Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

12 hasil
Subjek: APS
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOENKAPSULASI Artemia salina DENGAN EKSTRAK RUMPUT LAUT DAN VITAMIN C UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA LARVA UDANG WINDU (Penaeus monodon) MELALUI UJI IN-VIVO DENGAN Vibrio parahaemolyticus

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fase larva rentan mengalami mortalitas tinggi akibat infeksi V. parahaemolyticus. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas bioenkapsulasi Artemia salina menggunakan ekstrak rumput laut Kappaphycus alvarezii, vitamin C, dan kombinasi terhadap performa larva udang windu Pascauji tantang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak rumput laut 300 ppm, vitamin C 50 ppm, serta kombinasi ekstrak rumput laut 300 ppm dan vitamin C 50 ppm. Larva PL-12 dipelihara selama 15 hari dan diuji tantang dengan V. parahaemolyticus CFU/ml, kecuali kontrol negatif. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, gejala klinis, kualitas air, dan kelangsungan hidup. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi memberikan performa terbaik dengan pertumbuhan berat mutlak 2,0706 ± 0,224 g, pertumbuhan panjang mutlak 2,87 ± 0,16 mm, dan kelangsungan hidup 88,33 ± 2,89%. Gejala klinis pada perlakuan kombinasi lebih ringan dibandingkan dengan kontrol positif. Parameter kualitas air selama penelitian masih berada dalam kisaran yang layak untuk pemeliharaan udang windu berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 75 Tahun 2016. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bioenkapsulasi Artemia salina dengan kombinasi ekstrak rumput laut Kappaphycus alvarezii 300 ppm dan vitamin C 50 ppm efektif meningkatkan performa larva udang windu melalui peningkatan kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan ketahanan terhadap infeksi Vibrio parahaemolyticus.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakterisasi Pakan Kepiting Enkapsul Berbasis Maggot Menggunakan Coating Gelatin

2025•

Kepiting bakau adalah komoditas budidaya perikanan yang mempunyai nilai ekspor yang tinggi yaitu senilai 6.95 juta ton pada tahun 2022. Salah satu barang modal produksi yang paling besar dalam usaha budidaya kepiting bakau adalah pakan. Kebergantungan terhadap pakan komersil yang mahal yaitu bisa mencapai 60-70 % dari total biaya budidaya dan pakan alami yang langka membuat kegiatan budidaya kepiting bakau menjadi terhambat. Maggot (larva) lalat Black Soldier Fly (BSF) dapat dijadikan bahan baku alternatif karena mempunyai kandungan protein 45-50%. Pembuatan pakan pellet kepiting dilakukan dengan teknologi enkapsulasi. Enkapsulasi bertujuan untuk melindungi zat inti dengan suatu lapisan polimer sehingga menjadi partikel yang berukuran mikro. Gelatin salah satu polimer yang dapat digunakan sebagai coating enkapsulasi. Gelatin mempunyai keunggulan selain sebagai coating, juga dapat menambah nutrisi pakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Maggot kering dibuat dalam bentuk tepung kemudian di coating dengan gelatin dan dicetak membentuk pelet. Uji kualitas pakan dilakukan dengan pengujian parameter proksimat, uji stabilitas dalam air, kandungan aflatoksin, cemaran antibiotik kloramfenikol dan oksitetrasiklin, serta cemaran Salmonella sp. Pengujian terhadap pertumbuhan kepiting dilakukan dengan pemberian pakan pellet enkapsul sebanyak 3% biomassa dengan jumlah 20 sampel kepiting selama 20 hari. Berdasarkan hasil pengujian kualitas pakan enkapsul, didapatkan seluruh parameter sesuai dengan SNI 8227:2022. Pakan enkapsul berbasis maggot memiliki kadar protein 30%, lemak 22.63%, karbohidrat 15.51%, serat kasar 4.82%, kadar abu 9.03%, stabilitas dalam air 99.3%, dan tidak terdeteksi (negatif) terhadap aflatoksin, kloramfenikol, oksitetrasiklin dan cemaran Salmonella sp. Pengujian pertumbuhan pellet enkapsul terhadap kepiting bakau didapatkan pertumbuhan bobot mutlak (BM) 26,5 g dan food convertion ratio (FCR) 2.7 g. Berdasarkan hasil tersebut menunjukan bahwa pakan pellet enkapsul berbasis maggot mempunyai kualitas pakan untuk kepiting bakau.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN KARAKTERISASI PAKAN MIKROENKAPSUL MENGGUNAKAN GELATIN SEBAGAI KOASERVAT

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pakan merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan budidaya perikanan, mencakup lebih dari 50-70% biaya produksi. Namun, tantangan dalam budidaya masih ditemukan, terutama terkait efisiensi pemberian pakan dan kehilangan nutrisi akibat faktor lingkungan. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah melalui teknologi mikroenkapsulasi. Mikroenkapsulasi menggunakan teknik koaservasi dengan gelatin sebagai bahan polimer dapat meningkatkan stabilitas nutrisi pakan, sehingga nutrisi dapat diserap ikan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengkarakterisasi pakan mikroenkapsul menggunakan gelatin sebagai koaservat, agar dapat meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi oleh ikan. Penelitian ini dilakukan dengan metode koaservasi, menggunakan gelatin sebagai bahan utama enkapsulasi dengan variasi konsentrasi 1%, 3%, dan 6%. Pengukuran yang dilakukan antara lain rendemen, morfologi, kadar air, kadar protein, serta uji terhadap ikan nila (Oreochromis niloticus) selama 15 hari untuk mengukur bobot mutlak dan tingkat kelangsungan hidup (SR). Hasil menunjukkan bahwa formulasi pakan dengan gelatin 6% memberikan hasil terbaik, dengan rendemen sebesar 48,85%, kadar air 3,5%, dan kadar protein 40,71% yang sesuai dengan standar SNI 8227:2022. Perlakuan dengan konsentrasi gelatin 6% menghasilkan morfologi pakan mikroenkapsul terbaik, dengan struktur paling halus dan rapat. Uji pertumbuhan dan kelangsungan hidup menunjukkan bahwa ikan yang diberi pakan mikroenkapsul mengalami peningkatan bobot mutlak sebesar 1,1 gram dan SR mencapai 83,3%, lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Berdasarkan penelitian ini, menunjukkan bahwa mikroenkapsulasi pakan menggunakan gelatin tidak hanya mampu mempertahankan kualitas fisik dan kandungan nutrisi pakan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POTENSI BIOSURFAKTAN BAKTERI SIMBION SPONS CLATHARIA SP DARI PERAIRAN PULAU DERAWAN

2024•

Biosurfaktan merupakan senyawa permukaan aktif yang ramah lingkungan dan dapat digunakan dalam berbagai industri seperti farmasi, kosmetik, detergen, serta sebagai pengemulsi di industri makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengeksplorasi potensi isolat bakteri simbion sponge Clathria sp. dari perairan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, sebagai penghasil biosurfaktan. Penelitian dilakukan dalam tujuh tahap, yaitu pembuatan dan sterilisasi media, premajaan isolat bakteri simbion, produksi biosurfaktan, serta uji kualitatif oil spreading, drop collapse, dan hemolisis untuk menilai aktivitas biosurfaktan yang dihasilkan. Dari 23 isolat bakteri simbion Clathria sp., 15 isolat terbukti memiliki kemampuan menghasilkan biosurfaktan berdasarkan uji oil spreading dengan zona bening yang bervariasi antara 10,33 mm hingga 12,67 mm. Uji drop collapse menghasilkan 17 isolat dengan hasil positif, yang ditunjukkan oleh tetesan mendatar. Sementara itu, hasil uji hemolisis menunjukkan bahwa 3 isolat menghasilkan hemolisis beta, 15 isolat menghasilkan hemolisis alfa, dan 5 isolat tidak menunjukkan aktivitas hemolitik. Isolat SC01, SC02, SC03, SC04, SC05, SC06, SC07, SC08, SC09, SC11, SC12, SC13, SC14, SC15, dan SC16 merupakan isolat yang menunjukkan potensi biosurfaktan yang paling signifikan, dengan hasil yang konsisten dalam uji oil spreading, drop collapse, dan hemolisis. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa isolat bakteri simbion Clathria sp. memiliki potensi besar sebagai sumber biosurfaktan alami yang ramah lingkungan, menawarkan peluang pengembangan lebih lanjut dalam aplikasi industri yang berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIFITAS BIOSAKA DARI BERBAGAI MACAM DAUN TUMBUHAN SEBAGAI PENGENDALIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas biosaka dan waktu aplikasi yang terbaik sebagai pengendalian penyakit antraknosa pada tanaman cabai (capsicum annum L). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor. Terdiri dari 7 perlakuan yaitu P0 Kontrol (Inokulasi patogen ke tanaman) P1 (Aplikasi biosaka A sebelum inokulasi patogen ke tanaman), P2 (Aplikasi biosaka B sebelum inokulasi patogen ke tanaman), P3 (Aplikasi biosaka A setelah inokulasi patogen ke tanaman), P4 (Aplikasi biosaka B setelah inokulasi patogen ke tanaman), P5 (Aplikasi biosaka A sebelum dan sesudah inokulasi patogen ke tanaman) dan P6 (Aplikasi biosaka B sebelum dan sesudah inokulasi patogen ke tanaman). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 84 satuan percobaan, hasil penelitian menunjukan bahwa Penggunaan biosaka komposisi A lebih baik dalam menekan penyakit antraknosa pada tanaman cabai dibandingkan dengan penggunaan biosaka komposisi B. pada Penggunaan biosaka sebelum dan setelah penginfeksian patogen lebih baik dalam mengendalikan penyakit antraknosa pada tanaman cabai dibandingkan hanya sebelum atau hanya setelah terjadinya infeksi patogen.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT DENGAN KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI KEBAKARAN DI KAWASAN PADAT PENDUDUK WILAYAH PESISIR KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Kebakaran yakni nyala api baik kecil maupun besar pada tempat, situasi dan waktu yang tidak dikehendaki dan sukar untuk dikendalikan. Kejadian kebakaran merupakan peristiwa yang sering terjadi di Kota Tarakan terutama di kawasan padat penduduk. Penyebab paling banyak terjadinya kebakaran di kawasan penduduk kota Tarakan yakni karna kebiasaan masyarakat. Hal ini menunjukkan kawasan pemukiman padat pesisir Kota Tarakan memiliki risiko kebakaran yang tinggi, maka dari itu perlunya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran. Tujuan: Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kebakaran di kawasan padat penduduk wilayah pesisir kota Tarakan. Metode: Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan tipe pendakatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan populasi sebanyak 144 orang dan sampel yang digunakan adalah 106 orang. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 73 orang (68,9%), dan mayoritas responden memiliki sikap yang positif sebanyak 78 orang (73,6%) serta mayoritas kesiapsiagaan responden berada pada kategori siap sebanyak 64 orang (60,4%). Hasil uji menggunakan gamma menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan kesiapsiagan dalam menghadapi kebakaran (p=0.0000). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dalam menghadapi kebakaran di kawasan padat penduduk kota Tarakan, sehingga pentingnya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana kebakaran menjadi kategori sangat siap.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KAPSUL JAHE MERAH (Zingiber officinale Var.Rubrum) TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS PANTAI AMAL

2024•

PENGARUH KAPSUL JAHE MERAH (Zingiber officinale Var.Rubrum) TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS PANTAI AMAL Abstrak Pemberian ASI eksklusif, merupakan intervensi kunci yang berdampak besar terhadap angka kematian dan kesakitan anak. ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan untuk bayi sejak lahir hingga enam bulan pertama kehidupan bayi. Sekitar 44% bayi berusia 0-6 bulan di seluruh dunia mendapatkan ASI eksklusif selama periode 2015-2020. Cakupan ASI eksklusif Indonesia pada tahun 2022 tercatat hanya 67,96%, turun dari 69,7% di tahun 2021, menandakan perlunya dukungan lebih intensif agar cakupan ini bisa meningkat. Produksi ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan memang tidak sebanyak produksi ASI pada hari-hari berikutnya, sehingga ibu yang tidak mengkonsumsi makanan atau minuman khusus untuk meningkatkan produksi ASI akan cenderung diproduksi secara normal atau turun. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kapsul jahe merah (zingiber officinale var. rubrum) terhadap produksi asi pada ibu nifas. Desain penelitian : quasi eksperiment dengan pendekatan (one group pretest postest). Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 21 ibu nifas di wilayah kerja puskesmas Pantai Amal dengan Teknik sampling accidental sampling. Instrument yang digunakan, lembar observasi. Hasil analisis bivariat rata-rata produksi ASI ibu nifas sebelum diberikan intervensi (kapsul jahe merah) adalah 20,48ml dan setelah diberikan perlakuan rata-rata produksi ASI adalah 121,43ml, terjadi peningkatan rata-rata produksi ASI sebelum dan sesudah diberikan intervensi yaitu 100.95ml dengan hasil p Value 0,000 0,05 artinya ada pengaruh peningkatan produksi ASI ibu yang mengkonsumsi kapsul jahe merah sebelum dan sesudah konsumsi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Modifikasi dan Uji Kineria Sprayer Elektrik Bermesin Dinamo DC 12 V

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

knapsack sprayer menjadi salah satu dari sedikit alat yang bertahan terhadap kemajuan teknologi. Sehingga, petani masih menggunakan alat ini secara manual untuk menyemprot pupuk cair dan pestisida pada tanaman, yang akhirnya berubah menjadi sprayer elektrik yang memudahkan petani dalam bertani, sehingga tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui keberhasilan knapsack sprayer manual menjadi sprayer elektrik bermesin dinamo DC 12 dan mengetahui kinerja sprayer elektrik bermesin dinamo DC 12 V hasil modifikasi. Penelitian ini menguji kinerja sprayer elektrik dan kanpsack sprayer menggunakan nozzle solid angeled, nozzle solid cone, dan yang di uji debit penyemprotan, lebar penyemprotan (cm), tinggi penyemprotan efektif (cm), dan uji sebaran droplet. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dalam memodifikasi knapsack sprayer manual menjadi sprayer elektrik telah selesai dimodifikasi, Setelah dilakukan uji kinerja awal sprayer elektrik memiliki kinerja yang komponen dan berdasarkan hasil pengujian telah dihasilkan sprayer elektrik hasil modifikasi menggunakan dinamo 12 volt dan daya 60 watt, sprayer elektrik hasil modifikasi menghasilkan kinerja yang lebih besar, debit penyemprotan 0,013 liter/detik, lebar penyemprotan 160,4 cm, dan tinggi penyemprotan efektif 350,2 cm, dan sebaran droplet yang paling bagus pada sprayer elektrik adalah nozzle solid cone karena menghasilkan sebaran droplet yang lebih kecil atau lebih halus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH ASPEK SOSIAL EKONOMI TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI KOTA TARAKAN

2024•

ABSTRAK PENGARUH ASPEK SOSIAL EKONOMI TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI KOTA TARAKAN PETRUS LIWU Djuanda Hatta, S.E., M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar pengaruh aspek sosial ekonomi terhadap tingkat pengangguran di kota tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Yaitu dari tahun 2013 sampai tahun 2022. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah SPSS 25, Dari beberapa variabel ada yang berpengaruh dan ada yang tidak berpengaruh terhadap Tingkat pengganguran. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel pertumbuhan penduduk, angka partisipasi sekolah, konsumsi rumah tangga dan pengeluaran pemerintah tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran dan variabel tingkat partisipasi angkatan kerja dan investasi yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran di kota tarakan, variabel bebas berkontribusi sebesar 71,4% terhadap tingkat pengangguran.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LOGAN AVENUE PROBLEM SOLVING (LAPS-HEURISTIK) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IX SMPIT ULUL ALBAB TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS-Heuristik) terhadap kemampun pemecahan masalah matematika siswa kelas IX SMPIT Ulul Albab Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari 2022 di kelas IX Putri SMPIT Ulul Albab Tarakan. Dalam penenlitian ini terdapat dua sampel yaitu kelas IX nusaibah sebagai kelas eksperimen dan kelas IX maryam sebagai kelas kontrol. Penentuan sampel di lakukan berdasarkan dengan teknik probability sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain nonequivalent control gruop design. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes berupa soal uraian. Berdasarkan hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada kelas eksperimen adalah 80,80 dan pada kelas kontrol adalah 69,02. Hasil analisis statistika inferensial untuk kemampuan pemecahan masalah matematika siswa menggunakan uji independent sampel t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,000 sehingga H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran model pemebelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS-Heuristik) berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

studi kapasitas hubung singkat satu fasa ke tanah pada penyulang 5 pt.pln(persero) up3 tarakan

2021•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dari circuit breaker yang terpasang pada penyulang 5 , terhadap gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah. Penelitian ini menggunakan aplikasi etap 12.6.0 untuk melakukan simulasi aliran daya menggunakan Metode newton rapshon dan menggunakan metode impedansi untuk menentukan arus hubung singkat satu fasa ke tanah pada penyulang 5. kemudian setelah mendapatkan arus gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah yatu pada penyulang 5 sebesar 1820 A, Pada sisi out going kampung 4 didapatkan nilai arus ganguan terbesar pada bus 112 sebesar 2008 A, Dan pada sisi out going amal didapatkan nilai arus gangguan terbesar pada bus 10 sebesar 1734 A. kemudian mencari kapasitas hubung singkat di bagian penyulang dan di bagian out going di dapat hasil penyulang 5 sebesar 0,330 MVA, pada out going amal sebesar 0,322 MVA dan pada out going kampung 4 sebesar 0,347 MVA, pada kapasitas circuit breaker di dapat hasil pada penyulang 5 sebesar 0,24 MVA dan pada out going amal sebesar 0,213 MVA dan pada out going kampung 4 sebesar 0,213 MVA hasil tersebut di dapat pada sisi tegangan menengah 20 KV. Kapasitas arus hubung singkat melebihi dari kapasitas circuit breaker yang ada sehingga apabila terjadi gangguan satu fasa ke tanah pada penyulang 5 maka akan mengakibatkan kerusakan pada circuit breaker yang terpasang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail