Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: PERILAKU KEKERASAN
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DAN TERAPI NOVACO PADA PASIEN LESBIAN DAN BISEXSUAL

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lesbian dan bisexual merupakan bagian dari komunitas LGBT yang rentan mengalami tekanan psikososial, diskriminasi, dan konflik identitas yang dapat meningkatkan risiko perilaku kekerasan (RPK). Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan ini adalah terapi Novaco, metode pengelolaan amarah berfokus pada manajemen marah dan kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien lesbian dan bisexual dengan diagnosis RPK serta mengevaluasi efektivitas intervensi terapi Novaco dalam menurunkan RPK. Penelitian ini merupakan studi kasus terhadap dua pasien dengan pasien satu orientasi seksual lesbian dan pasien dua bisexual yang menunjukkan RPK. Intervensi dilakukan melalui 6 sesi dengan durasi 20-40 menit setiap terapi Novaco, disertai asuhan keperawatan dan menggunakan kuesioner Brief Cope, UCLA Loneliness Scale, Rosenberg Self-Esteem Scale, SRQ-20, kuesioner perilaku seksual pranikah, kuesioner kecanduan pornografi sebelum dan sesudah terapi. Hasil menunjukkan Klien 1 menunjukkan penurunan skor Brief Cope dari 67 (adaptif) menjadi 57 (adaptif) dan SRQ-20 dari 1 (Ringan) menjadi 0 (Tidak ada gangguan). Hal serupa terjadi pada Klien 2, di mana skor Brief Cope menurun dari 75 (Maladaptif) menjadi 64 (Adaptip) setelah terapi Novaco, SRQ-20 dari 16 (Tinggi) menjadi 10 (Ringan). Pasien menunjukkan peningkatan dalam pengendalian emosi, kemampuan komunikasi, serta penggunaan mekanisme koping yang lebih adaptif. Pasien juga mampu mengenali pemicu kemarahan dan menerapkan strategi pengendalian diri secara mandiri. Asuhan keperawatan yang terstruktur dan pemberian terapi Novaco efektif dalam menurunkan risiko perilaku kekerasan pada pasien lesbian dan bisexual. Terapi ini dapat menjadi strategi intervensi yang bermanfaat dalam praktik keperawatan jiwa, khususnya dalam pengelolaan emosi pada pasien dengan orientasi seksual minoritas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSA RISIKO PERILAKU KEKERASAN (RPK) DI RUANG PERAWATAN TERATAI RSUD dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Risiko perilaku kekerasan merupakan salah satu respon marah yang diekspresikan dengan melakukan ancaman, mencederai diri sendiri atau orang lain, dan dapat merusak lingkungan sekitar. Tanda-tanda utamanya mencakup perilaku subjektif seperti mengkritik, mengumpat, berbicara keras, dan berbicara tiba-tiba, serta perilaku objektif seperti serangan fisik, melukai diri sendiri, gangguan terhadap lingkungan, dan ledekkan kasar. Tanda-tanda minornya antara lain manifestasi fisik seperti mata melotot, tangan terkepal, rahang terkatup, wajah memerah, dan postur tubuh kaku. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan studi kasus yang digunakan adalah pendekatan asuhan keperawatan pada 2 orang pasien yang meliputi identifikasi data hasil pengkajian, diganosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pada pasien risiko perilaku kekerasan di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Hasil pengkajian antara klien 1 dan 2 dengan diagnosa resiko perilaku kekerasan didapatkan perbedaan meliputi identitas pasien, alasan masuk rumah sakit, faktor predisposisi, pemeriksaan fisik, psikososial, penyebab, tanda dan gejala perilaku yang dilakukan, akibat perilaku kekerasan, status mental, dan mekanisme koping. Berdasarkan hasil penelitian review kasus penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan risiko perilaku kekerasan pada 2 klien selama 5 hari. Tujuan dan kriteria hasil yang diharapkan dan ingin dicapai setelah dilakukan tindakan sesuai dengan waktu yang ditentukan dan diharapkan klien mampu mengenali risiko perilaku kekerasan yang dialami, dapat mengontrol dan mengurangi risiko perilaku kekerasan, mampu mengikuti program pengobatan secara optimal. Respon klien setelah melakukan tindakan yang diberikan yaitu klien 1 tidak mengingat tindakan yang telah diberikan dan hanya melakukan hingga SP 2 sedangkan klien 2 kooperatif dan mampu melanjutkan ke SP 3. Diharapkan institusi untuk bisa menambah referensi mengenai strategi pelaksanaan tindakan yang akan diintervensikan oleh mahasiswa ke pasien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. R DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG TERATAI RSUD DR. H JUSUF SK KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku serta dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa skizofrenia dimana seseorang akan mengalami perubahan pada persepsi sensori, merasakan sensasi yang palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan dan penciuman. Halusinasi Pendengaran adalah klien mendengar suara-suara yang tidak berhubungan dengan stimulasi nyata yang orang lain tidak mendengarnya. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. R. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “R”. Hasil pengkajian klien terdapat 3 masalah keperawatan yaitu: Gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, Isolasi sosial : menarik diri, risiko perilaku kekerasan, dan 3 diagnosa keperawatan yaitu gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, menarik diri : Isolasi sosial dan risiko perilaku kekerasan.. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan yang ada pada kasus tetapi tidak ada pada teori yaitu pada kasus klien terdapat diagnosa Isolasi sosial : menarik diri tetapi pada teori untuk pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi tidak ada diagnosa Isolasi sosial : menarik diri. Pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu halusinasi. Proses asuhan keperawatan klien klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan secara mandiri oleh klien di rumah. Diharapkan keluarga mampu membimbing klien melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator dapat teratasi. Kata kunci: Skizofrenia, Gangguan Perubahan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran.  

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. Y DENGAN MASALAH UTAMA RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

2020•

Skizofrenia dianggap sebagai sebuah penyakit otak yang paling membingungkan dengan manifestasi kondisi psikotik yang berat dan persisten disertai oleh variable disfungsi kognitif dan gangguan psikososial yang mendalam, masalah yang sering muncul dari resiko perilaku kekerasan, timbul akibat rasa tidak nyaman dan panik yang terjadi akibat stressor dari dalam dan luar lingkungan. Resiko perilaku kekerasan merupakan bentuk perilaku yang melukai dirinya sendiri, orang lain maupun lingkungannya ditandai adanya ide melukai, peyalahgunaan obat, depresi berat, marah, sikap bermusuhan, bicara kasar, mengucapkan kata-kata kotor serta adanya riwayat perilaku kekerasan. Tujuan umum penulisan Laporan Tugas Akhir ini untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Tn. Y dengan Masalah Utama Resiko Perilaku Kekerasan di Ruang Teratai Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan. Metode penulisan menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Terdapat dua kesenjangan dari hasil pengkajian pada diagnosa Tn. Y pada kasus dan tidak terdapat pada teori yaitu diagnosa isolasi sosial dan defisit perawatan diri: berpakaian. Kesimpulan dari pemecahan masalah pada Tn. Y dengan masalah utama resiko perilaku kekerasan, gangguan konsep diri: harga diri rendah, isolasi sosial dan defisit perawatan diri masalah semua teratasi dengan rencana tindak lanjut mempertahankan klien dalam mengontrol dan mengendalikan emosinya tanpa pengawasan dan mampu memilih tindakan yang lebih menguntungkan untuk melampiaskan kemarahannya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail