Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

21 hasil
Subjek: sekolah dasar
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis pengaruh bullying terhadap keatifan siswa kelas IVdi SDN 005 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang oleh individu atau kelompok yang memiliki kekuatan lebih terhadap individu yang dianggap lebih lemah. Fenomena bullying di sekolah dasar menjadi perhatian penting karena dapat memengaruhi kondisi psikologis, sosial, dan akademik siswa, termasuk menurunkan keaktifan dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bullying terhadap keaktifan siswa kelas IV SDN 005 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SDN 005 Tarakan dengan teknik sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan observasi. Instrumen penelitian berupa angket bullying dan angket keaktifan siswa yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, Analisis Uji t, dan uji hipotesis menggunakan SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan tingkat bullying siswa kelas IV SDN 005 Tarakan berada pada kategori sedang dengan persentase 58,65%. Bentuk bullying yang paling dominan adalah bullying verbal sebesar 68,39%, diikuti bullying fisik 55,75% dan bullying psikologis 50,68%. Tingkat keaktifan siswa juga berada pada kategori sedang dengan persentase 66,71%. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan nilai signifikansi 0,018 ( 0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan bullying terhadap keaktifan siswa. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,184 menunjukkan bullying memengaruhi keaktifan siswa sebesar 18,4%, sedangkan 81,6% dipengaruhi faktor lain. Semakin tinggi bullying, semakin rendah keaktifan siswa dalam pembelajaran..

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Deskripsi perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas vi-c sdn 006 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berfokus pada deskripsi perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas IV-C SDN 006 Tarakan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di kelas IV-C SDN 006 Tarakan. Subjek pada penelitian ini ialah 2 siswa sebagai sampel penelitian yang merupakan keterwakilan siswa dalam penelitian deskripsi perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas IV-C SDN 006 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas IV-C SDN 006 Tarakan telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan membuang sampah pada tempatnya menjaga kebersihan diri serta mengikuti kegiatan olahraga secara rutin. Faktor yang mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) meliputi peran guru fasilitas sekolah yang memadai serta dukungan orang tua. Sementara itu faktor penghambatnya adalah kurangnya kesadaran sebagian siswa dan pengawasan yang belum optimal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat siswa kelas IV-C SDN 006 Tarakan secara umum sudah tergolong baik. Namun masih perlu ditingkatkan melalui pembiasaan edukasi kesehatan yang berkelanjutan serta kerja sama antara sekolah dan orang tua agar siswa mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari

5 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN PADA MATERI TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS V DI SD NEGERI 029 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran teks eksplanasi yang layak untuk siswa kelas V SD Negeri 029 Tarakan, serta mendeskripsikan respon guru terhadap kualitas dan kemudahan penggunaan produk tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya variasi bahan ajar mandiri materi teks eksplanasi di sekolah dasar yang berdampak pada rendahnya fokus, percaya diri, dan tanggung jawab siswa saat presentasi. Metode yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas V SD Negeri 029 Tarakan untuk uji coba terbatas dan uji coba lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, lembar validasi ahli, dan angket respon guru, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran teks eksplanasi berbasis penguatan Profil Pelajar Pancasila ini sangat layak dan menarik untuk digunakan. Kelayakan produk dibuktikan oleh penilaian para ahli (materi, media, dan bahasa) yang memperoleh rata-rata persentase sebesar 83,33% (sangat layak). Selain itu, rekapitulasi angket respon guru kelas V menghasilkan rata-rata persentase sebesar 94,5% (sangat menarik). Modul ini dinilai praktis, mudah digunakan, serta mampu meningkatkan keaktifan dan semangat belajar siswa. Kesimpulannya, modul pembelajaran ini dinyatakan layak dan efektif sebagai media pendukung pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar

6 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

DESKRIPSI TINGKAT KECEMASAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS 5 SD DITINJAU DARI ASPEK KOGNITIF, AFEKTIF, DAN FISIOLOGIS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kecemasan matematika merupakan fenomena psikologis yang cukup umum dijumpai pada siswa sekolah dasar dan dapat berdampak negatif terhadap proses serta hasil belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kecemasan matematika siswa kelas V SD ditinjau dari aspek kognitif, afektif, dan fisiologis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas V-A SDN 024 Tarakan yang berjumlah 27 siswa. Pemilihan subjek dilakukan melalui teknik purposive sampling, dan selanjutnya dipilih tiga orang siswa sebagai subjek utama yang mewakili masing-masing kategori kecemasan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket kecemasan matematika yang terdiri dari 28 butir pernyataan dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 27 siswa, sebanyak 5 siswa berada pada kategori kecemasan rendah, 21 siswa berada pada kategori kecemasan sedang, dan 1 siswa berada pada kategori kecemasan tinggi. Ditinjau dari aspek kognitif, siswa dengan kecemasan sedang dan tinggi menunjukkan adanya keraguan terhadap kemampuan diri, kesulitan berkonsentrasi, dan rasa takut gagal. Pada aspek afektif, gejala gugup, gelisah, dan kurang senang terhadap matematika muncul terutama ketika siswa menghadapi situasi evaluasi atau materi yang sulit. Pada aspek fisiologis, gejala seperti keringat dingin, jantung berdebar, sakit kepala, dan rasa mual lebih dominan pada siswa dengan kecemasan tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecemasan matematika pada siswa kelas V SDN 024 Tarakan didominasi pada kategori sedang dan memerlukan perhatian serius dari guru melalui penciptaan suasana belajar yang suportif dan tidak mengancam.

8 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Media Papan Pintar Pancasila Pada Materi Nilai-nilai Pancasila Kelas II SDN 013 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan media pembelajaran Papan Pintar Pancasila yang layak dipakai dalam proses belajar mengajar. Metode penelitian yang digunakan ialah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang meliputi tahap Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari angket validasi ahli materi, ahli media, dan angket respon siswa dan praktisi untuk mengukur tingkat kelayakan dan kemenarikan media. Hasil validasi memperlihatkan persentase kelayakan oleh ahli materi sebesar 100%, ahli media 98%, dengan rata-rata 99% (kategori sangat layak), sedangkan uji coba lapangan pada hasil angket siswa mencapai persentase sebesar 97,82% dan pada hasil angket praktisi memperoleh persentase sebesar 90% (kategori sangat menarik). Temuan ini menunjukkan bahwa media Papan Pintar Pancasila pada materi nilai-nilai Pancasila dinyatakan layak dan menarik untuk digunakan sebagai alternatif media pembelajaran Pendidikan Pancasila disekolah dasar. Media pembelajaran ini bisa membantu guru untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, meningkatkan partisipasi siswa, dan mempermudah pemahaman siswa pada materi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengembangan Media Kotak Pintar Membaca terhadap Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas II-A di SDN 029 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu upaya dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas rendah adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media kotak pintar membaca yaitu kotak yang berisi kartu huruf, kartu suku kata, kartu kata yang dapat disusun menjadi kalimat dan gambar yang dapat membantu siswa memahami bacaan. Penelitian ini bertujuan mengatasi kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II-A dengan menerapkan media kotak pintar membaca. Jenis penelitian yang digunakaan yaitu penelitian dan pengembangan atau research and development dengan menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian ini yaitu kelas II-A SDN 029 Tarakan. Uji coba produk dilakukan melalui dua tahap, yaitu uji coba terbatas kepada 2 siswa dan uji coba lapangan kepada 6 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kotak pintar membaca yang dikembangkan memiliki kelayakan yang baik berdasarkan validasi dari ahli media, materi, dan bahasa. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 94% dan ahli materi 80% yang menunjukan bahwa media kotak pintar membaca sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Implementasi media dalam pembelajaran menunjukkan adanya keterampilan membaca permulaan siswa dengan persentase 100% yang menunjukkan kategori sangat baik pada uji coba terbatas dan hasil keterampilan membaca dengan persentase 83,3% yang menunjukkan kategori baik pada uji coba lapangan. Dengan demikian, media kotak pintar membaca dinyatakan layak dan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran terhadap keterampilan membaca permulaan siswa kelas II-A di sekolah dasar.

