Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

9.639 item publik

Publikasi

Halaman 458 dari 482

ANALISIS HARGA POKOK PRODUKSI DALAM MENENTUKAN HARGA JUAL PRODUK KERIPIK SINGKONG MELALUI METODE COST PLUS PRICING (Studi Kasus UKM Qobidh Kota Tarakan)

None
2020 · Thesis · Open Access

Perhitungan harga pokok produksi merupakan hal yang sangat penting, mengingat manfaat informasi harga pokok produksi adalah untuk menentukan dasar harga jual produk yang akan disajikan untuk laporan keuangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) menghitung harga pokok produksi keripik singkong di UKM Qobidh menggunakan metode full costing. 2) menganalisis perkiraan keuntungan produksi keripik singkong yang diperoleh dari selisih harga pokok produksi dan harga jual produk di UKM Qobidh. 3) menganalisis berapa harga jual produk keripik di UKM Qobidh dengan metode cost plus pricing. Penentuan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah metode purposive sampling yang merupakaan teknik pengambilan sampel secara acak. Informasi data yang digunakan bersumber dari hasil wawancara dengan pemilik UKM Qobidh. Hasil penelitian diperoleh bahwa Harga Pokok Produksi (HPP) keripik singkong dengan metode full costing sebesar Rp. 16.450,75 per bungkus (250 gram). Harga jual keripik singkong di UKM Qobidh sebesar Rp. 20.000 per 250 gram sehingga perkiraan keuntungan yang diperoleh dari selisih Harga Pokok Produksi (HPP) dengan harga jual produk kripik singkong di UKM Qobidh sebesar Rp. 3.549,25 per 250 gram. Harga jual produk singkong menggunakan metode cost plus pricing dengan mark up 20% adalah sebesar Rp. 19.741 per 250 gram atau per bungkus.

Penggunaan rumput laut (kappaphycus alvarezzi) pada pakan untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup nener ikan bandeng (Chanos chanos)

SUHATMAYATULLAH
2020 · Thesis · Open Access

PENGGUNAAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezzi) PADA PAKAN UNTUK PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP NENER IKAN BANDENG (Chanos chano) USE OF SEA GRASS (Kappaphycus alvarezzi) IN FEED FOR THE GROWTH AND SUSTAINABILITY OF NENER FISH FISH (Chanos chanos) ABSTRAK Pakan merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam budidaya ikan bandeng. Rumput Laut adalah tumbuhan tingkat rendah semua bagian tumbuhannya disebut thallus. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan setiap perlakuan menggunakan 5 kali ulangan. Hasil analisis pertumbuhan panjang pada nener ikan bandeng selama 30 hari dapat diketahui bahwa pertumbuhan panjang mutlak disetiap perlakuan tidak berbeda nyata (P0,05) Pertumbuhan panjang tertinggi terdapat pada perlakuan C (6%) dengan nilai pertumbuhan panjang rata-rata sebesar (0,81 ± 0,21 cm) dan perlakuan E (12%).Hasil pemeliharaan ikan bandeng selama 30 hari yang diberi perlakuan tepung rumput laut dicampur dengan pakan komersil terhadap bobot rata-rata ikan bandeng menunjukkan di setiap perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05) Pertumbuhan berat paling tinggi terjadi pada perlakuan C (6%) dengan nilai pertumuhan berat rata-rata (6,64 ± 1,80 gr).Berdasarkan pengujian data statistik pada perlakuan dengan penambahan masing-masing tepung rumput laut (K. alvarezzi) tingkat kelangsungan hidup nener ikan bandeng tidak berbeda nyata (P>0,05) Perlakuan A (kontrol) (90,67 ± 5,03 %), perlakuan B (3%) (93,33 ± 1,15 %), perlakuan C (6%) (89,33 ± 4,163), perlakuan D (9%) (94,00 ± 2,00%), perlakuan E (10%) (93,33 ± 3,05 %). Berdasarkan hasil penelitian pakan buatan dengan penambahan tepung rumput laut (K. alvarezzi) mampu meningkatkan pertumbuhan nener ikan bandeng namun untuk kelangsungan hidup.

PENGARUH HARGA DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SMARTPHONE MEREK SAMSUNG DI KOTA TARAKAN

VIVI SUHARNI
2020 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga dan citra merek terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah Masyarakat Kota Tarakan yang menggunakan smartphone merek Samsung minimal 3 bulan dengan jumlah sampel 140 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi dengan bantuan program SPSS versi 23. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen dan variabel citra merek berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen.

ANALISIS PERBANDINGAN KEUNTUNGAN DAN RISIKO AGRIBISNIS RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK BUDIDAYA DAN ALAT PUKAT DI KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN

None
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Usaha rumput laut di Kelurahan Pantai Amal terdiri dari dua teknik yaitu teknik budidaya dan alat pukat. Masing-masing teknik memiliki risiko dan kontribusi yang berbeda dalam keuntungan petani dikarenakan input produksi yang digunakan juga berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Menganalisis dan membandingan biaya, penerimaan, dan keuntungan usaha rumput laut teknik budidaya dan alat pukat 2) Menganalisis dan membandingan risiko usaha rumput laut teknik budidaya dan alat pukat. Penentuan jumlah responden menggunakan metode Slovin dan pemilihan responden dengan metode purposive sampling. Besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan di analisis dengan analisis keuntungan sedangkan untuk mengukur tingkat risiko usaha menggunakan alat analisis koefisien variasi (CV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya, penerimaan, dan keuntungan usahatani rumput laut teknik alat pukat lebih besar dibandingkan dengan usahatani rumput laut teknik budidaya dengan biaya masing-masing sebesar Rp 20.834.936 dan Rp 11.445.627 penerimaan masing-masing sebesar Rp 41.996.212 dan Rp 15.018.181, sedangkan keuntungan masing-masing sebesar Rp 21.152.276 dan Rp 3.572.555. Usaha rumput laut teknik pukat memiliki risiko biaya dan risiko keuntungan lebih rendah dibandingkan dengan usaha rumput laut teknik budidaya dengan besar nilai koefisien variasi (CV) masing-masing sebesar 0,02 dan 0,03, risiko penerimaan usahatani rumput laut teknik pukat dan teknik budidaya sama yaitu 0,05, untuk risiko keuntungan usaha rumput laut teknik budidaya lebih tinggi dari pada teknik pukat yaitu masing-masing 0,15 dan 0,09. Kata Kunci : Keuntungan, Risiko Usaha, Usaha Rumput Laut ABSTRACT The seaweed business in the Pantai Amal Village was carried out using two techniques, namely cultivation and trawler techniques. Each technique had different risks and contributions to the profits of farmers because the production inputs used were also different. This study aimed to: (I) analyze and compare the costs, revenues, and profits of seaweed farming by cultivation and trawler techniques; (2) analyze and compare the risks of the two seaweed farming techniques. Number of respondents was determined using the Slovin method and selection of respondents was done using a purposive sampling method. The amount of costs, revenues, and profits were analyzed using profit analysis and level of business risk was measured using a coefiicient of variation (CV) analysis tool. The results showed that the costs, receipts, and profits of seaweed farming using trawl techniques were greater than that of seaweed farming with cultivation techniques, with the costs Rp 20,834,936, and Rp 11,445,627 respectively, the receipts Rp41,996,212 and Rp 15,018,181 respectively, and the profits Rp21,152,276 and Rp3,572,555 respectively. Trawl seaweed business had lower cost and profit risks than cultivation seaweed business, with a variation coefficient value (CV) respectively 0.02 and 0.03. The risk of seaweed farming using trawl and cultivation techniques was the same, namely 0.05. The profit risk of using cultivation techniques was higher than using trawling techniques, namely 0.15 and 0.09, respectively. Keywords: Profit, Business Risk, Seaweed Business

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI RUMPUT LAUT (Sea Weed) DI KELURAHAN PANTAI AMAL KECAMATAN TARAKAN TIMUR

None
2020 · Thesis · Open Access

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI RUMPUT LAUT (Sea Weed) DI KELURAHAN PANTAI AMAL KECAMATAN TARAKAN TIMUR Abstrak Rumput laut (Sea weed) merupakan tumbuhan yang tergolong dalam ganggang (alga) multiseluler divisi thallophyta. Komoditas rumput laut merupakan komoditas penting dalam perekonomian indonesia. Arti penting tersebut karena komoditas rumput laut memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan besarnya potensi pengembangan budidaya rumput laut di Indonesia serta rumput laut merupakan sumber daya lokal yang banyak dihasilkan yang juga menjadi sumber penghasilan sebagian besar penduduk yang tinggal di pesisir pantai di kota Tarakan. Kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur menjadi salah satu daerah pengembangan budidaya rumput laut yang strategis karena memiliki daerah pesisir yang luas lautnya 250,80 km². Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) karakteristik usaha budidaya rumput laut di Kelurahan Pantai Amal; (2) pendapatan usaha budidaya rumput laut di Kelurahan Pantai Amal; (3) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan petani rumput laut di Kelurahan Pantai Amal. Metode penentuan sampel Purposive sampling dengan responden 30 petani. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, analisis biaya dan analisis regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi SPSS 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa Karakteristik usaha rumput laut di Kelurahan Pantai Amal meliputi modal, lokasi usaha, sumber daya manusia, akses perbankan, izin usaha dan daerah operasi regional dan nasional; rata-rata pendapatan petani rumput laut di Kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur sebesar Rp. 4.649.369 / produksi; berdasarkan hasil Uji t diperoleh bahwa variabel biaya bibit (X1) (sig 0.003), biaya peralatan (X2)(sig 0.034) dan penerimaan (X4) (sig 0.000)berpengaruh terhadap pendapatan sedangkan variabel panjang tali (X3)(sig 0.598) tidak berpengaruh. Variabel independen yang paling berpengaruh terhadap pendapatan adalah penerimaan. Berdasarkan Uji F diperoleh bahwa variabel independen (biaya bibit, biaya peralatan, panjang tali dan penerimaan) secara bersama-sama (simultan) mempengaruhi variabel dependen (pendapatan) hal ini ditunjukkan oleh nilai sig sebesar 0.000 < 0.05

Eksternalitas Pengolahan Pertambangan Batuan Andesit PT. Pipit Mutiara Jaya Terhadap Masyarakat Desa Sekatak Buji.

KIKI
2020 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksternalitas atau dampak dari pengolahan pertambangan batuan andesit terhadap masyarakat desa Sekatak Buji. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara kuesioner dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh masyarakat desa Sekatak Buji Sebayak 30 informan sebagai responden dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan alat skala likert. Hasil dari penelitian ini diketahui eksternalitas atau dampak dari pengolahan pertambangan batuan andesit pada kondisi lingkungan hidup, seperti polusi udara yaitu sebesar 60,66% atau kategori cukup. Eksternalitas atau dampak pencemaran air yaitu sebesar 39,33% atau kategori rendah (tidak tercemar). Dan eksternalitas atau dampak tanah longsor yaitu sebesar 45,33% atau kategori cukup. Dilihat dari kondisi sosial, seperti besar untuk bantuan perbaiki jalan dari kegiatan pengolahan pertambangan batuan andesit di desa Sekatak Buji yaitu sebesar 72,66% atau kategori tinggi. Dan dilihat dari kondisi ekonomi, seperti meningkatnya usaha rumah kost dengan adanya kegiatan pengolahan pertambangan batuan andesit di desa Sekatak Buji yaitu sebesar 70% atau kategori tinggi.

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Wisatawan Pada Objek Wisata Binalatung Beach Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan

NUR HAJIRAH
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN WISATAWAN PADA OBJEK WISATA BINALATUNG BEACH KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN Nur Hajirah Dr. Pither Palungan, S.E.,M.Si Agus Tri Darmawanto, ME Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendapatan, biaya perjalanan, biaya perjalanan ke objek lain, lama perjalanan dan fasilitas terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa angket atau kuesioner, populasi dalam penelitian belum diketahui. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan kebetulan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda dan hasil dari penelitian ini menunjukkan secara parsial variabel pendapatan, lama perjalanan dan fasilitas berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Diperoleh variabel pendapatan de ngan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (2,803 > 1,986), variabel lama perjalanan dengan nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel (-2,778 1,986), variabel fasilitas dengan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (2,103 > 1,986). Sedangkan biaya perjalanan dan biaya perjalanan ke objek lain tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Hal in dikarenakan nilai t-hitung dari variabel biaya perjalanan lebih kecil dari t-tabel (0,699 1,986) dan nilai t-hitung dari variabel biaya perjalanan ke objel lain lebih besar dari t-tabel (0,896 1,986). Adapun secara simultan variabel pendapatan, biaya perjalanan, biaya perjalanan ke objek lain, lama perjalanan dan fasilitas berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan dengan nilai f-hitung lebih besar dar f-tabel (4.654 > 2.32). Dengan nilai koefisien determinasi (R2) dengan nilai 0,205 atau sebesar 20,5%. Kata-kata Kunci : Pendapatan, Biaya Perjalanan, Biaya Perjalanan ke Objek Lain, Lama Perjalanan, Fasilitas, Jumlah Kunjungan Wisatawan.

ANALISIS KEPUASAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN BALAI ADAT TIDUNG DAN BUDAYA KOTA TARAKAN

SINTIA ERLINA HALID
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK ANALISIS KEPUASAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN BALAI ADAT TIDUNG DAN BUDAYA KOTA TARAKAN SINTIA ERLINA HALID SULISTYA RINI PRATIWI, S.E., M.Sc Kota Tarakan merupakan dataran rendah dengan ketinggian rata-rata ±18 meter di atas permukaan laut, terletak pada posisi antara 3°.14’30”–3°.26’37” Lintang Utara dan 117°.30’50”–117°.40’12” Bujur Timur. Luas wilayah Kota Tarakan adalah 657,33 km2 dengan daratan seluas 250,80 km2 dan lautan seluas 406,53 km2. Penelitian ini menggunakan Skala Likert untuk mengetahui tingkat kepuasan pengunjung dan analisis SWOT (Strength, Opportunities, Weakness, Threat) untuk mengetahui strategi pengembangan Balai Adat Tidung dan Budaya Kota Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan pendapat dari responden penelitian yaitu masyarakat yang pernah berkunjung ke Balai Adat Tidung dan Budaya Kota Tarakan pada bulan Januari sampai Maret melalui pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengunjung terhadap aspek yang terdapat di Balai Adat Tidung dan Budaya Kota Tarakan tersebut yaitu, pengunjung merasa sangat puas terhadap fasilitas mushola dan relief. Selanjutnya pengunjung merasa puas terhadap fasilitas gerbang, area parkir, loket karcis, pagar, tempat sampah, loker, rumah gubuk, kebersihan, dan keamanan. Kemudian pengunjung merasa cukup puas/ netral terhadap fasilitas bangku, tanaman, dan toilet. Selain itu pengunjung merasa tidak puas terhadap fasilitas kolam. Adapun strategi pengembangan yang sebaiknya digunakan dalam pengembangan Balai Adat Tidung dan Budaya Kota Tarakan adalah strategi WO (Weakness - Opportunity). Strategi ini meminimalkan kelemahan dan memanfaatkan peluang. Alternatif strategi WO yang telah dirumuskan adalah harga karcis masuk diturunkan atau sama dengan harga karcis objek wisata lain yang serupa, menambah jumlah tempat sampah agar pengunjung balai adat terutama ketika ada kegiatan tidak membuang sampah sembarangan, pengelola secara berkala membersihkan kolam agar semakin menarik pengunjung, pemerintah membuat dan secara aktif mengelola akun media sosial balai adat sebagai ajang promosi, dan pemerintah menyediakan tempat khusus untuk UMKM menjual produk khas Suku Tidung maupun Kota Tarakan.

Pengaruh Penggunaan Gadget terhadap Hasil Belajar HOTS Biologi Siswa Kelas X SMAN 1 Tarakan dengan Model TAM

SUCI INDAH SARI
2020 · Thesis · Open Access

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan gadget siswa kelas X SMAN 1 Tarakan terhadap hasil belajar HOTS Biologi dengan model TAM. Jenis penelitian ini adalah penelitian Ex Post Facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 161 siswa kelas X MIPA SMAN 1 Tarakan dan sampel penelitian berjumlah 72 siswa dengan penentuan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling jenis purposive sampling. Keseluruhan data diperoleh berdasarkan skor dari angket penggunaan gadget dengan model TAM dan soal HOTS pilihan ganda, kemudian dianalisis dengan Uji Regresi Linear untuk mencari pengaruh variabel penggunaan gadget dengan model TAM (X) terhadap hasil belajar HOTS Biologi (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif manfaat penggunaan gadget, kemudahan penggunaan gadget dan sikap penggunaan gadget secara simultan terhadap hasil belajar HOTS Biologi dengan nilai signifikansi sebesar 0,021. Terdapat pengaruh sikap penggunaa gadget terhadap hasil belajar HOTS Biologi dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 dan tidak terdapat pengaruh manfaat penggunaan gadget terhadap hasil belajar HOTS Biologi dengan nilai signifikansi sebesar 0,066 serta tidak terdapat pengaruh kemudahan penggunaan gadget terhadap hasil belajar HOTS Biologi dengan nilai signifikansi sebesar 0,189. Abstract The research was to analyze the effect of gadget utilization on Biology HOTS learning outcomes of SMAN 1 Tarakan 10th grade students with TAM model. It was an Ex Post Facto research with quantitative approach. The research population were 161 tenth grade students in MIPA SMAN 1 Tarakan and research samples were 72 students which was determined by using non probability sampling type of purposive sampling techniques. Overall data were obteined from two scores, from gadgets utilization questionnaire in TAM model and HOTS multiple choices test. They were the analyzed by Linnear Regression Test to find the effect of the variable in utilizing gadgets with the TAM model (X) on Biology HOTS learning outcomes (Y). The results showed that there was a positive effect from the benefit in ultilizing gadgets, simplicity in utilizing gadgets and attitudes in utilizing gadgets simultaneously on Biology HOTS learning outcomes with a significance value of 0.021. There was an effect from the attitude in utilizing gadgets on Biology HOTS learning outcomes with a significance value of 0.003 and there is no effect from the benefits in utilizing gadgets on Biology HOTS learning outcomes with a significance value of 0.066 and there is no effect from the simplicity in utilizing gadgets on Biology HOTS learning outcomes with a significance value of 0.189.

Hubungan Minat dan Motivasi Belajar Siswa Kelas X Lintas Minat pada Mata Pelajaran Biologi terhadap Hasil Belajar Siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tarakan

LEILA
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK LEILA, 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur hubungan minat dan motivasi belajar siswa kelas X lintas minat pada mata pelajaran biologi terhadap hasil belajar siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan metode deskriptif korelasional data kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 184 siswa kelas X Lintas Minat Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tarakan dan sampel penelitian berjumlah 70 siswa dengan penentuan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling jenis purposive sampling. Keseluruhan data diperoleh berdasarkan skor dari angket minat dan motivasi dan soal pilihan ganda, kemudian dianalisis dengan Uji Product moment dan Uji Regresi Linear untuk mencari hubungan minat (X1) dan motivasi belajar (X2) terhadap hasil belajar siswa (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara minat dan motivasi asecara simultan terhadap hasil belajar Biologi dengan nilai signifikansi sebesar 0,035. Terdapat hubungan yang positif antara motivasi siswa terhadap hasil belajar dengan nilai signifikan 0,018 dan tidak terdapat hubungan minat terhadap hasil belajar Biologi dengan nilai signifikansi sebesar 0,407. Kata kunci: Minat, Motivasi, Lintas Minat, Hasil Belajar Biologi CORRELATION BETWEEN STUDENTS’ INTEREST AND LEARNING MOTIVATION IN BIOLOGY SUBJECT TO STUDENTS’ LEARNING OUTCOMES AT CLASS X CROSS-INTEREST STUDENTS OF MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) TARAKAN Abstract This research was intended to measure the relationship between students’ interest and learning motivation in Biology subject to students’learning outcomes at class X cross-interest students of Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tarakan. The design of the research was a survey with descriptive correlational quantitative data. The population in this research was 184 students of class X cross-interest students of Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tarakan and the research sample was 70 students. The sample was determined using nonprobability sampling technique from purposive sampling. Overall data was obtained based on scores from students’ interest and learning motivation questionnaires and multiple choice questions, then analyzed by Pearson Product Moment Correlation Test and Linear Regression Test to find the relationship between students’ interest and learning motivation to students’ learning outcomes. The results showed that there was a positive relationship between students’ interest and learning motivation simultaneously in Biology learning outcomes with a significance value of 0.035. There was a positive relationship between students’ motivation and students’ learning outcomes with a significant value of 0.018 and there was no relationship between students’ interest in Biology learning outcomes with a significance value of 0.407. Keywords: Interest, Motivation, Cross-Interests, Biology Learning Outcomes

Analisis Relung dan Kelimpahan Kelas Pisces di Sungai Desa Punan Gong Solok dan Potensi Implementasi terhadap Pembelajaran Biologi Kelas X SMA

ELINE PUASARI
2020 · Thesis · Open Access

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relung hewan kelas Pisces dan menganalisis kelimpahan kelas Pisces di Sungai Gong Solok Malinau menjadi potensi implementasi terhadap pembelajaran Biologi kelas X SMA. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskripstif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Sungai Desa Punan Gong Solok, Malinau dan terbagi atas tujuh titik penelitian, setiap titik berjarak 1 km. Pengambilan sampel menggunakan tekmik Purposive Sampling. Analisis data pada relung ekologi yaitu dengan pengamatan langsung dan analisis kelimpahan menggunakan rumus kelimpahan relatife (Krebs, 1972). Parameter lingkungan turut menjadi hal penting dalam penelitian ini diantaranya suhu, pH, Kecerahan air, kedalaman air, Dissolved oxygen (DO), Total Dissolve Solid (TDS) dan kecepatan arus sungai. Hasil penelitian Kelas Pisces di Sungai Gong Solok Malinau ditemukan lima spesies di antaranya Gastromyzon lepidogaster, Mastcembelus unicolor, Parachela oxigastroides, Osteochilus wandersii dan Barbonymus balleroides. Analisis relung kelas pisces di Sungai Gong Solok ditemukan bahwa peran atau status fungsional spesies Gastromyzon lepidogaster merupakan hewan herbivora di tingkat trofik II, sedangkan spesies Parachela oxigastroides, Osteochilus wandersii dan Barbonymus balleroides merupakan hewan omnivore di tingkat trofik III dan spesies Mastcembelus unicolor merupakan hewan karnivora di tingkat trofik IV. Kemudian indeks kelimpahan kelas Pisces di Sungai Gong Solok yang tergolong tinggi terdapat pada spesies Barbonymus balleroides dengan nilai kelimpahan 79,61%. Kelimpahan yang tergolong sedang terdapat pada spesies Osteochilus wandersii dengan nilai kelimpahan 9,39% dan spesies Parachela oxygastroides dengan nilai kelimpahan 7,44%. Kelimpahan yang tergolong rendah terdapat pada spesies Gastromyzon lepidogaster dengan nilai kelimpahan 3,24% dan spesies Mastacembelus unicolor dengan nilai kelimpahan 0,32%. Selanjutnya dilakukan analisis keterkaitan penelitian Relung dan Kelimpahan kelas Pisces dengan pembelajaran Biologi. Hasil analisis keterkaitan penelitian kelas Pisces dengan pembelajaran Biologi, terdapat pada materi Ekologi kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.10 dan 4.10.

Studi Kekerabatan Fenetik Ordo Anura di Hutan Kota Tarakan dengan Penerapan Metode Taksimetri sebagai Sumber Belajar Biologi

EXTRIN SALSA BELA RAHMADHANI
2020 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan seberapa dekat hubungan kekerabatan fenetik Ordo Anura di Hutan Kota Tarakan dengan penerapan metode taksimetri serta mendeskripsikanhasil penelitian sebagai sumber belajar. Taksimetri merupakan metode yang digunakan untuk menentukan jauh dekatnya suatu hubungan anatara dua takson hewan secara kuantitatif dengan menggunakan analisis cluster atau analisis kelompok. Penelitian yang digunakan adalah eksploratif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan dengan cara mengamati ciri morfologi, yang kemudian di analisis menggunakan Software NTSYSpc V2.02i dan hasil penelitian dianalisis secara deskriptif sebagai potensi implementasi pada pembelajaran biologi. Berdasarkan dendogram yang terbentuk diperoleh 5 cluster kekerabatan, cluster pertama Apomorfi A terdiri dari 4 klad dan 2 subklad, cluster kedua Apomorfi B terdiri dari 7 klad dan 3 subklad, cluster ketiga Apomorfi C terdiri dari 2 klad dan 1 subklad, cluster Keempat Apomorfi D terdiri dari 2 klad dan 1 subklad, cluster kelima Apomorfi E terdiri dari 4 klad dan 2 subklad. Hasil analisis indeks similaritas menunjukan cluster pertama Apomorfi A terdapat 2 subklad memiliki nilai similaritas sebesar 91%, cluster kedua Apomorfi B terdapat 3 subklad memiliki nilai similaritas 96% dan 90%, cluster ketiga Apomorfi C terdapat 1 subklad memiliki nilai similaritas 94%, cluster keempat Apomorfi D terdapat 1 subklad memiliki nilai similaritas 94%, cluster kelima Apomorfi E terdapat 2 subklad memiliki nilai similaritas 91%. Hasil analisis keterkaitan penelitian dengan pembelajaran Biologi, terdapat pada materi klasifikasi makhluk hidup kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.3 dan 4.3. Hasil identifikasi keterkaitan tersebut akan dituangkan menjadi bahan ajar yaitu berupa rencana pelaksanaan pembelajaran, panduan praktikum, dan draft handout.

Penerapan Model Pembelajaran PAKEM untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 7 SMP Negeri 10 Tarakan

ABDUL WAHAB
2020 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan menerapkan model Pakem Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Di SMP Negeri 10 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Pada tiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan, dengan tahapan pada setiap siklus yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, lembar observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, Tes Hasil Belajar, dan Lembar Kerja siswa. Hasil penelitian menunjukan model pembelajaran PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VII Di SMP Negeri 10 Tarakan. Pada siklus I 50% dan siklus II mengalami peningkatan yaitu 79%. Nilai siswa secara klasikal yang diperoleh tersebut telah mencapai indikator ketuntasan yaitu 75%. Hasil pengamatan aktivitas guru mengajar siklus I dengan skor 71% dengan kategori baik, siklus II dengan skor 74% masuk kedalam kategori baik dan hasil aktivitas siswa siklus I memperoleh persentase 64% untuk pertemuan 1 dengan kategori cukup dan pada pertemuan kedua memperoleh persentase 76% dengan kategori baik, siklus II pada pertemuan I memperoleh persentase 80% dan pertemuan kedua memperoleh persentase 84% masuk dalam berkategori sangat baik.

KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI MEDIA PROYEKSI DENGAN TEKNIK KHAYALAN VISUAL PADA SISWA KELAS VIII-2 SMP NEGERI 11 TARAKAN

ABDUL HALIM
2020 · Thesis · Open Access

KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI MEDIA PROYEKSI DENGAN TEKNIK KHAYALAN VISUAL PADA SISWA KELAS VIII-2 SMP NEGERI 11 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII-2 SMPN 11 Tarakan dengan menggunakan media proyeksi dengan teknik khyalan visual. Penelitian ini merupakan penelitian kelas (PK). Jenis penelitian ini bersifat penelitian kuantitatif, dengan menggunakan data berupa angka dan pencapaian kemampuan siswa dalam menulis puisi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-2 SMPN 11 Tarakan, yang berjumlah 26 siswa terdiri dari 16 laki-laki dan 10 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, metode tes dan dokumentasi. Berdasarkan analisis data bahwa pencapaian kemampuan menulis puisi siswa kelas VIII-2 SMPN 11 Tarakan dapat disimpulkan dengan hasil rata-rata kelas adalah 84 dengan kriteria sangat baik dengan bobot A (80-100). Setelah dilakukan analisis pada nilai ketuntasan siswa, terdapat 20 siswa yang tuntas dengan persentase 78% mencapai nilai KKM. Sedangkan 6 siswa belum tuntas dengan persentase 23% tidak mencapai KKM. Selain itu penelitian dengan menggunakan media proyeksi dapat dinyatakan berhasil dengan melihat pencapaian siswa pada setiap aspek yang nilai, siswa mampu berperan aktif dengan adanya media yang digunakan kemudian, dapat dilihat dari nilai perolehan kemampuan siswa dalam menuliskan puisi pada setiap aspek, untuk aspek tema dengan nilai 93 persentase 46,3%, untuk aspek diksi dengan nilai 78 persentase 38,8%, untuk aspek struktur bait dengan nilai 83 persentase 41,3%, untuk aspek bahasa kias dengan nilai 83 persentase 41,3%, untuk aspek citraan/imaji dengan nilai 88 persentase 43,8%, untuk aspek versifikasi dengan nilai 83 persentase 41,7%, dan untuk aspek amanat dengan nilai 82 persentase 40,8%. Dengan menggunakan media proyeksi siswa kelas VIII-2 lebih aktif dan lebih antusias selama proses pembelajaran berlangsung. Setiap siswa lebih mempusatkan perhatiannya pada video wisata alam yang di putarkan menggunakan media proyeksi (proyektor). Kata Kunci: Kemampuan, Media Proyeksi, Menulis Puisi

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN MATA UANG GANDA DI PERBATASAN INDONESIA- MALAYSIA

VERA LESTARI
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN MATA UANG GANDA DI PERBATASAN INDONESIA- MALAYSIA Vera Lestari 1640402015 Dr. Pither Palungan, S.E., M.Si Email: [email protected], Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap penggunaan mata uang ganda diperbatasan Indonesia-Malaysia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh masyarakat Desa Aji Kuning Kecamatan Sebatik Tengah sebanyak 80 informan sebagai responden dalam penelitian. Peneliti menggunakan kuesioner dengan skala likert. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan perhitungan dari 6 unsur pertanyaan kuesioner mengenai persepsi masyarakat terhadap penggunaan mata uang ganda di perbatasan diperoleh hasil akhir sebesar 74% yang berada pada kategori interval 60%-74%. Sehingga masyarakat setuju dan mendukung yang dilakukan bank Indonesia mengadakan sosialisasi BI terhadap uang Rupiah di perbatasan. justru masyarakat meminta agar bank Indonesia mengadakan terus menerus sosialisasi sehingga masyarakat di Desa Aji Kuning menghilangkan pola pikir masyarakat terhadap penggunaan uang Ringgit di perbatasan dan meningkatkan pola pikir masyarakat terhadap penggunan uang Rupiah ini sangat berarti diperbatasan.

KARAKTERISTIK MODAL SOSIAL RUMAH TANGGA DI KELURAHAN PAMUSIAN KECAMATAN TARAKAN TENGAH

JENI
2020 · Thesis · Open Access

Penelitian ini untuk mengetahui Karakteristik Modal Sosial Rumah Tangga di Kelurahan Pamusian Kecamatan Tarakan Tengah. Jenis penelitian Kuantitatif deskriptif. Teknik sampel menggunakan teknik Cluster Sampling dan random sampling. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan kuesioner. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear berganda dan analisis tipologi klassen. Hasil penelitian secara parsial berdasarkan uji t menunjukkan bahwa variabel tingkat pendidikan dan jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap variabel pendapatan kepala keluarga yang ada di Kelurahan Pamusian Kecamatan Tarakan Tengah Kota Tarakan. Variabel minat organisasi dan jumlah anggota keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan kepala keluarga. Secara simultan berdasarkan uji F bahwa variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Pada koefisien uji determinasi bernilai sebesar 0,282 atau 28,2 % artinya bahwa variabel independen tidak terlalu berpengaruh terhadap pendapatan. Sedangkan sisanya adalah 71,8 % variabel yang tidak di teliti oleh peneliti. Sedangkan hasil analisis spasial untuk minat organisasi terhadap pendapatan 38,70% (12 RT) tidak aktif dan tidak produktif dan aktif produktif 32,25 % (10 RT). Untuk jumlah anggota keluarga terhadap pendapatan 32,25 % (10 RT) banyak tidak produktif dan banyak produktif 19,35% (6 RT). Kemudian untuk tingkat pendidikan terhadap pendapatan ada yang tinggi produktif 67,74% (21 RT) dan rendah tidak produktif 6,45% (2 RT).

Pengaruh Inflasi dan Jumlah Penduduk Terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kalimantan Utara

IRDAJAYANTI
2020 · Thesis · Open Access

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh inflasi dan jumlah penduduk terhadap Produk Domestik Regional Bruto dan mengetahui pola spasial keterkaitan jumlah penduduk terhadap Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian kuantitatif. Penelitian menggunakan data sekunder triwulan 2012-2019. Sedangkan pola spasial menggunakan data pada tahun 2012, 2015 dan 2019. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda, interpolasi untuk memperoleh data triwulan dan analisis tipologi klassen. Secara parsial variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan sedangkan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan seluruh variabel bebas berpengaruh terhadap Produk Domestik Regional Bruto. Nilai koefisien determinasi sebesar sebesar 0.96,1 atau 96,1% menunjukkan seluruh variabel independen simultan berpengaruh terhadap variabel dependen. Sedangan sisanya adalah 3,1% di luar variabel yang tidak diteliti oleh peneliti. Hasil analisis pola spasial tahun 2012 memberikan gambaran tipologi klassen terbagi menjadi dua kuadran yaitu kuadran II (tinggi produktif) dan III (rendah tidak produktif), pada tahun 2015 terbagi menjadi tiga kuadran yaitu kuadran II (tinggi produktif) III (rendah tidak produktif) dan IV (tinggi tidak produktif), dan pada tahun 2019 klassen terbagi menjadi dua kuadran yaitu kuadran II (tinggi produktif) dan III (rendah tidak produktif)

KAJIAN TEKNIS DAN SOSIAL BUDAYA USAHATANI SAWI (Brassica Chinensis Var. Parachinensis) PETANI ETNIS TORAJA DAN PETANI ETNIS JAWA DI KOTA TARAKAN

None
2020 · Thesis · Open Access

Produsen sawi terbesar di Kota Tarakan berada di Kelurahan Kampung Enam. Produsen atau petani sawi di Kelurahan Kampung Enam merupakan petani etnis Toraja. Metode budidaya tanaman yang mereka lakukan berasaskan kearifan lokal yang dimiliki. Kegiatan budidaya sawi petani Etnis Toraja dilakukan juga oleh petani lainnya maka dalam penelitian ini usahatani sawi petani etnis Toraja dibandingkan dengan kegiatan usahatani petani Etnis Jawa yang sebagian besar juga melakukan kegiatan pertanian di Kota Tarakan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui teknis, adat-istiadat/kebiasaan dan pendapatan usahatani sawi petani Etnis Toraja dan petani Etnis Jawa. Metode penentuan sampel yaitu menggunakan metode Snowball Sampling dan Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis pendapatan. Hasil peneitian ini menjelaskan beberapa perbedaan dari penggunaan waktu pengolahan lahan Etnis Toraja yang membutuhkan waktu 4 jam sedangkan Etnis Jawa 5 jam. Penanaman Etnis Toraja melakukan semai terlebih dahulu sedangkan Etnis Jawa sebagian melakukan semai dan sebagian tidak. Pemeliharaan pada petani Etnis Toraja ini menggunakan pupuk udang sedangkan petani Etnis Jawa menggunakan pupuk kandang, pupuk ponska dan pupuk Mutiara. Adapaun Adat-istiadat dalam usahatani sawi pada petani Etnis Toraja yaitu ada aturan yang tidak boleh dilanggar pada saat pemanenan yang telah disepakati bersama, sedangkan pada petani Etnis Jawa memiliki kebiasaan menentukan hari yang baik untuk menanam dengan cara duduk diam diruangan sunyi pada malam hari jum’at dan menggunakan buku primbon sehingga mendapat wasiat. Pendapatan rata-rata petani Etnis Toraja dan Etnis Jawa jika diasumsikan luasan lahan yang sama yaitu 1 ha, maka usahatani sawi pada petani Etnis Toraja yaitu Rp 85.371.389 per musim tanam sedangkan usahatani sawi pada petani Etnis Jawa yaitu Rp.91.587143 per musim tanam. The largest mustard farm in Tarakan City is located in Kampung Enam village. Most of the mustard farmers in Kampung Enam Village are Toraja farmers. Their method of cultivating plants is based on local wisdom. Because the cultivation of mustard of Toraja farmers bas been adopted by other farmers, this study compared the mustard farming between Toraja and Javanese farmers who mostly also carry out agricultural activities in Tarakan City. The purpose of this study was to determine the technicalities, custom/habits, and income of the Toraja and Javanese mustard farmers. The samples were determined using the Snowball Sampling method and the data were analyzed using qualitative desctiptive analysis and income analysis. This study found some differences in the use of land processing time, while the Toraja farmers needed 4 hours, the Javanese farmers took 5 hours. Planting by the Toraja farmers was done by seeding first, and the Javaaese farmers partly do seedlings and some did not. For maintenance, while the Toraja farmers used shrimp fertilizer, the Javanese farmers used manure, ponska fertilizer and mutiara fertilizer. Related to cutoms, while in Toraja agriculture the rules agreed upon at the time of harvest should not be violated, the javanese farmers have the habit of determining a good day to plant by sitting quietly in a quiet room on Friday night, and using Primbon books to get a will. Regarding income, assumsing the same land area was 1 ha, while the Toraja farmers got IDR 85,371,389 per planting season, the Javanese farmers got IDR 91,587,143 per planting season.