Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Problem Solving
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan instrumen complex problem solving peserta didik pada materi lingkungan di smp wilayah pesisir kota tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan complex problem solving (CPS) merupakan salah satu keterampilan penting abad ke-21 yang perlu dikembangkan melalui pembelajaran sains, khususnya pada materi lingkungan yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Namun, ketersediaan instrumen yang mampu mengukur kemampuan CPS peserta didik SMP dalam konteks lingkungan pesisir masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan instrumen CPS yang memenuhi kriteria valid dan reliabel pada materi lingkungan bagi peserta didik SMP di wilayah pesisir Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pengembangan instrumen mengacu pada lima indikator CPS, yaitu complexity of the problem situation, connectivity between involved variables, dynamics of the situation, intransparency, dan polytely. Instrumen awal terdiri atas 40 soal pilihan ganda dan 20 soal esai yang disusun berdasarkan permasalahan lingkungan pesisir Kota Tarakan. Uji coba dilakukan kepada 57 peserta didik SMP Negeri 10 Tarakan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui validasi ahli dan uji coba instrumen, kemudian dianalisis untuk mengetahui validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 33 soal pilihan ganda dan seluruh 20 soal esai memenuhi kriteria valid. Nilai reliabilitas yang diperoleh sebesar 0,736 untuk soal pilihan ganda dan 0,751 untuk soal esai. Dengan demikian, instrumen CPS yang dikembangkan dinyatakan valid dan reliabel serta layak digunakan dalam pengukuran kemampuan CPS peserta didik pada materi lingkungan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksperimentasi Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Matematis Pada Siswa Kelas VII di SMPN 13 Tarakan

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap keterampilan berpikir kreatif matematis pada siswa kelas VII di SMPN 13 Tarakan. Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN Negeri 13 Tarakan tahun ajaran 2023/2024. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling sehingga diperoleh sampel pada penelitian ini 59 siswa yaitu 30 siswa kelas VII-3 sebagai kelas eksperimen dan 29 siswa kelas VII-2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data keterampilan berpikir kreatif matematis menggunakan tes yaitu pretest dan posttest yang masing-masing terdiri dari 3 soal uraian dengan soal yang berbeda. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving(CPS) terhadap keterampilan berpikir kreatif matematis pada siswa kelas VII di SMPN 13 Tarakan, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan uji One Way ANOVA diperoleh nilai F_hitung:4,5863>F_tabel: 4,009 pada taraf signifikan 5%. Hasil ini diperkuat dengan nilai rata-rata hasil tes keterampilan berpikir kreatif matematis dikelas yang menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving(CPS) lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil tes keterampilan berpikir kreatif matematis di kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving(CPS) terhadap keterampilan berpikir kreatif matematis pada siswa kelas VII di SMPN 13 Tarakan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR SISWA KELAS V SDN 009 MALINAU UTARA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Problem solving ability is a necessary ability in dealing with problems in student life. This study aims to describe students' abilities in solving mathematical problems in flat shape material for class V B SDN 009 Malinau Utara. The type of research used is descriptive qualitative. Data collection was carried out through problem solving tests and then confirmed through interviews. In this study, 20 students from class V B were involved in taking a problem-solving ability test and the results of the students' work were grouped based on high, medium, and low mathematical ability. After that, the researcher took as many as 6 students as subjects as representatives of each category of mathematical ability to be interviewed. the result of solving this problem is that high-ability subjects can be said to have been able to fulfill the four stages of polya, but subjects T1 and T2 are still not thorough because the subject is in a hurry and feels confident about the answer. S1 and S2 subjects have not been able to fulfill the third and fourth stages because the two subjects are unable to think about and understand what steps will be used. Subjects R1 and R2 have not been able to understand what problems there are in the problem, when making plans the two subjects use inaccurate concepts and at the stage of carrying out the plans the subject is unable to solve the problem because of the inaccuracy of the concept used besides that, the subject does not look back at what has been subject to work on.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MIA SMA HANG TUAH TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar siswa kelas X MIA SMA Hang Tuah Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian quasi eksperimen. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan soal pretest-posttest dengan populasi seluruh siswa kelas X MIA SMA Hang Tuah Tarakan. Hasil penelitian kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar siswa menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas konrol hal ini dibuktikan dari nilai thitung sebesar 2,695 pada taraf signifikansi 0,05 dan df 67 diperoleh nilai ttabel 1,996 berarti thitung> ttabel dan untuk hasil belajar siswa diperoleh nilai thitung sebesar 2,323 pada taraf signifikansi 0,05 dan df 67 diperoleh nilai ttabel 1,996 berarti thitung> ttabel. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning Terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah dan Hasil Belajar Siswa Kelas X MIA SMA Hang Tuah Tarakan. This study aims to determine the effect of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model on the problem-solving abilities and learning outcomes of X MIA students of SMA Hang Tuah Tarakan. This research is a quantitative research using quasi-experimental. Data collection in this study used pretest-posttest with a population of all students of class X MIA SMA Hang Tuah Tarakan. The results of the research on problem-solving abilities and student learning outcomes indicate that there is a difference between the experimental class and the control class, this is evidenced by the tcount of 2.695 at a significance level of 0.05 and degree of freedom = 67, the ttable 1.996 means tcount> ttable and for student learning outcomes obtained tcount of 2.323 at a significance level of 0.05 and degree of freedom = 67 obtained ttable 1.996 means tcount> ttable. Based on the results of data analysis, it can be concluded that there is an effect of the Contextual Teaching and Learning Problem Solving Ability and Learning Outcomes of Class X MIA students at Hang Tuah High School Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LOGAN AVENUE PROBLEM SOLVING (LAPS-HEURISTIK) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IX SMPIT ULUL ALBAB TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS-Heuristik) terhadap kemampun pemecahan masalah matematika siswa kelas IX SMPIT Ulul Albab Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari 2022 di kelas IX Putri SMPIT Ulul Albab Tarakan. Dalam penenlitian ini terdapat dua sampel yaitu kelas IX nusaibah sebagai kelas eksperimen dan kelas IX maryam sebagai kelas kontrol. Penentuan sampel di lakukan berdasarkan dengan teknik probability sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain nonequivalent control gruop design. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes berupa soal uraian. Berdasarkan hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada kelas eksperimen adalah 80,80 dan pada kelas kontrol adalah 69,02. Hasil analisis statistika inferensial untuk kemampuan pemecahan masalah matematika siswa menggunakan uji independent sampel t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,000 sehingga H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran model pemebelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS-Heuristik) berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 2 Tarakan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 2 TARAKAN (Studi Eksperimen di kelas VIII-A dan VIII-C SMP Muhammadiyah 2 Tarakan) Lulita Rahim, Eka Widyawati Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Borneo Tarakan, Indonesia Email: [email protected] Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimential Design dengan desain penelitian posttest only control desain. Variabel bebas penelitian ini adalah model pembelajaran Creative Problem Solving dan variabel terikat pada penelitian ini adalah kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Populasi a pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan didapatkan sampel yaitu kelas VIII-C sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 22 siswa dan kelas VIII-A sebagai kelas kontrol dengan jumlah 21 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan tes pemahaman konsep matematika siswa (posttest). Data dianalisis menggunakan analisis statistika dengan bantuan software SPSS versi 23.0 for windows. Hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata pencapaian kemampuan pemahaman konsep matematika siswa pada kelas eksperimen adalah 76,95 dan pada kelas kontrol adalah 64,76 . Hasil analisis statistika inferensial untuk kemampuan pemahaman konsep matematika siswa menggunakan uji independent sampel t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,02019 sehingga H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa skor rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih tinggi secara signifikan dari skor rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diberikan penerapan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII-A SMP Muhammadiyah 2 Tarakan atau model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) berpengaruh terhadap kemampuan pemmahaman konsep matematika

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA OLEH SISWA VISUAL DAN AUDITORI (STUDI KASUS PADA MATERI PERBANDINGAN KELAS VII-3 SMP NEGERI 12 TARAKAN)

2021•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemecahan masalah siswa visual dan auditori di kelas VII-3 SMP Negeri 12 Tarakan pada materi perbandingan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-3 SMP Negeri 12 Tarakan sebanyak 4 (empat) orang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dimana 4 (empat) siswa tersebut diantaranya 2 (dua) siswa visual dan 2 (dua) siswa auditori. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi yang ditulis dalam catatan lapangan kemudian dianalisis menggunakan perjodohan pola, eksplanasi, dan deret waktu. Temuan penelitian berdasarkan analisis data dibedakan untuk siswa visual dan auditori. Siswa visual memiliki pemecahan masalah perbandingan masalah perbandingan mereka 1) dapat memahami masalah dengan cara membaca soal dengan cepat sambil menggerakkan bibir untuk membaca dalam hati, 2) dapat merencanakan penyelesaian menggunakan cara atau metode yang tepat dengan mencoret-coret kertas hitungan, 3) dapat melaksanakan rencana penyelesaian dengan rapi, teliti, dan teratur sesuai dengan rencana sebelumnya, dan 4) memeriksa kembali cenderung menggunakan gaya belajar kinestetik dengan membaca ulang yang di anggap penting pada penyelesaiannya. Sementara siswa auditori mereka 1) dapat memahami masalah perbandingan dengan cara membaca soal berulang kali dengan bersuara pelan. Siswa dapat mengungkapkan apa saja yang diketahui dan apa saja yang ditanyakan dengan bahasa sendiri, 2) dapat merencanakan penyelesian cenderung menggunakan gaya belajar kinestetik yaitu memilih metode mana yang benar untuk dapat digunakan untuk menyelesaikan soal dengan bahasa tubuh, 3) dapat melaksanakan rencana penyelesaian sesuai dengan rencana sebelumnya dengan berbicara sendiri terkait penyelesaian, dan 4) memeriksa kembali dengan membaca langkah demi langkah penyelesaian dan memperbaiki jika ada kesalahan namun ragu menuliskan perbaikannya. This research aimed at describing the problem solving by the visual and auditory students in VII-3 class of SMP Negeri 12 Tarakan on proportion learning material. This type of research was a case study under a qualitative approach. Four students from VII-3 class of SMP Negeri 12 Tarakan were selected using purposive sampling technique. Those four students as the representation of two visual students and two auditory students. The data were collected by observing, interviewing, and analyzing documents which were written in the form of field notes and then analyzed using match-making patterns, explanations, and time series. The findings based on data analysis were distinguished for visual and auditory students. The visual students were: (l) can understanding problems by reading the test items quickly while moving their lips to read silently, (2) can planning solutions using the right way or method by scribbling on the counting paper, (3) can carrying out the completion plan neatly, thoroughly, and regularly in accordance with the previous plan, and (4) can rechecking and tended to use a kinesthetic learning style by rereading what was considered important at its completion. While the auditory students were: (l) can understanding proportion problems by reading the questions repeatedly in a low voice. They could express what was known and what was asked in their own language, (2) can planning solutions and tended to use a kinesthetic learning styles, namely choosing which method was proper to be employed to solve problems by using body language, (3) can carrying out the completion plan according to the previous plan by talking to him/herself relating to the completion, and (4) rechecking by reading the solution step by step and correcting if there were mistakes but were doubtful to write down the corrections.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINKING ALOUD PAIRS PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII MTs DI TARAKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bermaksud menjawab tiga pertanyaan terkait pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Thinking Aloud Pairs Problem Solving (TAPPS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Pertama, apakah model pembelajaran kooperatif TAPPS berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa perempuan? Kedua, apakah model pembelajaran kooperatif tipe TAPPS berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa laki-laki? Ketiga, apakah model pembelajaran kooperatif tipe TAPPS berpengaruh secara signifikan dan konsisten terhadap kemampuan pemecahan masalah di kelas VIII MTs DDI Tarakan pada materi pola bilangan?. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental dengan desain penelitian pretest-posttest, non-equivalent multiple-group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII MTs DDI Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan secara sampling jenuh. Sampel dalam penelitian ini adalah semua anggota dari populasi yaitu siswa kelas VIII MTs DDI Tarakan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa; pertama, terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa perempuan; kedua, terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa laki-laki; ketiga, model pembelajaran kooperatif tipe TAPPS berpengaruh secara signifikan dan konsisten terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII MTs DDI Tarakan pada materi pola bilangan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TAPPS berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII MTs DDI Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail