Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

9.639 item publik

Publikasi

Halaman 431 dari 482

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. J DENGAN DIAGNOSA MEDIS POST OP STRUMA NODUSA DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

ALIFA MEIDY NANDA PUTRI SYOFIANTI
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Struma merupakan pembengkakan pada leher yang disebabkan oleh pembeseran kelenjar tiroid akibat kelainan glandula tiroid. Struma dibagi menjadi dua, yaitu diffusa dan nodusa. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan metode pengumpulan data wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman tentang penerapan asuhan keperawatan kepada pasien Ny. J dengan masalah utama Post Op Struma Nodusa di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dengan menggunakan pendekatan keperawatan secara komprehensif. Hasil yang didapatkan pada Ny. J terdapat 5 diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan pada Ny. J yaitu, nyeri akut, risiko infeksi, gangguan pola tidur, intoleransi aktivitas, dan defisit perawatan diri. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjagan yang terdapat antara teori dan kasus pada Ny. J dimulai dari pengkajian, terdapat 5 pengkajian yang memiliki kesenjangan teori dengan kasus pada Ny. J, 4 diagnosa keperawatan yang memiliki kesejangan teori dengan kasus pada Ny. J, intervensi disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan di diagnosa keperawatan 5 diagnosa teratasi semua.

Asuhan keperawatan pada Tn. A dengan diagnosa medis diabetes melitus tipe 2 di ruang cemara rumah sakit umum kota tarakan

ARIS JUNAIDI
2021 · Thesis · Open Access

Diabetes Melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Komplikasi dari Diabetes dapat diklasifikasikan sebagai mikrovaskuler dan makrovaskuler. Penyebab utama penyakit ini dikarenakan oleh pola hidup yang mengkonsumsi makanan yang tinggi kalori, rendah serat dan jarang olahraga. Menurut International Diabetes Federation (IDF), di dunia lebih dari 382 juta orang menderita penyakit DM. Sedangkan menurut (WHO), Indonesia menempati urutan keempat jumlah penderita diabetes terbesar di Dunia dengan prevalensi 8,2 juta penderita. Bahkan diperkirakan akan terus meningkat sekitar 600 juta jiwa pada tahun 2035. Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan Laporan Tugas ini penulis mendapat gambaran nyata dalam menerapkan Asuhan Keperawatan pada klien dengan Diabetes Melitus Tipe 2. Subjek laporan ini adalah Tn. A dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Perawatan Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 12-14 April 2021. Pada saat melakukan asuhan keperawatan penulis menemukan kesenjangan antara teori dan kasus pada Tn. A dimulai dari pengkajian aktivitas/istirahat, sirkulasi, eliminasi, nyeri/kenyamanan dan pernapasan. Untuk masalah keperawatan Tn. A Ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, gangguan mobilitas fisik, defisit pengetahuan, intervensi harus sesuai dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan dari lima diagnosa keperawatan 3 teratasi dan 3 belum teratasi. Diagnosa teratasi yaitu nyeri akut, perfusi perifer tidak efektif dan defisit pengetahuan.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. H DENGAN DIAGNOSIS DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUANG ANGSANA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

NURUL HAYATI
2021 · Thesis · Open Access

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit seumur hidup yang tidak bisa disembuhkan secara permanen sehingga banyak pasien yang jenuh dan tidak teratur dalam pengobatan. Tahun 2017 jumlah pasien Diabetes Mellitus di Dunia mencapai 425 juta orang dewasa berusia antara 20-79 tahun. Kepatuhan dalam mentaati diet Diabetes Mellitus dan terapi obat sangat berperan penting untuk menstabilkan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Mellitus. Dari data tersebut yang menjadi latar belakang penulis mengambil kasus Diabetes Mellitus Tipe 2 dalam Laporan Tugas Akhir. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan pengalaman nyata dalam menerapkan Asuhan Keperawatan secara histolik dan komperhensif pada klien dengan diagnosis Diabetes Mellitus Tipe 2 di Ruang Angsana Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 15 sampai 16 April 2021. Hasil yang didapatkan terdapat 5 masalah keperawatan pada Ny. H, ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas jaringan, gangguan mobilitas fisik, ketidakpatuhan dan gangguan pola tidur. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara teori dan laporan kasus pada pengkajian, diagnosis, dan intervensi disesuaikan dengan kebutuhan klien. Evaluasi hasil yang didapatkan ada empat diagnosis yang teratasi sebagian dan satu diagnosis yang teratasi.

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG UNGU (solanum melongena L )

SAMUEL SAWAT
2021 · Thesis · Open Access

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG UNGU (solanum melongena L) Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman terung adapun upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan komposisi media tanam. Oleh sebab itu diperlukan suatu alternatif dalam memodifikasi komposisi media tanam tanaman terung dengan cara penggunaan komposisi media tanam berbahan organik pada tiap polybag diduga mampu mengoptimalkan serta memaksimalkan pertumbuhan dan produksi tanaman terung (Solanum melongena. L). Hal ini dilakukan guna mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi mentimun. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Pantai Amal kecamatan Tarakan Timur. Penelitian ini merupakan penelitian dengan 1 faktor yaitu faktor komposisi media tanam memiliki 10 taraf serta 3 kali ulangan maka didapatkan 30 kombinasi perlakuan.Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAK dengan pola factorial, data yang diperoleh dianalisis sidik ragam dan diuji lanjut apabila berbeda nyata menggunakan beda nyata terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian komposisi media tanam tidak memberikan memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman dan tidak berpengaruh nyata terhadap beberapa variabel produksi seperti jumlah buah, panjang buah, dan diameter buah. Pada varieabel produksi berat buah dan berat total buah berpengaruh nyata. Berdasarkan hasil penelitian bahwa perlakuan P2 (tanah + 500 gram pupuk kandang ayam + 100 gram cocopeat) mampu memberikan hasil yang terbaik, dari parameter pertumbuhan dan parameter produksi. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang komposisi media menggunakan cocopeat dan arang sekam untuk melihat perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi pada tanaman terung EFFECT OF PLANTING MEDIA COMPOSITION ON GROWTH AND PRODUCTION OF Eggplant (Solanum melongena L) Abstract This research was conducted to increase plant growth and production eggplant, as for the efforts that can be made, namely by providing the composition of the media plant. Therefore we need an alternative in modifying the composition of the media planting eggplant plants by using a composition of planting media made from organic matter in each polybag is thought to be able to optimize and maximize growth and production of eggplant (Solanum melongena. L). This is done in order to determine the effect of the composition of the growing media on growth and production cucumber. This research was carried out in the Pantai Amal sub-district, Tarakan East. This research is a study with 1 factor, namely the composition factor The planting medium has 10 levels and 3 replications, so 30 combinations are obtained treatment. The research design used was RAK with a factorial pattern, The data obtained were analyzed for variance and further tested if they were significantly different using the smallest significant difference (BNT) level 5%. The results showed that menunjukkan the composition of the growing media did not give a real effect on the plant growth and has no significant effect on several production variables such as number of fruit, fruit length, and fruit diameter. On the production variable weight fruit and total fruit weight had a significant effect. Based on the research results that P2 treatment (soil + 500 grams of chicken manure + 100 grams of cocopeat) was able to provide the best results, from growth parameters and production parameters. Further research is needed on media composition using cocopeat and husk charcoal to see the best treatment for growth and production on eggplants

Studi Sistem Drainase pada Daerah Sekitar Batalyon Infanteri 613 Raja Alam/RJA Kota Tarakan

MUHAMMAD URIP FADILLAH
2021 · Thesis · Open Access

Sistem saluran drainase pada daerah sekitar Batalyon Infanteri 613 Raja Alam Kota Tarakan merupakan saluran gabungan air limbah domestik dan air permukaan tanah. Daerah berkembang seperti area 613 dan perumahan disekitarnya perlu dilakukan penanganan yang baik terutama dalam penanganan drainase agar tidak mudah terjadi peluapan atau banjir didaerah tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui kapasitas drainase pada daerah sekitar Batalyon Infanteri 613 Raja Alam Kota Tarakan dengan menggunakan perhitungan curah hujan harian maksimum dan perhitungan analisis frekuensi curah hujan menggunakan metode Log Person III. Berdasarkan hasil dari perhitungan didapat nilai debit puncak pada daerah yang ditinjau sebesar 12.82 m3/detik. Pada stasiun 1 dan 8 memiliki lebar bawah (B) = 0.4 m dan tinggi (h) = 0.7 m, dan pada stasiun 2 hingga 7 memiliki lebar bawah (B) = 1.8 m dan tinggi (h) = 0.7 m. Sehingga perlu dilakukan perhitungan redesain saluran agar mampu mengatasi debit puncak yang ada. Pada akhirnya, di peroleh perhitungan saluran eksisting untuk mencegah terjadinya luapan dengan dimensi saluran lebar bawah (B) = 2.5 m, dan tinggi (h) = 1.7 m. Selain itu dilakukan juga penambahan saluran baru sepanjang 50 m dengan dimensi saluran lebar bawah (B) = 2.5 m, dan tinggi (h) = 1.7 m.

Analisis Perencanaan Sheet Pile pada Tanggul Sungai untuk Mengatasi Kelongsoran Lereng (Studi Kasus : Sungai Lungun, Sabanar Baru, Kabupaten Bulungan)

SEBANYA ELIA
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini melakukan identifikasi secara khusus dan detail untuk mengetahui penyebab longsor, maka diharapkan akan ditemukan kesimpulan yang mampu memberikan informasi secara tepat untuk menanggulangi longsor yang terjadi di lereng Sungai Lungun, Sabanar Baru, Kab. Bulungan, Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai faktor keamanan (Safety Factor) lereng serta merencanakan dimensional perkuatan sheet pile dan stabilitas terhadap kelongsoran di lereng Sungai Lungun, Sabanar Baru, Kab. Bulungan, Kalimantan Utara. Pada proses analisis data kali ini, peneliti menggunakan Metode Fellenius untuk menganalisa stabilitas lereng eksisting, prinsip perancangan turap di angker yang terletak pada tanah kohesif dengan metode ujung bebas, dan juga dengan bantuan program teknologi komputer yaitu program aplikasi Plaxis. Dari hasil analisis dan perhitungan yang telah dilakukan, penulis menarik kesimpulan pada penelitian ini yaitu yang pertama, nilai faktor keamanan pada lereng Sungai Lungun, Sabanar Baru, Kab. Bulungan, Kalimantan Utara dengan menggunakan perhitungan manual Metode Fellenius diperoleh nilai sebesar 1,470 dan perhitungan dengan menggunakan program bantu Plaxis 2D V.8.2 diperoleh nilai sebesar 1,1092. Kedua, untuk solusi penanggulangan longsor lereng Sungai Lungun, Sabanar Baru, Kab. Bulungan, Kalimantan Utara ukuran dimensi perkuatan sheet pile yang diperoleh dari perhitungan yaitu menggunakan sheet pile beton tipe W-400 A 1000 dengan kedalaman 10 m ditambah dengan pengakuan angkur pada kedalaman 1 m dari permukaan tanah yang dikaitkan oleh tie rod baja Ø 7 cm sepanjang 14 m kepada blok angkur beton dengan tinggi blok angkur 1,5 m dan tebal 5 cm yang tertanam 0,5 m dari permukaan tanah, maka menghasilkan nilai faktor keamanan lereng yang dihitung menggunakan program bantu Plaxis 2D V.8.2 sebesar 3,5814.

Rancang Bangun Sistem Monitoring Anestesi Gravimetrik Pada Kantong Infus Pasien Berbasis Internet Of Things (IOT)

ADRIAN PREMY ASHARY
2021 · Thesis · Open Access

Anestesi merupakan tahap yang sangat penting pada tindakan pembedahan. Sampai saat ini, belum ada anestesi yang dijamin aman untuk pasien dan memenuhi kriteria ideal, yaitu anestesi yang menghasilkan analgesi, sedasi, relaksasi, dan menghasilkan suatu keadaan aman untuk sistem vital, serta mudah di aplikasikan. Internet of thing ialah suatu objek yang dapat melakukan suatu pengiriman data melalui jaringan. Penelitian ini akan memonitoring cairan pada kantong infus pasien menggunakan sensor load cell. Hasil dari pengukuran ini akan ditransmisikan atau dihubungkan ke NodeMCU8266 sebagai Internet of Things dan dalam memonitoring ini menggunakan aplikasi Blynk yang terdapat pada smartphone android. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa nilai resistansi input dan output sensor load cell sebesar 1.151 ohm dan 1.020 ohm. Untuk akurasi, sensor load cell memiliki nilai akurasi yang dihasilkan sebesar 99,812%. Pada pengujian jumlah tetes infus yang dihasilkan sensor load cell 5 mili sebanyak 71 tetes untuk rentan waktu 0,95 menit sampai dengan 100 mili dengan jumlah tetes sebanyak 1659 tetes dengan rentan waktu 14,57 menit. Pada pengujian besaran tegangan diperoleh 5 mili sebesar 0,518 mV sampai dengan 100 mili diperoleh tegangan sebesar 1,028 mV. Data ini menunjukkan bahwa sistem bekerja dengan baik dalam memonitoring anestesi gravimetrik maka dari itu alat ini dapat membantu para tenaga medis dalam memonitoring anestesi ini dan alternatif sebagai pengganti alat medis yang begitu rumit.

SISTEM AGRIBISNIS KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI KECAMATAN SEBATIK TIMUR KABUPATEN NUNUKAN (Studi Kasus Desa Bukit Aru Indah)

MOHD JEFRI
2021 · Thesis · Open Access

SISTEM AGRIBISNIS KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI KECAMATAN SEBATIK TIMUR KABUPATEN NUNUKAN (Studi Kasus Desa Bukit Aru Indah) ABSTRAK Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman perkebunan yang dijadikan sebagai penghasil minyak dan bahan bakar serta memiliki prospek untuk dikembangkan khususnya di daerah Sebatik Kabupaten Nunukan. Keberhasilan usahatani kelapa sawit perlu didukung oleh ketersediaan saprodi, pemasaran, dan lembaga penunjang yang terintegrasi dalam suatu sistem agribisnis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem agribisnis usahatani kelapa sawit di Desa Bukit Aru Indah Kecamatan Sebatik timur. Penelitian ini menggunakan teknik sampel Snowball Sampling dan purposive sampling. Data sistem agribisnis dianalisis secara deskriptif kualitatif dan data pendapatan usahatani dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agribisnis pada usahatani kelapa sawit di Desa Bukit Aru Indah Kecamatan Sebatik timur terdapat beberapa subsistem seperti subsistem agribisnis hulu yaitu pengadaan sarana dan prasarana produksi seperti penyediaan pupuk, benih, pestisida, alat, dan peralatan. Subsistem usatani Pada proses budidaya dilakukan pada lahan rata-rata 2ha yang sebelumnya merupakan lahan perkebunan kakao yang dialih fungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit dengan modal awal sebesar Rp. 9.898.000,- Dengan siklus produksi usahatani kelapa sawit dilakukan selama 12 hari dan memperoleh pendapatan kelapa sawit dengan total sebesar Rp 2.610.000,- dalam sekali produksi. Subsistem hilir meliputi pengolahan hasil panen seperti pengumpulan hasil panen kelapa sawit, pengangkutan, penimbangan dan pengiriman hasil panen kelapa sawit. pemasaran yang digunakan ialah saluran pemasaran semi langsung. Dan lembaga penunjang dalam usahatani kelapa sawit Desa bukit Aru Indah Kecamatan Sebatik Timur adalah pemerintah.

RISIKO PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata) DI KOTA TARAKAN

MOHAMAD JANUARI
2021 · Thesis · Open Access

Selama pandemi covid-19 berlangsung produksi jagung manis pada tahun 2020 mengalami penurunan yang sangat drastis karena petani mulai mengurangi kegiatan usahataninya oleh karena itu tidak terlepas dari adanya risiko dalam usahatani jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sumber-sumber risiko produksi jagung manis (2) Berapa besar probabilitas dan dampak dari sumber-sumber risiko produksi jagung manis (3) Strategi alternatif mengatasi tingkat risiko produksi jagung manis. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling dengan responden petani jagung manis di Kota Tarakan, jumlah sampel sebanyak 100 petani. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis probabilitas dan penanganan risiko. Berdasarkan hasil Penelitian ini menjelaskan sumber-sumber risiko produksi jagung manis yang teridentifikasi yaitu hama dan perubahan cuaca atau iklim. Risiko yang memiliki probabilitas besar dengan dampak yang kecil berada pada kuadran I. Risiko yang memiliki probabilitas besar dengan dampak yang besar berada pada kuadran II, risiko yang memiliki probabilitas kecil dengan dampak yang kecil berada pada kuadran III dan Risiko yang memiliki probabilitas kecil dengan dampak besar berada pada kuadran IV. Strategi penanganan risiko dirumuskan berdasarkan posisi masing-masing sumber risiko pada peta risiko. Sumber risiko yang berada pada kuadran 1 dan 2 akan ditangani dengan strategi preventif, sedangkan sumber risiko yang berada pada kuadran 3 dan 4 akan ditangani dengan strategi mitigasi.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA TANI PADI SAWAH DI DESA TANJUNG ARU KECAMATAN SEBATIK TIMUR KABUPATEN NUNUKAN

SITI NORAZMIRA
2021 · Thesis · Open Access

Abstrak Siti Norazmira 1640202109 2021. “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Tani Padi Sawah Di Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan” . Dibimbing oleh Etty Wahyuni. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Desa Tanjung Aru merupakan salah satu sentra pengembangan padi yang berada di Kecamatan Sebatik Timur. Semakin berkembangnya sektor pertanian, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani padi sawah di Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan yaitu usia (X1), luas lahan (X2), pengalaman bertani (X3), hasil produksi (X4), dan biaya produksi (X5). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani padi sawah Metode penentuan sampel simple random sampling. Hasil penelitian diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.999 yang berarti sebesar 99,9 % dapat dijelaskan oleh variabel bebas yang diamati, sedangkan sisanya 0,1 % dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah Y = 11.461 - 0,022X1 + 0.015X2 + 0.012X3 + 1.263 X4 – 0.285 X5 + e. Variabel usia dan luas lahan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan, adapun variabel pengalaman berusaha tani, hasil produksi dan biaya produksi memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan. Hasil penelitian ini disarankan agar petani lebih memperhatikian faktor-faktor yang dapat meningkatkan pendapatan sehingga usaha pertanian padi khususnya di Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan yang dijalankan dapat memberikan hasil sesuai dengan apa yang diharapkan. kepada pemerintah agar petani diperhatikan baik dari bimbingan terhadap pengetahuan serta pemberian bantuan modal, bibit unggul, pupuk, sarana dan prasarana lain untuk mendukung terciptanya usaha pertanian menjadi lebih mapan dan mandiri kedepannya serta membantu penambahan cetak sawah baru. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan penelitian yang telah saya lakukan untuk melihat faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat pendapatan petani. Kata Kunci : Pendapatan Petani, Usia Luas Lahan, Pengalaman Bertani, Hasil Produksi Dan Biaya Produksi

POTENSI MUSUH ALAMI PADA PENGELOLAAN TANAMAN PADI DI AREAL WILAYAH DAS SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG

YUDI RAHMAWANDI
2021 · Thesis · Open Access

natural enemies' potential as natural controller in sesayap DAS area of Tana Tidung district must be investigated. the purpose of this study was to identify the most common form of natural enemy and the relationship between natural enemies and rice farming locations in the DAS Sesayap, particularly in tana tidung regency. data was collected from tideng pale, gunawan, sesayap hilir, rian, and tana merah. traps, swing nets, and yellow tray traps were used to sample each place five times. the results revealed that the insect group's natural enemies included 32 families, 44 genera, 44 species, and 836 individuals there were 11 families 12 genera, 13 species , and 347 individual species in the araneae family. delichoderus taschenbergi (24,7%) was the most numerous predatory insect species, followed by chlaenius nigricans (19,9%) and anoplolepis gracilipes (17,8%). predator natural adversaries were frequently linked to gunawan and rian's places. meanwhile, the site of bandan bikis had a corellations with parasitoid natural enemies. furthermore, natural enemies had a weaker relationship with the tana merah and tideng pale places than with other sites.

EFEKTIVITAS PEMANFAATAN DANA DESA DI BIDANG PERTANIAN (STUDI KASUS : DESA DERALON KECAMATAN LUMBIS KABUPATEN NUNUKAN)

OKTEVIANI
2021 · Thesis · Open Access

Salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap pembangunan pedesaan adalah adanya Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) yang lebih dikenal dengan istilah dana desa. Desa Deralon Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan termasuk salah satu penerima dana desa, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dengan tingkat kesejahteraan yang rendah. Melalui program dana desa diharapkan adanya peningkatan hasil pertanian sehingga meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang bertujuan mengetahui apa saja kegiatan bidang pertanian yang dibiayai dana desa, mengetahui efektifitas pemanfaatan dana desa yang sudah dilakukan dan mengetahui persepsi masyarakat terhadap peningkatan efektifitas dana desa di bidang pertanian. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis kualitatif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bidang pertanian yang dibiayai menggunakan dana desa dalam pengadaan sarana prasarana yaitu adanya pemberian mesin penggiling padi, mesin penggiling singkong, pompa racun, bibit sawit, pupuk, racun hama, benih sayur dan tersedianya satu mobil yang menjadi operasional desa untuk mengangkut hasil panen dan dalam pemberdayaan masyarakat dilakukan sosialisasi pemeliharaan sawit, sosialisasi perencanaan kebun kakao, dan sosialisasi pemanfaatan pekarangan rumah. Kemudian hasil pengukuran efektivitas didapatkan indeks skor sebesar 82,4% yang termasuk dalam interval efektif dan dapat menggambarkan bahwa persepsi responden terhadap pemanfaatan dana desa melalui pengadaan sarana prasarana dan pemberdayaan masyarakat efektif dan tidak terdapat kekurangan dalam penyaluran dana desa pada tahun 2018-2019 tetapi dari sisi lain masyarakat berharap adanya pengawasan terhadap penggunaan dana desa agar tidak terjadi penyelewengan dana desa sehingga pembangunan desa dapat direalisasikan. Selain itu, diharapkan generasi muda Desa Deralon dapat berpartisipasi aktif dalam pengelolaan dana desa untuk meningkatkan efektivitas pemanfaatan dana desa.

KAJIAN BAHAN PEMBAWA (CARRIER CAIR BAKTERI PELARUT FOSFAT (P) INDIGENOUS

NURAIDA BINTI HAMID
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi bahan pembawa (carrier) cair yang tepat untuk setiap isolat rhizobakteri sehingga dapat mempertahankan atau meningkatkan aktivitas pelarutan fosfat. Kandungan fosfat didalam tanah cukup tinggi karena aplikasi pupuk P terus menerus tetapi unsur hara P terikat oleh Fe, Al dan Ca sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Fakultas pertanian memiliki 2 isolat rhizobakteri yang mampu melarutkan fosfat, tetapi belum diketahui bahan pembawa yang tepat untuk setiap isolat rhizobakteri agar dapat mempertahankan atau meningkatkan aktivitas pelarutan fosfat. Penelitian ini dilaksanakan di lab Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu: faktor pertama bahan pembawa terdiri dari 3 taraf, P0 (Nutrient Broth), P1 (air kelapa) dan P2 (ekstrak tauge) selanjutnya faktor kedua isolat terdiri dari 3 taraf, B1 (B5(6)), B2 (B1(17)) dan B3 (multi-isolat). Kedua faktor digabungkan menjadi 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan diperoleh 27 unit percobaan. Parameter pada penelitian ini adalah pengukuran pH fomulasi, perhitungan jumlah koloni bakteri pelarut fosfat, pengujian indeks pelarutan fosfat dan perubahan kondisi formulasi diamati setiap 0, 15, 30, 45 dan 60 hari setelah inkubasi. Data yang diperoleh diuji normalitas terlebih dahulu kemudian dianalisis dengan sidik ragam dan diuji lanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahan pembawa yang tepat untuk setiap jenis isolat, yaitu: B1 (B5(6)) pada P2 (ekstrak tauge) dengan jumlah populasi 1,96 x 1011 dan indeks pelarutan fosfat 3,19, B2 (B1(17)) pada P2 (ekstrak tauge) dengan jumlah populasi 1,88 x 1011 dan P1 (air kelapa) dengan indeks pelarutan fosfat 3,02 dan B3 (multi-isolat) pada P1 (air kelapa) dengan jumlah populasi 2,71 x 1010 dan P2 (ekstrak tauge) dengan indeks pelarutan fosfat 2,59. Jumlah koloni bakteri minimum sebesar ≥108 cfu/mL dan formulasi bakteri mampu melarutkan fosfat sebagai standar pupuk hayati menurut Peraturan Menteri Pertanian No.70/Permentan/SR.140/10/11.

IDENTIFIKASI BAKTERI PADA RUMPUT LAUT (Eucheuma cottoni) YANG TERSERANG PENYAKIT ICE-ICE DI PERAIRAN TARAKAN

TARFIN
2021 · Thesis · Open Access

Rumput laut (E. cottonii) adalah salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan di Perairan Pantai Amal dan Binalatung Kota Tarakan. Permasalahan yang sering timbul pada usaha budidaya rumput laut yaitu adanya serangan penyakit ice-ice. Gejala penyakit ice-ice umumnya ditandai dengan pemutihan pada bagian pangkal thallus, tengah dan ujung thallus muda, yang diawali dengan perubahan warna thallus menjadi putih bening atau transparan. Penelitan ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis bakteri pada rumput laut (E. cottoni) yang terserang penyakit ice-ice di Perairan Tarakan Pada stasiun 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Hasil inokulasi bakteri pada rumput laut menunjukkan bahwa pada setiap stasiun memiliki koloni bakteri. Hasil pengujian gram menunjukkan terdapat bakteri gram negatif (-) dan gram positif (+). Terdapat dua jenis genus bakteri yang diidentifikasi dari 6 stasiun yaitu bakteri Bacillus sp dan Alteromonas sp

MODIFIKASI DAN UJI KINERJA MATA PISAU MESIN PENCACAH LIMBAH PERTANIAN

APRILIANSYAH
2021 · Thesis · Open Access

Mesin pencacah memiliki berbagai macam komponen, salah satu komponen utama yang mempengaruhi kinerja mesin pencacah adalah mata pisau. Adapun yang mendasari dilakukannya modifikasi mata pisau mesin pencacah limbah pertanian yaitu, mata pisau yang digunakan pada sebelumnya memiliki kinerja yang kurang optimal sehingga dapat menyebabkan kualitas pemotongan bahan belum optimal dan seragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja mesin pencacah limbah pertanian setelah digunakan mata pisau yang dimodifikasi. Penelitian dilaksanakan mulai dari bulan November hingga Maret 2021. Bertempat di Laboratorium Mekanisasi, Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini terdiri beberapa tahapan yaitu identifikasi masalah, modifikasi mata pisau, uji kinerja dan analisis data. Parameter penelitian yang digunakan adalah menghitung kapasitas efektif alat (kg/jam), kecepatan linear (m/s), rendemen (%), suhu mesin penggerak (t), dan kecepatan electromotor (RPM). Dari hasil analisis data berdasarkan parameter yang digunakan diperoleh nilai kapasitas efektif alat 9,14 kg/jam, kecepatan linear 5,28 m/s, rendemen 91,4%, rata-rata suhu 68,3 °C dan rata-rata kecepatan electromotor 234,9 rpm pada mata pisau standar. Kinerja tebaik mesin pencacah limbah pertanian yaitu pada saat menggunakan mata pisau hasil modifikasi dengan sudut kemiringan mata pisau 10° dengan nilai kapasitas efektif alat 16,35 kg/jam, kecepatan linear 6,20 m/s, rendemen 96,5%, rata-rata suhu55,5 °C dan rata-rata kecepatan electromotor 275,4 rpm.

PROTOTYPE PEMBATASAN PEMBELIAN BAHAN BAKAR MINYAK BERBASIS MIKROKONTROLER DI SPBU KOTA TARAKAN

ABDUL MUHAMMAD RACHMAN TIHAN
2021 · Thesis · Open Access

Tingginya tingkat konsumsi BBM di Tarakan dimanfaatkan oleh sejumlah oknum yang melakukan pembelian dalam jumlah besar, untuk kemudian dijual kembali dengan selisih harga yang lebih tinggi. Sistem pembatasan pembelian BBM ini dilakukan untuk satu kali proses transaksi untuk jenis kendaraan yang berbeda. Keypad digunakan untuk menginputkan jenis kendaraan dan nilai rupiah yang akan diisikan yang kemudian akan diproses oleh mikrokontroler dan selanjutnya memberikan perintah kepada relay untuk mengaktifkan pompa DC serta solenoid valve sehingga cairan minyak dapat mengalir. Jumlah cairan yang mengalir akan dibaca oleh sensor flowmeter dan saat cairan yang dialirkan telah sesuai, maka pompa dan solenoid akan mati. Proses transaksi tidak dapat dilakukan saat nilai rupiah yang diinputkan melebihi dari ambang batas ketentuan yang telah ditentukan sebelumnya. Dari hasil penelitian ini masih didapati nilai error hasil pembacaan LCD sistem dan gelas ukur untuk masing-masing sampel pengujian. Pada pengujian dengan sampel Rp.5.000 diperoleh nilai error rata-rata sebesar 0,68%, pada sampel Rp.10.000 diperoleh nilai error rata-rata sebesar 0,31%, pada sampel Rp.15.000 diperoleh nilai error rata-rata sebesar 0,30%, pada sampel Rp.20.000 diperoleh nilai error rata-rata sebesar 0,39%, pada sampel Rp.25.000 diperoleh nilai error rata-rata sebesar 0,49%, pada sampel Rp.30.000 diperoleh nilai error rata-rata sebesar 2,80%, pada sampel Rp.35.000 diperoleh nilai error rata-rata sebesar 1,12.

Studi Normalisasi Sungai Lapri Untuk Pengendalian Banjir

ZULKARNAIN
2021 · Thesis · Open Access

.STUDI NORMALISASI SUNGAI LAPRI UNTUK PENGENDALIAN BAJIR Abstrak Desa Lapri terletak di Kabupaten Nunukan Sebatik Utara, dimana ketika musim hujan, sering terjadinya banjir/peluapan air yang di akibatkan sungai di Desa Lapri sudah tidak dapat menampung besarnya debit air sehingga terjadinya banjir. Penyebab terjadinya banjir di derah Aliran Sungai Lapri diakibatkan beberapa titik aliran Sungai Lapri terjadinya sedimentasi, longsor, dan penyumbatan aliran drainase. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit banjir eksisting Sungai Lapri dan dimensi saluran eksisting Sungai Lapri yang dapat mengalirkan debit banjir. Dari hasil analisis perhitungan diperoleh debit banjir rencana metode Nakayasu, dengan periode ulang 100 tahun (Q100) sebesar 86.947 m3/detik. Berdasarkan hasil analisis perhitungan, maka diperoleh debit banjir exsisting Sungai Lapri, untuk masing-masing STA sebagai berikut, STA 10 = 87.742 m3/detik, STA 9 = 87.953 m3/detik, STA 8 = 88.192 m3/detik, STA 7 = 88.481 m3/detik, STA 6 = 87.912 m3/detik, STA 5 = 88.028 m3/detik, STA 4 = 87.532 m3/detik, STA 3 = 87.730 m3/detik, STA 2 = 88.233 m3/detik, STA 1 = 87.874 m3/detik dan STA 0 = 88.624 m3/detik. Dari hasil debit tersebut, diperoleh dimensi penampang saluran Sungai Lapri yang mampu mengalirkan debit banjir rencana, dengan tinggi bagunan (h) = 5.37 m, dengan tinggi jagaan (W) = 1.64 m, dan lebar bawah saluran (b) = 6.20 m. Kata kunci : Debit Banjir, Nakayasu, dan Sungai Dosen Pembimbing, Rosmaliah Handayani, S.T.,M.T NIDN 1108087901 LAPRI RIVER NOR A STUDY OF LAPRI RIVER NORMALIZATION FOR CONTROLLING OF FLOOD Abstract Lapri Village was located in North Sebatik Nunukan district. The flood often occurred there because Lapri river Village was unable to accommodate the amount of water discharge during the rainy season. The flood in the Lapri River Basin area was caused by sedimentation, landslides, and drainager blockage along Lapri River flow. This study aimed to determine the existing flood discharge and dimensions of existing Lapri River channel capable of draining the flood discharger. The result of analysis showed that planned flood discharger using the Nakayasu method with a return period of 100 years (Q100) was 86,947 m3/second. Thus, the existing flood discharger of Lapri River for each STA were found as follows : STA 10 was 87,742 m3/second, STA 9 was 87,953 m3/second, STA 8 was 88,192 m3/second, STA 7 was 88,481 m3/second, STA 6 was 87,912 m3/second, STA 5 was 88,028 m3/second, STA 4 was 87,532 m3/second, STA 3 was 87,730 m3/second, STA 2 was 88,233 m3/second, STA 1 was 87,874 m3/second and STA 0 was 88,624 m3/second. Based on the discharger results, Lapri River channel’s cross-sectional dimensions were capabe of draining flood discharger with 5,37 m building height, 1,64 m guard height, and 6,20 m channel of bottom width. Keywords: Flood Discharge, Nakayasu, and River MALIZATION STUDY FOR FLOOD CONTROL Abstract Lapri Village is located in Nunukan Sebatik Utara Regency, where during the rainy season, frequent flooding / overflow of water caused by the river in Lapri Village cannot accommodate the amount of water discharge resulting in flooding. The cause of flooding in the area of the Lapri River was due to several flow points of the Lapri River, sedimentation, landslides, and blockage of drainage flow. This study aims to determine the existing flood discharge of the Lapri River and the dimensions of the existing Lapri River channel that can drain the flood discharge. From the analysis of the calculation of flood discharge plan Nakayasu method, with a 100-year return period (Q100)of 86 947 m3/ sec. Based on the analysis of calculation, the obtained debit flood exsisting River Lapri, for each STA as follows, STA 10 = 87 742 m3/ sec, STA 9 = 87 953 m3/ sec, STA 8 = 88 192 m3/ sec, STA 7 = 88 481 m3/ sec, STA 6 = 87 912 m3/ sec, STA 5 = 88 028 m3/ sec, STA 4 = 87 532 m3/ sec, STA 3 = 87 730 m3/ sec, STA 2 = 88 233 m3/ second, STA 1 = 87 874 m3/ sec and STA 0 = 88 624 m3/ sec. From the results of the discharge, it is obtained that the cross-sectional dimensions of the Lapri River channel are able to flow the planned flood discharge, with building height (h) = 15.37 m, with guard height (W) = 1.64 m, and channel bottom width (b) = 6.20 m.

Pemanfaatan Daun Pinus Jarum Untuk Dijadikan Briket Biocoal Sebagai Energi Listrik ALternatif

HERAWATI
2021 · Thesis · Open Access

.Biomassa adalah bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintetik baik berupa produk maupun buangan. Contoh biomassa antara lain adalah tanaman, pepohonan, rumput, limbah pertanian, limbah hutan, tinja dan kotoran ternak. Biomassa ini dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi yang cocok dikembangkan di Tarakan. Salah satu sumber biomassa yang melimpah adalah daun pinus jarum banyak ditemukan di kampus UBT, Pesisir pantai amal dan Persemaian Kota Tarakan. Pemilihan daun pinus jarum yang berguguran sebagai biomassa pada penelitian ini didasarkan atas belum adanya pemanfaatan sampah daun pinus. Dengan demikian pada penelitian kali ini sampah daun pinus jarum kering akan dimanfatkan untuk dibuat menjadi briket yang di campur dengan batubara dengan varian komposisi perekat. Varian perekat yang digunakan ada 3 jenis, sagu, tepeng kanji dan tanah liat. Dari 3 jenis perekat masingmasing sampel diuji untuk mendapatkan nilai kadar air, kadar abu, kalor dan energi listrik. Briket dapat dikatakan baik jika memiliki nilai kadar air dibawah 8% menurut SNI. Briket sudah memenuhi niali standar SNI dibawah 8% dengan nilai kisaran 5%- 7%. Kadar abu pada penelitian ini sudah memenuhi standar SNI yaitu dibawah 8%, tetapi pada perekat tanah liat memiliki kadar abu yang mendekati 8% yaitu sebesar 7,95%. Nilai tegangan dan arus dipengaruhi oleh komposisi sampel, dimana semakin kecil persentase kadar daun pinusnya maka semakin kecil, begitu juga sebaliknya. Nilai kalor didapatkan dari hasil analisa data yang ada hingga mendapatkan nilai kalor yang cukup besar yaitu kisaran nilai 4500 J. Nilai daya yang didapatkan per satu buah briket kisaran nilai 2,8 watt. Penggunaan batu bara muda pada penelitian ini disebabkan karena lebih mudah untuk ditemukan, sedangkan jika menggunakan batu bara tua akan lebih sulit untuk mendapatkannya, yang biasanya hanya terdapat di area pertambangan.

Sistem Pemantauan Perairan Daerah Sungai Berbasis Internet of Things

ANGGI FEBRIYANI
2021 · Thesis · Open Access

Sistem pemantauan perairan pada Sungai Buaya di pulau bunyu menjadi hal yang sangat penting dilakukan, karena air pasang yang terlalu tinggi yang mengakibatkan rumah warga terendam banjir. Pada penelitian ini dibuat sebuah alat yaitu alat yang dapat memantau kelajuan air dan ketinggian air sungai ketika air pasang menggunakan teknologi Internet of Things. Sistem pemantuan ini menggunakan NodeMCU ESP8266 yang sudah terdapat Wi-Fi, sensor water level, sensor water flow dan buzzer. Sistem ini diaplikasikan untuk memantau kelajuan air sungai ketika pasang dan ketinggian air sungai dengan menggunakan aplikasi blynk. Prinsip kerja sistem ini sensor water flow dan sensor water level akan terbaca dan mengirimkan data tersebut pada aplikasi blynk sehingga dapat mengetahui nilai kelajuan air sungai dan ketinggian, dan notifikasi berupa text dan buzzer dapat merespon sebagai peringatan dini untuk daerah sekitar Sungai Buaya. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa sistem ini mampu berkerja dengan baik untuk menjadi sebuah peringatan dini pada debit dan ketinggian air sungai di daerah Sungai Buaya. Dimana pada hasil data sensor water level nilai error sebesar 2,15% dan nilai akurasi sebesar 97,86%. Pada pengujian notifikasi pada aplikasi blynk pembacaan ketika air sungai menyentuh sensor dan didapatkan nilai rata-rata delay sebesar 1,728 detik dan untuk respon delay buzzer pada aplikasi blynk didapatkan nilai rata-rata 0,622 detik. Pada hasil sensor water flow didapatkanlah nilai error sebesar 5,75% dan nilai akurasi sebesar 94,25%. Dengan luas penampang daerah sungai buaya sebesar 21,052 m^2 sehingga nilai keseluruhan debit yang didapatkan sebesar 5,073 m^3/det⁡.