Profil penulis
ANGGRAINI
23 karya publik ditemukan.
IMPLEMENTASI MODEL PENTAHELIX DALAM PENGEMBANGAN UMKM KOTA TARAKAN PADA SEKTOR INDUSTRI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor industri di Kota Tarakan dalam menggerakkan ekonomi lokal, yang dalam pengembangannya masih menghadapi berbagai hambatan seperti koordinasi lintas sektor yang belum terintegrasi, kendala permodalan, tingginya biaya logistik, serta rendahnya literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model Pentahelix, mengidentifikasi peran masing-masing unsur, mengetahui kendala pelaksanaan, serta merumuskan strategi peningkatan efektivitas kolaborasi dalam pengembangan UMKM sektor industri di Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap 13 informan kunci yang merepresentasikan unsur pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima unsur Pentahelix telah menjalankan fungsi dasarnya masing-masing, namun sinergi antar-aktor masih berjalan secara parsial, belum terintegrasi secara optimal. Kendala utama meliputi koordinasi yang belum terpadu, masalah pembiayaan di lapangan, serta keterbatasan pemasaran digital. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya konsolidasi kelembagaan melalui konsorsium Pentahelix, hilirisasi riset akademik berbasis bahan baku lokal, serta penguatan rantai pasok logistik dan kemitraan bisnis-media yang adil guna mewujudkan pengembangan UMKM sektor industri yang berdaya saing dan berkelanjutan di Kota Tarakan.
Penerapan Teknik Expressive Writing dalam Asuhan Keperawatan dengan Masalah Self Injury
Di tengah meningkatnya permasalahan kesehatan mental pada dewasa muda, perilaku self injury atau menyakiti diri sendiri menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian global. Self injury merupakan tindakan melukai diri sendiri secara sengaja tanpa tujuan mengakhiri hidup yang dilakukan sebagai cara untuk meredakan tekanan emosional yang dirasakan individu. Salah satu intervensi yang dapat membantu individu mengekspresikan emosi secara lebih adaptif adalah teknik expressive writing. Efektivitas teknik expressive writing dalam membantu individu memahami dan mengelola pengalaman emosional yang dialaminya. Sebanyak dua orang klien dengan kecenderungan self injury diberikan Tindakan Keperawatan Ners, kemudian dilanjutkan dengan intervensi inovasi berupa teknik expressive writing yang dilaksanakan selama lima sesi. Kedua klien dilakukan pengukuran menggunakan kuesioner Self Injury dan Difficulties in Emotion Regulation Scale Short Form (DERS-SF) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pemberian asuhan keperawatan, skor self injury pada kedua klien mengalami peningkatan, namun masih berada pada kategori sedang. Skor DERS-SF juga mengalami peningkatan, tetapi tetap berada pada kategori sedang. Setelah diberikan intervensi expressive writing, skor self injury pada kedua klien kembali meningkat sehingga kategori berubah dari sedang menjadi rendah. Sementara itu, skor DERS-SF juga meningkat, namun kategorinya tetap berada pada kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan keperawatan dan expressive writing meningkatkan kemampuan koping dan regulasi emosi, serta menurunkan kecenderungan self injury pada kedua klien. Penerapan Expressive Writing sebagai intervensi inovasi dalam asuhan keperawatan jiwa membantu menurunkan kecenderungan self injury dan mengembangkan mekanisme koping yang lebih adaptif, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai intervensi pendamping pada klien dengan perilaku self injury.
STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI KAWASAN WISATA MANGROVE KAMPUNG BAHARI NUSANTARA KOTA TARAKAN
Mangrove merupakan ekosistem pesisir yang berperan penting dalam mendukung stabilitas lingkungan serta menopang kehidupan masyarakat pesisir, salah satunya di Kampung Bahari Nusantara (KBN) yang ekosistem mangrovenya masih terjaga kealamiannya. Meskipun kondisi vegetasinya masih tergolong baik, kawasan ini tetap menghadapi tekanan seiring berkembangnya kawasan sekitar, salah satunya berupa minimnya pemahaman masyarakat tentang fungsi ekologis mangrove serta keberadaan dermaga angkatan laut Lantamal XIII Tarakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas mangrove berdasarkan Indeks Kekayaan Spesies, Keanekaragaman, Keseragaman, Dominansi, dan Nilai Penting, serta mengkaji kualitas perairan sebagai pendukungnya. Penelitian dilaksanakan pada Februari - Maret 2026 menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode purposive sampling pada tiga stasiun pengamatan, masing-masing terdiri atas 5 plot berukuran 10×10 m (pohon), 5×5 m (anakan), dan 1×1 m (semai). Hasil penelitian menemukan lima jenis mangrove, yaitu Avicennia alba, Avicennia marina, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Sonneratia alba, dengan indeks kekayaan spesies tergolong rendah di seluruh stasiun (I = 0,539; II = 0,416; III = 0,486), indeks keanekaragaman tergolong rendah di seluruh stasiun (I = 0,272; II = 0,248; III = 0,602), indeks keseragaman Stasiun I dan II tergolong sedang (0,569 dan 0,520) sedangkan Stasiun III tergolong tinggi (0,861), serta indeks dominansi Stasiun I dan II tergolong tinggi (0,669 dan 0,700) sedangkan Stasiun III tergolong sedang (0,306). Sonneratia alba tercatat sebagai spesies paling dominan dengan Indeks Nilai Penting tertinggi 257,7%. Kadar oksigen terlarut tergolong rendah akibat tingginya dekomposisi serasah, sementara salinitas, pH, dan suhu masih dalam kisaran yang mendukung pertumbuhan mangrove. Hasil ini menunjukkan struktur komunitas mangrove di kawasan ini secara keseluruhan mencerminkan ekosistem yang belum stabil secara ekologis, di mana proses suksesi masih berlangsung menuju komunitas yang lebih beragam dan seimbang.
PERSETUJUAN LINGKUNGAN KEGIATAN USAHA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2023 TENTANG CIPTA KERJA DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang kemudian ditetapkan menjadi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 membawa perubahan mendasar dalam sistem perizinan di Indonesia. Salah satu perubahan tersebut adalah penggantian izin lingkungan menjadi persetujuan lingkungan yang terintegrasi dalam sistem perizinan berusaha berbasis risiko. Perubahan ini menimbulkan berbagai pandangan mengenai kedudukan dan fungsi persetujuan lingkungan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta dampaknya terhadap pembangunan berkelanjutan. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah tipe penelitian hukum normatif yakni penelitian pada asasnya merupakan penelitian doktrinal atau penelitian hukum teoretis. Pendekatan perundang-undangan (statue approach) pada dasarnya dilakukan dengan menelaah semua peraturan perundang-undangan yang bersangkutan paut dengan permasalahan isu hukum yang sedang dihadapi terkait dengan konsep persetujuan lingkungan sebagai model perizinan berusaha dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Pendekatan konseptual (conseptual approach) adalah pemahaman terhadap pandangan atau doktrin yang berkembang dalam ilmu hukum dapat menjadi pijakan untuk membangun argumentasi hukum ketika menyelesaikan permasalahan isu hukum yang sedang dihadapi terkait dengan dampak persetujuan lingkungan terhadap pembangunan berkelanjutan. Bahwa persetujuan lingkungan merupakan model perizinan yang berfungsi sebagai instrumen pengendalian administratif dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, Bahwa persetujuan lingkungan memiliki dampak yang bersifat dualisme terhadap pembangunan berkelanjutan, persetujuan lingkungan pada dasarnya mendukung pembangunan berkelanjutan karena berupaya menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada konsistensi pengawasan dan pelaksanaan ketentuan perlindungan lingkungan hidup.
Pengaruh lama dan suhu pengeringan terhadap kualitas tepung buah Nipah(Nypa fruticans) sebagai bahan pangan fungsional
Buah nipah (Nypa fruticans) merupakan sumber daya lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional karena mengandung karbohidrat dan serat pangan yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, pemanfaatan buah nipah dalam bentuk tepung masih terbatas, serta belum adanya standar proses pengolahan, khususnya pada tahap pengeringan. Lama dan suhu pengeringan diduga memengaruhi kualitas tepung yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama pengeringan, suhu pengeringan, serta interaksi keduanya terhadap kualitas tepung buah nipah sebagai bahan pangan fungsional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Oktober 2025 di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama adalah lama pengeringan yang terdiri atas 300 menit, 360 menit, dan 420 menit, sedangkan faktor kedua adalah suhu pengeringan yang terdiri atas 70°C, 80°C, dan 90°C, dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar protein, kadar serat kasar, serta uji organoleptik (warna, aroma, dan tekstur). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama dan suhu pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar air dan kadar serat kasar tepung buah nipah, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar protein. Semakin lama waktu dan semakin tinggi suhu pengeringan, kadar air dan serat kasar cenderung menurun. Perlakuan lama pengeringan 420 menit dan suhu 90°C menghasilkan kadar air terendah, sedangkan kadar serat kasar tertinggi diperoleh pada lama pengeringan 300 menit dan suhu 70°C. Uji organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan dengan lama dan suhu pengeringan yang lebih rendah menghasilkan warna tepung yang lebih cerah, aroma khas tepung, dan tekstur yang lebih halus.
Pengaruh Teknik Self-Management Terhadap Kedisiplinan Peserta Didik Di SMP Negeri 14 Tarakan
Kedisiplinan adalah suatu sikap mengikuti dan menaati semua peraturan dengan tertib dan teratur serta dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan bertanggung jawab. Kurangnya kedisiplinan ditemukan di SMP Nageri 14 Tarakan, banyak kendala kedisiplinan pada peserta didik seperti, terlambat masuk sekolah, atribut seragam yang kurang lengkap dan beberapa peserta didik sering terlambat mengumpulkan tugas ataupun tidak mengerjakan tugas. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilaksanakannya layanan dengan teknik self-management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self-management terhadap kedisiplinan peserta didik di SMP Negeri 14 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-experiment one-group pretest-posttest. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan populasi sebanyak 191 peserta didik dan sampel berjumlah 10 peserta didik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrument berupa skala likert tentang kedisiplinan. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji wilcoxon signed rank. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji wilcoxon signed rank dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik self-management terhadap kedisiplinan peserta didik di SMP Negeri 14 Tarakan
EKSPLORASI PERSEPSI SISWA JURUSAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL TERHADAP PENGGUNAAN KONTEKS BATIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi siswa Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Negeri 4 Tarakan terhadap penggunaan konteks batik sebagai pendekatan etnomatematika dalam pembelajaran matematika. Latar belakang penelitian berangkat dari permasalahan rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap matematika yang sering dianggap abstrak, sulit, serta jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, matematika memiliki kedekatan yang kuat dengan berbagai aktivitas budaya, termasuk pola dan struktur yang terdapat pada motif batik. Melalui pemanfaatan konteks batik, pembelajaran matematika diharapkan menjadi lebih konkret, bermakna, dan relevan dengan pengalaman siswa sehingga pembelajaran terasa lebih dekat dengan realita mereka dalam kehidupan nyata sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta catatan lapangan. Partisipan penelitian terdiri dari 10 siswa kelas XI DKV yang memiliki pengetahuan tentang ornamen batik dan cukup unggul dalam memahami pembelajaran matematika. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, yang kemudian divalidasi menggunakan teknik triangulasi dan member check untuk memastikan keakuratan temuan serta meningkatkan kepercayaan data sehingga hasil penelitian semakin dapat dipertanggungjawabkan secara baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memberikan persepsi positif terhadap penggunaan batik sebagai konteks pembelajaran matematika. Siswa menyatakan bahwa menggabungkan konsep matematika dengan motif batik membuat pembelajaran lebih menarik, menyenangkan, mudah dipahami, dan tidak membosankan. Berbagai konsep matematika berhasil diidentifikasi siswa pada motif batik, seperti transformasi geometri (translasi, rotasi, dan refleksi) serta bangun datar (segitiga, lingkaran, dan persegi panjang) pada motif Bultiya, Kawung, Obar-Abir, Bunga Raye, dan Shaho. Selain meningkatkan pemahaman konsep, pendekatan ini juga menumbuhkan motivasi belajar serta kecintaan siswa terhadap budaya lokal dan identitas daerah. Meskipun demikian, beberapa siswa yang kurang memahami etnomatematika menunjukkan persepsi yang lebih rendah. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan konteks batik dalam pembelajaran matematika efektif dalam meningkatkan pemahaman, minat belajar, dan penghargaan terhadap budaya daerah secara nyata dan berkelanjutan.
PROTOTYPE SISTEM DETEKSI DAN PENGHITUNG OBJEK SECARA REAL-TIME UNTUK INDUSTRI MANUFAKTUR DENGAN ALGORITMA YOLOv4
Era digitalisasi menciptakan tantangan baru dalam pengelolaan persediaan industri manufaktur. Sistem penghitungan objek konvensional berbasis sensor infrared memiliki keterbatasan akurasi dan fleksibilitas dengan jarak deteksi maksimal 15 cm serta rentan gangguan pencahayaan. Penelitian ini mengusulkan prototype sistem otomatis berbasis computer vision untuk mendeteksi dan menghitung objek secara real-time menggunakan deep learning dengan algoritma YOLOv4. Sistem ini dirancang untuk mengotomatiskan tugas penghitungan jumlah produk di jalur produksi, mengurangi kesalahan manual, dan meningkatkan efisiensi produksi. Pengujian dilakukan menggunakan sistem conveyor dengan dua kecepatan berbeda untuk mendeteksi kaleng minuman dan kemasan snack. Data uji terdiri dari 5.706 citra yang diambil dari hasil deteksi real-time dalam 10 pengambilan data. Sistem monitoring visual menggunakan webcam beresolusi 1080P yang dipasang pada ketinggian 65 cm dari permukaan conveyor belt. Analisis data menggunakan metrik F-Measure, akurasi, precision, dan recall, berdasarkan confusion matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi objek secara real-time dengan performa optimal pada kecepatan conveyor belt dengan kecepatan 43 RPM, menghasilkan F-Measure rata-rata 81% dan akurasi keseluruhan 70,6%. Pada kecepatan 43 RPM precision mencapai 95,7% untuk kaleng minuman dan 97,8% untuk kemasan snack, dengan recall masing-masing 66,6% dan 73,1%. Sedangkan dengan kecepatan 59 RPM menghasilkan F-Measure rata-rata 77,7% dan akurasi 65,8%. Pada kecepatan 59 RPM precision mencapai 100% untuk kaleng minuman dan 93,4% untuk kemasan snack, dengan recall masing-masing 67,3% dan 62,7%. Model YOLOv4 menunjukkan konsistensi precision tinggi di atas 93% untuk semua konfigurasi, mengindikasikan reliabilitas dalam menghindari false positive. Namun, variabilitas recall antara 62,7%-73,1% menunjukkan masih terdapat ruang perbaikan untuk meminimalkan false negative. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan teknologi otomatisasi sektor manufaktur, khususnya penerapan computer vision dan deep learning untuk pengelolaan inventaris dengan sistem yang dapat diadaptasi sesuai karakteristik objek target dan persyaratan kecepatan operasional.
Hubungan Pengetahuan Perubahan Iklim Terhadap Stres, Kecemasan dan Depresi Masyarakat di Daerah Perbatasan
Perubahan iklim merupakan ancaman serius terhadap kesehatan global, berdampak signifikan pada suhu, pola curah hujan, dan kesehatan mental masyarakat. Penelitian ini menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang perubahan iklim dan tingkat stres, kecemasan, serta depresi di masyarakat Aji Kuning, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 216 responden yang berusia 18-30 tahun. Penelitian ini menggunakan dua instrumen berupa kuesioner, yaitu kuesioner pengetahuan masyarakat tentang perubahan iklim dan DASS-21. Kuesioner pertama mengukur pengetahuan tentang perubahan iklim, sedangkan DASS-21 menilai kecemasan, depresi, dan stres. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman rank. Hasil menunjukkan hubungan negatif signifikan antara pengetahuan tentang perubahan iklim dan tingkat stress dengan koefisien -0,328 p < 0,001. Temuan juga menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dan kecemasan dengan koefisien -0,328 p < 0,001, serta hubungan signifikan antara pengetahuan dan depresi dengan koefisien -0,260 p < 0,001. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang rendah mengenai perubahan iklim berhubungan signifikan dengan tingginya tingkat stres, kecemasan, dan depresi di masyarakat, sehingga diperlukan intervensi pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman serta kesehatan mental di komunitas, terutama di daerah perbatasan.
PENGARUH MANAJEMEN RISIKO PENGENDALIAN INTERNAL DAN SISTEM AKUNTANSI TERHADAP EFEKTIVITAS KREDIT PADA CREDIT UNION DAYA LESTARI TP SUNGAI KAYAN
The purpose of this study was to analyze the effect of risk management, internal control and accounting systems on credit effectiveness at Daya Lestari Tp Sungai credit union using Multiple Linear Regression. This research is a type of quantitative research, The population in this study were employees and friends of the Daya Lestari Tp Sungai Kayan credit union totaling 165. The number of samples in this study was 63 respondents taken using a random sampling technique of determining the sample using the Slovin formula. The data collection method used a questionnaire. The results of this study indicate that the significance value for the risk management variable is 0.558 (> 0.05), so the effect is not significant. This shows that the implementation of risk management in the company may not be optimal in identifying and managing risks effectively to improve credit effectiveness. Internal control has a partial effect on credit effectiveness with a significance value (Sig) of 0.000. The accounting system has a partial effect on credit effectiveness with a significance value (Sig) of 0.024. Risk management, internal control and accounting systems simultaneously affect credit effectiveness with a significance value (Sig) = 0.000. The combination of these three factors is important to improve credit effectiveness in the company.
Pengaruh E-Service Quality, Kesadaran Merek, Kepercayaan, Word Of Mouth, dan Kepuasan Terhadap Loyalitas Pelanggan Pada Pengguna Aplikasi Shopee (Studi Kasus Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh e-service quality, kesadaran merek, kepercayaan, word of mouth, dan kepuasaan terhadap loyalitas pelanggan pada pengguna aplikasi shopee. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah Mahasiswa/i Universitas Borneo Tarakan yang telah melakukan pembelian produk di Shopee dengan jumlah sampel 170 responden. Metode analisa yang dipakai yakni analisa regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel e-service quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, kesadaran merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, word of mouth berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, dan kepuasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan pada aplikasi shopee.
Penggunaan Bahasa Prokem pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan
Penelitian ini betujuan untuk mengetahui Penggunaan Bahasa Prokem pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yang berupa kata-kata tertulis. Objek penelitian ini adalah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Data dikumpulkan dengan cara menyimak, merekam, dan mencatat. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan terdapat 50 data yang dimana data ini telah diklasifikasikan sesuai 5 jenis Bahasa Prokem diantaranya Bahasa Prokem Akronim, Bahasa Prokem Singkatan, Bahasa Prokem Fonem, Bahasa Prokem Metatesis dan Bahasa Prokem Pengaruh Bahasa Asing.
Peran Taman Berkampung Terhadap Kesejahteraan Pelaku Usaha di Taman Berkampung Kota Tarakan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan kesejahteraan pelaku usaha di taman berkampung Kota Tarakan. Teknik analisis data menggunakan skala likert dan analisis pendapatan usaha. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik random sampling dan menggunakan pengambilan sampel dengan rumus slovin didapatkan sampel 62 responden. Hasil penelitian menggunakan indikator kesejahteraan sosial dan ekonomi menunjukkan bahwa perhitungan skala likert dengan hasil konversi sebesar 90,53% termasuk dalam kriteria persentase kategori Sangat Sejahtera. Dan dari hasil perhitungan analisis pendapatan usaha pada penelitian ini diperoleh rata-rata hasil bersih pelaku usaha taman berkampung Kota Tarakan sebesar Rp 2.742.209 melebihi dari rata-rata hasil bersih pekerja informal Kota Tarakan sebesar Rp 2.253.855 maka dapat dikatakan Sejahtera, sehingga dapat disimpulkan taman berkampung berperan dalam kesejahteraan pelaku usaha di taman berkampung Kota Tarakan.
PENGARUH PENGETAHUAN PERPAJAKAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP KESADARAN MEMBAYAR PAJAK MELALUI KEPERCAYAAN WAJIB PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI DI KOTA TARAKAN
Tujuan dari penelitian ini adalah (i) untuk mengetahui secara parsial pengaruh pengetahaun perpajakan dan tingkat pendidikan terhadap kepercayaan wajib pajak, (ii) untuk mengetahui secara simultan pengaruh pengetahaun perpajakan dan tingkat pendidikan terhadap kepercayaan wajib pajak, (iii) untuk mengetahui secara parsial pengaruh pengetahaun perpajakan, tingkat pendidikan dan kepercayaan wajib pajak terhadap kesadaran membayar pajak, dan (iv) untuk mengetahui secara simultan pengaruh pengetahaun perpajakan dan tingkat pendidikan terhadap kesadaran membayar pajak melalui kepercayaan wajib pajak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan angket/kuesioner kepada 84 responden yang merupakan wajib pajak penghasilan orang pribadi di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian ini adalah analisis jalur Hasil penelitian (i) secara parsial menunjukan bahwa pengetahuan perpajakan berpengaruh positif terhadap kepercayaan wajib pajak, sedangkan tingkat pendidikan berpengaruh negatif terhadap kepercayaan wajib pajak, (ii) Secara simultan pengetahuan perpajakan dan tingkat pendidikan berpengaruh positif terhadap kepercayaan wajib pajak, (iii) pengetahuan perpajakan berpengaruh secara parsial terhadap kesadaran membayar pajak sedangkan tingkat pendidikan dan kepercayaan wajib pajak tidak berpengaruh terhadap kesadaran membayar pajak. (iv) Sedangkan pengetahuan perpajakan dan tingkat pendidkan berpengaruh secara langsung terhadap kesadaran membayar pajak melalui kepercayaan wajib pajak.
PENGEMBANGAN GAME TEKA-TEKI SILANG UNTUK MEMPERKENALKAN STRES AKADEMIK SISWA DI MTS NEGERI TARAKAN
Kiki Marselia Anggraini, 2023, “Pengembangan Game Teka-teki Silang Untuk Memperkenalkan Stres Akademik Siswa Di MTs Negeri Tarakan”, dibimbing oleh Riski Sovayunanto, S. Psi, M, Si, dan Tri Cahyono, M. Pd . Stres Akademik merupakan sebuah bentuk dari tekanan-tekanan yang terjadi pada siswa yang di akibatkan oleh persaingan dan tuntutan akademik sehingga diperlukan layanan bimbingan klasikal yang inovatif terkait stress akademik. Layanan inovatif terdiri dari media yang digunakan disesuaikan dengan pola pikir dan kebutuhan siswa agar layanan klasikal yang diberikan tidak monoton atau membosankan. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana kelayakan media permainan teka-teki silang dalam mengenalkan stress akademik siswa MTS Negeri Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengembangan atau Research and Development (R&D). Permainan teka-teki silang ini diuji oleh ahli media, ahli materi dan menggunakan kelompok kecil sebanyak 41 siswa. Hasil penilaian ahli media sebesar 9,3 atau 75%, ahli meteri memberikan nilai 7,6 atau 70,1%, dengan total keseluruhan skor dari kelas delapan yaitu 1451 atau 85% artinya media permainan teka teki silang dikatakan layak. Hal ini di perkuat oleh hasil uji skala kecil pada kelas 7 yaitu 84,6 atau 85% sehingga secara keseluruhan permainan teka-teki silang dengan media power poin layak digunakan.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL SISTEM AGROFORESTRI DI KOTA TARAKAN (STUDI KASUS DI AGROFORESTRI BAPAK ZULKIPLI, BINAAN UPTD. KPH TARAKAN)
Keragaman jenis output yang dihasilkan agroforestri dianggap mampu mengatasi permasalahan dalam hal pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan, kelayakan finansial dan faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan agroforestri milik Bapak Zulkipli. Metode yang digunakan untuk tujuan analisis kelayakan finansial terdiri atas Net Present Value (NPV), Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit-Cost Ratio (Gross B/C), Internal Rate of Return (IRR), dan Analyze Payback Period (APP). Sedangkan metode untuk menjawab faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberlanjutan agroforestri dengan analisis micmac. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Dari hasil analisis kelayakan finansial, pendapatan yang akan diperoleh selama 15 tahun pengelolaan agroforestri komponen bebek sebesar Rp. 271.448.525, komponen lebah kelulut sebesar Rp. 16.412.256 dan komponen kayu putih sebesar Rp. 66.581.673. Nilai NPV komponen bebek sebesar Rp. 763,352.527 > 1, lebah kelulut sebesar Rp. 34.940.031 > 1 dan kayu putih sebesar Rp. 434.776.915 > 1, maka agroforestri layak dijalankan. Net B/C komponen bebek 39,13 > 1, lebah kelulut 2,67> 1 dan kayu putih 22,41 > 1, maka usaha agroforestri layak dijalankan. Gross B/C komponen bebek 5,16 >1, lebah kelulut 1,33 >1 dan kayu putih 2,67 > 1, maka usaha layak dijalankan. IRR komponen bebek 42% > 8%, lebah kelulut 31% > 8% dan kayu putih 42% > 8% maka usaha agroforestri akan mengalami peningkatan usaha. Payback Period komponen bebek selama 1 tahun, lebah kelulut selama 7 tahun 4 bulan dan kayu putih selama 1 tahun 9 bulan. Dari hasil kelayakan yang diperoleh, faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan agroforestri di antaranya infrastruktur, kelembagaan, modal teknologi tepat guna, stakeholder, tingkat pendidikan petani, pengalaman petani hutan, pendampingan terhadap petani hutan, harga produk, perluasan pasar distribusi, kualitas produk dan nilai tambah.
DESKRIPSI MISKONSEPSI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH PECAHAN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 031 TARAKAN
JENIS PENELITIAN INI MENGGUNAKAN PENELITIAN KULITATIF YANG DILAKSANAKAN DI SD NEGERI 031 TARAKAN PADA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2020/2021. PENELITIAN INI DIFOKUSKAN PADA MISKONSEPSI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH PECAHAN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 031 TARAKAN. SUMBER DATA DALAM PENELITIAN INI YAITU BERSUMBER PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 031 TARAKAN. TEKNIK PENGUMPULAN DATA YANG DIGUNAKAN BERUPA TES MISKONSEPSI PADA MASALAH PECAHAN, WAWANCARA, DAN DOKUMENTASI. HASIL PENELITIAN INI, PENELITI MENGELOMPOKKAN KE DALAM 3 KELOMPOK TIPE JAWABAN YANG SERUPA. DALAM PENELITIAN INI, PENELITI MEMBAHAS 3 SUBJEK YANG MEWAKILI SETIAP KELOMPOK DENGAN MISKONSEPSI YANG UNIK DAN BERBEDA-BEDA. MISKONSEPSI DIALAMI OLEH SISWA A, SISWA B, DAN SISWA C DI MANA MEREKA MENGALAMI MISKONSEPSI PENGERTIAN YANG TIDAK AKURAT TENTANG SUATU KONSEP, PEMAKAIAN KONSEP YANG KURANG TEPAT ATAU SALAH, DAN SISWA MENGALAMI KEBINGUNGAN KARENA TIDAK MENGUASAI KONSEP PENDUKUNG.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Komunikasi Matematis di Kelas VIII A SMP Negeri 2 Tanjung Palas Utara
