ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Chronic Kidney Disease, penyakit kronis yang memerlukan hemodialisis jangka panjang dan berdampak pada family caregiver. Tuntutan perawatan berkelanjutan dapat menimbulkan beban finansial, fisik, sosial, emosional, dan perawatan, serta diperlukan strategi koping yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi burden family caregiver dan strategi koping family caregiver pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross sectional deskriptif. Kuesioner Zarit Burden Interview (ZBI) digunakan untuk mengukur burden family caregiver dan kuesioner Brief Cope digunakan untuk mengukur strategi koping family caregiver. Sampel penelitian berjumlah 133 responden yang mendampingi pasien hemodialisis dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami burden ringan sebanyak 84 responden (63,2%) dan strategi koping yang paling banyak digunakan yaitu emotion-focused coping dengan nilai median 24 (minimum 13 dan maksimum 34). Sebagian besar family caregiver pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis mengalami burden pada tingkat ringan dan cenderung menggunakan emotion-focused coping sebagai strategi utama dalam menghadapi tuntutan perawatan jangka panjang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan masalah kesehatan global dengan angka kejadian yang terus meningkat dan menjadi penyebab kematian yang signifikan. CKD ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang berlangsung progresif dan irreversibel selama lebih dari tiga bulan. Kondisi ini menimbulkan berbagai komplikasi seperti gangguan elektrolit, hipertensi, anemia, dan uremia, sehingga memerlukan penatalaksanaan yang komprehensif, termasuk pemberian asuhan keperawatan yang sistematis. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan pemberian asuhan keperawatan pada dua pasien dengan diagnosis medis CKD yang dirawat di Ruang Dahlia B RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan selama periode 21–26 April 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan adanya beberapa masalah keperawatan, antara lain nyeri akut, nausea, bersihan jalan napas tidak efektif, risiko perfusi renal tidak efektif, risiko ketidakseimbangan elektrolit, defisit pengetahuan, dan distres spiritual. Intervensi keperawatan dilakukan sesuai standar PPNI (2018), termasuk manajemen nyeri, manajemen mual, perawatan sirkulasi, pencegahan syok, manajemen nutrisi, terapi oksigen, serta dukungan emosional dan spiritual. Evaluasi menunjukkan sebagian masalah teratasi dan sebagian lainnya tidak teratasi sehingga dilanjutkan perawatannya sesuai kondisi pasien. Studi ini menegaskan bahwa asuhan keperawatan komprehensif berperan penting dalam stabilisasi kondisi pasien dengan CKD serta membantu mengurangi komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup.