Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

25 hasil
Subjek: Kata kunci: Asuhan Keperawatan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN PEREMPUAN DENGAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Isolasi sosial merupakan kondisi ketika individu mengalami penurunan kemampuan berinteraksi dan menjalin hubungan sosial sehingga cenderung menarik diri dari lingkungan. Kondisi ini sering ditemukan pada klien dengan gangguan jiwa dan dapat memengaruhi kualitas hidup serta proses pemulihan. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien perempuan dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua klien perempuan yang mengalami isolasi sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Asuhan keperawatan dilaksanakan melalui tahapan pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan kedua klien mengalami perilaku menarik diri, lebih suka menyendiri, kontak mata kurang, afek tumpul, kesulitan memulai percakapan, serta tidak mengikuti aktivitas kelompok. Diagnosis keperawatan utama yang ditegakkan adalah isolasi sosial. Intervensi yang diberikan meliputi membina hubungan saling percaya, membantu klien mengenali manfaat interaksi sosial, melatih kemampuan berkenalan dan bercakap-cakap, serta mendorong keterlibatan dalam aktivitas sosial secara bertahap. Setelah implementasi, kedua klien menunjukkan peningkatan kemampuan berinteraksi, mampu berkomunikasi sederhana, dan lebih kooperatif saat diajak berbicara. Penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan isolasi sosial dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial secara bertahap. Dukungan keluarga dan tenaga kesehatan secara berkelanjutan diperlukan untuk mempertahankan perkembangan kemampuan sosial klien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSIS MEDIS CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RUMAH SAKIT UMUM dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan irreversibel sehingga menyebabkan ketidakseimbangan cairan, elektrolit, dan metabolisme tubuh. Kondisi ini memerlukan penatalaksanaan medis dan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mencegah komplikasi lebih lanjut serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan studi kasus ini adalah untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan (CKD) di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta studi dokumentasi rekam medis. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pasien mengalami berbagai masalah kesehatan akibat penurunan fungsi ginjal yang memerlukan penanganan secara holistik. Intervensi keperawatan yang diberikan meliputi pemantauan tanda-tanda vital, manajemen nyeri, manajemen hipertermia, pemantauan status sirkulasi, pengaturan pola istirahat, edukasi kesehatan, serta kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama masa perawatan, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan berkurangnya keluhan yang dirasakan, membaiknya kondisi umum pasien, serta tercapainya sebagian besar tujuan keperawatan yang telah ditetapkan. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkesinambungan dapat membantu meningkatkan kondisi kesehatan pasien (CKD) serta mendukung keberhasilan terapi yang diberikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Tujuan studi kasus ini adalah untuk memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek dalam studi kasus ini adalah dua pasien dengan diagnosis medis Diabetes Melitus Tipe 2. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa masalah keperawatan yang muncul pada kedua pasien meliputi ketidakstabilan kadar glukosa darah, intoleransi aktivitas, nyeri akut, pola napas tidak efektif, dan gangguan eliminasi urin. Intervensi keperawatan yang diberikan berupa pemantauan kadar glukosa darah, manajemen nutrisi, manajemen energi, manajemen nyeri, dukungan eliminasi urin, pencegahan infeksi, edukasi kesehatan, serta kolaborasi dalam pemberian terapi medis. Setelah dilakukan tindakan keperawatan, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan berkurangnya keluhan, meningkatnya toleransi aktivitas, membaiknya pola eliminasi, dan kadar glukosa darah yang lebih terkontrol. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan yang komprehensif, sistematis, dan berkesinambungan dapat membantu meningkatkan status kesehatan pasien Diabetes Melitus Tipe 2 serta mendukung pencegahan komplikasi lebih lanjut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DAN PENGLIHATAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Halusinasi menjadi salah satu gejala yang sering ditemukan pada klien dengan skizofrenia, ditandai dengan munculnya persepsi tanpa adanya stimulus nyata. Tujuan studi kasus ini adalah memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan penglihatan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi kasus terdiri dari dua klien dengan diagnosis medis skizofrenia paranoid yang mengalami halusinasi pendengaran dan penglihatan di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Asuhan keperawatan dilaksanakan selama lima kali pertemuan melalui intervensi berupa mengenali karakteristik halusinasi, teknik menghardik, mengabaikan halusinasi, meningkatkan kepatuhan minum obat, bercakap-cakap dengan orang lain, dan melakukan aktivitas terjadwal.Hasil studi menunjukkan adanya perbedaan masalah keperawatan pada kedua klien. Klien 1 mengalami isolasi sosial dan defisit perawatan diri, sedangkan klien 2 mengalami risiko perilaku kekerasan dan defisit perawatan diri. Peningkatan kemampuan dalam mengenali dan mengontrol halusinasi terlihat pada kedua klien setelah diberikan intervensi keperawatan. Respons terhadap interaksi sosial juga menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Penerapan asuhan keperawatan secara sistematis dan berkelanjutan membantu meningkatkan kemampuan klien dalam mengendalikan halusinasi serta mendukung proses pemulihan dan peningkatan fungsi adaptif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Pada Anak Dengan Campak di Ruang Perawatan Anggrek B RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Campak merupakan salah satu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Measles virus yang dapat menimbulkan komplikasi apabila tidak dapat ditangani dengan tepat seperti bronkopneumonia, otitis media, enteritis, hingga kematian. Penulisan Laporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada anak dengan campak menggunakan pendekatan asuhan keperawatan secara komprehensif. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua klien anak dengan campak di ruang perawatan Anggrek B RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Data diperoleh melalui wawancara dengan keluarga klien, observasi langsung, pemeriksaan fisik head to toe, serta studi catatan medis. Tahapan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, menyusun intervensi, pelaksanaan tindakan keperawatan, hingga evaluasi hasil yang dicapai. Hasil studi menunjukkan bahwa pada klien 1 dan klien 2 ditemukan masalah keperawatan berupa hipertermia, bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan integritas kulit/jaringan, ansietas pada klien 1, serta risiko defisit nutrisi pada klien 2. Berdasarkan hasil evaluasi, masalah hipertermia, bersihan jalan napas tidak efektif, ansietas dapat teratasi dan risiko defisit nutrisi dapat dicegah, sedangkan gangguan integritas kulit/jaringan pada kedua klien masih teratasi sebagian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan komprehensif membantu proses pemulihan anak dengan campak dan meningkatkan perbaikan kondisi klinis pasien secara bertahap. Laporan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien anak dengan campak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSA KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL ABSTRAK Isolasi sosial merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada klien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Kondisi ini ditandai dengan perilaku menarik diri, menghindari interaksi sosial, kurangnya komunikasi, dan ketidakmampuan menjalin hubungan yang bermakna dengan orang lain. Studi kasus ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Studi kasus menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua klien yang mengalami isolasi sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Diagnosis utama yang ditemukan pada kedua klien adalah isolasi sosial, disertai diagnosis pendukung berupa halusinasi dan harga diri rendah. Intervensi keperawatan dilakukan menggunakan Strategi Pelaksanaan (SP) 1 sampai SP 4 yang berfokus pada identifikasi penyebab isolasi sosial, latihan berkenalan, bercakap-cakap dengan orang lain, serta latihan komunikasi sosial. Hasil evaluasi menunjukkan kedua klien mengalami kemajuan secara bertahap dalam kemampuan berinteraksi sosial, ditandai dengan meningkatnya kemauan berkenalan, bercakap-cakap, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial meskipun belum optimal. Keberhasilan asuhan keperawatan didukung oleh hubungan terapeutik yang baik antara perawat dan klien. Penerapan asuhan keperawatan secara sistematis melalui Strategi Pelaksanaan (SP) mampu membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada klien dengan isolasi sosial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Diagnosis Halusinasi Pendengaran

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Halusinasi merupakan kondisi ketika klien mengalami persepsi tanpa adanya rangsangan nyata dari lingkungan, seperti mendengar suara sesuatu yang tidak ada. Kondisi ini sering dialami oleh klien dengan gangguan jiwa seperti skizofrenia dan dapat memengaruhi fungsi sosial, emosional, serta aktivitas sehari-hari klien sehingga diperlukan asuhan keperawatan yang tepat dan berkelanjutan. Tujuan dari penulisan laporan tugas akhir ini adalah untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis halusinasi pendengaran. Metode yang digunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi kasus terdiri dari dua klien dengan diagnosis skizofrenia paranoid yang mengalami halusinasi pendengaran di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK. Hasil setelah dilakukan intervensi keperawatan menunjukkan bahwa kedua klien mengalami peningkatan kemampuan dalam mengenali dan mengontrol halusinasi. Klien 1 mampu mengenali tanda munculnya halusinasi, melakukan teknik menghardik, mengabaikan halusinasi dengan bersikap cuek, minum obat secara teratur, bercakap-cakap dengan orang lain, dan melakukan aktivitas terjadwal. Sedangkan pada klien 2 mulai mampu mengenali halusinasi yang dialami, mengikuti latihan menghardik, serta menunjukkan kepatuhan minum obat meskipun masih memerlukan motivasi dan bimbingan dari perawat. Setelah dilakukan tindakan keperawatan, frekuensi halusinasi pada kedua klien berkurang dan klien tampak lebih tenang serta kooperatif. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa intervensi keperawatan yang sistematis dan berkelanjutan dapat membantu klien dalam mengontrol halusinasi pendengaran serta meningkatkan kemampuan klien dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan pada Klien Gangguan Jiwa dengan Diagnosis Keperawatan Halusinasi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa yang mempengaruhi persepsi, emosi, perilaku, dan interaksi sosial klien. Kondisi ini memerlukan penanganan melalui asuhan keperawatan jiwa yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis keperawatan halusinasi di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua klien dengan diagnosis keperawatan halusinasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan kedua klien mengalami halusinasi pendengaran yang ditandai dengan berbicara sendiri, mondar mandir, gelisah, dan menarik diri. Diagnosis keperawatan yang ditemukan yaitu halusinasi, isolasi sosial, risiko perilaku kekerasan, dan defisit perawatan diri. Intervensi berupa latihan menghardik, mengabaikan halusinasi, bercakap-cakap, aktivitas terjadwal, dan edukasi minum obat. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan frekuensi halusinasi serta peningkatan kemampuan klien dalam mengontrol halusinasi. Kesimpulannya asuhan keperawatan jiwa secara terstruktur membantu klien mengenali dan mengontrol halusinasi serta meningkatkan kemampuan adaptasi klien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSIS MEDIS KOLELITIASIS PASCA OPERASI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kolelitiasis merupakan kondisi terbentuknya batu empedu di kandung empedu atau saluran empedu akibat pengendapan kolesterol, bilirubin, dan garam empedu. Penatalaksanaan yang sering dilakukan adalah kolesistektomi. Setelah menjalani tindakan operasi, pasien dapat mengalami nyeri, risiko infeksi, dan gangguan mobilitas fisik sehingga memerlukan asuhan keperawatan secara komprehensif. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien kolelitiasis pasca operasi di ruang Dahlia B RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi berdasarkan SDKI, SIKI, dan SLKI. Diagnosis keperawatan utama meliputi nyeri akut, risiko infeksi, dan gangguan mobilitas fisik. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa intervensi keperawatan seperti manajemen nyeri, perawatan luka, dukungan mobilisasi, pemantauan tanda vital, dan edukasi kesehatan mampu meningkatkan kondisi pasien ditandai dengan penurunan skala nyeri, peningkatan mobilisasi, dan tidak ditemukan tanda infeksi selama perawatan. Perawat diharapkan mampu memberikan asuhan keperawatan secara optimal untuk mempercepat proses pemulihan pasien pasca operasi kolelitiasis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG TERATAI RSUD dr.H.JUSUF SK TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala yang paling sering dialami pasien skizofrenia dan dapat memengaruhi kemampuan pasien dalam membedakan kenyataan dengan persepsi yang tidak nyata. Kondisi ini berisiko menimbulkan perilaku yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain sehingga memerlukan asuhan keperawatan yang tepat untuk membantu pasien mengendalikan halusinasi. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran menggunakan pendekatan keperawatan komperhensif. Metode Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada 2 pasien skizofrenia dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah rekam medis. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil Kedua pasien mengalami halusinasi pendengaran berupa suara bisikan yang muncul terutama saat menyendiri serta disertai halusinasi penglihatan. Intervensi keperawatan yang diberikan meliputi identifikasi karakteristik halusinasi, latihan menghardik halusinasi, edukasi kepatuhan minum obat, latihan bercakap-cakap dengan orang lain, dan penyusunan aktivitas terjadwal. Setelah diberikan asuhan keperawatan selama enam hari, kedua pasien menunjukkan peningkatan kemampuan mengenali tanda munculnya halusinasi, mampu menggunakan teknik mengontrol halusinasi secara mandiri, frekuensi halusinasi berkurang, serta kepatuhan minum obat dan keterlibatan dalam aktivitas sehari-hari meningkat. Kesimpulan Penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif melalui strategi pelaksanaan pada pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran mampu meningkatkan kemampuan pasien dalam mengenali dan mengontrol halusinasi. Keberhasilan intervensi didukung oleh kepatuhan minum obat, keterlibatan pasien selama proses keperawatan, serta dukungan keluarga dalam mempertahankan keberlanjutan terapi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSIS MEDIS DIABETES MELITUS TIPE 2

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat resistensi insulin dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius apabila tidak dikelola dengan baik. Laporan ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua pasien dengan diagnosis medis Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Anggrek A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah laporan kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI. Diagnosis keperawatan yang ditemukan mencakup ketidakstabilan kadar glukosa darah pada kedua pasien; serta perfusi perifer tidak efektif, risiko infeksi, gangguan integritas kulit, gangguan mobilitas fisik, dan gangguan pola tidur pada pasien pertama; serta nyeri akut, gangguan eliminasi urin, dan konstipasi pada pasien kedua. Intervensi yang diberikan meliputi manajemen hiperglikemia, perawatan sirkulasi, pencegahan infeksi, dukungan mobilisasi, manajemen nyeri, dan manajemen eliminasi. Hasil evaluasi menunjukkan perkembangan kondisi yang membaik secara bertahap, ditandai dengan penurunan kadar glukosa darah sewaktu pasien pertama dari 289 mg/dL menjadi 182 mg/dL dalam tiga hari perawatan, serta penurunan skala nyeri pasien kedua dari skala 4 menjadi 3. Meskipun seluruh diagnosis belum teratasi sepenuhnya, hal ini disebabkan Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan penatalaksanaan jangka panjang. Laporan ini menegaskan pentingnya peran perawat dalam melakukan deteksi dini, memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga, serta menerapkan intervensi keperawatan berbasis standar untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Maternitas pada Ibu Nifas Post Sectio Caesarea dengan Indikasi Oligohidramnion

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Oligohidramnion menjadi salah satu komplikasi kehamilan yang dapat menjadi indikasi dilakukannya tindakan sectio caesarea. Kondisi tersebut menyebabkan ibu memerlukan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mendukung proses pemulihan, mencegah komplikasi pascaoperasi, meningkatkan keberhasilan menyusui, serta mempersiapkan adaptasi terhadap peran sebagai orang tua. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan dan membandingkan asuhan keperawatan maternitas pada dua pasien post sectio caesarea dengan indikasi oligohidramnion di Ruang Mawar RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien post sectio caesarea dengan indikasi oligohidramnion. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telah dokumentasi medis. Pelaksanaan asuhan keperawatan dilakukan melalui tahapan pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil studi menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami diagnosis keperawatan nyeri akut dan menyusui tidak efektif. Diagnosis kesiapan peningkatan menjadi orang tua ditemukan pada pasien pertama, sedangkan ketidaknyamanan pasca partum ditemukan pada pasien kedua. Intervensi yang diberikan meliputi manajemen nyeri, edukasi dan pendampingan menyusui, edukasi peran orang tua, serta upaya peningkatan kenyamanan. Evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar masalah keperawatan dapat teratasi, sementara nyeri akut mengalami perbaikan yang ditandai dengan berkurangnya intensitas nyeri dan meningkatnya kemampuan mobilisasi pasien. Berdasarkan hasil studi, asuhan keperawatan maternitas yang diberikan secara komprehensif dapat membantu mengatasi masalah keperawatan serta mendukung pemulihan ibu post sectio caesarea dengan indikasi oligohidramnion.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSIS GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG PERAWATAN TERATAI RSUD dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skizofernia adalah suatu sindrom, gangguan psikologis, atau episode klinis yang mempengaruhi seseorang dan berhubungan dengan tekanan, kecacatan, atau pelepasan dari faktor risiko apa pun yang semakin parah dan mencakup ketidakmampuan, kehilangan kebebasan, sakit atau, bahkan kehilangan nyawa. Halusinasi adalah distorsi persepsi palsu yang disebabkan oleh respons neurobiologis yang maladaptif, seseorang yang terkena dampak benar-benar mengalami distorsi sensorik sebagai hal yang nyata dan bereaksi terhadapnya. Tujuan penulisan ini adalah mendapatkan gambaran pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran. Metode penulisan ini menggunakan penelitian deskriptif. Peneliti melakukan asuhan keperawatan pada dua orang pasien dengan gangguan jiwa. Hasil yang didapatkan terdapat tiga diagnosis keperawatan yang sama yang ditegakkan pada klien satu dan klien dua dan satu diagnosisi yang berbeda pada klien satu dan klien dua. Diagnosis keperawatan pada klien satu yaitu, halusinasi, risiko perilaku kekerasan, isolasi sosial, pada klien dua yaitu, halusinasi, isolasi sosial, defisit perawatan diri. Intervensi yang dilakukan pada klien sesuai dengan kondisi klien, sarana dan prasarana. Hasil dari penyusunan studi kasus ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan pada klien gangguan jiwa, khususnya pada klien dengan Halusinasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN PNEUMONIA DI RUANG DAHLIA A RSUD DR. H JUSUF SK KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pneumonia adalah salah satu penyakit infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan dengan tanda dan gejala seperti batuk dan sesak napas dan merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di didunia. Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan pada pasien dewasa dengan pneumonia di RSUD dr. H Jusuf SK Tarakan. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan studi kasus. Peneliti melakukan asuhan keperawatan pada dua orang pasien dewasa dengan pneumonia. Studi kasus ini dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi, melakukan pemeriksaan pada kedua pasien yang harus tetap memperhatikan etika seperti menjaga kerahasian pasien, adil dalam memberikan asuhan keperawatan pada kedua pasien. Hasil yang didapatkan terdapat tiga diagnosis keperawatan yang berbeda yang ditegakkan pada pasien satu dan pasien dua. Adapun masalah keperawatan pada pasien satu yaitu hipertermia, bersihan jalan napas tidak efektif, dan nyeri akut sedangkan pada pasien dua yaitu pola napas tidak efektif, gangguan pola tidur dan risiko defisit nutrisi. Dari ketiga diagnosis keperawatan pada pasien satu dan pasien dua dapat teratasi pada evaluasi akhir. Berdasarkan dengan literatur yang digunakan terdapat delapan diagnosis keperawatan yang ditegakkan pada pasien dengan pneumonia dan yang ditemukan pada pasien hanya empat diagnosis keperawatan yaitu hipertermia, bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif dan gangguan pola tidur. Intervensi yang dilakukan pada pasien sesuai dengan kondisi pasien, sarana dan prasarana. Adapun penyusunan studi kasus dapat menjadi referensi dalam meningkatkan mutu asuhan keperawatan pada pasien dewasa, khususnya pada pasien dengan pneumonia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN ANEMIA DI RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Secara umum anemia adalah kondisi kurangnya sel darah merah (eritrosit) pada seseorang dengan penyebab yang multifaktorial. Hal ini dapat menjadi suatu masalah yang serius karena sel darah merah mengandung hemoglobin yang memiliki fungsi untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh anemia ditandai dengan pusing, lemas, mual serta oenurunan hb. Anemia biasanya disebabkan oleh kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12, dan vitamin A, serta kekurangan beberapa nutrisi dan infeksi lainya. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien dengan Anemia di Ruang Anggrek A Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode Laporan Tugas Akhir ini menggunakan case study. Peneliti melakukan asuhan keperawatan dua orang pasien dewasa dengan anemia. Hasil yang didapatkan terdapat satu diagnosis keperawatan berbeda pada pasien 1 yaitu resiko defisit nutrisi sedangkan pada pasien 2 terdapat dua masalah keperawatan yang berbeda yaitu gangguan mobilitas fisik dan gangguan pola tidur. Ketiga diagnosis tersebut diamati secara mendalam dan ketiga diagnosis tersebut belum teratasi. Berdasarkan literatur yang digunakan terdapat empat diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada dengan anemia, namun yang ditemukan pada pasien hanya dua diagnosis yang sama, yaitu ketidakefektifan perfusi jaringan perifer dan nyeri. Intervensi yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi pasien, sarana dan prasarana. Penyusunan studi kasus ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan, khususnya pada pasien dengan anemia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN.Z DENGAN DIAGNOSA MEDIK DHF DI RUANG ANGGREK B RSUD DR.H JUSUF SK

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, terutama Aedes Aegyti. Yang di kararestik oleh demam tinggi mendadak dan terjadi kenaikan suhu tubuh diatas 38°C saat digigit nyamuk demam berdarah dengue. Kecenderungan pendarahan, hematomegali, dan di sertai oleh tanda-tanda kegagalan sirkulasi yang dapat mengakibatkan syok dan kematian. Asuhan keperawatan terutama ditujukan pada tindakan pencegahan dan menghindari anak dari resiko komplikasi. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan sederhana. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipes studi kasus pada An.Z pendekatan asuhan keperawatan yang dilakukan mencangkup langkah proses keperawatan. Hasil penelitian menunjukan adanya kesenjangan tidak signitif pada semua tahap proses asuhan. Tahap pengkajian tidak semua prosedur diagnostik dilakukan pada An.Z di dapatkan tiga diagnosa keperawatan An.Z yaitu hiperternia, neusea, resiko hipovolemia. Intervensi keperawatan dan implementasi disesuaikan dengan kondisi klien dan ketersediaan sarana penunjang. Sesuruh diagnosa dapat teratasi sesuai kriteria hasil yang ditetapkan. Dapat disimpulkan bahwa perawat telah mampu melakukan proses keperawatan dengan perbedaan yang tidak bermakna antara kasus dengan teori.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSA MEDIS CHRONIC KIDNEY DISEASE DI RUANG ANGGREK A RSUD DR H JUSUF SK KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSA MEDIS CHRONIC KIDNEY DISEASE DI RUANG ANGGREK A RSUD DR H JUSUF SK KOTA TARAKAN ABSTRAK Penyakit Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan rusaknya organ ginjal yang sudah berlangsung selama tiga bulan atau lebih akibat dari abnormalitas struktur atau fungsi ginjal dengan penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) mencapai 60 ml/menit selama lebih dari tiga bulan dengan atau tanpa kerusakan ginjal. Berdasarkan data Kemenkes RI (2019), angka tertinggi berada di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 6,4% dan terendah berada di Provinsi Sulawesi Barat sebesar 1,8%. Gagal ginjal kronik banyak diderita rentang usia 65-74 tahun sebesar 8,23%. Menurut jenis kelamin, laki-laki lebih banyak menderita gagal ginjal kronik yaitu sebesar 4,17% dan perempuan 3,52%. Tujuan penulisan adalah melakukan proses keperawatan, membandingkan antara teori dan kasus, mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung, dan melakukan pemecahan masalah. Pemberian asuhan keperawatan melalui proses pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hal ini dilakukan untuk memperoleh gambaran dan kemampuan penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnosis gagal ginjal kronik yang dirawat di ruang Anggrek A RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Penyusunan laporan tugas akhir ini menggunakan studi kasus. Dari hasil penerapan ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus pada pasien 1 dan pasien 2 yaitu dari pengkajian, diagnosis, intervensi dan implementasi, pada evaluasi hasil ditemukan pada pasien 1 dari lima diagnosis semua diagnosis teratasi dan pada pasien 2 dari tiga diagnosis satu teratasi dan dua tidak teratasi. Kata kunci: Asuhan Keperawatan, Diagnosis, Gagal Ginjal Kronik

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN Ny. Y DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H. JUSUF SK KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit gagal ginjal kronik atau chronic kidney disease (ckd) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang saat ini banyak terjadi di masyarakat. CKD merupakan proses kerusakan ginjal selama rentang waktu lebih dari tiga bulan. Pada kasus tersebut, ginjal kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh dalam keadaan asupan makanan normal. Penderita gagal ginjal kronik tergolong cukup tinggi. Data di Amerika Serikat tahun 2015 memperkirakan bahwa angka kejadian CKD mencapai 19,2 juta (11%) dari seluruh populasi dewasa dan 0,22% diperkirakan sudah ada pada stadium akhir, penyakit CKD mendapati peringkat ke 27 di tahun 1990 dan peringkatnya naik menjadi peringkat ke 18 di tahun 2010. Di Indonesia sendiri penyakit gagal ginjal adalah penyakit no 2, populasi umur ≥15 tahun yang terdiagnosa CKD sebanyak 0,2%. Penulis menggunakan metode deskripsif dengan tipe studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan gambaran nyata dalam menerapkan asuhan keperawatan pada klien Ny. Y dengan gagal ginjal kronik. Subjek laporan ini adalah Ny. Y dengan gagal ginjal kronik. Berdasarkan asuhan keperawatan yang dilakukan terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada pasien Ny.y meliputi tanda dan gejala, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Pada pasien gagal ginjal kronik masalah yang muncul yaitu deficit nutrisi, gangguan integritas jaringan, ansietas, perfusi perifer tidak efektif, defisit perawatan diri, dan harga diri rendah situasional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. T DENGAN DIAGNOSA KETOASIDOSIS DIABETIKUM DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

2021•

ABSTRAK Ketoasidosis diabetik ( KAD) adalah keadaan dekompensasi metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia, asidosis dan ketosis yang terjadi krena kelainan skreksi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Metode penulis deskriptif yaitu studi kasus melalui teknik pengumpulan data, wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi dan studi kepustakaan. Dengan mengunakan pendekatan proses keperawatan keperawatan yang meliputi langkah-langkah pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Diagnosa yang didapatkan pada Tn. T adalah ketidak stabilan gulkosa dalam darah behubungan dengan resistensi insulin, nyeri akut berhubungan dengan angen pecedra fisiologis, ganguan intergitas kulit behubungan dengan perubahan sirkulasi, gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan musculoskletal Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah maka penulis menemukan semua masalah diagnosa keperawatan dapat teratasi.penulis mampu melakukan asuhan keperawatan secara komprehensif, menemukan faktor pendukung, penghambat dan menemuan kesenjangan teori dan kasus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail