IRPANDI
2020 · Thesis · Open Access
Infeksi Saluran Kemih (ISK) menempati urutan kedua infeksi yang sering menyerang setelah infeksi saluran pernapasan dengan jumlah 8,3 juta pertahun. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan terjadinya peningaktan angka kejadian ISK. Tujuan literature review ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian infeksi saluran kemih. Literature review dilakukan melalui jurnal yang berbasis elektronik yaitu database proquest dan google scholar. Artikel yang digunakan sesuai dengan kata kunci yaitu faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya ISK (risk factor of urinary tract infection) dari tahun 2013-2018. Jenis penelitiannya adalah korelasi. Jumlah artikel yang ditemukan adalah 508 dan 10 artikel yang diambil sesuai dengan topik tersebut. Teknik penulisan menggunakan IMRAD. Faktor- faktor yang mempengaruhi angka kejadian infeksi saluran kemih (ISK) dapat dipengaruhi oleh bakteri (uropatogen) pseudomonas aeruginosa E.coli (UPEC) yang bermuatan P fimbriae, dan dapat dipengaruhi faktor penyakit seperti HIV,DM tipe 2, Inkontinesia urin serta dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti multi-drug resisten terhadap ISK, penggunaan popok yang lama pada anak, kebiasaan hygiene yang kurang baik dan anak yang belum disirkumsisi.
DESY FATMAWATI
2020 · Thesis · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. B DENGAN DIAGNOSA MEDIK DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN ABSTRAK Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolik yang terjadi akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksinya secara efektif sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan konsentrasi glukosa dalam darah, yang dikenal dengan istilah hiperglikemi, pada tahun 2013 menjadi 1,5% pada tahun 2018 dengan proporsi DM 6,3 %, Toleransi glukosa terganggu 29,9 % dan gula darah puasa terganggu 36,6 % dari jumlah penduduk yang berusia lebih dari 15 tahun. Penulis menggunakan metode desain penelitian studi kasus dengan pendekatan pemecahan masalah menggunakan proses keperawatan dimulai dari tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Ny. B dengan DM Tipe 2 di Ruang Perawatan Dahlia RSUD Tarakan Provinsi Kalimantan Utara dari tanggal 25-27 Februari 2020. Hasil analisa didapatkan tujuh diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Ny. B, ketidakseimbangan kadar glukosa darah, ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, nyeri akut, gangguan pola tidur, kerusakan integritas jaringan, intoleransi aktifitas..
NURHAYA
2020 · Thesis · Open Access
Pneumonia adalah penyakit infeksi saluran napas bagian bawah yang merupakan penyebab utama kematian pada balita di dunia. Menurut WHO (World Health Organization) angka kematian balita pada tahun 2015 akibat pneumonia masih tinggi mencapai 6 juta anak balita meninggal dunia. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasikan asuhan keperawatan komprehensif pada An.Y dengan penyakit Pneumonia. Metode penulisan ini yaitu studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawaan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengkajian yang dilaksanakan mencakup identitas klien, riwayat yang pernah dialam, kesehatan sekarang dan secara keseluruhan. Diagnosa keperawatan yang didapatkan yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, resiko defisit nutrisi, dan defisit pengetahuan. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dari keempat diagnosa tersebut terdapat tiga masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan yang telah dilakukan dan terdapat satu diagnose yang belum teratasi karena belum sesuai dengan tujuan, kriteria hasil dan waktu yang telah ditentukan.
JASNI
2020 · Thesis · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. K DENGAN DIAGNOSA KEJANG DEMAM SEDERHARANA DI RUANG ANGGREK B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Jasni, Sulidah, Nurman Hidaya Abstrak Kejang demam merupakan gangguan transien pada anak-anak yang terjadi bersamaan dengan demam. Keadaan ini merupakan salah satu gangguan neurologik yang paling sering dijumpai pada masa kanak-kanak dan menyerang sekitar 4% anak. Kejang demam yang tidak teratasi dapat menyebabkan kerusakan sel otak. Asuhan keperawatan yang komprehensif diperlukan untuk mencegah serangan kejang dan meminimalkan resiko komplikasi. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan proses keperawatan pada anak yang dirawat dengan kejang demam sederhana. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipe studi kasus dengan kasus tunggal pada An. K. Peneliti menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang mencakup lima langkah proses keperawatan. Hasil penelitian menemukan perbedaan tidak bermakna pada semua tahap proses asuhan. Prosedur diagnostik yang tidak lengkap merupakan kesenjangan utama pada tahap pengkajian. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. K yaitu hipertemi, resiko cedera, resiko defisit nutri, dan kurang pngetahuan. Intervensi keperawatan dan implementasi disesuaikan dengan kondisi klien dan ketersediaan sarana penunjang. Evaluasi akhir berdasarkan kriteria hasil menunjukkan tiga diagnosa keperawatan dapat teratasi dan satu diagnosa keperawatan tidak teratasi. Dapat disimpulkan bahwa perawat telah mampu melakukan asuhan keperawatan secara baik. ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. K DENGAN DIAGNOSA KEJANG DEMAM SEDERHARANA DI RUANG ANGGREK B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Jasni, Sulidah, Nurman Hidaya Abstrak Kejang demam merupakan gangguan transien pada anak-anak yang terjadi bersamaan dengan demam. Keadaan ini merupakan salah satu gangguan neurologik yang paling sering dijumpai pada masa kanak-kanak dan menyerang sekitar 4% anak. Kejang demam yang tidak teratasi dapat menyebabkan kerusakan sel otak. Asuhan keperawatan yang komprehensif diperlukan untuk mencegah serangan kejang dan meminimalkan resiko komplikasi. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan proses keperawatan pada anak yang dirawat dengan kejang demam sederhana. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipe studi kasus dengan kasus tunggal pada An. K. Peneliti menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang mencakup lima langkah proses keperawatan. Hasil penelitian menemukan perbedaan tidak bermakna pada semua tahap proses asuhan. Prosedur diagnostik yang tidak lengkap merupakan kesenjangan utama pada tahap pengkajian. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. K yaitu hipertemi, resiko cedera, resiko defisit nutri, dan kurang pngetahuan. Intervensi keperawatan dan implementasi disesuaikan dengan kondisi klien dan ketersediaan sarana penunjang. Evaluasi akhir berdasarkan kriteria hasil menunjukkan tiga diagnosa keperawatan dapat teratasi dan satu diagnosa keperawatan tidak teratasi. Dapat disimpulkan bahwa perawat telah mampu melakukan asuhan keperawatan secara baik.
MELA AGRETA
2020 · Thesis · Open Access
Abstrak Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau sekresi insulin. Gejala yang dikeluhkan pada penderita Diabetes Mellitus yaitu polydipsia, polyuria, polifagia, penurunan berat badan, kesemutan (Majority, 2015). Peningkatan angka prevelensi diabetes yang cukup signifikan yaitu 6,9% di tahun 2013 menjadi 8,5% di tahun 2018, sehingga estimasi jumlah penderita di Indonesia mencapai lebih dari 16 juta orang yang kemudian berisiko terkena penyakit lain, seperti : serangan jantung, stroke, kebutaan dan gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan head to toe, dokumentasi, kepustakaan dan subjek adalah klien. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah terdapat beberapa kesenjangan antara teori dan kasus, dimana pada tahap pengkajian Ny. R di mulai dari pengkajian terdapat empat kesenjangan, pada diagnosis terdapat tiga kesenjangan, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan dari enam diagnosis keperawatan, empat yang teratasi dan dua tidak teratasi.
SUCI INAYANTI
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Gastroentritis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia dengan insidensi dan angka mortalitas yang relatif tinggi. Anak yang berusia dibawah 5 tahun dapat mengalami gastroenteritis 3-4 kali setahun. Usia anak-anak memiliki kerentanan infeksi gastroenteritis lebih tinggi berkaitan dengan ketidakmampuannya menjaga higienitas dan tingkat imunitas yang masih rendah. Perawatan yang baik mutlak diperlukan guna mencegah timbulnya kompliasi yang lebih buruk pada anak dengan penyakit gastroenteritis. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan proses keperawatan pada anak yang dirawat dengan Gastroenteritis. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipe studi kasus dengan kasus tunggal pada An. R. Dalam penelitian ini lima langkah proses keperawatan dapat dijalankan secara baik oleh perawat. Hasil pengkajian mengindikasikan adanya kesenjangan antara kasus dan teori dengan tidak semua tanda dan gejala ditemukan pada kasus. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. R dengan masalah utama hypovolemia, hipertemi, dan defisit nutrisi; ada perbedaan tidak bermakna rumusan diagnosa secara teoritis. Penyusunan rencana asuhan keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien dan berdasarkan ketersediaan sarana penunjang. Seluruh rencana asuhan dapat diimpelementasikan dengan baik. Pada akhir asuhan evaluasi hasil menunjukkan seluruh masalah keperawatan dapat teratasi. Dapat disimpulkan bahwa proses keperawatan yang diberikan oleh perawat telah sesuai dan tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara kasus dengan teori.
RIANDY GUNAWAN
2020 · Thesis · Open Access
This study aimed to determine the effect of using the Learning Cell Strategy Method in improving ability to write recount text of eight grade students at SMP Negeri 5 Tarakan. This study used a quasi experimental design. Two groups of samples were taken using purposive sampling technique. The experimental group was taught using the Learning Cell Strategyand the control class was taught using the Small Group Discussion. The research instrument was a written test. The data were taken from the pre-test and post-test results of the experimental and the control classes. An independent sample t-test was used to analyzed the data, with the help of SPSS 24.0. The results indicated that the mean score of the experimental group was 70.40 and that of the control group was 67.20. The t-table value was 2,000 and the t-test value was 4.474, meaning that the t-test value was higher than the t-table value (4.474 > 2,000). Not only the results of the independent sample t-test but the probability value was also lower than the significance level (0.00 0.05). In other words, the null hypothesis (H0) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. It proved that the result of students taught using the Learning Cell Strategy was higher than that using the Small Group Discussion. It was concluded that the use of Learning Cell Strategy in teaching writing of recount text to eighth grade students at SMP Negeri 5 Tarakan was more effective than the use of Small Group Discussion.
ATIKA SURI
2020 · Thesis · Open Access
Abstrak Asma adalah penyakit inflamasi (peradangan) kronik saluran napas yang ditandai dengan adanya mengi, batuk, dan rasa sesak di dada yang berulang dan timbul terutama pada malam atau menjelang pagi akibat penyumbatan saluran pernapasan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara (hasil anamese berisi tentang identitas pasien, keluhan utama, riwayat penyakit sekarang dan dahulu), observasi dan pemeriksaan fisik. Tujuan Untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan pada Nn. T dengan Asma Bronkial di Ruang Dahlia Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan. Hasil: Hasil pengkajian didapatkan data, bunyi napas wheezing dan RR : 28x/menit. Diagnosa keperawatan yang di angkat. Pola napas tidak efektif berhubungan dengan suara napas tambahan (wheezing), Besihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan spasme jalan napas, Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi, Ansietas berhubungan dengan khawatir tentang penyakit, Gangguan pola tidur berhubungan dengan gangguan kualitas tidur, Intoleransi aktivitas berhubungan dengan keletihan Kesimpulan: Asuhan keperawatan pada Nn. T dengan Asma Bronkial dilakukan melalui 5 tahap proses keperawatan. Semua masalah keperawatan untuk mengatasi masalah-masalah keperawata diatas dapat dilaksanakan secara optimal. Kesimpulan dua masalah dapat diselesaikan sedangkan masalah pola napas tidak efektif berhubungan dengan suara napas tambahan (wheezing) tidak dapat diselesaikan
MARIANA SULVIKA
2020 · Thesis · Open Access
Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang ditandai dengan gangguan utama dalam pikiran emosi, dan perilaku-perilaku yang terganggu, dimana berbagai pemikiran tidak saling berhubungan secara logis, persepsi dan perhatian yang keliru, afek datar atau tidak sesuai, dan berbagai gangguan aktivitas bizarre (aneh). Pasien menarik diri dari banyak orang dan realitas, seringkali kedalam fantasi yang penuh waham dan halusinasi. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. N. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “N”. Hasil pengkajian klien terdapat 6 masalah keperawatan yaitu: Isolasi Sosial: Menarik Diri, Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian, Koping Individu Tidak Efektif, Kurang Pengetahuan Tentang Penyakit Jiwa, Regiment Terapeutik Inefektif. Kesimpulan: penulis menemukan 2 kesenjangan yang ada pada teori tapi tidak ada pada kasus, dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu Halusinasi. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari perawat, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar tetapi klien belum mampu melakukan secara mandiri, intervensi di delegasikan pada perawat ruangan. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi.
MARIA CRISTINA
2020 · Thesis · Open Access
Maria Cristina: Asuhan Keperawatan Pada Ny. L Dengan Masalah Utama Isolasi Sosial: Menarik Diri Di Ruang Teratai Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan. Isolasi sosial adalah kegagalan individu dalam melakukan interaksi dengan orang lain yang disebabkan oleh pikiran negatif atau mengancam. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Ny. L Masalah Utama Isolasi Sosial: Menarik Diri. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Ny. “L”. Hasil pengkajian klien terdapat penulis menemukan 1 kesenjangan yang ada pada teori tapi tidak ada pada kasus dengan diagnosa Risiko Perilaku Kekerasan dan diagnosa yang tidak ada pada teori tapi ada pada kasus dengan diagnosa Isolasi Sosial: Menarik Diri. Kesimpulan: Pemecahan masalah Ny. L dengan masalah utama Isolasi Sosial: Menarik Diri masalah belum teratasi dengan rencana tindak lanjut menganjurkan partisipasi dalam kelompok atau kegiatan-kegiatan reminiscence individu, dorong aktivitas dan komunikasi verbal. Saran: diharapkan keluarga terlibat dalam proses perawatan dan perkembangan kondisi pasien.
DINA ISTIANI
2020 · Thesis · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Abstrak Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.M. Metode penulisan : deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “M”. Hasil pengkajian klien terdapat 7 masalah keperawatan yaitu: Gangguan, Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian, Resiko Perilaku Kekerasan, Koping Individu Tidak Efektif, Kurang Pengetahuan Tentang Penyakit Jiwa, Regiment Terapeuik Inefektif. Dan 3 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: Ganggguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian. Kesimpulan: Terdapat kesenjangan salah satu intervensi yaitu dorong keterlibatan dalam aktivitas kelompok maupun terapi, klien mampu mengikuti terapi aktivitas kelompok namun klien tampak apatis sehingga diperlukan komunikasi terapeutik antara perawat dan klien untuk meningkatkan kemampuan interaksi klien dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu Halusinasi. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari perawat, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar tetapi klien belum mampu melakukan secara mandiri, intervensi di delegasikan pada perawat ruangan. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi.
WAHYUNI
2020 · Thesis · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. M DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Abstrak Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.M. Metode penulisan : deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “M”. Hasil pengkajian klien terdapat 7 masalah keperawatan yaitu: Gangguan, Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian, Resiko Perilaku Kekerasan, Koping Individu Tidak Efektif, Kurang Pengetahuan Tentang Penyakit Jiwa, Regiment Terapeuik Inefektif. Dan 3 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: Ganggguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian. Kesimpulan: Terdapat kesenjangan salah satu intervensi yaitu dorong keterlibatan dalam aktivitas kelompok maupun terapi, klien mampu mengikuti terapi aktivitas kelompok namun klien tampak apatis sehingga diperlukan komunikasi terapeutik antara perawat dan klien untuk meningkatkan kemampuan interaksi klien dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu Halusinasi. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari perawat, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar tetapi klien belum mampu melakukan secara mandiri, intervensi di delegasikan pada perawat ruangan. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi.
NOVARIA TASIK PASERU
2020 · Thesis · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. D DENGAN HIPERTENSI DI RUANG PERAWATAN DAHLIA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN ABSTRAK Hipertensi atau yang biasa disebut tekanan darah tingi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik diatas batas normal yaitu lebih dari 140 mmHg dengan tekanan darah diastolik lebih daari 90. Peningkatan tekanan darah dipengaruhi oleh beberapa faktor resiko antara lain meliputi umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, obesitas, kadar garam tinggi, dan kebiasaan hidup seperti merokok dan minuman beralkohol. Data menunjukkan sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi. Artinya, 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis menderia hipertensi, hanya 36,8% diantaranya yang minum obat. Jumlah penderita hipertensi di dunia terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada 2025 akan ada 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi. Diperkirakan juga setiap tahun ada 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasi di Indonesia, hasil survei indikator kesehatan nasional tahun 2016 menunjukkan prevalensi hipertens meningkat menjadi 32,4%. Tujuan umum pembuatan laporan tugas akhir ini adalah menciptakan pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas dengan indikator teratasinya masalah yang terkait dengan kebutuhan dasar manusia pada klien. Penulis dapat memahami konsep dan teori yang berkaitan dengan hipertensi serta memperoleh gambaran yang nyata terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan pada Ny.D dengan diagnosa medis Hipertensi di Ruang Dahlia RSUD Tarakan melalui proses pendekatan asuhan keperawatan secara holistik dan komperhensif. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, yang menggambarkan keadaan yang sedang terjadi dan hanya berfokus pada satu kasus secara infentif, di mulai dari pengumpulan data, klasifikasi data, analisa data, merumuskan diagnosa keperawatan, intervensi atau rencana keperawatan, dan implementasi atau tindakan yang sudah di laksanakan.
NOVIA KUSUMA LESTARI
2020 · Thesis · Open Access
Penyakit gagal ginjal kronik merupakan masalah besar dunia karena bersifat menetap dan sulit disembuhkan. Prevalensi penyakit gagal ginjal kronik didunia pada tahun 2013 sebanyak 3.200.000 orang (Fresenius Medical Care, 2013). Angka kematian akbat gagal ginjal kronik terus meningkat dibanyak negara temasuk indonesia. Prevalensi gagal ginjal kronik berdasarkan diagnosis dokter di indonesia pada tahun 2013 sebanyak 504.248 orang atau sebesar 0,2%, sedangkan di kalimantan utara sebesar 0,1% penderita gagal ginjal kronik. (Dep.Kes RI. 2017). Dalam penulisan laporan tugas akhir ini menggunakan metode deskriptif, tipe studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi serta studi kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah proses keperawatan meliputi: pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hal ini dilakukan agar memperoleh gambaran dan meningkatkan kemampuan penerapan asuhan keperawatan pada kasus Gagal Ginjal Kronik seperti studi kasus asuhan keperawatan pada Ny.S dengan diagnosa Gagal Ginjal Kronik yang dirawat diruang Dahlia B RSUD Tarakan. Pada penerapan asuhan keperawatan terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Ny.S meliputi tanda dan gejala, pemeriksaan penunjang, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Sedangkan pada evaluasi hasil didapatkan 4 diagnosa yang teratasi dan 2 diagnosa yang tidak teratasi, diagnosa yang teratasi adalah defisit nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan mencerna makanan, intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan, gangguan pola tidur berhubungan dengan kurang kontrol tidur, defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi.
SELVIA SYAMSIAH SARI
2020 · Thesis · Open Access
Diabetes melitus merupakan penyakit yang disebabkan oleh gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan gula darah yang disebut dengan kondisi hiperglikemia (American Diabetes Association, 2018). Diabetes melitus dikenal sebagai silent killer karena sering tidak disadari oleh penyandangnya dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi. International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan bahwa prevalensi diabetes melitus di dunia adalah 1,9% dan telah menjadikan DM sebagai penyebab kematian urutan ke tujuh di dunia, sedangkan 2013 angka kejadian diabetes di dunia adalah sebanyak 382 juta jiwa dimana proposi kejadian DM tipe 2 adalah 95% dari populasi dunia. Prevalensi kasus diabetes melitus tipe 2 sebanyak 85-90% .Menurut Konsensus Perkeni 2015 dalam Riskesdas 2018 prevalensi diabetes melitus pada penduduk umur ≥15tahun terdapat 10.9%. kasus diabetes melitus di Kalimantan Utara pada tahun 2018 terdapat 1.7% kasus. Dari data tersebut yang menjadi latar belakang penulis mengambil kasus Diabetes Melitus Tipe 2 dalam penulisan Laporan Tugas Akhir. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara holistik dan komprehensif. Subjek penelitian adalah Ny. C dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Dahlia B RSUD Tarakan dari tanggal 28 Oktober 2019 sampai dengan 30 Oktober 2019. Hasil yang didapatkan terdapat lima diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Ny. C, bersihan jalan nafas tidak efektif, ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan mobilitas fisik, gangguan intergritas kulit, dan defisit pengetahuan. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Ny. C dimulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan satu diagnosis keperawatan teratasi, dan empat diagnosis keperawatan yang belum teratasi.
RISKI ULANDARI
2020 · Thesis · Open Access
Skizofrenia dianggap sebagai sebuah penyakit otak yang paling membingungkan dengan manifestasi kondisi psikotik yang berat dan persisten disertai variabel disfungsi kognitif dan gangguan psikososial yang mendalam, individu yang menarik diri dari lingkungan sosial atau mengalami isolasi sosial akan merasa kesepian, tidak diterima, ditolak, dan tidak dapat berinteraksi maupun berhubungan sosial dengan orang lain . Tujuan umum yang ingin dicapai pada Laporan Tugas Akhir ini adalah memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian Asuhan Keperawatan pada Tn. F dengan Masalah Utama Isolasi Sosial: Menarik Diri di ruang Teratai Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan. Hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu: Isolasi Sosial: Menarik Diri, Gangguan, Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian, Resiko Perilaku Kekerasan,Harga Diri Rendah, dan 3 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: Isolasi Sosial: Menarik Diri, Ganggguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian. Penulis menemukan adanya kesenjangan yang terjadi antara teori dan kasus yaitu klien terlihat dapat menjawab dan mengambil keputusan yang diberikan. Pada diagnosa terdapat kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus yaitu diagnosa Harga Diri Rendah. Selanjutnya ada pada kasus tetapi tidak ada pada teori yaitu diagnosa Defisit Perawatan Diri: Berpakaian. Diharapkan keluarga klien memberikan dukungan kepada klien seperti sering menjenguk klien di Rumah Sakit karena dukungan keluarga adalah salah satu faktor pendukung dalam proses penyembuhan orang dengan gangguan jiwa.
MUHAMMAD MALDINI
2020 · Thesis · Open Access
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. S. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “S”. Hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu: isolasi sosial: menarik diri, gangguankonsep diri: harga diri rendah, defisit perawatan diri: mandi dan berpakaian, risiko gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, dan defisit pengetahuan, dan 4 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: isolasi sosial: menarik diri, gangguan konsep diri: harga diri rendah, defisit perawatan diri: mandi dan berpakaian, risiko gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Kesimpulan: penulis menemukan 2 kesenjangan yang ada pada teori tapi tidak ada pada kasus, dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu isolasi sosial: menarik diri. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari perawat, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar tetapi klien belum mampu melakukan secara mandiri, intervensi didelegasikan pada perawat ruangan. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi.
MUHAMMAD AKBAR MAULANA
2020 · Thesis · Open Access
Kasus penyakit Gagal Ginjal Akut, prevalensi menurut World Health Organitation memperkirakan bahwa prevalensi Gagal Ginjal Akut lebih dari 356 juta jiwa pada tahun 2009. Angka kejadian 1 tahun pada tahun 2010 sampai 2011 di wilayah Indonesia, orang yang mengalami Gagal Ginjal Akut mortalitas lebih tinggi pada pasien lanjut usia dan pasien dengan kegagalan multi organ. Penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan gambaran nyata dalam menerapkan asuhan keperawatan pada klien Tn. O dengan Gagal Ginjal Akut. Subjek laporan ini adalah Tn. O dengan Gagal Ginjal Akut di ruang Perawatan Dahlia RSUD Tarakan Provinsi Kalimantan Utara dari tanggal 26-29 November 2018. Hasil laporan didapatkan enam diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. O, yaitu Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan sekresi yang tertahan, Risiko perfusi renal tidak efektif dibuktikan dengan disfungsi ginjal, Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan, Gangguan integritas kulit berhubungan dengan penurunan mobilitas, Risiko defisit nutrisi dibuktikan dengan kurangnya asupan makanan, Risiko jatuh dibuktikan dengan penurunan kekuatan otot. Disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang ada antara teori dan kasus pada Tn. O dimulai dari pengkajian kesenjangannya yaitu pada pengkajian Sirkulasi, eliminasi, makanan/cairan, neurosensori, nyeri/keamanan, pernapasan. Evaluasi yang terdiri dari enam diagnosis keperawatan dimana ada dua diagnosis keperawatan yang belum teratasi, dan ada empat diagnosis keperawatan yang telah teratasi.
RAMADANIA
2020 · Thesis · Open Access
Abstrak The purpose of this research was to find out the effectiveness of using storytelling techniques in improving the speaking skills of tenth grade students at the SMA Frater Don Bosco Tarakan. This study used a pre-experimental design.Its population was all tenth grade students of the school in the 2018/2019 school year. using A purposive sampling technique, 29 students of class X IPS B were taken the sample. The instrument used to collect data was a speaking test. the data were analyzed using descriptive analysis with the help of SPSS 24.0. The results of the study showed that there was a difference in the mean score between the pretest and posttest. The pretest score was 57.52 and the post-test score was 74.34. There was an increase by 16,828 points. The result of the paired sample t-test indicated that the absolute t-value was 10,909 and the critical t-value was 2,048. As the absolute t-value was higher than the critical t-value, the Ha was accepted or the H0 was rejected. It was concluded that the use of storytelling techniques was effected in increasing the speaking skills of the tenth grade students of SMA Frater Don Bosco Tarakan. Tujuan dari penelitiaan ini adalah untuk mencari kefektifan dari menggunakan Teknik storytelling untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas sepuluh di SMA Frater Don Bosco Tarakan. Desain dari penelitian ini adalah pra eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X siswa SMA Frater Don Bosco Tarakan. Tahun pelajaran 2018/2019. Peneliti menggunakan purposive sampling dalam menentukan sample. Siswa kelas X IPS B yang terdiri dari 29 siswa adalah sample dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data dalam penelitian ini adalah tes berbicara. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan bantuan SPSS 24.0 . Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata- rata antara pre test dan post test. Nilai pre test 57,52 dan nilai post test adalah 74,34. Terdapat peningkatan nilai rata- rata sebesar 16.828. Hasil dari paired sample test adalah t test = 10.909 dan t table adalah 2.048. Hasil t test lebih tinggi dari t table. Dengan demikian dapat disimpilkan Ha diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa penggunaan Teknik storytelling dalam keterampilan berbicara membawa pengaruh terhadap peningkatan penguasaan dan keterampilan berbicara siswa kelas X IPS B SMA Frater Don Bosco Tarakan 2018/2019.
SERGIO SIAHAAN
2020 · Thesis · Open Access
Pulau Panjang memiliki ekosistem lamun yang sangat menentukan produktifitas perairan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur komunitas ekosistem lamun di Pulau Panjang Kabupaten Berau. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei -juli 2019 di Pulau Panjang di bagian wilayahUtara, Timur, Selatan, dan Barat. Pengambilandata menggunakan metode transek kuadrat berukuran 50 x 50 cm yang dibagi dalam 4 kisi untuk memudahkan pengamatan. Pengamatan lamun di lapangan meliputi identifikasi tutupan, komposisi jenis, dan kerapatan. Hasil identifikasiyang ditemukan di Pulau Panjang terdapat sebanyak 7 jenis yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Halophila ovalis, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Halodule uninervis, danSyringodiumisoetifolium. Jumlah tutupan lamun yang didapat berkisar 67,75% -75% dan kerapatan jenis lamun berkisar 123 –2.654 tegakan/m² sedangkan lamun yang dominan ditemukan dalam setiap wilayah adalah jenis Halodule uninervis.