ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resepsi mahasiswa Universitas Borneo Tarakan terhadap Fan-Fiction Alternate Universe sebagai alternatif penumbuh minat baca sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data berupa tanggapan 25 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang diperoleh melalui kuesioner terbuka. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi mahasiswa terhadap Fan-Fiction Alternate Universe secara umum cenderung positif. Mahasiswa menilai Alternate Universe menarik, menyenangkan, tidak membosankan, serta memiliki penyajian yang interaktif melalui percakapan, gambar, tweet, fake chat, dan bahasa yang dekat dengan keseharian. Mahasiswa juga menunjukkan ketertarikan untuk mengikuti cerita, memahami pesan, memberikan penilaian, dan merespons cerita secara emosional. Sebagian besar mahasiswa menyatakan bahwa Alternate Universe dapat memengaruhi minat terhadap bacaan sastra dan mendorong ketertarikan untuk mencari karya sastra lain. Dengan demikian, Fan-Fiction Alternate Universe dapat menjadi salah satu alternatif media yang berpotensi menumbuhkan minat baca sastra mahasiswa melalui penyajian yang ringan, interaktif, dan dekat dengan lingkungan digital.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kekerasan dalam rumah tangga merupakan tindak pidana yang tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran hukum, tetapi juga mencerminkan adanya relasi kuasa, ketidaksetaraan gender, dan kerentanan korban dalam hubungan domestik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum terhadap tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga serta pertimbangan hukum majelis hakim dalam menilai posisi korban dan pelaku berdasarkan perspektif kesetaraan gender. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan, serta bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan pendapat para ahli. Analisis bahan hukum dilakukan secara kualitatif yuridis dengan menghubungkan ketentuan hukum, fakta persidangan, dan pertimbangan hakim dalam perkara kekerasan dalam rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum telah menerapkan prinsip kesetaraan gender secara formal melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tanpa membedakan jenis kelamin pelaku maupun korban. Majelis hakim juga mempertimbangkan perdamaian, pemaafan korban, dan kepentingan anak sebagai faktor yang meringankan pidana. Namun, pertimbangan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan keadilan substantif karena belum menguraikan secara mendalam relasi kuasa, konteks psikososial, dan pola kekerasan timbal balik yang melatarbelakangi perkara. Perbedaan pidana dalam putusan menunjukkan pentingnya penggunaan parameter pemidanaan yang konsisten, objektif, dan bebas dari stereotip gender. Penerapan keadilan restoratif dalam perkara kekerasan dalam rumah tangga harus dilakukan secara selektif dengan tetap mengutamakan perlindungan korban, pencegahan keberulangan kekerasan, serta pemulihan bagi seluruh pihak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This research aimed to determine the effect of implementing English-language Webtoons on the reading interest and reading ability of 11th-grade nursing students at SMK Kesehatan Kaltara Tarakan. This research employed a quantitative approach with a pre-experimental design in the form of a One-Group Pretest-Posttest Design. The research sample included 22 students selected using purposive sampling. The research instruments consisted of a reading interest questionnaire with 15 statements using a Likert scale and a reading ability test comprising 20 multiple-choice questions. Data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, a paired-sample t-test for normally distributed data, the Wilcoxon test for non-normally distributed data, and N-gain calculations. The results showed an increase in reading interest following the implementation of the Webtoon Trauma Center. The mean reading interest score increased from 53.48 on the pretest to 68.71 on the posttest, with a mean difference of 15.23. The results of the paired-sample t-test showed a significance value of 0.000 (p 0.05), indicating a significant difference between the pretest and posttest scores. Reading ability also improved, with the mean score rising from 36.36 to 68.64. Improvements were observed in five reading skill indicators: finding factual information, identifying the main idea, understanding vocabulary, identifying references, and making inferences. Therefore, the implementation of the Webtoon Trauma Center could support improvements in students' interest and reading skills in English language learning, especially when accompanied by vocabulary support, structured reading activities, guidance, and appropriate classroom management.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aimed to improve the reading skills of Grade VII-B students through Phonics-Based Reading Activities at SMP Muhammadiyah 1 Tarakan. The study was motivated by students' difficulties in recognizing English words, identifying letter-sound relationships, pronouncing unfamiliar words, reading fluently, and understanding simple English texts. This study employed a mixed-methods approach integrated with a Classroom Action Research (CAR) design. The participants were 18 Grade VII-B students. The research was conducted in three action cycles consisting of planning, action, observation, and reflection. Data were collected through written tests and observation sheets. Quantitative data were analyzed based on students' written test results, while qualitative data described students' participation and engagement during the learning process. The activities consisted of Read and Match, Phonics Story Time, Reader's Chain, and Read and Draw. The findings showed that the activities improved students' reading skills. The mean score increased from 55 in the pre-test to 75.56 in the post-test, an improvement of 20.56 points. The number of students achieving the minimum mastery criterion increased from 6 students (33.3%) to 13 students (72.2%). Observation results also showed increased participation and engagement. In the final meeting, 16 students actively participated, and the students' activity score reached 90, categorized as Very Good. Therefore, Phonics-Based Reading Activities contributed positively to improving students' reading skills and encouraging active participation in English reading activities
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perubahan beban pada Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara daya mekanik penggerak dan kebutuhan daya listrik sehingga menimbulkan deviasi frekuensi sistem. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan sistem kendali frekuensi generator MWM TCG 2032 V16 serta merancang kompensator berbasis Analisis Tempat Kedudukan Akar untuk meningkatkan karakteristik respon transient sistem. Model dinamik dibangun berdasarkan struktur Reciprocating Engine Generator (REG) yang terdiri dari governor, actuator, engine, dan rotating mass dengan pendekatan model linear orde satu. Parameter model mengacu pada equivalent dynamic model kelas G2 berdasarkan standar ISO 8528 dan disimulasikan menggunakan MATLAB/Simulink dengan gangguan perubahan beban. Hasil simulasi sistem sebelum kompensasi menunjukkan nilai Maximum Transient Frequency Deviation (MTFD) sebesar 0,012 pu, peak time 1,91 detik, damping ratio 0,051, dan settling time 97,7 detik. Setelah pemasangan kompensator lead berbasis Root Locus, nilai MTFD menurun menjadi 0,0035 pu, peak time menjadi 0,5 detik, damping ratio meningkat menjadi 0,499, dan settling time menjadi 2 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensator yang dirancang mampu meningkatkan redaman, mempercepat respon transient, dan meningkatkan stabilitas frekuensi generator PLTMG.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak:
Kestabilan frekuensi merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kualitas
dan keandalan sistem tenaga listrik. Perubahan beban pada sistem pembangkit dapat
menyebabkan terjadinya penyimpangan frekuensi dari nilai nominal, sehingga
diperlukan sistem pengendalian yang mampu memberikan respons cepat dan stabil.
Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan sisi mekanik sistem pembangkit serta
merancang kompensator berbasis metode Root Locus sebagai pengendali frekuensi
pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati PT. Indo Pusaka Berau.
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan
data frekuensi operasi bulan Agustus 2023 serta parameter sistem yang diperoleh
dari referensi dan data teknis. Pemodelan sistem dilakukan dengan
merepresentasikan komponen governor, turbin, dan generator dalam bentuk fungsi
alih dan diagram blok sistem kendali tertutup. Selanjutnya, analisis kestabilan
dilakukan menggunakan metode Root Locus untuk menentukan karakteristik pole
sistem dan merancang kompensator Lead. Hasil perancangan diperoleh
kompensator Lead dengan gain sebesar 5,37198, zero pada -2,199 dan pole pada -
7,27. Berdasarkan hasil simulasi, penambahan kompensator Lead mampu
memperbaiki karakteristik respons sistem. Nilai Rise Time menurun dari 0,65654
detik menjadi 0,33297 detik, Peak Time dari 1,5185 detik menjadi 0,75849 detik,
dan Settling Time dari 3,2668 detik menjadi 1,718 detik. Steady-State Error juga
mengalami penurunan dari 0,038462 menjadi 0,024026. Meskipun terjadi sedikit
peningkatan Overshoot dari 16,929% menjadi 17,893%, sistem dengan
kompensator Lead menunjukkan respons yang lebih cepat dan mampu mencapai
kondisi tunak dalam waktu yang lebih singkat. Dengan demikian, desain
kompensator Lead berbasis Root Locus dapat digunakan sebagai salah satu
pendekatan dalam meningkatkan karakteristik pengendalian frekuensi pada model
sistem pembangkit.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inovasi pelayanan publik yang diterapkan di Kecamatan Sembakung Atulai Kabupaten Nunukan dalam mendukung efisiensi pelaksanaan program pemerintah pusat serta mengetahui tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sembakung Atulai pada bulan Mei sampai Juli 2026. Informan penelitian berjumlah empat orang yang terdiri dari Camat, Sekretaris Kecamatan, Staf Pelayanan, dan masyarakat pengguna layanan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan memperhatikan keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan administrasi di Kecamatan Sembakung Atulai menggunakan Google Form, Google Spreadsheet, dan WhatsApp sebagai bentuk inovasi pelayanan. Google Form digunakan untuk mengisi data awal dan memeriksa kelengkapan persyaratan. Google Spreadsheet digunakan untuk melihat dan mengelola data yang masuk, sedangkan WhatsApp digunakan untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Penggunaan teknologi tersebut membantu masyarakat mendapatkan informasi, menyiapkan persyaratan, dan menyampaikan data sebelum datang ke kantor kecamatan. Inovasi ini juga membantu menghemat waktu pelayanan dan mengurangi kunjungan ulang masyarakat karena persyaratan yang belum lengkap. Namun, pelayanan langsung di kantor tetap diperlukan. Dalam penerapannya terdapat beberapa kendala, yaitu jaringan internet, gangguan listrik, kondisi geografis, kemampuan sebagian masyarakat dalam menggunakan teknologi, dan masih adanya pelayanan yang dilakukan secara manual. Dengan demikian, penggunaan Google Form, Google Spreadsheet, dan WhatsApp dapat membantu mempermudah dan mempercepat pelayanan administrasi di Kecamatan Sembakung Atulai serta mendukung pelaksanaan program pemerintah pusat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT
This research discusses the design of a compesator based on Root Locus Analysis as a voltage controller in the power generation system. The research aims to model the electrical side of the generator system in the form of a block diagram and design a compensator to increase the response characteristics of the generator voltage regulation system. The research method used is qualitative and experimental by doing mathematical modeling and simulation using MATLAB/Simulink. The modeled system consists of an amplifier, exciter, and a synchronous generator that are presented in the form of expert functions. The analysis is carried out by observing the system response characteristics through the parameters of Delay Time, Rise Time, Peak Team, Settling Team, Maxium Overshoot, Steady-State Value, and Steady-State Eroor. The research results show that after the implementation of the Lead compensator designed using the Root Locus method, there is an increase in the response character of the system. Rise Time Value from 0.22466 seconds to 0,19496 seconds, Peak Time decreased from 0,60501 seconds to 0,46823 seconds, Settling Time decreased from 2,9534 seconds to 1,0935 seconds, and Maximum Overshoot decreased from 46,979% to 23,815%. The results show that the Lead compensator can improve the transient response and increase the stability of the generator voltage regulation system.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi keadilan pajak, transparansi pemerintah, dan sikap moral terhadap niat menghindari pajak pada wajib pajak orang pribadi di Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang dipilih secara purposif, dengan kriteria memiliki NPWP dan pernah menjalankan kewajiban perpajakan. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, dan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan seluruh item valid, seluruh variabel reliabel, serta model memenuhi asumsi klasik. Secara parsial, persepsi keadilan pajak, transparansi pemerintah, dan sikap moral berpengaruh negatif signifikan terhadap niat menghindari pajak, masing-masing dengan nilai signifikansi 0,001; 0,036; dan 0,006. Ketiganya juga berpengaruh signifikan secara simultan (nilai signifikansi 0,000). Koefisien determinasi sebesar 0,5405 menunjukkan bahwa ketiga variabel menjelaskan 54,05% variasi niat menghindari pajak, sedangkan 45,95% sisanya dijelaskan oleh faktor lain. Dengan demikian, semakin tinggi persepsi keadilan pajak, transparansi pemerintah, dan sikap moral, semakin rendah niat menghindari pajak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This research aims to determine the level of teacher readiness and barriers to digitizing mathematics learning at SDN 001 Sebatik Utara, in terms of the TPACK framework and barrier theory. This research uses a quantitative approach with descriptive methods. The research subjects included all teachers involved in the mathematics learning process, with a total sample of 18 teachers determined using total sampling techniques. Data collection was carried out using instruments in the form of questionnaires and interview guides. The research results show that the level of teacher readiness in facing the digitalization of mathematics learning consists of 22% of teachers in the high category, 72% in the medium category, and 6% in the low category. Meanwhile, the level of obstacles faced by teachers shows that 17% are in the high category, 61% in the medium category, and 22% in the low category. Based on these results, it can be concluded that the level of teacher readiness is generally in the medium category, but implementation is not yet fully optimal because there are still limitations in mastery of technology and experience in using digital devices for some teachers.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan keadilan restoratif dalam penyelesaian perkara KDRT berdasarkan UU No. 23 Tahun 2004 yang di tinjau dari karakteristik serta dinamika internal konsep rumah tangga, sekaligus mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaanya. Metode penelitian yang digunakan adalah empiris dengan pendekatan kualitatif deskripif. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara mendalam bersama pihak penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) serta para pihak yang terlibat dalam lingkup domestik, didukung oleh data sekunder berupa regulasi hukum dan dokumen pelaporan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisitik perkara KDRT yang dilaporkan sepanjang pertengahan tahun 2024 hingga akhir 2025 didominasi oleh jenis kekerasan fisik ringan di dalam hubungan perkawinan 8 laporan polisi. Penerapan keadilan restoratif dinilai efektif dalam menekan angka perkara yang naik ke jalur litigasi, dimana sebanyak 7 kasus berhasil diselesaikan melalui mekanisme damai formal demi mempertahankan keutuhan konsep rumah tangga. Namun, pelacakan jangka panjang menunjukkan kegagalan sistemik pada fungsi mitigasi pasca-damai dengan tingkat pengulangan kekerasan (Residivisme) di dalam rumah tangga mencapai 26 kasus. Kendala utama yang dihadapi meliputi hambatan struktural kedaruratan mediasi, ketimpangan relasi kuasa akibat ketergantungan ekonomi dan psikis korban di dalam ruang domestik, serta tekanan kultural patriarki yang melekat pada konsep rumah tangga tradisional. Tidak adanya regulasi hukum positif yang mewajibkan pengawasan klinis berkala maupun rehabilitasi psikologis (pengelolaan rasa marah) bagi pelaku menyebabkan pemulihan kondisi psikis keluarga tidak berjalan optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan hukum dan implementasi keadilan restoratif dalam penyelesaian delik kealpaan yang menyebabkan matinya orang lain, ditinjau secara komparatif berdasarkan KUHP Lama, KUHP Nasional, serta hukum acara pidana yang mengaturnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan non hukum yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUHP Lama tidak menyediakan landasan normatif apapun bagi keadilan restoratif, sehingga praktik damai yang terjadi hanya bergantung pada diskresi informal aparat yang tidak seragam antardaerah. Kekosongan ini dipertegas oleh KUHAP Lama, yaitu Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981, yang dalam Pasal 109 ayat (2) dan Pasal 140 ayat (2) tidak mengakui perdamaian sebagai alasan sah penghentian penyidikan maupun penuntutan. KUHP Nasional melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 mengubah hal ini secara mendasar melalui gradasi kealpaan dalam Pasal 474, kewenangan permaafan hakim dalam Pasal 54 ayat (2), pengakuan hak korban dalam Pasal 67, serta jalur penyelesaian luar pengadilan dalam Pasal 70, yang kini didukung secara prosedural oleh KUHAP Baru, yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025, melalui Pasal 79 sampai dengan Pasal 88 tentang mekanisme keadilan restoratif pada tingkat penyidikan, penuntutan, dan persidangan. Dari sisi implementasi, penyelesaian damai pada era KUHP dan KUHAP Lama berjalan tidak sistematis dan tidak memberi kepastian hukum, sedangkan kerangka hukum baru kini mewajibkan aparat mempertimbangkan jalur damai dengan dasar hukum acara yang jelas. Namun demikian, masih terdapat tantangan implementasi berupa persepsi masyarakat, keterbatasan lembaga mediasi, peraturan pelaksana yang belum lengkap, serta kapasitas aparat yang masih perlu ditingkatkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The purpose of the research was to reveal the significant impact of implementing the role-based jigsaw method on seventh-grade students' reading comprehension at SMPN 1 Tarakan. This research employed one group pretest-posttest design and involved 32 students from Class VII-3. Data were collected through multiple-choice reading comprehension tests administered before and after the intervention. The results showed that students' average scores increased from 57.81 on the pre-test to 77.66 on the post-test. A paired t-test revealed a statistically significant difference between the pre-test and post-test scores (t=-14.248, df=31, p0.001). Therefore, the null hypothesis (Ho) was rejected, and the alternative hypothesis (H.) was accepted. Students were seen discussing the assigned reading passages in Expert Groups and sharing their understanding in Home Groups while carrying out the cognitive and functional roles assigned to them. The N-Gain effectiveness score of 47% indicates that the implementation of this method is categorized as "Less Effective" based on the effectiveness criteria used. However, because this research employed one group pretest-posttest design without a control group, these findings must be interpreted within the limitations of the research design and do not establish a direct cause-and-effect relationship. Through the division of cognitive and functional roles within the group, students are encouraged to actively participate in text comprehension, discussions, taking responsibility for tasks, and sharing information with other group members. Based on the research findings, English teachers are advised to implement the role-based jigsaw method as an alternative reading instruction strategy that can encourage student engagement and improve comprehension. Future researchers are advised to use a more comprehensive research design, such as including a control group and extending the duration of the intervention, in order to obtain optimal and in-depth results.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AN ANALYSIS OF EIGHTH GRADERS' READING SKILL PROBLEMS AT MTS NEGERI TARAKAN THROUGH BROWN'S THEOR Y Abstract This study aims to analyze the reading skill challenges faced by eighth-grade students at MTs Negeri Tarakan using Brown's theory. This study focused on identifying the specific problems students encountered in reading English texts based on Brown's theory and analyzing the factors that contributed to these difficulties. This study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques consisting of documentation, observation, and semi-structured interviews. The research subjects consisted of six eighth-grade students from Class VIII-D, selected through a purposive sampling technique based on various levels of reading proficiency, and an English teacher. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which consisted of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with source triangulation to ensure data validity. The research findings revealed that the reading difficulties experienced by students stem from limited vocabulary, poor understanding of sentence structure, and problems with fluency and pronunciation. In addition, psychological factors such as anxiety, low motivation, and a lack of self-confidence also play a major role in exacerbating students' reading difficulties. This study further indicates that anxiety about using a foreign language significantly affects reading comprehension, leading students to avoid active reading activities. Therefore, it can be concluded that students' reading difficulties are not only cognitive and linguistic in nature but are also heavily influenced by affective factors that create an "emotional filter" in the English language learning process.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan membaca yang dialami siswa serta kebutuhan dukungan yang diperlukan dalam memahami teks bacaan bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian adalah 61 siswa kelas IX.6 dan IX.7 di SMPN 3 Tarakan yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru Bahasa Inggris sebagai kelas yang merepresentasikan kemampuan membaca siswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari beberapa bagian, yaitu persepsi kemampuan membaca siswa, kesulitan membaca teks bahasa Inggris, serta kebutuhan dukungan pembelajaran membaca. Data dikumpulkan melalui Google Form dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, mean, dan standar deviasi menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami beberapa kesulitan dalam membaca teks bahasa Inggris, terutama dalam memahami kosakata baru, memahami kalimat yang panjang dan kompleks, mengingat detail informasi, serta menemukan makna tersirat dalam teks. Nilai rata-rata pada item kesulitan membaca berada pada kategori sedang, yang menunjukkan bahwa kesulitan membaca masih cukup sering dialami oleh siswa. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa siswa membutuhkan berbagai bentuk dukungan pembelajaran. Dukungan digital menjadi kebutuhan tertinggi, diikuti oleh dukungan kosakata, dukungan visual, dan dukungan guru, sedangkan kerja kelompok berada pada tingkat kebutuhan yang lebih rendah. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kesulitan membaca siswa tidak hanya berkaitan dengan aspek linguistik, tetapi juga dengan strategi pembelajaran dan bentuk dukungan yang diberikan selama proses membaca. Oleh karena itu, guru disarankan untuk mengintegrasikan penggunaan teknologi digital, pengajaran kosakata sebelum membaca, serta penggunaan media visual guna membantu meningkatkan pemahaman membaca siswa. This study aimed to describe the reading difficulties experienced by students and the support needs required to understand English reading texts. The research employed a descriptive quantitative method using a survey approach. The participants were 61 ninth-grade students from classes IX.6 and IX.7 at SMPN 3 Tarakan, selected based on the English teacher’s recommendation as representative classes of students’ reading ability levels. The research instrument was a questionnaire consisting of several sections, including students’ perceptions of reading ability, reading difficulties in English texts, and learning support needs for reading comprehension. Data were collected through a Google Form questionnaire and analyzed using descriptive statistics, including frequency, percentage, mean, and standard deviation with SPSS. The findings indicated that students still experienced several difficulties in reading English texts, particularly in understanding unfamiliar vocabulary, comprehending long and complex sentences, remembering detailed information, and identifying implied meanings in texts. The mean scores of reading difficulty items were categorized at a moderate level, indicating that reading difficulties were still frequently experienced by students. Furthermore, the results revealed that students required various forms of learning support. Digital support was identified as the most needed support, followed by vocabulary support, visual support, and teacher support, while group work support was categorized at a lower level of need. Based on these findings, it can be concluded that students’ reading difficulties are not only related to linguistic aspects but also to instructional strategies and the types of support provided during the reading process. Therefore, teachers are recommended to integrate digital technology, vocabulary pre-teaching activities, and visual media to help improve students’ reading comprehension.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis tindak pidana kealpaan yang menyebabkan matinya seseorang anak yang dilakukan oleh anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta mengevaluasi aspek keadilan dalam Putusan Nomor 67-K/PM.I-02/AD/VI/2025. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya tindak pidana yang menyebabkan meninggalnya seorang anak akibat tindakan anggota TNI, sehingga menimbulkan perhatian terhadap proses penegakan hukum dalam peradilan militer dan perlindungan anak sebagai korban tindak pidana. Selain menyangkut pertanggung jawaban pidana pelaku, perkara ini juga berkaitan dengan bentuk keadilan yang diberikan kepada keluarga korban, termasuk pemulihan hak-hak korban dan perlindungan kepentingan terbaik bagi anak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan pendekatan undang-undang dan pendekatan kasus. Bahan hukum primer dan sekunder dianalisis secara kualitatif dengan menghubungkan ketentuan hukum, fakta persidangan, serta pertimbangan hakim dalam putusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkara tersebut diproses melalui sistem peradilan militer berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer, mulai dari pelaporan, penyelidikan yang dilakukan oleh Polisi Militer, penuntutan oleh ouditur militer sampai tahap pemeriksaan dan putusan oleh pengadilan militer. Majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 359 KUHP tentang kealpaan (culpa) dan unsur kesengajaan (dolus) dalam dakwaan pertama tidak dapat dibuktikan secara sah dan menyakinkan. Putusan pengadilan telah memberikan keadilan formal melalui penjatuhan pidana dan pemberian restitusi kepada keluarga korban. Putusan ini belum sepenuhnya mencerminkan keadilan substantif karena belum memberikan perhatian optimal terhadap status korban sebagai anak dan belum menempatkan pemulihan korban sebagai orientasi utama. Sistem peradilan militer perlu diperkuat agar lebih responsif terhadap perlindungan anak, kepentingan korban, dan proporsionalitas pemidanaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan tren penelitian adaptive leadership berdasarkan data publikasi ilmiah yang terindeks Scopus menggunakan pendekatan bibliometrik. Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi tren publikasi, sumber publikasi yang paling relevan, negara dan institusi yang berpengaruh, dokumen dan penulis dengan sitasi tertinggi, serta tema penelitian yang dominan dan berkembang dalam kajian adaptive leadership. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (literature review). Data diperoleh dari basis data Scopus melalui proses seleksi menggunakan metode PRISMA dengan kata kunci “Adaptive leadership”. Hasil penyaringan menghasilkan 223 artikel yang dianalisis menggunakan perangkat lunak R Studio melalui paket Bibliometrix dan Biblioshiny. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi mengenai adaptive leadership mengalami peningkatan signifikan terutama pada periode 2020–2025. Leadership Quarterly menjadi sumber publikasi paling relevan, sementara penelitian tersebar pada berbagai bidang seperti kepemimpinan, manajemen, pendidikan, dan administrasi publik. Analisis bibliometrik juga menunjukkan tema penelitian berkembang pada isu transformasi digital, kecerdasan buatan, ketahanan organisasi, dan keberlanjutan. Selain itu, pola publikasi yang tersebar mengindikasikan bahwa kajian adaptive leadership bersifat multidisipliner dan terus berkembang seiring meningkatnya dinamika organisasi modern. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan penelitian adaptive leadership serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Head and Neck Squamous Cell Carcinoma (HNSCC) merupakan jenis kanker ganas keenam tertinggi di dunia (>900.000 kasus baru/tahun 2020). Salah satu penyebab kanker mampu bermetastasis karena di sebabkan oleh peran onkogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi jenis-jenis gen yang bersifat onkogen pada HNSCC dan, menganalisis fungsi biologinya dalam sel HNSCC, serta mengkaji potensi penerapannya pada pembelajaran biologi. Ekplorasi menggunakan metodologi systematic riview melalui PRISMA-P terdapat 98 artikel dari basis data Scopus (2016–2026), yang selanjutnya menghasilkan 56 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan 55 gen onkogen yang teridentifikasi dari artikel tersebut. Analisis data menggunakan ShinyGO 0.85.1 melalui data Ensembl pada GeneCard mengungkapkan tiga aspek utama yaitu proses biologis (angiogenesis dan vasculature development), komponen seluler (serine protease inhibitor complex), dan fungsi molekuler (transcription coregulator binding). Hasil temuan ini menunjukkan bahwa gen-gen onkogenik ini berkontribusi secara signifikan pada perkembangan HNSCC dengan mendorong proliferasi sel, migrasi, penghindaran sistem imun, dan pembentukan pembuluh darah baru. Temuan penelitian diterapkan sebagai sumber belajar pada pembelajaran biologi ke dalam Modul Ajar Biologi untuk kelas XII pada sub bab materi pewarisan sifat tepatnya pada materi mutasi gen, yang berbasis Case-Based Learning yang relevan dengan tujuan pembelajaran ke-10 (menjelaskan peristiwa mutasi dan sebab-sebab terjadinya mutasi) pada Kurikulum Merdeka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap risiko kebangkrutan, serta menguji peran kepemilikan institusional sebagai variabel moderasi pada perusahaan yang terdaftar dalam indeks IDX ESG Leaders (ESGL) Tahun 2020-2024. Risiko kebangkrutan dalam penelitian ini diproksikan menggunakan O-Score Ohlson (1980). Sampel penelitian terdiri dari 45 perusahaan yang dipilih melalui metode purposive sampling dengan total 225 observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Common Effect Model (CEM) yang terpilih berdasarkan hasil Uji Chow dan Uji Lagrange Multiplier Breusch-Pagan, serta pengujian moderasi dilakukan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap risiko kebangkrutan (p-value = 0,083 > 0,05), sehingga H1 ditolak. Selanjutnya, kepemilikan institusional juga tidak terbukti secara statistik memoderasi pengaruh kinerja ESG terhadap risiko kebangkrutan (p-value = 0,121 > 0,05), sehingga H2 ditolak. Tidak signifikannya pengaruh ESG terhadap risiko kebangkrutan dapat dijelaskan oleh homogenitas sampel perusahaan IDX ESGL, sifat dampak ESG yang berjangka panjang, serta belum matangnya ekosistem ESG di pasar modal Indonesia. Adapun tidak terbuktinya peran moderasi kepemilikan institusional disebabkan oleh orientasi investor institusional di Indonesia yang masih cenderung jangka pendek dan belum mengadopsi pendekatan ESG integrated investing secara konsisten. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan bukti empiris mengenai relevansi ESG terhadap stabilitas keuangan perusahaan dalam konteks pasar modal Indonesia yang sedang berkembang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Seiring dengan perkembangan upaya penegakan hukum, konsep restorative justice menjadi salah satu alternatif dalam penyelesaian tindak pidana. Keadilan restoratif merupakan suatu bentuk keadilan yang berorientasi pada pemulihan korban, pelaku, dan masyarakat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan keadilan restoratif dalam penyelesaian kasus pencurian pada masyarakat adat di Desa Sungai Anai Kecamatan Kayan Hilir serta bagaimana mekanisme penyelesaian kasus pencurian tersebut melalui hukum adat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum empiris, yaitu penelitian yang mengkaji hukum dalam kenyataan sosial dengan menelaah praktik penerapan restorative justice di tengah masyarakat. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadilan restoratif dalam penyelesaian tindak pidana pencurian pada masyarakat adat di Desa Sungai Anai dilaksanakan dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku, keluarga korban, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pihak-pihak terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil melalui perdamaian dengan menekankan pemulihan pada keadaan semula. Mekanisme penyelesaian dilakukan melalui musyawarah adat yang dipimpin oleh kepala adat, dengan mempertimbangkan bukti, keterangan para pihak, serta nilai-nilai hukum adat yang hidup dalam masyarakat. Pelaksanaan putusan adat dipatuhi oleh masyarakat karena dipandang sebagai bagian dari tradisi leluhur yang memiliki kekuatan sosial dan moral dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan hidup bersama. Adapun rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah perlunya pengakuan yang lebih kuat dari pemerintah terhadap mekanisme penyelesaian adat, serta perlunya sinergi antara lembaga adat dan aparat penegak hukum agar tercipta keadilan yang lebih humanis, kontekstual, dan sesuai dengan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat.