ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFESIENSI DISTRIBUSI PUPUK BERSUBSIDI DI KOTA TARAKAN
A
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir
A
ABSTRAK ARHAN NPM: 1740501008. Skripsi ini berjudul “Implementasi Peraturan Wali Kota Tarakan Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Dana Alokasi Umum Bantuan Pendanaan Kelurahan di Kelurahan Kampung Enam Kota Tarakan” dibawah arahan dan bimbingan Ibu Dr.Nur Asikin, S.HI,.M.H dan Bapak Mawardi Khairi, S.H., M.H. Berdasarkan Peraturan Wali Kota Tarakan Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Dana Alokasi Umum Bantuan Pendanaan Kelurahan Di Kelurahan Kampung Enam Kota Tarakan , Penelitian Skripsi ini bertujuan untuk menjawab berbagai Permasalahan di masyarakat terkait bentuk implementasi peraturan Walikota Tarakan, Keluhan - keluhan terhadap buruknya kualitas layanan di kelurahan dan kurang nya transfaransi terhadap penggunaan dana kelurahan menunjukkan bahwa belum terwujudnya pemerintahan yang baik dalam lingkup kelurahan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk implementasi peraturan wali kota Tarakan nomor 11 tahun 2020 tentang dana alokasi umum bantuan pendanaan kelurahan di kelurahan kampung enam kota Tarakan . penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris, data yang diperoleh dari penelitian lapangan dihimpun lalu dikelompokkan dan diseleksi menurut kualitas dan kebenaranya lalu disusun secara sistematis, kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya mewujudkan pemerintahan yang baik khususnya yang terkait dengan prinsip transfaransi penggunaan dana kelurahan, belum dilakukan oleh kepala kelurahan kampung enam kota Tarakan. Penyelenggraan pemerintahan di kelurahan belum sepenuhnya melibatkan masyarakat, hal ini menunjukkan bahwa prinsip transparansi belum dilaksanakan sepenuhnya di kelurahan kampung enam, masih banyaknya pembagunan dan pemberdayaan masyarakat yang belum dilaksanakan dengan baik meperlihatkan bahwa pemerintahan yang baik dalam skala kelurahan belum terlaksana sebgaimana mestinya.
Krayan merupakan salah satu kecamatan di provinsi Kalimantan Utara yang memiliki komoditi unggulan yaitu beras adan. Komoditi tersebut memiliki nilai ekonomi dan daya saing saing tinggi dengan pemasar utama, yaitu Malaysia dan Brunei Darusalam. Akan tetapi produksi yang dihasilkan dari usahatani beras adan harus ditunjang oleh pemasaran yang baik agar petani memperoleh hasil yang optimal. Saluran pemasaran merupakan salah satu faktor penentu tingkat pendapatan petani dengan memberikan keuntungan yang proporsional sesuai dengan biaya, risiko dan pengorbanan yang dikeluarkan. Panjang pendeknya saluran pemasaran juga akan mempengaruhi bagian harga yang diterima petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan saluran pemasaran beras adan serta menganalisis efisiensi saluran pemasaran beras adan di wilayah perbatasan Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Perbatasan Desa Ba’Sikor Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan. Penentuan daerah penelitian diambil secara sengaja (Purposive). Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunujukan bahwa terdapat dua saluran pemasaran beras adan yaitu saluran pemasaran I : petani - pedagang pengumpul desa - konsumen akhir dan petani beras menerima harga sebesar Rp. 16.666,6/Kg atau besar nilai yang diproleh petani adalah 83,33% dari harga tingkat pedagang dan saluran pemasaran II : petani - konsumen akhir petani dan menerima harga sebesar Rp.20.000/Kg atau besar nilai yang diproleh petani adalah 100%. Kedua saluran pemasaran beras adan dinyatakan dengan kriteria efesien dengan nilai efesiensi saluran I sebesar 15,66% dan saluran pemasaran II sebesar 29,99%.
Tujuan penelitian untuk menghasilkan majalah tentang keanekaragaman Echinodermata di perairan Pulau Derawan yang layak digunakan berdasarkan penilaian para ahli dan untuk mengetahui respon siswa terhadap majalah yang dikembangkan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Research and Devalopmen (R&D) menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif dan kuantitatif mengacuh pada desain penelitian model Brog & Gall (1983), dengan menggunakan lima tahapan yaitu penelitian dan pengumpulan data awal, perencanaan, pengembangan format produk awal, uji coba terbatas, revisi produk. Sempel yang diambil adalah kelas X SMA Negeri 2 Tarakan yang berjumlah 12 siswa. Hasil validasi kelayakan materi menunjukkan kriteria sangat layak dengan presentase 90%, ahli media menunjukkan kriteria layak dengan presentase 72%, ahli praktisi menujukkan kriteria sangat layak dengan presentase 93%, dan hasil uji coba respon siswa menunjukkan bahwa majalalah Echinodermata yang dikembangkan sangat baik dengan presentase 85% dan dapat digunakan untuk proses pemebelajaran.
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait dengan Putusan Hakim Pengadilan Negeri Tarakan dalam perkara Illegal Fishing. Pertama, Model Penegakan Hukum Illegal Fishing Di Wilayah Perairan Kota Tarakan. Kedua, Pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Tarakan dalam memutuskan perkara illegal fishing Di Wilayah Perairan Kota Tarakan. Skripsi ini merupakan tipe penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan Peraturan Perundang-undangan (Statute Approach), Pendekatan Kasus (Case Approach) dan Pendekatan Perbandingan (Comparative Approach) . Bahan hukum yang di gunakan dalam skripsi ini adalah bahan hukum primer yang terdiri dari peraturan perundang-undangan secara hierarki dan putusan pengadilan. Bahan hukum sekunder ialah bahan yang yang memberikan penjelasan mengenai bahan hukum primer yaitu buku teks, jurnal hukum, pendapat para pakar, yang kesemuanya itu berhubungan erat dengan pokok permasalahan. Kemudian, bahan hukum tersier diperoleh dari kamus hukum dan ensiklopedia. Hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, Model penegakan hukum Illegal Fishing di wilayah perairan Kota Tarakan yakni tidak ada perbedaan penerapan dalam pemberantasan Illegal Fishing dan tetap berpedoman pada KUHAP dan Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan dan Peraturan Perundang-undangan yang mengatur secara khusus terkait dengan tindak pidana perikanan di Wilayah Perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam pelaksanaannya tetap dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kepolisian Negara Republik Indonesia, TNI Angkatan Laut..Kedua, Dalam pertimbangan Putusan Pengadilan Negeri Tarakan nomor putusan :93/PID.SUS/2015/PN.Tar Majelis hakim hanya mempertimbangkan 1 (satu) alat bukti yaitu keterangan terdakwa, sebagaimana kita ketahui bahwa keterangan terdakwa hanya bisa digunakan terhadap dirinya sendiri dan keterangan terdakwa saja tidak cukup untuk membuktikan kesalahannya sebagaimana diatur dalam pasal 189 ayat (3) dan ayat (4) KUHAP dimana pengaturannya merupakan penegasan terhadap pasal 183 KUHAP. Majelis hakim dalam menggali fakta cenderung imajinatif dan menguntungkan terdakwa.
The purpose of this study was to identify and analyze the hedonic lifestyle of the students of the university of borneo tarakan. the method used in this research was descriptive qualitative. informants in this study were students of the university of borneo tarakan. data were collected through observation, interviews and documentation. the collected data were analysed through data reduction, data presentation and conclusion drawing. the results showed that hedonism was an individual who had a wasteful lifestyle or did things that violated the norms of the society. shopping, hanging out, and clubbing activities were carried out more than 12 hours per day and 6-7 days a week. this influenced by internal factors such as views on things, experiences, social observations, perceptions, popularity, desire to be defferent, and external factors such as group references, use of social media, fashion, and prestige.
POTENSI MINYAK ATSIRI PADA BEBERAPA TANAMAN HERBAL INDONESIA SEBAGAI ANTIMIKROBA DAN ANTIOKSIDAN Abstrak Menurut data yang diperoleh dari Indonesian Essential Oil: The Scents of Natural Life, terdapat sekitar 40 jenis tanaman yang diproduksi di Indonesia yang berpotensi sebagai sumber aromaterapi dan sekitar 12 tanaman penghasil minyak atsiri lainnya masih dalam tahap pengembangan skala industri. Tanaman-tanaman tersebut merupakan tanaman yang memiliki variasi aromatik karena terdapat kandungan minyak esensial yaitu minyak atsiri. Mengetahui potensi minyak atsiri pada beberapa tanaman herbal Indonesia sebagai antimikroba dan antioksidan. Jenis tanaman yang digunakan yaitu daun serai (Cymbopogon nardus), sirih (Piper betle), singkil (Premna serratifolia L), salam (Eugenia polyantha). Minyak atsiri diperoleh dengan cara destilasi selama 4 jam, kemudian pada pengujian antimikroba menggunakan bakteri Ralstonia solanacearum dengan metode difusi agar sumuran yang terdapat 3 konsentrasi dan pada pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH dengan 1 konsentrasi. Pada pengujian antimikroba dan antioksidan diberi ulangan sebanyak 3 kali. Hasil dari pengujian antimikroba pada daun salam dengan konsentrasi 100% didapatkan hasil persentase penghambatan sebesar 100%, kemudian pada daun serai didapatkan rendemen persentase penghambatan sebesar 71,29% dengan konsentrasi 100%. Pada pengujian antioksidan minyak atsiri daun sirih didapatkan hasil persentase penghambatan sebesar 92,54% dengan konsentrasi 100 ppm. Kata Kunci : Destilasi minyak atsiri, antimikroba, antioksidan. POTENTIALS OF ESSENTIAL OILS IN SEVERAL INDONESIAN HERBAL PLANTS AS ANTIMICROBIALS AND ANTIOXIDANTS Abstract According to data obtained from Indonesian Essential Oil The Scents of Natural Life, there are about 40 types of plants produced in Indonesia that have the potential as a source of aromatherapy and about 12 other essential oil-producing plants are still in the industrial scale development stage These plants have aromatic variations because they contain essential oils. The purpose of this study was to find out the potential of essential oils in several Indonesian herbal plants as antimicrobials and antioxidants The types of plants used were Lemongrass (Cymbopogon nardhues). Betel (per hele), Singkil (Premna serratifolia L.), and Bay Leaves (Eugenia polyantha) The essential oil was obtained by distillation for 4 hours, then in antimicrobial testing using the bacterium Ralstonia solanacearum with the agar diffon method, there were 3 concentrations and in the antioxidant test using the DPPH method with I concentration The antimicrobial and antioxidant tests were repeated 3 times. The results of antimicrobial testing on Bay Leaves with a concentration of 100% obtained the percentage of inhibition of 100%, then on Lemongrass leaves the yield of inhibition percentage was 71.29% with a concentration of 100% In the antioxidant test of Betel leaf essential oil, the percmage of indobition was 92 54% with a concentration of 100 ppm Keywords Essential oil distillation, antimicrobial, antioxidant
ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran word Square pada pembelajaran di sekolah dasar berdasarkan aspek-aspek yang telah ditentukan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus pada penelitian ini mengacu pada rumusan masalah pada penelitian ini dan dimensi penelitian pada penelitian ini yaitu, 1) mengetahui relevansi antara permasalahan dengan model pembelajaran word square berdasarkan hasil penelitian terdahulu; 2) mengetahui pencapaian hasil-hasil dalam penelitian yang telah dilakukan; 3) mengetahui kelebihan dan kekurangan dari hasil riset yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Hasil penelitian ini menunjukkan model pembelajaran word square dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan hasil analisis yang telah dilakukan.
Renny Fitriani. 2021. "Media Development of Career Information Services Website for Middle School Students". Guidance and Counseling Study Program. Faculty of Teacher and Education. University of Borneo Tarakan . Supervisor by Siti Rahmi, S.Sos., M.Pd. The purpose of this study is to know the appropriateness of Media Development of Career Information Services Website for Middle School Students. This development research is adapted from the Borg and Gall development research design (2015) which is carried out until the 5th stage. The stages are: 1) Potential and Problem, 2) Data Collection, 3) Product Design, 4) Design Validation, 5) Design Revision. The results showed that the scores obtained from the design expert validator of 47 or 78% were in reasonable category, the score of the material expert validator of 52 or 87% was in very reasonable category. Based on this it can be concluded that the Media Development of Career Information Services Website for Middle School Students is feasible and well used as a media for career planning information.
Kegiatan usahatani hortikultura di Kelurahan Kampung Enam tidak hanya melibatkan kaum lelaki saja tetapi wanita juga turut ikut berperan dalam kegiatan tersebut. Kegiatan yang dilakukan wanita tani di Kelurahan Kampung Enam tidak hanya berperan dalam kegiatan penanaman, pemeliharaan, pemanenan serta pemasaran melainkan wanita tani juga berperan dalam pengolahan lahan yang biasanya kebanyakan dilakukan para lelaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran wanita tani dalam kegiatan usahatani hortikultura, mengetahui curahan jam kerja yang dilakukan wanita tani dalam usahatani hertikultura, dan menganalisis kontribusi pendapatan wanita tani dalam usahatani holtikultura untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Kampung Enam Tarakan Timur. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara turun langsung kelokasi penelitian dan melakukan wawancara lansung kepada responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik analisis deskriptif dengan mengunakan pendekatan kualitatif untuk mengetahui apa saja peran wanita dalam melakukan kegiatan usahatani hortikultura dan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui curahan waktu wanita dalam bekerja di usahatani hortikultura, total pendapatan keluarga, dan kontribusi pendapatan wanita dalam keluarga. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam melakukan kegiatan usahatani hortikultura wanita tani rata – rata berperan dalam semua kegiatan yaitu, kegiatan pengolahan lahan, pembibitan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, pemanenan dan pemasaran. Curahan waktu kerja wanita tani dalam melakukan kegiatan usahatani hortikultura lebih banyak di curahkan pada kegiatan pemanenan yaitu berjumlah 3,23 jam / responden dan paling sedikit di curahkan pada kegiatan pemasaran yaitu berjumlah 0,33 jam / responden. Kontribusi pendapatan wanita tani dalam kegiatan usahatani hortikultura yaitu sebesar 41 % sehingga dapat dikatakan kontribusi wanita kecil dalam menigkatkan pendapatan keluarga kerena < (kurang dari) 50%.
Perkembangan era informasi dan munculnya revolusi industri 4.0, keterampilan literasi informasi menjadi hal yang diprioritaskan pada berbagai sektor, tak terkecuali di sektor pertanian. Minimnya informasi di sektor pertanian merupakan penghambat proses memperoleh informasi di era teknologi dan informasi yang semakin berkembang saat ini. Salah satu solusi demi meningkatkan produktivitas petani yakni dengan pemanfaatan teknologi informasi berwujud sebuah perangkat lunak pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat aplikasi pengelola hasil pertanian yang dapat dijalankan pada smartphone android dan digunakan oleh Petani dan masyarakat. Penelitian dilakukan dengan metode System Development Life Cycle (SDLC) yang terdiri dari investigasi, analisis sistem, desain sistem, implementasi sistem, dan instalasi dan pengujian. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi android untuk penyedia hasil pertanian sebesar 3,98 MiB berjalan dengan koneksi internet yang berisi fungsi pengelolaan data hasil pertanian yang dimiliki, pengelolaan pesanan dan penjadwalan, dan penyimpanan data detail pesanan. Hasil pengujian aplikasi dapat berjalan dengan baik pada sistem operasi android 5.0 (Lollipop), 6.0.1 (Marshmallow), 7.0 (Nougat), dan 8.1.0 (Oreo). Aplikasi TaniMart dapat mempermudah proses pemasaran produk, proses belajar terkait pertanian, proses diskusi oleh petani dapat dilakukan melalui media yaitu sebuah website. Dengan menggunakan website sebagai strategi peningkatan kualitas dan kesejahteraan para petani, petani dapat melakukan pemasaran yang lebih luas.
PENGEMBANGAN MEDIA BIG BOOK UNTUK PEMAHAMAN MEMBACA SISWA KELAS II-A DI SD NEGERI 014 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan big book untuk pemahaman membaca siswa, mengetahui kelayakan dari big book, dan mengetahui pemahaman siswa terhadap isi big book. Penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) yang dikembangkan oleh Lee, W.W dan Owens, D.L yaitu ADDIE. Menurut Rusdi (2018: 37) ADDIE bukanlah sebuah model, tetapi tahapan umum yang mana semua tahapan umum yang mana semua tahapan dalam mendesain dan mengembangkan yang dilakukan oleh para peneliti dan praktisi dapat difragmentasi menjadi fase-fase anaylsis, design, development, implementation, and evaluation. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, lembar validasi, lembar angket pemahaman siswa terhadap media big book, dan dokumentasi. Produk media big book menghasilkan big book dengan ukuran A3, yang dicetak menggunakan kertas art paper, dan terdiri dari 10 halaman. Validasi dilakukan oleh para ahli yaitu ahli media, ahli bahasa, dan ahli praktisi. Hasil validasi ahli media sebesar 68,83%. Hasil validasi ahli bahasa sebesar 86%. Hasil validasi ahli praktisi sebesar 90,4%. Hasil dari angket pemahaman siswa sebesar 95,3%. Hasil Soal isian singkat terhadap pemahaman membaca siswa sebesar 100%. Hasil validasi dari ahli media, ahli bahasa, dan ahli praktisi menunjukkan bahwa media big book untuk pemahaman membaca siswa kelas II-A di SD Negeri 014 Tarakan dikatakan Layak untuk diuji coba. Hasil angket respon siswa dan soal isian singkat mengenai media big book untuk pemahaman membaca siswa dikatakan sangat layak digunakan untuk pemahaman membaca siswa.
Agroindustri minyak kayu putih sebagai salah satu bentuk industri yang mengolah daun kayu putih menjadi minyak kayu putih, memiliki peran dalam peningkatan nilai tambah suatu daerah atau wilayah. Agroindustri di Kota Tarakan dikelolah oleh salah satu instansi pemerintah yaitu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengolahan Hutan (KPH) Melalui kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di kawasan hutan lindung yang tersebar di beberapa tempat di dalam kawasan hutan lindung maupun di kawasan hutan lindung yang dikerjasamakan dengan kelompok tani lalu kemudian hasil panen daun kayu putih akan di beli dan selanjutnya akan di olah oleh pihak UPT KPH itu sendiri. Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui proses budidaya tanaman kayu putih (Melaleuca leucadendron Linn). Serta mengetahui apa saja faktor-faktor produksi tanaman kayu putih Dan mengetahui trend produksi kayu putih (Melaleuca leucadendron Linn) di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan metode penentuan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling (sengaja) yaitu menentukan sempel dengan sengaja. Dengan pengumpulan data yaitu Observasi, Wawancara Mendalam dan dokumentasi. dengan Analisis Data faktor yang mempengaruhi analisis trend produksi yaitu alat-alat, pupuk, dan tenaga kerja. dengan menggunakan analisis trend perkembangan dengan rumus adalah Y = a + bX. Dan Rumus untuk mendapatkan nilai a dan b adalah a=ΣY / n b=Σ XY / X2.Hasil yang di dapatkan Trend produksi tanaman kayu putih dapat dilihat dari hasil analisis persamaan trend yaitu Y = 320.47 + (-3.41) X menunjukkan bahwa kecenderungan produksi tanaman kayu putih bapak Ambransyah di Kecamatan Mamburungan Timur mengalami penurunan produksi sebesar 3.41 kg dengan nilai intersep sebesar 320.47 kg yang akan terjadi selang produksi selanjutnya.
Pola komunikasi biasa disebut juga sebagai model tetapi maksudnya sama, yaitu system yang terdiri atas berbagai komponen yang berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan pendidikan keadaan masyarakat. Penelitian ini adalah untuk mengetahui Pola Komunikasi penyuluh lapangan terhadap kelompok tani harapan sejahtera. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi antar pribadi, dilaksanakan di Kelurahan Kampung Enam Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan. Menggunakan metode Purposive sampling dengan jumlah responden 5 orang. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, kuesioner, wawancara,yang penelitiannya menggunakan deskriptif kualittif. Data yang digunakan dalam peelitian ini adalah data kualitatif yaitu data berupa pejelasan dari penyuluh dan petani yang memberikan penjelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi penyuluh lapangan terhadap kelompok tani harapan sejahtera di Kota Tarakan adalah menggunakan pola komunikasi satu arah yaitu lebih informatif kepada petani, komunikasi dua arah yaitu adanya tukar pendapat antara penyuluh dan petani (interaksi), sedangkan komunikasi multi arah yaitu adanya masukan dari pihak lain yang bisa memberikan arahan atau lebih bersifat membangun
Produksi padi sawah Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan pada hasil panennya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh para petani. Proses produksi padi sawah Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan di pengaruhi oleh beberapa faktor, produksi itu sendiri bisa berjalan bila persyaratan yang dibutuhkan yaitu faktor produksi sudah terpenuhi sehingga penelitian ini bertujuan untuk 1). bagaimana karakteristik petani padi sawah 2). faktor faktor apa saja yang mempengaruhi produksi padi sawah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi-instansi yang terkait. Kemudian data tersebut diolah dan dianalisis menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan fungsi cobb douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel luas lahan (X1) dan variabel pupuk (X2) berpengaruh nyata terhadap produksi padi sawah (Y). hal tersebut berarti bahwa setiap peningkatan luas lahan dan peningkatan pupuk berpengaruh terhadap peningkatan produksi padi sawah di Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan. Variabel pestisida (X4), variabel benih dan variabel tenaga kerja berpengaruh tidak nyata terhadap produksi. Hal tersebut berarti bahwa setiap peningkatan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan produksi padi sawah di Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan
Analisis Kelayakan Finansial Budi Daya Ikan Bandeng (Chanos chanos) di Kota Tarakan Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kelayakan finansial budi daya ikan bandeng di Kota Tarakan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling yaitu dengan mengambil 40 responden dari 110 petambak budi daya ikan bandeng. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari responden melalui wawancara menggunakan kuesioner. Data sekunder yang digunakan pada penelitian diperoleh dari jurnal, skripsi, artikel dan dari dinas terkait yaitu Dinas Perikanan Kota Tarakan. Berdasarkan umur, dapat diketahui bahwa rata-rata umur petambak responden ikan bandeng di Kota Tarakan masih termasuk produktif untuk menjalankan budi daya ikan bandeng. Dari hasil penelitian, penulis menyimpulkan : pertama, tingkat Pendidikan petambak responden di Kota Tarakan masih sangat baik, rata-rata luas lahan yang dimiliki petambak di Kota Tarakan adalah cukup luas untuk memproduksi ikan bandeng lebih banyak lagi, jumlah tanggungan keluarga yang dimiliki petambak responden lebih banyak memiliki jumlah tanggungan yang banyak daripada jumlah tanggungan yang jumlahnya sedikit. Kedua, analisis kelayakan finansial budi daya ikan bandeng menunjukkan R/C ratio sebesar 2,41, BEP Produksi sebesar 39 kg, BEP Harga sebesar Rp 4.714 dan BEP Penerimaan sebesar Rp 388.950. berdasarkan kriteria kelayakan yang telah ditentukan, dapat dikatakan bahwa budi daya ikan bandeng di Kota Tarakan layak untuk dikembangkan.
Aplikasi pupuk organik bersamaan dengan waktu tanam dan setelah tanam belum banyak dikaji, sehingga belum ada informasi yang cukup terkait waktu aplikasi pupuk kandang yang tepat untuk dikombinasikan dengan aplikasi urea untuk menghasilkan serapan dan efisiensi serapan unsur hara N yang tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji pengaruh waktu aplikasi pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan jagung dan sifat tanah, mengetahui dosis urea yang tepat terhadap serapan N terbaik, mengetahui pengaruh dosis Urea terhadap pertumbuhan jagung dan sifat tanah serta mengkaji pengaruh kombinasi waktu aplikasi pupuk kandang ayam dan dosis urea terhadap pertumbuhan jagung dan sifat tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2020 hingga Januari 2021. Rancangan acak lengkap, yang terdiri dari 2 faktor yaitu waktu aplikasi dengan tiga taraf yakni 1 minggu sebelum tanaman (W1), pada saat tanam (W2), dan 1 minggu setelah tanam (W3). Kemudian pupuk kandang ayam (T) terdiri atas empat taraf yaitu urea 0 kg/ha (D0), Urea 100 kg/ha (D1), Urea 200 kg/ha (D2), Urea 300 kg/ha (D3). Hasil penelitian, perlakuan dosis urea (D) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun selama pertumbuhan, berat panen, kering oven tanaman, dan pH tanah. Selanjutnya perlakuan waktu pemberian pupuk kotoran ayam (W) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun selama pertumbuhan, berat panen dan kering oven tanaman, namun signifikan terhadap peningkatan pH tanah. Kemudian pemberian pupuk kotoran ayam seminggu setelah tanam (W3) menghasilkan pH tanah yang tertinggi. Kombinasi perlakuan waktu pemberian pupuk kotoran ayam dan dosis urea (DW) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun selama pertumbuhan, berat panen, kering oven tanaman dan pH tanah. Namun signifikan terhadap peningkatan kandungan karbon organik tanah. Terakhir pemberian pupuk kotoran ayam seminggu setelah tanam dengan dosis urea 100 kg/ha (W3D1) mampu meningkatkan kandungan karbon organik tanah yang tertinggi sekitar 6,14%.
Benih yang sehat akan menghasilkan tanaman padi yang sehat, sehingga kesehatan benih menjadi perhatian utama dalam pengelolaan budidaya tanaman padi. Salah satu mikroorganisme yang dapat menyebabkan gangguan pada benih padi yakni cendawan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi cendawan patogen terbawa benih padi dan mengetahui perbedaan jenis cendawan terbawa benih yang berasal dari beberapa wilayah sentra budidaya tanaman padi Kabupaten Bulungan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada empat wilayah yakni Tanjung palas utara, Tanjung palas, Tanjung selor dan Tanjung palas tengah. serta dilaboratorium perlindungan tanaman Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan, Deteksi keberadaan cendawan terbawa benih padi dilakukan dengan menggunakan metode uji kertas saring (blotter test). dari ke Empat wilayah. Hasil yang didaptkan Ditemukan 14 varietas benih padi yakni, cimalaya, ir, ketan hitam, ketan, semenanjung, padi sawah, padi unggul, padi cina, impari, ciliwung, rajawali, 64, ketan unggul, roti. Dari semua benih padi telah ditemukan empat cendawan terbawa benih, yakni Aspergillus oryzae, Rhizopus oryzae, Mucor, Alternaria. persentase keberadaan Aspergillus oryzae tertinggi pada varietas ketan hitam mencapai 12,50%. Keberadaan Rhizopus oryzae dan Mucor mencapai 9,17% pada varietas semenanjung, sedangkan keberadaan cendawan Alternaria menginfeksi varietas padi roti dengan jumlah 5%
Pengetahuan tentang data hama dan penyakit tanaman padi merupakan bagian penting dari strategi pengendalian organisme pengganggu tersebut (OPT). Penelitian ini bertujuan; (1) mengetahui jenis hama dan penyakit yang dominan pada tanaman padi, serta upaya pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi di wilayah DAS Sesayap, khususnya Kabupaten Tana Tidung. Lokasi pengambilan data di Tideng Pale, Gunawan, Sesayap Hilir, Rian, dan Tana Merah. Tiap-tiap lokasi dilakukan pengambilan sampel sebanyak 5 (lima) titik dengan menggunakan perangkap jebak, perangkap nampan kuning, dan wawancara. Serta, pengamatan langsung terhadap gejala penyakit dan pengelolaan OPT. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 15 spesies hama kelompok insekta, 4 hama non insekta, dan 2 gejala penyakit. Nilai indeks kekayaan (R), kemerataan (E), dan keankeragaman (H’) hama insekta tertinggi di lokasi Gunawan (R=2.74., E=0.84, dan H’=2.27). Indeks kesamaan menunjukkan Tideng Pale dan Gunawan memiliki kesamaan komposisi spesies tertinggi (100%). Spesies Leptocorisa oratoria (walang sangit) dan Arphia conspersa (belalang) memiliki hubungan erat dengan habitat di Tideng Pale dan Gunawan. Penyakit tanaman bercak coklat tertinggi di Tana Merah, dengan nilai intensitas kerusakan tidak mutlak sebesar 79.2%. Selanjutnya, pengelolaan dilakukan dengan pemilihan benih, pemupukan, pengaturan jarak tanam, dan penggunaan pestisida yang masih bertumpu pada penggunaan pestisida sintetik.
ESTIMASI NILAI KERUGIAN EKONOMI MASYARAKAT AKIBAT BANJIR DI KECAMATAN SEMBAKUNG Dedy Mansyur Sulistya Rini Pratiwi,S.E.,M.Sc Tujuan dari penelitian ini adalah mengestimasi nilai kerugian ekonomi di Kecamatan Sembakung terhadap akibat bencana banjir sungai dan menginterpretasikan persepsi di Kecamatan Sembakung terhadap risiko banjir. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode analaisis deskriptif untuk melihat persepsi masyarakat akibat adanya banjir dan menggunakan pendekatan harga pasar sebenarnya, cost of time , Human Capital Approach untuk mengukur seberapa besar estimasi nilai kerugian akibat banjir di wilayah Kecamatan Sembakung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Kerugian langsung (direct) yang dialami masyarakat pasca banjir banjir pada bulan Januari 2021 sebesar Rp. 48.685.514,97 Kerugian tidak langsung (indirect) yang dialami masyarakat pasca banjir banjir pada bulan Januari 2021 sebesar Rp 125.717.000 Kerugian ekonomi masyarakat dihitung berdasarkan kerugian langsung (direct) dan kerugian tidak langsung (indirect). Total estimasi kerugian yang dialami masyarakat rumah tangga sebesar Rp 174.402.514,97 Masyarakat mengetahui bawah rumah yang mereka tinggali merupakan daerah yang rawan banjir, akibat banjir sebagian rumah masayrakat menjadi kotor dengan adanya endapan lumpur dan sampah yang terbawa oleh banjir. Banyak pekerjaan masyarakat yang terganggu pasca banjir dan masyarakat juga merasa tidak nyaman dengan kondisi rumah pasca banjir, akibatnya banyak masyaraakat yang merasa stress akibat banjir yang bertahap dan banjir juga menimbulkan ke khawatiran kriminalitas terhadap harta benda.