ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum ditemukan di masyarakat dan memiliki dampak besar terhadap angka morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Sebagai salah satu penyakit kronis yang memerlukan pengobatan seumur hidup, kepatuhan mengonsumsi obat merupakan salah satu hal yang sangat berperan dalam keberhasilan pengobatan pasien hipertensi. Rendahnya kepatuhan minum obat ini menyebabkan peningkatan penyakit serius hingga kematian. Salah satu faktor yang terbukti mempengaruhi kepatuhan minum obat pasien hipertensi adalah dukungan keluarga. Banyak pasien berhenti minum obat karena merasa sehat atau tidak mendapatkan dukungan yang memadai dari keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi. Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling pada penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel 170 di RSP Krayan dan Puskesmas Long Bawan. Hasil penelitian ini menunjukkan p=0,001 (p0,005) yang berarti dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi di RSP Krayan dan UPT Puskesmas Long Bawan memiliki hubungan yang signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan semakin baik dukungan yang diberikan keluarga kepada pasien, maka semakin besar kemungkinan pasien untuk patuh dalam menjalani pengobatan hipertensi, sehingga diperlukan keterlibatan keluarga sebagai bagian penting dalam upaya pengendalian hipertensi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KONTROL TEKANAN DARAH PADA PASIEN DEWASA DENGAN HIPERTENSI ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang tergolong tinggi serta sering dijuluki sebagai penyakit silent killer karena sering tidak menunjukkan tanda dan gejala, namun beberapa pasien dapat merasakan gejala ketika tekanan darahnya sudah tidak terkontrol. Hipertensi yang tidak terkontrol biasanya diakibatkan oleh tidak patuhnya pasien dalam melakukan kontrol tekanan darah. Efikasi diri, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan dapat menjadi faktor patuhnya pasien dalam melakukan kontrol tekanan darah di fasilitas layanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara efikasi diri, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan terhadap kepatuhan kontrol tekanan darah pada pasien dewasa dengan hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain analitik observasional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 322 pasien hipertensi dengan rentang usia 18 – 59 tahun di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Sampel dalam penelitian ini ditentukan melalui teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa efikasi diri pasien tergolong rendah (66,5%), dukungan keluarga yang dimiliki pasien juga masih kurang (62,4%), dan peran tenaga kesehatan yang diterima pasif (86,6%), serta kepatuhan kontrol tekanan darah pasien masih banyak yang tidak patuh (91,9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan kontrol tekanan darah pada pasien dewasa dengan hipertensi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan salah satu penyakit jangka panjang yang masih banyak ditemukan di masyarakat dan menjadi isu kesehatan di seluruh dunia. Hipertensi adalah suatu kondisi ketika tekanan darah seseorang berada diatas normal, yaitu ≥ 140/90mmhg. Kondisi ini menjadi salah satu masalah kesehatan utama yang dapat meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler apabila tidak dikontrol dengan baik. Untuk mencegah komplikasi, diperlukan pengelolaan yang tepat, termasuk kepatuhan dari penderita hipertensi untuk secara teratur memeriksa tekanan darah di fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepatuhan kontrol tekanan darah pada orang dewasa dengan hipertensi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif observasional. Jumlah sampel sebanyak 660 orang dewasa yang diperoleh dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan tingkat kepatuhan dalam melakukan kontrol tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan 98.2% responden tidak patuh melakukan kontrol tekanan darah setiap bulannya. Sehingga disimpulkan bahwa sebagian besar pasien dewasa dengan hipertensi tidak patuh melakukan kontrol tekanan darah secara rutin ke fasilitas kesehatan. Maka dari itu, penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih lanjut mengenai faktor-faktor kepatuhan dalam kontrol tekanan darah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Early Warning Score (EWS) merupakan sistem yang dirancang untuk mendeteksi dini perburukan kondisi pasien melalui pemantauan tanda-tanda vital. Meskipun telah diterapkan di Rumah Sakit X Kota Tarakan, pelaksanaan EWS belum sepenuhnya optimal. Kepatuhan perawat dalam melakukan monitoring EWS dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, pelatihan, dan beban kerja mental. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pelatihan, dan beban kerja perawat dengan kepatuhan dalam monitoring EWS di ruang rawat inap Rumah Sakit X Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 49 perawat yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji statistik Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (85,7%), telah mengikuti pelatihan EWS (71,4%), dan menunjukkan tingkat kepatuhan tinggi dalam monitoring EWS (95,9%). Sebagian besar responden juga mempersepsikan beban kerja mental tinggi (63,3%). Hasil uji Gamma menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,182), pelatihan (p = 0,153), dan beban kerja mental (p = 0,885) dengan kepatuhan monitoring EWS. Pengetahuan, pelatihan, dan beban kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan perawat dalam monitoring Early Warning Score. Diperlukan pendekatan lain dalam meningkatkan kepatuhan, seperti supervisi rutin, evaluasi implementasi EWS, dan perbaikan sistem pendokumentasian.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi adalah suatu kondisi ketika tekanan darah sistolik mencapai lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg. Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia. Tingginya angka kejadian hipertensi dan belum terkendalinya tekanan darah penderita hipertensi memiliki keterkaitan dengan angka kepatuhan minum obat penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian deskriptif. Responden penelitian sebanyak 188 sampel dan pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan teknik consecutive sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) yang telah teruji validitasnya pada penelitian sebelumnya. Penelitian ini dianalisis secara univariat dengan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian diperoleh data mayoritas responden memiliki tingkat kepatuhan yang sangat tinggi, sementara sebagian kecil memiliki kepatuhan sedang. Hal ini mencerminkan bahwa sebagian besar responden memiliki kedisiplinan yang baik dalam menjalani pengobatan hipertensi. Mayoritas responden hipertensi adalah perempuan, berusia 56-65 tahun, berpendidikan sekolah dasar, dan tidak bekerja. Sebagian besar tidak memiliki penyakit tambahan, rata-rata menderita HT selama 2-5 tahun, serta banyak yang tidak memiliki pendamping minum obat. Hasil ini menunjukkan adanya keberagaman dalam karakteristik demografis dan kondisi kesehatan responden yang berkaitan dengan tingkat kepatuhan mereka dalam mengonsumsi obat.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh tingkat pendapatan, kesadaran wajib pajak, kualitas pelayanan perpajakan dan pengetahuan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor roda dua di kecamatan sekatak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sekatak. Teknik sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Data yang digunakan adalah data primer berupa kuesioner yang berjumlah 83 responden. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode PLS-SEM (Partial least Square – structural Equation Modeling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel tingkat pendapatan, kesadaran wajib pajak dan kualitas pelayanan perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor roda dua. Sedangkan variabel pengetahuan pajak berpengaruh tidak signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor roda dua. Adapun secara simultan variabel tingkat pendapatan, kesadaran wajib pajak, kualitas pelayanan dan pengetahuan pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor roda dua.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keselamatan pasien rumah sakit merupakan suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Kepatuhan perawat diperlukan dalam menerapkan prosedur keselamatan pasien termasuk identifikasi pasien. Apabila setiap tindakan perawat yang dilakukan dengan mematuhi prosedur, tentu akan memberikan hasil yang optimal. Sebaliknya, bila perawat tidak mematuhi prosedur penerapan keselamatan pasien, maka insiden keselamatan pasien akan banyak terjadi. Kepatuhan identifikasi pasien dipengaruhi oleh faktor individu, faktor organisasi, dan faktor psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan idenifikasi pasien di Ruang Rawat Inap RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan variabel independennya meliputi faktor individu (umur, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, status pernikahan, dan tingkat pengetahuan), faktor organisasi (Sumber Daya Manusia, kepemimpinan, dan imbalan (reward) dan faktor psikologis (sikap, motivasi, dan persepsi) sedangkan variabel dependennya adalah kepatuhan identifikasi pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling dengan total jumlah sampel 89 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur kedua variabel. Uji analisis yang digunakan dengan metode chi square dan diperoleh hasil p value usia= 0,013, p value jenis kelamin= 0,001, p value pendidikan= 0,041, p value masa kerja= 0,030, p value status pernikahan= 0,112, p value tingkat pengetahuan= 0,000, p value SDM= 0,016, p value kepemimpinan= 0,000, p value imbalan= 0,000, p value sikap= 0,000, p value status motivasi= 0,112, p value persepsi= 0,000. Kesimpulan : Terdapat faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan identifikasi pasien meliputi faktor individu (umur, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, dan tingkat pengetahuan), faktor organisasi (SDM, kepemimpinan, dan imbalan), dan faktor psikologis (sikap, motivasi, persepsi). Pihak RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan hendaknya dapat meningkatkan program kerja seperti mengadakan pelatihan atau seminar mengenai pelaksanaan identifikasi pasien dan membudayakan kepatuhan identifikasi pasien untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Berdasarkan Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009, Rumah sakit memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan kesehatan yang aman, efektif dan bermutu dengan mengutamakan kepentingan pasien. Salah satu pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kepentingan pasien adalah dalam hal pelaksanaan perencanaan pulang atau discharge planning. Kegagalan dalam memberikan dan mendokumentasikan Discharge Planning dapat berisiko terhadap beratnya penyakit, ancaman hidup, dan disfungsi fisik. Rancangan penelitian ini adalah analitic correlational dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian berjumlah 110 orang yang dipilih berdasarkan teknik purpsove sampling. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan perawat dengan kepatuhan dalam pelaksanaan discharge planning pada pasien rawat inap dengan Pvalue sebesar 0,005 0,05. Perawat yang memiliki pengetahuan kurang memiliki peluang untuk tidak patuh dalam menerapkan discharge planning 3,6 kali lebih tinggi dibandingkan dengan perawat yang memiliki pengetahuan dalam kategori baik. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi tenaga kesehatan khususnya perawat dalam melaksanakan perannya sebagai edukator, diharapkan lebih meningkatkan pengetahuan khususnya dalam pelaksanaan discharge planning agar dapat melaksanakan discharge planning secara baik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK DETERMINAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (STUDI KASUS KANTOR BERSAMA SISTEM ADMINISTRASI MANUNGGAL SATU ATAP TARAKAN) Fathia Roshida (Dr. Pither Palungan, S.E., M.Si) (Djuanda Hatta. S.E.,M.Si) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pengetahuan pajak, kualitas pelayanan, dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor (studi kasus kantor bersama sistem administrasi manunggal satu atap tarakan). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di Kantor Bersama SAMSAT Tarakan. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik sampling aksidental . Data yang digunakan adalah data primer berupa kuesioner yang berjumlah 96 responden. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Pengetahuan Pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor, Kualitas Pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor, dan sanksi pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Adapun secara simultan, variabel pengetahuan pajak, kualitas pelayanan, dan sanksi pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Dan diperoleh hasil koefisien determinasi. Kata Kunci : Kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor, kualitas pelayanan,Pengetahuan pajak, sanksi pajak.