ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MENGIKUTI KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEBENGKOK KOTA TARAKAN ABSTRAK Pendahuluan : Kelas ibu hamil merupakan suatu kelompok belajar yang di tunjukkan untuk ibu-ibu hamil dengan umur kehamilan antara 4-36 minggu atau saat menjelang persalinan dengan jumlah peserta maksimal 10 orang. Tujuan : bagaimana gambaran karakteristik ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Sebengkok kota Tarakan. Metode : penelitian yang dilakukan adalah metode deskriptif . Jumlah populasi penelitian ini 150 responden dengan jumlah 60 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terkait karakteristikibu hamil dan rekam medik. Hasil : Uji analisis menggunakan distribusi frekuensi data didapatkan responden terkait dengan karakteristik usia menunjukkan bahwa dari 60 responden, kelompok usia dengan responden terbanyak berada pada kelompok dengan usia kurang dari 20 tahun yaitu sebanyak 28 responden (47%), sedangkan kelompok usia dengan responden yang paling sedikit adalah kelompok usia >35 tahun yaitu sebanyak 11 responden (18%). Terkait karakteristik gravida menunjukkan bahwa dari 60 responden, kelompok gravida paling banyak adalah gravida 1 sebanyak 32 responden (53%), dan gravida 2 sebanyak 28 responden (47%). Terkait karakteristik pekerjaan menunjukkan bahwa dari 60 responden, kelompok aktifitas ibu yang paling banyak adalah tidak bekerja sebanyak 40 responden (67%), dan ibu yang bekerja sebanyak 20 responden (37%). Terkait karakteristik ekonomi menunjukkan bahwa dari 60 responden, kelompok tingkat ekonomi terbanyak berada pada kelompok ekonomi 1.500.000 yaitu sebanyak 44 responden (73%), sedangkan kelompok ekonomi dengan responden yang paling sedikit adalah kelompok ekonomi >1.500.000-2.500.000 yaitu sebanyak 5 responden (8%).Simpulan : Usia ibu tertinggi pada kelompok usia 20 tahun sebanyak 28 responden (47%), gravida ibu tertinggi yaitu pada gravida 1 sebanyak 32 responden (53%), Pekerjaan ibu tertinggi yaitu tidak bekerja sebanyak 40 responden (67%) dan Status ekonomi ibu tertinggi yaitu ekonomi 1.500.000 sebanyak 44 responden (73%). Saran : Diharapkan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut tentang karakteristik pengetahuan ibu tentang kelas ibu hamil dengan metode penelitian yang berbeda, variabel yang berbeda, jumlah populasi dan sampel yang lebih banyak, sehingga akan diperoleh hasil yang lebih baik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Juata Laut merupakan wilayah Kecamatan Tarakan Utara yang menjadikan sumber perikanan sebagai unggulan salah satunya berupa kepiting bakau matang ovari. Saat ini belum ada data tentang karakteristik produksi kepiting bakau matang ovari. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik kepiting bakau (Scylla serrata) betina matang ovari dari TKO I, TKO II dan TKO III yang diperdagangkan daerah Juata Laut Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan, meringkas berbagai kondisi, situasi serta variabel yang menjadi objek penelitian dengan melakukan kuesioner langsung ke lokasi. Pengamatan pada kepiting bakau betina pada setiap lokasi meliputi: sumber asal kepiting bakau (Scylla serrata), tujuan ekspor, jumlah ekspor, berat, panjang, lebar dan tingkat kematangan ovari (TKO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kepiting bakau betina matang ovari TKO III (CBH) yang diperdagangkan sekitar 22.190 kg, kepiting TKO II (CBK) sekitar 4.074 kg, sedangkan kepiting TKO I (%) tidak di ekspor karena kurangnya permintaan pasar.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kabupaten Nunukan terletak di Provinsi Kalimantan Utara dan berbatasan langsung dengan Malaysia. Luas wilayah Kabupaten Nunukan adalah 14.263,68 km2, dan luas wilayah laut sampai dengan 4 mil dari garis pantai terluar adalah 1.408.758 km2 (Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nunukan, 2012). Budidaya rumput laut, khususnya spesies Eucheuma spinosum, banyak ditemukan di kawasan ini, termasuk di Pulau Sebatik yang berbatasan dengan Malaysia. Eucheuma spinosum merupakan salah satu jenis rumput laut yang dapat tumbuh subur pada kondisi suhu 28-30°C dengan rata-rata 30°C. Ia memiliki kisaran toleransi salinitas 32-34 ppt dengan rata-rata 33 ppt dan lebih menyukai kondisi arus yang cukup kuat yaitu 0,34-0,41 cm/detik, yang membantu membawa nutrisi. Kualitas rumput laut kering merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi karakteristik karagenan yang diekstraksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu karagenan antara lain cara ekstraksi, jenis dan konsentrasi pelarut, serta umur panen rumput laut. Penentuan umur panen yang tepat dapat mempengaruhi kualitas karaginan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Eucheuma spinasum berdasarkan perlakuan pascapanen rumput laut yang berbeda. Rumput laut mempunyai kemampuan menghasilkan senyawa fungsional, salah satunya adalah karagenan yang termasuk dalam golongan karagenofit. Jenis karagenofita yang potensial adalah Eucheuma spinosum. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2022 di Kabupaten Nunukan, yaitu Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan, Laboratorium Nutrisi, dan Laboratorium Kualitas Air. Data penelitian (kadar air, kadar abu, dan kadar sulfat) diolah secara statistik menggunakan ANOVA pada taraf 5% dengan menggunakan aplikasi SPSS. Jika hasilnya berbeda nyata maka digunakan uji Duncan. Pengujian viskositas dianalisis secara deskriptif. Pengujian kadar air dimaksudkan untuk mengetahui kadar air pada keripik Alkali Treated Spinosum (ATS). Kadar air dalam chip ATS sangat mempengaruhi umur simpannya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pompa kini digunakan hampir di semua aspek dalam kehidupan untuk mempermudah mengalirkan berbagai jenis fluida baik dalam dunia industri maupun rumah tangga. Keberadaan laboratorium dan fasilitas–fasilitas atau alat praktek sebagai media pembelajaran sangatlah dibutuhkan sehingga peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dapat berjalan dengan efisien. Dalam tugas akhir ini dilakukan dengan perancangan dan pembuatan alat uji pompa sentrifugal beserta pengujian untuk mengetahui karakteristik terhadap rangkaian pompa dengan pengoperasian secara susunan seri dan paralel. Tugas akhir ini dilaksanakan dengan cara membuat sistem perpipaan yang dapat diatur malalui bukaan katup dan instrumen pengukuran berupa flowmeter dan manometer pada alat uji dan menghitung hasil pengujian pada alat uji pompa sentrifugal susunan seri dan paralel. Hasil perhitungan karakteristik alat uji pompa sentrifugal yang didapat dalam pengujian masing-masing susunan pengoperasian pompa adalah susunan seri didapatkan debit sebesar 2,528 × 10^-4 m^3/s dengan head lebih tinggi daripada susunan paralel dengan nilai head sebesar 15,22 m. Adapun efisiensi dari susunan seri sebesar 7,6 %. Karakteristik alat uji pompa sentrifugal susunan paralel didapatkan nilai debit yang lebih besar dari pada susunan seri dengan nilai debit sebesar 2,721 × 10^-4 m^3/s, nilai head sebesar 12,505 m. Adapun efisiensi dari susunan paralel sebesar 5,8%.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menyelesaikan persoalan matematika memerlukan proses berpikir, baik dalam menganalisis soal hingga menemukan konsep dari penyelesaian masalah tersebut. Salah satu meteri yang tergolong sulit yaitu materi geometri, hal ini karena penyelesaian masalah geometri tidak hanya membutuhkan hafalan rumus melainkan membutuhkan pemahaman konsep. Kemampuan berpikir reflektif dibutuhkan dalam matematika sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan menggunakan konsep yang telah dipelajari sebelumnya untuk mengatasi berbagai kebingungan dalam menyelesaikan masalah matematika. Materi Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan karakteristik berpikir reflektif mahasiswa PGSD Universitas Borneo Tarakan dalam menyelesaikan masalah geometri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data terdiri atas lembar tes, transkip thinkaloud, dan wawancara mendalam. Triangulasi data yang digunakan yaitu triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa memenuhi indikator aspek berpikir reflektif pada aspek techniques, monitoring, insight, dan conceptualization pada saat menyelesaikan masalah geometri. Terdapat empat karakteristik berpikir reflektif mahasiswa dalam menyelesaikan masalah geometri (1) mengalami kebingungan, kemudian ditindaklanjuti, dan menemukan solusi. (2) mengalami kebingungan, kemudian ditindaklanjuti, lalu mengalami kondisi kebingungan lagi, kemudian ditindaklanjuti, kemudian mengalami kebingungan lagi, lalu ditindaklanjuti kembali, dan menemukan solusi. (3) subjek mengalami kebingungan, kemudian ditindaklanjuti, lalu menyadari kesalahan, lalu ditindaklanjuti kembali, kemudian menemukan solusi. (4) subjek mengalami kebingungan, lalu ditindaklanjuti, kemudian menyadari kesalahan, lalu ditindaklanjuti kembali, lalu menyadari kesalahan lagi, kemudian ditindaklanjuti kembali yang akhirnya menemukan solusi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pupuk merupakan salah satu sumber nutrisi utama yang diberikan pada tumbuhan, karena dalam proses pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi tumbuhan memerlukan nutrisi berupa mineral dan air yang menjadi salah satu komponen penting untuk meningkatkan produktivitas tanaman (Dwi, 2007). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik petani sawi, dan mengetahui persepsi petani terhadap penggunaan pupuk kepala udang pada tanaman sawi. Metode penuntuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah quota sampling, yaitu penentuan sampel dengan menentukan jumlah responden yaitu sebanyak 30 orang petani sawi. Metode pengumpulan data menggunakan metode obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif, dan analisis skala likert. Dari penelitian diperoleh hasil sebagai berikut: Pada daerah penelitian sebagian besar petani sawi memiliki umur yang produktif namun mempunyai pendidikan yang relatif rendah, pada daerah penelitian petani sawi didominasi dengan laki-laki yang sebagian besar mempunyai pengalaman usahatani selama 26-30 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap penggunaan pupuk kepala udang termasuk dalam kategori tinggi. Indikator untuk mengukur persepsi dilihat dari Keuntungan relatif, tingkat kerumitan, tingkat kesesuaian, tingkat kemudahan untuk dilihat hasilnya, dan tingkat kemudahan untuk dicoba
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis Kelayakan Finansial Budi Daya Ikan Bandeng (Chanos chanos) di Kota Tarakan Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kelayakan finansial budi daya ikan bandeng di Kota Tarakan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling yaitu dengan mengambil 40 responden dari 110 petambak budi daya ikan bandeng. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari responden melalui wawancara menggunakan kuesioner. Data sekunder yang digunakan pada penelitian diperoleh dari jurnal, skripsi, artikel dan dari dinas terkait yaitu Dinas Perikanan Kota Tarakan. Berdasarkan umur, dapat diketahui bahwa rata-rata umur petambak responden ikan bandeng di Kota Tarakan masih termasuk produktif untuk menjalankan budi daya ikan bandeng. Dari hasil penelitian, penulis menyimpulkan : pertama, tingkat Pendidikan petambak responden di Kota Tarakan masih sangat baik, rata-rata luas lahan yang dimiliki petambak di Kota Tarakan adalah cukup luas untuk memproduksi ikan bandeng lebih banyak lagi, jumlah tanggungan keluarga yang dimiliki petambak responden lebih banyak memiliki jumlah tanggungan yang banyak daripada jumlah tanggungan yang jumlahnya sedikit. Kedua, analisis kelayakan finansial budi daya ikan bandeng menunjukkan R/C ratio sebesar 2,41, BEP Produksi sebesar 39 kg, BEP Harga sebesar Rp 4.714 dan BEP Penerimaan sebesar Rp 388.950. berdasarkan kriteria kelayakan yang telah ditentukan, dapat dikatakan bahwa budi daya ikan bandeng di Kota Tarakan layak untuk dikembangkan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kegiatan penunjang agribisnis merupakan kegiatan yang menentukan keberhasilan kegiatan-kegiatan utama meliputi, Pengadaan input produksi, produksi usahatani, pengolahan hasil, dan pemasaran (Soekartawi, 1999). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik petani sawi, mengetahui pengaruh dari kegiatan penunjang agribisnis terhadap hasil produksi tanaman sawi, dan mengetahui variabel yang paling dominan dalam menentukan keberhasilan usahatani sawi. Metode penuntuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu penentuan sampel secara sengaja dengan pertimbangan dan tujuan tertentu dengan responden sebanyak 30 orang petani sawi. Metode pengumpulan data menggunakan metode obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kuantitatif, analisis regresi linear berganda, analisis regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS. Dari penelitian diperoleh hasil sebagai berikut : Pada daerah penelitian sebagian besar petani sawi memiliki umur yang produktif namun mempunyai pendidikan yang relatif rendah, pada daerah penelitian petani sawi didominasi dengan laki-laki yang sebagian besar mempunyai pengalaman usahatani selama 26-30 tahun. Kegiatan penunjang agribisnis secara simultan mempunyai pengaruh nyata terhadap produksi tanaman sawi. Variabel yang paling dominan dalam membentuk keberhasilan usahatani tanaman sawi adalah Variabel Kredit usahatani dalam PUAP (X3), dengan kontribusi sebesar 32,5%.