CELINE ANDRIYANI
2020 · Thesis · Open Access
World Health Organization (WHO) data on national health status on the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) stated that globally around 830 women die every day due to complications during pregnancy and childbirth, with a Maternal Mortality Rate (MMR) of 216 per 100,000 live births. (WHO, 2017). As many as 99 percent of maternal deaths due to pregnancy, childbirth or birth problems occur in developing countries. The high MMR and Infant Mortality Rate (IMR) are still big problems for Indonesia, because they can provide an overview of the development of health status and are also used as indicators in assessing the success of health services and health development programs. This problem can be overcome by carrying out comprehensive midwifery services which are ongoing midwifery care starting from pregnancy, childbirth, childbirth and newborns, so as to improve the quality of services and the welfare of mothers and babies, and reduce the risk of complications for mothers and babies. Implementation of Comprehensive Midwifery Care began on November 15, 2019 at Puskemas Karang Rejo Tarakan with Mrs. P as the respondent for the implementation of care. Initial visits are carried out when the client enters 37-38 weeks of gestation and then repeated visits are carried out 2 times and carried out every 1 week 1 visit. Labor occurs at 39-40 weeks of gestation. Postpartum visits were carried out 3 times and simultaneously with visits to newborns. The implementation of pregnancy care uses the standard of normal delivery care (APN). The management of postpartum and newborn care adjusts to the needs of the puerperium and newborns. The aim of conducting comprehensive midwifery care is to detect early whether there are problems during pregnancy, childbirth, postpartum and newborns using the SOAP method. During comprehensive midwifery care there are no problems with pregnancy. In childbirth, a problem is found, namely the prolonged stage I due to inadequacy and premature rupture of the membranes, but the problem can be resolved by referring to the Tarakan Hospital and the mother can give birth spontaneously and there are no complications. During the postpartum visit and the baby did not find any problems, the mother and baby were in good condition, the care provided was in accordance with established standards. Comprehensive midwifery care has been documented in the form of a SOAP.
RIZKA OCTIANI NURKHAIMA
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Asuhan kebidanan komprehensif adalah suatu pemeriksaan yang diberikan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan sederhana dan konseling asuhan kebidanan yang mencakup pemeriksaan kesinambungan diantara Asuhan kebudanan Kehamilan, Persalinan, Nifas dan Bayi Baru Lahir. Tujuanya untuk melakukan asuhan kebidanan komprhensif pada Ny. H dan bayinya sejak masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir. Mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Hasil pemeriksaaan dilakukan pendampingan secara komprehensif dan data diperoleh di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan dari bulan November 2019 s/d januari 2020 Ny, H G3P1A1 Umur 37 Tahun Tanggal 06 November 2019 Jam 09.00 Wita Ny H datang ingin memeriksakan kehamilannya, hasil pemeriksaan Ny H hamil 34 minggu 2 hari. K2 Ny H hamil 38 minggu dan pada saat K2 didapatkan masalah pada kehamilan ibu yaitu Anemia ringan dengan kadar HB 9,4 Gr/dl. Pada tanggal 31 desember 2019 Ny H G3P1A1 Hamil 40 minggu. Partus kala II fase aktif keadaan ibu dan janin baik, pada jam 14.30 wita bayi lahir spontan dengan letak belakang kepala, berat badan 3,200 gram , panjang badan 52 cm. Pada jam 14.35 wita Ny H P2A1 partus kala III, keadaan ibu baik , Jam 14.40 plasenta lahir spontan dan lengkap. Pada Jam 15.30 Ny H P2A1 Partus kala IV, keadaan ibu dan bayi baik, jam 21.30 Ny H P2A1 6 jam nifas , keadaan ibu baik. Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan dan keadaan bayi baik. kesimpulan pemeriksaan ini , bidan dapat menerapkan Asuhan Kebidanan Komprehensif dengan menggunakan Manajemen Asuhan Kebidanan Metode
KASMA
2020 · Thesis · Open Access
Tingginya AKI dan AKB menjadi masalah di Indonesia, disebabkan karena pertolongan oleh non tenaga kesehatan, pengawasan antenatal yang masih kurang memadai sehingga terjadinya resiko tinggi dalam kehamilan, terlalu banyak anak, terlalu muda dan terlalu tua untuk hamil. Masalah ini dapat diatasi dengan meningkatkan pelayanan kebidanan yang berkualitas sesuai dengan standar kebidanan. Tujuan diberikan asuhan kebidanan komprehensif sejak masa hamil, hingga bayi baru lahir, mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Penatalaksanaan asuhan komprehensif dari masa dilakukan sebanyak 7 kali. Pada trimester pertama 1 kali, trimester kedua 2 kali dan trimester ketiga 4 kali dengan standar pelayanan 10 T, pertolongan persalinan menggunakan 60 langkah, nifas dilakukan 3 kali kunjungan 6 jam, 7 hari dan 14 hari asuhan pada bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan 6 jam, 3-7 hari dan 8-28 hari. Asuhan kebidanan masa kehamilan tidak ditemukan adanya masalah ibu dalam keadaan normal, pada kunjungan ke-1 37 minggu 6 hari ibu mengalami sakit punggung sehingga diberikan KIE, kehamilan berlangsung normal. Asuhan persalinan normal. Asuhan persalinan dilakukan dengan APN 60 langkah tidak teridentifikasi penyulit atau komplikasi. Persalinan kala I,II,III,IV berlangsung normal. Asuhan masa nifas dilakukan 3 kali kunjungan yang meliputi 6 jam postpartum, 7 hari dan 14 hari tidak teridentifikasi adanya masalah penyulit atau komplikasi, nifas berlangsung normal. Asuhan bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan yang meliputi 6 jam, 3 hari dan 8 hari tidak teridentifikasi adanya masalah atau komplikasi, bayi baru lahir dalam keadaan normal. Asuhan komprehensif mampu berlangsung dengan baik jika adanya kerjasama antara bidan dengan tenaga kesehatan yang lain, serta dukungan dari pemerintah berupa peningkatan fasilitas kesehatan, dengan dilakukan asuhan kebidanan persalinan, nifas, dan bayi baru lahir terdeteksi dan dapat segera diatasi, agar mampu mengurangi angka kematian ibu dan bayi.
ANITA TIARA RANDE
2020 · Thesis · Open Access
Asuhan kebidanan komprehensif adalah suatu pemeriksaan yang diberikan secara lengkap
dengan adanya pemeriksaan sederhana dan konseling asuhan kebidanan yang mencakup
pemeriksaan kesinambungan diantara Asuhan kebudanan Kehamilan, Persalinan, Nifas dan Bayi
Baru Lahir. Tujuanya untuk melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R dan bayinya
sejak masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir. Mulai dari mengidentifikasi,
mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan
pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi p ada ibu dan bayi.
Asuhan komprehensif dari masa kehamilan selama 4 kali kunjungan meliputi, I kali pada
kunjungan trimester I, I kali kunjunggan di trimester II dan 2 kali kunjungan di trimester ke III
dengan standar pertolongan persalinan menggunakan 60 langkah APN , nifas dilakukan 3 kali
kunjungan yang meliputi 6 hari, 14 hari dan 28 hari post partum, bayi baru lahir dilakukan 3 kali
kunjungan bayi baru lahir 6 hari , 14 hari dan 28 hari.
Asuhan komprehensif dapat dilakukan dengan baik jika ada kerja sama bidan dengan
klien, bidan dengan tenaga kesehatan lainnya serta diharapkan dengan dilakukan asuhan
kebidanan komprehensif sejak kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir mampu segera
diidentifiksasi, diagnosa, dan dilakukan penanganan sehingga masalah yang terjadi segera
ditangani, sehingga mampu mengurangi resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi.
Asuhan kebidanan masa kehamilan tidak teridentifikasi adanya masalah pada masa
kehamilan dilakukan 3 kali kunjungan keadaan klien normal. Pada asuhan persalinan tanggal 11-
12-2019 tidak teridentifikasi adanya masalah pada masa persalinan. Pada asuhan nifas dilakukan
3 kali kunjungan dan tidak teridentifikasi adanya masalah. Asuhan bayi baru lahir dilakukan 3
kali kunjungan dan tanpa ada identifikasi masalah apapun.
HANDIANI DELDAH
2020 · Thesis · Open Access
RACHEL NURWIDI ANNISA'
2020 · Thesis · Open Access
RUSTINA
2020 · Thesis · Open Access
Kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir merupakan suatu keadaan yang fisiologis namun dalam prosesnya terdapat kemungkinan suatu keadaan yang dapat mengancam jiwa ibu dan bayi bahkan dapat menyebabkan kematian, oleh karena itu kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir harus ditangani oleh petugas kesehatan yang berwenang demi kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi. Tujuan laporan tugas akhir ini untuk memberikan asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, masa nifas, dan bayi baru lahir dengan menggunakan pendekatan SOAP. Asuhan berkesinambungan dilakukan oleh penulis dari masa hamil trimester III, bersalin, masa nifas, dan bayi baru lahir. Asuhan diberikan sejak tanggal 14 November 2019 sampai 26 Desember 2019. Kunjungan asuhan kebidanan juga dilakukan dirumah ibu dan di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dengan kunjungan hamilsebanyak 4 kali, bersalin 1 kali, kunjungan nifas 3 kali, bayi baru lahir 3 kali. Asuhan kebidanan diberikan pada Ny.R G3P2A0 UK 32 minggu. Pada kunjungan ibu tidak memiliki keluhan apapun. Dari hasil pemeriksaan tidak didapatkan gangguan pada ibu. Pada usia kehamilan 36 minggu ibu bersalin di Puskesmas Karang Rejo secara normal. Proses persalinan kala I berlangsung selama 10 jam 19.00-06.00 WITA, kala II berlangsung selama 10 menit bayi lahir spontan pukul 06.25 WITA, kala III berlangsung selama 10 menit plasenta lahir lengkap pukul 06.35 WITA, kala IV berlangsung selama 2 jam. Pada tanggal 12 Desember 2019 bayi lahir spontan menangis kuat, warna kulit kemerahan,tonus otot aktif. Perineum ibu tidak terdapat robekan. Pada kunjungan masa nifas 1-6 minggu yang dialami ibu normal dan tidak ada kelainan. Diharapkan klien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan selama dilakukan asuhan kebidanan sehingga dapat mengetahui pentingnya pengawasan pada saat hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir
NUR SAKINAH
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.S DI PUSKESMAS JUATA Tujuan Laporan Asuhan Kebidanan Komprehensif ini untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif mulai dari masa kehamilan, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan rencana KB dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan. Asuhan tersebut telah diberikan pada Ny.S usia 26 tahun G2 P1A0 di Puskesmas Juata Tarakan sejak tanggal 10 November 2019 sampai 09 Desember 2019. Pengambilan data dilakukan secara langsung dan pendokumentasian melalui SOAP. Asuhan Kebidanan pada kehamilan mengacu pada standar pelayanan minimal 10 T yang dilakukan sebanyak empat kali kunjungan. Penatalaksanaan asuhan persalinan menggunakan standar Asuhan Persalinan Normal (APN). Lama persalinan Ny.S dimulai dari kala I yaitu 7 jam , Kala II selama 20 menit, Kala III selama 15 menit dan Kala IV berlangsung selama 2 jam. Bayi mengalami asfiksia ringan namun dapat di tangani atau di atasi dengan baik sesuai prosedur dan bimbingan dari preseptor. Kunjungan Nifas (KF) dilakukan sebanyak 3 kali bersamaan dengan kunjungan bayi (KN) yaitu pada 6 jam, 2 hari, 4 hari dan 13 hari. Persiapan KB ibu telah diberikan motivasi untuk ber-KB dan telah dijelaskan macam-macam KB. Keuntungan dan keterbatasan KB, menyakinkan kembali tentang KB yang digunakan dan ibu memustuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan. Berdasarkan hasil Asuhan Kebidanan Komprehensif yang telah dilakukan pada Ny.S didapatkan bahwa masa kehamilan, persalinan dan masa nifas Ny.S berjalan dengan normal tanpa ada faktor resiko atau komplikasi apapun dan bayi Ny.S mengalami asfiksia ringan namun dapat kembali normal setelah di lakukan penanganan asfiksia sesuai prosedur. Tidak ada infeksi dan cacat bawaan serta dengan dilakukannya Asuhan tersebut diharapkan pasien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan selama dilakukan asuhan kebidanan sehingga kondisi ibu dan bayi tetap dapat mencegah terjadinya komplikasi. Kata Kunci : Kehamilan, Persalinan, Masa Nifas
MARLIA TANDI
2020 · Thesis · Open Access
KARMITA
2020 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Tingginya AKI dan AKB masih menjadi masalah besar bagi Indonesia, disebabkan karena pertolongan oleh non tenaga kesehatan, pengawasan antenatal yang masih kurang memadai sehingga terjadinya resiko tinggi dalam kehamilan. Tujuan diberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif sejak masa hamil, hingga bayi baru lahir, mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi Pada ibu dan bayi. Penatalaksanaan Asuhan Komprehensif menggunakan Metode Desktiptif dari masa kehamilan dilakukan sebanyak 8 kali. Pada Trimester pertama 1 kali, Trimester kedua 2 kali dan trimester ketiga 5 kali dengan standar pelayanan 10 T, pertolongan persalinan, nifas dilakukan 2 kali Kunjungan 1 hari, 1 hari dan 14 hari. Asuhan pada bayi baru lahir dilakukan 2 kali Kunjungan 1 hari, 1 hari dan 14 hari Asuhan Kebidanan Masa kehamilan ditemukan pada kunjungan ke-1 34 minggu 1 hari ibu mengalami penurunan HB yaitu 10,7 g/dl dan di berikan tablet fe 3x60 gr/hari, sehingga pada kunjungan kedua usia kehamilan 36 minggu HB ibu kembali normal yaitu 13,3 g/dl dan tidak ada keluhan. Pada Asuhan Persalinan tanggal 31 desember 2019 bayi lahir spontan tidak segera menangis dengan asfiksia lilitan tali pusat 3 kali di leher bayi dan dapat diatasi dengan dilakukan Resusitasi. Pada masa nifas dilakukan 2 kali kunjungan bersama dengan kunjunga bayi dan tidak didapatkan penyulit dan komplikasi. Asuhan yang diberikan berlangsung dengan baik, diharapkan bidan dengan tenaga kesehatan meningkatkan fasilitas pelayanan untuk meningkatkan pengetahuan pasien pentingnya pemeriksaan kehamilan, persalianan, nifas dan bayi baru lahir dan institusi meningkatkan kualitas pendidikan sehingga dapat menghasilkan bidan yang berkualitas.
NURHAYATI
2020 · Thesis · Open Access
Nurhayati, 1730701013. Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. D G2P1A0 Di Wilayah Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan Tahun 2020. Pembimbing I Yuni Retnowati, SST.,M.Keb. Pembimbing II Nurul Hidayatun Jalilah, S.Si.T.,M.Keb Abstrak Tujuan laporan tugas akhir ini untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB dengan menggunakan penedekatan manajemen kebidanan yang dilakukan pada Ny. “D”. Asuhan diberikan di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan mulai tanggal 04 November 2019 sampai 29 November 2019. Pengambilan data dilakukan secara langsung dan melihat data rekam medis, pendokmentasian dilakukan dengan menggunakan SOAP. Asuhan kehamilan dilakukan kunjungan sebanyak tiga kali pada usia kehamilan 38 minggu 4 hari, 39 minggu 4 hari dan 40 minggu dengan HPHT 05 Februari 2019 dan TP 12 November 2019. Selama kunjungan ibu mengeluh pada pemeriksaa pertama yaitu diare dan pada pemeriksaan terakhir yaitu perut mulai terasa kencang-kencang tapi jarang. Keluhan ini fisiologis dan telah di lakukan kolaborasi pemberian obat diare dengan Dokter dan teknik relaksasi. Didapatkan hasil pemeriksaan dengan keadaan umum baik dan tekanan darah dalam batas normal. Sehingga selama kehamilan Ny “D” dalam keadaan baik dan normal. Asuhan Persalinan tanggal 17 November 2019 jam 10.00 ibu datang ke Puskesmas dengan keluhan kencang-kencang dan keluar lendir darah dilakukan pemeriksaan jam 10.00 hasil VT 4 cm, efficement 10%, ketuban (+), pada jam 20.00 ketuban pecah dilakukan VT Pembukaan 10 cm, effacement 100%. Saat proses persalinan ibu bersalin secara normal dengan asuhan APN 60 langkah, bayi lahir spontan jenis kelamin laki-laki, BB 3600 gram, PB 52 cm segera dilakukan perawatan bayi baru lahir. Masa nifas berjalan dengan fisiologis, ASI lancar dan mengajarkan ibu tehnik menyusui yang benar. Asuhan Kebidanan neonatus pada ke 6 jam mengalami febris dan pada hari ke 7 mengalami bintik-bintik merah pada tubuh bayi. Keluhan ini dilakukan kolaborasi secara dini. Asuhan KB ibu memilih melanjutkan kembali menggunakan KB suntik 3 bulan dengan alas an menjaga jarak kehamilan dan tidak menganggu proses menyusui. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan komprehensif yang telah dilakukan pada Ny. “D” diharapkan klien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan selama dilakukan asuhan kebidanan sehingga kondisi ibu dan bayi tetap baik dan dapat mecegah terjadinya komplikasi hingga kematian.
ANNISA DARYANTI
2020 · Thesis · Open Access
a
MAYA ROSANI
2020 · Thesis · Open Access
AFRIDA
2020 · Thesis · Open Access
Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan yang diberikan secara berkesinambungan kepada ibu selama kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir (BBL), neonatus dan keluarga berencana (KB). Peran bidan selain memberikan asuhan komprehensif juga harus meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam penanganan dan memberikan pelayanan kesehatan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Komprehensif dimulai pada tanggal 28 Oktober 2019 di Puskesmas Karang Rejo Tarakan dengan Ny. N sebagai responden. Kunjungan Awal dilakukan pada saat klien memasuki usia kehamilan 34 minggu dan selanjutnya dilakukan kunjungan ulang sebanyak 2 kali kunjungan dan dilakukan setiap 1 minggu 1 kali kunjungan. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 38 minggu, yang dilakukan sesuai dengan standar asuhan persalinan normal (APN). Asuhan kunjungan masa nifas dilakukan sebanyak 4 kali dan asuhan kunjungan neonatal sebanyak 3 kali. Penatalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir. Selama melakukan asuhan kebidanan komprehensif tidak didapatkan masalah pada kehamilan kunjungan awal dan kunjungan ulang pertama dan kedua. Namun didapatkan masalah pada persalinan yaitu ketuban pecah dini (kpd). Hal tersebut dilakukan tindakan segera dengan merujuk pasien ke rumah sakit agar tidak menimbulkan masalah dan komplikasi selama proses persalinan. Pada kunjungan nifas dan bayi tidak ditemukan adanya m asalah, ibu dan bayi dalam keadaan baik, asuhan yang diberikan sesuai standar yang telah ditetapkan. Berdasarkan asuhan yang diberikan, masalah yang terjadi pada persalinan tidak menyebabkan komplikasi selama proses persalinan. Ibu dan bayi dalam kondisi normal dan asuhan yang diberikan sesuai dengan teori. Asuhan kebidanan komprehensif telah di dokumentasikan dalam bentuk SOAP.
ELISABETH YEDO KOLIN
2020 · Thesis · Open Access
Asuhan Kebidanan Komprehensif adalah asuhan yang diberikan secara berkesinambungan kepada ibu selama kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir (BBL), neonatus dan Keluarga Berencana (KB). Tujuan dari asuhan kebidanan kompfrehensif ini untuk memantau dan mendeteksi adanya kemungkinan terjadi komplikasi yang menyertai Ny. L dan bayinya sejak masa kehamilan, persalinanan, nifas dan bayi baru lahir. Mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Metode yang dilakukan pada laporan tugas akhir ini adalah metode pendekatan studi kasus dimana penulis mengumpulkan data dan mendeskripsikan proses asuhan kebidanan komprehensif Continuty Of Care (COC) pada Ny. L dengan kehamilan dari usia 34-37 minggu dengan kunjungan kehamilan sebanyak 3 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, bayi baru lahir 1kali, neonatus 4 kali dan Keluarga Berencana (KB) 1 kali melalui pendekatan Varney Dan SOAP. Pada Ny. L proses kehamilan berjalan dengan fisiologis walupun Ny. L dikategorikan resiko tinggi, hal ini diketaui dari usia Ny. L 36 tahun dan jumlah kehamilan Ny. L lebih dari 4 kali atau disebut dengan grandemultipara. Proses persalinan berlangsung normal di Puskesmas Karang Rejo tanpa ada komplikasi dan penatalaksanaan telah dilkukan sesuai APN 60 langkah dengan kala 1 30 menit. Kala II 5 menit, kala III 5 menit dan kala IV 2 jam. Pada tanggal 02 Desember 2019 pukul 01.35 WITA bayi lahir spontan berjenis kelamin laki-laki, menangis kuat, tonus otot baik, warna kulit kemerahan, berat badan 2900 gram dan panjang badan 47 cm. Pada asuhan masa nifas Ny. L tidak ada keluhan, dan masa neonatus pada bayi Ny. L tidak ada keluhan. Kunjungan keluarga berencana dilakukan 1 kali, pada kunjungan pertama ibu telah memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan setelah memberikan konseling mengenai kelebihan, keterbatasan serta efek sanping metode KB. Setelah dilakukan asuhan kebidanan pada Ny. L selama kehamilan terdapat kesenjangan antara teori dan kasus. Pada asuhan persalinan kala 1, II, III dan IV tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus. Sedangkan pada asuhan nifas, bayi baru lahir, neonatus dan keluarga berencana (KB) dalam batas normal. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan continuity of care yang telah dilakukan pada Ny. L diharapkan klien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan sehingga kondisi ibu dan bayi tetap baik dan mencegah terjadinya komplikasi hingga kematian.
ILPAWATI
2020 · Thesis · Open Access
Setiap wanita akan melalui proses kehamilan, bersalin dan nifas, hal tersebut merupakan proses fisiologis. Selama menjalani proses tersebut kemungkinan terjadi masalah kesehatan yang dapat meningkatkan kesakitan bahkan kematian baik pada ibu dan bayi. Oleh sebab itu, diperlukan solusi untuk mencegah maupun mengatasi masalah tersebut, salah satunya adalah asuhan berkelanjutan (Continuity of Care). Tujuan penelitian ini adalah memberikan asuhan komprehensif dari masa kehamilan hingga nifas.
VIVI AULEDYA ZUBAIDAH SUGANDHA
2020 · Thesis · Open Access
Asuhan Kebidanan Komprehensif adalah asuhan yang diberikan secara berkesinambungan kepada ibu selama kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir (BBL). Tujuannyan untuk melakukan Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. H dan bayinya sejak masa kehamilan, persalinana, nifas dan bayi baru lahir. Mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Metode yang dilakukan pada laporan tugas akhir ini adalah metode pendekatan studi kasus dimana penulis mengumpulkan data dan mendeskripsikan proses asuhan kebidanan komprehensif Continuty Of Care (COC) pada Ny. L dengan kehamilan dari usia 34-37 minggu dengan kunjungan kehamilan sebanyak 3 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, bayi baru lahir 1kali, neonatus 4 kali. Pada Ny. H proses kehamilan berjalan dengan fisiologis. Proses persalinan berlangsung normal di Puskesmas Sebengkok tanpa ada komplikasi dan penatalaksanaan telah dilkukan sesuai APN 60 langkah dengan kala 1 30 menit. Kala II 5 menit, kala III 8 menit dan kala IV 2 jam. Pada tanggal 08 Desember 2019 pukul 07.15 WITA bayi lahir spontan berjenis kelamin laki-laki, menangis kuat, tonus otot baik, warna kulit kemerahan, berat badan 2650 gram dan panjang badan 49 cm. Pada asuhan masa nifas Ny. H tidak ada keluhan, dan masa neonatus pada bayi Ny. H tidak ada keluhan. Setelah dilakukan asuhan kebidanan pada Ny. H selama kehamilan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus. Pada asuhan persalinan kala 1, II, III dan IV tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus. Sedangkan pada asuhan nifas, bayi baru lahir dan neonatus dalam batas normal. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan continuity of care yang telah dilakukan pada Ny. H diharapkan klien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan sehingga kondisi ibu dan bayi tetap baik dan mencegah terjadinya komplikasi hingga kematian.
LUSIANA DEWI
2020 · Thesis · Open Access
Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Pada tahun 2015 angka Kematian Ibu di Indonesia termasuk tinggi diantara negara-negara ASEAN yaitu pada posisi 2 dengan jumlah kasus sebanyak 305 angka kematian per kelahiran hidup. Tujuan penelitian yaitu untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas dan neonatus dengan pendekatan manajemen kebidanan di wilayah Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan.Penatalaksanaan asuhan komprehensif dimulai pada tanggal 9 November 2019 sampai dengan 2 Desember 2019 di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dengan ny. N sebagai responden. Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metode penelitian deskriptif, bentuk penelitian studi kasus, subyek ibu hamil dengan anemia ringan di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan sebanyak satu orang, teknik pengumpulan data dengan wawancara dan pengamatan (observasi). Hasil asuhan kebidanan didapatkan masalah pada kunjungan awal yaitu kadar hemoglobin ibu 10,5 gr/dL, pada saat kunjungan ulang kadar hemoglobin tidak mengalami peningkatan. Pada asuhan persalinan bayi lahir spontan dan pada saat kala IV ibu mengalami komplikasi dikarenakan uterus tidak berkontraksi dengan baik. Pada masa nifas dilakukan 3 kali kunjungan bersamaan dengan kunjungan bayi dan tidak didapatkan penyulit dan komplikasi. Ibu hamil disarankan rutin mengkonsumsi tablet penambah darah maupun makanan yang mengandung zat besi agar tidak mengalami anemia.
IRA WIDYA ISTUTI
2020 · Thesis · Open Access
Asuhan kebidanan komprehensif adalah suatu pemeriksaan yang diberikan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan sederhana dan konseling asuhan kebidanan yang mencakup pemeriksaan kesinambungan di antara Asuhan Kebidanan Kehamilan, Persalinan, Nifas dan Bayi Baru Lahir. Tujuannyan untuk melakukan Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. E dan bayinya sejak masa kehamilan, persalinana, nifas adan bayi baru lahir. Mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Asuhan komprehensif dari masa kehamilan dilakukan 4 kali kunjungan yaitu I kali pada kunjungan trimester I, I kali kunjungan di trimester II dan 2 kali kunjungan di trimester III, dengan standar petolongan persalinan menggunakan 60 langkah APN, nifas dilakukan 3 kali kunjungan yaitu pada 6 hari, 14 hari dan 28 hari post partum, bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan bayi baru lahir 6 hari, 14 hari dan 28 hari. Asuhan komprehensif dapat dilakukan degan baik jika ada kerja sama bidan dengan klien, bidan dengan tenanga kesehatan lainnya serta diharapkan dengan dilakukan asuhan kebidanan komprehensif sejak kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir mampu segera diidentifikasi, diagnosa dan dilakukan penanganan sehingga masalah yang terjadi segera ditangani, sehingga mampu mengurangi resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Pada Ny.E Asuhan kebidanan masa kehamilan tidak teridentifikasi adanya masalah. Pada asuhan kebidanan persalinan berjalan lancar hanya saja terdapat kasus lilitan tali pusat saat kala II dan asfiksia ringan pada bayi dan telah di lakukan penanganan sesuai dengan teori yang benar. Pada masa nifas dilakukan 3 kali kunjungan dan tidak teridentifikai adanya masalah. Asuhan bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan dan tanpa adanya identifikasi masalah apapun.
KARMILA
2020 · Thesis · Open Access
World Health Organization (WHO) data on national health status on the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) stated that globally around 830 women die every day due to complications during pregnancy and childbirth, with a Maternal Mortality Rate (MMR) of 216 per 100,000 live births. (WHO, 2017) As many as 99 percent of maternal deaths due to pregnancy, childbirth or birth problems occur in developing countries. The high MMR and IMR is still a big problem for Indonesia, because it can provide an overview of the development of health status and is also used as an indicator in assessing the success of health services and health development programs. This problem can be overcome by carrying out comprehensive midwifery services which are continuous midwifery care starting from pregnancy, childbirth, childbirth and newborns, so as to improve the quality of services and the welfare of mothers and babies, and reduce the risk of complications to mothers and babies. The implementation of Comprehensive Midwifery Care began on November 15, 2019 at the Gunung Lingkas Tarakan Health Center with Mrs. R as the respondent for the implementation of care. Initial visits are carried out when the client enters 37-38 weeks of gestation and then repeated visits are carried out 2 times and carried out every 1 week 1 visit. Labor occurs at 39-40 weeks of gestation. Postpartum visits were carried out 3 times and simultaneously with visits to newborns. The implementation of pregnancy care uses the standard of normal delivery care (APN). The management of postpartum and newborn care adjusts to the needs of the puerperium and newborns. During comprehensive midwifery care, a problem with pregnancy was found, namely pre-eclampsia. In childbirth, there is a problem in labor, namely PEB because blood pressure increases on the way to delivery. During the postpartum visit and the baby did not find any problems, the mother and baby were in good condition, the care given was according to predetermined standards. Comprehensive midwifery care has been documented in the form of a SOAP.