Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Fonologi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Kesalahan Berbahasa Tataran Fonologi dan Morfologi Pada Penulisan Karangan Deskripsi Siswa Kelas V C SD Negeri 017 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi serta menganalisis faktor penyebab kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan karangan deskripsi siswa kelas V C SD Negeri 017 Tarakan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 di kelas V C SD Negeri 017 Tarakan dengan sampel penelitian siswa kelas V C yang melakukan kesalahan berbahasa pada penulisan karangan deskripsi. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik tes tertulis, teknik angket (kuesioner), wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan dua teknik yaitu teknik analisis data kualitatif yang digunakan untuk menganalisis data mengenai kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan deskripsi siswa dan teknik analisis data deskriptif persentase yang digunakan untuk menganalisis faktor penyebab kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 53 kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan deskripsi siswa kelas V C SD Negeri 017 Tarakan. Pada tataran fonologi (penghilangan fonem, perubahan dan penambahan fonem) terdapat 43 kesalahan. Sedangkan pada tataran morfologi (prefiks, sufiks dan konfiks) terdapat 10 kesalahan. Selanjutnya, yang berkenaan dengan faktor penyebab terjadinya kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi, dapat dilihat bahwa faktor penyebab tertinggi kesalahan berbahasa tataran fonologi dan morfologi pada karangan deskripsi yang dilakukan oleh siswa kelas V C SD Negeri 017 Tarakan yaitu karena kurangnya pemahaman terkait kaidah kebahasaan yang memperoleh persentase sebesar 63%.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PROSES MORFOFONEMIK BAHASA BULUNGAN KAJIAN FONOLOGI GENERATIF

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas proses morfofonemik dalam Bahasa Bulungan dengan menggunakan pendekatan Fonologi Generatif. Bahasa Bulungan, yang merupakan salah satu bahasa daerah di Kalimantan Utara, memiliki kekayaan bentuk Morfologis yang menarik untuk dikaji secara Fonologis, terutama dalam proses perubahan bunyi akibat pertemuan Morfem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses morfofonemik yang terjadi, serta menganalisisnya berdasarkan prinsip-prinsip fonologi generatif, yang diperkenalkan oleh Chomsky dan Halle (1968). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif Kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui teknik simak, teknik rekam, dokumentasi pada tuturan penutur asli Bahasa Bulungan. Data dianalisis dengan mengidentifikasi bentuk dasar dan bentuk turunan, kemudian dirumuskan aturan fonologis yang menggambarkan proses morfofonemik-nya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat proses morfofonemik dalam bahasa Bulungan seperti pembagian transformasi generatif dan ciri distingtif.

5 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

STUDI KASUS GANGGUAN BERBAHASA DALAM ASPEK FONOLOGI PADA PENYANDANG TUNAGRAHITA (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk-bentuk gangguan berbahasa dalam aspek fonologi yang dialami penyandang tunagrahita ringan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa tuturan penyandang tunagrahita ringan. Subjek penelitian ini adalah penyandang tunagrahita ringan berinisial AF yang berusia 15 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunagrahita ringan berinisial AF mengalami gangguan berbahasa dalam aspek fonologi yang ditandai dengan penghilangan bunyi fonem dan penggantian bunyi fonem. Dari 130 ujaran yang dianalisis, 129 ujaran mengalami penghilangan bunyi fonem, dengan jenis penghilangan berupa aferesis, bunyi-bunyi dihilangkan meliputi bunyi /b/, /c/, /d/, /f/, /g/, /h/, /k/, /l/, /m/, /n/, /ŋ/, /p/, /r/, /s/ dan /t/, apokop, penghilangan ini meliputi bunyi /l/, bunyi /t/, bunyi /ŋ/, dan bunyi /r/. Penghilangan fonem di awal dan akhir kata, pelesapan segmen. Dan penghilangan suku kata tak bertekanan. Sebanyak 11 ujaran menunjukkan penggantian bunyi fonem, dengan jenis perubahan meliputi substitusi bunyi trill /r/ menjadi /l/, substitusi bunyi peluncuran /r/ menjadi /w/, substitusi pengedepanan palatalisasi /s/ menjadi /c/, serta asimilasi velar /t/ menjadi /k/. Gangguan ini disebabkan oleh keterlambatan perkembangan bahasa dan keterbatasan kemampuan fonologis anak tunagrahita yang memengaruhi kemampuan AF dalam mengontrol dan mengoordinasikan gerakan artikulatorisnya. Sehingga, AF menyederhanakan ujarannya dengan menghilangkan dan mengganti bunyi fonem untuk memudahkan pengucapan.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Phonological Interference of Students’ First Language in Pronouncing English Words at Mts Ddi Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi ini menunjukkan interferensi fonologi yang dialami oleh siswa dalam melafalkan kosa-kata bahasa Inggris dan faktor-faktor yang mempengaruhi interferensi pengucapan. Responden dalam penelitian ini adalah tiga puluh delapan siswa SMP kelas 9-A. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes pengucapan dengan membaca dan merekam lima puluh kosa-kata bahasa Inggris, mengisi kuesioner, dan wawancara dengan tiga siswa sebagai representatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat tiga interferensi fonologi yang terdiri dari penggantian bunyi, penambahan bunyi, dan penghilangan bunyi. Hasil analisis data juga menunjukkan kombinasi interferensi seperti penggantian bunyi dan penambahan bunyi, kemudian penggantian bunyi dan penghilangan bunyi. Adapun data lainnya menunjukkan faktor utama yang mempengaruhi siswa ketika mengucapkan kosa-kata bahasa Inggris adalah transfer negatif dari bahasa ibu ke bahasa asing. Faktor lainnya adalah kurangnya pengetahuan karena sedikitnya pembelajaran pengucapan. Dapat disimpulkan bahwa siswa mengalami transfer negatif ketika mengucapkan kosa-kata bahasa Inggris. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat membantu pada proses belajar-mengajar. Siswa harus lebih memperhatikan pembelajaran pengucapan sehingga siswa memiliki pengetahuan untuk melafalkan kosa-kata bahasa Inggris dengan benar dan juga memiliki kesadaran yang tinggi terhadap interferensi bahasa ibu dalam melafalkan vokal dan konsonan bahasa Inggris. Studi ini juga menyarankan bahwa guru harus memberikan perhatian ekstra pada masalah ini. Guru diharapkan dapat membantu siswa untuk mengurangi kesalahan dalam pengucapan kosa-kata bahasa Inggris. This research aimed to show the phonological interference experienced by students in pronouncing English vocabulary and the factors that influence pronunciation interference. Respondents in this study were thirty-eight junior high school students in Grade 9-A. This research used a descriptive-qualitative method. The instrument used to collect data was a pronunciation test, conducted by reading and recording fifty vocabularies, filling out a questionnaire, and interviewing three students as representatives. The results of the data analysis showed that there are three phonological interferences: sound replacement, sound addition, and sound omission. Meanwhile, other data showed that the main factors that influence students when pronouncing English vocabulary are negative transfer from L1 to foreign language, lack of knowledge due to lack of pronunciation learning. It can be concluded that students experienced negative transfer when pronouncing English vocabulary. The implications of this research were expected to help in the teaching and learning process. Students should pay more attention to pronunciation learning so that they also be aware of L1 interference in pronouncing English vowels and consonants. This research also suggested teachers to pay more attention to the interference issue. Teachers were expected to help students reduce errors in the pronunciation of English vocabulary.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail