ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke dalam sistem tenaga listrik menyebabkan perubahan profil net load akibat karakteristik daya keluaran PLTS yang fluktuatif dan intermiten. Kondisi tersebut meningkatkan kebutuhan fleksibilitas dalam penjadwalan pembangkit, khususnya pada proses unit commitment. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan unit commitment dengan mengintegrasikan demand side flexibility (DSF) untuk mengelola fluktuasi net load akibat penetrasi PLTS. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan simulasi kuantitatif pada sistem IEEE 30 Bus selama periode operasi 24 jam. Model optimasi diformulasikan menggunakan metode Mixed Integer Linear Programming dan diimplementasikan pada perangkat lunak GAMS dengan mempertimbangkan biaya bahan bakar, biaya startup dan shutdown, batas minimum dan maksimum pembangkitan, serta ramp rate. Simulasi dilakukan pada kondisi dasar serta skenario penetrasi PLTS sebesar 10%, 20%, dan 50%, baik tanpa maupun dengan penerapan DSF. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan penetrasi PLTS tanpa DSF dari 10% hingga 50% menurunkan biaya operasi dari 12.615,312 $/24 jam menjadi 11013,55 $/24 jam. Penerapan PLTS 50% yang dikombinasikan dengan DSF memberikan hasil paling terendah. Kondisi tersebut menghasilkan penurunan biaya operasi sebesar 10.097,80 $/24 jam dan memberikan penurunan biaya operasi sebesar 2.517,512 $/24 jam atau 19,95% dibandingkan kondisi awal Unit Commitment tanpa DSF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan DSF mampu meningkatkan fleksibilitas operasi sistem, mengurangi kebutuhan pembangkitan konvensional, serta membantu mengelola perubahan net load akibat fluktuasi keluaran PLTS. Dengan demikian, integrasi DSF dalam optimasi Unit Commitment dapat menjadi strategi yang efektif untuk mendukung penetrasi energi surya secara lebih ekonomis dan andal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tipe bifacial yang terintegrasi pada struktur atap parkir (carport) Rektorat Universitas Borneo Tarakan, sebagai solusi krusial dalam menghadapi keterbatasan energi fosil dan tingginya biaya listrik di wilayah tersebut, sekaligus memanfaatkan potensi energi surya Kalimantan Utara. PLTS bifacial dipilih karena kemampuan menyerap cahaya dari dua sisi (depan dan belakang) yang berpotensi meningkatkan produksi energi dibandingkan panel konvensional. Pendekatan yang digunakan adalah simulasi kuantitatif menggunakan perangkat lunak PVsyst dengan data input meliputi luas lahan parkir, data cuaca historis Tarakan, dan spesifikasi komponen. Fokus utama desain terletak pada optimasi orientasi pemasangan, sudut kemiringan (tilt), dan arah (azimuth) yang optimal sesuai iklim tropis. Hasil simulasi menampilkan produksi energi listrik tahunan yang di hasilkan sebanyak 156588 kWh/tahun, Performance Ration yang mencapai 0,909, dan penghematan listri mencapai Rp. 174.554.907 pertahunya. Penelitian ini dapat menjadi rekomendasi teknis bagi UBT untuk mewujudkan kampus hijau serta menjadi model penerapan PLTS bifacial carpot di wilayah tropis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kebutuhan energi saat ini sebagian besar masih bergantung pada sumber energi fosil seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Namun, ketersediaan energi fosil semakin menurun oleh karena itu diperlukannya peralihan ke energi terbarukan seperti energi matahari. PLTSA merupakan pembangkit listrik tenaga surya yang memanfaatkan energi matahari, desain PLTSA dilakukan pada Gedung Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malinau menggunakan perangkat lunak PVsyst dengan sistem PLTS on grid atau terhubung PLN. Pada pendesainan ini dilakukan pengumpulan data yaitu mencatat nilai radiasi matahari menggunakan alat ukur solar power meter, dan konsumsi energi gedung yang berjumlah 318 kWh. PLTSA dirancang dengan kapasitas 69,8 kWp menggunakan total 128 modul surya yang dipasang pada setiap sisi atap dengan jumlah penggunaan baterai sebanyak 65 unit dan 4 inverter. Dari pendesaianan tersebut PLTSA menghasilkan daya sebanyak 127.955 kWh/tahun, namun dikarenakan adanya rugi-rugi sebanyak 21,15 % maka daya yang sampai ke pengguna hanya sebanyak 100.886 kWh pertahunnya. Dengan menggunakan PLTS gedung DLH dapat mengurangi biaya konsumsi listrik hingga Rp.112.461.660 pertahunnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Budidaya tanaman hydrofarm, juga dikenal sebagai salah satu jenis pertanian modern yang memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah. Kegiatan ini dimulai karena beberapa masyarakat umum yang tinggal di perkotaan ingin mencoba bercocok tanam tetapi tidak memiliki lahan yang cukup, sehingga mereka dapat membuat hydrofarm dan menikmati hasil tanaman mereka yang tidak kalah bagusnya sementara itu IoT (Internet of Things) dapat digunakan sebagai kontrol secara tidak langsung. Agar Hydrofarm dapat mengontrol faktor-faktor seperti tingkat air, nutrisi, pH air, dan lain-lain, diperlukan alat-alat yang mendukung, yang tentunya membutuhkan listrik. sumber energi listrik bagi hydrofarm tersebut yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). PLTS adalah sebuah sistem yang mengkonversi tenaga panas matahari menjadi tenaga listrik. Dengan cara melalui solarcell yang akan mengubah panas menjadi listrik yang kemudian listrik tersebut disimpan ke dalam baterai. Sementara itu kualitas pH air menyatakan kualitas air mencakup tiga karakteristik, yaitu fisika, kimia dan biologi. Dasar inilah sehingga penulis melakukan monitoring pH air pada hydrofarm tenaga surya berbasis ( internet of things ) IoT agar terciptanya kondisi teknis dalam monitoring pH, air. Dalam monitoring ini penulis menggunakan metode IoT (internet of things)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
.Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan energi terbarukan, terutama energi surya, dengan intensitas sinar matahari harian rata-rata 1.200 W/m². Kondisi ini ideal untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), terutama yang beroperasi secara mandiri (PLTS Off-Grid). Sementara itu, sistem lampu lalu lintas, meskipun penting dalam pengaturan arus kendaraan, masih banyak menggunakan waktu tetap yang tidak efisien ketika volume kendaraan bervariasi. Untuk mengatasi ini, diusulkan sistem pengendali adaptif berbasis PLC (Programmable Logic Controller) dengan metode time scheduling. Pada jam sibuk, seperti pukul 07:00 hingga 09:00, durasi lampu hijau diperpanjang untuk menyesuaikan dengan volume kendaraan yang lebih tinggi. PLC menyesuaikan waktu nyala lampu secara real-time, merespons kondisi lalu lintas dengan cepat. Pada jam sibuk sore 16:00 hingga 17:00, siklus total lampu lalu lintas adalah 199 detik dengan rincian sebagai berikut arah Selatan memiliki waktu tunggu 147 detik dengan 48 detik lampu hijau, arah Utara menunggu 165 detik dengan 30 detik lampu hijau, arah Timur menunggu 166 detik dengan 29 detik lampu hijau, dan arah Barat menunggu 120 detik dengan 75 detik lampu hijau. Lampu kuning menyala selama 3 detik di semua arah, dan terdapat jeda 1 detik merah sebelum pergantian antar simpang. Penyesuaian ini membantu mengurangi kemacetan dan meningkatkan kelancaran lalu lintas sepanjang hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan energi listrik mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan gaya hidup masyarakat yang bergantung pada teknologi. Penelitian ini bertujuan membuat sebuah perencanaan penyediaan energi listrik menggunakan PLTS untuk solusi jangka pendek, sedangkan untuk jangka panjang dilakukan melaui interkoneksi Desa Sebulu dengan jaringan PLN terdekat yaitu: Desa Sekikilan, adapun perencanaan tersebut disimulasikan menggunakan software ETAP Powerstation. Berdasarkan hasil survei jumlah beban di Desa Sebulu sebesar 19.800 kW yang merupakan beban dari 43 rumah dan 1 fasilitas umum. Penelitian ini menggunakan tiga skenario simulasi yaitu: skenario 1 kondisi existing PT PLN Tulin Onsoi, skenario 2 kondisi PT PLN Tulin Onsoi terhubung dengan Desa Sebulu dan skenario 3 kondisi PT PLN Tulin Onsoi terhubung dengan Desa Sebulu yang terpasang PLTS. Hasil simulasi aliran daya sebagai berikut: beban siang pada skenario 1 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 37,9 kW dan rugi-rugi daya reaktif sebesar 58,0 kVAr, pada skenario 2 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 38,3 kW dan rugi-rugi daya reaktif sebesar 59,0 kVAr, pada skenario 3 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 37,9 kW dan rugi-rugi daya reaktif sesbesar 58,0 kW. Selanjutnya, hasil simulasi aliran daya beban malam pada skenario 1 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 38,8 kW dan rugi rugi daya reaktif sebesar 67,2 kVAr, pada skenario 2 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 39,2 kW dan rugi-rugi daya reaktif sebesar 68,5 kVAr, pada skenario 3 didapatkan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 40,6 kW dan nilai rugi-rugi daya aktif sebesar 71,0 kVAr. Adapun jatuh tegangan pada beban siang skenario 1 dan 3 adalah 7,77 kV dan skenario 2 adalah 7,9 kV. Sedangkan pada beban malam pada skenario 1 adalah 6,7 kV, skenario 2 adalah 6,89 kV dan skenario 3 adalah 9,45 kV.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan energi yang ada saat ini, Sebagian besar terpenuhi oleh energi bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam.Namun persediaan energi yang ada saat ini semakin berkurang Indonesia memiliki semua potensi energi terbarukan, seperti matahari, air, angin, panas bumi dan bioenergi. PLTS Atap merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kebutuhan energi Listrik yang semakin meningkat. Desain PLTS Atap di Gedung Laboratorium Teknik Sipil Universitas Borneo Tarakan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi Listrik. Hasil Analisa diperoleh jumlah panel yang digunakan sebanyak 675 unit dan 5 unit inverter dengan sudut putar 12°C dan azimuth 0°C. Energi yang dihasilkan 1.922,6 kWh/tahun. Pengurangan energi yang diterima sebesar 0.66%. Kerugian IAM dari sistem sebesar 2.31%, dan efisiensi pada pengukuran sebesar 21.71%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hydrofarm dapat dimanfaatkan diwilayah yang terbatas. Sistem hydrofarm ini menggunakan beban pompa untuk mengalirkan air sebagai media tanam. Sehingga, diperlukan sumber listrik yang cukup. Beberapa petani yang ingin mengurangi penggunaan biaya listrik akan menggunakan energi terbarukan. Oleh karena itu penelitian ini menerapkan PLTS sebagai sumber catu daya utama dan akan dikombinasikan dengan catu daya yang berasal dari PLN. Dimana hasil listrik yang dihasilkan PLTS ini dapat dimonitoring dengan sensor PZEM004T dan dapat dipantau dari aplikasi blynk dengan bantuan IoT. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif. Hasil rancang bangun sistem PLTS ini berhasil menyuplai beban tertinggi di nilai 91,61 W. Rancang bangun ini juga menerapkan ATS untuk memindahkan antara suplai dari PLN maupun PLTS. Kesalahan pembacaan sensor PZEM004T untuk keluaran tegangan sebesar 0,27% dan arus sebesar 1,35%. Untuk jarak ESP32 sebagai pengirim data dengan sumber hotspot tanpa halangan sejauh 70 m dan untuk jarak data yang dapat diterima pengguna tak terbatas asalkan ESP32 dan pengguna terakses oleh internet.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Hydrofarm merupakan teknik bercocok tanam yang modern dengan memanfaatkan air. Motor pompa yang dikontrol menggunakan IoT dimanfaatkan sebagai penyuplai air agar kebutuhan hydrofarm terpenuhi, namun peralatan listrik tersebut apabila mengandalkan listrik dari PLN maka tagihan akan mahal, oleh karena itu diperlukan sumber listrik lain yaitu PLTS. Tujuan penelitian ini agar dapat menganalisis aspek ekonomi dari sistem PLTS yang dibangun. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2023 sampai Maret 2024 dan menggunakan data primer dan data sekunder yang dianalisis dengan microsoft excel. Hasil dari penelitian yaitu mengetahui aspek biaya dan aspek finansial. Pada aspek biaya seperti biaya awal (Initial Cost) sebesar Rp 7.159.000, biaya siklus hidup (Life Cycle Cost) selama 10 tahun sebesar Rp 9.897.061, energi yang dihasilkan sebesar 468,9kWh dengan tarif listrik sebesar Rp 2743 dan biaya internet selama 10 tahun sebesar Rp 12.383,28. Pada aspek finansial mendapatkan nilai NPV positif sebesar Rp 1.780.583,813 dan nilai IRR sebesar 11% dengan hasil tersebut proyek pada penelitian ini dapat dikatakan layak/menguntungkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Motor induksi tiga fasa adalah salah satu peralatan listrik yang banyak digunakan baik di industri maupun rumah tangga, salah satu aplikasinya yaitu untuk pompa air. Pada tugas akhir ini didesain dan dirancang sistem pompa air motor induksi tiga fasa dengan sumber tenaga sel surya. Intensitas radiasi matahari yang berubah-ubah sepanjang waktu mengakibatkan daya dan tegangan yang dihasilkan sel surya menjadi naik turun. Bila sel surya tersebut dihubungkan dengan beban seperti motor induksi akan mengakibatkan daya keluaran sel surya tidak optimum, sehingga menyebabkan efisiensi daya keluaran sel surya terhadap daya maksimum rendah. Untuk menjaga agar sel surya selalu menghasilkan daya yang tinggi maka diperlukan suatu kontrol MPPT (Maximum Power Point Tracking), tegangan DC- Link dapat dijaga konstan dengan tegangan 600 Volt dan dan Kontrol PID mampu mengatur kecepatan motor. Kecepatan motor yang diperoleh yaitu 1485 RPM dengan debit pompa 10 liter/detik, di intensitas cahaya matahari maksimum 1000 W/m2.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada keluaran dari PLTS itu sendiri kita ketahui bahwa besar tegangan beban harus sesuai spesifikasi tegangan beban. Sehingga agar dapat memenuhi besarnya tegangan pada beban maka dibutuhkan yang namanya Konverter. Berbagai jenis Konverter DC– DC dapat digunakan dalam proses pemanfaatan energi listrik ke beban. Konverter jenis ini banyak digunakan pada berbagai macam aplikasi seperti uninterruptable power supplies (UPS), perangkat isi ulang baterai cerdas, dan hybrid energy storage system (HESS) pada berbagai macam bidang, seperti perindustrian, perangkat elektronik, dan kendaraan listrik (Karismasani, 2017). Pada penelitian ini mengusulkan converter DC-DC Bidirectinal. Konverter DC-DC ini menggunakan metode bidirectional dengan kontrol Propotional Integral (PI). Metode bidirectional pada converter DC-DC dapat difungsikan sebagai proses pengisian baterai dan sebagai proses penyedia sumber tegangan pada beban. Sedangkan control PI berfungsi untuk mempertahankan tegangan konstan pada sisi keluaran. Dimana peneliti akan membuat desain dan simulasi bidirectional buck-boost DC-DC converter. Desain dan simulasi akan menggunakan software berupa PSIM.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Untuk menunjang kehidupan masyarakat Indonesia saat ini, Energi listrik merupakan energi yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat. Penggunaan sel surya ini akan lebih diminati karena dapat dirancang untuk pemenuhan listrik dari yang kecil sampai besar. Sehingga dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang relevan dan di berbagai tempat seperti perkantoran, pabrik, perumahan, sekolahan. Skema pembangkit listrik terbarukan ini digunakan untuk membantu sistem kelistrikan yaitu dengan cara membangun sistem PLTS untuk mengurangi penggunaan listrik produksi PLN di atau bahkan menggatikan energy listrik dari PLN jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman listrik. SMK Negeri 2 Tarakan merupakan salah satu bidang pendidikan dikota Tarakan yang memiliki kebutuhan listrik yang cukup tinggi. Pada pengujian ini mendapatkan Kapasitas Baterai yang akan digunakan adalah 12.300 Ah. Dengan jumlah baterai sebanyak 30 buah, dengan menggunakan rating Ah baterai 500 Ah. Kapasitas Panel Surya yang digunakan adalah 46.000 Wp, sebanyak 92 buah panel dengan masing – masing panel 500 Wp. Kapasitas Charge Controller dari hasil perhitungan adalah 1.045,12 A. Tetapi kapasitas yang dipilih tidak lebih rendah dari perhitungan. Maka total kapasitas charge controller yang dipakai adalah 250 A.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SMA Negeri 3 Malinau memiliki konsumsi energi listrik yang sangat besar dari berbagai macam beban seperti lampu, AC (Air Conditioner), komputer, printer, dan beban kontak-kontak lainnya. Oleh karena itu, SMA NEGERI 3 Malinau dalam pengembangannya direncanakan untuk pemasangan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) atap untuk membantu menyuplai daya listrik sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk desain PLTS sistem ON Grid pada atap SMA Negeri 3 Malinau yang menggunakan Helioscope berbasis WEB. Desain PLTS sistem ON Grid menggunakan 160 buah modul Surya ICA Solar kapasitas 310 W dan 3 buah Inverter Growatt dengan 1 kapasitas 15 kW dan 2 kapasitas 13 kW. Setelah dilakukan pengamatan langsung, kemudian data dianalisis dan dihitung maka mendapatkan hasil bahwa PLTS sistem ON Grid mampu membangkitkan energi listrik sebesar 63,36 MWh per tahun dengan beban 57,28 MWh per tahun.
Kata kunci : Helioscope, PLTS ON Grid, SMA Negeri 3 Malinau
SMA Negeri 3 Malinau memiliki konsumsi energi listrik yang sangat besar dari berbagai macam beban seperti lampu, AC (Air Conditioner), komputer, printer, dan beban kontak-kontak lainnya. Oleh karena itu, SMA NEGERI 3 Malinau dalam pengembangannya direncanakan untuk pemasangan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) atap untuk membantu menyuplai daya listrik sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk desain PLTS sistem ON Grid pada atap SMA Negeri 3 Malinau yang menggunakan Helioscope berbasis WEB. Desain PLTS sistem ON Grid menggunakan 160 buah modul Surya ICA Solar kapasitas 310 W dan 3 buah Inverter Growatt dengan 1 kapasitas 15 kW dan 2 kapasitas 13 kW. Setelah dilakukan pengamatan langsung, kemudian data dianalisis dan dihitung maka mendapatkan hasil bahwa PLTS sistem ON Grid mampu membangkitkan energi listrik sebesar 63,36 MWh per tahun dengan beban 57,28 MWh per tahun.
.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kebutuhan bahan bakar saat ini semakin meningkat seiring dengan perkembangan zaman maka dipandang perlu untuk mencari energi alternatif lainnya, salah satunya energi alternatif yang murah dan mudah didapatkan adalah energi surya (energi matahari). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan merancang sistem PLTS di Laboratorium Sentral Ilmu Hayati sebagai sumber energi alternatif. Hasil analisa diperoleh jumlah panel surya sebanyak 498 buah dan 6 unit inverter. Dari hasil perancangan diperoleh energi listrik sebesar 128,280 kWh/Thn. PLTS mampu memberikan energi yang dibangkitkan sebesar 90,025 kWh/thn pada gedung LSIH Universitas Borneo Tarakan. Kelebihan energi listrik sebesar 38,255 kWh diekspor ke grid sistem PLN sebagai nilai Investasi awal pembangunan diperkirakan sebesar $133.333,34 (atau setara dengan Rp. 2.000.000.000,00-) dan dapat mencapai Break Even Point di tahun ke-11 dengan menghemat biaya sebesar $13.845,77 (setara dengan Rp.207.686,550-).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penyediaan energi listrik masih menjadi masalah dikarenakan penyediaan listrik yang digunakan sekarang ini sebagian besar bersumber dari energi fosil yang dijadikan sebagai bahan bakar. Seiring berjalannya waktu, sumber energi fosil akan semakin berkurang dan jika dibiarkan akan menyebabkan krisis energi. Energi baru terbarukan merupakan solusi untuk permasalahan ini jika pemanfaatannya dilakukan dengan baik salah satunya adalah dengan menggunakan tenaga surya atau matahari yang dikonversikan menjadi energi listik. Dilakukan studi kelayakan PLTS on-grid sebagai alternatif pembangkit listrik di kota tarakan menggunakan Helioscope. Dari hasil kajian pada aspek teknis menggunakan Helioscope dan aspek finansial menggunakan metode Net Present Value (NPV) PLTS on-grid pada 4 lokasi di kota tarakan layak untuk dilaksanakan karena mendapatkan nilai performance ratio dan nilai NPV, yaitu PLTS lokasi Kec. Tarakan Tengah nilai PR 81,2% dan nilai NPV>0, PLTS lokasi Kec. Tarakan Barat nilai PR 82,1% dan nilai NPV>0, PLTS lokasi Kec. Tarakan Timur nilai PR 76,8%, dan PLTS Kec. Tarakan Utara nilai PR 81,6%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PLTS adalah salah satu pembangkit listrik alternatif yang sedang dikembangkan di Indonesia dikarenakan tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. Permasalahan yang ditimbulkan pada penggunaan sel surya adalah daya keluaran sel surya yang seringkali tidak mencapai maksimal dari daya yang sebenarnya. Untuk itu dibutuhkan suatu cara untuk menemukan dan mengoptimalkan keluaran daya dari PV, salah satunya dengan menerapkan system Maximum Power Point Tracking (MPPT). Penelitian ini menggunakan software PSIM untuk melakukan desain dan simulasi converter zeta. Perancangan sistem dimulai dengan membuat rangkaian converter zeta dengan parameter yang telah ditentukan, kemudian melakukan setting parameter PV yang telah disesuaikan dengan datasheet pada modul PV yang digunakan, kemudian melakukan pemodelan sistem kendali MPPT IC. Berdasarkan analisa yang dilakukan dalam penelitian ini, semakin tinggi nilai irradiassi yang diberikan pada PV maka nilai Isc dan Voc semakin meningkat. Masukan irradiasi yang digunakan untuk pengujian yaitu 500 W/m², 800 W/m², dan 1000 W/m². Berdasarkan hasil simulasi yang telah dilakukan, titik daya maksimum PV yaitu sebesar 200.07 W dengan tegangan output 12.02 dan arus output 16.69 A.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Setiap pulau memiliki potensi alam yang bebeda-beda yang dapat dikembangkan untuk kemajuan negara Indonesia. Pemerintah telah berupaya untuk memfasilitasi pulau-pulau berpotensi yang ada di Indonesia. Namun pada kenyataan masih banyak daerah terpencil yang tidak dapat menikmati listrik secara maksimal. Hal ini disebabkan belum tersalurkannya listrik dengan baik karena sulitnya transportasi untuk penjangkauan penyaluran pembangunan tenaga listrik ke daerah terpencil. Salah satu daerah yang merasakan hal ini adalah masyarakat di daerah sebakis, kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Penelitian ini membahas tentang perencanaan penerangan rumah tangga dengan sistem tenaga surya. Untuk perencanaan ini memerlukan beberapa komponen yaitu panel surya, baterai, SCC, inverter.Penggunaan PLTS ini sangat cocok digunakan di daerah pedalaman seperti daerah Sebakis. Alasan saya menggunakan PLTS karena matahari selalu ada. Hasil pengukuran radiasi matahari ini dilakukan di kampung Trans Baru Sebakis Kabupaten Nunukan didapatkan nilai rata-rata pengukuran radiasi matahari terkecil sebesar 386,901 W/m2 dengan menggunakan alat ukur UV Light Meter. Untuk hasil perhitungan jumlah panel surya yang dapat dibangkitkan untuk kebutuhan beban listrik kampung Trans Baru sebesar 15623 W dapat menggunakan panel surya sebanyak 83 panel, baterai dengan kapasitas 12 Volt 100 Ah sebanyak 20 unit, Solar Charger Controller dengan kapasitas 211,5 A, dan untuk inverter berkapasitas 2441,25 W.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perancangan instalasi listrik pada bangunan gedung sekolah SMPN 7 kota tarakan menghasilkan total daya dari bangunan lantai 1,2 dan 3 sebesar 53,219 kW dengan kapasitas MCCB utama pada panel utama (MDP) sebesar 125 A. Pada setiap lantai masing-masing terdiri dari 3 fasa (R,S,T) yang terhubung pada panel pembagi beban (SDP). Total daya masing-masing lantai adalah pada lantai 1 sebesar 18,117 kW, pada lantai 2 dan 3 sebesar 17,551 kW. Untuk luas penampang kabel yang digunakan adalah 16 mm^2 pada MCCB utama panel utama (MDP), kemudian 4 mm^2 ke panel pembagi beban (SDP) dan 2,5 mm^2 dari panel pembagi beban (SDP) menuju ke masing-masing beban instalasi. Pada nilai grounding instalasi dan penangkal petir didapatkan hasil 2 Ω. Sedangkan pada penangkal petir menggunakan metode sudut proteksi didapatkan hasil 8 terminasi udara. Pada perancangan PLTS hybrid dengan grid PLN dan back up baterai akan menanggung beban instalasi penerangan gedung lantai 1 2 dan 3 sebesar 23,376 kW dari total beban keseluruhan sebesar 53,219 kW yang akan beroperasi selama 7 jam pemakaian sehingga menjadi 163,632 kW. Dengan TCF array surya 98 % dan (PV area) seluas 200,88 m^2 dengan jumlah modul surya berkapasitas 340 Wp sebanyak 104 modul dan daya yang dibangkitkan/output sebesar 35133,91 Wp. Jumlah dan kapasitas SCC yang digunakan adalah 7 buah SCC 100 A. Sedangkan kapasitas dan jumlah baterai adalah 104 baterai ukuran 2 V 1000 Ah. Dengan kapasitas inverter sebesar 30 kW dan Kemiringan array surya (tilt angle) pada lokasi penelitian didapatkan maksimum 20,45°.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara merupakan daerah yang sebagian masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai petani. Salah satunya adalah petani tanaman selada dengan menggunakan sistem hidroponik. Sistem ini bergantung pada ketersediaan listrik untuk mengalirkan air dan nutrisi di dalam paralon yang dikendalikan pompa air listrik. Selama ini petani hidroponik masih menggunakan jaringan listrik dari PLN sebagai sumber tenaga listrik utama sehingga sering terjadi pemadaman listrik ketika adanya perawatan, perbaikan atau kerusakan pada jaringan listrik PLN. Pemilihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi cadangan dikarenakan karakteristik sel surya yang merupakan energi baru terbarukan yang tidak menghasilkan gas rumah kaca dan tidak mencemari lingkungan, dibandingkan dengan genset yang berpotensi menyebabkan polusi udara yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan survei sistem PLTS dan pengukuran data yang dibutuhkan dan menunjukkan nilai daya listrik yang dihasilkan panel surya untuk memberikan suplai daya listrik pada pompa air 125W. Panel surya yang digunakan memiliki kapasitas 200Wp sebanyak 2 buah untuk mengisi baterai dengan kapasitas total 340Ah. Daya rata-rata yang dihasilkan 1 buah panel surya perharinya berkisar antara 21,71W - 161,53W. Lama waktu pengisian baterai pada kondisi cuaca cerah selama 10 jam 6 menit dengan daya yang dihasilkan panel surya perharinya mencapai 161,53W. Kapasitas baterai yang digunakan mampu memberikan suplai daya pompa air dengan daya 125W selama 26 jam 7 menit.