ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Discipline is an attitude that every student must have, and it may be seen in conformity with classroom regulations during lessons. The goal of this study is to improve student discipline in Pancasila education classes by implementing rewards and punishments. The method employed was Classroom Action Research (CAR), which consisted of two cycles: planning, implementation, observation, and reflection. The study included 15 students from Class III-A at SDN 015 Tarakan. the research instruments included observation sheets for teacher activities and student discipline. The observation results revealed that in Cycle I, the teacher was not performing optimally in terms of student monitoring, reward and punishment administration, and classroom cleanliness was not optimal. The findings of the student disciplinary observations revealed a 50% gain from the “fair” category to “good” in Cycle I, which increased to 100% in Cycle 2. In Cycle I the “good” category improved to “very good” rising from 58% in Session 1 to 75% in Session 2; in Cycle II, it increased to 83% in Session 1 and 92% in Session 2. Thus, rewards and punishments have consistently improved student discipline.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
PENGARUH PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN DISIPLIN KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA KANTOR IMIGRASI KELAS II TPI TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini dimaksudkan guna menganalisis pengaruh pemberian reward dan punishment terhadap kinerja pegawai dengan disiplin kerja sebagai variabel moderasi pada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan. Penelitian di latar belakangi oleh pentingnya peningkatan kinerja pegawai sektor publik serta adanya kesenjangan antara capaian kinerja dan tingkat disiplin kerja pegawai. Penelitian mempergunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal, dengan pengumpulan data dengan kuesioner skala Likert kepada 71 pegawai sebagai responden. Analisis data dijalankan dengan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) yang meliputi analisis statistik deskriptif, pengujian model pengukuran (outer model), serta pengujian model struktural (inner model), termasuk uji moderasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa reward secara positif serta signifikan memengaruhi kinerja pegawai, demikian pula punishment secara positif serta signifikan memengaruhi kinerja pegawai. Disiplin kerja juga terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Di samping itu, disiplin kerja mampu memoderasi hubungan antara reward dengan kinerja pegawai serta antara punishment serta kinerja pegawai secara positif, yang berarti disiplin kerja memperkuat pengaruh reward dan punishment terhadap peningkatan kinerja pegawai. Temuan penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi pemerintah dalam merumuskan kebijakan manajemen kinerja berbasis reward, punishment, dan penguatan disiplin kerja guna meningkatkan kinerja pegawai secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Setiati Penelitian ini membahas perlindungan hukum terhadap guru dalam memberikan punishment sebagai bagian dari upaya pendisiplinan siswa. Sebagai tenaga profesional, guru memiliki kewenangan pedagogis untuk membina dan membentuk karakter peserta didik, termasuk melalui penerapan sanksi disiplin. Namun, kewenangan tersebut harus tetap berada dalam koridor hukum guna mencegah terjadinya tindakan yang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran atau kekerasan terhadap anak. Penelitian ini memfokuskan pada dua permasalahan utama, yaitu: (1) bagaimana bentuk perlindungan hukum bagi guru sebagai tenaga profesional dalam memberikan sanksi disiplin kepada siswa, dan (2) bagaimana batas-batas kewenangan guru dalam menerapkan sanksi disiplin berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Data diperoleh melalui analisis bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, termasuk Undang-Undang Guru dan Dosen, Undang-Undang Perlindungan Anak, Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015, serta Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 6/PUU-XIV/2016 yang menegaskan legitimasi kewenangan guru dalam proses pendidikan selama tidak mengandung unsur kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi guru diberikan melalui pengaturan yang menegaskan peran guru sebagai tenaga profesional yang berhak memperoleh kepastian hukum dalam melaksanakan tugas pendisiplinan. Perlindungan tersebut meliputi perlindungan preventif melalui regulasi yang mengatur batas-batas tindakan pendisiplinan serta perlindungan represif melalui mekanisme pembelaan hukum bagi guru yang telah bertindak sesuai prosedur namun menghadapi tuduhan pelanggaran. Selain itu, batas-batas kewenangan guru ditentukan oleh prinsip proporsionalitas, kepatutan, non-kekerasan, dan penghormatan terhadap martabat peserta didik, sehingga setiap sanksi yang diberikan harus bersifat edukatif dan tidak melanggar prinsip perlindungan anak. Rekomendasi penelitian ini menekankan perlunya penguatan kapasitas guru dalam menerapkan disiplin positif, penyusunan pedoman teknis pendisiplinan oleh sekolah yang selaras dengan peraturan perundang-undangan, serta penguatan komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua untuk memastikan bahwa praktik pendisiplinan berjalan secara proporsional, aman, dan tetap menjaga profesionalitas guru serta hak-hak siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kedisiplinan merupakan salah satu sikap yang dimiliki oleh seseorang yang dapat mengarahkan seseorang untuk menaati apa yang diharapkan lingkungannya seperti keluarga, sekolah dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kedisiplinan siswa dalam pembelajaran dengan metode reward dan punishment. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas IV A2 SDIT Ibnu Abbas Tarakan tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 20 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi kedisiplinan siswa. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah nilai kedisiplinan siswa yaitu ≥ 80% dengan kategori “baik sekali”. Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru pada siklus I yaitu pada pertemuan 1 sebesar 70% dan pada pertemuan 2 sebesar 75% dengan kategori baik. Sehingga dilanjutkan pada siklus II pertemuan 1 sebesar 80% dan pertemuan 2 sebesar 85% dengan kategori baik sekali. Hal ini sudah sesuai dengan indikator keberhasilan penelitian yaitu ≥80% dengan kategori “baik sekali”. Adapun hasil observasi kedisiplinan siswa pada pada siklus I pertemuan 1 persentase kedisiplinan siswa sebesar 23% dengan kategori kurang dan pertemuan 2 sebesar 39% dengan kategori kurang. Hal ini belum mencapai indikator keberhasilan, sehingga dilanjutkan pada siklus II pertemuan 1 menjadi 45% dengan kategori cukup dan pertemuan 2 menjadi 83% dengan kategori baik sekali. Hal ini telah sesuai dengan indikator keberhasilan penelitian yaitu ≥ 80% dengan kategori “baik sekali”. Sehingga jika penerapan metode reward dan punishment ini dilakukan secara konsisten di dalam kelas maka dapat meningkatkan kedisiplinan siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh reward dan punishment terhadap motivasi belajar matematika siswa kelas XII di MAN Tarakan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian Kuantitaif dengan metode ex post facto. Penelitian ini dilakukan di MAN Tarakan dengan Populasi sebanyak 207 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan sampel purposive sampling sehingga didapat jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 136 responden. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket) dengan instrumen skala likert. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda dan pengujian hipotesis uji F. Hasil penelitian menunjukkan reward dan punishment dalam pembelajaran matematika berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari persamaan regresi berganda = 62.782 + 0.379X1 – 0.022X2. Sedangkan pada hasil pengujian hipotesis uji F diperoleh Fhitung > Ftabel (16,749 > 3,064). Dengan signifikasi sebesar (0,000 0,05), Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh reward dan punishment terhadap motivasi belajar matematika siswa kelas XII di MAN Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
An instructional strategy called Reward and Punishment is used to boost students’ motivation and capacity for learning during instruction. This study intended to explain two things: (1) how Reward and Punishment were used to enhance Speaking skill; (2) what teacher and students thought about this use for seventh-grade students at SMPN 8 Tarakan. Descriptive qualitative approach was employed in this investigation. Students in grades VII-7 and English teacher teaching seventh grade served as the research subjects. In this study, information was gathered using questionnaires, interviews, document reviews, and observation. It was then qualitatively analysed using a coding system and narratively presented. The study’s findings demonstrated that Reward and Punishment could boost students’ drive to learn and improved their Speaking abilities in the classroom. Reward and Punishment were valuable educational tools that both teacher and students could use to boost students’ motivation and learning capacity.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. NARINDO SOLUSI KOMUNIKASI KOTA TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh reward dan punishment terhadap kinerja karyawan pada PT. Narindo Solusi Komunikasi Kota Tarakan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode angket atau kuesioner. Pada penelitian ini untuk metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Nonprobability Sampling dengan menggunakan teknik sampel jenuh. Sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh karyawan pada PT. Narindo Solusi komunikasi Kota Tarakan sebanyak 37 karyawan. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, regresi linear berganda, uji asumsi klasik dengan menggunakan uji normalitas, uji multikolonieritas, uji heterokedastisitas, dan uji autokorelasi, pengujian hipotesis uji parsial (uji t), uji kelayakan model (uji F), serta uji analisis koefisien determinasi (R2). Adapun hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa reward tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan sedangkan punishment berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Narindo Solusi Komunikasi Kota Tarakan. Kata kunci: Reward, Punishment, Kinerja