ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK “ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. I DENGAN HIPOGLIKEMIA DI RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN DR. H JUSUF SK Menurut (Rudi,2013) Hipoglikemi adalah suatu keadaan dimana kondisi seseorang mengalami penurunan pada kadar gula dalam darah dibawah normal. Dapat dikatakan jumlah gula dalam darah mengalami penurunan saat dilakukannya cek GDS dimana didapatkan jumlah dibawah 60 mg/dl atau dibawah 80 mg/dl dengan gejala klinis. Saat tubuh mengalami penurunan gula darah, tubuh akan merespon yang dimana ditandai dengan gejala klinis diantaranya klien akan merasakan pusing, tubuh lemas dan gemetaran, pandangan menjadi kabur dan gelap, berkeringat dingin, detak jantung meningkat dan terkadang klien bisa sampai hilang kesadaran. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan yang dirawat di Ruang Anggrek A RSUD dr. H JUSUF SK Pengumpulan data menggunakan format Asuhan Keperawatan yang meliputi Pengkajian, Diagnosa, Intervensi, Implementasi, Evaluasi Keperawatan. Berdasarkan analisa data diperoleh pengkajian membutuhkan keterampilan komunikasi yang efektif dan observasi, diagnosa keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien dan didapatkan diagnosa ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan pola tidur, defisit pengetahuan, defisit perawatan diri, dan risiko jatuh. Perencanaan dan pelaksanaan ditunjang dengan fasilitas dan sarana yang mendukung, evaluasi dilakukan secara langsung baik formatif maupun sumatif. Masalah yang belum teratasi yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Lilitan tali pusat (Nuchal Cord) merupakan kondisi melingkarnya tali pusat di sekitar leher janin yang berisiko menyumbat aliran darah umbilikalis. Kondisi klinis ini sering kali membutuhkan tindakan terminasi kehamilan darurat melalui operasi Sectio Caesarea (SC) demi keselamatan ibu dan janin. Tujuan: Mengetahui dan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan maternitas pada ibu nifas pasca-SC dengan indikasi tali pusat terlilit (Nuchal Cord). Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien nifas pasca-SC di Ruang Mawar RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi fisik, dan studi dokumentasi rekam medis. Hasil: Pengkajian awal menunjukkan kedua pasien mengeluhkan nyeri pada luka insisi, keterbatasan mobilisasi fisik, serta kendala dalam memproduksi ASI. Masalah keperawatan yang ditegakkan adalah nyeri melahirkan, menyusui tidak efektif, dan kesiapan peningkatan menjadi orang tua. Setelah diberikan intervensi keperawatan selama 3x24 jam berupa perawatan pasca-SC, latihan mobilisasi dini, edukasi laktasi, dan pijat oksitosin, kedua pasien menunjukkan kemajuan klinis yang signifikan. Skala nyeri melahirkan menurun dari 6 menjadi 2 pada pasien 1, dan dari 4 menjadi 2 pada pasien 2. Produksi ASI pada kedua pasien menjadi lancar serta kesiapan peran orang tua terpenuhi. Kesimpulan: Pemberian asuhan keperawatan maternitas yang komprehensif dan terarah terbukti efektif untuk menurunkan intensitas nyeri pasca-SC, mengoptimalkan keberhasilan proses menyusui, serta meningkatkan kesiapan psikologis adaptasi menjadi orang tua.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Hipertensi merupakan kelainan sistem sirkulasi darah yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah diatas nilai normal atau tekanan darah ≥140/90 mmHg dimana gejala dapat bervariasi pada masing-masing individu dan hampir sama dengan gejala penyakit lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan memahami secara mendalam mengenai Asuhan keperawatan keluarga pada klien dengan Hipertensi di wilayah kerja puskesmas Margasari Balikpapan Metode Penelitian deskriptif analitik studi kasus untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan 2 keluarga dengan anggota keluarga mengalami Hipertensi di RSUD dr. H. Jusuf SK. Metode pengambilan data adalah dengan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang dengan 2 kasus keluarga menggunakan SDKI, SLKI dan SIKI. Instrumen pengumpulan data menggunakan format Asuhan Keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Oleh karena itu, apabila ditangani harus ditangani secara efektif
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Mellitus tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan kadar gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau gangguan fungsi insulin (resistensi insulin). gangguan ini menyebabkan penurunan transport glukosa ke sel-sel, akibatnya sel-sel kekurangan makanan dan simpan karbohidrat, lemak, dan protein, sehingga pada penderita diabetes mellitus tipe 2 beresiko mengalami kekurangan nutrisi dari kebutuhan. Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menerapkan asuahn keperawatan secara komprehensif pada Ny. D dengan diagnosa medis Diabetes Melitus Tipe 2 di ruang Anggrek A di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Metode pengambilan data adalah dengan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Instrumen pengumpulan data menggunakan format Asuhan Keperawatan sesuai ketentuan yang berlaku di Prodi D-III Keperawatan Universitas Borneo. Data hasil yang didapatkan pada Ny. D yaitu : klien mengeluh nyeri pada bagian belakang bawah kiri nyeri seperti ditusuk-tusuk, klien sulit tidur dimalam hari. Pemecahan masalah yang dilakukan pada Ny. D didapatkan dari pelaksanaan tindakan keperawatan pada Ny. D yang telah dilakukan dengan baik berdasarkan rencana yang telah disusun. Pada tahap evaluasi ditemukan dari tiga diagnosa yang ditemukan teratasi. Kerjasama antara tim kesehatan dengan pasien dan keluarga merupakan hal terpenting untuk keberhasilan asuahn keperawatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gagal Jantung merupakan kondisi saat otot jantung cukup melemah. Akibat dari kondisi ini, jantung tidak mampu lagi memompa cukup darah ke seluruh tubuh pada tekanan yang seharusnya. Meski bisa terjadi pada siapa saja, penyakit ini disebut lebih sering terjadi pada orang yang berusia lanjut bahkan angka kematian yang terjadi pada pasien yang terdiagnosis gagal jantung mencapai angka 50% dalam waktu 5 tahun. Hal ini sangat berbahaya bagi semua orang khususnya pada pasien yang berusia lebih dari 65 tahun dan harus segera ditangani dengan cepat. Studi kasus ini bertujuan untuk mendapatkan pengalaman nyata tentang pemberian asuhan keperawatan pasien dengan gagal jantung akut menggunakan pendekatan proses keperawatan secara komprehensif. Metode penulisan laporan tugas akhir ini menggunakan metode deskriptif studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan dan studi kepustakaan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian pada Tn. M terdapat 4 diagnosis keperawatan yaitu pola napas tidak efektif, gangguan penurunan curah jantung, intoleransi aktivitas, dan gangguan pola tidur yang didapatkan secara keseluruhan 3 diantaranya teratasi dan 1 tidak teratasi. Kesimpulan penulis menemukan kesenjangan yang ada pada tinjauan Pustaka tetapi tidak ditemukan pada kasus mulai dari pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) adalah penyakit paru yang ditandai dengan adanya keterbatasan pada aliran udara yang bersifat progresif non reversible. PPOK dikaitkan dengan adanya inflamasi kronis saluran nafas dan parenkim paru sebagai hasil dari pajanan partikel dan gas berbahaya. Tujuan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini yaitu melakukan Asuhan Keperawatan secara maksimal pada pasien PPOK. Metode dalam penelitian ini dengan pengumpulan data primer dan sekunder melalui observasi dan wawancara secara sistemastis. Hasil studi kasus dilakukan asuhan keperawatan selama 2 hari hingga 3 hari ditemukan diagnosis keperawatan pada kedua klien yaitu Bersihan jalan napas tidak efektif dan Intoleransi aktifitas. Berdasarkan hasil evaluasi dilakukan asuhan keperawatan pada kedua klien dapat teratasi sebagian dan dapat teratasi secara menyeluruh dengan tindakan implementasi keperawatan sesuai kebutuhan klien. Kesimpulan dari pelaksanaan asuhan keperawatan pada penelitian ini menunjukkan mengenai tindakan keperawatan memiliki berkaitan dengan proses penyembuhan secara optimal dalam mengurangi risiko komplikasi serta dapat menjadi rujukan dalam pembuatan asuhan keperawatan Medikal Bedah I pada pasien PPOK.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
ABSTRAK Ileus Obstruktif adalah penyumbatan pada usus dimana makanan yang di cerna tidak dapat masuk ke usus sehingga dapat mengakibatkan timbulnya rasa nyeri serta gejala mual muntah dan tidak dapat buang air besar. Hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan dan tetap segera di atasi. Berdasarkan data yang di ambil dari RSUD Dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan pada tanggal 21 April 2022 sampai 23 April 2022. Tujuan laporan tugas akhir ini untuk memperoleh gambaran yang nyata melalui pelaksanaan proses keperawatan. Metode penulisan yang digunakan dalam penyusunan laporan tugas akhir ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif yaitu studi kasus melalui asuhan keperawatan dengan ileus obstruktif. Adapun Teknik pengumpulan data penulis gunakan dalam menyusun laporan tugas akhir ini yaitu observasi, wawancara dan pemeriksaan fisik. Hasil penelitian didapatkan empat masalah keperawatan nyeri akut, nausea, ansietas dan dfisit perawatan diri . terdapat beberapa kesenjangan antara kasus dan teori yaitu pada pengkajian dan menentukan diangnosis pada klien. Penulis menyimpulkan bahwa dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien Tn.T tidak ada hambatan dalam melakukan pengkajian dan keluarga sangat koperatif. Kata Kunci : Asuhan Keperawatan, Pengkajian, Diagnosis, Ileus Obstruktif
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Diabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut, relatif dari kerja atau sekresi insulin. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi pada semua organ tubuh antara lain gangguan penglihatan mata, katarak, penyakit jantung, sakit ginjal, infeksi paru-paru, gangguan pembuluh darah, stroke, luka sulit sembuh dan membusuk/gangren.Tingginya angka kejadian Diabetes Melitus di Indonesia menyebabkan, terjadinya tinggi komplikasi luka diabetikum sehingga menjadi latar belakang penulis untuk mengambil kasus Diabetes Melitus Tipe 2 dalam penulisan Laporan Tugas Akhir. Tujuan laporan tugas akhir ini untuk mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara holistik dan komprehensif. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Tn. A dengan Diabetes Melitus Tipe 2. Hasil yang di dapatkan tujuh diagnosakeperawatan yang ditegakkan pada kasus Tn. A adalah ketidakseimbangan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas kulit, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur, ketidak patuhan, dan defisit perawatan diri. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Tn. A dimulai dari pengkajian, diagnosis, perencanaan disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan enam diagnosis keperawatan teratasi dan satu diagnosis keperawatan yang belum teratasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN DIAGNOSIS DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN. ABSTRAK Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan alasan hiperglikemia terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Diabetes melitus dapat disebabkan oleh etiologi multifaktorial. Diabetes melitus biasanya disebabkan oleh gangguan sekresi insulin, dan gangguan kerja insulin yang dapat menyebabkan penyakit metabolic yang berlangsung kronik progresif yang ditandai adanya hiperglikemia.. Dari data tersebut yang menjadi latar belakang penulis mengambil kasus Diabetes Melitus tipe 2 dalam penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara komprehensif dan holistik. Subjek penelitian adalah Tn. A dengan Diabetes Melitus tipe 2 di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 15 April 2021 sampai dengan 16 April 2021. Hasil yang didapatkan terdapat 6 diagnosis keperawatan yang ditegakkan pada Tn. A yaitu Ketidakstabilan kadar glukosa darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur dan ketidakpatuhan. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat pada teori dan kasus pada Tn. A dimulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi yang harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan tiga diagnosis yang teratasi, dua diagnosis teratasi sebagian dan satu diagnosis belum teratasi. Kata Kunci : Asuhan Keperawatan, Diabetes Melitus tipe 2, Studi Kasus
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. T DENGAN DIAGNOSA KETOASIDOSIS DIABETIKUM DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN ABSTRAK Ketoasidosis diabetik (KAD) adalah keadaan dekompensasi metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia, asidosis dan ketosis, terutama di sebabkan oleh defisiensi insulin absolut atau relatif. Kematian akibat KAD di RSCM tercatat dari januari 2002 Mei 2006 adalah sebanyak 12 orang dari 62 penderita kasus KAD, sedangkan pada juni 2006 Maret 2011 tercatat kematian dari kasus kada menurun menjadi 1 orang dari 40 penderita kasus KAD. Dari data tersebut yang menjadi latar belakang penulis mengambil kasus Ketoasidosis Diabetik dalam penulisan Laporan Tugas Akhir. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara holistik dan komprehensif. Subjek penelitian adalah Tn. T dengan Ketosidosis Diabetik di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 22 Maret 2021 sampai dengan 25 Maret 2021. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Tn. T dimulai dari pengkajian, diagnosa, Intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan semua intervensi keperawatan telah di laksakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Stroke merupakan keadaan ditemukannya tanda-tanda klinis yang berkembang cepat yaitu defisit neurologik fokal dan global, stroke diakibatkan karena pembuluh darah otak mengalami penyumbatan yang menyebabkan otak tidak mendapatkan pasokan darah yang membawa oksigen yang diperlukan sehingga mengalami kematian sel/jaringan. Berdasarkan beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa Stroke merupakan kerusakan yang progresif dan irreversible dimana tubuh tidak mampu melakukan aktivitas secara mandiri. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah Penulis dapat memahami konsep dan teori yang berkaitan dengan stroke serta memperoleh gambaran yang nyata terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien Ny. A dengan diagnosa medis Stroke di Ruang Anggrek A RSUD Tarakan melalui proses pendekatan asuhan keperawatan secara holistik dan komprehensif. Penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, yaitu metode ilmiah yang menggambarkan keadaan yang sedang terjadi dan semua kegiatan hanya tertuju pada satu kasus secara intensif, dimulai dari pengumpulan data, klasifikasi data, analisis data, merumuskan diagnosis keparawatan, intervensi dan implementasi yang telah dilakukan. Hasil pengkajian pada Ny. A didapatkan lima diagnosa yaitu Risiko perfusi serebral tidak efektif berhubungan dengan hipertensi, gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan kekuatan otot, gangguan pola tidur berhubungan dengan hambatan lingkungan (pencahayaa, kebisingan), keletihan berhubungan dengan kondisi fisiologis (penyakit kronis), defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan. Kesimpulan penulis mendapatkan pengalaman dalam merawat pasien dengan masalah utama non hemoragik stroke sesuai dengan tindakan yang berdasarkan kewenangan dan tanggung jawab perawat secara profesional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DHF adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan demam akut. Kejadian DHF di Indonesia tahun 2017 terdapat 30 provinsi dengan angka kesakitan kurang dari 49 per 100.000 penduduk yang mengalami peningkatan jumlahya jika dibandingkan tahun 2016 terdapat 10 provinsi dengan angka kesakitan kurang dari 49 per 100.000 penduduk. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasikan asuhan keperawatan komprehensif pada An.K dengan penyakit DHF. Metode penulisan ini yaitu studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawaan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengkajian yang dilaksanakan mencakup identitas klien, riwayat yang pernah dialam, kesehatan sekarang dan secara keseluruhan. Diagnosa keperawatan yang didapatkan yaitu hipertermia, defisit nutrisi, defisit pengetahuan, resiko hipovelemia. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dari keempat diagnosa tersebut terdapat tiga masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan yang telah dilakukan dan terdapat satu diagnosa yang belum teratasi karena belum sesuai dengan tujuan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Pneumonia adalah penyakit infeksi saluran napas bagian bawah yang merupakan penyebab utama kematian pada balita di dunia. Menurut WHO (World Health Organization) angka kematian balita pada tahun 2015 akibat pneumonia masih tinggi mencapai 6 juta anak balita meninggal dunia. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasikan asuhan keperawatan komprehensif pada An.Y dengan penyakit Pneumonia. Metode penulisan ini yaitu studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawaan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengkajian yang dilaksanakan mencakup identitas klien, riwayat yang pernah dialam, kesehatan sekarang dan secara keseluruhan. Diagnosa keperawatan yang didapatkan yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, resiko defisit nutrisi, dan defisit pengetahuan. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dari keempat diagnosa tersebut terdapat tiga masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan yang telah dilakukan dan terdapat satu diagnose yang belum teratasi karena belum sesuai dengan tujuan, kriteria hasil dan waktu yang telah ditentukan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Abstrak Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau sekresi insulin. Gejala yang dikeluhkan pada penderita Diabetes Mellitus yaitu polydipsia, polyuria, polifagia, penurunan berat badan, kesemutan (Majority, 2015). Peningkatan angka prevelensi diabetes yang cukup signifikan yaitu 6,9% di tahun 2013 menjadi 8,5% di tahun 2018, sehingga estimasi jumlah penderita di Indonesia mencapai lebih dari 16 juta orang yang kemudian berisiko terkena penyakit lain, seperti : serangan jantung, stroke, kebutaan dan gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan head to toe, dokumentasi, kepustakaan dan subjek adalah klien. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah terdapat beberapa kesenjangan antara teori dan kasus, dimana pada tahap pengkajian Ny. R di mulai dari pengkajian terdapat empat kesenjangan, pada diagnosis terdapat tiga kesenjangan, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan dari enam diagnosis keperawatan, empat yang teratasi dan dua tidak teratasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. S DENGAN ASMA BRONKIAL DI RUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Abstrak Jumlah penderita asma bronchial didunia diperkirakan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan World Health Organization (2013) menyebutkan bahwa telah tercatat sebanyak 300 juta orang dari segala usia dan latar belakang etnis diseluruh dunia menderita asma bronchial. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasikan asuhan keperawatan komprehensif pada Ny. S dengan penyakit Asma bronchial. Metode penulisan ini yaitu studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawaan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengkajian yang dilaksanakan mencakup identitas klien, riwayat yang pernah dialam, kesehatan sekarang dan secara keseluruhan. Diagnosa keperawatan yang didapatkan yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, nyeri akut, dan gangguan pola tidur. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan dari diagnosa tersebut terdapat tiga masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan yang telah dilakukan.