ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH MEDIA MINI BOOKLET UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PELECEHAN SEKSUAL DI SMP NEGERI 9 TARAKAN ABSTRAK Yulia Yudistira, 2025 “Pengaruh Media Mini Booklet Untuk Meningkatkan Pemahaman Pelecehan Seksual di SMP Negeri 9 Tarakan” Pembimbing Utama Tri Cahyono, S.Pd., M.Pd dan Pembimbing Anggota Siti Rahmi, S.Sos I., M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media mini booklet dalam layanan informasi bimbingan dan konseling terhadap pemahaman pelecehan seksual siswa di SMP Negeri 9 Tarakan. Pemahaman pelecehan seksual merupakan kemampuan siswa dalam mengenali, memahami, dan membedakan berbagai bentuk perilaku pelecehan seksual yang meliputi pelecehan fisik, verbal, isyarat, serta tertulis atau gambar. Rendahnya pemahaman siswa terhadap isu tersebut berpotensi menyebabkan perilaku pelecehan seksual sulit dikenali dan dicegah sejak dini. Media mini booklet digunakan sebagai sarana edukatif yang menyajikan materi secara sistematis, ringkas, dan mudah dipahami oleh siswa. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Tarakan yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui skala pemahaman pelecehan seksual yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pemahaman siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi dengan dukungan media mini booklet, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) lebih kecil dari 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media mini booklet berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pemahaman pelecehan seksual siswa di SMP Negeri 9 Tarakan. Dengan demikian, media mini booklet “Speak Up Lawan Pelecehan” dapat dijadikan sebagai media pendukung yang berpengaruh dalam layanan bimbingan dan konseling sebagai upaya preventif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan peduli terhadap isu pelecehan seksual.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan energi di indonesia hingga saat ini masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil, Sementara ketersediaan semaki berkurang dan penggunaanya berdampak buruk terhadap lingkungan. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan sumber daya energi alternatif yang berasal dari bahan terbarukan, salah satunya biomassa. Limbah kulit kakao (Theobroma cacao L.) merupakan hasil samping dari kegiatan perkebunan kakao yang jumlahnya cukup besar dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Kulit kakao mengandung senyawa lignoselulosa yang berpotensi untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif dalam bentuk briket arang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik dan kimia briket yang terbuat dari limbah kulit kakao serta menentukan kelayakan sebagai bahan bakar alternatif berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-6235-2000). Penelitian dilaksanakan pada bulan maret hingga Mei 2025 dengan menggunakan metode deskriftif kuantitatif, yaitu P1 (90% arang : 10% perekat), P2 (85% : 15%), P3 (80% : 20%), dan P4 (75% : 25%), dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kerapatan, kadar abu, nilai kalor, rendemen, serta uji pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan menghasilkan kadar air di bawah 8% dan nilai kerapatan di atas 0,44 g/cm³, sehingga telah memenuhi standar SNI untuk kedua parameter tersebut. Nilai kerapatan tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 0,85 g/cm³, sedangkan kadar air terendah terdapat pada perlakuan P4 sebesar 0,05%. Namun demikian, hasil pengujian kadar abu dan nilai kalor menunjukkan bahwa sebagian besar perlakuan belum memenuhi standar SNI. Nilai kalor tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 sebesar 4.485 kal/g, namun masih berada di bawah batas minimum SNI yaitu 5.000 kal/g. Nilai rendemen arang kulit kakao yang diperoleh sebesar 10,03%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa limbah kulit kakao berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dalam bentuk briket. Namun, diperlukan perbaikan dan optimasi lebih lanjut pada proses karbonisasi dan komposisi perekat agar kualitas briket yang dihasilkan dapat memenuhi standar nasional
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Della Puspita Wulandari, 2025. Pengaruh Bimbingan Kelompok dengan Teknik Mindfulness terhadap Pemahaman Regulasi Emosi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.I., M.Pd dan Pembimbing Anggota Kusumawati, M.Pd. Pemahaman regulasi emosi mengacu pada kemampuan individu dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi secara tepat. Fenomena yang ditemukan di SMA Negeri 1 Tarakan menunjukkan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam mengendalikan respons emosional yang berdampak pada penyesuaian diri dan proses belajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik mindfulness terhadap pemahaman regulasi emosi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Pre Experimental tipe One-Group Pre-Post test. Sampel penelitian berjumlah 8 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa skala regulasi emosi disusun berdasarkan indikator acceptance of emotional responses, engaging in goal-directed behavior, control of emotional responses, dan strategies to emotion regulation. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 0,05, dengan nilai t hitung sebesar 34,489 dan t tabel sebesar 2,365 (df = 7), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Temuan tersebut membuktikan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik mindfulness berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pemahaman regulasi emosi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menegaskan bahwa mindfulness merupakan teknik yang aplikatif dan berpengaruh dalam layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa mengembangkan regulasi emosi yang lebih adaptif dalam kehidupan sehari-hari.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul Studi Ketersediaan Air Tanah pada Berbagai Penggunaan Lahan Pertanian di Kota Tarakan bertujuan untuk mengetahui tingkat ketersediaan air tanah (Air Tanah Tersedia/ATS) dan faktor-faktor yang memengaruhinya pada berbagai jenis tutupan lahan pertanian di Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada April–Agustus 2025 di beberapa kelurahan di Kota Tarakan menggunakan metode survei dengan pengambilan sampel tanah utuh dan analisis laboratorium sifat fisik tanah. Parameter yang diamati meliputi berat volume (BV), berat jenis (BJ), porositas (P), kapasitas lapang (KL), dan titik layu permanen (TLP). Nilai ATS dihitung menggunakan persamaan Thornthwaite dan Mather. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh jenis penggunaan lahan meliputi lahan terbuka, kebun campuran, tanaman sayuran, tanaman buah, dan semak belukar memiliki dan ATS sebesar 100%, yaitu dikatakan ketersediaan air dalam tanah pada berbagai tutupan lahan di Kota Tarakan berada pada kondisi sangat cukup. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketersediaan air tanah meliputi BV, BJ, porositas, KL, dan TLP, yang saling berkaitan dengan tekstur dan struktur tanah. Penelitian ini memberikan informasi penting bagi pengelolaan lahan pertanian di wilayah beriklim lembap seperti Tarakan, di mana curah hujan tinggi dan tekstur tanah yang bervariasi memengaruhi kemampuan tanah menahan air. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal, disarankan dilakukan perbaikan sifat fisik dan kimia tanah melalui penambahan bahan organik seperti pupuk organik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan dan bahan obat tradisional, sehingga kebutuhannya terus meningkat setiap tahun. Namun, peningkatan tersebut belum diikuti oleh produksi yang stabil, kondisi ini menunjukkan perlunya barbaikan teknik budidaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan irisan umbi dan dosis pupuk NPK serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Kota Tarakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah ketebalan irisan umbi bawang merah yang terdiri dari empat perlakuan yaitu; P0: Tanpa pengirisan umbi, P1: Pengirisan 1/2 bagian umbi, P2: Pengirisan 1/3 bagian umbi, P3: Pengirisan 1/4 bagian umbi dan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu; N1: Dosis pupuk NPK 35 gram, N2: Dosis pupuk NPK 50 gram, N3: Dosis pupuk NPK 65 gram. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat basah, berat kering, diameter umbi dan produksi per hektarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengirisan umbi sebesar 1/3 bagian umbi mampu meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah umbi dibandingkan tanpa pengirisan maupun pengirisan 1/2 bagian umbi. Pemberian pupuk NPK dengan dosis 50 gram menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap jumlah umbi dan berat kering dibandingkan dosis rendah 35 gram dan dosis tinggi 65 gram. Interaksi antara ketebalan irisan umbi dan dosis pupuk NPK tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Secara keseluruhan, kombinasi pengirisan umbi 1/3 bagian umbi dengan pemberian pupuk NPK dosis 50 gram memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah yang lebih baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Upaya untuk meningkatkan produksi tanaman terus dilakukan dengan berbagai strategi peningkatan teknologi budidaya. Salah satunya adalah penambahan bahan organik pada lahan pertanaman sawi. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui pengaruh bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil berbagai varietas sawi. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor dan empat ulangan. Faktor pertama adalah jenis bahan organik yang terdiri dari perlakuan tanpa penambahan bahan organik (kontrol), sekam bakar, baglog, dan kompos, faktor kedua adalah jenis sawi yang terdiri dari sawi manis dan sawi pahit. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kompos pada jenis sawi manis menghasilkan tanaman sawi tertinggi (29,46 cm), terbanyak jumlah daunnya (9 helai) dan terluas ukuran luas daunnya (160,2 cm2) serta menghasilkan berat tanaman terberat pada jenis tanaman sawi pahit (101,50 g). Tanaman sawi manis dan sawi pahit menunjukkan perbedaan respon pertumbuhan dan hasil berdasarkan perlakuan pemberian bahan organik. Respon yang dihasilkan dipengaruhi oleh karakter genetik dan pola alokasi fotosintat masing-masing jenis sawi. Bahan organik kompos efektif meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil tanaman sawi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KECAMATAN KOTA TARAKAN Sely Sarina Dr. Witri Yuliawati, S.E., M.Si Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan publik dan indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik di kantor kecamatan Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitaif. Teknik sampel yang digunakan adalah proportional sampling atau sampel berimbang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan kuesioner. Hasil akhir dari penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik di kantor Kecamatan Tarakan Tengah menduduki peringkat pertama dengan nilai akhir sebesar 81,71% yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Kecamatan Tarakan Barat menduduki peringkat kedua dengan nilai akhir sebesar 80,83% yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Kecamatan Tarakan Utara menduduki peringkat ketiga dengan nilai akhir sebesar 77,01% yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Kecamatan Tarakan Timur menduduki peringkat keempat dengan nilai akhir sebesar 76,76% yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Sedangkan indeks kepuasan masyarakat di kantor Kecamatan Tarakan Tengah menduduki peringkat pertama dengan nilai akhir sebesar 89,83 (A / Sangat Baik). Kecamatan Tarakan Barat menduduki peringkat kedua dengan nilai akhir sebesar 89,22 (A / Sangat Baik). Kecamatan Tarakan Utara menduduki peringkat ketiga dengan nilai akhir sebesar 78,14 (B / Baik). Kecamatan Tarakan Timur menduduki peringkat keempat dengan nilai akhir sebesar 75,89 (C / Kurang Baik).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menunjukan kebijakan moneter di Indonesia perlu lebih difokuskan pada pengelolahan stabilitas nilai tukar dan pengendalian jumlah uang beredar guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga stabilitas inflasi dan sistem keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi, suku bunga, nilai tukar dan jumlah uang beredar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 2010-2024. Hasil penelitian dengan model regresi linier berganda di peroleh model persamaan Ý = 6,166-0,047Χ1+0,051Χ2+0,291Χ3+0,264Χ4. Hasil uji t secara parsial menunjukan bahwa inflasi (Χ1) dan suku bunga (Χ2) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan nilai tukar (Χ3) dan jumlah uang beredar (Χ4) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hasil uji F secara simultan menunjukan bahwa inflasi(Χ1), suku bunga(Χ2), nilai tukar(Χ3) dan jumlah uang beredar(Χ4) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi(Ý) di Indonesia nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,984 mengindikasikan bahwa variabel independen(Χ) memiliki hubungan yang sangat erat terhadap variabel dependen(Ý).
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII di SMPN 9 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu pre-eksperimental (One Group Pretest-Posttest Design). Desain penelitian One Group Pretest-Posttest adalah penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja, yang diukur dengan pretest dan posttest pada subjek yang akan diteliti. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-3 yang berjumlah 30 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata rata kemampuan awal siswa adalah 52,27. Nilai rata-rata kemampuan awal siswa tersebut mengalami peningkatan menjadi 84 setelah penerapan model pembelajaran discovery learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor n-gain berada pada kategori sedang sebesar 0,66. Nilai tersebut kemudian diinterpretasikan menjadi 66% yang mengindikasikan bahwa model Discovery Learning memberikan peningkatan yang cukup efektif terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Selanjutnya, uji t digunakan untuk memperkuat hasil perhitungan n-gain. Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-Test bahwa t_hitung= 13,3281 > t_tabel =1,6991 yang artinya H_0 ditolak dan H_1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep matematis siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Discovery Learning. Dengan demikian, model Discovery Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII di SMPN 9 Tarakan, yang ditunjukkan oleh skor n-gain kategori sedang sebagai kategori tingkat peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dan diperkuat oleh hasil uji t yang menunjukkan perbedaan rata-rata yang signifikan antara nilai rata-rata pretest dan posttest.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kedisiplinan adalah suatu sikap mengikuti dan menaati semua peraturan dengan tertib dan teratur serta dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan bertanggung jawab. Kurangnya kedisiplinan ditemukan di SMP Nageri 14 Tarakan, banyak kendala kedisiplinan pada peserta didik seperti, terlambat masuk sekolah, atribut seragam yang kurang lengkap dan beberapa peserta didik sering terlambat mengumpulkan tugas ataupun tidak mengerjakan tugas. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilaksanakannya layanan dengan teknik self-management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self-management terhadap kedisiplinan peserta didik di SMP Negeri 14 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-experiment one-group pretest-posttest. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan populasi sebanyak 191 peserta didik dan sampel berjumlah 10 peserta didik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrument berupa skala likert tentang kedisiplinan. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji wilcoxon signed rank. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji wilcoxon signed rank dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik self-management terhadap kedisiplinan peserta didik di SMP Negeri 14 Tarakan
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL TERHADAP BULLYING FISIK SISWA DI KELAS VII SMP NEGERI 9 TARAKAN Pengaruh Layanan Bimbingan Klasikal Terhadap Bullying Fisik Siswa di Kelas VII SMP Negeri 9 Tarakan. Bullying fisik adalah bullying yang dilakukan secara langsung dan di lakukan yang mengarah ke anggota fisik korban, beberapa dari tindakan bullying fisik adalah berupa memukul, menendang, mendorong, menjambak, mencubit. Jenis Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen yaitu desain penelitian Pre-eksperimental design dengan model One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa angket. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa adanya bullying fisik antara siswa kelas VII seperti mencakar, menggigit dan menampar. Populasi penelitian ini adalah 250 siswa kelas VII di SMP Negeri 9 Tarakan dan menggunakan metode Simple Random Sampling untuk pengambilan sampel, yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 siswa. Pada pemberian pretest pada siswa yang berjumlah 32 siswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini hasilnya menunjukkan terdapat kategori tinggi. Sedangkan pada pemberian posttest menunjukkan hasil kategori sedang dan rendah. Adapun hasil dari uji hipotesis menggunakan uji wilcoxon mendapatkan hasil bahwa Asymp.Sig.(2-tailed) bernilai 0,000. Kerena nilai 0,000 lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa “Ha diterima”. Artinya ada perbedaan antara hasil bullying fisik untuk pretest dan posttest, sehinggga dapat disimpulkan pula bahwa “Terdapat pengaruh bimbingan klasikal terhadap bullying fisik siswa di kelas VII SMP Negeri 9 Tarakan”.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berlatar Indonesia sebagai produsen CPO terbesar dunia menghadapi tantangan serius terkait produktivitas tenaga kerja pemanen, termasuk di PT. Karangjuang Hijau Lestari 1. Rendahnya produktivitas tidak hanya menurunkan efisiensi produksi, tetapi juga kualitas bahan baku PKS. Tujuan penelitian ini 1. Mengetahui pengaruh faktor ekonomi, sosial dan lingkungan terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit 2. Mengetahui faktor yang paling memberikan pengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit 3. Mengetahui strategi yang tepat untuk diterapkan guna meningkatkan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit 4. Menetapkan alternatif prioritas strategi yang diterapkan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan pengambilan sampel menggunakan teknik sensus terhadap 75 pasangan keluarga tenaga panen. Analisis data dilakukan melalui Partial Least Square (PLS) untuk menguji model pengukuran (outer model) dan model struktural (inner model), serta matriks SWOT untuk merumuskan strategi peningkatan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk merumuskan strategi prioritas peningkatan produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit PT. Karangjuang Hijau Lestari 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. faktor ekonomi, social dan lingkungan memiliki pengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja panen kelapa sawit. 2. Faktor Sosial merupakan variabel paling kuat dengan path coefficient 0,409, sedang faktor ekonomi dengan path coefficient 0,339 dan factor lingkungan dengan path coefficient 0,240. 3. Strategi peningkatan produktivitas yang direkomendasikan adalah strategi organisasi yang aplikatif, kontekstual, dan adaptif terhadap dinamika lapangan. Strategi ini berada pada Kuadran II adalah ST 4. Strategi alternatif prioritas yang paling tepat untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja pemanen adalah strategi Weakness–Opportunities (WO), yaitu pelatihan teknis panen dan perbaikan sistem distribusi alat kerja.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman Nipah (Nypa fruticans) adalah mangrove dari keluarga palem, dan pelepahnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber selulosa. α-selulosa merupakan adalah fraksi selulosa bermassa molekul tinggi yang tidak larut dalam NaOH 17,5% dan dianggap sebagai selulosa berkualitas tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh konsentrasi NaOH terhadap karakteristik α-selulosa dari delignifikasi pelepah nipah (Nypa fruticans) melalui pengujian rendemen dan kadar α-selulosa. Metode penelitian ini ada tiga tahapan yakni tahapan pertama preparasi sampel, tahap kedua delignifikasi sampel, tahap ketiga adalah analisis α-selulosa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh konsentrasi NaOH terhadap nilai rendemen α-selulosa hasil dari delignifikasi pelepah nipah (Nypa fruticans) (Sig. > 0,05). Perlakuan terbaik adalah konsentrasi NaOH 10% dengan nilai rendemen sebesar 18,27% ± 0,01% dan kadar α-selulosa sebesar 81,58% ± 3,07%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengelolaan air yang efisien sangat penting untuk mendukung pertanian berkelanjutan di tengah meningkatnya kelangkaan air akibat perubahan iklim. Praktik irigasi konvensional sering menyebabkan kehilangan air yang besar, sedangkan irigasi tetes memungkinkan penyaluran air secara presisi langsung ke zona perakaran sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas tanaman. Seledri (Apium graveolens L.), sebagai tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan sistem perakaran dangkal, sangat peka terhadap cekaman air dan membutuhkan kondisi kelembapan tanah yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pengaruh lama waktu irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri dan menentukan durasi irigasi tetes terbaik guna mendukung pertumbuhan tanaman seledri, (2) Membandingkan efisiensi penggunaan air antara sistem irigasi konvensional dan sistem irigasi tetes pada berbagai durasi waktu, (3) Melakukan analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri. Penelitian dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada Desember 2024 hingga Desember 2025. Perlakuan yang diuji meliputi irigasi tetes dengan durasi penyiraman 10, 15, dan 20 menit yang dilakukan dua kali sehari, serta penyiraman konvensional sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi irigasi tetes 20 menit menghasilkan pertumbuhan dan produksi tertinggi, dengan tinggi tanaman 17,78 cm, jumlah daun 11,78 helai, jumlah anakan 4,33, berat segar 64,03 g, dan berat kering 11,17 g. sedangkan efisiensi penggunaan air terbaik diperoleh pada durasi 10 menit sebesar 0,0033 m3/s. Analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri dengan total biaya produksi sebesar Rp. 2.101.622, total penerimaan Rp.3.660.000, dan total pendapatan Rp. 1.558.378. Nilai R/C Ratio 1,74, nilai B/C Ratio sebesar 1,34, dan BEP 0,46.