Kemampuan komunikasi matematis merupakan modal utama dalam menyelesaikan soal matematika untuk mendukung prestasi matematika siswa. Kemampuan komunikasi matematis membantu siswa dalam menyampaikan ide atau solusi dari suatu permasalahan matematika dalam bentuk lisan, tulisan, dan gambar. Tujuan penelitian yaitu untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal komunikasi matematis. Jenis penelitian yaitu kualitatif sehingga peneliti sebagai instrumen utama. Subjek penelitian adalah kelas VIII A SMP Negeri 2 Tanjung Palas Utara. Instrumen pendukung yang digunakan dalam pengumpulan data berupa tes komunikasi matematis dan pedoman wawancara. Tes komunikasi matematis diikuti oleh 15 siswa, sedangkan wawancara dilakukan pada 6 siswa yang telah dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menyelesaikan soal komunikasi matematis siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Tanjung Palas Utara melakukan Kesalahan Memahami, Kesalahan Transformasi, Kesalahan Keterampilan Proses, dan Kesalahan Penulisan. Faktor-faktor penyebab subjek melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal komunikasi matematis yaitu: (1) pada Kesalahan Memahami faktor penyebabnya siswa tidak mampu menuliskan dan menjelaskan informasi maupun perintah yang diberikan butir, dan siswa tidak mampu menyederhanakan jenis soal cerita kedalam bentuk pemodelan matematika; (2) pada Kesalahan Transformasi faktor penyebabnya siswa tidak dapat menentukan rumus pola bilangan dengan tepat, siswa tidak mengetahui langkah-langkah yang harus digunakan untuk menentukan nilai pola selanjutnya, dan siswa tidak dapat mentransformasikan rumus fungsi yang diberikan butir; (3) pada Kesalahan Keterampilan Proses faktor penyebabnya siswa ceroboh dalam proses perhitungan, tidak dapat memvisualisasikan bentuk pola, tidak dapat menggambarkan titik koordinat dengan tepat, tidak mampu memahami relasi, tidak mengetahui letak kuadran, tidak dapat menggambar diagram panah, tidak memahami hakikat kodomain sebagai daerah hasil; (4) pada Kesalahan Penulisan faktor penyebabnya siswa tidak menuliskan jawaban akhir dan tidak tepat dalam menuliskan jawaban.
Penggunaan Bahasa Iklan Pada Media Luar Ruang di Kota Tarakan Menurut Kaidah Bahasa Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan bahasa iklan pada media luar ruang di kota Tarakan menurut kaidah bahasa Indonesia pada bidang ejaan yang mencakup penggunaan huruf, penulisan kata, penggunaan tanda baca, serta penulisan unsur serapan. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berjumlah 71 iklan media luar ruang berupa spanduk dan baliho yang berada di Jalan Yos Sudarso, Jalan Gajah Mada, Jalan Mulawarman, serta Jalan Jendral Sudirman. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 201 data yang penggunaan bahasanya tidak sesuai kaidah ejaan bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa yang tidak sesuai tersebut terbagi atas 25 data pemakaian huruf yaitu 23 kesalahan penulisan huruf kapital dan dua kesalahan penulisan huruf tebal. 130 data penulisan kata yaitu 115 kesalahan pada penulisan kata baku atau asing, satu kesalahan pada penggabungan kata, lima kesalahan pada penulisan kata depan, dua kesalahan penulisan partikel, serta tujuh kesalahan penulisan singkatan dan akronim. 37 data penggunaan tanda baca yaitu tujuh kesalahan penggunaan tanda koma (,), satu kesalahan penggunaan tanda titik dua (:), delapan belas kesalahan penggunaan tanda hubung (-), lima kesalahan penggunaan tanda seru (!), serta enam kesalahan penggunaan tanda elipsis (…). Sembilan data penulisan unsur serapan yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Dari semua data, yang paling banyak ditemukan kesalahan penggunaan bahasanya ialah kesalahan dalam penulisan kata berupa kesalahan penulisan kata baku atau asing sebanyak 115 data.