8 dilihat · 5 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Guru Dalam Membina Karakter Disiplin Pada Siswa Kelas IV-A SDN 013 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERAN GURU DALAM MEMBINA KARAKTER DISIPLIN PADA SISWA KELAS IV A SD NEGERI 013 TARAKAN Bellasapera 2140605152 ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar, khususnya nilai kedisiplinan yang menjadi fondasi moral bagi perkembangan perilaku siswa. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam peran guru sebagai teladan dan pembimbing dalam membina karakter disiplin siswa kelas IV A di SD Negeri 013 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan perannya secara optimal melalui dua fungsi utama. Peran sebagai teladan diwujudkan melalui profesionalisme nyata, seperti konsistensi hadir tepat waktu, kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, serta antusiasme tinggi saat mengajar yang memotivasi siswa untuk meniru perilaku positif tersebut secara alami. Sementara itu, peran sebagai pembimbing dilaksanakan melalui pendekatan persuasif, humanis, dan dialogis, di antaranya dengan memberikan arahan disiplin waktu, motivasi belajar di rumah melalui tugas yang menyenangkan, serta melibatkan siswa dalam penyusunan kesepakatan kelas. Keberhasilan pembinaan ini dibuktikan dengan adanya transformasi signifikan pada karakter disiplin siswa, yang semula berada pada kategori "Cukup" di awal observasi meningkat menjadi kategori "Sangat Baik" pada tahap akhir, yang ditandai dengan munculnya kesadaran internal siswa untuk mematuhi aturan secara mandiri. Kesimpulannya, integrasi antara bimbingan yang empatik dan keteladanan profesional guru terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan kelas yang kondusif bagi pembentukan karakter disiplin, kemandirian, dan tanggung jawab siswa secara berkelanjutan.

8 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengununaan Media Papica (Papan Baca Pintar) Dalam Meningkatkan Kemampuan Siswa kelas III di SDN 009 Malinau Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar dalam menunjang keberhasilan belajar pada berbagai mata pelajaran. Namun, berdasarkan hasil observasi awal di kelas III SDN 009 Malinau Utara, ditemukan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam membaca kata, menyusun suku kata, membaca kalimat sederhana, serta memahami isi bacaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa melalui penggunaan media PAPICA (Papan Pintar Baca). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas III. Teknik pengumpulan data meliputi observasi aktivitas guru dan siswa, tes kemampuan membaca, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, persentase siswa yang mencapai kategori mandiri sebesar 40%, meningkat menjadi 65% pada siklus II. Sementara itu, siswa yang berada pada kategori perlu bimbingan menurun dari 10% pada siklus I menjadi 0% pada siklus II. II. Sedangkan kategori berkembang dari 50% pada siklus I menurun menjadi 15%. Selain itu, Terjadinya peningkatan karena media PAPICA memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret, menarik, dan interaktif, sehingga siswa lebih mudah memahami materi serta lebih termotivasi dalam mengikuti pembelajaran membaca. Dengan demikian, media PAPICA terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III sekolah dasar serta meningkatkan kualitas proses pembelajaran secara keseluruhan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II-B SDN 031 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II-B SDN 031 TARAKAN ABSTRAK Kemampuan membaca permulaan merupakan kemampuan dasar yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar karena menjadi fondasi untuk memahami pelajaran selanjutnya. Namun, hasil observasi di kelas II-B SDN 031 Tarakan menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan membaca, seperti belum mengenal huruf dengan baik, salah menyebutkan bunyi huruf, kesulitan menggabungkan suku kata, serta kurang berminat membaca. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang tepat untuk membantu meningkatkan kemampuan membaca siswa sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II-B SDN 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan ultisenso. Keabsahan data diperoleh melalui ultis triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beberapa strategi, yaitu strategi SAS (Struktural Analitik Sintetik), strategi ultisensory, pendampingan individual, serta program literasi harian 15 menit membaca. Strategi tersebut membantu siswa mengenal huruf dan bunyi dengan lebih baik, menggabungkan huruf menjadi kata, serta meningkatkan kelancaran membaca. Selain itu, guru juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memberikan motivasi kepada siswa. Dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran yang bervariasi dan sesuai dengan kebutuhan siswa berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II. Kata kunci: strategi guru, membaca permulaan, siswa sekolah dasar.

8 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Deskripsi Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal ANBK Numerasi Di SDN 032 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesulitan merupakan kondisi di mana individu mengalami hambatan atau kesukaran dalam memahami, mengaplikasikan, atau menyelesaikan tugas tertentu, yang dapat disebabkan oleh faktor internal seperti kurangnya pemahaman konsep atau eksternal seperti metode pembelajaran yang kurang efektif. Penyelesaian soal ANBK merupakan proses evaluasi kemampuan siswa dalam mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer, khususnya pada domain numerasi yang mencakup literasi matematika, di mana siswa harus menjawab soal-soal yang mengukur kompetensi minimum melalui platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas VI-A SDN 032 Tarakan dalam menyelesaikan soal ANBK numerasi pada domain aljabar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 15 siswa sebagai subjek yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kategori kesulitan (tinggi, sedang, rendah) menggunakan standar deviasi. Teknik pengumpulan data meliputi tes soal numerasi dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta triangulasi untuk memastikan keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan utama siswa meliputi: pemahaman konsep dasar matematika seperti operasi hitung; interpretasi maksud soal cerita panjang; penyusunan kalimat matematika; dan penyelesaian masalah aljabar. Berdasarkan kategorisasi, 2 siswa mengalami kesulitan tinggi, 5 sedang, dan 8 rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kesulitan tersebut disebabkan oleh kurangnya penguasaan konsep dasar dan kesulitan memproses soal cerita. Saran untuk guru adalah meningkatkan latihan konsep dasar dengan variasi soal; untuk siswa adalah berlatih lebih intensif pada soal cerita; dan untuk peneliti selanjutnya adalah mengeksplorasi faktor penyebab kesulitan secara lebih mendalam.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Pembentukan Karakter Sopan Santun Dan Toleransi Siswa Kelas VB SDIT Ibnu Abbas Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai peran pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk karakter sopan santun dan toleransi siswa kelas VB SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah guru mata pelajaran PPKn dan siswa kelas VB. Data dikumpukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter siswa, khususnya nilai sopan santun dan toleransi. Karakter sopan santun terlihat dari kebiasaan berbicara santun kepada guru dan teman, memberi salam, serta menjaga ketertiban kelas. Nilai toleransi tercermin dalam sikap menghargai perbedaan pendapat, tidak membeda-bedakan teman, dan membantu teman yang kesulitan. Faktor yang mendukung pembentukan karakter adalah keteladanan guru, lingkungan sekolah yang religius, dan peran keluarga. Adapun hambatan yang ditemui berupa perilaku siswa yang belum konsisten dalam berinteraksi. Pendidikan kewarganegaraan berperan penting dalam membentuk karakter sopan santun dan toleransi siswa sekolah dasar. Oleh karena itu pendidikan ini harus tetap ada disekolah agar nilai-nilai karakter dapat tertanam secara berkelanjutan.

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Deskripsi Penerapan Pendekatan Diferensiasi Pada Pembelajaran Matematika Di Kelas 1 SDN 017 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendekatan diferensiasi adalah cara mengajar yang menyesuaikan pembelajaran dengan perbedaan kemampuan dan keberagaman siswa. Artinya, guru tidak memberikan perlakuan yang sama persis kepada semua siswa, tetapi menyesuaikan materi, cara belajar, hasil belajar, dan suasana kelas agar setiap anak bisa belajar dengan baik sesuai kebutuhannya. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan pendekatan diferensiasi pada pembelajaran matematika di kelas 1 SDN 017 Tarakan, dengan fokus pada aspek konten, lingkungan belajar, proses, dan produk. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri dari satu guru kelas I dan tiga orang siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasif. Kemudian analisis data dengan menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya menerapkan diferensiasi pada aspek konten melalui variasi materi secara bertahap dan tingkat kesulitan soal, pada aspek proses dengan pembelajaran individu maupun kelompok sesuai kemampuan, pada aspek produk melalui variasi hasil kerja siswa, serta pada aspek lingkungan belajar dengan pemanfaatan fasilitas sekolah dan penciptaan suasana kelas yang kondusif.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

DESKRIPSI KETERAMPILAN MENGAJAR KELOMPOK KECIL DAN PERSEORANGAN PADA GURU KELAS I DI SDN 024 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan guru dalam mengajar kelompok kecil dan perseorangan pada guru kelas I di SDN 024 Tarakan. Keterampilan ini merupakan bagian dari keterampilan dasar mengajar yang penting diterapkan dalam proses pembelajaran, terutama dalam menghadapi karakteristik siswa sekolah dasar yang beragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilakukan selama tiga kali pertemuan pada semester genap tahun ajaran 2025. Subjek penelitian adalah guru kelas I dan kepala sekolah SDN 024 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang kemudian dideskripsikan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan dengan cukup baik. Guru memulai kegiatan dengan memberikan orientasi secara klasikal, kemudian membagi siswa dalam kelompok kecil dan memberi arahan tugas secara jelas. Dalam prosesnya, guru menunjukkan kemampuan sebagai organisator dan pembimbing, serta melakukan pendekatan pribadi kepada siswa. Guru juga mampu mengindetifikasi kesulitan belajar siswa dan memberikan bantuan yang sesuai. Namun, masih ditemukan kendala seperti keterbatasan waktu dan perbedaan tingkat pemahaman siswa yang mengharuskan guru lebih fleksibel dalam strategi pembelajarannya. Secara keseluruhan, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan membantu guru untuk lebih memahami kebutuhan individual siswa dan menciptakan suasana pembelajaran yang interaktf dan efektif. Hasil ini menunjukkan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam keterampilan dasar mengajar guna mendukung pencapaian tujuan pendidikan, khususnya ditingkat sekolah dasar.

11 dilihat · 1 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ULAR TANGGA PADA MATERI PERKALIAN SISWA KELAS III DI SDN 005 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan media pembelajaran Ular Tangga yang layak dipakai dalam proses belajar mengajar. Metode penelitian yang digunakan ialah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang meliputi tahap Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subjek penelitian ialah siswa kelas III SDN 005 Tarakan. Instrumen penelitian terdiri dari angket validasi ahli media, ahli materi, dan praktisi, serta angket respons siswa untuk mengukur tingkat kemenarikan media. Hasil validasi memperlihatkan persentase kelayakan oleh ahli media sebesar 100%, ahli materi sebesar 92%, dan praktisi sebesar 98%, dengan rata-rata 96,66% (kategori sangat layak). Hasil uji coba terbatas memperoleh skor kemenarikan sebesar 99%, sedangkan uji coba lapangan memperoleh skor 93,93% (kategori menarik). Temuan ini memperlihatkan bahwa media pembelajaran Ular Tangga pada materi perkalian dinyatakan layak dan menarik untuk dipakai sebagai alternatif media pembelajaran matematika di sekolah dasar. Media ini bisa membantu guru menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, meningkatkan partisipasi siswa, dan mempermudah pemahaman konsep perkalian.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Deskripsi Penerapan Pembelajaran Matematika Pada Kurikulum Merdeka Kelas IV-A SD Negeri 015 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran matematika pada kurikulum merdeka di kelas IV-A SD Negeri 015 Tarakan. Berdasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan masih adanya kendala guru dalam menerapkan pembelajaran matematika pada kurikulum merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di kelas IV-A SD Negeri 015 Tarakan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan langkah reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data melalui teknik triangulasi, baik dari sumber maupun teknik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa perencanaan pembelajaran matematika belum sepenuhnya dirancang secara mandiri oleh guru. Guru lebih banyak memanfaatkan perangkat ajar yang telah disediakan pemerintah, namun tetap melakukan modifikasi sederhana sesuai karakteristik peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran berusaha mengacu pada prinsip kurikulum merdeka yang menekankan pembelajaran aktif, interaktif, kolaboratif, serta berpusat pada peserta didik. Penilaian pembelajaran dilaksanakan melalui dua bentuk, yaitu formatif dan sumatif. Penilaian formatif dilakukan melalui diskusi kelompok, tanya jawab, dan pengamatan aktivitas siswa, sedangkan penilaian sumatif dilakukan melalui tes tertulis berupa soal pilihan ganda dan uraian.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Strategi Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas I SDN 031 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Membaca merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dikuasai siswa sekolah dasar, khususnya di kelas rendah. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, membaca kata, hingga memahami isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas I di SDN 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas I-A dan I-B beserta siswa yang mengalami kesulitan membaca. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca meliputi tiga aspek utama. Pertama, pada tahap pengenalan huruf, guru menggunakan metode fonik, pengulangan bunyi huruf, latihan menebalkan huruf, serta memanfaatkan media seperti kartu huruf, papan tulis, dan buku membaca permulaan. Kedua, pada tahap membaca kata, guru menggunakan metode eja, latihan bertahap sesuai kemampuan siswa, serta bimbingan individual agar siswa lebih fokus dan terarah. Ketiga, pada tahap memahami isi bacaan, guru menerapkan metode storytelling dengan membacakan cerita sederhana, menjelaskan kembali isi bacaan dengan bahasa yang mudah, mengaitkan isi cerita dengan kehidupan sehari-hari siswa, serta memberikan evaluasi berupa pertanyaan sederhana. Strategi-strategi ini terbukti membantu siswa dalam mengatasi kesulitan membaca, meskipun sebagian siswa masih memerlukan bimbingan lebih intensif, terutama dalam membedakan huruf mirip dan memahami bacaan panjang. Strategi guru dalam mengatasi siswa yang kesulitan mengenal huruf, kesulitan membaca kata, dan kesulitan dalam memahami makna bacaan dilakukan dengan sangat baik.

16 dilihat · 3 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

DESKRIPSI KEMAMPUAN GEOMETRI BERDASARKAN TEORI VAN HIELE PADA SISWA KELAS V B SDN 032 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan siswa dalam pembelajaran geometri sangat penting untuk dikembangkan, karena kemampuan geometri siswa dapat menyelesaikan suatu permasalahan baik dalam pembelajaran matematika maupun dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan geometri sangat penting dalam meningkatkan gaya berpikir siswa. Teori Van Hiele menyatakan siswa akan melalui 5 tahapan berpikir jika siswa mempu memiliki kemampuan berpikir geometri. Adapun perkembangan berpikir geometri siswa dalam pembelajaran matematika yaitu pada tahap Visualisasi, Tahap Analisis, tahap Abstraksi, tahap Dedukasi, dan Tahap Rigor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan geometri siswa pada kelas V SDN 032 Tarakan berdasarkan teori Van Hiele. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Data yang dikumpulkan yaitu melalui soal tes Van Hiele Geometri Tes (VHGT), dari 23 siswa, wawancara dan dokumentasi. Dapat diketahui bahwa terdapat 3 siswa yang masuk pada tahap visualisasi dari 23 siswa, dan terdapat 4 siswa yang dikatagorikan notif (tidak dapat ditentukan level berpikirnya berdasarkan teori van hiele). Sedangkan 16 siswa dikatagorikan belum masuk dalam tahapan berpikir berdasarkan teori van hiele. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek A1, A2, dan A3 yang masuk dalam tahapan berpikir van hiele pada tahap visualisasi, memiliki kemampuan geometri dalam memahami suatu bangun datar berdasarkan bentuk yang terlihat secara visual, dimana ketiga subjek dapat membedakan mana segitiga, persegi, persegi panjang, dan mana yang merupakan jajargenjang.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Implementasi Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) Berbasis Kearifan Lokal kelas IV di SD Negeri 009 Malinau

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kearifan lokal adalah usaha manusia dengan akal budinya untuk bertindak dan bersikap. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pembelajaran SBdP berbasis kearifan lokal kelas IV di SD Negeri 009 Malinau. Penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan analisis data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini pada tahap perencanaan guru menentukan tema, buku dan modul seni rupa terkait pembelajaran kearifan lokal. Tahap pelaksanaan guru memberikan apersepsi terkait tarian zapin dan tarian dayak, setelah itu memberikan contoh gambar atau pola seni rupa batik secara individu, lalu guru membimbing siswa untuk mencoba membuat batik tidung dan batik pelita kanaan. Tahap evaluasi guru memberikan asesmen formatif terkait pengetahuan dan keterampilan. Yang ditentukan 60% siswa mampu membuat pola batik sesuai pengetahuannya, dan 40% siswa mampu mewarnai pola batik. Saran dari penelitian diharapkan siswa mengenal kearifan lokal di daerahnya dalam kegiatan belajar mengajar untuk meningkatkan keterampilan dan prestasi belajar. Diharapkan dapat digunakan sebagai masukan bagi peneliti lain dapat melakukan penelitian yang serupa atau dengan pembelajaran tematik berbasis kearifan lokal untuk penelitian selanjutnya, untuk guru dalam proses pembelajaran kearifan lokal dapat dilakukan berkesinambungan dalam mata pelajaran SBdP, dan untuk sekolah meningkatkan kualitas sekolah dan lebih melengkapi fasilitas dan kebutuhan siswa agar siswa dapat tertarik dan termotivasi untuk belajar SBdP berbasis kearifan lokal.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

HUBUNGAN KEDISIPLINAN DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DI SDN 032 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kedisiplinan dengan hasil belajar siswa kelas V di SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yakni kedisiplinan (X) sebagai variabel independen dan hasil belajar (Y) sebagai variabel dependen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner (angket) dan dokumentasi hasil belajar siswa berdasarkan nilai penilaian tengah semester siswa. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji f diperoleh f_hitung 19,515 > f_tabel 4.05 dengan taraf signifikan 5%. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang berarti bahwa terdapat hubungan kedisiplinan dengan hasil belajar siswa di kelas V SDN 032 Tarakan. Adapun hasil pengujian korelasi product moment diperoleh koefisien korelasi (r) sebesar = 0.59, yang menunjukkan bahwa hubungan kedisiplinan dengan hasil belajar siswa berada pada kategori sedang.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V-A SDN 005 TARAKAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DALAM PROSES BELAJAR DARI RUMAH

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa kelas V-A SDN 005 Tarakan dalam proses belajar dari rumah selama masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ditemukan pada faktor internal siswa memahami bahwa dibutuhkan usaha kerja keras dan bersungguh-sungguh dalam belajar, kemampuan siswa dapat mempengaruhi hasil belajar siswa, selain itu kondisi fisik dan mental siswa. Oleh karena itu diharapkan lingkungan rumah maupun sekolah dapat menciptakan lingkungan yang memberikan rasa aman, nyaman dan kondusif agar siswa lebih termotivasi untuk belajar. Motivasi belajar siswa juga dipengaruhi oleh faktor eksternal berupa peran guru dalam menumbuhkan motivasi siswa, orang tua juga mempunyai peran yang sangat dibutuhkan dalam mendorong anak agar lebih semangat belajar, dan tempat belajar dengan suasana nyaman, aman, rapi dan bersih akan membuat siswa lebih berkonsentrasi dalam belajar.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail