejala harga diri rendah. Terdapat kesenjangan pada intervensi isolasi sosial yang dimana pada teori terdapat 5 strategi pelaksanaan dan pada kasus Tn.A terdapat 4 strategi pelaksanaan. Pada saat pelaksanaan penulis tidak dapat melakukan strategi pelaksanaan keluarga karena saat penulis ingin melakukan implementasi strategi pelaksanaan keluarga ibu klien pergi bekerja dan penulis juga tidak dapat melakukan strategi pelaksanaan keluarga pada saudara klien karena terdapat hambatan yaitu saudara klien memiliki gangguan pada pendengarannya sedangkan pada teori terdapat strategi pelaksanaan keluarga yang seharusnya dapat dilakukan agar membantu klien mempertahankan intervensi yang telah dilakukan. Diharapkan keluarga klien selalu mendampingi dan bekerja sama dalam proses penyembuhan klien.