CESILIA MARTHA KENEK
2020 · Thesis · Open Access
Tingginya AKI dan AKB menjadi masalah di Indonesia, disebabkan karena pertolongan oleh non tenaga Kesehatan dan pengawasan antenatal yang masih kurang memadai sehingga terjadinya resiko tinggi dalam Kehamilan. Masalah ini dapat diatasi dengan meningkatkan pelayanan kebidanan yang berkualitas sesuai dengan standar asuhan kebidanan Tujuan dari Laporan Tugas Akhir Asuhan Kebidanan Komprehensif ini adalah untuk memberikan asuhan kebidanan secara menyeluruh mulai dari masa kehamilan, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan hingga ibu berencana menggunakan KB. Asuhan Kebidanan Komprehensif ini telah diberikan pada Ny. M usia 28 tahun G2P1A0 di Puskesmas Juata. Pengambilan data dilakukan secara langsung dan pendokumentasian dilakukan dengan SOAP. Asuhan Kebidanan pada kehamilan mengacu pada standar pelayanan minimal 10 T yang dilakukan sebanyak tiga kali kunjungan. Penatalaksanaan asuhan persalinan menggunakan standar Asuhan Persalinan Normal (APN). Lama persalinan Ny.D dimulai dari kala I yaitu 2 jam, Kala II selama 30 menit, Kala III selama 10 menit dan Kala IV berlangsung selama 2 jam. Kunjungan Nifas (KF) dilakukan sebanyak 3 kali bersamaan dengan kunjungan bayi (KN) yaitu pada 6 jam, 3 hari, 4 hari dan 13 hari. Berdasarkan hasil Asuhan Kebidanan Komprehensif yang telah diberikan pada Ny. M didapatkan bahwa selama masa kehamilan ibu mengalami anemia ringan kemidian ibu diberikan terapi sehingga pada kunjungan berikutnya Hb ibu kembali normal dan pada saat persalinan dan masa nifas Ny.M berjalan dengan normal tidak ada faktor resiko atau komplikasi dan pada bayi Ny. M dalam kondisi baik dan sehat, tidak ada infeksi dan tidak ada cacat bawaan. Berakhirnya Asuhan Kebidanan Komprehensif diharapkan pasien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan. Sehingga ibu dan bayi tetap dapat mencegah dan terhindar dari terjadinya komplikasi.
NOFELA PERMATASARI
2020 · Thesis · Open Access
Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan berkesinambungan mulai dari
kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Peran Bidan
selain memberikan asuhan komprehensif juga harus meningkatkan kemampuan dan
keterampilan dalam penanganan dan memberikan pelayanan kesehatan mulai dari
kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana.
Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Komprehensif dimulai pada tanggal 28
Oktober 2019 di Puskemas Karang Rejo Tarakan dengan Ny. L sebagai responden.
Kunjungan Awal dilakukan pada saat klien memasuki usia kehamilan 35 minggu 5 hari
dan selanjutnya dilakukan kunjungan ulang sebanyak 2 kali kunjungan dan dilakukan
setiap 1 minggu 1 kali kunjungan. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 38 minggu,
yang dilakukan sesuai dengan standar asuhan persalinan normal (APN).Asuhan
kunjungan masa nifas dilakukan sebanyak 4 kali dan asuhan kunjungan neonatal
sebanyak 3 kali. Penatalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan
kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir.
Selama melakukan asuhan kebidanan komprehensif tidak didapatkan masalah
pada kehamilan kunjungan awal. Namun, didapatkan masalah kehamilan pada
kunjungan ulang pertama sampai dengan kunjungan ulang kedua yaitu protein urine
didapatkan hasil pemeriksaan + 2 pada kunjungan ulang pertama dan + 1 pada
kunjungan ulang kedua. Hal tersebut dilakukan tindakan segera dengan berkolaborasi
dengan Ahli Gizi agar tidak menimbulkan komplikasi selama masa kehamilan. Pada
persalinan tidak ditemukan masalah, pada kunjungan nifas dan bayi tidak ditemukan
adanya masalah, ibu dan bayi dalam keadaan baik, asuhan yang diberikan sesuai
standar yang telah ditetapkan.
Berdasarkan asuhan yang diberikan, masalah yang terjadi pada kehamilan tidak
menyebabkan komplikasi selama masa kehamilan. Ibu dan bayi dalam kondisi normal
dan asuhan yang diberikan sesuai dengan teori. Asuhan kebidanan komprehensif telah
di dokumentasikan dalam bentuk SOAP.
LOLA
2020 · Thesis · Open Access
SARI HARTI NINGSIH
2020 · Thesis · Open Access
ERLY
2020 · Thesis · Open Access
MARLIN ROMBE
2020 · Thesis · Open Access
AIMATUL CHOIR
2020 · Thesis · Open Access
DEVI OKTIANI
2020 · Thesis · Open Access
Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan berkesinambungan mulai dari
kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Peran Bidan
selain memberikan asuhan komprehensif juga harus meningkatkan kemampuan dan
keterampilan dalam penanganan dan memberikan pelayanan kesehatan mulai dari
kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana.
Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Komprehensif dimulai pada tanggal 12
November 2019 di Puskemas Sebengkok Tarakan dengan Ny. A sebagai responden.
Kunjungan Awal dilakukan pada saat klien memasuki usia kehamilan 37 minggu dan
selanjutnya dilakukan kunjungan ulang sebanyak 2 kali kunjungan dan dilakukan
setiap 1 minggu 1 kali kunjungan. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 39 minggu,
yang dilakukan sesuai dengan standar asuhan persalinan normal (APN).Asuhan
kunjungan masa nifas dilakukan sebanyak 4 kali dan asuhan kunjungan neonatal
sebanyak 3 kali. Penatalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan
kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir.
Selama melakukan asuhan kebidanan komprehensif tidak didapatkan masalah
pada kehamilan kunjungan awal. Namun, didapatkan masalah kehamilan pada
kunjungan ulang pertama sampai dengan kunjungan ulang kedua yaitu Anemia
didapatkan hasil pemeriksaan 10,6 gr/dl pada kunjungan ulang pertama dan 11,3 gr/dl
pada kunjungan ulang kedua. Hal tersebut dilakukan tindakan segera dengan
berkolaborasi dengan Ahli Gizi agar tidak menimbulkan komplikasi selama masa
kehamilan. Pada persalinan tidak ditemukan masalah, pada kunjungan nifas dan bayi
tidak ditemukan adanya masalah, ibu dan bayi dalam keadaan baik, asuhan yang
diberikan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Berdasarkan asuhan yang diberikan, masalah yang terjadi pada kehamilan tidak
menyebabkan komplikasi selama masa kehamilan. Ibu dan bayi dalam kondisi normal
dan asuhan yang diberikan sesuai dengan teori. Asuhan kebidanan komprehensif telah
di dokumentasikan dalam bentuk SOAP.
NURMALIA RAMADHANI SAFIRA
2020 · Thesis · Open Access
Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2015 Angka
Kematian Ibu (AKI) diseluruh dunia diperkirakan 216/100.000 kelahiran hidup
dan angka kematian neonatal turun 47% menjadi 19/1000 kelahiran hidup.
Upaya percepatan penurunan AKI dilakukan dengan menjamin setiap ibu
mampu mengakses pelayanan kesehatan ibu berkualitas, seperti pelayanan
kesehatan ibu hamil, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, perawatan
pasca persalinan ibu dan bayi, serta pelayanan keluarga berencana. Oleh karena itu
dilakukan asuhan secara berkelanjutan.
Metode yang digunakan adalah melakukan asuhan komprehensif dari masa
kehamilan selama 4 kali kunjungan meliputi, 1 kali kunjungan pada trimester I, 1
kali kunjungan di trimester II dan 2 kali kunjungan di trimester III dengan standar
pelayanan 10 T, pertolongan persalinan dengan menggunakan 60 langkah, nifas
dilakukan 3 kali kunjungan yang meliputi, 6-8 jam, 6 hari 2 minggu dan 6 minggu
post partum hingga bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan pada 6-48 jam, 3-7
hari dan 8-28 hari.
Asuhan kebidanan Komprehensif terhadap Ny. N umur 26 tahun G5P3A1
pada saat melakukan kunjungan awal pada Ny. N pada tanggal 16 November 2019
usia kehamilan 35 minggu dan pemeriksaan lainnya dalam keadaan normal , tetapi
ibu mengatakan bahwa pada malam hari ibu sering buang air kecil dan dilakukan
KIE tentang ketidaknyamanan pada trimester III pada kunjungan ulang tanggal 19
November 2019 ibu mengatakan sudah tidak sering buang air kecil pada malam
hari. Hal ini sesuai dengan penatalaksanaan ketidaknyamanan pada Ny. N telah
berhasil ditangani.
Pada tanggal 3 Januari 2020 ibu mengatakan nyeri perut serta mulas semakin kuat
dan terdapat keluar lendir bercmpur darah ,jam 21:30 WITA ibu datang
kepuskesmas dan dilakukan pemeriksaan dalam pembukaan 8 cm ketuban utuh,
kemudian dilakukan pemeriksaan jam 22:00 WITA pembukaan telah lengkap .
Pada pukul bayi lahir normal pukul 22:30 WITA JK perempuan, kala III
berlangsung 10 menit plasenta lahir lengkap pukul 22:45 WITA, kala IV
berlangsung 2 jam dan keadaan ibu baik. Kunjungan nifas 3 kali, yaitu KF1
tanggal 4 januari 2019 pukul 06:00 WITA di dapatkan keluhan yang ibu rasakan
perut masih terasa mules, TFU sepusat dan keadaan ibu baik, KF2 dilakukan pada
hari ke-4 pada tanggal 08 januari 2020, TFU 3 jari diatas simpisis dan keadaan ibu
baik, KF3 dilakukan pada hari ke-11 post partum pada tanggal 15 januari 2020.
TFU tidak teraba dan keadaan ibu baik. Sesudah 2 jam bayi lahir dilakukan
pengukuran BB 3200 gram, PB 49 cm, LK cm, LD cm, KN dilakukan 3 kali,
yaitu KN1 dilakukan pada 6 jam pada tanggal 4 januari 2020 WITA tidak ada
tanda bahaya BBL dan keadaan bayi baik, KN2 yaitu 4 hari pada tanggal 8 januari
2020 pemberian ASI baik. BAB warna kuning, tali pusat kering dan keadaan bayi
baik. KN3 yaitu pada 11 hari tanggal 15 januari 2020 didapat tali pusat lepas dan
keadaan bayi baik.
Asuhan Kebidanan Komprehensif telah dilakukan pada Ny. M sejak masa
kehamilan, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan neonats dan didokumentasi melalui
metode SOAP. Sehingga dapat meningkatkan keterampilan dalam melakukan
asuhan kebidanan secara komprehensif. Untuk dapat meningkatkan mutu
pelayanan sehingga memberikan asuhan yang lebih baik. Sesuai dengan standar
asuhan kebidanan serta dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan
kesehatan agar dapat menerapkan asuhan kebidanan sesuai dengan teori.
STESI SAPUTRI
2020 · Thesis · Open Access
Asuhan komprehensif adalah asuhan yang diberikan oleh bidan dari mulai masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan penggunaan KB yang bertujuan untuk memberikan pelayanan berkualitas untuk mencegah terjadinya kematian ibu dan anak (Kepmenkes NO.938, 2007). Data World Health Organization (WHO) mengenai status kesehatan nasional pada capaian target Sustainable Development Goals (SDGs) menyatakan secara global sekitar 830 wanita meninggal setiap hari karena komplikasi selama kehamilan dan persalinan, dengan tingkat Angka Kematian Ibu (AKI) sebanyak 216 per 100.000 kelahiran hidup (WHO, 2017) Sebanyak 99 persen kematian ibu akibat masalah kehamilan, persalinan atau kelahiran terjadi di negara-negara berkembang. Tingginya AKI dan AKB masih menjadi masalah besar bagi Indonesia, karena dapat memberi gambaran perkembangan derajat kesehatan dan juga digunakan sebagai indicator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dan program pembangunan kesehatan. Masalah ini dapat diatasi dengan melakukan pelayanan kebidanan komprehensif yang merupakan asuhan kebidanan yang berkelanjutan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir, sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan dan kesejahteraan ibu dan bayi, serta menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Komprehensif dimulai pada tanggal 13 November 2019 di Puskemas Gunung Lingkas Tarakan dengan Ny. R sebagai responden untuk pelaksanaan asuhan. Kunjungan Awal dilakukan pada saat klien memasuki usia kehamilan 34 minggu 4 hari dan selanjutnya dilakukan kunjungan ulang sebanyak 2 kali kunjung, hasil dari 3 kali kunjungan kehamilan ditemukan tidak adanya kesenjangan antara teori dan praktek. Pada persalinan terjadi pada usia kehamilan 39-40 minggu ditemukan pada kala I selama 7 jam, kala II selama 30 menit, kala III selama 10 menit, kala IV selama 2 jam pospartum, dan tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek, kemudian kunjungan nifas dilakukan mulai dari 2 jam pospartum, kunjugan nifas pertama selama 2-6 jam, kunjungan nifas kedua pada hari ke 6, kunjungan nifas ketiga pada hari ke 14, dan disetiap 3 kali kunjungan masa nifas tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktek dan bersamaan dengan kunjungan bayi baru lahir sebanyak 3 kali tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktek.
ASTUTI
2020 · Thesis · Open Access
GRENIDA ROSPITA RINI
2020 · Thesis · Open Access
Tingginya AKI dan AKB menjadi masalah di Indonesia, disebabkan karena pertolongan oleh non tenaga Kesehatan dan pengawasan antenatal yang masih kurang memadai sehingga terjadinya resiko tinggi dalam Kehamilan. Masalah ini dapat diatasi dengan meningkatkan pelayanan kebidanan yang berkualitas sesuai dengan standar asuhan kebidanan. Tujuan dari Laporan Tugas Akhir Asuhan Kebidanan Komprehensif ini adalah untuk memberikan asuhan kebidanan secara menyeluruh mulai dari masa kehamilan, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan hingga ibu berencana menggunakan KB. Asuhan Kebidanan Komprehensif ini telah diberikan pada Ny.A usia 35 tahun G3P2A0 di Praktik Mandiri Bidan Rubiyah, Amd.Keb, sejak tanggal 05 November 2019 sampai 27 November 2019. Pengambilan data dilakukan secara langsung dan pendokumentasian dilakukan dengan SOAP. Asuhan Kebidanan pada kehamilan mengacu pada standar pelayanan minimal 10 T yang dilakukan sebanyak tiga kali kunjungan. Penatalaksanaan asuhan persalinan menggunakan standar Asuhan Persalinan Normal (APN). Lama persalinan Ny.A dimulai dari kala I yaitu 2 jam, Kala II selama 30 menit, Kala III selama 10 menit dan Kala IV berlangsung selama 2 jam. Kunjungan Nifas (KF) dilakukan sebanyak 3 kali bersamaan dengan kunjungan bayi (KN) yaitu pada 6 jam, 3 hari, 4 hari dan 13 hari. Pada Persiapan KB ibu telah diberikan penjelasan tentang jenis-jenis KB dan apa saja keuntungan dan kekurangan dari KB, kemudian menyakinkan ibu tentang KB yang akan digunakan dan ibu memutuskan untuk menggunakan KB Suntik 3 bulan. Berdasarkan hasil Asuhan Kebidanan Komprehensif yang telah diberikan pada Ny.A didapatkan bahwa selama masa kehamilan, persalinan dan masa nifas Ny.A berjalan dengan normal tidak ada faktor resiko atau komplikasi dan pada bayi Ny.A dalam kondisi baik dan sehat, tidak ada infeksi dan tidak ada cacat bawaan. Berakhirnya Asuhan Kebidanan Komprehensif diharapkan pasien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan. Sehingga ibu dan bayi tetap dapat mencegah dan terhindar dari terjadinya komplikasi.
JULEWI
2020 · Thesis · Open Access
NOVA TRIANI
2020 · Thesis · Open Access
MIA
2020 · Thesis · Open Access
ESTI WULANDARI
2020 · Thesis · Open Access
EGA SUNDARI
2020 · Thesis · Open Access
Ega Sundari, 1740701055, Fakultas Ilmu kesehatan, Jurusan Kebidanan, Univeritas Borneo Tarakan “Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.I Dengan Ketuban Pecah Dini Di Puskesmas Juata Kota Tarakan”. Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi indikator pertama dalam menentukan derajat Kesehatan ibu dan bayi, karena merupakan cerminan dari status Kesehatan ibu dan bayi saat ini. Berdasarkan pengamatan Survei Penduduk Antara Sensus (SUPAS) tahun 2015, angka kematian ibu adalah sebesar 305/100.000 jiwa dan angka kematian bayi sebesar 15/1000 kelahiran hidup. Tujuan penelitian ini untuk menerapkan Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.I Dengan Ketuban Pecah Dini Di Puskesmas Juata Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif tipe studi kasus dengan kasus tunggal. Pengelolaan kasus menggunakan metode asuhan kebidanan berdasarkan 7 langkah “varney”. Hasil asuhan kebidanan yang dilakukan pendampingan secara komprehensif dari 10 November 2019 sampai 06 Januari 2020. K1 10 November 2019 jam 08.00 WITA Ny.I G2 P1 A0 umur 19 tahun hamil 34 minggu. K2 Ny.I G2 P1 A0 hamil 34-35 minggu. K3 Ny.I G2 P1 A0 hamil 35-36 minggu. Pada tanggal 23 Desember 2019 Ny.I G2 P1 A0 hamil 39 minggu keluhan keluar air sejak jam 12.45 WITA. Kala II berlangsung dengan normal keadaan ibu dan bayi baik. Bayi lahir tanggal 24 desember 2019 jam 06.36 WITA bayi lahir spontan berat badan 3.100 gram, PB 48 cm. Kala III berlangsung baik plasenta lahir jam 06.45 WITA, kala IV berlangsung baik keadaan ibu dan bayi baik. Tanggal 31 desember 2019 jam 16.00 WITA KN dan KNF 1 NY. I P2 A0 nifas hari ke 7, 03 januari 2020 dilakukan kunjungan KN dan KNF 2 dan pada tanggal 06 Januari 2020 dilakukan KN dan KNF. Kesimpulan penelitian ini bidan dapat menerapkan ASuhan Kebidanan Komprehensif dengan menggunakan Manajemen Asuhan Kebidanan 7 Langkah Verney dan Pendokumentasian. Kata Kunci : Asuhan Kebidanan, Persalinan, Kehamilan, Nifas, Ketuban Pecah Dini.
CHINDY LARASWATI
2020 · Thesis · Open Access
CHISTINA ANGELINA SINAMBELA
2020 · Thesis · Open Access
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari keefektifan dari menggunakan English songs untuk meningkatkan pemahaman mendegarkan siswa kelas delapan di SMP Frater Don Bosco Tarakan. Penelitian ini berbentuk percobaan (Pra-eksperiment). Peneliti mencari perbedaan dari pencapaian siswa dikelas sebelum dan setelah diajarkan menggunakan English songs. Subjek penelitian ini adalah siswa di kelas 8.2 yang berjumlah 22 siswa SMP Frater Don Bosco Tarakan pada tahun pembelajaran 2019/2020. Instrumen yang digunakan berupa tes tertulis pra tes dan pos tes. Disamping itu, peneliti menggunakan deskriptif analisis untuk menganalisis data dan SPSS 22.0 digunakan untuk analisis statistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan skor rata-rata antara pretest dan posttest. Hal ini dibuktikan dengan hasil skor rata-rata siswa. Skor mereka adalah 71.18 di pretest dan 85.82 di posttest. Artinya, peningkatan nilai rata-rata siswa adalah 14.636. Dapat dilihat bahwa peningkatan nilai rata-rata siswa pada posttest lebih tinggi daripada pretest dan menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dari nilai mendengarkan siswa antara pretest dan posttest. Hasil dari paired sample test menunjukkan bahwa t-test adalah 5.049 lebih tinggi dari t-tabel (2.080). Sehingga 5.049 > 2.080 jadi Ha diterima dan Ho ditolak. Kemudian dapat disimpulkan bahwa English songs terbukti efektif meningkatkan pemahaman mendengarkan siswa kelas delapan di SMP Frater Don Bosco Tarakan.
NUR HAMIDAH
2020 · Thesis · Open Access
Menurut data World Health Organization (WHO), kematian ibu setiap hari 830 ibu di dunia (Indonesia 38 ibu berdasarkan AKI 305) meninggal akibat penyakit atau komplikasi terkait kehamilan dan persalinan. Sekitar 15% dari kehamilan atau persalinan mengalami komplikasi 85% normal. Kira-kira 75% kematian ibu disebabkan oleh perdarahan parah (sebagian besar perdarahan pasca salin), infeksi (biasanya pasca salin), tekanan darah tinggi saat kehamilan (preeclampsia/eklampsia), partus lama atau macet, aborsi yang tidak aman (WHO, 2018).. Asuhan Kebidanan pada kehamilan mengacu pada standar pelayanan minimal 10 T yang dilakukan sebanyak tiga kali kunjungan. Penatalaksanaan asuhan persalinan menggunakan standar Asuhan Persalinan Normal (APN). Lama persalinan Ny.B dimulai dari kala I yaitu 30 menit , Kala II selama 35 menit, Kala III selama 10 menit dan Kala IV berlangsung selama 2 jam. Kunjungan Nifas (KF) dilakukan sebanyak 3 kali bersamaan dengan kunjungan bayi (KN) yaitu pada 6 jam, 2 hari, 4 hari dan 13 hari. Persiapan KB ibu telah diberikan motivasi untuk ber-KB dan telah dijelaskan macam- macam KB. Keuntungan dan keterbatasan KB, menyakinkan kembali tentang KB yang digunakan dan ibu memustuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan. Pelaksanaan Asuhan Kebidanan komprehensif dimulai tanggal 05 november 2019 di Puskesmas Gunung Lingkas tarakan pada Ny.B sebagai responden untuk pelaksanaan asuhan. Kunjungan awal dilakukan pada usia kehamilan 36 minggu dan selanjutnya dilakukan kunjungan ulang sebanyak dua kali setiap satu minggu sekali kunjungan ulang. Persalinan pada usia 38 minggu. Asuhan persalinan menggunakan 60 langkah APN. berdasarkan hasil Asuhan Kebidanan Komprehensif yang telah dilakukan pada Ny.B didapatkan bahwa masa kehamilan, persalinan dan masa nifas Ny.B berjalan dengan normal tanpa ada faktor resiko atau komplikasi apapun dan bayi Ny.B dalam kondisi baik, tidak ada infeksi dan cacat bawaan serta dengan dilakukannya Asuhan tersebut diharapkan klien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan selama dilakukan asuhan kebidanan sehingga kondisi ibu dan bayi tetap dapat mencegah terjadinya komplikasi hingga kematian.