Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Asuhan Keperawatan.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP PENURUNAN SESAK NAPAS PADA PASIEN ASMA DI RT 04 KELURAHAN PANTAI AMAL TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang ditandai oleh penyempitan jalan napas yang bersifat reversibel, sehingga menimbulkan gejala seperti sesak napas, mengi, batuk, dan rasa berat pada dada. Sesak napas merupakan keluhan yang paling sering dialami pasien dan dapat menghambat aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup. Selain terapi farmakologis, diperlukan terapi komplementer berupa intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengendalikan gejala asma. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah teknik pernapasan Buteyko, yaitu latihan pernapasan yang bertujuan mengurangi hiperventilasi, meningkatkan efisiensi ventilasi paru, dan memperbaiki pola pernapasan.Tujuan: Menganalisis penerapan teknik pernapasan Buteyko dalam menurunkan tingkat sesak napas pada pasien asma di RT 04 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan komunitas dan keluarga terhadap dua pasien yang didiagnosis menderita asma. Pelaksanaan asuhan keperawatan meliputi tahap pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Teknik pernapasan Buteyko diberikan sebagai intervensi utama dalam proses keperawatan. Evaluasi: Keberhasilan intervensi dievaluasi dengan membandingkan kondisi pasien sebelum dan sesudah pemberian teknik pernapasan Buteyko berdasarkan tingkat sesak napas, frekuensi pernapasan, saturasi oksigen (SpO₂), serta kenyamanan pasien saat bernapas. Hasil: Penerapan teknik pernapasan Buteyko menunjukkan adanya penurunan keluhan sesak napas pada kedua pasien, disertai perbaikan frekuensi pernapasan, peningkatan nilai saturasi oksigen, dan meningkatnya kenyamanan saat bernapas. Selain itu, pasien dan keluarga mengalami peningkatan pengetahuan mengenai pengelolaan penyakit asma serta penerapan latihan pernapasan sebagai terapi pendukung. Temuan tersebut menunjukkan bahwa teknik pernapasan Buteyko dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dalam membantu mengurangi sesak napas pada pasien asma.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan keperawatan pada Anak dengan Campak di Ruang Perawatan Anggrek B RSUD. dr. H. Jusuf. SK Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Campak masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada anak karena memiliki tingkat penularan yang tinggi dan dapat menimbulkan komplikasi berupa pneumonia, diare, ensefalitis, otitis media (infeksi telinga), dehidrasi, malnutrisi, hingga kematian pada kasus berat. Anak-anak lebih rentan mengalami campak karena sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini tertarik dilakukan penulis untuk memperoleh pengalaman dalam mengaplikasikan asuhan keperawatan pada anak dengan campak. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek studi yang digunakan adalah 2 orang pasien anak dengan campak. Penulis menguraikan pembahasan terkait adanya kesesuaian maupun kesenjangan antara teori dan hasil asuhan keperawatan pada klien 1 dan klien 2 dengan campak. Hasil pengkajian diperoleh keluhan utama yang berbeda pada kedua klien, yaitu klien 1 mengalami batuk berdahak disertai ruam dan gatal pada kulit, sedangkan klien 2 mengalami batuk berdahak, demam, dan penurunan nafsu makan. Hasil analisa data diperoleh masalah keperawatan pada klien 1 yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan integritas kulit, dan gangguan rasa nyaman, sedangkan pada klien 2 yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, hipertermia, dan risiko defisit nutrisi. Hasil studi kasus didapatkan bahwa kedua klien memiliki masalah keperawatan yang berbeda sehingga penyusunan dan pelaksanaan intervensi pada kedua klien juga berbeda. Hasil studi kasus diharapkan penulis mampu mempersiapkan intervensi dan strategi pelaksanaan asuhan keperawatan yang lebih baik kedepannya untuk mempercepat pemulihan pasien serta mencegah komplikasi campak, seperti pneumonia, diare, ensefalitis, dehidrasi, otitis media, dan gangguan integritas kulit.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. T DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKESMAS PANTAI AMAL KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. T DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKESMAS PANTAI AMAL KOTA TARAKAN Abstrak Isolasi sosial menarik diri adalah keadaan di mana seseorang mengalami atau tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya dan seseorang merasa ditolak, tidak diterima, kesepian dan tidak mampu membina hubungan yang berarti dengan orang lain. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan pengalaman secara nyata dalam pemberian asuhan keperawatan kepada klien Tn. T dengan masalah utama gangguan isolasi sosial menarik diri di Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Penyusunan laporan tugas akhir ini menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, yaitu dengan memberikan gambaran keadaan yang berlangsung dan aktual pada kasus tertentu, dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengumpulan data, wawancara, observasi, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Masalah keperawatan yang muncul ada 7 yaitu isolasi sosial, gangguan konsep diri hdr, gangguan persepsi sensori halusinasi, koping individu inefektif, kurang pengetahuan, regimen terapeutik inefektif, dan ketidakefektifan keluarga dalam proses penatalaksanaan program pengobatan dan diagnosa prioritas yang diangkat ada 3 yaitu isolasi sosial menarik diri, gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran dan harga diri rendah. Hasil didapatkan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus yaitu pada pengkajian gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran tidak ditemukan tanda-tanda klien mendengar suara-suara yang mengancam. Pada pelaksanaan tidak dapat dilakukan intervensi untuk intervensi keluarga pada diagnosa harga diri rendah. Diharapkan untuk meningkatkan komunikasi terapeutik dengan bahasa yang mudah dimengerti serta memberikan kesempatan klien untuk menceritakan keadaannya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Pada An.G Dengan Diagnosa Medik Bronkopneumonia Di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bronkopenumonia merupakan radang dari saluran pernapasan yang terjadi pada bronkus sampai dengan alveolus paru biasanya sering disebabkan oleh bakteri streptokokus pneumonia dan Hemofilus influenza. Tujuan umum yang ingin dicapai pada penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah memperoleh gambaran secara nyata tentang pelaksanaan dan pendokumentasian Asuhan Keperawatan Pada An “G” Dengan Bronkopneumonia. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah menggunakan metode deskriptif tipe studi kasus dan studi literatur yaitu metode ilmiah yang bersifat mengumpulkan data, menganalisa data, dan menarik kesimpulan. Adapun penulis Laporan Tugas Akhir ini didapat dengan cara. Dalam penelitian seluruh langkah proses keperawatan dapat dijalankan secara berkesinambungan. Hasil pengkajian menunjukkan hanya gejala utama yang ditemukan pada An. G, sedang gejala penyerta tidak semua ditemukan. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. G dengan diagnosa utama adalah bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan hipersekresi jalan nafas. Penyusunan rencana asuhan keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien dan berdasarkan ketersediaan sarana penunjang. Seluruh rencana asuhan dapat diimpelementasikan dengan baik. Evaluasi hasil menunjukkan sebagian masalah keperawatan dapat teratasi. Dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara kasus dengan teori pada setiap langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, penyusunan renacana keperawatan, implementasi dan evaluasi. Hal ini berarti proses keperawatan dapat dijalankan dengan baik oleh perawat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN Pada BAYI Ny. H DENGAN PNEUMONIA NEONATUS di RUANG PERINATOLOGI RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pneumonia merupakan penyakit radang akut pada sistem pernafasan yang menyerang jaringan paru dan sekitarnya. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan pada Bayi Ny. H dengan penyakit pneumonia neonatus. Metode penulisan yaitu deskriptif, tipe studi kasus dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan srudi dokumentasi serta studi kepustakaan. Hasil pengkajian klien terdapat 3 masalah keperawatan yang muncul yaitu: gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membrane alveolus-perifer, pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya nafas dan resiko hipotermia dibuktikan dengan penurunan laju metabolisme, dan yang menjadi prioritas masalah keperawatan yaitu: pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya nafas, gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membrane alveolus-perifer dan resiko hipotermia dibuktikan dengan penurunan laju metabolisme. Kesimpulan, penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak terdapat pada kasus, dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosis yang intervensinya belum teratasi yaitu pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya nafas. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar intervensi yang belum teratasi dapat teratasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.S DENGAN DIAGNOSIS MEDIS NON HEMORAGIK STROKE DIRUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stroke non hemoragik adalah stroke yang disebabkan karena penyumbatan pembuluh darah diotak oleh thrombosis maupun emboli sehingga suplai glukosa dan oksigen ke otak berkurang dan terjadi kematian sel atau jaringan otak yang disuplai.tujuan penulisan ini untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny.S, dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data, me;iputi observasi, wawancara, pemeriksaan head toe toe, dokumentasi, kepustakaan subjek adalah klien terdapat 5 diagnosis keperawatan yaitu : gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuskuler, defisit perawatan diri berhubungan dengan gangguan musculoskeletal, risiko aspirasi dibuktikan dengan penurunan tingkat kesadaran, risiko jatuh dibuktikan dengan kekuatan otot menurun, defisit pengatahuan dibuktikan dengan menyakan masalah yang dihadapi dan penulis melakukan intervensi, terdapat 3 diagnosis teratasi dan 2 diagnosis yang belum teratasi.kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan diagnosis keperawatan pada Ny.S yang ada pada teori namun tidak terdapat pada kasus yaitu: gangguan mobilitas fisik, deifisit pengatahuan dan defisit perawatan diri. Dan diagnosis yang tidak terdapat pada teori namun ada di kasus yaitu: resiko aspirasi, dan resiko jatuh.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Pada Ny. T Dengan Non Hemoragik Stroke Di Ruang Dahlia B Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan

2020•

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. T DENGAN NON HEMORAGIK STROKE DI RUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Yeni Nurlita, Hendy Lesmana, Paridah ABSTRAK World Health Organization (2016), menyebutkan bahwa stroke adalah terputusnya aliran darah ke otak, umumnya akibat pecahnya pembuluh darah ke otak atau karena tersumbatnya pembuluh darah ke otak sehingga pasokan nutrisi dan oksigen ke otak berkurang. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (2018), stroke juga menjadi peringkat ketiga penyebab utama kecacatan di seluruh dunia. Prevalensi stroke di Indonesia berdasarkan wawancara sebesar 12,1% pada tahun 2013 dan menjadi 10,9% pada tahun 2018. Dari data tersebut disimpulkan bahwa prevalensi penyakit stroke di Indonesia setiap tahun mengalami perubahan. Tujuan penulisan adalah agar dapat menerapkan dan melakukan asuhan keperawatan kepada klien, membandingkan kesenjangan antara teori dan kasus, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, memecahkan masalah pada klien. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan head to toe, dokumentasi, kepustakaan dan subjek adalah klien. Hasil yang didapatkan pada Ny. T dimulai dari pengkajian, pengkajian pola integritas ego ditandai dengan tidak ada perasaan perasaan putus asa, pola neurosensori ditandai dengan tingkat kesadaran compos mentis, pola pernafasan ditandai dengan tidak terdapat hambatan jalan nafas. Kesimpulan ditemukan adanya kesenjangan dari pengkajian dan perumusan diagnosa keperawatan antara teori dan kasus pada pada Ny. T. Sikap kooperatif pasien dan keluarga yang terbuka serta bekerja sama dengan perawat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. Y DENGAN MASALAH UTAMA RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

2020•

Skizofrenia dianggap sebagai sebuah penyakit otak yang paling membingungkan dengan manifestasi kondisi psikotik yang berat dan persisten disertai oleh variable disfungsi kognitif dan gangguan psikososial yang mendalam, masalah yang sering muncul dari resiko perilaku kekerasan, timbul akibat rasa tidak nyaman dan panik yang terjadi akibat stressor dari dalam dan luar lingkungan. Resiko perilaku kekerasan merupakan bentuk perilaku yang melukai dirinya sendiri, orang lain maupun lingkungannya ditandai adanya ide melukai, peyalahgunaan obat, depresi berat, marah, sikap bermusuhan, bicara kasar, mengucapkan kata-kata kotor serta adanya riwayat perilaku kekerasan. Tujuan umum penulisan Laporan Tugas Akhir ini untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. Y dengan Masalah Utama Resiko Perilaku Kekerasan di Ruang Teratai Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan. Metode penulisan menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Terdapat dua kesenjangan dari hasil pengkajian pada diagnosa Tn. Y pada kasus dan tidak terdapat pada teori yaitu diagnosa isolasi sosial dan defisit perawatan diri: berpakaian. Kesimpulan dari pemecahan masalah pada Tn. Y dengan masalah utama resiko perilaku kekerasan, gangguan konsep diri: harga diri rendah, isolasi sosial dan defisit perawatan diri masalah semua teratasi dengan rencana tindak lanjut mempertahankan klien dalam mengontrol dan mengendalikan emosinya tanpa pengawasan dan mampu memilih tindakan yang lebih menguntungkan untuk melampiaskan kemarahannya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail