ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kota Tarakan yang diukur berdasarakan kepuasan masyarakat dengan menggunakan Indek Kepuasan Masayarakat (IKM). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuamtitatif deskriftif dengan menggunakan analisis Indeks Kepuasan Masyarakat dengan hasil desai dalam bentuk angka. Penelitian dilakukan di Kota Tarakan terkhususnya di kecamatan Tarakan Tengah. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik random sampling (secara acak). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) untuk pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kota Tarakan adalah 2,09 dengan angka konversi sebesar 52,00. Maka kinerja kualitas pelayanan publik berada kategori mutu pelayanan tidak baik. Hasil dari enam indikator Indeks Kepuasan Masayarakat dengan nilai antara 0-100, adalah sebagai berikut : (1) Persyaraatan Pelayanan memiliki nilai IKM sebesar 81,25 dengan kategori baik. (2) Prosedur Pelayanan memiliki nilai IKM sebesar 81,25. (3) Waktu Penyelesaian Petugas Pelayanan memilki nilai IKM sebesar 81,5 dengan kategori baik. (4) Biaya/Tarif pelayanan memilki nilai IKM sebesar 76,25 dengan kategori kurang baik. (5) Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan memilki nilai IKM sebesar 79 dengan kategori baik. (6) Kompetensi Pelaksana Pelayanan memiliki nilai IKM sebesar 81,5 dengan kategori baik. Data penelitian ini menggunakan data primer dimana skala likert dan importance performance analysis (IPA) sebagai analisis. Dari hasil penelitian ini terdapat enam persepsi masyarakat terhadap pelayanan publik (X) di pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kota Tarakan dan terdapat enam persepsi masyarakat terhadap kepuasan pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kota Tarakan (Y) menjawab puas dan kurang puas atas kinerja pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kota Tarakan. Kepuasan pelayanan publik di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kota Tarakan diukur dengan perhitungan indeks kepuasan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (IKP) sebesar 58,76% yang menyatakan pengguna tidak puas dengan pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kota Tarakan. Oleh karena itu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kota Tarakan perlu meningkatkan kinerja pelayanan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kepuasan terhadap kualitas pelayanan publik berdasarkan indikator pelayanan dengan menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan mengetahui nilai Persepsi dan Ekspetasi terhadap pelayanan publik berdasarkan Pemetaan Diagram Kartesius di kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriftif Kuantitatif dengan menggunakan analisis Indeks Kepuasan Masyarakat dan Pemetaan Diagram Kartesius dengan hasil desain dalam bentuk angka. Penelitian dilakukan di Kabupaten Tana Tidung terkhusus di bagian Organisasi Perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Tana Tidung. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik Acidental Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik Wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) untuk pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan sosial Kota Tarakan adalah 3,43 dengan angka konversi sebesar 85,75. Kinerja unit pelayanan di instansi Kabupaten Tana Tidung berada dalam mutu pelayanan baik. Berdasarkan pemetaan persepsi dan ekspetasi diagram kartesius, Instansi yang harus di pertahankan adalah instansi yang masuk dalam kuadran II yaitu: Badan pengelolaan dan Aset daerah, Dinas Penduduk dan Pencatatan Sipil, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran dan Sekertasriat DPRD. Instansi yang masuk dalam kuadran II ini dimana nilai X (Ekspetasi) dan Y (Persepsi) nya tinggi, pelayanan yang diberikan sudah dilaksanakan dengan sangat baik sehingga harus dipertahankan. Kemudian instansi yang harus dievaluasi atau diperbaiki adalah instansi yang masuk dalam kuadran I dan IV dimana instansi yang masuk di kuadran I yaitu: Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, RSUD Akhmad Berahim, Dinas Ketenagakerjaan dan transmigrasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Dalam Kuadran I ini dimana nilai X (Ekspetasi) nya rendah sedangkan nilai Y (Persepsi) nya tinggi, maka instansi dalam kuadran I ini harus memperbaiki atau memperhatikan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat agar menjadi lebih baik. Instansi yang masuk dalam kuadran IV yaitu: Badan Kepegawaian dan Pembangunan, Inspektorat, Dinas perhubungan. dimana dalam kuadran ini masyarakat memberi nilai Y(Persepsi) dan X (Ekspetasi) nya standar atau rendah. Maka dari itu pemerintah harus lebih memperhatikan atau memperioritaskan tingkat kepentingan dan kualitas pelayanan di instansi tersebut agar menjadi lebih baik.